Posts tagged ‘matahari’

QURAN:MATAHARI TENGGELAM DI LAUT BERLUMPUR HITAM?

Oleh :Menjawab Faithfreedom Indonesia

Para antek FFI mengambil QS. Al-Kahfi : 86. Secara sepenggal tanpa memperhatikan ayat sebelumnya. Dalam ayat ini terdapat kata-kata : تَغْرُبُ فِي عَيْنٍ حَمِئَةٍ yang bermakna “matahari tenggelam di dalam laut yang ber-lumpur hitam ”. Lantas mereka berkata : “Qur’an mengajarkan bahwa matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam”.

Sesungguhnya pemahaman ayat ini tidak sebagaimana yang mereka fahami, karena tidak ada se-orang ahli tafsir dari kalangan kaum muslimin yang menafsirkan ayat ini sebagaimana yang mereka fahami dengan kesempitan fikiran mereka.

Al-Hafizh Ibnu Katsir dalam Tafsirnya mengomentari penafsiran yang demikian :

وأكثر ذلك من خرافات أهل الكتاب، واختلاق زنادقتهم وكذبهم

“Dan kebanyakan yang demikian itu berasal dari khurofatnya Ahli Kitab, dan karangannya kaum zindiq dan pendusta dari kalangan mereka.”

Makna kalimat “matahari tenggelam di dalam lautan” adalah makna kiasan, sebagaimana kalimat yang serupa sering dilontarkan oleh para ahli sastra, seperti : “ matahari pun hilang di telan bumi “, maknanya adalah kiasan, yaitu matahari menghilang seolah-olah ditelan bumi. Dan tidak ada se-orang ahli sastra pun yang menyalahkan kalimat ini, begitu pula dengan para ahli ilmu falaq, karena setiap pembicaraan dihukumi dengan tempatnya, sebagaimana tersebut dalam kaidah فِيْ كُلِّ مَقَامٍ مَقَالٌ
yaitu “setiap perkataan ada tempatnya. Yakni, bila suatu perkataan dilontarkan tidak pada tem- patnya maka dapat dihukumi dengan salah, walau pun pada hakekatnya adalah benar. Seperti ketika dalam pelajaran sejarah ditanyatakan : “Kenapa Diponegoro bisa tertangkap ?”, lalu ada murid yang menjawab : “Karena taqdir.” Jawaban murid tersebut pada hakekatnya adalah benar, namun tidak pada tempatnya sehingga gurunya menyalahkannya. Bukankah demikian ?

Begitu pula ketika berbicara tentang ketinggian gaya bahasa, maka tidak disalahkan mengatakan : “matahari tenggelam ditelan lautan” dalam dalam ilmu balaghoh jenis kalimat ini disebut Majaz ‘Aqli yaitu kiasan yang dapat diterima oleh akal. Contoh lain dari Majaz ‘Aqli ini seperti pada kali- mat : “Hujan telah menumbuhkan tanam-tanaman”, padahal hakekatnya bukan demikian, karena Allah saja Yang bisa menumbuhkan tanam-tanaman melalui sari makanan yang dibawa oleh air hujan. Namun kesan yang segera terbesit dalam fikiran yaitu karena hujan maka tumbuh tanam-tanaman. Begitu pula bagi siapa pun yang berdiri di tepi pantai dari sebuah lautan yang luas ketika matahari tenggelam, maka ia melihat seolah-olah matahari tenggelam ditelan lautan. Tetapi hakekat nya tidaklah demikian. Inilah pemahaman yang disampaikan oleh seluruh ahli tafsir dari kalangan kaum muslimin tanpa ada perselisihan di dalam masalah ini.

