Posts from the ‘PEDOPHILIA’ Category

SEJARAH PERNIKAHAN DINI DI BERBAGAI BELAHAN DUNIA

nikah dini

Sumber: kaskus

Pernikahan dini di Yunani kuno
Seorang gadis di Yunani kuno dijodohkan pada usia 5 tahun dan menikah pada usia rata-rata 14-15 tahun dan mempelai prianya sekitar 30 tahun

Pernikahan dini di Romawi Kuno
Pada umumnya, pada kisaran tahun 530M, usia legal seorang mempelai wanita menikah adalah 12 tahun dan untuk mempelai pria 14 tahun, pertunangan dilakukan jauh sebelum usia tsb, umumnya pada usia 7 tahun. Kaisar Agustus yang berkuasa jauh sebelumnya (7M) menetapkan batas usia minimal perkimpoian adalah 10 tahun. Penetapan usia legal menikah ini tidak mempertimbangkan seorang gadis telah mencapai puber atau belum. Asalkan usia legalnya sudah terpenuhi, pernikahan bisa dilaksanakan.

Pernikahan dini di Mesir Kuno
Usia umum pernikahan di Mesir kuno, untuk wanita 12/13 tahun dan laki-laki 14 tahun, bahkan catatan yang pernah ditemukan tentang usia pernikahan seorang gadis mesir kuno pada masa yunani-roma adalah 8 tahun.

Pernikahan Dini di China
Setiap dinasti memiliki batas usia pernikahan yang berbeda-beda, dinasti Han menetapkan batas usia pernikahan 15 tahun, dinasti Tang 25 tahun, Qing 16 tahun. Pada pertengahan dinasti Ching, suku Lolo di Propinsi SzeChuan bahkan menikahkan anak-anaknya pada usia 4-5 tahun.

Pernikahan dini di Eropa
Di Eropa, pada abad pertengahan, wanita kelas atas biasanya menikah pada usia 12 tahun dan maksimal 14 tahun, sedangkan laki-laki biasanya menikah pada usia 17 tahun.

Sedangkan wanita kelas menengah ke bawah, khususnya masyarakat petani, orang tua sang mempelai tidak punya kekuasaan untuk menentukan pernikahan anaknya. Di sebagian wilayah eropa, pernikahan para wanita kelas menengah ke bawah diatur oleh para bangsawan tuan tanah, penguasa feudal setempat. Dan para penguasa ini merenggut keperawanan mempelai wanita sebelum menikah dengan pasangannya.

Aturan penguasa feudal itu disebut dengan Jus Primae Noctis yang artinya Jus= Hukum, Primae Noctis= “malam pertama”, di Perancis disebut Droit de Seigneur yang artinya Hak Tuan Tanah, di Jerman disebut dengan das Recht der ersten nacht yang artinya Hak atas malam pertama.

Mungkin para pembaca sering mendengar kisah Romeo dan Juliet. Dalam kisah tersebut digambarkan Juliet berusia 13 tahun saat menikah, dan ibu Juliet baru berusia 26 tahun. Dari sini bisa ditarik kesimpulan bahwa masyarakat di Eropa pada abad pertengahan menganggap biasa menikah pada usia tersebut.

Contoh-contoh bangsawan Eropa yang melakukan pernikahan usia dini
Richard Of Shrewbury menikahi Anne de Mowbray dari Norfolk yang Berusia 5 tahun
Anne De Mowbrey (1472-1481)adalah putri dari Jhon De Mowbray, 4th Duke Of Norfolk. Anne De Mowbrey (4 tahun) menikah pada 15 januari 1478 dengan Richard of Shrewbury (first duke of york) (4 tahun)

Spoilerfor lukisan pernikahan Anne dan Richard:

Richard II of England menikahi Isabel of france saat masih berusia 7 tahun
Pada saat tahun 1396, Richard II of England mengadakan perjanjian gencatan senjata selama 28 tahun dengan perancis. Dalam perjanjian gencatan senjata tsb, salah satu syaratnya adalah Richard II harus menikah dengan Isabella de la valois, putri raja Charles VI dari Perancis. Pada saat itu Isabella masih berusia 7 tahun dan Richard sendiri berusia 29 tahun.

Spoilerfor gambar pernikahan Richard II dengan gadis kecil Isabella De Valois:

Caterina Sforza menikah dengan Girolamo Riario pada usia 10 tahun
Caterina Sforza menikah dengan Girolamo Riario keponakan Paus Sixtus IV pada tahun 1473 saat umur Caterina 10 tahun dan Girolamo 30 tahun.

Spoilerfor gambar chaterina sforza:

Raja Haakon VI dari Norwegia menikah dengan Margaret saat berumur 10 tahun
Raja Haakon VI (1340-1380) dari Norwegia bertunangan dengan putrid Raja Valdemar IV dari Denmark bernama Margrete Valdemarsdatter yang berusia 6 tahun. Margrete menikah saat usia 10 tahun dan Haakon saat itu berusia 23 tahun

Spoilerfor gambar Patung Margrete Valdemarsdatter:

Margaret OF France menikah dengan Henry the Young King Of England saat masih berusia 2 tahun
Margaret of France (1157-1197) atau dikenal juga dengan Queen Of England and Hungary adalah putri dari Louis VII of France. Margaret dinikahkan saat masih berusia 2 tahun dengan Henry The Young King (1155-1183) yang saat itu masih berusia sekitar 4 atau 5 tahun.

