Posts from the ‘Islam dan sains’ Category

Syubhat-syubhat tentang bumi di hampar kan

Hamparan indah bumi bagi kehidupan manusia yang nyaman

 

Kali ini saya hendak membahas terjemahan bumi di hampar kan dalam bahasa inggris yang sering di masalah kan pengkritik.antara lain terjemahan sbb:

TERJEMAHAN PERTAMA

Yusuf Ali

And the earth We have spread out (like a carpet); set thereon mountains firm and immovable; and produced therein all kinds of things in due balance.

19. Dan Kami telah menghamparkan bumi(  وَالۡاَرۡضَ مَدَدۡنٰهَا )   dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran.(Al-Hijr(15)19)

Dalam ayat di atas Yusuf Ali menterjemah kan bumi menyebar/menghampar seperti karpet.padahal para penterjemah bahasa inggris lain nya pada ayat di atas(surat Al-Hijr ayat 19)tidak menterjemahkan like a carpet….tetapi extended it(memperluas nya/Dr Ghali),Spread out(menyebar/menghampar/Muhsin Khan,Pitchall,sahih international,Abdul haleem,Mustafa Khattab clear quran,Mustafa Khattab), stretched it out( Kami telah merentangkannya/Maududi,mufti Taqi usmani)

Jadi terjemahan Yusuf Ali mengataka bumi di hampar kan seperti karpet…..tetapi penterjemah inggris lain nya pada ayat itu tidak menterjemahkan seperti itu.

Oke….apakah sesederhana itu memahami bumi di hampar kan seperti karpet berarti bumi datar?tentu tak semudah itu.dalam ayat itu hanya seperti karpet…berarti bukan karpet benaran

Arti nya bumi itu di hampar kan nyaman seperti kita menghampar kan karpet….bumi itu di ibarat kan sebagai hamparan karpet yang kanan,kiri,depan,belakang nya di penuhi kenyamanan dan fasilitas.seperti seorang Raja bertelekan di karpet di dalam karpet itu di sediakan buah,makanan,minuman,dst….begitu juga bumi di hampar kan seperti karpet di penuhi segala fasilitas dan kenyamanan….ada pohon kelapa,bawang,cabe,buah-buahan,padi-padian,barang tambang,ikan laut dll hingga dari itu semua di hasil nya jutaan item barang2 produksi

Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi (sumber) penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur. (Q.S. Al-A’raaf : 10)

Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan, dan kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman dan pohon korma yang bercabang dan yang tidak bercabang, disirami dengan air yang sama. Kami melebihkan sebahagian tanam-tanaman itu atas sebahagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berfikir.(Ar-Ra’du 4)

Dan Kami telah menjadikan untukmu di bumi keperluan-keperluan hidup, dan (Kami menciptakan pula) makhluk-makhluk yang kamu sekali-kali bukan pemberi rezeki kepadanya.(Al-Hijr 20)

Al-quran adalah bahasa sastra….maka perlu juga di pandang sebagai bahasa sastra,perumpamaan….misal kan tangan Allah….apakah kita menafsir kan tangan Allah sebagai tangan yang sebenar nya?

Dan orang-orang Yahudi itu berkata: “Tangan Allah terbelenggu (bakhil – kikir)”, tangan merekalah yang terbelenggu dan mereka pula dilaknat dengan sebab apa yang mereka telah katakan itu, bahkan kedua tangan Allah sentiasa terbuka (nikmat dan kurniaNya luas melimpah-limpah). Ia belanjakan (limpahkan) sebagaimana yang Ia kehendaki; dan demi sesungguhnya, apa yang telah diturunkan kepadamu dari tuhanmu itu akan menjadikan kebanyakan dari mereka bertambah derhaka dan kufur; dan Kami tanamkan perasaan permusuhan dan kebencian di antara mereka hingga hari kiamat. Tiap-tiap kali mereka menyalakan api peperangan, Allah memadamkannya; dan mereka pula terus-menerus melakukan kerosakan di muka bumi, sedang Allah tidak suka kepada orang-orang yang melakukan kerosakan.( Qs 5:64)

Apakah kita mengatakan Allah punya tangan dua seperti manusia?tentu tidak….dua tangan Allah itu gaya bahasa saja menyesuai kan dengan bahasa manusia sehari-hari…pada kenyataan nya gak mungkin Allah punya dua tangan seperti manusia…Dia itu walam yakun lahu kufuan ahad.

Begitu juga bumi menghampar seperti karpet,tidak bisa di artikan bumi datar seperti karpet beneran.tetapi bumi di hampar kan seperti karpet adalah bahasa sastra yang dalam pengertian nya,yakni bumi tempat leyeh-leyeh yang nikmat seperti layak nya nikmat nya hamparan karpet

TERJEMAHAN KEDUA

Yusuf Ali

“He Who has, made for you the earth like a carpet spread out( dibuat untukmu bumi seperti karpet yang tersebar/terbentang)  ; has enabled you to go about therein by roads (and channels); and has sent down water from the sky.” With it have We produced diverse pairs of plants each separate from the others.

53. Yang telah menjadikan bagimu bumi sebagai hamparan(  الَّذِىۡ جَعَلَ لَـكُمُ الۡاَرۡضَ مَهۡدًا )   dan Yang telah menjadikan bagimu di bumi itu jalan-ja]an,dan menurunkan dari langit air hujan. Maka Kami tumbuhkan dengan air hujan itu berjenis-jenis dari tumbuh-tumbuhan yang bermacam-macam.(Thaha(20)53)

Penjelasan nya sama seperti di atas.bahkan dari ayat quran lain kita bisa menafsir kan bahwa karpet yang di maksud adalah layak nya tempat tidur,tempat istirahat,tempat buaian dll.bukan berati bumi datar seperti karpet

lagi pula hanya Yusuf Ali yang menterjemah kan like a carpet pada ayat itu,yang lain tidak…maka terjemahan Yusuf Ali bisa kita abai kan…tetapi sebenar nya tidak mengapa sebab pengertian nya pun bukan sebagai datar.

TERJEMAHAN KETIGA

Mufti Taqi Usmani

And the earth was spread out by Us as a floor( disebar oleh Kami sebagai lantai)  ; so how well have We spread it out!

