Posts from the ‘Hukum Islam’ Category

BENAR KAH JIZYAH HARUS DI PUNGUT DENGAN MENGHINA?

قَٰتِلُوا۟ ٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَلَا بِٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ وَلَا يُحَرِّمُونَ مَا حَرَّمَ ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥ وَلَا يَدِينُونَ دِينَ ٱلْحَقِّ مِنَ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَٰبَ حَتَّىٰ يُعْطُوا۟ ٱلْجِزْيَةَ عَن يَدٍۢ وَهُمْ صَٰغِرُونَ

Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.

Ayat di atas di tafsir kan beberapa ulama dengan tafsiran melenceng yakni kata Shaaghirun bermakna penyerahan jizyah itu harus menghina diri nya dan jizyah itu adalah sarana menghina ketidak berimanan mereka.jika itu benar maka tentu pendeta,biarawan tak di bebas kan dari jizyah karena mereka paling beragama di banding umat nya.nyata nya mereka di bebas kan dari jizyah.

TAFSIRAN MELENCENG DARI KATA SHAAGHIRUN

Shagirun jika di terjemah kan adalah kecil…

sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan Shaaghirun(kecil)

Ada ulama-ulama menafsir kan Shaaghirun adalah Jizyah adalah untuk mempermalukan/mengecil kan agama pemberi jizyah karena ketidak percayaan mereka.Menurut Ziauddin Ahmed, menurut mayoritas ahli hukum Islam, jizyah dipungut atas non-Muslim untuk mempermalukan mereka karena ketidakpercayaan mereka.

 

Ann Lambton menyatakan bahwa jizyah itu harus dibayar “dalam kondisi memalukan”. [58].  Ennaji dan ilmuwan lainnya menyatakan bahwa beberapa ahli hukum mewajibkan jizya untuk dibayar setiap orang, dengan menunjukkan dirinya sendiri, tiba dengan berjalan kaki tanpa menunggang kuda, dengan tangan, untuk memastikan bahwa dia menurunkan dirinya untuk menjadi sasaran, dan dengan sukarela membayar.

Menurut Mark R. Cohen, Quran sendiri tidak memerintah kan  perlakuan yang memalukan untuk para dhimmi saat membayar Jizya, namun beberapa di antaranya kemudian menafsirkannya sebagai “perintah yang tidak jelas untuk merendahkan dhimmi (non-Muslim) melalui metode remisi yang merendahkan”Sebaliknya, ilmuwan hadis abad ke-13 dan ahli hukum Syafi’i Al-Nawawī, memberi komentar pada mereka yang akan memberlakukan penghinaan dan pembayaran jizya, yang menyatakan, “Mengenai praktik yang telah disebutkan di atas, saya tidak mengetahui adanya dukungan untuk itu dalam hal ini, dan hanya disebutkan oleh para ilmuwan Khurasan. Mayoritas ulama mengatakan bahwa jizya harus diambil dengan kelembutan.

Pendapat yang benar dan benar adalah bahwa praktik ini tidak benar dan mereka yang merancangnya harus ditolak. Hal ini tidak berhubungan bahwa Nabi atau salah satu khalifah Rasyidun melakukan hal seperti itu saat mengumpulkan jizya.Ibn Qudamah juga menolak praktik ini dan mencatat bahwa Muhammad dan khalifah Rashidun mendorong agar jizyah dikumpulkan dengan kelembutan dan kebaikan

Jadi tafsiran Shaghirun adalah menarik jizyah untuk mempermalukan agama yang di tahluk kan adalah salah dan tertolak.tak pernah di ajar kan Rasulullah dan para Khulafaur Rasyidin.penghinaan itu hanya tafsiran salah dari manusia.sedang kan imam Malik berkata:

“Tidak ada seorang pun setelah Nabi Shallallahu alaihi wa sallam, kecuali dari perkataannya itu ada yang diambil dan yang ditinggalkan, kecuali Nabi Shallallahu alaihi wa sallam.” (Ibnu Abdil Hadi di dalam Irsyadus Salik, 1/227)

MAKNA SHAGHIRUN YANG TEPAT

Makan Shaghirun yang tepat adalah bukan berarti kita membuat kecil dan hina Ahlu zimmah setelah kita menahluk kan nya….tetapi ayat ini di maknai dalam keadaan tertahluk kan,yang semula nya mereka gagah perkasa lalu menjadi kecil tertahluk kan.

sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk(kecil)

Di manapun lawan sebelum di tahluk kan terdiri dari berbagai pemimpin dan pendekar gagah perkasa,jawara,tentara,ormas dll yang punya power.maka ketika mereka di tahluk kan kesombongan mereka menjadi kecil.jadi itu makna Shaghirun.bukan bermakna penghinaan dan menjadi warga kelas dua ketika di tahluk kan muslim dan bukan bermakna mereka memberikan jizyah dengan me nghina kan diri.

