Posts from the ‘Manuskrip Quran’ Category

Benar kah 200 ayat quran telah hilang?

Kerap topik 200 an ayat-ayat quran menjadi topik tuduhan kristen dalam debat online.mereka tidak paham masalah sebenar nya bahkan mereka tidak mengaca diri pada kitab-kitab mereka sendiri:

TUDUHAN

Adapun perkataan anda “Juga terdapat riwayat dalam ‘Ad-Dur Al-Mantsur’ juz 5, hal. 180, dan ‘Al-Itqon’ juz 2 hal. 25, “Bahwa surat Al-Ahzab awalnya pada masa Nabi shallallahu alaihi wa sallam  terdiri dari 200 ayat, kemudian berkurang setelah Utsman mengumpulkan Alquran dalam sebuah mushaf.” Redaksi ini memberi kesan seolah-olah terjadi perubahan!(Islamqa)

Surat Al-Ahzab terdiri dari 73 ayat….jika pada masa nabi jumlah surat Al-Ahzab 200 ayat maka yang berkurang adalah 127 ayat.

RIWAYAT YANG BENAR

Redaksi yang benar adalah sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dalam shahihnya, 10/273, dan Al-Hakim dalam Al-Mustadraknya, 2/450, dari Zirr, dari Ubay bin Ka’ab, dia berkata, “Awalnya surat Al-Ahzab sebanding dengan surat Al-Baqarah, awalnya di dalamnya terdapat ayat, 

الشَّيْخُ والشيخة إذا زنيا فارجموهما البتة

“Orang tua laki-laki dan wanita (yang sudah menikah), jika keduanya berzina, maka rajamlah keduanya.”

An-Nasai juga meriwayatkan dengan makna serupa. Dan ini termasuk dalil adanya naskh (penghapusan) bacaan. Telah kita sebutkan sebelumnya perkara dalam masalah ini yang menguatkan bahwa penghapusan macam ini memang pernah terjadi.

Surat Al-Baqarah berjumlah 286 ayat.jadi yang di Nasakh bacaan nya adalah kl 213 ayat.

TRADISI MENCATAT QURAN PADA MASA RASULULLAH

Sebagai muslim kita yakin bahwa quran memang di jaga oleh Allah.ketika orang-orang kafir melihat kenyataan di atas mereka bersorak dan menyimpul kan quran sekarang beda dengan quran masa Rasulullah dan sahabat.dan quran telah kehilangan banyak ayat karena berbagai macam sebab….seperti lupa dan tulisan nya di makan hewan.benar kah demikian?mari kita bahas

Pada masa Rasulullah tradisi mencatat quran memang sudah ada.

Rasulullah mempunyai sahabat-sahabat  pencatat wahyu.diantaranya ialah:abu bakar,muawiyah,zaid bin tsabit,khalid bin walid,ubay bin kaab dan tsabit bin qais.beliau menyuruh mencatat setiap wahyu yg turun

seorang orentialis,BlACHERE mengumpulkan nama-nama pencatat wahyu sebanyak 40 orang.jumlah sebanyak itu didapat dari penelitian orentialis SCHAWALL,BEHL DAN CASSANOVA.yang mengumpulkan nama-nama pencatat wahyu dari nash-nash hadist yg tercantum didalam thabaqat ibn saad,tulisan2 thabari,nawawi,sirah halabiah,dst.

zaid bin tsabit,salah satu pencatat wahyu berkata:”di kediaman Rasul,kami dahulu menyusun ayat-ayat quran yg tercatat pada riqa”(hr hakim dalam mustadrak,isnadnya menurut bukhari dan muslim,juga al itqan volume 1 hal 99,dan al burhan vol 1 hal 237)

Riqa adalah jamak dari ruq ‘ah,yakni lembaran-lembaran kulit,lembaran-lembaran daun,ataupun lembaran-lembaran kain.media-media lain adalah permukaan batu,pelepah kurma,tulang-tulang unta dan kambing yang telah kering,dia atas pelana kuda dan lembaran kulit.Bahkan pada masa priode Mekkah quran telah tertulis dalam naskah-naskah

“Suatu hari ‘Umar keluar rumah menenteng pedang terhunus hendak melibas leher Nabi Muhammad. Beberapa sahabat sedang berkumpul dalam sebuah rumah di bukit Safa. Jumlah mereka sekitar empat puluhan termasuk kaum wanita. Di antaranya adalah paman Nabi Muhammad, Hamza, Abu Bakr, ‘Ali, dan juga lainnya yang tidak pergi berhijrah ke Ethiopia. Nu’aim secara tak sengaja berpapasan dan bertanya kemana ‘Umar hendak pergi. “Saya hendak menghabisi Muhammad, manusia yang telah membuat orang Quraish khianat terhadap agama nenek moyang dan mereka tercabik-cabik serta ia (Muhammad) mencaci maki tata cara kehidupan, agama, dan tuhan-tuhan kami. Sekarang akan aku libas dia.” “Engkau hanya akan menipu diri sendiri `Umar, katanya.” “Jika engkau menganggap bahwa bani `Abd Manaf mengizinkanmu menapak di bumi ini hendak memutus nyawa Muhammad, lebih baik pulang temui keluarga anda dan selesaikan permasalahan mereka.” `Umar pulang sambil bertanya-tanya apa yang telah menimpa keluarganya. Nu’aim menjawab, “Saudara ipar, keponakan yang bernama Sa`id serta adik perempuanmu telah mengikuti agama baru yang dibawa Nabi Muhammad. Oleh karena itu, akan lebih baik jika anda kembali menghubungi mereka.” `Umar cepat-cepat memburu iparnya di rumah, tempat Khabba sedang membaca Surah Taha dari sepotong tulisan Al-Qur’an. Saat mereka dengar suara ‘Umar, Khabba lari masuk ke kamar kecil, sedang Fatima mengambil kertas kulit yang bertuliskan Al-Qur’ an dan diletakkan di bawah pahanya

Kemarahan ‘Umar semakin membara begitu mendengar saudara-saudaranya masuk Islam. Keinginan membunuh orang yang beberapa saat sebelum itu ia tuju semakin menjadi-jadi.

Masalah utama dalam cerita ini berkaitan dengan kulit kertas bertulisan Al -Qur’an, Menurut Ibn ‘Abbas ayat-ayat yang diturunkan di Mekah terekam dalam bentuk tulisan sejak dari sana , seperti dapat dilihat dalam ucapan az-Zuhri . ‘Abdullah bin Sa’d bin ‘Abi as Sarh, seorang yang terlibat dalam penulisan Al-Qur’an sewaktu dalam periode ini , dituduh oleh beberapa kalangan sebagai pemalsu ayat-ayat Al-Qur’an (suatu tuduhan yang seperti telah saya jelaskan sama sekali tak berdasar) . Orang lain sebagai penulis resmi adalah Khalid bin Sa’id bin al-‘As di mana ia menjelaskan, “Saya orang pertama yang menulis ‘Bismillah ar-Rahman ar-Rahim’ (Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang) .( PDF )

Dari tulisan di atas jelas tradisi menulis Al-quran sudah ada sejak priode Mekkah

Pada periode Madinah kita memiliki cukup banyak informasi termasuk sejumlah nama, lebih kurang enam puluh lima sahabat yang ditugaskan oleh Nabi Muhammad bertindak sebagai penulis wahyu. Mereka adalah Abban bin Sa’id, Abu Umama, Abu Ayyub al -Ansari, Abu Bakr as-Siddiq, Abu Hudhaifa, Abu Sufyan, Abu Salama, Abu ‘Abbas, Ubayy bin Ka’b, al-Arqam, Usaid bin al-Hudair, Aus, Buraida, Bashir, Thabit bin Qais, Ja`far bin Abi Talib, Jahm bin Sa’d, Suhaim, Hatib, Hudhaifa, Husain, Hanzala, Huwaitib, Khalid bin Sa’id, Khalid bin al-Walid, az-Zubair bin al-`Awwam, Zubair bin Arqam, Zaid bin Thabit, Sa’d bin ar-Rabi`, Sa’d bin `Ubada, Sa’id bin Sa`id, Shurahbil bin Hasna, Talha, `Amir bin Fuhaira, `Abbas, `Abdullah bin al-Arqam, `Abdullah bin Abi Bakr, `Abdullah bin Rawaha, `Abdullah bin Zaid, `Abdullah bin Sa’d, ‘Abdullah bin ‘Abdullah, ‘Abdullah bin ‘Amr, ‘Uthman bin ‘Affan.8]
Juga : Uqba, al ‘Ala bin ‘Uqba, ‘All bin Abi Talib, ‘Umar bin al-Khattab, ‘Amr bin al-‘As, Muhammad bin Maslama, Mu’adh bin Jabal, Mu’awiya, Ma’n bin ‘Adi, Mu’aqib bin Mughira, Mundhir, Muhajir, dan Yazid bin Abi Sufyan