Spoilerfor Gambar Margarete of France:
Spoilerfor Gambar Henry The Young King:

Pernikahan dini di kalangan Rakyat Jelata Eropa pada abad pertengahan
Pernikahan dini ternyata tidak hanya terjadi pada kalangan bangsawan saja tapi juga terjadi pada rakyat jelata. Af Chamberlain dalam bukunya The Child and Childhood in folk Thought mengutip dari penelitian dr Furnivall di wilayah Keuskupan Chester, Cheshire Inggris 1561-1566, menyatakan pernikahan anak-anak bahkan balita sering terjadi di gereja. Tercatat ada 27 pernikahan legal anak-anak dan balita dari kalangan rakyat biasa, antara lain sebagai berikut
1. Elizabeth Hulse 3 tahun menikah dengan George Hulse 7 tahun
2. Jhon Somerford usia 3 tahun menikah dengan Jane Brerton usia 2 tahun
3. Bridget Dutton (usianya dibawah lima tahun) menikah dengan George Spurstowe usia 6 tahun
4. Margaret Stanley usia 5 tahun menikah dengan Roland Dutton usia 9 tahun
5. Janet Parker usia 5 tahun menikah dengan Lawrence Parker Usia 9 tahun
6. Ellen Dampart usia 8 tahun menikah dengan Jhon Andrew usia 10 tahun

Hukum Gereja tentang Pernikahan Dini pada Abad pertengahan di Eropa
Di dalam Bibel tidak pernah disebutkan tentang batasan usia dalam pernikahan. Aturan batas usia pernikahan dibuat oleh gereja.

Pernikahan di Eropa pada Abad pertengahan banyak diatur oleh gereja. Oleh Gereja aturan pernikahan pada Abad ke 12 diatur dalam canon yang dikenal dengan Gratian Decretum/Dekrit Gratia (dimana batas usia menikah adalah 7 tahun), yang kemudian pada abad ke 16 diatur oleh konsili Trent (batas usia menikah 14 tahun untuk laki-laki dan 12 tahun untuk perempuan)

Pernikahan Dini di Amerika

Pernikahan dini di Amerika banyak terjadi di kalangan koloni awal yang datang dari negara-negara Eropa pada awal abad ke 17. Pada tahun 1689, di negara Virginia, Mary Hathaway usia 9 tahun menikah dengan William William. kasus lain adalah Sarah Halfhide seorang janda berusia 14 tahun menikah dengan Richard Perrot yang berusia 21 tahun.Berikut adalah table usia Age Of Consent/ Usia kedewasaan yaitu usia legal untuk bisa menikah di Amerika sejak tahun 1880 di setiap Negara bagian, silakan klik link ini untuk melihat tabel http://chnm.gmu.edu/cyh/teaching-mod…rces&source=24
Hampir di setiap Negara bagian menunjukkan pada tahun 1880 usia kedewasaan rata-rata adalah 10 tahun, bahkan di Negara bagian Delaware hanya 7 tahun. Tahun 1880 berjarak cukup dekat dengan waktu saat ini. Jika Amerika melegalkan usia pernikahan 10 tahun bahkan 7 tahun pada saat itu, maka apakah Amerika boleh disebut Negara Pedofilia? (jawaban boleh terserah para pembaca)
Bahkan Benjamin Franklin, salah satu founding father Amerika, sangat mendukung pernikahan usia dini, Berikut adalah surat yang ditulis Benjamin Franklin kepada Jhon Alleyne yang diterbitkan di Koran Pensylvania Packet pada 30 Oktober 1789

Spoilerfor surat:
Benjamin Franklin On An Early Marriage
Text Version
Dear Jack,
You desire, you say, my impartial thoughts on the subject of an early marriage, by way of answer to the numberless objections which have been made by numerous persons to your own. You may remember when you consulted me on the occasion, that I thought youth on both sides to be no objection. Instead, from the marriages which have fallen under my observation, I am rather inclined to think that early ones stand the best chance for happiness.The tempers and habits of the young are not yet become so stiff and uncomplying as when more advanced in life; they form more easily to each other, and hence many occasions of disgust are removed. And if youth has less of that prudence which is necessary to manage a family, yet the parents and elder friends of young married persons are generally at hand, to afford their advice, which amply supplies that defect; and by early marriage youth is sooner formed to regular and useful life; and possibly some of those accide nts or connections that might have injured the constitution or reputation, or both, are thereby happily prevented. Particular circumstances of particular persons may possibly sometimes make it prudent to delay entering into that state; but in general, when nature has rendered our bodies fit for it, the presumption is in nature’s favor, that she has not judged amiss in making us desire it.
Late marriages are often attended too with this further inconvenience; that there is not the same chance that the parents shall not live to see their offspring educated. Late children, says the Spanish proverb, are early orphans; a melancholy reflection to those whose case it may be! With us in America, marriages are generally in the morning of our life; our children are therefore educated and settled in the world by noon; and thus our business being done, we have an afternoon and evening of cheerful leisure to ourselves, such as our friend at present enjoys. By these early marriages, we are blessed with more children, and from the mode among us, founded by nature, of every mother suckling and nursing her own child, more of them are raised. Thence the swift progress of population among us, unparalleled in Europe.
In fine, I am glad you are married, and congratulate you most cordially upon it. You are now in the way of becoming a useful citizen, and you have escaped the unnatural state of celibacy for life, the fate of many here, who never intended it, but who, having too long postponed the change of their condition, find at length that it is too late to think of it; and so live all their lives in a situation that greatly lessens a man’s value– an odd volume of a set of books bears not the value of its proportion to the set. What think you of the odd half of a pair of scissors?…it can’t well cut any…it may possibly serve to scrape a trencher.
Pray make my compliments and best wishes acceptable to your bride. I am old and heavy, or I should ere this have presented them in person. I shall but make small use of the old man’s privilege, that of giving advice to younger friends.—– Treat your wife always with respect; it will procure respect to you, not from her only, but from all that observe it. Never use a slighting expression to her, even in jest; for slight in jest, after frequent bandyings are apt to end in angry earnest. Be studious in your profession, and you will be learned. Be industrious and frugal, and you will be rich. Be sober and temperate, and you will be healthy. Be in general virtuous, and you will be happy! At least you will by such conduct, stand the best chance for such consequences. I pray God to bless you both! being ever your affectionate friend, B.F.