Ada pun kalimat فِي عَيْنٍ حَمِئَةٍ “di dalam laut yang berlumpur hitam” menegaskan kepada kita adanya beberapa faidah sains, yaitu :

  1. Warna laut ditentukan oleh keberadaan dasarnya. Bila dasar laut berlumpur hitam, maka laut pun tampak berwarna hitam, seperti LAUT HITAM yang ada di sebelah utara Turki.
  2. Dasar dari lautan yang luas dan dalam adalah berwarna gelap, karena tidak ada cahaya yang masuk ke dasarnya, sehingga nampak terlihat berwarna hitam.
  3. Semakin gelap warna lautan bebas menandakan semakin dalam dasar lautnya.

Dengan demikian kalimat “matahari tenggelam di dalam laut yang berlumpur hitam “ menunjuk-kan keberadaan Dzulqarnain di tepi Laut Hitam atau di tepi lautan bebas yang luas dan dalam yang nampak dari sana seolah-oleh matahari tenggelam di telan lautan. Lalu di mana letak kenyentrikan ayat ini sebagaimana dituduhkan oleh mereka ?

Perhatikan konteks ayatnya baik-baik:

“Mereka akan bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Dzulkarnain. Katakanlah: “Aku akan bacakan kepadamu cerita tantangnya. Sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepadanya di (muka) bumi, dan Kami telah memberikan kepadanya jalan (untuk mencapai) segala sesuatu maka diapun menempuh suatu jalan,Hingga apabila dia telah sampai ketempat terbenam matahari, dia melihat matahari terbenamdi dalam laut yang berlumpur hitam, dan dia mendapati di situ segolongan umat. Kami berkata: “Hai Dzulkarnain, kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikanterhadap mereka.”
(Al Qur’an 18:83-86)

Protes yang mereka utarakan ialah bagaimana mungkin Matahari terbenam di dalam laut yang padahal matahari jutaan kali lebih besar dari bumi dan mustahil terbenam kedalam laut yang berlumpur hitam! Mereka mengong-gong dengan membawa protes ini di setiap diskusi mengenai saintifik Al-Quran.

Ayat tersebut mengatakan, “ dia melihat matahari terbenamdi dalam laut yang berlumpur hitam”, dari potongan ayat ini saja sebenarnya sudah bisa menjawab protes mereka, dan merekapun sebenarnya memahaminya. Ayat tersebut memberitahukan pengelihatan itu menurut pengelihatan dan pandangan Dzulkarnaen, oleh karenanya Allah SWT tidak mengatakan bahwa “matahari terbenam”.

Dan di note ini saya sertakan sejumlah komentar dari para ahli tafsir, silahkan di ikuti.

Imam Al-Baidawi;
Ia (Dzulkarnaen) mungkin saja sampai di tepi pantai dan melihat matahari disitu karena sejauh mata memandang hanyalah air laut oleh karenanya Allah SWT mengatakan dia melihat matahari terbenam di dalam laut” namun tidak mengatakan bahwa “matahari terbenam”.(namun dia melihat matahari terbenam)(Al-Baidawi, Anwar-ut-Tanzil wa Asrar-ut-Taw’il, Volume 3, halaman 394. Diterbitkan oleh Dar-ul-Ashraf, Kairo, Mesir)

Imam Al-Qurtubi menyatakan;
Al Qaffal mengatakan: Maksudnya bukanlah dengan mencapai tempat dan terbit matahari sehingga ia dapat mencapai matahari dan menyentuhnya, karena matahari jauh diangkasa sana, disekitar bumi tanpa menyentuhnya dan terlalu besar untuk terbenam kedalam laut manapun yang berada dibumi. Ia jauh lebih besar dari bumi. Namun hal tersebut dimaksudkan bahwa ia telah mencapai ujung daerah yang masih berpenduduk di timur dan barat, kemudian Dzulkarnaen melihat kejadian itu – menurut pengelihatannya – terbenam kedalam laut yang berlumpur hitam seperti halnya kita mengamati matahari ditanah rata seolah-olah matahari itu masuk kedalam tanah. Oleh karenanya Allah berfirman:

“Hingga apabila dia (Dzulkarnaen) telah sampai ke tempat terbit matahari (sebelah Timur) dia mendapati matahari itu menyinari segolongan umat yang Kami tidak menjadikan bagi mereka sesuatu yang melindunginya dari (cahaya) matahari”. (Al-Qurtubi, Al-Game’ le Ahkam-el-Qur’an, Volume 16, halaman 47. Published by Dar-ul-Hadith, Kairo, Egypt. ISBN 977-5227-44-5)

Imam Fakhr-ud-Deen Ar-Razi menyatakan;
Di kala Dzulkarnaen mencapai barat jauh dan tidak ada lagi dari berpenguhi, dia mlihat mahari seolah-olah terbenam kedalam laut berlumpur, namun bukan sebenarnya begitu. Hal yang sama seperti seorang pekalan melihat matahari seolah terbenam kedalam laut jika ia tidak dapat melihat bagian pantai, yang padahal matahari tersebut terbenam bukan kedalam laut.(Ar-Razi, At-Tafsir-ul-Kabir, Volume 21, halaman 166)

Imam Ibn Kathir menyatakan;
Hingga apabila dia (Dzulkarnaen) telah sampai ke tempat terbit matahari” berarti ia mengikuti arah yang benar hingga ia mencapai daerah terjauh, ia mungkin memulai perjalanan dari barat. Karena mencapai terbitnya matahari di langit adalah mustahil. Apa yang di katakana para periwayat dan pencerita mengenai ia berjalan dalam suatu masa dimuka bumi disaat matahari terbenam dibelakangnya adalah dusta, dan sebagian cerita-cerita ini adalah mitos para Ahli Kitab dan temuan-temuan kebohongan mereka.

“Ia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam “ berarti ia melihat matahari menurut pandangannya terbenam kedalam laut dan hal ini pun terjadi pada semua orang yang berada di pantai yang melihat seolah-olah matahari terbenam kedalamnya (kedalam laut). (Ibn Kathir, Tafsir-ul-Qur’ân Al-’Azim, Volume 5, halaman 120. Diterbitkan oleh Maktabat-ul-Iman, Mansoura, Mesir)

“Sehingga, apabila dia sampai di tempat terbenam Matahari, didapatinya matahari itu terbenam dalam mata air yang berlumpur hitam. Di sana didapatinya satu kaum. Kami berkata : Hai, Zulkarnain, adakalanya engkau siksa (kaum yang kafir itu) atau engkau perlihatkan kepada mereka kebaikan…” Surah al-Kahfi 18 ayat 86
Ungkapan ‘aynin hami’e’ yang terdiri dari kata ‘ayn’ = mata air’ dan ‘hami’ =lumpur atau dapat berarti pandangan yang kurang jelas Atau tipuan penglihatan, selain itu disana pun disebutkan adanya sekumpulan kaum manusia, kalau “hami” diartikan lumpur, tidak mungkin ada manusia yang hidup dalam lumpur, maupun dalam mata air. Itu sebabnya disana menggunakan kata ‘Hami’ yaitu pandangan yang kurang jelas

Jadi Maknanya jelas dari kalimat “didapatinya Matahari itu terbenam dalam mata air yang berlumpur hitam” adalah didapatinya, “nya” disini adalah Zulkarnaen, jadi Zulkarnaen melihat pandangan yang kurang jelas atau tipuan penglihatan matahari masuk kedalam mata air bukan.
Jika kita melihat matahari terbenam di layar televisi tepat seperti melihat matahari yang tenggelam di dalam laut. Warna-warni di layar berubah ketika matahari tenggelam di atas laut, ini terlihat berwarna keabu-abuan di layar televisi. Oleh karena itu, bagi orang-orang yang melihat hal ini, pemandangan terlihat seolah-olah tenggelam di dalam lautan berlumpur hitam.

