Posts from the ‘perjanjian damai dalam islam’ Category

PERJANJIAN RASULULLAH DENGAN ORANG-ORANG YAHUDI MADINAH

Masjid Nabawi Madinah

Teks Perjanjian Antara Kaum Muhajirin dan Anshar dan Kesepakatan dengan Orang-orang Yahudi.ketika Rasul memasuki Madinah Rasul membuat perjanjian dengan orang-orang Yahudi

 

Ibnu Ishaq berkata:

Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wa Sallam mengadakan perjanjian antara kaum  Muhajirin dengan kaum Anshar untuk tidak memerangi orang-orang Yahudi, dan mengadakan pula  perjanjian dengan mereka, mengakui agama dan harta mereka dan membuat kesepakatan dengan mereka. Teks perjanjian adalah sebagai berikut:

Bismillahirrahmaanirrahim

Ini adalah dokumen dari Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa Sallam yang mengatur hubungan kaum  Mukminin dan kaum Muslimin dari Quraisy dan Yatsrib, orang-orang yang bergabung dengan mereka  dan berjuang bersama mereka. Sesungguhnya mereka adalah umat yang satu dan tidak sama dengan
golongan manusia lainnya. Kaum Muhajirin dari Quraisy tetap dengan tradisi mereka yang dibenarkan  Islam, mereka membayar diyat (ganti rugi) kepada sebagian yang lain, menebus tawanan mereka  dengan cara yang baik dan adil di antara orang-orang yang beriman. Bani Auf tetap dalam tradisi  mereka yang dibenarkan Islam mereka membayar diyat kepada sebagian yang lain sebagaimana dahulu dan setiap kelompok menebus tawanan- nya dengan cara yang baik dan adil di antara orang orang yang beriman. Bani Saidah tetap berada pada tradisi mereka yang dibenarkan Islam, sebagian dari mereka membayar diyat sebagaimana sebelumnya, sebagian dari mereka menebus tawanannya  dengan cara yang baik dan adil di antara orang-orang beriman. Bani Al-Harits tetap berada pada tradisi
mereka yang dibenarkan Islam, sebagian dari mereka membayar diyat, sebagian dari mereka menebus  tawanannya dengan cara yang baik dan adil di antara orang-orang beriman. Bani An-Najjar tetap  berada pada tradisi mereka yang dibenarkan Islam, sebagian dari mereka setiap kelompok dari mereka
menebus tawanan dengan cara yang baik dan adil di antara orang-orang beriman. Bani Amr bin Auf  tetap berada pada tradisi mereka yang dibenarkan Islam, sebagian dari mereka membayar diyat  kepada sebagian yang lain sebagaimana sebelumnya sebagian dari mereka menebus tawanannya  dengan cara yang baik, dan adil di antara. Bani Al-Aus tetap berada pada tradisi mereka yang  dibenarkan Islam, sebagian dari mereka membayar diyat kepada sebagian yang lain sebagaimana  sebelumnya, setiap kelompok dari mereka menebus tawanannya dengan cara yang baik dan adil di  antara orang-orang beriman. Dan orang-orang beriman harus memperhatikan mufrah (orang yang banyak hutang dan kesulitan menghidupi keluarganya) dengan memberinya uang untuk penebusan  tawanan atau pembayaran diyat dengan cara yang baik.  Orang beriman tidak boleh mengambil mantan budak orang Mukmin lainnya untuk dipekerjakan  tanpa ijin tuannya. Sesungguhnya orang-orang yang beriman yang bertakwa itu bersatu dalam