48. Dan bumi itu Kami hamparkan, maka sebaik-baik yang menghamparkan (adalah Kami)(  وَالۡاَرۡضَ فَرَشۡنٰهَا فَنِعۡمَ الۡمٰهِدُوۡنَ ) .(Adz-Dzariat(51)48)

Pada terjemahan inggris lain nya pada ayat di atas ialah:

1)a Bedding/sebagai tempat tidur(Dr Ghali

2)spread (Dr Mustafa Khattab,muhsin Khan,Maududi,Abdul Haleem,yusuf Ali,sahih international)

3)Laid out(Pichall)

Bumi sebagai lantai bisa saja….sebaba langit sebagai atap nya.lagi-lagi ini hanya bahasa sastra…bukan berarti bumi datar seperti lantai.tetapi memang nyata nya bumi di umpama kan sebagai lantai tempat manusia berpijak.dan memang kenyataan nya bumi sebagai alas kaki manusia yang kita sebut lantai….jadi bumi itu ibarat lantai dan langit atap nya.

TERJEMAHAN KEEMPAT

Dr. Ghali

And Allah has the earth for you as an outspread (rug),/terhampar/permadani

19. Dan Allah menjadikan bumi untukmu sebagai hamparan,(  وَاللّٰهُ جَعَلَ لَـكُمُ الۡاَرۡضَ بِسَاطًا ۙ ) (Nuh(71)19)

Seperti hal nya karpet…permadani juga bisa di tafsir kan sebagai tempat untuk kenyamanan.bumi sebagai tempat yang nyaman.jadi bukan berarti bumi datar seperti permadani.

TERJEMAHAN KELIMA

Dr. Ghali

And the earth, after that He flattened it (for life)./Dia meratakannya untuk kehidupan

30. Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya.( وَالۡاَرۡضَ بَعۡدَ ذٰلِكَ دَحٰٮهَا ؕ ) (An-Naaziat(79)30)

Mudah sekali memahami ayat di atas….Allah telah meratakan bentuk bumi untuk kehidupan manusia.apa jadi nya jika hampir 90 persen bentuk bumi pegunungan semua?tentu manusia sulit untuk hidup nyaman dengan bentuk bumi seperti itu….dengan hikmah Allah,,Allah hanya menjadikan gunung jarang-jarang dan lebih banyak bidang rata untuk di tempati

TERJEMAHAN KEENAM

Dr. Mustafa Khattab, The Clear Quran

and the earth—how it was levelled(Di ratakan) out?

20. Dan bumi bagaimana ia dihamparkan?( وَاِلَى الۡاَرۡضِ كَيۡفَ سُطِحَتۡ ) (Al-Ghasiyah(88)20)

Memahami nya sangat mudah….seperti ayat di atas bumi di ratakan untuk kehidupan manusia yang nyaman.

MEMAHAMI QURAN ITU JANGAN MENAFSIR KAN DENGAN DANGKAL APALAGI HAWA NAFSU PERMUSUHAN

Seperti jika ada ayat di katakan Allah menghampar kan bumi….otomatis di pikiran bumi itu datar….sesuatu yang menghampar pasti datar.padahal tidak semua begitu…bukti nya bumi menghampar seperti datar ternyata ia bulat.datar nya bumi terlihat karena sangat lebar dan luas nya bumi….seperti lalat yang hinggap di globe sebesar rumah misal nya…mungkin lalat itu hanya melihat bidang datar

Seperti menafsir kan tangan Allah

Orang  berfikiran dangkal=menafsir kan itu tangan beneran seperti manusia

Orang berfikiran dalam=bukan tangan seperti manusia yang di makdsud,itu perumpamaan keagungan Allah

Lalu menafsirkan bumi sebagai hamparan/di hampar kan

Orang berfikiran dangkal=Bumi memang datar

Orang berfikiran dalam=itu perumpamaan bahwa bumi itu di hanpar kan bagi kehidupan manusia,bukan menunjuk kan bumi datar.

Allah ta’ala berfirman :

هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ مِنْهُ آَيَاتٌ مُحْكَمَاتٌ هُنَّ أُمُّ الْكِتَابِ وَأُخَرُ مُتَشَابِهَاتٌ فَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ زَيْغٌ فَيَتَّبِعُونَ مَا تَشَابَهَ مِنْهُ ابْتِغَاءَ الْفِتْنَةِ وَابْتِغَاءَ تَأْوِيلِهِ وَمَا يَعْلَمُ تَأْوِيلَهُ إِلَّا اللَّهُ وَالرَّاسِخُونَ فِي الْعِلْمِ يَقُولُونَ آَمَنَّا بِهِ كُلٌّ مِنْ عِنْدِ رَبِّنَا وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ
(سورة آل عمران : 7)

Artinya : Dia-lah yang menurunkan Al Kitab (Al Qur’an) kepada Muhammad. Di antara isi)nya ada ayat-ayat muhkamat, itulah Umm Al Qur’an (yang dikembalikan dan disesuaikan pemaknaan ayat-ayat al Qur’an dengannya) dan yang lain ayat-ayat mutasyabihat. Adapun orang-orang yang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti ayat-ayat yang mutasyabihat untuk menimbulkan fitnah dan untuk mencari-cari takwilnya sesuai dengan hawa nafsunya, padahal tidak ada yang mengetahui takwilnya (seperti saat tibanya kiamat) melainkan Allah serta orang-orang yang mendalam ilmunya mengatakan : “kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyabihat, semuanya itu berasal dari Tuhan kami”. Dan tidak dapat mengambil pelajaran darinya kecuali orang-orang yang berakal” (Q.S. Al Imran : 7)

KECERDIKAN ALLAH MENURUN KAN AYAT TENTANG BUMI

Allah menurunkan ayat tentang bumi tidak tegas mengatakan apakah bumi itu datar,apa bumi itu bulat.Allah hanya mengatakan bumi sebagai hamparan,tempat tidur,tempat istirahat,tempat kehidupan,dll….semua sebagai bahasa sastrawi dan perumpamaan yang hanya ber fokus pada bumi sebagai tempat yang nyaman dan aman bagi kehidupan manusia,tempat yang di penuhi fasilitas kehidupan.sebab quran bukan untuk pelajaran ilmu bumi dan geografi….tetapi buku petunjuk kehidupan agar bahagia Dunia dan Akhirat.