Sumber http://www.earlyamerica.com/earlyame…/frnkorig.html

Terjemahan surat bagian yang di bold: “Melalui pernikahan dini ini, kita diberkati dengan banyaknya anak, dan merupakan mode yang telah ditetapkan oleh alam. Dari setiap ibu yang menyusui dan merawt anaknya, semakin banyak dari mereka yang terpelihara dan tumbuh dibesarkan. Kemudian, laju pertumbuhan populasi di antara kita, tidak tertandingi oleh Eropa.”
Benjamin Franklin sendiri sudah menyatakan bahwa pernikahan dini adalah anjuran bangsa Amerika untuk memperoleh keturunan sebanyak-banyaknya. Pada saat itu masih tahun 1789 yang berarti usia kedewasaan yang berlaku sekitar 10-12 tahun. Artinya Benjamin Franklin merestui pernikahan dini usia 10-12 tahun bahkan 7 tahun di Delaware.

Pernikahan Dini di semenanjung Arabia abad ke 7 M

21-06-2012 19:51

mengenai usia pernikahan di semenanjung Arabia pada zaman itu, Colin Turner seorang Profesor Ahli bahasa Persia dan Sejarah Islam dalam bukunya Islam The Basics, menyatakan bahwa pernikahan dini sangat umum terjadi pada masyarakat Badui. Perbedaan usia yang jauh dimana seorang laki-laki yang berumur (tua) menikahi gadis yang masih sangat belia bukanlah hal yang aneh. Pada umumnya gadis-gadis di wilayah tersebut cepat matang secara seksual dibandingkan gadis gadis barat zaman modern.Bahkan Washington Irving seorang orientalis abad 19 dalam bukunya yang berjudul Mahomet and His succesors menyatakan sebagai berikut:Ayesha (Aisyah), berusia sekitar tujuh tahun,meskipun wanita cepat sekali mencapai pubertas/kematangan di iklim timur, tetapi dia masih terlalu muda memasuki gerbang pernikahan. Dia (Muhammad) hanya bertunangan dengan Ayesha (Aisyah), karena itu pernikahan ditunda selama dua tahun….

….Dua tahun berlalu sejak pertunangan, dan sekarang dia (Aisyah) telah berusia sembilan tahun, sepertinya tampak masih kecil, tetapi fisik wanita Arab sangat cepat dewasa karena iklim di daerah timur…
Jadi Washington Irving membenarkan bahwa gadis di Arab pada saat itu cepat sekali mengalami kematangan seksual, bahkan pada usia 9 tahun Aisyah r.a sudah terlihat dewasa.

Menurut literatur yang lain dari Timur disebutkan sebagai berikut:

Imam Syafi’i, menulis dalam Siyar a’lam al Nubala (vol 10 page 91): selama perjalanan saya ke Yaman, saya bertemu seorang gadis yang pada usia 9 tahun telah mengalami menstruasi….

Imam al Bayhaqi juga meriwayatkan ucapan Imam Syafi’i dalam sunan al Bayhaqi al Kubra (vol 1, p.319): Saya melihat di kota Sana’a seorang nenek yang berusia 21 tahun. Dia Haidh pada usia 9 tahun dan melahirkan pada usia 10 tahun.

akhirul kalam begitulah sekilas tentang sejarah pernikahan dini di berbagai belahan dunia yang merupakan kultur masyarakat pada masa itu.
Fin

Tulisan di trit ini dikutip dari buku Nabi SAW Bukan Pedofili Karangan Hj. Irena Handono , cetakan 1 2010m, terbitan gerbang publishing Bekasi Indonesia

Pernikahan dini pada masyarakat Yahudi dan Arab pada jaman dahulu
Tentang kaum yahudi, pada zaman dahulu, biasanya para gadis yahudi menikah pada usia 12-13 tahun (setelah mereka mengalami masa puber, telah mengalami haidh pertama kali) sumber WOMEN AND THE LAW IN ANCIENT ISRAEL

“berikut kutipannya”

Spoilerfor kutipan:
It is possible, then, that Jewish men did purchase their brides in the earliest days, but it is very clear that for at least the two or three centuries before the common era there was no bride price beyond a modest token to demonstrate sincerity. Since the expression “take a wife” was in Scripture it could not very well be repudiated, but Jewish leaders made it clear that brides could not be bought and that marriage required the consent of the woman herself as well as that of her father. Girls typically married at age 12 or 13, immediately after puberty,so one might be excused for wondering what chance they had of developing an informed opinion beyond that of their fathers.

sedangkan tentang orang arab yang sebagian masyarakatnya mengikuti hukum Islam , informasi yang ane peroleh di republika online

Spoilerfor kutipan:
Bagaimana dengan ketentuan hukum Islam tentang batas usia pernikahan? Dalam sejumlah ayat tentang pernikahan, tak disebutkan secara eksplisit mengenai batas usia pernikahan, kecuali disebutkan sudah baligh (dewasa).Dalam cakupan usia baligh ini, batasan yang diambil para ulama adalah saat pertama kali perempuan haid, dan saat pertama laki-laki mengeluarkan air mani (mimpi basah).Dari sini mayoritas menyatakan, pria pertama kali mimpi basah berusia antara 12-15 tahun. Sedangkan anak perempuan, haid pertama sekitar usia 12-17 tahun. Dalam urusan shalat, awal usia baligh merupakan masa-masa diwajibkannya melaksanakan shalat lima waktu dan puasa.”

Kesimpulan TS orang arab pada zaman dahulu biasanya membolehkan pernikahan bagi orang yang sudah baligh.

Iklan

MENJAWAB FITNAH PERNIKAHAN RASULULLAH DENGAN AISYAH

boneka muslimah

para penghujat islam tak henti2 nya melakukan serangan hujatan pernikahan Rasulullah dengan Aisyah.pada kesempatan ini saya ini menjawab sebagian gugatan2 mereka.sudah ada bahasan tentang umur Aisyah dan Rasul saat menikah…namun jika umur Aisyah saat di nikah rasulullah memang usia 6 tahun dan baru berumah tangga umur 9 tahun benar adanya,maka berikut bantahan2 saya jika para penghujat menuduh Rasulullah pedophilia.

MENGAPA PERNIKAHAN RASULULLAH DENGAN AISYAH MENJADI BAHAN HUJATAN PARA PENGHUJAT ISLAM?