KENTAL NYA KAUM MUSLIMIN BER INTERAKSI DENGAN QURAN MASA RASULULLAH

Selain tradisi menulis quran pada masa Rasulullah….kaum muslimin(para sahabat dan umum nya kaum muslim saat itu)kental interaksi nya dengan quran…..seperti membawakan ayat-ayat nya dalam bacaan salat 5 waktu,membaca nya setiap waktu,menghapal kan nya,membaca nya secara tadarus dalam bulan Ramadhan dst.seperti hadist-hadist di bawah ini:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling dermawan. Dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan saat beliau bertemu Jibril. Jibril menemuinya setiap malam untuk mengajarkan Al Qur’an. Dan kedermawanan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melebihi angin yang berhembus” (HR. Bukhari)

Dari Utsman radhiallahu anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda: “Orang yang paling baik di antara kalian adalah seorang yang belajar Al Qur`an dan mengajarkannya.” (HR. Al-Bukhari)

Dari Abi Umamah ra. ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Bacalah olehmu Al Qur’an, sesungguhnya ia akan menjadi pemberi syafa’at pada hari kiamat bagi para pembacanya (penghafalnya).”” (HR. Muslim).

Rasul SAW menetapkan berhak menjadi imam shalat berjama’ah. Rasulullah SAW bersabda, “Yang menjadi imam suatu kaum adalah yang paling banyak hafalannya.” (HR. Muslim)

Dari Ibnu Umar radhiallahu anhuma dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda: “Tidak boleh ada hasad (kecemburuan) kecuali pada dua hal. (Pertama) kepada seorang yang telah diberi Allah (hafalan) Al Qur`an, sehingga ia membacanya siang dan malam. (Kedua) kepada seorang yang dikaruniakan Allah harta kekayaan, lalu dibelanjakannya harta itu siang dan malam (di jalan Allah).” (HR. Al-Bukhari no. 4638 dan Muslim no. 1350)

Dari ‘Aisyah radhiallahu anha dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Orang yang mahir membaca Al Qur`an, maka kedudukannya di akhirat ditemani oleh para malaikat yang mulia. Dan orang yang membaca Al Qur`an dengan tertatah-tatah, ia sulit dalam membacanya, maka ia mendapat dua pahala.” (HR. Muslim no. 1329)

Abu Said Al Khudri radhiallahu anhu bercerita: “Pada suatu malam, Usaid bin Hudlair membaca (surat Al Kahfi) di tempat penambatan kudanya. Tiba-tiba kudanya meloncat, ia membaca lagi, dan kuda itupun meloncat lagi. Kemudian ia membaca lagi, dan kuda itu meloncat kembali. Usaid berkata, “Saya khawatir kuda itu akan menginjak Yahya, maka aku pun berdiri ke arahnya. Ternyata (aku melihat) sepertinya ada Zhullah (sesuatu yang menaungi) di atas kepalaku, di dalamnya terdapat cahaya yang menjulang ke angkasa hingga aku tidak lagi melihatnya. Maka pada pagi harinya, aku menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, “Wahai Rasulullah, semalam saya membaca (Al Qur`an) di tempat penambatan kudaku namun tiba-tiba kudaku meloncat.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bacalah wahai Ibnu Hudlair.” Kemudian aku pun membacanya lagi, dan kuda itu juga meloncat kembali. Beliau bersabda: “Bacalah wahai Ibnu Hudlair.” Kemudian aku pun membacanya lagi, dan kuda itu juga meloncat kembali. Beliau bersabda lagi, “Bacalah wahai Ibnu Hudlair.” Ibnu Hudlair berkata; Maka sesudah itu, akhirnya saya beranjak. Saat itu Yahya dekat dengan kuda, maka saya khawatir kuda itu akan menginjaknya. Kemudian saya melihat sesuatu seperti Zhullah (sesuatu yang menaungi) yang di dalamnya terdapat cahaya yang naik ke atas angkasa hingga saya tidak lagi melihatnya. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun bersabda: “Itu adalah Malaikat yang sedang menyimak bacaanmu, sekiranya kamu terus membaca, niscaya pada pagi harinya manusia akan melihatnya dan Malaikat itu tidak bisa menutup diri dari pandangan mereka.” (HR. Muslim no. 1327)

MAKA BAGAI MANA DENGAN DENGAN 213 AYAT QURAN YANG DI NASAKH DI SURAT AL-AHZAB?

Orang-orang kafir menuduh 200 an ayat surat Al-Ahzab hilang karena sahabat Rasul lupa dan ada nya manuskrip catatan yang hilang di makan hewan.hingga pada saat Abu Bakar menyusun quran surat Al-Ahzab kehilangan 200 an ayat  nya.

Benar kah demikian?saya katakan Tidak

Seperti anda baca di atas tradisi mencatat quran,membaca nya setiap salat dan waktu,menghapal kan nya membuat mustahil para Sahabat kehilangan 200 an ayat quran itu.ayat-ayat itu tidak di masuk kan Zaid bin Tsabit pasti nya karena sudah di nasakh…..salah satu nasakh nya ialah:

Ubay bin Ka’ab, dia berkata, “Awalnya surat Al-Ahzab sebanding dengan surat Al-Baqarah, awalnya di dalamnya terdapat ayat, 

الشَّيْخُ والشيخة إذا زنيا فارجموهما البتة

“Orang tua laki-laki dan wanita (yang sudah menikah), jika keduanya berzina, maka rajamlah keduanya.”

Ayat yang di maksud masih terlestari kan teks nya sbb:

Lafadz Al-Quran yang dihapus tersebut adalah:

الشَّيْخُ وَالشَّيْخَةُ إِذَا زَنَيَا فَارْجُمُوهُمَا الْبَتَّةَ نَكَالاً مِنَ اللهِ وَ اللهُ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ

“Laki-laki yang tua (maksudnya : yang sudah menikah) dan wanita yang tua (maksudnya : yang sudah menikah) jika berzina, maka rajamlah keduanya sungguh-sungguh, sebagai hukuman yang mengandung pelajaran dari Allah, dan Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana.( Fathul Bari 9/65, Darul Ma’rifah, Beirut, 1937 H, syamilah )

Ayat di atas di hapus dari surat Al-Ahzab bacaan nya,namun hukum nya tetap berlaku.hikmah penghapusan ayat ini mungkin agar quran tidak terlalu tebal isi nya….dan karena hukum itu telah di wakili lewat penjelasan sabda-sabda Rasulullah.

Tradisi menghapus ayat quran memang adalah atas kehendak Allah dan izin Allah.seperti dalam firman-Nya:

مَا نَنسَخْ مِنْ آيَةٍ أَوْ نُنسِهَا نَأْتِ بِخَيْرٍ مِّنْهَا أَوْ مِثْلِهَا ۗ أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Ayat yang Kami batalkan atau Kami hilangkan dari ingatan, pasti Kami ganti dengan yang lebih baik atau yang sebanding dengannya. Tidakkah kamu tahu bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu?(Al-Baqarah :106)

Surah An-Nahl  ayat 101:

وَإِذَا بَدَّلۡنَآ ءَايَةً۬ مَّڪَانَ ءَايَةٍ۬‌ۙ وَٱللَّهُ أَعۡلَمُ بِمَا يُنَزِّلُ قَالُوٓاْ إِنَّمَآ أَنتَ مُفۡتَرِۭ‌ۚ بَلۡ أَكۡثَرُهُمۡ لَا يَعۡلَمُونَ

Dan apabila Kami letakkan suatu ayat di tempat ayat yang lain sebagai penggantinya padahal Allah lebih mengetahui apa yang diturunkan-Nya, mereka berkata: “Sesungguhnya kamu adalah orang yang mengada-adakan saja”. Bahkan kebanyakan mereka tiada mengetahui.