QURAN BICARA PADA SESUAI AKAL MANUSIA PADA ZAMAN QURAN DI TURUN KAN

Apa jadi nya jika Quran mengatakan bumi bulat pada saat itu?tentu pikiran sederhana zaman itu akan menolak…..sebab mereka melihat jika dari atas gunung misal nya sepanjang mata memandang hanya hamparan seperti permadani atau karpet.maka tentu dakwah Rasulullah tentu makin banyak penentang nya.

Maka Allah cerdik meurun kan ayat quran sesuai akal zaman quran turun pada saat itu yang pikiran manusia masih sederhana.seperti Allah tidak menjelas kan rinci bagaimana lebah makan dengan cucuk nya,serbuk sari dll,hanya di sebut kan sesuai akal dan bahasa zaman itu.lagi pula quran bukan buku ilmu bumi,ilmu Biologi dst tetapi turun sebagai buku petunjuk hidup bagi kebahagiaan Dunia dan Akhirat.

BAGAIMANA BENTUK BUMI DI ALKITAB?

It is he that sitteth upon the circle of the earth, and the inhabitants thereof are as grasshoppers; that stretcheth out the heavens as a curtain, and spreadeth them out as a tent to dwell in:
He will surely violently turn and toss thee like a ball into a large country: there shalt thou die, and there the chariots of thy glory shall be the shame of thy lord’s house.

 Dalam bahasa ibrani Yesaya membedakan penulisan lingkaran(Chug)dengan bola(dur)….hingga Yesaya 40:22 tidak bisa di jadikan dalil bumi itu bulat seperti bola….tetapi bumi sesungguh nya datar seperti uang koin

דּוּר   duwr

חוּג   chuwg

Banyak hujatan muslim sebagai kaum bumi datar datang dari orang-orang kristen fanatik.padahal banyak kristen yang tersadar setelah membaca Alkitab memang bumi itu datar seperti uang koin.ya….bumi memang dalam Alkitab berbentuk uang koin datar.Yesaya membedakan Chug(lingkaran)dengan Dure(bola)….jadi lingkaran ya lingkaran….bukan bola .

Berikut Chug dalam terjemahan asli Ibrani dalam Yesaya 40:22

Dan Yesaya menulis bola dengan Dur dalam Yesaya 22:18

http://www.scripture4all.org/OnlineInterlinear/Hebrew_Index.htm

Jadi dalam Yesaya 40:22 bumi berbentuk lingkaran seperti uang koin.jadi dalam yesaya memang bumi berbentuk bulat tapi datar seperti hal nya uang koin.

Sarapan pagi ber-apologi ada cendikiawan kristen mengartikan Chug sebagai bola bumi….dan itu salah….sebab bola hanya di tulis dengan Dur….sedang kan lingkaran seperti uang koin adalah Chug seperti yang di tulis yesaya….yesaya membedakan Chug(lingkaran)dengan Dur(bola)

The ancient Israelites envisaged a universe made up of a flat disc-shaped earth floating on water, heaven above, underworld below.[6] Humans inhabited earth during life and the underworld after death, and the underworld was morally neutral;[7]

Bangsa Israel kuno membayangkan alam semesta yang terdiri dari bumi berbentuk cakram datar yang mengapung di atas air, surga di atas, dunia bawah di bawah. Manusia menghuni bumi selama hidup dan dunia bawah setelah kematian, dan dunia bawah secara moral netral

Lagi kutipan dari wikipedia :

In the Old Testament period, the earth was most commonly thought of as a flat disc floating on water.[17]

Dalam periode Perjanjian Lama , bumi itu paling sering dianggap sebagai disc datar mengambang di atas air

Memahami hadist musykil matahari beredar dan sujud di bawah Arasy

Hadist tentang Matahari beredar di bawah Arasy dan bersujud adalah termasuk hadist yang musykil dan rumit untuk di pahami….mungkin ada yang Murtad hanya membaca sekilas hadist di atas karena keraguan hati.kebanyakan mungkin murtad ke Atheisme(karena kristen pun di pandang banyak kesalahan dalam Alkitab).pada kesempatan ini saya hendak menjelas kan kerumitan hadist ini semoga anda mendapat pencerahan di dalam nya:

HADIST TENTANG MATAHARI BER-SUJUD

Dari Abu Dzar  bahwa pada suatu hari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Tahukah kalian ke manakah matahari ini pergi?” Mereka berkata, “Alloh dan Rasul-Nya lebih mengetahui?” Beliau bersabda, “Sesungguhnya matahari ini berjalan sehingga sampai ke tempat peredarannya di bawah Arsy, lalu dia bersujud. Dia tetap selalu seperti itu sehingga dikatakan kepadanya: ‘Bangunlah! Kembalilah seperti semula engkau datang’, maka dia pun kembali dan terbit dari tempat terbitnya, kemudian dia berjalan sehingga sampai ke tempat peredarannya di bawah Arsy, lalu dia bersujud. Dia tetap selalu seperti itu sehingga dikatakan kepadanya: ‘Bangunlah! Kembalilah seperti semula engkau datang’, maka dia pun kembali dan terbit dari tempat terbitnya, kemudian berjalan sedangkan manusia tidak menganggapnya aneh sedikitpun darinya sehingga sampai ke tempat peredarannya di bawah Arsy, lalu dikatakan padanya: ‘Bangunlah, terbitlah dari arah barat’, maka dia pun terbit dari barat.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), “Tahukah kalian kapan hal itu terjadi? Hal itu terjadi ketika tidak bermanfaat lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu atau dia belum mengusahakan kebaikan dalam masa imannya.”

Takhrij Hadits

  • Diriwayatkan oleh Bukhari 4802,3199,7424,7433, Muslim 159 -dan ini lafazhnya, Ath-Thayyalisi dalam Musnadnya 460, Ahmad dalam Musnadnya 5/145,152,165,177, Abu Dawud 4002, Tirmidzi 3227, Nasa’i dalam Sunan Kubra 11430, Al-Baghawi dalam Syarh Sunnah 4292, 4293, dan lain sebagainya. Seluruhnya dari jalur Ibrahim bin Yazid at-Taimi dari ayahnya dari Abu Dzar z/.

Abu Isa At-Tirmidzi berkata, “Hadits ini hasan shahih.” Al-Baghawi berkata, “Hadits shahih menurut syarat Muslim.”

