Posts from the ‘Jizyah’ Category

BENAR KAH JIZYAH HARUS DI PUNGUT DENGAN MENGHINA?

قَٰتِلُوا۟ ٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَلَا بِٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ وَلَا يُحَرِّمُونَ مَا حَرَّمَ ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥ وَلَا يَدِينُونَ دِينَ ٱلْحَقِّ مِنَ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَٰبَ حَتَّىٰ يُعْطُوا۟ ٱلْجِزْيَةَ عَن يَدٍۢ وَهُمْ صَٰغِرُونَ

Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.

Ayat di atas di tafsir kan beberapa ulama dengan tafsiran melenceng yakni kata Shaaghirun bermakna penyerahan jizyah itu harus menghina diri nya dan jizyah itu adalah sarana menghina ketidak berimanan mereka.jika itu benar maka tentu pendeta,biarawan tak di bebas kan dari jizyah karena mereka paling beragama di banding umat nya.nyata nya mereka di bebas kan dari jizyah.

TAFSIRAN MELENCENG DARI KATA SHAAGHIRUN

Shagirun jika di terjemah kan adalah kecil…

sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan Shaaghirun(kecil)

Ada ulama-ulama menafsir kan Shaaghirun adalah Jizyah adalah untuk mempermalukan/mengecil kan agama pemberi jizyah karena ketidak percayaan mereka.Menurut Ziauddin Ahmed, menurut mayoritas ahli hukum Islam, jizyah dipungut atas non-Muslim untuk mempermalukan mereka karena ketidakpercayaan mereka.

 

Ann Lambton menyatakan bahwa jizyah itu harus dibayar “dalam kondisi memalukan”. [58].  Ennaji dan ilmuwan lainnya menyatakan bahwa beberapa ahli hukum mewajibkan jizya untuk dibayar setiap orang, dengan menunjukkan dirinya sendiri, tiba dengan berjalan kaki tanpa menunggang kuda, dengan tangan, untuk memastikan bahwa dia menurunkan dirinya untuk menjadi sasaran, dan dengan sukarela membayar.

Menurut Mark R. Cohen, Quran sendiri tidak memerintah kan  perlakuan yang memalukan untuk para dhimmi saat membayar Jizya, namun beberapa di antaranya kemudian menafsirkannya sebagai “perintah yang tidak jelas untuk merendahkan dhimmi (non-Muslim) melalui metode remisi yang merendahkan”Sebaliknya, ilmuwan hadis abad ke-13 dan ahli hukum Syafi’i Al-Nawawī, memberi komentar pada mereka yang akan memberlakukan penghinaan dan pembayaran jizya, yang menyatakan, “Mengenai praktik yang telah disebutkan di atas, saya tidak mengetahui adanya dukungan untuk itu dalam hal ini, dan hanya disebutkan oleh para ilmuwan Khurasan. Mayoritas ulama mengatakan bahwa jizya harus diambil dengan kelembutan.

Pendapat yang benar dan benar adalah bahwa praktik ini tidak benar dan mereka yang merancangnya harus ditolak. Hal ini tidak berhubungan bahwa Nabi atau salah satu khalifah Rasyidun melakukan hal seperti itu saat mengumpulkan jizya.Ibn Qudamah juga menolak praktik ini dan mencatat bahwa Muhammad dan khalifah Rashidun mendorong agar jizyah dikumpulkan dengan kelembutan dan kebaikan

Jadi tafsiran Shaghirun adalah menarik jizyah untuk mempermalukan agama yang di tahluk kan adalah salah dan tertolak.tak pernah di ajar kan Rasulullah dan para Khulafaur Rasyidin.penghinaan itu hanya tafsiran salah dari manusia.sedang kan imam Malik berkata:

“Tidak ada seorang pun setelah Nabi Shallallahu alaihi wa sallam, kecuali dari perkataannya itu ada yang diambil dan yang ditinggalkan, kecuali Nabi Shallallahu alaihi wa sallam.” (Ibnu Abdil Hadi di dalam Irsyadus Salik, 1/227)