TRADISI NASAKH QURAN MEMANG ADA DI ZAMAN RASULULLAH

Nasikh artinya : yang menghapuskan, yaitu dalil Al-Kitab atau As-Sunnah yang menghapuskan hukum dalil syar’i atau lafazhnya. Pada hakekatnya naasikh (yang menghapuskan) adalah Allah Azza wa Jalla.

Mansukh artinya : yang dihapuskan, yaitu hukum dalil syar’i atau lafazhnya yang dihapuskan.

Dengan bukti hadist ini:

Ada juga ayat yang dihapus (dimansukh)Hukum beserta Lafazhnya sekaligus yaitu ayat mengenai persusuan, hanya saja lafadznya tidak ada riwayatnya. ‘Aisyah radhiallahu ‘anha berkata,

كَانَ فِيمَا أُنْزِلَ مِنَ الْقُرْآنِ عَشْرُ رَضَعَاتٍ مَعْلُومَاتٍ يُحَرِّمْنَ ثُمَّ نُسِخْنَ بِخَمْسٍ مَعْلُومَاتٍ فَتُوُفِّيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُنَّ فِيمَا يُقْرَأُ مِنَ الْقُرْآنِ

“Dahulu di dalam apa yang telah diturunkan di antara Al-Qur’an adalah: “Sepuluh kali penyusuan yang diketahui, mengharamkan”, kemudian itu dinaskh (dihapuskan) dengan: “Lima kali penyusuan yang diketahui”. Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat dan itu termasuk yang dibaca di antara Al-Qur’an.( HR. Muslim, no: 1452 )

Sahabat Rasulullah Huzaifah mengatakan ada nya Tradisi Nasikh dan mansukh pada ayat-ayat quran pada masa Rasulullah:

Hudzaifah Radhiyallahu ‘anhu berkata: “Yang memberi fatwa kepada manusia hanyalah tiga orang: Orang yang mengetahui yang mansukh dari Al-Qur’an; atau amir (pemimpin) yang harus (berfatwa); atau orang dungu yang memaksakan diri”.

[I’lamul Muwaqqi’in 1/36, Darul Hadits, Kairo, th: 1422 H / 2002 M]

MAKA TIDAK BENAR 200 AYAT LEBIH HILANG DALAM SURAT AL-AHZAB

Itu bukan hilang nama nya….tetapi di Nasakh bacaan nya.Ubay bin Kaab mencontoh kan nya dengan ayat rajam lelaki tua dan perempuan tua.Umar bin Khattab pun pernah ber khotbah tentang ayat rajam ini memang di hapus kan bacaan nya dalam quran tetapi hukum nya tetap.

Telah menceritakan kepada kami [Abu At Thahir] dan [Harmalah bin Yahya] keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami [Ibnu Wahb] telah menceritakan kepadaku [Yunus] dari [Ibnu Syihab] dia berkata; telah menceritakan kepadaku [Ubaidullah bin Abdullah bin ‘Utbah] bahwa dia pernah mendengar [Abdullah bin Abbas] berkata, ” [Umar bin Khattab] berkata sambil duduk di atas mimbar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Sesungguhnya Allah telah mengutus Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dengan kebenaran, dan Dia juga telah menurunkan kitab kepadanya, di antara ayat yang diturunkan kepadanya, yang kita semua telah membacanya, mempelajari dan berusaha memahaminya adalah ayat tentang rajam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah melaksanakan hukuman rajam tersebut, begitu juga kita akan tetap melaksanakan hukum tersebut setelah kepergian beliau. Aku khawatir, jika semakin lama, maka akan ada yang berkata, ‘Di dalam al Qur’an tidak kita dapati ayat mengenai hukum rajam’. Lantas mereka tersesat karena meninggalkan hukum wajib itu yang telah diturunkan oleh Allah Ta’la. Sesungguhnya hukuman rajam yang terdapat dalam kitabullah, wajib dijalankan atas orang laki-laki dan perempuan yang telah menikah melakukan perzinahan apabila ada saksi, ada bukti dan juga ada pengakuan.” Dan telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar bin Abu Syaibah] dan [Zuhair bin Harb] dan [Ibnu Abu Umar] mereka berkata; telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Az Zuhri] dengan isnad ini.” [Muslim no 3201] [Bukhari no 6327]

Perhatikan Bold merah…..Umar bin Khattab tahu pasti ayat rajam di hapus secara bacaan….hingga Umar khawatir ummat islam ketika melihat di quran tidak ada ayat rajam maka mereka menyimpulkan ayat rajam itu tidak ada dalam quran….hingga mereka meninggal kan hukum rajam….padahal Umar bersaksi ayat itu memang ada dalam quran pada masa Rasulullah dan masa nya tetapi ayat itu di hapus kan bacaan nya dalam quran namun hukum nya tetap berlaku.jadi hadist di atas adalah bentuk ke khawatiran Umar pada umat islam sepeninggal nya ketika umat islam melihat ayat rajam tidak ada di quran,mereka meninggal kan hukum rajam…padahal Umar bin Khattab melihat ada nya ayat itu di quran lantas di hapus kan bacaan nya.

Jadi tampak nya quran yang di susun Zaid bin Tsabit pada masa Abu Bakar Shiddiq ayat rajam telah di hapus dan tidak di masuk kan bacaan nya dalam quran.hingga masa Umar,umar khawatir umat menyangkal ada nya ayat rajam dalam quran,padahal ayat itu memang ada tetapi bacaan nya di hapus,tetapi hukum berlaku nya tetap abadi.

Jadi tidak benar ada 200 an lebih ayat quran yang hilang….seperti ayat rajam,persusuan….ayat itu bukan hilang,tetapi di hapus kan bacaan nya dari quran….baik di hapus kan bserta hukum nya atau tidak di hapus kan hukum nya.seperti telah anda baca di atas bahwa sejak priode Mekkah quran telah tercatat,hingga juga di priode madinah…dan juga sering di baca dalam salat,di baca setiap waktu dll….hingga tentu baik tulisan dan ingatan pasti melekat termasuk 200 an lebih ayat-ayat yang di nasakh kan.berhubung ayat-ayat itu di nasakh kan maka Abu bakar tidak memasuk kan nya ke dalam quran.

Jika pun penasakhan nya dengan cara lupa dan lain nya…itu juga atas nubuat dari Allah dalam quran….semua atas pengawasan Allah.semua atas restu dan hikmat dari Allah.

USMAN AMAT TELITI DALAM PENYUSUNAN QURAN

ibn abbas pernah bertanya kepada usman bin affan,mengapa surah at taubah(sesudah surah al anfal)tak dicantumkan bismillah?usman menjawab:sampai Rasul wafat,tidak dijelaskan apakah al anfal dan at taubah berdampingan atau terpisah.lalu usman berkata:”aku mengira surat at taubah itu merupakan bagian surah al anfal.karenanya dua surah itu ku tempatkan berdampingan.(lihat musnad imam ahmad vol 1 hal 331,hadis no 399)

Dari cuplikan riwayat di atas sangat jelas penyusunan quran amat di awasi oleh para sahabat Rasulullah….dan Usman dalam menyusun penempatan ayat-ayat sesuai dengan tradisi dai Rasulullah.maka tentu Usman tahu bahwa ada 200 an ayat yang di nasakh dalam surat Al-Ahzab.maka tidak di cantum kan di dalam nya….inti nya baik penyusunan Abu Bakar hingga Usman mereka tahu ada nya Nasikh dan Mansukh dalam Quran.jadi quran sekarang tetap otentik seperti quran masa Rasulullah dan sahabat,beda nya ada ayat-ayat yang di hapus bacaan dan tulisan nya dengan pengetahuan dan ilmu dari para penyusun quran dan para sahabat Rasullullah.bacaan-bacaan itu para sahabat tidak tertarik melestarikan nya secara oral sebab yang sudah di hapus tentu tidak di perlukan lagi untuk di bahas….yang ada seperti contoh yang di kemuka kan Ubay bin Kaab soal ayat rajam dalam quran

MAU TAHU CONTOH AYAT-AYAT SUCI YANG BENAR-BENAR HILANG?