menghadapi orang yang berbuat zalim terhadap mereka atau orang yang menghendaki kezaliman  besar, menghendaki dosa, permusuhan atau kerusakan terhadap orang-orang beriman. Semua tangan  harus bersatu padu walaupun orang itu adalah anak salah seorang dari mereka. Orang beriman tidak  boleh membunuh orang Mukmin karena orang kafir dan orang Mukmin tidak boleh membantu orang  kafir dalam menghadapi orang Mukmin. Sesungguhnya perlindungan Allah itu satu. Orang yang terlemah di antara mereka diberi perlindungan dan sesungguhnya orang-orang beriman itu harus
mendukung satu sama lain. Barangsiapa di antara orang Yahudi taat kepada kami, ia ber hak  mendapatkan pertolongan, Kebersamaan, mereka tidak boleh dianiaya dan tidak boleh dikalahkan.  Sesungguhnya perdamaian orang- orang beriman itu satu. Orang beriman tidak boleh berdamai  dengan selain orang beriman dalam perang di jalan Allah kecuali atas dasar persamaan dan keadilan
di antara mereka. Semua batalion tempur yang berperang bersama kami itu datang secara bergantian.  Sesungguhnya sebagian orang beriman itu dibunuh karena mereka membunuh sebagian orang  beriman lainnya. Sesungguhnya orang beriman yang bertakwa berada pada petunjuk terbaik dan  lurus. Sesungguhnya orang musyrik tidak boleh melindungi orang Quraisy baik harta atau jiwa mereka
dan tidak boleh bergabung bersama mereka untuk menghadapi orang beriman. Barangsiapa  membunuh orang Mukmin tanpa kesalahan dan bukti, maka ia akan dibunuh juga karenanya  terkecuali jika keluarga korban memberi maaf. Sesungguhnya orang beriman harus bersatu dalam  menghadapinya dan wajib menegakkan hukum terhadap orang tersebut. Sesungguhnya orang Islam
yang beriman kepada isi perjanjian ini, beriman kepada Allah dan beriman kepada Hari Akhir haram  baginya membela pelaku bid’ah dan melindunginya. Barangsiapa membelanya atau melindunginya, ia  akan di kutuk oleh Allah dan mendapat murka-Nya pada Hari Kiamat. Tebusan tidak boleh di- ambil
daripadanya. Jika muncul perselisihan di tengah kalian maka kembalikanlah kepada Allah Yang  Mahamulia dan Muhammad Shallalahu ‘alaihi wa Sallam. Sesungguhnya orang-orang Yahudi juga  berkewajiban menanggung dana apabila mereka sama-sama diperangi musuh. Sesungguhnya orang-orang  Yahudi Bani Auf satu umat bersama kaum Mukminin. Bagi orang-orang Yahudi agama mereka
dan bagi kaum Mukminin agama mereka. Budak- budak mereka dan jiwa mereka terilindungi, kecuali  mereka yang berbuat aniaya dan dosa, sebab ia tidak menganiaya siapa-siapa selain diri dan  keluarganya sendiri. Sesungguhnya orang-orang Yahudi Bani An-Najjar memiliki hak yang setara
dengan orang-orang Yahudi Bani Auf. Begitu juga orang-orang Yahudi Bani Al-Harits, mereka  mempunyai hak yang setara dengan hak orang-orang Yahudi Bani Auf. Sesungguhnya orang-orang  Yahudi Bani Saidah memiliki hak yang sama dengan hak orang-orang Yahudi Bani Auf. Begitu juga  orang-orang Yahudi Bani Jusyam, mereka memiliki hak yang setara dengan orang-orang Yahudi Bani
Auf. Sesungguhnya orang-orang Yahudi Bani Al-Aus mempunyai hak yang setara dengan hak orangorang  Yahudi Bani Auf. Sesungguhnya orang-orang Yahudi Bani Tsa’labah mempunyai hak yang sama  dengan hak orang-orang Yahudi Bani Auf, kecuali mereka yang melakukan perbuatan aniaya dan dosa, ia tidak menganiaya siapa-siapa selain diri dan keluarganya sendiri. Sesungguhnya Jafnah, salah satu