MAKNA SHAGHIRUN YANG TEPAT

Makan Shaghirun yang tepat adalah bukan berarti kita membuat kecil dan hina Ahlu zimmah setelah kita menahluk kan nya….tetapi ayat ini di maknai dalam keadaan tertahluk kan,yang semula nya mereka gagah perkasa lalu menjadi kecil tertahluk kan.

sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk(kecil)

Di manapun lawan sebelum di tahluk kan terdiri dari berbagai pemimpin dan pendekar gagah perkasa,jawara,tentara,ormas dll yang punya power.maka ketika mereka di tahluk kan kesombongan mereka menjadi kecil.jadi itu makna Shaghirun.bukan bermakna penghinaan dan menjadi warga kelas dua ketika di tahluk kan muslim dan bukan bermakna mereka memberikan jizyah dengan me nghina kan diri.

Namun bagai mana dengan hadist ini?

“Janganlah kalian mendahului orang-orang Yahudi dan Nasrani memberi salam. Apabila kalian berpapasan dengan salah seorang di antara mereka di jalan, maka desaklah dia ke jalan yang paling sempit. (HR. Muslim Nomor 2167)

Syekh Yusuf al-Qaradhawi mengatakan Hadits riwayat Abu Hurairah di atas itu diucapkan Rasul dalam konteks perang.

Indikasinya terdapat dalam Hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari dalam Kitab Adab al-Mufrad bahwa Rasulullah hendak pergi berperang dengan menaiki kendaraannya ke tempat perkampungan Yahudi dan mengatakan jangan memulai salam kepada mereka. Tentu saja mau perang kok pakai mengucapkan salam. Tidak mungkin kan! Dan dalam suasana mau berangkat perang, kalau ketemu bakal musuh di jalan, ya tentu kita harus tunjukkan kebesaran dengan menguasai jalan hingga mereka terdesak ke pinggir. Jadi, konteksnya adalah suasana perang, bukan suasana normal sehari-hari.

LEMAH LEMBUT DALAM MEMUNGUT JIZYAH

Jadi dalam islam di ajar kan sifat lemah lembut dalam segala hal termasuk memungut Jizyah.

Al-Bukhari meriwayatkan dari Aisyah hadits no.6927 bahwa Rasulullah bersabda.

يَاعَائِشَةُ إِنَّ اللَّهَ رَفِيْقٌ يُحِبُّ الرِّفْقَ فِيْ الأَمْرِ كُلِّهِ

“Wahai Aisyah, sesungguhnya Allah itu Mahalembut dan mencintai kelembutan di dalam semua urusan”

 

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Muslim no. 2593 dengan lafaz.

يَا عَائِشَةُ إِنَّ اللَّهَ رَفِيْقٌ يُحِبُ الرِّفْقَ وَيُعْطِى عَلَى الرِّفْقِ مَا لاَ يُعطِِي عَلَى الْعُنْفِ وَمَالاَ يُعْطِي عَلَى مَا سِوَاهُ

“Wahai Aisyah, sesunguhnya Allah itu Mahalembut dan mencintai kelembutan. Allah memberi kepada kelembutan hal-hal yang tidak diberikan kepada kekerasan dan sifat-sifat lainnya”

Muslim meriwayatkan hadits dalam kitab Shahihnya no.2594 dari Aisyah, Nabi bersabda.

إِنَّالرِّفْقَ لاَيَكُونُ فِي شَيْءٍ إِلاَّ زَانَهُ وَلاَ يُنْزَ عُ مِنْ شَيءٍ إِلاَّ شَانَهُ

“Sungguh, segala sesuatu yang dihiasi kelembutan akan nampak indah. Sebaliknya, tanpa kelembutan segala sesuatu akan nampak jelek”

لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُم مِّن دِيَارِكُمْ أَن تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ.

Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil” (QS. Al-Mumtahah: 8)

Penyerahan jizyah dengan MENGHINA DIRI tentu tidak adil bagi Ahlu zimmah mereka di diskriminasi begitu rupa dalam negara islam.maka memungut jizyah dengan menghina diri bertentangan dengan ayat di atas yang mana berbuat adil juga harus di terap kan pada agama lain.