Di situs2 dabn Blog2 di internet,pernikahan nabi dan Aisyah selalu menjadi bahan olok-olokan.mereka mengatakan bahwa tak pantas seorang pria tua yang sudah bau tanah menikahi anak usia 6 tahun dan berumah tangga di usia 9 tahun.berikut beberapa hujatan-hujatan berikut alasan-alasan mereka/tuduhan-tuduhan:

TUDUHAN PERTAMA:RASULULLAH ADALAH SEORANG PEDOPIL.

Mereka menuduh Rasulullah seorang tua pedopil hanya karena menikahi Aisyah 6 tahun dan berumah tangga usia 9 tahun.padahal pernikahan pria-pria tua dengan gadis-gadis muda atau kecil pada masa lalu adalah suatu kewajaran,dan bukan suatu masalah jika tampa kawin paksa.dan menjadi masalah zaman modern karena gadis-gadis masa kini di tuntut lebih maju soal pendidikan dan karir.jadi masa kini seorang gadis harus bersenang-senang dengan masa muda,sekolah dan karir.hal itu yang mencegah budaya modern tak mengizinkan kini menikahi gadis-gadis kecil seperti di masa lalu.hal ini cuma masalah perbedaan zaman,trend dan budaya.maka jika masa lalu menikahi gadis-gadis kecil wajar,jika trend masa kini melarang,itu cuma perobahan ternd manusia saja,bukan keputusan Tuhan.tak ada dalil di alkitab yang menganggap menikahi anak-anak kecil adalah dosa dan haram.Rasulullah menikahi gadis kecil bukan lah berarti beliau pedopil.jika beliau berpenyakit suka gadis-gadis kecil,niscaya beliau akan meng koleksi gadis-gadis kecil lain nya selain Aisyah dengan kuasa Firman dan Sabda palsu.

Pernikahan Rasulullah dengan Aisyah mempunyai banyak hikmah dan tujuan.antara lain memperkuat besanan dengan Abu bakar,dst.terutama ini adalah perintah dari Allah.yang jelas,dengan menikahi Aisyah,bukan berarti beliau otomatis seorang pedopil.pernikahan beliau adalah alamiah orang yang menikah serius dan ingin suatu rumah tangga tyang baik dan bahagia.apalagi pernikahan itu atas perintah Allah dan mempunyai berbagai latar belakang dan hikmah.

TUDUHAN KEDUA:RASULULLAH SEORANG PENDOSA

Penghujat islam mengatakan Rasulullah adalah seorang pendosa karena menikahi anak gadis kecil.tuduhan ini tentu mengada-ada.tak ada satu pun dalil dalam alkitab bahwa menikahi gadis kecil itu dosa dan haram dan mesti masuk neraka.malah Daud dan Ahas suatu contoh dalam hal ini.walau tampa contoh Daud dan ahas,tak ada satu pun dalil bahwa menikahi gadis kecil itu dosa dan haram dalam alkitab.maka penghujat islam berlebihan jika mengancam nabi Muhammad dengan neraka karena dosa menikahi gadis kecil.mana dalil dosa nya dalam alkitab?masa menikah RESMI di bilang dosa?saling suka dan sama-sama mencintai.yang lucu adalah jika membantai semena-mena 200 nyawa manusia hanya demi mengerat kulit kelamin mereka buat mas kawin.lalu tuhan bible mengatakan hal itu tak membuat Daud berdosa di hadapan tuhan.namun lucunya kristen,menikah resmi dan sah di bilang dosa.

TUDUHAN KETIGA:MENIKAHI GADIS KECIL TANDA NAFSU SYAHWAT RASUL AMAT BUAS DAN BINAL.

Jawab:sejak kapan seorang yang menikah dengan seorang gadis adalah aib,dosa,buas dan binal?menikah selanjut nya suatu kewajaran selanjutnya berhubungan sex.mencintai isteri berikut sexsualitas nya setelah nya adalah suatu kewajaran ,hak suami pada isteri nya,walau isterinya itu seorang gadis kecil.hal itu suatu kewajaran di trend masa lalu.Rasulullah menikahi Aisyah bukan hanya semata-mata memandang Aisyah seorang gadis kecil dan pasti lebih nikmat dalam hubungan suami-isteri.namun pernikahan itu perintah Allah dengan hikmah yang mendalam.kenikmatan sex setelah nya tidak dosa dan haram menurut Alkitab sekalipun(jika haram,di mana ayat nya?)di mana di dunia ini Agama dan manusia yang berani mencela pernikahan sah yang suka sama suka?kecuali gadis itu menikah karena di paksa.(konteks masa ini di larang seperti alasan-alasan yang sudah saya tulis di atas,dan itu temporer).walau pun rasul nikmat dalam bersetubuh dengan Aisyah karena muda nya,apa yang salah?mereka suami-isteri,menikah sah,suka sama suka,bukan berzinah..Alkitab pun tak mampu mencela pernikahan seperti ini dengan dosa,haram dan terkutuk.karena memang tidak ada dalil nya sedikit pun.pernikahan sah suka sama suka kok di usik orang-orang usil?

TUDUHAN KE EMPAT:TEGA KAH KAMU SEBAGAI BAPAK,ATAU KAKAK MELIHAT ANAK GADIS SD BERSANDING DENGAN KAKEK BAU TANAH?

JAWAB:Jika kakek-kakek bau tanah nya anda-anda yang menghujat ya jelas gak tega.kakek-kakek seperti anda tak sepadan jika di banding kan dengan kemuliaan dan keagungan Rasulullah Muhammad Saw.Rasulullah walau seorang pria tua di hadapan Aisyah,beliau bukan pria tua biasa.beliau nabi dan Rasul penutup bagi seluruh alam,panglima perkasa,tokoh dunia dan akhirat,ber mukjizat,dan beragam ke istimewaan lain nya.walau beliau pria tua di hadapan Aisyah,phisik beliau luar biasa.sangat tampan,gagah,sedikit uban,kharismatik dan berwibawa,sangat harum,sangat bersih dan menjaga kebersihan,dst.lebih2 beeliau seorang nabi,rasul,panglima perang gagah perkasa,berakhlak mulia.maka Rasulullah bukan lah kakek-kakek bau tanah,tetapi pria tua yang sangat berwibawa dan kharismatik di hadapan Aisyah,dan bukan pria tua biasa.