kabilah dari Tsa’labah harus diperlakukan sama seperti mereka. Sesungguhnya orang-orang Yahudi  Bani As-Syathibah memiliki hak yang setara dengan hak orang-orang Yahudi Bani Auf. Sesungguhnya  kebaikan itu selalu mencegah seseorang dari keburukan. Sesungguhnya budak orang-orang Tsa’labah
dan sesungguhnya keluarga orang-orang Yahudi sama seperti mereka. Tidak boleh seorang pun dari  orang- orang Yahudi keluar dari Madinah kecuali atas izin Muhammad Shallalahu ‘alaihi wa Sallam.  Barangsiapa membunuh, maka itu sama saja ia membunuh diri dan keluarganya sendiri, kecuali orang yang dianiaya, karena Allah sangat membenci kezaliman. Sesungguhnya orang-orang Yahudi terkena
kewajiban infak dan kaum Muslimin juga terkena kewajiban infak yang sama, serta mereka semua  berkewajiban membela siapa saja yang memerangi orang-orang yang terikat dengan perjanjian ini. Nasihat dan kebaikan harus senantiasa diaplikasikan di tengah-tengah mereka. Seseorang tidak boleh mengganggu sekutunya dan wajib bagi orang yang dizalimilah yang harus dibela. Sesungguhnya orang-orang  Yahudi berinfak bersama orang-orang beriman apabila mereka diperangi musuh. Sesungguhnya  Yatsrib diharamkan bagi orang yang terikat dalam perjanjian ini. Tetangga itu seperti jiwa, tidak boleh diganggu dan disakiti. Sesungguhnya kehormatan itu tidak boleh dilanggar kecuali pemiliknya
mengijinkan. Jika orang-orang yang terikat dalam perjanjian ini mengalami konflik yang dikhawatirkan  menimbulkan kerusakan, maka urusan itu harus dikembalikan kepada Allah dan kepada Muhammad  Shallalahu ‘alaihi wa Sallam. Sesungguhnya Allah sangat mampu menjaga perjanjian ini. Dan orang-orang  Quraisy tidak boleh dilindungi demikian pula dengan para sekutu mereka. Sesungguhnya orang-orang
yang terikat dengan perjanjian ini wajib untuk memberikan pertolongan melawan siapa saja  yang bermaksud menyerang Yatsrib. Jika mereka diajak berdamai, maka mereka harus berdamai. Jika  mereka diajak kepada hal tersebut, mereka mempunyai hak atas kaum Mukminin kecuali terhadap  orang-orang yang ingin menghancurkan agama. Setiap manusia mempunyai bagian terhadap mereka
sendiri seperti sebelumnya. Sesungguhnya orang- orang Yahudi Al-Aus; budak-budak mereka  dan jiwa mereka memiliki hak yang sama dengan orang-orang yang berada dalam perjanjian ini,  termasuk berbuat baik kepada orang-orang yang terikat dengan perjanjian ini. Sesungguhnya  kebaikan itu tidak pernah sama dengan keburukan. Jika seseorang melakukan sesuatu, maka  konsekwensinya aaa paaanya. Sesungguhnya Allah membenarkan isi perjanjian ini dan meridhainya.
Sesungguhnya dokumen kesepakatan ini tidak memberikan perlindungan pada orang yang zalim dan  pendosa. Barangsiapa keluar masuk dan menetap di Madinah, ia aman, kecuali orang yang berbuat  zalim dan berlaku dosa. Sesungguhnya Allah selalu menjaga orang yang berbuat baik dan bertakwa,
serta Muhammad adalah utusan Allah Shallalahu ‘alaihi wa Sallam.( Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam )

Perhatikan perjanjian Rasulullah dengan orang-orang Yahudi…tampak sekali Rasul ingin menciptakan masyarakat yang damai dalam perbedaan:

PRINSIP MELINDUNGI ORANG-ORANG TERLEMAH

Teks perjanjian: Sesungguhnya perlindungan Allah itu satu. Orang yang terlemah di antara mereka diberi perlindungan

Prinsip kenegaraan Rasulullah di Madinah adalah melindungi orang-orang terlemah dalam masyarakat.itu fungsi sesungguh nya ketika suatu negara berdiri

YAHUDI HARUS TAAT KEPADA NEGARA ISLAM MADINAH

Teks perjanjian:Barangsiapa di antara orang Yahudi taat kepada kami, ia ber hak  mendapatkan pertolongan, Kebersamaan, mereka tidak boleh dianiaya dan tidak boleh dikalahkan.

Taat di sini bukan berarti masalah Agama.bukan Yahudi harus mentaati agama islam.tetapi taat dalam memelihara ketertiban negara.perjanjian ini di langgar Banu Quraizah waktu Madinah di serang pasukan Ahzab Yahudi Quraizah malah ber khianat.maka Quraizah harus menanggung akibat dari perbuatan buruk mereka.

JIKA MADINAH DI SERANG ORANG-ORANG YAHUDI HARUS MENGGALANG DANA DAN PERTOLONGAN

Teks perjanjian:Sesungguhnya orang-orang Yahudi juga  berkewajiban menanggung dana apabila mereka sama-sama diperangi musuh.

Teks perjanjian: Sesungguhnya orang-orang Yahudi terkena
kewajiban infak dan kaum Muslimin juga terkena kewajiban infak yang sama, serta mereka semua  berkewajiban membela siapa saja yang memerangi orang-orang yang terikat dengan perjanjian ini. 

Teks perjanjian: Seseorang tidak boleh mengganggu sekutunya dan wajib bagi orang yang dizalimilah yang harus dibela. Sesungguhnya orang-orang  Yahudi berinfak bersama orang-orang beriman apabila mereka diperangi musuh.

Teks perjanjian: Sesungguhnya orang-orang
yang terikat dengan perjanjian ini wajib untuk memberikan pertolongan melawan siapa saja  yang bermaksud menyerang Yatsrib.

Hal ini wajar sebab Muslim dan Yahudi terhimpun jadi satu dalam negara Madinah.maka harus saling membantu ketika di serang musuh.seperti dahulu perang kemerdekaan RI,waktu di serang Belanda orang-orang Nasrani juga berjuang bersama Muslim melawan Belanda tampa memandang latar belakang agama.seperti Daan Mogot,Yos Sudarso Dll.

Tetapi perjanjian ini di langgar Quraizah malah Quraizah menghianati Madinah ketika di serang pasukan Ahzab.

SALING MENGHORMATI ANTAR UMAT BERAGAMA

Teks perjanjian:Bagi orang-orang Yahudi agama mereka
dan bagi kaum Mukminin agama mereka.

Jelas bohong jika orang-orang kafir mengatakan Rasul memaksa agama dengan hadist ini .justru dalam tatanan pertama negara Madinah Rasul menjamin kebebasan beragama.dan saling mengurus agama masing-masing.

ORANG-ORANG YAHUDI JAMIN TERLINDUNGI KECUALI MEREKA BERBUAT ANIYAYA DAN DOSA 

Teks perjanjian:Budak- budak mereka dan jiwa mereka terlindungi, kecuali  mereka yang berbuat aniaya dan dosa, sebab ia tidak menganiaya siapa-siapa selain diri dan  keluarganya sendiri.

Teks perjanjian:  kecuali mereka yang melakukan perbuatan aniaya dan dosa, ia tidak menganiaya siapa-siapa selain diri dan keluarganya sendiri. 

Teks perjanjian:   Barangsiapa membunuh, maka itu sama saja ia membunuh diri dan keluarganya sendiri, kecuali orang yang dianiaya, karena Allah sangat membenci kezaliman.

Teks perjanjian: Sesungguhnya Allah membenarkan isi perjanjian ini dan meridhainya.
Sesungguhnya dokumen kesepakatan ini tidak memberikan perlindungan pada orang yang zalim dan  pendosa. Barangsiapa keluar masuk dan menetap di Madinah, ia aman, kecuali orang yang berbuat  zalim dan berlaku dosa.

Di negara manapun jika menjadi warga negara yang baik maka Agama dan suku apapun bisa hidup di negara toleran.dan yahudi Quraizah telah berbuat aniyaya dan dosa dengan menghianati Madinah maka mereka membuat susah diri dan keluarga mereka dengan hukuman.

SALING BERTETANGGA TAMPA MENGGANGGU DAN MENYAKITI

Teks perjanjian:Sesungguhnya  Yatsrib diharamkan bagi orang yang terikat dalam perjanjian ini. Tetangga itu seperti jiwa, tidak boleh diganggu dan disakiti.