Setelah kita bahas singkat di atas jelas tidak ada satu pun  ayat quran yang hilang…..klaim hilang itu terlalu sembrono…..yang benar adalah ayat itu tidak hilang,tetapi di hapus kan bacaan nya dari quran atas izin Allah dan Rasulullah.dan para sahabat paling mengetahui ada nya Nasih dan mansukh ini sebab mereka hidup pada zaman Rasulullah.tradisi menghapus ayat-ayat ini dengan dalil wahyu adalah hal biasa pada zaman Rasulullah

Nah….anda ingin tahu contoh ayat-ayat suci yang benar-benar hilang dari muka bumi?mengapa saya katakan hilang?sebab tidak ada penjelasan mengapa ayat-ayat itu hilang dari Yahweh…yakni ada nya banyak kitab-kitab dalam priode perjanjian lama yang hilang lenyap .sebagai contoh adalah:

29. Dan Allah memberikan kepada Salomo hikmat dan pengertian yang amat besar, serta akal yang luas seperti dataran pasir di tepi laut,

30. sehingga hikmat Salomo melebihi hikmat segala bani Timur dan melebihi segala hikmat orang Mesir.

31. Ia lebih bijaksana dari pada semua orang, dari pada Etan, orang Ezrahi itu, dan dari pada Heman, Kalkol dan Darda, anak-anak Mahol; sebab itu ia mendapat nama di antara segala bangsa sekelilingnya.

32. Ia menggubah tiga ribu amsal, dan nyanyiannya ada seribu lima.

33. Ia bersajak tentang pohon-pohonan, dari pohon aras yang di gunung Libanon sampai kepada hisop yang tumbuh pada dinding batu; ia berbicara juga tentang hewan dan tentang burung-burung dan tentang binatang melata dan tentang ikan-ikan.

34. Maka datanglah orang dari segala bangsa mendengarkan hikmat Salomo, dan ia menerima upeti dari semua raja-raja di bumi, yang telah mendengar tentang hikmatnya itu.( 1 Raja-Raja 4:29-34)

Ada 3000 amsal dan 1005 nyanyian Solomo yang semua mengandung hikmat/pengajaran yang hingga kini hilang tidak kita temui.dan yahweh tidak pernah menjelas kan mengapa 4005 aya-ayat hikmat bisa hilang ?padahal ada Amsal-amsal yang di klaim dari Solomo masuk dalam perjanjian lama sekarang.

Kristen membual bahwa 4005 ayat-ayat hikmat yang hilang itu hakikat nya bukan kanon Alkitab….maka jawab saya:ketika Yahudi melakukan kanon perjanjian lama apakah mereka menemukan 3000 Amsal dan 1005 nyanyian solomo?kita tidak pernah mendengan 4005 ayat-ayat hikmat itu di bicarakan dalam sidang kanon yahudi,maka kesimpulan nya ayat-ayat itu hilang tidak pernah di dapat kan ke tangan para peserta kanon yahudi…..kecuali ketika kanon yahudi di meja para peserta kanon ada wujud 3000 amsal itu berserta 1005 nyanyian solomo lalu tidak di kanon kan maka kita bisa mengatakan kitab itu bukan hilang,tetapi Di nasakh oleh para peserta kanon(jadi di nasakh oleh manusia yang jauh dari masa Solomo,bukan orang dekat solomo,bukan seperti tradisi islam di nasakh oleh Allah kepada Rasul dan para sahabat yang jelas para sahabat mendapat ilmu Nasikh dan Mansukh itu dari Allah dan Rasul)

Maka ketika 200 an ayat quran di hapus kan Allah maka itu nama nya bukan hilang.tetapi yang empu nya ayat menghapus nya dan itu hak Dia yang punya ayat….tetapi ketika 4005 ayat-ayat hikmat solomo hilang,padahal tentu yang mengajar semua itu firman Yahweh,tetapi tidak ada penjelasan mengapa hilang(entah di nasakh atau apa)maka itu yang benar-benar di bilang hilang.tidak ada konfirmasi apa-apa dari Yahweh mengapa 4005 hikmat yang di ajar kan nya kepada Solomo hilang?sedang kan Amsal nya yang lain masih lestari di perjanjian lama?tidak ada penjelasan apapun dari Yahweh mengenai itu hingga kita berkesimpulan 4005 hikmat itu memang hilang….Yahudi dan.kristen kehilangan 4005 hikmat dari Solomo…padahal hikmat itu sangat mendalam hingga semua Raja di bumi datang sengaja mendengar hikmat-hikmat itu hingga memberi upeti nya(apa benar?catatan sejarah nya mana?)

KESIMPULAN

Dengan bahasan ini jelas quran tetap otentik dan sama dengan quran pada masa Rasul dan para sahabat Rasul….beda nya banyak ayat-ayat yang di hapus dari quran karena sudah tidak di gunakan maka teks nya tidak butuh di bicarakan lagi…..berbeda dengan Alkitab….ribuan ayat-ayat nya hilang dan memang hilang sebab tidak ada konfirmasi apapun mengapa ayat-ayat itu tidak kita dapat kan hingga kanonisasi yahudi dan kristen.

 

Iklan

WIKIPEDIA TENTANG MANUSKRIP SANA’A

sanaa

Palimpsest of Codex Sanaa 01-27.1, Dâr al-MakhTûTât al-Yamanîya, Sanaa, (Photo: Gerd-Ruediger Puin; 1)…perhatikan bayang tulisan di belakang dari hasil photografi ultraviolet….tulisan berbayang itu lower teks yang secara konyol dan salah di sangka Puin versi quran ratusan tahun lebih tua dari islam

Kali ini penulis hendak mengomentari tulisan di wikipedia mengenai manuskrip yaman/sanaa yang di klaim para pengkritik islam berbeda engan quran mushaf usmani.heran nya hingga detik ini mereka tidak pernah menunjuk kan ayat-ayat mana dari quran manuskrip yaman berbeda dengan Quran mushaf usmani dalam debat di negri kita ini.

Jika perbedaan dengan mushaf usmani hanya soal perbedaan kata dengan mushaf usmani,tentu itu bukan perbedaan serius.contoh mushaf usmani menulis dalam surat Baqarah ayat 191

حَتَّىٰ يُقَـٰتِلُوكُمْ فِيهِ

sedang kan naskah lain menulis:

حَتّی يُقـٰتِلوکُم

ﺣ/ / ٮٯٮـ(ـلو) کم

Maka penulis naskah di yaman masa itu cuma salah menulis saja…..lupa atau silap menulis kan FIIHI pada akhir kalimat.baca lebih lanjut varian ini pada wikipedia .

quran

Maka manuskrip yaman silap menulis kan FIIHI pada ayat di atas bukan berarti quran manuskrip yaman berbeda dengan usmani secara total……penulis di yaman cuma silap saja…maka di perlukan penyeragaman tulisan dan bacaan dengan pembentukan mushaf usmani . mushaf usmani di bentuk di madinah,pusat Quran,sahabat,ilmu,penghapal quran,pengkaji quran,dll,maka Mushaf usmani standart yang palin valid untuk mengkoreksi semua salinan yang tersebar saat itu.maka setelah mushaf usmani di sebar….maka mushaf2 lain yang keliru dalam tulisan atau ada catatan kaki tafsir di bakar usman.tujuan nya agar kemurnian quran terjaga.contoh mencegah masuk nya tafsiran ke dalam badan ayat seperti kasus di dunia kristen dengan Comma johannenum nya.