Allah Ta’ala berfirman,

وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلى أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلا تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا

Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik.” (QS. Luqman: 15)

Orang tua kafir harus di pergauli dengan baik di dunia.ayat ini menunjuk kan orang tua adalah orang terbaik kita….begitu juga non muslim adalah jika warga negara yang baik maka berhak mendapat pergaulan yang baik pula.sebab pada dasar nya pergaulan baik dengan orang-orang kafir di boleh kan selama tak memerangi muslim dan mengusir dari tanah mereka.maka menyuruh kafir zimmi menyerah kan jizyah dengan menghina diri adalah perbuatan akhlak jahat dan tidak adil.

Praktik mempermalukan pemberi jizyah tak pernah di lakukan oleh Rasulullah dan para khulafaur Rasyidin.itu hanya tafsiran melenceng pada ulama-ulama belakangan dan di tentang ulama-ulama lain seumpama Imam Nawawi dan ibnu qudamah.

 

 

 

Iklan

PERANG DZATUS SALASIL

Invasi Khalid bin Walid di Irak

Suatu tuduhan pihak pengkritik Islam adalah Jika muslim berperang seluruh kota yang di tahluk kan di jadikan harta rampasan perang.seperti uang,rumah,wanita,anak-anak,dll dan semua manusia di jadikan budak.tentu hal itu tak sesuai dengan sejarah Islam awal.dalam perang muslim hanya mengambil Ghanimah hanya terbatas pada pasukan musuh yang terlibat perang.Simak Screenshot buku Ibnu katsir Bidayah wan Nihayah dalam priode Abu bakar Shiddiq

 

 

Dalam tulisan Ibnu Katsir di atas dapat kita simpul kan:

1)Terjadi keajaiban pada pertempuran di atas,ketika pasukan Khalid tak mendapat sumber air dan kehausan ternyata datang awan tebal yang menurun kan hujan kepada mereka.

2)Pasukan Muslim berhasil menguasai seluruh bekal dan senjata pasukan Persia yang Ghanimah itu jika di kumpul kan berjumlah 1000 pikulan unta.

3)Khalid mengirm 1/5 dari harta itu kepada Abu Bakar Shiddiq beserta Gajah besar Persia.

4)Abu Bakar Shiddiq mengembalikan gajah itu kepada Khalid sekaligus mengirim surat kepada Khalid agar mengambil seluruh harta Hurmuz.topi nya Hurmuz saja seharga 100.000 Dinar terbuat dari intan permata

5)Khalid bin Walid tak mengganggu para Petani(Rakyat) dan tak mengganggu anak dan isteri mereka,sebab Khalid hanya memerangi tentara persia saja.

Jadi ketika pasukan muslim menyerang suatu kota kafir,maka Ghanimah hanya di ambil pada tentara yang terlibat perang.adapun rakyat umum tak di ganggu dan di sakiti sebab mereka tak mengangkat senjata dan bukan orang militer.contoh yang jadi Ghanimah apa yang ada pada panglima persia Hurmuz.jika ada wanita yang di tawan dalam perang islam masih lebih baik ketimbang pada pasukan Bar-bar wanita-wanita itu di bunuh atau di lempar kan saja terlantar dalam kemiskinan setelah perang.

ANSWERING-FF.ORG

Timbangan Agama-agama lewat pemikiran,analisa dan tulisan

KRISTOLOG.COM

Kajian Ilmiah Kristologi

Lampu Islam

Timbangan Agama-agama lewat pemikiran,analisa dan tulisan

SERANGAN BALIK UNTUK INDONESIA.FAITHFREEDOM.ORG (serbuiff)

Siap membombardir habis gembong IFF dan spesies lainnya yang sejenis

Answering Misionaris

Menjawab Fitnah terhadap Islam

Kerajaan Agama

http://kerajaanagama.wordpress.com/ 2009 - 2011

MUSLIM MENJAWAB TANTANGAN

[3:190] Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,

---PENGINJIL---

KRISTEN ADALAH PENERUS AGAMA PAGAN

Edyprayitno's sang Mualaf

FORUM DIALOG LESEHAN DAN KAJIAN KRISTOLOGI

Kristenisasi - Pemurtadan - Kristologi

A. AHMAD HIZBULLAH MAG's Blog