Dokumen perjanjian di atas selaras dengan hidup damai dalam ke aneka ragaman tampa memaksa kan agama dan mengurus agama masing-masing.

Iklan

ISLAM MENGAJARKAN PERDAMAIAN DAN SALING MENGENAL ANTARA PENDUDUK DUNIA

peace

Islam mengajarkan perdamaian dan saling mengenal antara penduduk dunia.bukan mengajarkan permusuhan abadi.berikut ayat yang menjadi dalilnya:

Al-Hujuraat:13

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَٰكُم مِّن ذَكَرٍۢ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَٰكُمْ شُعُوبًۭا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓا۟ ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ ٱللَّهِ أَتْقَىٰكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌۭ

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

Jelas yang di maksud manusia di sisi umum,segala suku,bangsa dan agama. Allah menyerumuslim,kristen,yahudi,hindu,budha,konghuchu,jepang,amerika,dst untuk saling mengenal,bukan untuk saling konflik dan berperang.mengenal di sin makna nya luas.antara lain hubungan perdagangan antar negara(eksport-import),perserikatan bangsa-bangsa(PBB)dst.jadi tentu tak terlarang negri-negri muslim melakukan perdagangan antar bangsa apapun kecuali negara yang harus di boikot karena kezaliman nya.maka tujuan Allah menjadikan manusia berbeda-beda bukan untuk saling berperang dan konflik,tetapi untuk saling mengenal.maka dengan ayat di atas tentu muslim tak di larang untuk bergabung dengan pereserikatan bangsa-bangsa di dunia tampa memandang bangsa,suku dan agama.islam tak mengajar kan isolasi total dari bangsa-bangsa lain yang berbeda keyakinan dan suku dan konflik tak terbatas dengan dasar kefanatikan membuta tuli yang menyimpang.tak ada perang abadi jika sudah ada perjanjian damai abadi antar bangsa:

Al-Anfal (8) No. Ayat : : 60

وَأَعِدُّواْ لَهُم مَّا اسْتَطَعْتُم مِّن قُوَّةٍ وَمِن رِّبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدْوَّ اللّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآخَرِينَ مِن دُونِهِمْ لاَ تَعْلَمُونَهُمُ اللّهُ يَعْلَمُهُمْ وَمَا تُنفِقُواْ مِن شَيْءٍ فِي سَبِيلِ اللّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنتُمْ لاَ تُظْلَمُونَ

8.60. Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).

Ayat di atas jika ada konflik dan perang dengan musuh yang menyerang.maka tentu terpaksa untuk di hadapi untuk mencegah mereka.

Al-Anfal (8) No. Ayat : : 61

وَإِن جَنَحُواْ لِلسَّلْمِ فَاجْنَحْ لَهَا وَتَوَكَّلْ عَلَى اللّهِ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

8.61. Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Al-Anfal (8) No. Ayat : : 62

وَإِن يُرِيدُواْ أَن يَخْدَعُوكَ فَإِنَّ حَسْبَكَ اللّهُ هُوَ الَّذِيَ أَيَّدَكَ بِنَصْرِهِ وَبِالْمُؤْمِنِينَ

8.62. Dan jika mereka bermaksud menipumu, maka sesungguhnya cukuplah Allah (menjadi pelindungmu). Dialah yang memperkuatmu dengan pertolongan-Nya dan dengan para mu’min,

Ayat di atas jelas sekali bahwa jika mereka mau mengadakan perjanjian damai abadi untuk tak saling berperang,maka terima lah.sebab tak boleh ada perang abadi dalam islam.perang hanya ada jika musuh belum berhenti menyerang.jika mereka telah berhenti,maka perdamaian abadi mesti di adakan:

Al-Baqarah (2) No. Ayat : : 193

وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّى لاَ تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ لِلّهِ فَإِنِ انتَهَواْ فَلاَ عُدْوَانَ إِلاَّ عَلَى الظَّالِمِينَ