Kronologis Hadist di atas adalah:

1)Matahari terbenam….lalu matahari ini berjalan sehingga sampai ke tempat peredarannya di bawah Arsy

2)lalu dia bersujud. Dia tetap selalu seperti itu sehingga dikatakan kepadanya: ‘Bangunlah! Kembalilah seperti semula engkau datang

3)maka dia pun kembali dan terbit dari tempat terbitnya,

4)kemudian dia berjalan sehingga sampai ke tempat peredarannya di bawah Arsy, lalu dia bersujud. Dia tetap selalu seperti itu sehingga dikatakan kepadanya: ‘Bangunlah! Kembalilah seperti semula engkau datang’, maka dia pun kembali dan terbit dari tempat terbitnya

5)kemudian berjalan sedangkan manusia tidak menganggapnya aneh sedikitpun darinya sehingga sampai ke tempat peredarannya di bawah Arsy, lalu dikatakan padanya: ‘Bangunlah, terbitlah dari arah barat’, maka dia pun terbit dari barat

Dari Abu Dzar bahwa pada suatu hari Rasulullah pernah bersabda: “Tahukah kalian kemanakah matahari itu pergi? Mereka berkata: Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui. Beliau bersabda: “Sesungguhnya matahari itu berjalan sehingga sampai ke tempat peredarannya di bawah ‘Arsy, lalu dia bersujud. Dia tetap selalu seperti itu sehingga dikatakan kepadanya: Bangunlah! Kembalilah seperti semula engkau datang. Maka dia pun kembali dan terbit dari terbitnya, kemudian dia berjalan sehingga sampai ke tempat peredarannya di bawah ‘Arsy, lalu dia bersujud. Dia selalu seperti itu sehingga dikatakan kepadanya: Bangunlah! Kembalilah seperti semula engkau datang. Maka dia pun kembali dan terbit dari tempat terbitnya, kemudian berjalan sedangkan manusia tidak menganggapnya aneh sedikitpun darinya sehingga sampai ke tempat peredarannya di bawah ‘Arsy, lalu dikatakan kepadanya: Bangunlah! Terbitlah dari barat. Maka dia pun terbit dari barat.” (Shahih. HR. Bukhari, Muslim, Ahmad, Abu Dawud, dan selainnya)

DAN SEMUA YANG ADA DI LANGIT DAN DI BUMI SUJUD KEPADA ALLAH

Hadist di atas sebenar nya berbicara tentang ketundukan dan semua mahluk Allah di langit dan bumi ibadah pada Allah.

Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Alloh bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata, dan sebagian besar daripada manusia(QS.Al-Hajj:18)

JARAK ARASY

حَدَّثَنَا بَحْرُ بْنُ نَصْرِ بْنِ سَابِقٍ الْخَوْلانِيُّ، قَالَ: ثنا أَسَدٌ، قَالَ: ثنا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ، عَنْ عَاصِمِ ابْنِ بَهْدَلَةَ، عَنْ زِرِّ بْنِ حُبَيْشٍ، عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ، قَالَ: ” مَا بَيْنَ سَمَاءِ الدُّنْيَا وَالَّتِي تَلِيهَا مَسِيرَةَ خَمْسِ مِائَةِ عَامٍ، وَبَيْنَ كُلِّ سَمَاءٍ مَسِيرَةَ خَمْسِ مِائَةِ عَامٍ، وَبَيْنَ السَّمَاءِ السَّابِعَةِ وَبَيْنَ الْكُرْسِيِّ خَمْسِ مِائَةِ عَامٍ، وَالْعَرْشُ فَوْقَ السَّمَاءِ، وَاللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى فَوْقَ الْعَرْشِ، وَهُوَ يَعْلَمُ مَا أَنْتُمْ عَلَيْهِ ”

Telah menceritakan kepada kami Bahr bin Nashr bin Saabiq Al-Khaulaaniy, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami Asad, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami Hammaad bin Salamah, dari ‘Aashim bin Bahdalah, dari Zirr bin Hubaisy, dari Ibnu Mas’uud, ia berkata : “Jarak antara langit dunia dan langit di atasnya sejauh perjalanan selama 500 tahun. Jarak antara setiap langit dengan langit lainnya sejauh perjalanan selama 500 tahun. Jarak antara langit ketujuh dan kursi sejauh perjalanan selama 500 tahun. Dan ‘Arsy di atas langit, dan Allah tabaaraka wa ta’ala berada di atas ‘Arsy. Ia mengetahui apa yang kalian lakukan” [Diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah dalam At-Tauhiid, hal. 242-243, tahqiq : Dr. ‘Abdul-‘Aziiz Asy-Syahwaan; Daarur-Rusyd, Cet. 1/1408 H].

Sanadnya hasan.

  • ‘Abdullah bin Al-Mubaarak rahimahullah (w. 181 H).

حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ الصَّبَّاحِ الْبَزَّازُ، ثنا عَلِيُّ بْنُ الْحَسَنِ بْنِ شَقِيقٍ، عَنِ ابْنِ الْمُبَارَكِ، قَالَ: قِيلَ لَهُ: كَيْفَ نَعْرِفُ رَبَّنَا؟ قَالَ: ” بِأَنَّهُ فَوْقَ السَّمَاءِ السَّابِعَةِ عَلَى الْعَرْشِ، بَائِنٌ مِنْ خَلْقِهِ ”

Telah menceritakan kepada kami Al-Hasan bin Ash-Shabbaah Al-Bazzaaz : Telah menceritakan kepada kami ‘Aliy bin Al-Hasan bin Syaqiiq, dari Ibnul-Mubaarak. Syaqiiq berkata : Dikatakan kepadanya : “Bagaimana kita mengetahui Rabb kita ?”. Ia (Ibnul-Mubaarak) berkata : “Bahwasannya Allah berada di atas langit yang ketujuh, di atas ‘Arsy, terpisah dari makhluk-Nya” [Diriwayatkan oleh Abu Sa’iid Ad-Daarimiy dalam Ar-Radd ‘alal-Jahmiyyah, hal. 39-40 no. 67, tahqiq : Badr Al-Badr; Ad-Daarus-Salafiyyah, Cet. 1/1405 H. Diriwayatkan juga oleh Al-Bukhaariy dalam Khalqu Af’aalil-‘Ibaad 2/15 no. 13-14 dan ‘Abdullah bin Ahmad dalam As-Sunnah no. 22 & 216 dan Al-Baihaqiy dalam Al-Asmaa’ wash-Shifaat no. 903].