TUDUHAN KELIMA:PERNIKAHAN MASA LALU REMAJA DENGAN GADIS KECIL KENAKALAN REMAJA,YANG DI LAKUKAN RASULULLAH ADALAH PEDOPLIA

Sebab rasul waktu menikahi Aisyah kata penghujat usia sekitar 50 tahunan.sedangkan Aisyah 6 sampai 9 tahun.jika di lakukan remaja pria dengan gadis kcil paling-paling di sebut kenakalan remaja.yang di lakukan Rasulullah menikahi gadis di bawah umur adalah pedophilia.JAWAB: Pada masa lalu pria-pria dewasa/tua menikahi gadis-gadis kecil tidak pernah di sebut sebagai kenakalan,pencinta anak kecil,dst.semua alami dengan yang namanya pernikahan.alangkah lucu nya pernikahan resmi di sebut kenakalan,jorok,dan cabul.pernikahan adalah suatu kewajaran dan sakral.apalagi Rasulullah dan Aisyah sama2 saling mencintai,tak ada paksaan.cinta Aisyah pada Rasulullah sudah teruji dalam dokumentasi2 hadist2 sahih.lagi-lagi saya katakan:kalau Rasulullah mencintai gadis2 kecil niscaya beliau tidak akan cukup dengan Aisyah saja.seperti kelakuan orang2 modern jika sudah suka sesuatu(candu porno,rokok,dst)mereka tak akan cukup satu.jika Rasulullah suka gadis-gadis kecil murni karena penyakit,niscaya sejak awal dan setelah Aisyah,Rasulullah tak sudi menikahi perempuan2 tua.

TUDUHAN KE ENAM:KELAKUAN RASULULLAH MENIKAHI GADIS KECIL BEJAT,CABUL DAN JOROK.

Jawab:Sejak kapan seorang yang sah menikahi seorang gadis di sebut bejat,cabul dan jorok?mungkin penghujat islam mengait kan tentang kakek2 bau tanah yang menikahi gadis kecil yang bersih.sudah saya jawab di atas,bahwa Rasulullah bukan pria tua biasa hingga beliau cocok dan pantas bersanding dengan Aisyah.jika yang menikahi kakek2 nya adalah anda2 semua(para penghujat),saya bisa bilang memang jorok jika menikahi gadis kecil sekelas Aisyah.sebab anda2 semua tak bisa menyaingi se ujung kuku pun kemuliaan Rasulullah Muhammad sang rasul,dan anda2 tak ada apa2 nya.mungkin anda2 itu seperti NOBITA,berkaca mata besar,hari-hari cuma pakai kaus kutang 3 hari tidak ganti nongkrong di pinggir jalan,menganggur menggoda-goda wanita lewat.atau cuma seorang yang kalau bercermin tak ada ganteng2 nya,atau cuma pria ceking yang menikahi wanita gempal.atau memang anda muda,tetapi pengangguran,hari-hari cuma pakai kaus kutang,ber khayal jadi panglima atau satria baja hitam.nah,anda2 tak ada apa2 nya se ujung kuku Rasulullah,walau anda President Amerika sekalipun.

TUDUHAN KE TUJUH:MASAK AISYAH GADIS KECIL 6-9 TAHUN DI NIKAHI KAKEK-KAKEK BAU TANAH?APA PANTAS?

Jawab:mengapa tidak pantas?sudah saya terang kan berkali-kali bahwa Rasulullah pria tua yang sangat berbeda dengan yang lain.bukan biasa,pemimpin dunia dan akhirat.jika pria2 tua lain tentu tak pantas menikahi Aisyah,sebab tak ada kelebihan apa2,terutama dari segi akhlak.apalagi pada masa lalu,pernikahan beda jauh umur dengan gadis kecil adalah suatu hal yang lumrah asal suka sama suka.perihal pantas atau tidak adalah relatif.banyak kita saksikan sehari-hari seorang kakek tua menikahi gadis-gadis muda suka sama suka.jika suka sama suka mengapa tak pantas?mengapa orang luar usil?mungkin sang gadis suka pada kharisma pria tua itu.perasaan tiap gadis berbeda-beda memandang lawan jenis nya.pada kenyataan nya,rumah tangga Rasulullah harmonis,Aisyah sangat cinta Rasulullah,walau Rasulullah seorang pria tua di hadapan Aisyah.pria tua yang istimewa dan tidak biasa.bapa dan ibu Aisyah dan masyarakat luas waktu itu biasa saja dengan pernikahan Rasulullah dan Aisyah.bahkan musuh2 islam menganggap biasa hal itu,hingga tak ada hujatan tentang perbedaan umur Rasulullah dan Aisyah saat menikah.

TUDUHAN KE DELAPAN:RASULULLAH TAK MENGETAHUI PERKEMBANGAN SEORANG GADIS,MASAK BOCAH 6-9 TAHUN DI NIKAHI?

Jawab:buktinya Aisyah adem ayem saja berumah tangga dengan Rasulullah.dan bisa menjalan kan fungsinya sebagai isteri.kedewasaan tutur dan perbuatan Aisyah sebagai isteri dapat anda baca pada dokumentasi hadis2 sahih.kedewasaan wanita dulu dan kini jelas beda.wanita2 jaman dulu lebih dapat cepat dewasa dan dapat berumah tangga di usia yang sangat muda.

TUDUHAN KE SEMBILAN:LOGIKA SAJA,MAU GAK ANAK GADIS KECIL ANDA ATAU ADIK KECIL ANDA DI LAMAR KAKEK-KAKEK BAU TANAH?KALAU AKU SUDAH KU LEMPAR BATU TUH KAKEK-KAKEK BANDOT TUH?