Selain itu, ayat ini berhubungan dengan adanya belahan dunia ini. Ketika matahari di satu daerah belahan dunia timur tenggelam di sebelah barat, maka ditempat terbenamnya matahari itupun kita akan menemukan sekumpulan manusia di belahan bumi barat dan disini kita akan menemukan matahari malah terbit. Jadi ini sekaligus membuktikan bahwa bumi kita bulat. 
Sekedar untuk perbandingan biar adil, kalau mereka boleh membahas Alqur’an, kita juga boleh dunk membahas Alkitab. Sekarang coba kita kaji ayat kitab agama tetangga sebelah tentang konsep bumi, sebenarnya banyak sekali ayat Bible yang sangat tidak masuk akal dan bertentangan dengan IPTEK dan penelitian ilmiah. Kalau saya posting semua maka note ini akan terlalu panjang. Maka untuk kali ini saya akan bahas satu pokok bahasan saja yaitu tentang apakah bumi akan kiamat atau tidak menurut Alkitab. Kita lihat apakah ayat-ayat Bible itu masuk akal dan ilmiah.

Beberapa Ilmuwan telah mengatakan bahwa dunia akan kiamat, ada beberapa hipotesis, penelitian ilmiah & dugaan-dugaan. Beberapa di antara mereka mungkin benar dan sebagian mungkin bisa salah.

Tapi apapun itu apakah Dunia akan Musnah atau ada selamanya, keduanya tidak dapat terjadi dalam waktu bersamaan. Cuma salah satunya saja yang pasti terjadi

Sangat tidak masuk akal! Tapi itulah yang Bible,katakan dalam Ibrani 1:10-11 dan Mazmur 102:26-27 Tuhan menciptakan Langit dan Bumi dan keduanya akan Musnah.
Ibrani 1:10-11: Dahulu sudah Kauletakkan dasar bumi, dan langit adalah buatan tangan-Mu.

Mazmur 102:26-27 : Semuanya itu akan binasa, tetapi Engkau tetap ada, dan semuanya itu akan menjadi usang seperti pakaian, seperti jubah Engkau akan mengubah mereka, dan mereka berubah.

Dari kedua ayat ini dapat disimpulkan bahwa Tuhan menciptakan Langit dan Bumi dan keduanya akan Musnah.

Selanjutnya di bagian lain terdapat ayat-ayat yang benar-benar kebalikannya dari  Mazmur 78:69 dan Pengkotbah 1:4 bahwa bumi akan ada Untuk selamanya.

 Mazmur 78:69 :Ia membangun tempat kudus-Nya setinggi langit, laksana bumi yang didasarkan-Nya untuk selama-lamanya;.

Pengkotbah 1:4 :Keturunan yang satu pergi dan keturunan yang lain datang, tetapi bumi tetap ada.

Dari kedua ayat ini kesimpulannya bumi akan abadi

Jadi yang benar yang mana? Mereka tidak akan bisa untuk memilih yang mana diantara kedua ayat itu yang Tidak Ilmiah

Yang pertama atau yang kedua salah satunya harus Ilmiah, tidak bisa keduanya. Jika dianggap benar keduanya maka itu tidak akan mungkin, sesuatu yang jelas kontradiktif satu sama lain. Tapi jika dianggap benar salah satunya, kok bisa ayat alkitab ada yang salah, apa mungkin Tuhan salah dalam berfirman? atau Tuhan kok plin-plan?

Wallahu’alam bishshowab….

Iklan

DISTORSI NARASI KITAB KEJADIAN PENCIPTAAN ALAM SEMESTA

KESALAHAN PEMBUKAAN ALKITAB DARI SEGI SAINS DAN ILMU MUTAKHIR

HARI PERTAMA:

Kejadian 1:1-7
1:1 Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.
1:2 Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.
1:3 Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi.
1:4 Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap.
1:5 Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama.