riwayat dari Al-Imam Adz-Dzahabi rahimahullah. Beliau (Asy-Syaikh ’Abdurrahman) berkata :

وروى الترمذي نحوه من حديث أبي هريرة وفيه: ” ما بين سماء إلى سماء خمسمائة عام “. ولا منافاة بينهما؛ لأن تقدير ذلك بخمسمائة عام هو على سير القافلة مثلا، ونيف وسبعون سنة على سير البريد؛ لأنه يصح أن يقال: بيننا وبين مصر عشرون يوما باعتبار سير العادة، وثلاثة أيام باعتبار سير البريد. وروى شريك بعض هذا الحديث عن سماك فوقفه. هذا آخر كلامه

”Dan At-Tirmidzi meriwayatkan yang seperti itu juga dari hadits Abu Hurairah, dan di dalamnya terdapat perkataan : ”Jarak antara satu langit dengan langit lainnya adalah 500 tahun”. Tidak ada pertentangan antara keduanya, karena perhitungan selama 500 tahun adalah dengan perjalanan onta, sedangkan 70 tahun lebih adalah dengan perjalanan kuda. Karena itu, boleh dibilang bahwa jarak antara kita dengan Mesir adalah 20 hari perjalanan biasa atau 3 hari perjalanan kuda. Syaarik meriwayatkan sebagian hadits ini dari Sammaak secara mauquf. Inilah akhir dari perkataan Adz-Dzahabi” [Fathul-Majiid, hal. 534, Al-Maktabah At-Taufiqiyyah, tanpa tahun].

Maka langit adalah 7 lapis….di tambah jarak langit ke 7 dengan arasy adalah 500 di kali 8=4000….jadi jika manusia naik unta dari bumi menuju Arasy Allah membutuh kan 4000 tahun perjalanan.berjalan Star tahun 2000 sebelum masehi baru sampai tahun 2000 masehi zaman modern kini.wallahu alam

MATAHARI SUJUD/BERIBADAT PADA ALLAH SECARA TERATUR

Jika kita melihat hadist di atas,Matahari ketika terbenam ia pergi sujud kepada Allah di bawah Arasy.jadi pada waktu bumi siang pada bagian bumi lain matahari sedang sujud di bawah Arasy….lalu setelah sujud matahari terbenam lalu sujud lagi pada bagian bumi yang tadi nya malam….jadi matahari sujud pada Allah pada siang hari pada dua belah bagian bumi yang mendapat sinar nya

Ketika siang hari matahari sujud di bawah Arasy manusia melihat matahari tetap pada tempat nya….tiada yang aneh….Bumi  tidak gelap gulita ketika matahari sujud di bawah Arasy…hingga Rasul bersabda:

maka dia pun kembali dan terbit dari tempat terbitnya, kemudian berjalan sedangkan manusia tidak menganggapnya aneh sedikitpun darinya sehingga sampai ke tempat peredarannya di bawah Arsy

Jadi menurut berita Ghaib Rasul matahari yang kita lihat pada siang hari hakikat nya sedang sujud di bawah Arasy….cuma manusia tidak merasa aneh dan tetap melihat matahari seperti biasa

BAGAIMANA KITA MEMAHAMI HADIST MUSYKIL DI ATAS?

Terlihat aneh dan musykil?ya….tetapi saya mempunyai beberapa penafsiran kemungkinan pada hadist di atas untuk membebas kan nya dari kemusykilan pikiran kita.

TAFSIRAN PERTAMA=Beredar nya matahari dan sujud nya matahari di bawah Arasy hakikat nya bukan matahari nya yang keluar menuju Arasy….tetapi yang beredar,berjalan dan menuju Arasy adalah ibadah rohaniyah si matahari itu….jadi ketika matahari menyinari bumi di waktu siang matahari sujud,maka roh penghambaan nya beredar,pergi dan menuju Arasy…..seperti manusia sujud salat di bumi maka roh ibadat nya,amal nya dan sujud nya bagai kan sujud di bawah Arasy Allah.ketika saya sujud salat seakan roh dan perasaan saya sujud di bawah Arasy Allah….ketika selesai salat maka saya(roh dan perasaan)kembali ke alam dunia.wallahualam

TAFSIRAN KEDUA=Hakikat nya matahari juga beredar….

Pergerakan Bumi Bersama Matahari

Kita telah mengetahui sejak abad XVI M bahwa bumi berputar pada porosnya serta mengelilingi matahari kemudian terjadi penjelasan pada abad XX M bahwa matahari tidaklah diam di pusat seluruh planetnya, akan tetapi bergeraknya dengan dua gerakan didalam galaksi bima sakti, sebagaimana berikut :

1. Pergerakan matahari secara serasi dengan bintang-bintang galaksi disekitarnya dengan kecepatan 43.000 mil/jam terhadap bintang vega.

2. Pergerakan matahari pada saat yang sama mengelilingi pusat galaksi dengan kecepatan perputarannya mencapai 54.000 mil/jam.

Dan dimana seluruh planetnya—yang sembilan dan satelit-satelitnya termasuk bumi dan bulannya, ikatan-ikatan planetnya serta komet-kometnya—menyertai matahari sementara kita diatas bumi akan bergerak bersama matahari didalam gerakan pertama dan kita berputar bersama matahari didalam gerakan kedua di alam galaksi.

Dan suatu kebenaran yang mengagumkan adalah bahwa kedua gerakan tersebut sempurna analoginya… sebagaimana disebutkan didalam Al Qur’an Al Karim :

1. Pergerakan matahari.

وَالشَّمْسُ تَجْرِي لِمُسْتَقَرٍّ لَّهَا ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ

Artinya : “Dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan yang Maha Perkasa lagi Maha mengetahui.” (QS. Yaasin : 38)

Kata kerja تجرى (berjalan) tampak sesuatu yang nisbi dimata manusia akan pergerakan matahari setiap harinya dari timur ke barat, ia adalah gerakan yang menipu bagi matahari karena yang bergerak adalah bumi, bumilah yang berputar mengelilingi dirinya dari barat ke timur sehingga tampak bagi kita bahwa matahari yang begerak secara nisbi ke arah yang berlawanan dengan gerakan pohon apabila anda lihat dari jendela kereta api… Hal inilah yang tidak diketahui oleh para ahli tafsir klasik.