Dan tampak nya manuskrip yaman ini salah satu quran yang salah salin namun luput dari pembakaran pada saat itu.seperti kata Alien  Jones pengajar studi Qur’an di Universitax Oxford,ia berkata:

[Jones] meyakini bahwa Al-Qur’an Sana’a bisa saja merupakan salinan yang salah yang digunakan oleh orang-orang yang belum menggunakan teks Uthmanic. “Bukan hal yang tidak mungkin setelah penyeragaman ke teks Uthman, butuh waktu yang lama untuk penyaringan.’

Maka sebenar nya manuskrip yaman tak mampu meruntuh kan mushaf usmani…justru mushaf usmani adalah mushaf standart pertama dan tertinggi yang meng koreksi manuskrip yaman.mushaf usmani di saksikan sejarah dan ribuan sahabat,bahkan tertulis di buku-buku hadist bukhari,muslim,tirmizi dll,bahkan kitab sebelum nya seperti Al-Umm,Muwatha imam malik,buku dari imam-imam adab ke 1 dan 2 hijriyah semua menulis kan ayat-ayat mushaf usmani kini.maka mushaf usmani lah yang paling valid dan di pakai luas saat itu,karena itu memang teks murni quran.

Varian teks justru lebih parah dalam bible….beda nya dengan quran,quran mempunyai sejarah kodifikasi dan pembentukan quran dengan sejarah yang terang dan tahu bahwa mushaf usmani standart tertinggi koreksi teks yang lain.berbeda varian bible,kita tidak tahu kitab mana dan salinan mana yang menjadi standart tertinggi untuk mengkoreksi varian-varian itu.John Mill ‘s 1707 Perjanjian Baru Yunani diperkirakan mengandung sekitar 30.000 varian dalam aparatus tekstual yang menyertainya yang didasarkan pada “hampir 100 [Yunani] naskah.” Eberhard Nestle perkiraan jumlah ini pada tahun 1897 sebagai 150,000-200,000 varian. Bart D. Ehrman memperkirakan bahwa ada “antara 200,000-400,000 varian [di] beberapa juta halaman naskah,” dan pada tahun 2014 Eldon J. Epp mengangkat perkiraan setinggi 750.000. perkiraan terbaru menempatkan jumlah varian non-ejaan antara naskah Perjanjian Baru sekitar 500.000.( https://en.wikipedia.org/wiki/Textual_variants_in_the_New_Testament )

Sekarang saya mau mengomentari penulisan dalam wikipedia tentang manuskrip sanaa:( https://id.wikipedia.org/wiki/Manuskrip_Sana’a )

MANUSKRIP SANAA DI TEMUKAN TAHUN 1972

Kutipan Wikipedia:

Manuskrip Sana’a, ditemukan di Yaman pada tahun 1972, dianggap (oleh sebagian orang) sebagai versi paling tua dari Qur’an

Tentu pandangan ini sudah usang kini……versi Quran tertua baru-baru ini justru di temukan di Brimingham:( https://id.wikipedia.org/wiki/Manuskrip_Alquran_Birmingham / https://en.wikipedia.org/wiki/Birmingham_Quran_manuscript )

Pada tulisan wikipedia bahasa indonesia tertulis:

Dua halaman tersebut berukuran folio yang ditulisi dikedua-sisinya dengan ukuran tulisan yang terukur dan mudah dibaca. Sebagian halamannya memuat ayat 18-31 dari surah Al-Kahf sementara bagian lainnya memuat bagian akhir ayat 91-98 dari surah Maryam dan 40 ayat pertama dari surah Ta Ha, seluruh ayatnya yang terbaca sangat identik dengan teks pada Alquran saat ini.

Maka quran tertua justru identik dengan quran saat ini…..jelas quran Brimingham adalah quran yang memakai standart usmani,sedang manuskrip yaman terdapat beberapa salah penulisan.dan itu wajar karena kesalahan manusiawi belaka.maka yaman lambat laun memakai mushaf usmani sebagai mushaf yang murni dan benar mengkoreksi kesalahan salin.jika pun kelak di Thaif di temukan manuskrip quran Thaif misal nya,ada kesalahan penyalinan,tak lantas mengecil kan mushaf usmani yang punya otoritas tinggi,sanad yang terang dan sejarah yang terang.

quran brimingham

Lihat lah persamaan menakjub kan quran manuskrip Brimingham dengan quran kini……wamaa tilka di yamiinika yaa Muusa namun tulisan saat itu belum mengenal titik misal pada ta…ba…yaa dll

 

quran brimingham 2

Lihat juga persamaan menakjub kan antara manuskrip Brimingham dengan quran kini contoh Thaaha maa anzalna alaikal quraan li tasyqaa namun tulisan nya belum mengenal titik

TES KARBON-14

Kutipan Wikipedia

Walaupun teks tersebut bertanggalkan hingga dua dekade awal pada abad 8 (kira-kira 70 tahun setelah kematian Nabi Muhammad), tes dengan karbon-14 menunjukan beberapa perkamen dalam kumpulan ini sudah ada sejak abad 7 dan 8.

Secara garis waktu Berikut Khulafaur Rasyidin Dan hal penting setelah nya sesuai tahun masehi:

  1. Khalif Abu Bakar shiddiq(632-634)
  2. Khalif Umar bin Khattab(634-644)
  3. Khalif Usman bin Affan(644-655)
  4. Khalif Ali bin Abi Thalib(655-660)
  5. Berdiri Bani Umayyah(661)
  6. Khalif Muawiyah(661-680)
  7. Khalif Yazid bin Muawiyah(680-683)
  8. Khalif Muawiyah bin Yazid(683-684)
  9. Khalif Marwan bin Al-Hakam(684-685)
  10. Khalif Abdul malik bin Marwan(685-705)
  11. Khalif Sulaiman bin Abdul Malik(705-716)

Abad ke 7 rentang 600 s/d 699 M….Abad ke 8 rentang antara 700 s/d 799 M

Pertama kita bahas kutipan pertama:

Walaupun teks tersebut bertanggalkan hingga dua dekade awal pada abad 8 (kira-kira 70 tahun setelah kematian Nabi Muhammad),

Nabi Muhammad wafat tahun 632 M.jadi 70 tahun setelah wafat Nabi Muhammad sekitar tahun 702 M.itu sezaman dengan Khalif Abdul Malik bin Marwan.tentu yang jadi pertanyaan apakah semua teks manuskrip sanaa itu di tulis sekitar tahun 702 M?.berarti quran di tulis sekitar tahu 702 M dan baru muncul sekitar tahun itu?jadi quran di tulis oleh orang-orang yang tak di kenal di masa Bani Umayyah?

Jelas analisis itu ngawur……kalimat wikipedia di atas sayang nya tidak menyertai rujukan nya dari mana.

sana

Jika awal quran muncul zaman Khalifah Abdul malik bin Marwan,maka siapa yang menulis quran itu?bisakah kristen2 yang suka jualan tentang manuskrip sanaa bisa menjelas kan nya?.padahal zaman awal banyak di penuhi para sahabat,tabi in,tabiut tabi in yang jumlah nya sangat banyak yang semua nya meriwayat kan quran mushaf usmani,juga di buku2 islam abad pertama hijriyah penuh dengan mushaf usmani,dan kitab-kitab hadist sahih juga berisi ayat-ayat mushaf usmani.maka TEORI quran awal di tulis tahun 702 M adalah teori ngawur…..kristen tak akan mampu menjawab pertanyaan siapa penulis manuskrip sanaa itu jika di tulis tahun 702 M.bagaimana sejarah nya?dll.

Lanjut kutipan wikipedia selanjut nya:

tes dengan karbon-14 menunjukan beberapa perkamen dalam kumpulan ini sudah ada sejak abad 7 dan 8.