KOMENTAR:

jelas pada hari pertama Allah menciptakan langit dan bumi.lalu bumi masih kosong dan gelap gulita.lalu di ciptakan terang.anehnya apakah maksud terang di sini??ternyata TERANG ITU SIANG,GELAP ITU MALAM.nah,bagaimana mungkin ada siang dan malam,sedang matahari,bulan dan bintang2 belum tercipta?siang(terang) dan malam telah ada padahal matahari dan bulan serta bintang2 belum lagi tercipta,

HARI KEDUA:

1:6 Berfirmanlah Allah: “Jadilah cakrawala di tengah segala air untuk memisahkan air dari air.”
1:7 Maka Allah menjadikan cakrawala dan Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala itu dari air yang ada di atasnya. Dan jadilah demikian.
1:8 Lalu Allah menamai cakrawala itu langit. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kedua.

KOMENTAR:

terlihat ketidak konsistenan di sini.di bilang penciptaan langit di hari pertama.lantas kemudian di sebut di hari kedua.lalu setelah pada hari npertama ada siang dan malam,pada hari kedua ada PAGI DAN PETANG.lagi2 keganjilan terlihat di sini.di mana matahari,bulaan dan bintang belum lagi tercipta,sudah ada pagi,petang,siang dan malam.

HARI KETIGA:

1:9 Berfirmanlah Allah: “Hendaklah segala air yang di bawah langit berkumpul pada satu tempat, sehingga kelihatan yang kering.” Dan jadilah demikian.
1:10 Lalu Allah menamai yang kering itu darat, dan kumpulan air itu dinamai-Nya laut. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
1:11 Berfirmanlah Allah: “Hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda, tumbuh-tumbuhan yang berbiji, segala jenis pohon buah-buahan yang menghasilkan buah yang berbiji, supaya ada tumbuh-tumbuhan di bumi.” Dan jadilah demikian.
1:12 Tanah itu menumbuhkan tunas-tunas muda, segala jenis tumbuh-tumbuhan yang berbiji dan segala jenis pohon-pohonan yang menghasilkan buah yang berbiji. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
1:13 Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari ketiga.

KOMENTAR:

keganjilan terlihat lagi.ketika matahari belum lagi tercipta,pada hari ketiga tetumbuhan telah di cipta dan hidup tampa matahari.lucunya telah di klaim ada siang,malam,pagi dan petang padahal matahari,bulan,bintang belum lagi tercipta.bagaimana tumbuhan dapat hidup tampa matahari??apoakah Tuhan begitu irrasional hingga tak tahu urutan ilmiah dalam menciptakan alam??

HARI KEEMPAT:PENCIPTAAN MATAHARI,BULAN DAN BINTANG2.

1:14 Berfirmanlah Allah: “Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,
1:15 dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi.” Dan jadilah demikian.
1:16 Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.
1:17 Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,
1:18 dan untuk menguasai siang dan malam, dan untuk memisahkan terang dari gelap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
1:19 Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keempat.

KOMETAR:

justru di ciptakan sumber cahaya,peredaran hari,bulan dan tahun ketika hari keempat.di sinilah letak keganjilan narasi penciptaan bible.jika di hubungkan dengan narasi2 sebelumnya.

HARI KELIMA:

1:20 Berfirmanlah Allah: “Hendaklah dalam air berkeriapan makhluk yang hidup, dan hendaklah burung beterbangan di atas bumi melintasi cakrawala.”
1:21 Maka Allah menciptakan binatang-binatang laut yang besar dan segala jenis makhluk hidup yang bergerak, yang berkeriapan dalam air, dan segala jenis burung yang bersayap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
1:22 Lalu Allah memberkati semuanya itu, firman-Nya: “Berkembangbiaklah dan bertambah banyaklah serta penuhilah air dalam laut, dan hendaklah burung-burung di bumi bertambah banyak.”
1:23 Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kelima.

HARI KEENAM:PENCIPTAAN MANUSIA.