(والشمس تجرى) “matahari berjalan” merupakan mu’jizat ilmiyah yang besar yang tidak terfikirkan oleh seseorang sehingga disingkap oleh para ahli fisika antariksa setelah tersedianya alat-alat teropong dan memungkinkan tafsir dengan efek doppler yang memunculkan penyingkapan terbesar dipertengahan abad XX ini dan Maha Suci Allah yang menjadikan gumpalan dari api sebanding kurang lebih dengan 333.000 kali gumpalan bumi berputar di kerajaan Allah dengan kecepatan 43.000 mil/jam.

Selanjutnya firman Allah لمستقر لها “ditempat peredarannya” … sebenarnya bahwa tempat peredaran yang menjadi akhir dari pergerakan matahari adalah diantara perkara yang ghaib yang tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui yang menetapkan pergerakan dengan keadaannya yang berakhir sampai tujuannya pada waktu yang hanya Allah saja yang mengetahuinya sebagai petunjuk akan berakhirnya matahari pada masa yang akan datang sebelum atau saat terjadi kiamat.

Beliau juga mengatakan bahwa sebagian ahli tafsir berpendapat bahwa makna tempat peredaran adalah pergerakan matahari secara lahiriyah dan merubah posisinya di sebelah timur dan barat pada orbit satu tahun dan kembali lagi secara lahiriyah setiap tahun antara ujung kedua tempat itu, matahari sampai ke ujung keduanya itu pada waktu musim dingin dan musim panas dan tidak menyalahi keduanya dan setiap tempat dari kedua ujung itu memiliki tempat peredarannya.

Menurut pandangan para ahli tafsir, yaitu sekali pada waktu musim dingin dan sekali pada waktu musim panas karena mereka menetapkan bahwa matahari apabila tiba di salah satu dari kedua tempat itu maka ia mulai untuk kembali secara bertahap sehingga tiba di tempat yang lainnya selama enam bulan. Ini bukanlah tempat peredaran kecuali apabila dilihat dari aspek majaz, dan kita memaklumi para ahli tafsir dikarenakan mereka belum mengetahui bahwa pergerakan lahiriyah matahari merupakan hasil dari pergerakan bumi mengelilingi dirinya sendiri setiap hari dan mengelilingi matahari setiap tahun.. dengan ini jelaslah mukjizat (keagungan) didalam ayat di surat Yaasin “Dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan yang Maha Perkasa lagi Maha mengetahui.”

ternyata Al Qur’an mengatakan kepada setiap manusia yang berbeda dengan akal dan zaman mereka, dan yang terpenting di sini adalah bahwa bumi bergerak bersama matahari di angkasa raya.

2. Pergerakan matahari pada orbitnya mengelilingi galaksi.

Telah dibuktikan melalui teropong pada masa kini bahwa matahari adalah bintang didalam galaksi bima sakti yang mencakup 130 juta bintang seperti matahari kita yang tersebar di cakram galaksi yang cembung di pusat dengan ketebalan mencapai 10.000 tahun cahaya dan diameter galaksi mencapai 100.000 tahun cahaya sedangkan letak matahari berada pada 33.000 tahun cahaya dari pusat dan itu pada salah satu lintasan yang berputar bersama matahari mengelilingi pusat galaksi sekali setiap 250 juta tahun dengan kecepatan putaran matahari mencapai 540.000 juta mil/jam.

Sungguh suatu kecepatan yang sangat kencang dan konstan bagi matahari dan bumi kita yang menyertainya tanpa kita merasakan perputaran angkasa raya ini dan yang telah ditunjukkan Al Qur’an dua kali didalam firman-Nya :

لَا الشَّمْسُ يَنبَغِي لَهَا أَن تُدْرِكَ الْقَمَرَ وَلَا اللَّيْلُ سَابِقُ النَّهَارِ وَكُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ

Artinya : “Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. dan masing-masing beredar pada garis edarnya.” (QS. Yaasin : 40)

Artinya : “Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.” (QS. Al Anbiya : 33)

Jadi Matahari sebenar nya bergerak juga tidak diam….mungkin ini yang di maksud hadist Nabi bahwa matahari bergerak hingga di bawah Arasy Allah lalu sujud.hadist itu bisa saja menjadi mukjizat ilmiyah ketika kita melihat kenyataan matahari juga begerak dan beredar mengelilingi galaksi…..adapun sujud di bawah Arasy mungkin tak persis matahari naik ke atas langit ke tujuh….namun yang sujud di bawah Arasy adalah aspek ruhaniyah peribadatan si matahari itu sendiri,seakan sujud mendekati bawah Arasy secara phisik padahal hanya secara ruhaniyah mendekati Arasy…wallahualam.

TAFSIRAN KETIGA=Atau hadist di atas bukan menjelas kan siklus harian sujud nya matahari setiap hari.tetapi siklus ketika matahari mengelilingi galaksi sampai pada tempat di bawah Arasy lalu sujud.siklus itu berulang.Wallahualam.

MAKNA MATAHARI SUJUD DI BAWAH ARASY

Dari Abu Dzar  bahwa pada suatu hari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Tahukah kalian ke manakah matahari ini pergi?” Mereka berkata, “Alloh dan Rasul-Nya lebih mengetahui?” Beliau bersabda, “Sesungguhnya matahari ini berjalan sehingga sampai ke tempat peredarannya di bawah Arsy, lalu dia bersujud. Dia tetap selalu seperti itu sehingga dikatakan kepadanya: ‘Bangunlah! Kembalilah seperti semula engkau datang’, maka dia pun kembali dan terbit dari tempat terbitnya, kemudian dia berjalan sehingga sampai ke tempat peredarannya di bawah Arsy, lalu dia bersujud. Dia tetap selalu seperti itu sehingga dikatakan kepadanya: ‘Bangunlah! Kembalilah seperti semula engkau datang’, maka dia pun kembali dan terbit dari tempat terbitnya, kemudian berjalan sedangkan manusia tidak menganggapnya aneh sedikitpun darinya sehingga sampai ke tempat peredarannya di bawah Arsy, lalu dikatakan padanya: ‘Bangunlah, terbitlah dari arah barat’, maka dia pun terbit dari barat.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), “Tahukah kalian kapan hal itu terjadi? Hal itu terjadi ketika tidak bermanfaat lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu atau dia belum mengusahakan kebaikan dalam masa imannya.”