Jawab:jika kakek-kakek tua nya anda pasti saya tolak mentah-mentah.sebab anda kakek tua yang sedikit pun tak ada alasan kelebihan apapun walau anda ber harta.jika pun anda punya kelebihan(kaya,pimpinan,dst)tak bisa se ujung kuku pun menyaingi kelebihan Rasulullah…Rasulullah walau pria tua di hadapan Aisyah,bukan pria tua biasa.ia sangat tampan,harum,putih berseri,ber wibawa kenabian,sangat gagah,panglima perang,dst.bukan kakek2 tua bau tanah yang jelek dan ringkih.so,seluruh kakek tua tak akan cocok dengan Aisyah kecuali Rasulullah.

MENGAPA MUNCUL ISTILAH PEDOPHILIA DALAM PEMBAHASAN PSIKOLOGI MODERN?

Term pedopila baru muncul di abad 19-2 kini. Istilah pedofilia erotika diciptakan pada tahun 1886 oleh Wina psikiater Richard von Krafft-Ebing dalam bukunya menulis Psychopathia Sexualis  (    http://en.wikipedia.org/wiki/Pedophilia ).mengapa para ahli psikologi mengenal kan istilah ini? istilah ini muncul ketika orang2 dewasa melakukan PENYIMPANGAN SEKSUAL(BEDAKAN DENGAN MENIKAH RESMI) pada anak-anak di bawah umur.seperti memegang-megang atau mencabuli anak-anak kecil padahal si pria bukan suami nya.jadi lebih menekan kan pada istilah pelanggaran kriminalitas pada anak kecil.penyimpangan ini bisa berupa pelecehan seksual,perkosaan,perzinahan sampai pornografi anak.usia pria itu mulai dari dewasa sampai kakek2.fantasi mereka melulu cuma bocah2 kecil.maka para ahli psikologi pun mengatakan bahwa pria-pria dewasa dan kakek-kakek yang melakukan pelecehan seksual,perkosaan ,perzinahan dengan bocah2 di sebut pedopilia.namun jika kita mau adil dalam menilai,tak setiap pria dewasa/tua menikahi gadis2 kecil pada masa dulu di sebut terjangkit penyakit pedopilia.apalagi pernikahan itu bahagia dan tampa paksaan.sebagai contoh adalah Rasulullah dalam menikahi Aisyah.Rasulullah tak pernah meleceh kan,berzinah,memperkosa gadis2 kecil di luar pernikahan.apalagi mengkoleksi gadis2 kecil.isteri Rasulullah satu2 nya dari gadis kecil cuma Aisyah.jika beliau terlibat patologis dengan gadis-gadis kecil,niscaya Rasulullah tak cukup dengan Aisyah seorang,perlu ransangan dari gadis2 kecil lain nya.seperti kelainan seksual mengumpul kan celana dalam kotor wanita,tak cukup satu celana dalam saja yang di kumpul kan.

Lagi pula,pada masa dulu jika pria tua atau dewasa mencintai seorang gadis kecil untuk di nikahi adalah pada masa dulu hal yang lumrah,asal sama-sama suka.menikahi bocah2 atau gadis2 kecil/di bawah umur pada masa lalu adalah hal lumrah.jika masa ini di anggap tak lumrah,sekedar perobahan trend dan budaya saja.di mana budaya kini melarang menikahi gadis di bawah umur karena gadis2 tak memikir kan nikah saja,tetapi karir dan pendidikan.maka itu,UU kini melarang menikahi anak di bawah umur,karena seorang gadis harus sekolah,berkarir dan bersenang-senang masa muda(walau kadang kebablasan hingga jadi perawan tua).dan di tetap kan oleh budaya modern yang temporer kapan umur pantas ia menikah.

maka itu,tak setiap pria tua atau dewasa jika menikahi gadis kecil(pada masa lampau dan kini)terjangkit patologis pedopilai.sebab,pada masa lampau,pernikahan model itu adalah lumrah dan alami.yang di larang adalah kawin paksa.tak menutup kemungkinan pria dan wanita beda jauh umur untuk saling mencintai.sebagai contoh adalah cinta Aisyah yang amat sangat pada Rasulullah.

APAKAH PRIA TUA DAN DEWASA YANG MENIKAHI GADIS KECIL SELALU PEDOPILA DAN BERPENYAKIT PENYIMPANGAN SEKSUAL?

saya menolak klaim para psikologi(jika ada) dan para awam jika mengatakan menikahi gadis kecil pada pria tua atau dewasa melulu terjangkit pedopila yang patologis.sebab,menikahi gadis kecil pada masa lalu adalah hal yang lumrah.walau yang di nikahi nya gadis kecil,dan pernikahan nya dalah benar2 mau membina rumah tangga yang baik,sakinah,mawaddah wa rahmah.si gadis kecil di nikahi,bukan di leceh kan secara kriminal.justru aneh jika suatu pernikahan yang sah di permasalah kan.yang salah jika pernikahan itu ada unsur paksaan/kawin paksa.pada pernikahan Rasulullah dengan Aisyah,Aisyah AMAT MENCINTAI Rasulullah.maka gugur lah tuduhan(jika ada)bahwa Aisyah di paksa kawin dengan Rasulullah.Rasulullah menikahi Aisyah,menjadi suami yang baik,kepala rumah tangga dan imam yang baik,pernikahan nya sah,dan sangat bahagia.Rasulullah bertanggung jawab penuh,cinta,sayang dan lemah lembut pada Aisyah.maka saya menolak Rasulullah di sebut sebagai pedopil.Rasulullah hanya seorang suami yang normal seorang gadis secara sah dan bertanggung jawab.