Jadi menurut Tes karbon-14,BEBERAPA perkamen dan kumpulan manuskrip sanaa sudah ada sejak  Abad ke 7 rentang 600 s/d 699 M….Abad ke 8 rentang antara 700 s/d 799 M

Rentang abad ke 7 termasuk abad nya Khulaufaur Rasyidin,juga Usman bin Affan.jadi menurut tes karbon-14 cocok jika kita katakan manuskrip quran  sanaa sezaman dengan Khulafaur rasyidin,dan itu lebih masuk akal jika di gabung kan dengan sejarah islam yang mempunyai raksasa rantai sanad yang jelas.jadi manuskrip quran sanaa hakikat nya kesalahan penulisan orang-orang yaman pada quran,lalu di koreksi dengan Mushaf standart,mushaf usmani.maka wajar jika setelah tak terpakai banyak salinan salah salin itu di taruh di atas loteng masjid agung Sanaa.rupa nya orang-orang di yaman tak membakar naskah2 salah salin itu seperti hal nya Usman bin Affan membakar Mushaf2 lain di Madinah.tapi cukup menaruh nya di atas loteng masjid.saya tak mengerti tulisan wikipedia tentang letak manuskrip ini,apa manuskrip ini ada di atas loteng atau di tempat lain,yang jelas itu tak masalah,inti nya orang-orang yaman tak membakar musahf salah salain itu,tapi meletak kan nya sebagai barang tak terpakai di mesjid agung sanaa.seperti nya memang di simpan di atas loteng masjid itu.

Adapun abad ke 8 di mungkin kan bukan termasuk manuskrip quran.sebab yang di namakan manuskrip sanaa terdiri dari salinan yang di anggap Quran dan non quran

 

The Sana’a palimpsest, dubbed Ṣanʿā’ 1, is one of the oldest Quranic manuscripts in existence.It was found, along with many other Quranic and non-Quranic fragments, in Yemen in 1972 during restoration of the Great Mosque of Sana’a………………….The preserved fragments comprise Quranic and non-Quranic material( https://en.wikipedia.org/wiki/Sana’a_manuscript )

Jika quran di bawa hingga abad ke 8,tentu perkiraan itu hanya teori ngawur….yang masuk akal manuskrip quran sanaa berasal dari abad ke 7 M.cocok semasa dengan Khulafaur Rasyidin.dan manuskrip ini tergeser dengan Mushaf usmani.

JIka kita merujuk ke Wikipedia bahasa inggris di temukan perkiraan tahun-tahun berikut:

  • Lower teks ada sebelum 671 M dengan akurasi 99%=itu berarti lagi-lagi se zaman dengan Khulafaur Rasyidin.
  • perkamen di mana naskah kuno yang lebih rendah tertulis  radiokarbon dengan akurasi 99% untuk sebelum 671 M, dengan probabilitas 95,5% menjadi lebih tua dari 661 M dan 75% probabilitas dari sebelumnya 646=Semua tahun itu Alhamdulillah sezaman dengan Khulafaur Rasyidin,bahkan tahun 646 itu sezaman dengan khalifah Usman bin Affan.dan dengan permainan probabilitas maka carbon-14 tak lah tepat dan akurat 100% dalam menunjuk kan umur naskah yang paling riil.

Jelas manuskrip quran Sanaa ada sezaman dengan khulafaur Rasyidin,dan merupakan salinan salah orang-orang yaman pada quran.lalu di koreksi dengan mushaf Usmani.sebagai contoh kasus dalam quran manuskrip sanaa surat Baqarah ayat 87,perhatikan quran mushaf Usmani ini:

qaffayna

Quran manuskrip sanaa terdiri dari 2 lapis tulisan…..tulisan lama di hapus di sebut lower teks dan tulisan baru quran di tulis di atas nya.sebagai contoh dalam Lower teks quran sanaa tertulis ayat yang salah salin:

wa-qaffaynā ‘ala āthārihi

Ayat itu dalam manuskrip sanaa adalah lower teks,yakni teks yang sudah di hapus oleh penulis quran sanaa.jika kita lihat dengan mata telanjang teks itu tak terlihat.hanya dengan fotografi ultraviolet teks yang sudah terhapus itu terlihat berbayang dan muncul dengan warna coklat muda.di atas teks yang di hapus itu,penulis manuskrip sanaa menulis teks baru di atas teks yang terhapus yang sama dengan Mushaf Usmani yakni:

wa-qaffaynā min ba’dihi

Justru Quran manuskript yaman membuktikan kemurnian quran.pada awal nya orang-orang yaman salah menulis atharihi,lalu ketika ada standart teks usmani,mereka memperbaiki kesalahan salin itu dengan menghapus nya dan menulis teks yang benar dari standart Usmani menjadi Ba’dihi di atas lower teks yang sudah terhapu itu.

Menghapus teks lama dan menulis teks baru di atas nya adalah praktek wajar zaman kuno.hal itu karena mahal nya bahan untuk menulis naskah zaman itu.naskah dua lapis tulisan itu di sebut Palimpsest .

Contoh naskah manuskrip sanaa mempunyai lower teks dengan fotografi ultraviolet dapat anda lihat di http://www.islamic-awareness.org/Quran/Text/Mss/soth.html  di bawah judul The Use Of Ultraviolet Photography In Studying palimpsests

sayang nya photo nya tak bisa di unggah atau di screen shoot di sini karena berhubungan dengan hak cipta photo.dalam link di atas di sipul kan dari ilmuan yang meneliti manuskrip sanaa adalah lower teks milik priode sahabat nabi….dan teks atas dari manuskrip sanaa adalah milik tradisi usmani…jadi quran manuskrip sanaa berbeda denga quran usmani adalah cuma isu basi saja dengan penelitian2 yang lebih baru dan mutakhir setelah dengan teliti membaca manuskrip sanaa itu.

DI TEMUKAN DI MASJID AGUNG SANA’A,YAMAN

Kutipan wikipedia:

Pada tahun 1972, pekerja bangunan yang merenovasi dinding di loteng Masjid Agung Sana’a di Yaman, menemukan sejumlah besar perkamen dan manuskrip kuno. Mereka tidak menyadari apa yang mereka temukan dan mengumpulkan dokumen-dokumen tersebut, dan memasukkannya ke dalam 20 karung kentang, kemudian meninggalkannya di salah satu tangga menara Masjid

Penemuan ini bukan saja menemukan quran sanaa…tetapi juga materi-materi non quran.dan mengapa quran sanaa di simpan entah di loteng atau bagian apapun masjid itu menunjuk kan naskah itu tidak di pakai lagi setelah di tulisQuran yang benar dari susunan mushaf usmani.naskah salah salin dan tidak rapi itu akhir nya di simpan sebagai barang tak terpakai di entah di loteng atau atap masjid itu.rupa nya orang-orang yaman memilih cara membuang nya di gudang sedang di madinah dengan cara membakar setelah Quran mushaf Usman menjadi quran yang resmi dan paling valid.walau lower teks yang salah salin di hapus lalu di tulis teks yang benar dari tradisi usmani,rupa nya naskah2 itu tetap masuk gudang mungkin karena kurang rapi dalam penulisan…..di ganti penulisan yang lebih rapi dengan tradisi usmani dengan semakin berkembang nya kaligrafi quran dan tulisan arab.

Masjid Agung Sanaa di bangun di reruntuhan istana Ghundam .sebuah istana kuno dan juga benteng di Sanaa.Menurut ahli geografi Arab dan sejarawan, Al-Hamdani (c. 893-945), batu fondasi dari Ghumdan Palace diletakkan oleh Sem, anak Nuh.

BERMULA QADHI ISMAIL BIN AKWA MEMINTA BANTUAN INTERNASIONAL MEMERIKSA DAN MELESTARIKAN SERPIHAN-SERPIHAN NASKAH

Kutipan wikipedia:

Presiden (saat itu) dari Otoritas Kepurbakalaan Yaman, Qadhi Isma’il Al-Akwa’, menyadari adanya kemungkinan penemuan ini adalah penemuan penting. Al-Akwa meminta bantuan internasional dalam memeriksa dan melestarikan serpihan-serpihan naskah itu, dan pada tahun 1979 berhasil menarik perhatian seorang ilmuwan German, yang kemudian membujuk pemerintah Jerman Barat untuk mengorganisir dan membiayai proyek restorasi.

Tes karbon-14 menunjukkan beberapa perkamen berasal dari tahun 645-690 sesudah masehi. Periode ini cukup panjang, terutama jika perkamen itu digunakan ulang, yang wajar dilakukan pada zaman dahulu. Sedangkan kaligrafinya berasal dari tahun 710-715 sesudah masehi.Secara umum yang diketahui saat itu adalah “belum pernah ada manuskrip yang berasal dari sebelum abad ke 9.”