Ada beberapa penafsiran tentang makna matahari sujud di bawah Arasy menurut penafsiran saya:

TAFSIRAN PERTAMA=Memang ketika siang hari secara phisik matahari meninggalkan tempat nya menuju bawah arasy lalu sujud ibadah.tetapi manusia tidak merasa aneh dan melihat matahari seperti biasa,sebab bisa saja Allah yang menyilap kan mata semua manusia yang ada di muka bumi,tak ada yang mustahil bagi Allah.jadi matahari dengan kecepatan gerakan nya menuju bawah arasy yang jika dengan unta membutuh kan perjalanan 4000 tahun menuju Arasy.dengan kecepatan gerak matahari mungkin kah jika menuju arasy matahari membutuh kan waktu sebentar?

Tapi tafsiran ini mempunyai masalah….ketika matahari meninggal kan bumi menuju Arasy maka bumi akan gelap seluruh nya….maka tafsiran pertama ini mungkin lemah..tapi bisa saja toh Allah menyilap kan mata manusia?….tapi pendapat ini harus di koreksi lagi

TAFSIRAN KEDUA=Sujud di bawah Arasy ini bukan berarti matahari sujud persis di bawah Arasy….tetapi secara rohaniyah setiap yang sujud pada Allah seperti sujud di bawah Arasy…maka sujud nya matahari di bawah Arasy jangan di tafsir kan secara phisik matahari ada di bawah Arasy….yang di bawah arasy adalah aspek ruhaniyah ibadat si matahari….sujud di tempat nya seakan sujud di bawah arasy….seperti saya sujud di masjid seakan saya sedang sujud/lapor pada Allah di bawah Arasy -Nya secara ruhaniyah.

TAFSIRAN KETIGA=matahari beredar dan sujud di bawah Arasy hakikat nya cuma perumpamaan bagi matahari sesungguh nya matahari itu bergerak mengelilingi galaksi.pada saat berkeliling itu matahari itu sujud dan ibadat di tempat yang terjauh hingga seakan mendekati Arasy…mungkin ini tafsiran yang paling tepat

DAN KITA JANGAN KEBURU INGKAR

Manusia dengan sains nya belum mampu menguak semua rahasia langit dan bumi.termasuk rahasia jagat raya ini.oleh sebab itu kita tidak tahu kemana matahari bergerak di saat matahari juga ikut bergerak mengelilingi galaksi….kita tidak tahu kemana matahari pergi ketika mengelilingi galaksi.kemampuan manusia dengan pesawat berawak hanya sampai bulan(itu pun kata nya hoax dan kontroversi)….dengan pesawat tak berawak sampai ke pluto.manusia belum mampu mengamati sempurna jagad raya ini.oleh sebab itu kita tidak tahu ketika matahari mengelilingi galaksi kemana ia pergi nya.

APAKAH ANDA MENJADI MURTAD DARI ISLAM KE KRISTEN KETIKA MELIHAT HADIST DIA ATAS?

Mungkin anda jadi ragu melihat kemusykilan hadist di atas?(dan saya sudah jelas kan sibak sedikit kemusykilan itu semoga anda menemukan sedikit pencerahan)…..lalu anda murtad dari islam lalu masuk ke kristen?

Maka tentu pola pikir salah jika demikian…tidak luas dalam berfikir….dalam Alkitab pun banyak kesalahan nya….mengapa melirik pada yang juga salah?….itu tentu pemikiran yang salah.dalam Alkitab pun ada narasi-narasi yang di pahami sebagai Geosentris.

Model Ptolemaik mengenai tata surya masih terus dianut sampai ke awal zaman modern. Sejak akhir abad ke-16 dan seterusnya perlahan-lahan digantikan sebagai penggambaran konsensus oleh model heliosentrisme. Geosentrisme sebagai suatu kepercayaan agamawi terpisah, tidak pernah padam. Di Amerika Serikat antara tahun 1870-1920, misalnya, berbagai anggota Gereja Lutheran – Sinode Missouri menerbitkan artikel-artikel yang menyerang sistem astronomi Kopernikan, dan geosentrisme banyak diajarkan di dalam sinode dalam periode tersebut.[22] Namun, pada tahun 1902 Theological Quarterly, A. L. Graebner menyatakan bahwa sinode itu tidak mempunyai posisi doktrinal terhadap geosentrisme, heliosentrisme, atau model ilmiah lainnya, kecuali kalau itu bertolak belakang dengan Alkitab. Ia menyatakan pula bahwa deklarasi apapun yang dikemukakan para penganut geosentrisme di dalam sinode bukan merupakan pendapat badan gereja secara keseluruhan.[23]

Artikel-artikel yang mendukung geosentrisme sebagai pandangan Alkitab muncul pada sejumlah surat kabar sains penciptaan yang berhubungan dengan Creation Research Society. Umumnya menunjuk kepada beberapa nas Alkitab, yang secara harfiah mengindikasikan pergerakan harian Matahari dan Bulan yang dapat diamati mengelilingi Bumi, bukan karena rotasi Bumi pada aksisnya, misalnya pada Yosua 10:12 di mana Matahari dan Bulan dikatakan berhenti di langit, dan Mazmur 93:1 di mana dunia digambarkan tidak bergerak.[24] Para pendukung kontemporer kepercayaan agamawi itu termasuk Robert Sungenis (presiden dariBellarmine Theological Forum dan pengarang buku terbitan tahun 2006 Galileo Was Wrong (Galileo keliru)).[25] Orang-orang ini mengajarkan pandangan bahwa pembacaan langsung Alkitab memuat kisah akurat bagaimana alam semesta diciptakan dan membutuhkan pandangan geosentrik. Kebanyakan organisasi kreasionis kontemporer menolak pandangan ini.[n 6]

Dari semuanya, Kopernikanisme merupakan kemenangan besar pertama sains atas agama, sehingga tidak dapat dihindari bahwa sejumlah orang berpikir semua yang salah dengan dunia ini bermula dari sana. (Steven Dutch dari University of Wisconsin–Madison) [27]