Aisyah pun seorang isteri yang salehah,amat cinta,dan bahagia hidup bersama Rasulullah.tak ada ciri korban seorang pedopilia.jadi amat berlebihan jika menuduh Rasulullah seorang pedopil hanya karena menikahi Aisyah.apagi itu adalah menikah,sah,bertanggung jawab.pada kasus Rasulullah menikahi Aisyah ada perbedaan dengan para awam.Rasulullah menikahi Aisyah atas perintah Allah melalui mimpi.pilihan Allah pasti selalu tepat.terbukti pernikahan Rasulullah dan Aisyah amat berkah bagi dunia dan akhirat.Aisyah ingatan nya yang muda dan kuat mampu menghapal dan meriwayat kan 2120 BUAH HADIST yg ia lihat dan dengar lansung dari nabi.jadi tak terfikir oleh Rasulullah menikahi Aisyah pada saat itu,kecuali setelah datang mimpi dari Allah.pernikahan ini atas perintah Allah melalui mimpi.jadi saya sementara ini berkata:menikahi Aisyah sebagai gadis kecil adalah ke khususan bagi  Rasulullah saja.sebab pada kasus Rasulullah,itu perintah dari Allah.bagi umat nya,harus berfikir 1000 kali lagi menikahi gadis kecil.sebab umat Rasulullah tak akan mendapat mimipi dari Allah buat menikahi gadis kecil tertentu.namun hal itu perlu kita bahas dan kupas lebih lanjut.pada prinsip nya,pada masa lampau menikahi gadis kecil adalah lumrah.tak ada yang patut di persalah kan pernikahan Rasulullah dengan Aisyah.bagai mana menurut anda,seorang pria tua dan dewasa menikahi gadis kecil suka sama suka dan saling mencintai.lalu si pria sangat mencintai dan menyayangi si isteri dalam pernikahan.si suami siang dan malam mencari nafkah buat isteri tercinta nya,si isteri kecil nya ini di beri makan,minum,pakaian,kasih sayang,rumah tinggal.si gadis kecil ini amat mencintai dan cemburu pada suaminya.mereka saling bercengkrama layak nya suami dan isteri.apakah pernikahan sah dan bahagia dan saling mencintai ini bermasalah dan penyakit?sungguh aneh jika ada orang2 yang berkata demikian.dan sangat kurang kerjaan jika ada orang2 yang mengusik pernikahan yang saling cinta,suka dan bahagia itu.nah,dari bahasan ini jelas,lelaki tua dan dewasa yang menikahi gadis kecil pada masa lampau adalah lumrah,jika pernikahan nya suka sama suka dan tidak ada paksaan.

APAKAH UMAT NABI MUHAMMAD BOLEH MENIKAHI GADIS-GADIS KECIL?

Penghujat islam tentu menyatakan dan mempermasalah kan hal ini.jika Rasulullah bisa menikahi Aisyah usia 6 tahun dan berumah tangga saat usia 9 tahun,bagai mana dengan umat nya?bisa kah pria tua dan dewasa dari umat nya menikahi gadis kecil?bukan kah Rasulullah sebagai Uswatun hasanah/teladan bagi umat nya?permasalahan ini harus kita kupas dengan argumentatif.berikut beberapa pendapat saya kupas kan:

PENDAPAT PERTAMA

Pernikahan Rasulullah dengan Aisyah hukum nya menjadi wajib,wajib bagi Rasulullah menjalani nya.sebab itu perintah dan perjodohan dari Allah melalui mimpi.dan bagi umat Rasulullah menikahi gadis kecil tak ada hukum wajib bagi mereka,sebab mereka tak akan mungkin di wahyu kan Allah melalaui mimpi untuk menikahi gadis kecil tertentu.perintah Allah itu terbukti sangat berkah di mana pernikahan Rasulullah dan Aisyah benar2 sangat berkah.

PENDAPAT KEDUA

Hukum menikahi gadis2 kecil sekali-kail tak ada hukum sunnah.karena pernikahan nabi dengan Aisyah adalah perintah Allah yang hanya wajib bagi nabi.maka pernikahan ini bukan merupakan sunnah nabi,namun cuma perintah Allah khusus bagi nabi.maka salah jika ada pendapat kita menikahi gadis2 kecil karena mengikuti sunnha nabi,sebab nabi tak pernah memerintah kan hal itu,kecuali menikahi gadis2 perawan.apakah kita bisa meneladani Rasulullah soal menikahi gadis2 kecil?jawaban nya ialah:menikahi gadis2 kecil bisa saja terjadi dalam rangka mencontoh Rasulullah,namun sekali-kali Rasulullah tak pernah menganjur kan untuk umat nya.sebenar nya perkara menikahi gadis kecil tak perlu suatu contoh dari Rasulullah,sebab pernikahan itu lazim dan lumrah pada masa lampau.pernikahan Rasulullah dengan Aisyah memang perintah Allah yang wajib bagi nabi pada perkara Aisyah saja.namun Quran,hadist bahkan Alkitab sekalipun tak pernah bilang haram dan berdosa jika menikahi gadis kecil pada orang2 selain Rasulullah.yang salah jika menikahai gadis kecil itu dengan paksaan.

itu pendapat kedua,sekarang kita masuk pendapat ketiga:

PENDAPAT KETIGA

pada dasar nya,hukum Alkiat,quran dan sunnah tak pernah sekalipun ada ayat yang mengaharamkan untuk menikahi gadis kecil bagi pria tua dan dewasa.yang salah jika menikahi gadis kecil itu dengan cara paksa.maka pada dasar nya,menikahi gadis kecil itu Mubah(boleh,baik laki tua maupun dewasa,asal kan pernikahan itu bukan dengan cara paksaan dan memang benar2 niat menikah untuk Samarra.dan seorang yang menikah,harus benar ber komit ment baik dengan pernikahan nya.tulisan ini bukan mengajar kan kita melulu mencintai dan mengincar gadis kecil buat di nikahi,namun sekedar memberitahu,tak ada satu pun ayat alkitab,quran maupun hadist yang mengatakan menikahi gadis kecil itu haram dan berdosa.namun,bolehnya menikahi gadis kecil itu bukan berarti wajib dan sunnah.namun sekedar boleh saja.namun boleh itu berobah jadi haram jika praktek menikahi gadis kecil melalui paksaan,menjual anak,dst.maka memang boleh saja menikahi gadis kecil,namun perlu di timbang juga dengan tahu diri untuk zaman sekarang,pantas kah anda menikahi gadis kecil itu?jangan nanti anda melamar,lalu di tolak mentah.jangan samakan anda dengan Rasulullah.Rasulullah pria tua yang laur biasa di atas rata2 seluruh lelaki di dunia dalam soal phisik,akhlak,keutamaan,dst.dan pernikahan beliau dengan perjodohan dari Allah langsung.