Melihat tahun 645-690 sesudah masehi,priode itu sejak masa pemerintahan Usman bin Affan hingga masa kahlif Abdul malik bin marwan.kita harus memahami bahwa beberapa naskah manuskrip sanaa mempunyai rentang dari masa Khalifah usman hingga Khalif umayyah Abdul malik bin Marwan.hal ini bisa di jelaskan bahwa orang-orang yaman menyalin Quran sejak masa usman bin affan atau bahkan sebelum nya,pada mula nya mereka mengalami salah salin lalu ketika mushaf usman telah di sebar hingga yaman,orang-orang yaman melihat banyak salah salin dalam salinan mereka,lalu mereka menghapus kalimat yang salah salin itu(menjadi lower teks) lalu di ganti dengan naskah valid dari tradisi usmani(menjadi teks atas atau superior teks)…..setelah itu naskah itu masih di pakai,namun ketika orang-orang yaman menyalin quran lebih rapi dari contoh mushaf usmani,maka mereka mulai meninggal kan naskah sanaa yang kurang rapi dari tumpang tindih tulisan….maka naskah2 yang tak terpakai lagi itu orang-orang yaman mulai mengemas nya lalu menyimpan nya dalam karung dan di taruh di atas loteng masjid sebagai barang yang tidak terpakai lagi.

Varian tahun dalam karbon-14 sudah saya tulis di atas menunjuk kan karbon-14 pun bermain probabibilitas.

Kalimat wikipedia yang aneh adalah

kaligrafinya berasal dari tahun 710-715 sesudah masehi

Bagaimana itu mungkin sedang menurut penulis sendiri rentang naskah itu dari tahun 645-690 sesudah masehi?

GERD PUIN MENG ORGANISIR DAN MENGAWASI RESTORASI MANUSKRIP

Kutipan wikipedia:

Restorasi manuskrip ini diorganisir dan diawasi oleh seorang ahli kaligrafi arab dan paleografi Qur’an yang bernama Gerd R. Puin dari Saarland University, di Saarbrücken, Jerman. Puin telah memeriksa bagian-bagian perkamen yang ada dalam kumpulan ini secara menyeluruh, dan mendapatkan urutan ayat-ayat yang tidak biasa, perbedaan kecil dalam teks, dan orthografi serta hiasan-hiasan artistik dengan gaya yang langka ditemukan. Beberapa manuskrip juga merupakan contoh langka yang ditulis dalam bahasa Arab Hijazi awal. Walaupun bagian-bagian yang ditemukan ini berasal dari sebuah Qur’an tertua yang pernah ditemukan, bagian-bagian ini juga merupakan sebuah palimpsest, dengan tulisan -tulisan baru yang menggantikan versi Qur’an yang bahkan lebih tua lagi.

Sepanjang pengalaman saya mengamati kritikan kristen pada quran,mereka amat bersorak atas bagian yang saya bold biru di atas tampa memahami apa masalah nya.link wikipedia ini baik bahasa indonesia dan inggris kerak mereka rujuk tampa mengerti isi kalimat nya dengan pasti.bahkan mereka menyangka maksud tulisan itu ada quran yang lebih tua lagi yang berbeda dengan quran usmani 🙂 .padahal maksud nya yang lebih tua itu lower teks dari kesalahan salin.semua sudah saya bahas di atas.

Ayat-ayat yang tak biasa tentu nya dari kesalahan salin yang terletak pada lower teks….bagian kutipan atas ini hanya ada di wikipedia bahasa indonesia,tidak ada dalam wikipedia bahasa inggris.pada wikipedia bahasa inggris ada bahasan yang lebih detail dan cerdas bahwa lower teks memang berbeda dengan mushaf usmani,tetapi lower teks di hapus untuk memperbaikinya dengan versi usman.

quran yang lebih tua lagi adalah lower teks dari salah salin orang-orang yaman lalu di hapus lalu di perbaiki dengan versi usman.urutan ayat tak biasa itu wajar ketika mushaf urutan usman belum lagi begitu familiar di pakai.maka soal urutan nomor sekian daripada PR memperbaiki kesalahan salin teks.perbedaan kecil teks juga kesalahan dan kesilapan salin yang sudah saya bahas di bagian atas dari tulisan saya ini.

KESALAHAN ANALISIS GERD PUIN

Kutipan wikipedia:

Sementara penggalian dilanjutkan, lebih banyak halaman yang ditemukan. Dari tahun 1983 hingga 1996, sekitar 15.000 dari 40.000 halaman telah dipulihkan, termasuk 12.000 pecahan yang berasal dari abad ke-8.

Pada tahun 1999, Editor eksekutif website The Atlantic MOnthly Toby Lester, memberitakan penemuan Puin: “Beberapa perkamen yang ditemukan dari Yaman berasal dari abad ke-tujuh dan ke-delapan. Atau dua abad pertama agama Islam. Perkamen ini adalah Al Quran yang tua, mungkin yang paling tua yang pernah ada. Selain itu, sebagian serpihan inimenunjukan adanya perbedaan kecil (tapi mengganggu) dari teks Quran yang biasa. Perbedaan-perbedaan tersebut, walaupun tidak mengejutkan bagi ahli teks sejarah, bertentangan dengan keyakinan Muslim ortodoks bahwa Al Quran yang sekarang adalah kata-kata Tuhan yang sempurna, tidak pernah berubah, dan abadi.

Yang saya bold biru saya komentari…..perlu di ketahui penemuan manuskrip yaman ini mengandung material quran dan non quran…..soal spekulasi tahun sudah saya bahas di atas.perbedaan kecil quran sudah saya bahas juga dari kesalahan salin,sudah saya bahas di atas.kesimpulan puin aneh…..hanya dengan melihat kesalahan salin quran di yaman dia berkesimpulan quran sudah berubah.logika puin yang (maaf)bodoh dan menggelikan  ini jadi andalan rujukan kristen hingga saat ini.padahal penelitian lebih mutakhir perbedaan itu hanya karena kesalahan salin,lower teks yang salah salin di ganti dengan superior teks.analisis puin tahun 1999 tentu sudah usang.

Terlebih setelah penerbitan Atlantic Monthly, puin akhir nya mengirim sepucuk surat kepada Qadhi ismail bin akwa sbb:

http://www.answering-christianity.com/karim/mosque_of_sanaa.htm

“The important thing, thank God, is that these Yemeni Qur’anic fragments do not differ from those found in museums and libraries elsewhere,( yang penting, terima kasih Tuhan, adalah bahwa ini fragmen Qur’an Yaman tidak berbeda dari yang ditemukan di museum dan perpustakaan di tempat lain )

Jadi segala perkataan Puin yang tedahulu(terutama pada atlantic monthly) MENJADI USANG setelah penelitian2 mutakhir atas naskah yaman.

LAGI:ANALISIS SALAH DAN USANG GERD PUIN

Kutipan wikipedia:

Lebih dari 15.000 lembar teks Qur’an dari Yaman sudah diratakan, dibersihkan, diurutkan, dan ditata. Teks ini akan diteliti lebih lanjut di Perpustakaan manuskrip Yaman. Namun pemerintah seperti tidak mau mengizinkan. Puin mengatakan “Mereka tidak mau menarik banyak perhatian pada hal ini, sama seperti kami, walaupun dengan alasan yang berbeda.”