1:24 Berfirmanlah Allah: “Hendaklah bumi mengeluarkan segala jenis makhluk yang hidup, ternak dan binatang melata dan segala jenis binatang liar.” Dan jadilah demikian.
1:25 Allah menjadikan segala jenis binatang liar dan segala jenis ternak dan segala jenis binatang melata di muka bumi. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
1:26 Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”
1:27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.
1:28 Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”
1:29 Berfirmanlah Allah: “Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu.
1:30 Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya.” Dan jadilah demikian.
1:31 Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam.

HARI KETUJUH:

2:1 Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya.
2:2 Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu.
2:3 Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.
2:4 Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan. Ketika TUHAN Allah menjadikan bumi dan langit, –
2:5 belum ada semak apapun di bumi, belum timbul tumbuh-tumbuhan apapun di padang, sebab TUHAN Allah belum menurunkan hujan ke bumi, dan belum ada orang untuk mengusahakan tanah itu;
2:6 tetapi ada kabut naik ke atas dari bumi dan membasahi seluruh permukaan bumi itu–
2:7 ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.

demikianlah penciptaan versi bible yang dapat di kritik lebih dalam lagi.beberapa ilmuan barat yg tak terjerat iman buta menolak narasi penciptaan bible yang tak sesuai dgn nalar sains.sehingga RICHARD DAWKINZ menyatakan,narasi penciptaan bible seperti halnya dongeng tak masuk akal rakyat afrika yg menyatakan bumi dan langit di ciptakan dari kototran semut.

saya yakin taurat adalah dulu asli firman Allah,namun narasi2 yg sekarang telah banyak tercampur tangan2 kotor manusia.JIKA NABI MUHAMMAD NABI PALSU,dia akan dengan bodoh menjiplak apapun yang bodoh dan di tentang nalar modern mengenai kitab kejadian penciptaan.ternyata tidak demikian.narasi quran dari Allah,bebas dari kesalahan.dan quran MELURUSKAN PENYIMPANGAN TAURAT YANG TELAH DI KOTORI TANGAN2 MANUSIA.

TAMBAHAN.

PETER DE ROSA,MENGENAI BIBLE KITAB KEJADIAN.

peter de rosa lahir pada tahun 1932.riwayat hidupnya sbb:
*bersekolah di st ignatius college,sebuah institut jesuit di london.
*1965,di tahbiskan menjadi pendeta katolik.
*selesai study filosofi di gregorian university roma dan juga di oxford
*profesor etika dan metafisika pertama di st edmund college,sebuah seminari dalam keuskupan wesmister.
*lalu menjabat menjadi dekan fakultas teologi di corpus christy college,london.
*1970,melepaskan kependetaannya dan meniti karir sebagai produser di BBC tahun 1970.

BERIKUT TEROPONG PETER DE ROSA MENGENAI PENCIPTAN DI KITAB KEJADIAN,DALAM BUKUNYA:JESUS MYTHS:

KITAB KEJADIAN TIDAK KONSISTEN:

peter de rosa menulis:

“umat nasrani melihat adanya ketidakkonsistenan tentang masalah kejadian ini.matahari dan bulan tidak di ciptakan hingga hari keempat.kalau begitu,mengapa ada 3 hari sebelum matahari di ciptakan yg masing2 terdiri atas pagi dan malam.dan bagaimana sebelum di ciptakan nya matahari,keberadaan pepohonan dan rerumputan??

MEMPERTANYAKAN KISAH PENCIPTAAN DI BIBLE 100 TAHUN LALU,DI KUTUK GEREJA.

peter de rosa menulis:

“seratus tahun yg lalu,seorang pemeluk kristen dapat di kutuk gereja jika menyangkal ke harafiahan kisah penciptaan dan juga konsukwensi aneh yang mengikutinya,”

GEREJA MASIH NGOTOT(DGN IMAN BUTA)SEGALA ISI KITAB KEJADIAN ADALAH SEJARAH ASLI MURNI.PADAHAL ILMUAN2 TELAH MEMPEROLOK ISI KITAB KEJADIAN.

peter de rosa menulis:

“mereka yg berpandangan skeptis seperti voltaire memperolok pemahaman PARA AHLI TEOLOGI tentang kisah2 kejadian selama lebih dari 200 tahun.sementara itu,PARA ILMUAN menunjukkan bahwa tidak ada kemungkinan atau pun tanda2 banjir besar tiba2 menutupi dunia.gereja masih bersikukuh kisah2 kejadian adalah sejarah.”