Sekarang kita menuju pendapat ke empat.

PENDAPAT KE EMPAT

Menikahi gadis2 kecil pada dasar nya tak ada satu pun ayat dalam Alkitab,quran dan hadist yang mengatakan haram dan berdosa.maka itu pada dasar nya menikahi gadis kecil itu boleh(mubah).jika peraturan manusia kini melarang itu,hal itu bukan perkataan Tuhan,namun cuma trend dan budaya manusia yang temporer.namun,menikahi gadis kecil jadi haram jika terjadi dengan paksaan,di jual,dst.negara wajib menggagal kan pernikahan dengan cara memaksa dan menjual anak gadis nya sendiri seperti itu.

selanjut nya,kita tengok jendela pendapat ke lima.

PENDAPAT KELIMA

Memang boleh2 saja pria tua atau dewasa awam selain Rasulullah menikahi gadis kecil,asal si gadis mau dan tak terpaksa.namun di nalar saja,jarang ada orang tua gadis kecil pada konteks zaman ini yang mau menerima lamaran pria tua atau dewasa,kecuali mungkin pria tua/dewasa itu benar2  sangat istimewa pada konteks jaman sekarang.namun jika si gadis kecil cinta dan suka dan atau orang tua si gadis menerima,dan tidak merupakan paksaan dan menjual anak,maka boleh2 saja pernikahan seperti itu.pesan bagi kaum muslimin,walau pun pernikahan dengan gadis kecil tak ada satu pun dalil yang mengaharamkan nya dalam alkitab,Quran,dan hadist,namun sebaik nya untuk zaman modern ini pernikahan model seperti itu di jauhi untuk mengikuti trend dan budaya zaman ini.mengingat trend dan kulture modern dan peraturan pemerintah melarang menikahi gadis2 kecil.sebab gadis2 kecil kini bukan seperti jaman dulu.haidh langsung menikah.atau waktu kecil di nikah kan.sebab gadis kecil kini perlu maju di bidang pendidikan dan karir,baru memikir kan menikah di umur yang pas sesuai kulture dan trend modern.bukan berati hal itu haram dan dosa,tetapi menimbang berbagai msalahat lain.sama seperti menikahi gadis dewasa,menunda menikahi nya  karena berbagai pertimbangan maslahat,bukan berarti pernikahan itu sendiri haram dan dosa.jika penghujat islam berkata:”tuh khan,menikahi gadis kecil di larang,memang tak sesuai dengan kulture dan zaman modern.jadi Muhammad mengajar kan ajaran yang tidak benar dengan menikahi gadis kecil”.

Jawab:sejak kapan Rasulullah mengajarkan menikahi gadis kecil?pernikahan seperti itu tak perlu di ajar kan,orang2 masa lampau sudah biasa mempraktek kan nya,dan sudah di anggap lumrah.dan mereka memikir kan pernikahan,bukan memikir kan penyimpangan.

MEMANG TAK ADA DALIL DALAM QURAN,HADIST,DAN ALKITAB SEKALIPUN MENIKAHI GADIS KECIL HARAM DAN DOSA BAGI PRIA TUA DAN DEWASA PADA UMUM NYA PRIA,TETAPI WALAU PUN DEMIKIAN,MENGACA DIRI.

Janga samakan anda dengan Rasulullah…Rasulullah secara akhlak dan keutamaan pantas menikahi Aisyah.pria2 tua dan dewasa seluruh dunia belum tentu pantas menikahi gadis kecil.memang tak ada dalil haram nya pernikahan model ini dalam kitab2 suci,tetapi hendak nya pria2 tua dan dewasa itu hendak nya berkaca diri,apa pantas ia untuk gadis kecil itu pada konteks zaman sekarang?pada masa ini,pernikahan dengan gadis kecil di larang UU modern.namun coba anda tanya perumus UU itu,apa ada dalil kitab2 suci menikahi gadis kecil haram dan berdosa?tentu mereka bungkam,karena memang tidak ada.perumus UU cuma melihat trend dan budaya zaman kini,bahwa tak pantas seorang gadis kecil pada masa modern menikah terlalu dini.mengapa?karena masa kini seorang gadis mesti memikir kan sekolah setinggi-tinggi nya lalu berkarir cemerlang.tak sepert zaman dulu,menikah cepat lebih baik.masalah ketidak pantasan ini menyangkut masalah trend dan budaya pada zaman modern,dan itu temporer.maka walau menikahi gadis kecil tak ada dalil haram dari kitab2 suci,untuk masa modern ini,sebaik nya pernikahan seperti itu di hindari.sebab pada masa lalu,kulture tak seperti masa modern sekarang.masa lalu gadis kecil langsung menikah lumrah pada zaman nya.masa kini,seorang gadis tak memikir kan pernikahan saja,tetapi juga seklah,karir dan bersenang senang dalam arti positif di masa muda.namun trend zaman besok bisa saja berubah-ubah,hanya Allah yang maha merubah dan mengganti sesuatu.

ANSWERING-FF.ORG

Timbangan Agama-agama lewat pemikiran,analisa dan tulisan

KRISTOLOG.COM

Kajian Ilmiah Kristologi

Lampu Islam

Timbangan Agama-agama lewat pemikiran,analisa dan tulisan

SERANGAN BALIK UNTUK INDONESIA.FAITHFREEDOM.ORG (serbuiff)

Siap membombardir habis gembong IFF dan spesies lainnya yang sejenis

Answering Misionaris

Menjawab Fitnah terhadap Islam

Kerajaan Agama

http://kerajaanagama.wordpress.com/ 2009 - 2011

MUSLIM MENJAWAB TANTANGAN

[3:190] Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,

---PENGINJIL---

KRISTEN ADALAH PENERUS AGAMA PAGAN

Edyprayitno's sang Mualaf

FORUM DIALOG LESEHAN DAN KAJIAN KRISTOLOGI

Kristenisasi - Pemurtadan - Kristologi

A. AHMAD HIZBULLAH MAG's Blog