Puin dan koleganya Graf von Bothmer, seorang ahli sejarah Islam, telah mempublikasikan essay-essay pendek tentang penemuan ini. Von Bothmer pada tahun 1997 telah memfoto 35.000 gambar perkamen itu dengan microfilm, dan telah membawa gambar-gambar tersebut ke Jerman. Teks ini akan diteliti lebih lanjut dan hasil penelitiannya akan dipublikasi secara bebas. Puin menulis: “Begitu banyak Muslim yang percaya bahwa semua yang tertulis di Qur’an adalah kata-kata Allah. Mereka sering mengutip teks ilmiah yang menunjukan bahwa Alkitab (kitab nasrani) mempunyai sejarah dan tidak turun dari langit, namun hingga sekarang Qur’an tidak pernah dianggap punya sejarah. Satu-satunya cara untuk menghancurkan dinding ini adalah dengan membuktikan bahwa Qur’an juga punya sejarah. Dokumen-dokumen Sana’a akan membantu kami dalam mencapai hal tersebut

Pada tahun 1999 di sebuah artikel Atlantic Monthly, Gerd Puin mengatakan:

Menurut saya Al-Qur’an adalah semacam campuran teks yang tidak semua dapat dipahami, bahkan pada zaman Muhammad. Banyak dari mereka bahkan mungkin sudah ada ratusan tahun lebih dulu daripada Islam sendiri. Bahkan dalam tradisi Islam ada banyak informasi yang kontradiktif, termasuk substrat Kristiani dalam jumlah yang signifikan. Seseorang dapat menemukan sejarah yang bertentangan di dalam Al-Qur’an. Al-Qur’an mengklaim bahwa Al-Qur’an sempurna atau bersih, tapi kalau anda membacanya, anda akan melihat bahwa setiap sekitar 5 kalimat ada 1 kalimat yang tidak masuk akal. Banyak orang Muslim yang akan memberitahu anda sebaliknya, tentu saja, tapi faktanya seperlima bagian dari teks Qur’an tidak dapat dimengerti. Hal ini yang telah mengakibatkan kecemasan yang ada dari dulu mengenai terjemahan. Jika Al-Qur’an tidak dapat dipahami, tidak dapat dimengerti dalam bahasa Arab, maka Al-Qur’an tidak dapat diterjemahkan ke bahasa apapun. Oleh karena itulah para Muslim takut. Karena Al-Qur’an berkali-kali mengklaim bahwa tulisan didalamnya jelas, padahal tidak. Ada kontradiksi yang sangat jelas dan serius. Pasti ada sesuatu yang lain yang terjadi.
Igauan Puin sekarang telah menjadi usang ketika penelitian2 baru mengenai manuskrip sanaa,terutama tentang lower teks di ganti dengan teks atas sebagai perbaikan salah salin.jika quran salah apa yang benar menurut Puin?apakah Alkitab? apakah Teori Darwin manusia berasal dari kera?orang inggris bilang(maaf)LMAO 🙂
Artikel Atlantic monthly berisi analisis-analisis salah G puin yang di buat tahun 1999.dan di anggap telah usang.wikipedia inggris menulis kan nya sebagai the erroneous words of G. Puin( kata-kata yang salah dari G. Puin )
Quran campuran teks yang tak dapat di pahami adalh kebingungan G puin melihat ada nya lower teks dengan teks atas nya.G puin menyangka lower teks yang terlihat adalah versi quran lebih tua dari manuskrip quran sanaa,yang ia sangka lebih tua dan ada ratusan tahun lebih tua dari islam itu sendiri.padahal lower teks itu bukan lah quran pra islam,tetapi kalimat yang di hapus karena salah salin lalu di ganti dengan kalimat yang valid dari mushaf usmani.tentang 5 kalimat ada 1 kalimat yang tak masuk akal adalah analisis tidak jelas dari G Puin.perlu di konfirmasi ke dia apa maksud nya.soal quran tak bisa di terjemah kan karena tak di mengerti adalah klaim kosong puin yang menjiplak perkataan sebagian muslim quran tak bisa di terjemah kan.pada kenyataan nya quran bisa di terjemah kan ke berbagai bahasa dengan baik.

MANUSKRIP QURAN SANAA VERSI SALAH SALIN DAN BUTUH WAKTU LAMA PENYERAGAMAN KE TEKS USMANI

Kutipan Wikipedia:

Pada tahun 2000, The Guardian mewawancara sejumlah akademisi untuk tanggapan mereka terhadap klaim Puin, termasuk Dr Tarif Khalidi, dan Professor Allen Jones, pengajar studi Qur’an di Universitax Oxford. Terhadap klaim Puin bahwa beberapa kata dan pengucapan di Qur’an tidak distandardisasi sampai abad ke sembilan, artikel tersebut menuliskan.

Jones mengakui bahwa ada perubahan yang “tidak penting” pada revisi Uthman. Khalidi mengatakan kepercayaan Muslim tentang penulisan Qur’an masih kurang lebih betul. ‘Saya belum melihat sesuatu yang bisa mengubah pandangan saya secara radikal,’ katanya. [Jones] meyakini bahwa Al-Qur’an Sana’a bisa saja merupakan salinan yang salah yang digunakan oleh orang-orang yang belum menggunakan teks Uthmanic. “Bukan hal yang tidak mungkin setelah penyeragaman ke teks Uthman, butuh waktu yang lama untuk penyaringan.’

Selain itu artikel tersebut juga menuliskan beberapa reaksi positif dari Muslim terhadap penelitian Puin. Salim Abdullah, direktur arsip Islami Jerman, ketika diberikan peringatan mengenai kontroversi yang bisa dihasilkan oleh penelitian Puin berkomentar, “Saya menantikan diskusi semacam ini untuk topik ini

Dr Thariq Khalidi dan Profesor Jones LEBIH JENIUS dari G puin.analisis mereka tepat sekali.mushaf sanaa adalah salinan salah dari quran……kesalahan lupa menulis FIIHI dll…..kesalahan2 kecil yang di perbaiki kemudia.mengingat zaman itu alat cetak dan komputer belum lagi ada,butuh waktu lama untuk penyeragaman ke teks usmani.bahkan dengan pemikiran jenius khalidi,dia tak terpengaruh dengan analisis salah Puin tentang manuskrip sanaa.soal kesalahan salin ini telah di endus oleh Huzaifah Al-yamani masa Usman bin Affan:

Bukhari(4604) dalam sahihnya menceritakan dgn isnad ibn syihab dari anas.pasukan islam masa usman sudah sampai di syam dan irak,juga armenia dan azerbayzan.Huzaifah al yamani menghadap khalifah usman mengutarakan kekhawatiran tentang perbedaan cara bacaan quran dikalangan kaum muslimin.huzaifah berkata:”ya amirul mukminin,persatukanlah segera umat ini sebelum mereka berselisih mengenai kitabullah sebagaimana yg terjadi dikalangan yahudi dan nasrani.

KESIMPULAN

Penemuan quran manuskrip sanaa sama sekali tak bisa meruntuh kan mushaf usmani.malah kita menemukan manuskrip yaman ini bukti pendahulu islam sangat ketat menjaga kemurnian Al-quran.dengan usaha penulis manuskrip menghapus lower teks(yang di sangka secara salah dan konyol G Puin versi quran ratusan tahun sebelum islam datang yang lebih tua dari manuskrip sanaa atas teks,padahal itu teks salah salin)di ganti teks atas yang merupakan versi valid dari usman.di negri kita, kristen kerap menyajikan link wikipedia indo dan inggris tentang manuskrip sanaa dengan mengandal kan analisis salah dan usang dari G Puin.lalu memberi judul2 bombastis seperti Hancur nya ke ilahiyah quran,rahasia Quran terungkap dll.lalu mereka sama sekali tak paham betul apa yang mereka rujuk dan copas.

 

 

 

 

 

 

ANSWERING-FF.ORG

Timbangan Agama-agama lewat pemikiran,analisa dan tulisan

KRISTOLOG.COM

Kajian Ilmiah Kristologi

Lampu Islam

Timbangan Agama-agama lewat pemikiran,analisa dan tulisan

SERANGAN BALIK UNTUK INDONESIA.FAITHFREEDOM.ORG (serbuiff)

Siap membombardir habis gembong IFF dan spesies lainnya yang sejenis

Answering Misionaris

Menjawab Fitnah terhadap Islam

Kerajaan Agama

http://kerajaanagama.wordpress.com/ 2009 - 2011

MUSLIM MENJAWAB TANTANGAN

[3:190] Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,

---PENGINJIL---

KRISTEN ADALAH PENERUS AGAMA PAGAN

Edyprayitno's sang Mualaf

FORUM DIALOG LESEHAN DAN KAJIAN KRISTOLOGI

Kristenisasi - Pemurtadan - Kristologi

A. AHMAD HIZBULLAH MAG's Blog