Morris Berman mengutip bahwa hasil survei menyatakan saat ini sekitar 20% penduduk Amerika Serikat percaya bahwa matahari mengitari bumi (geosentrisme) bukan bumi mengitari matahari (heliosentrisme), sementara 9% mengatakan tidak tahu.[28] Beberapa poll yang dilakukan oleh Gallup pada tahun 1990-an mendapati bahwa 16% orang Jermans, 18% orang Amerika dan 19% orang Inggris/Britania Raya percaya bahwa Matahari mengitari Bumi.[29] Suatu studi yang dilakukan pada tahun 2005 oleh Jon D. Miller dari Northwestern University, seorang pakar pemahaman publik akan sains dan teknologi,[30] mendapati sekitar 20%, atau seperlima, orang dewasa Amerika percaya bahwa Matahari mengitari Bumi.[31] Menurut poll tahun 2011 oleh VTSIOM, 32% orang Russia percaya bahwa Matahari mengitari Bumi.[32]

Albert Einstein berpendapat:

Pergulatan, begitu keras di awal masa sains, antara pandangan Ptolemaeus dan Kopernikus, sebenarnya tidak berarti. Kedua sistem koordinat ini dapat digunakan dengan justifikasi setara. Kedua kalimat: “matahari diam dan bumi bergerak”, atau “matahari bergerak dan bumi diam”, hanya bermakna konvensi yang berbeda dari dua sistem koordinat yang berbeda.[33]

Stephen Hawking, dalam bukunya “The Grand Design”, menyatakan pandangan yang tepat sama dengan Einstein:

Maka apakah yang sesungguhnya, sistem Ptolemaik atau Kopernikan? Meskipun tidak jarang orang mengatakan Kopernikus membuktikan Ptolemaeus salah, hal ini tidak benar.[34]

Galileo affair yang terkenal menghadapkan model geosentrik dengan pernyataan Galileo. Mengenai basis teologi dari argumen semacam itu, dua orang Paus membahas pertanyaan apakah penggunaan bahasa fenomenologi (berdasarkan pengamatan) akan memaksa orang mengakui kesalahan Alkitab. Keduanya mengajarkan bahwa tidak demikian halnya.

Sejumlah pemimpin Yudaisme Ortodoks, terutama Lubavitcher Rebbe, mempertahankan model geosentrik alam semesta berdasarkan ayat-ayat Alkitab dan penafsiran Maimonides sehingga ia mengajarkan bahwa bumi dikitari oleh matahari.[35][36] Lubavitcher Rebbe juga menjelaskan bahwa geosentrisme dapat dipertahankan berdasarkan teori Relativitas, di mana dinyatakan bahwa “ketika dua benda di udara bergerak relatif satu sama lain, … ilmu alam mendeklarasikan dengan kepastian absolut bahwa dari segi sudut pandang ilmiah kedua kemungkinan itu valid, yaitu bumi mengitari matahari, atau matahari mengitari bumi.”[37]

Meskipun geosentrisme penting untuk perhitungan kalender Maimonides,[38] mayoritas sarjana agamawi Yahudi, yang menerima keilahian Alkitab dan menerima banyak aturan-aturannya mengikat secara hukum, tidak percaya bahwa Alkitab maupun Maimonides memerintahkan untuk percaya pada geosentrisme.[36][39] Namun, ada bukti bahwa kepercayaan geosentrisme meningkat di antara umat Yahudi Ortodoks.[35][36]

APAKAH JADI MURTAD KE ATHEISME?

lustrasi rotasi Matahari. Terdapat perubahan posisi bintik Matahari selama terjadi pergerakan

Justru jika anda hanya melihat hadist ini murtad ke dalam Atheisme tanda anda tidak berfikir luas.justru dengan pembahasan di atas melihat pergerakan teratur Matahari,bulan,bintang ,bumi  memperlihat kan mustahil pengaturan cermat ini tampa ada nya Tuhan.maka ketika melihat hadist musykil di atas percaya lah Allah dan Rasul punya makna tersembunyi yang tidak atau belum bisa di jangkau akal manusia kini.beberapa kemusykilan sudah saya tafsirkan moga-moga sedikit memberi pencerahan di hati anda mengenai hadist musykil di atas.

Jadi tidak logis jika anda murtad ke Atheisme hanya melihat hadist yang multi tafsir dan belum anda pahami di masa sekarang.hingga berkesimpulan alam semesta tampa Tuhan sama tidak logis nya melebihi hadist di atas(menurut akal sepintas)…sebab keteraturan pergerakan malam dan siang tampa melenceng saja bukti ada nya pengaturan Tuhan.justru dengan membahas pergerakan matahari kita banyak mengambil hikmah pergerakan teratur itu pasti di balik nya adalah Tuhan.coba lihat matahari selalu terbit dari timur terbenam ke barat teratur hingga menjadikan siang dan malam.dan benda raksasa itu bergerak teratur,tidak pernah dia liar menuju bumi,tidak pernah berhenti teratur memberi siang dan malam…..kadar panas nya cukup untuk manusia hidup,tidak membakar mahluk hidup…begitu selama ribuan tahun teratur.dari cahaya nya daun bisa memasak makanan nya dan di sebar ke seluruh pohon hingga pohon itu hidup.semua itu tanda ada nya Tuhan dan pengaturan Tuhan.

ANSWERING-FF.ORG

Timbangan Agama-agama lewat pemikiran,analisa dan tulisan

KRISTOLOG.COM

Kajian Ilmiah Kristologi

Lampu Islam

Timbangan Agama-agama lewat pemikiran,analisa dan tulisan

SERANGAN BALIK UNTUK INDONESIA.FAITHFREEDOM.ORG (serbuiff)

Siap membombardir habis gembong IFF dan spesies lainnya yang sejenis

Answering Misionaris

Menjawab Fitnah terhadap Islam

Kerajaan Agama

http://kerajaanagama.wordpress.com/ 2009 - 2011

MUSLIM MENJAWAB TANTANGAN

[3:190] Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,

---PENGINJIL---

KRISTEN ADALAH PENERUS AGAMA PAGAN

Edyprayitno's sang Mualaf

FORUM DIALOG LESEHAN DAN KAJIAN KRISTOLOGI

Kristenisasi - Pemurtadan - Kristologi

A. AHMAD HIZBULLAH MAG's Blog