KITAB KEJADIAN PENCIPTAAN BERTENTANGAN DENGAN SAINS SUMBER KRISIS IMAN DI BARAT.

peter de rosa menulis:

“survey baru2 ini menunjukkan bahwa sebagian besar anak2 sekolah di skotlandia kehilangan kepercayaan terhadap agama kristen karena mereka tidak bisa memahami bagaimana kisah penciptan selama 6 hari(versi bible)dapat di padukan dengan ilmu pengetahuan.di awal milenium ketiga,para pemimpin kristen,paus di antaranya,masih beresikukuh bahwa kejadian mengandung kebenaran historis yg mendasar.”

RICHARD DAWKINZ MENGANGGAP KISAH PENCIPTAAN BIBLE KARENA TAK MASUK AKAL SEHAT,MTSTI MASUK DERETAN MITOLOGI2 DUNIA.

peter de rosa menulis:

“dawkinz mengatakan bahwa kejadian tak memiliki status yg lebih istimewa di bandingkan dengan kepercayaan suku afrika barat bahwa dunia di ciptakan dari kotoran semut”

PARA AHLI ASTRONOMI MENEMUKAN KESALAHAN KITAB KEJADIAN.

peter de rosa menulis:

“pada awal abad ke 19,para ahli astronomi menyadari bahwa kisah dalam kitab kejadian bukan gambaran mengenai terciptanya dunia.”

saya kutip perkataan peter de rosa sbb:

“yg mengherankan ialah:kebanyakan penganut keyakinan menguji alasan mereka atas semua hal kecuali agama.seolah olah agama terlalu berharga dan rentan untuk di pikirkan.dalam ungkapan HOBBES,mereka membungkus alasan mereka dalam serbet yg terbuat dari keyakinan mutlak.SERING DI KATAKAN,TIDAK ADA YG DI TAKUTI AGAMA KRISTEN KECUALI SEX.PADAHAL TIDAK DEMIKAIN.AGAMA KRISTEN LEBIH TAKUT KEPADA KECERDASAN PIKIRAN.”

peter de rosa menulis:

“saya yakin bahwa anti intelektuialisme ini merupakan alasan utama mengapa agama kristen seolah olah menjadi tahayul yg ketinggalan zaman…….para pendeta memperlakukan semua umat seakan akan mereka petani pada zaman pra copernicus.

ANSWERING-FF.ORG

Timbangan Agama-agama lewat pemikiran,analisa dan tulisan

KRISTOLOG.COM

Kajian Ilmiah Kristologi

Lampu Islam

Timbangan Agama-agama lewat pemikiran,analisa dan tulisan

SERANGAN BALIK UNTUK INDONESIA.FAITHFREEDOM.ORG (serbuiff)

Siap membombardir habis gembong IFF dan spesies lainnya yang sejenis

Answering Misionaris

Menjawab Fitnah terhadap Islam

Kerajaan Agama

http://kerajaanagama.wordpress.com/ 2009 - 2011

MUSLIM MENJAWAB TANTANGAN

[3:190] Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,

---PENGINJIL---

KRISTEN ADALAH PENERUS AGAMA PAGAN

Edyprayitno's sang Mualaf

FORUM DIALOG LESEHAN DAN KAJIAN KRISTOLOGI

Kristenisasi - Pemurtadan - Kristologi

A. AHMAD HIZBULLAH MAG's Blog