2.193. Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim(koruptor,penjahat,dst)

Jadi islam mengajarkan perdamaian abadi antara bangsa.memang fungsi di adakan Allah suku-suku dan bangsa-bangsa adalah untuk saling mengenal,bukan konflik yang berkepanjangan dan abadi.ketika perdamaian abadi telah terwujud,maka toleransi beragama mesti di laksanakan secara abadi.maka ayat di atas jika di resapi oleh kita semua,tak akan ada pertentangan abadi hanya berdasar kan fanatik buta.tujuan Allah ciptakan kita bersuku-suku dan berbangsa-bangsa jelas,hanya untuk saling mengenal dengan penuh perdamaian.Dalam bukunya yang berjudul Fiqih Siyasah : Kontekstualisasi Doktrin Islam, M.Iqbal memaparkan beberapa prinsip dasar Al-Quran dalam hububungan Internasional, yaitu: Hubungan kerjasama yang baik dan adil (QS.al-Mumtahanah,60:8), mengutamakan perdamaian (QS.al-Anfal 8:61), memperkuat kewaspadaan dalam suasana damai (QS.al-Anfal,8:62), peperangan diizinkan hanyalah kalau terpaksa dan untuk tujuan defensif, bukan ofensif (QS.al-Hajj,22:39-40), mengajak orang lain kepada islam dengan cara baik-baik (QS.Al-Nahl,16:126), tidak boleh memaksakan agama kepada orang lain (QS.al-Baqarah,2:256) dan menghormati pakta-pakta perjanjuan yang telah di tandatangani (QS.at-Tawbah,9:7) (M.Iqbal,2001).

Mengenai pihak-pihak yang diperangi , Ali Wahbah berpendapat ada tiga kelompok manusia yang boleh diperangi oleh islam, yaitu orang-orang musyrik yang memulai perang terhadap umat islam, pihak yang membatalkan perjanjian dengan cara sepihak, dan musuh-musuh yang mengadakan persekutuan untuk menghancurkan islam dan umatnya (M.Iqbal,2001). Sedangkan dalam aturan peperangan dapat dirumuskan dari sabda Rasulullah Saw yang diriwayatkan oleh muslim.Dimana dari hadis tersebut dapat ditarik kesimpulan etika perang dalam islam yaitu : perang dilandasi takwa kepada Allah, yang diperangi adalah orang kafir dan musuh islam, tidak menggelapkan rampasan perang, tidak berkhianat, termasuk lari dalam perang, tidak membunuh secara kejam, tidak membunuh anak-anak, wanita, dan orang tua, terhadap non-islam dan tidak memusuhi islam diberi pilihan masuk islam atau membayar jizyah, atau diperangi. (M.Iqbal,2001).lihat pembahasan mendalam di sini.

Kesimpulan nya adalah:pada dasar nya islam mengajar kan hubungan damai antara bangsa-bangsa dan suku-suku di dunia yang nota bene berbeda-beda dari segi agama mereka,dan tak mengajarkan konflik abadi.

ANSWERING-FF.ORG

Timbangan Agama-agama lewat pemikiran,analisa dan tulisan

KRISTOLOG.COM

Kajian Ilmiah Kristologi

Lampu Islam

Timbangan Agama-agama lewat pemikiran,analisa dan tulisan

SERANGAN BALIK UNTUK INDONESIA.FAITHFREEDOM.ORG (serbuiff)

Siap membombardir habis gembong IFF dan spesies lainnya yang sejenis

Answering Misionaris

Menjawab Fitnah terhadap Islam

Kerajaan Agama

http://kerajaanagama.wordpress.com/ 2009 - 2011

MUSLIM MENJAWAB TANTANGAN

[3:190] Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,

---PENGINJIL---

KRISTEN ADALAH PENERUS AGAMA PAGAN

Edyprayitno's sang Mualaf

FORUM DIALOG LESEHAN DAN KAJIAN KRISTOLOGI

Kristenisasi - Pemurtadan - Kristologi

A. AHMAD HIZBULLAH MAG's Blog