Namun bagai mana dengan hadist ini?

“Janganlah kalian mendahului orang-orang Yahudi dan Nasrani memberi salam. Apabila kalian berpapasan dengan salah seorang di antara mereka di jalan, maka desaklah dia ke jalan yang paling sempit. (HR. Muslim Nomor 2167)

Syekh Yusuf al-Qaradhawi mengatakan Hadits riwayat Abu Hurairah di atas itu diucapkan Rasul dalam konteks perang.

Indikasinya terdapat dalam Hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari dalam Kitab Adab al-Mufrad bahwa Rasulullah hendak pergi berperang dengan menaiki kendaraannya ke tempat perkampungan Yahudi dan mengatakan jangan memulai salam kepada mereka. Tentu saja mau perang kok pakai mengucapkan salam. Tidak mungkin kan! Dan dalam suasana mau berangkat perang, kalau ketemu bakal musuh di jalan, ya tentu kita harus tunjukkan kebesaran dengan menguasai jalan hingga mereka terdesak ke pinggir. Jadi, konteksnya adalah suasana perang, bukan suasana normal sehari-hari.

LEMAH LEMBUT DALAM MEMUNGUT JIZYAH

Jadi dalam islam di ajar kan sifat lemah lembut dalam segala hal termasuk memungut Jizyah.

Al-Bukhari meriwayatkan dari Aisyah hadits no.6927 bahwa Rasulullah bersabda.

يَاعَائِشَةُ إِنَّ اللَّهَ رَفِيْقٌ يُحِبُّ الرِّفْقَ فِيْ الأَمْرِ كُلِّهِ

“Wahai Aisyah, sesungguhnya Allah itu Mahalembut dan mencintai kelembutan di dalam semua urusan”

 

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Muslim no. 2593 dengan lafaz.

يَا عَائِشَةُ إِنَّ اللَّهَ رَفِيْقٌ يُحِبُ الرِّفْقَ وَيُعْطِى عَلَى الرِّفْقِ مَا لاَ يُعطِِي عَلَى الْعُنْفِ وَمَالاَ يُعْطِي عَلَى مَا سِوَاهُ

“Wahai Aisyah, sesunguhnya Allah itu Mahalembut dan mencintai kelembutan. Allah memberi kepada kelembutan hal-hal yang tidak diberikan kepada kekerasan dan sifat-sifat lainnya”

Muslim meriwayatkan hadits dalam kitab Shahihnya no.2594 dari Aisyah, Nabi bersabda.

إِنَّالرِّفْقَ لاَيَكُونُ فِي شَيْءٍ إِلاَّ زَانَهُ وَلاَ يُنْزَ عُ مِنْ شَيءٍ إِلاَّ شَانَهُ

“Sungguh, segala sesuatu yang dihiasi kelembutan akan nampak indah. Sebaliknya, tanpa kelembutan segala sesuatu akan nampak jelek”

لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُم مِّن دِيَارِكُمْ أَن تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ.

Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil” (QS. Al-Mumtahah: 8)

Penyerahan jizyah dengan MENGHINA DIRI tentu tidak adil bagi Ahlu zimmah mereka di diskriminasi begitu rupa dalam negara islam.maka memungut jizyah dengan menghina diri bertentangan dengan ayat di atas yang mana berbuat adil juga harus di terap kan pada agama lain.

Allah Ta’ala berfirman,

وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلى أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلا تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا

Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik.” (QS. Luqman: 15)

Orang tua kafir harus di pergauli dengan baik di dunia.ayat ini menunjuk kan orang tua adalah orang terbaik kita….begitu juga non muslim adalah jika warga negara yang baik maka berhak mendapat pergaulan yang baik pula.sebab pada dasar nya pergaulan baik dengan orang-orang kafir di boleh kan selama tak memerangi muslim dan mengusir dari tanah mereka.maka menyuruh kafir zimmi menyerah kan jizyah dengan menghina diri adalah perbuatan akhlak jahat dan tidak adil.

Praktik mempermalukan pemberi jizyah tak pernah di lakukan oleh Rasulullah dan para khulafaur Rasyidin.itu hanya tafsiran melenceng pada ulama-ulama belakangan dan di tentang ulama-ulama lain seumpama Imam Nawawi dan ibnu qudamah.

 

 

 

Iklan

MENGAPA ULAMA-ULAMA SAUDI MELARANG WANITA MENYETIR MOBIL SENDIRI?

Sebenar nya apa yang terjadi dengan ada nya larangan perempuan Saudi menyetir?

Para pengkritik mengatakan peraturan ini menindas wanita hingga membawa Saudi menjadi negara yang menindas wanita dan tidak menerap kan kesetaraan gender.

Jakarta, CNN Indonesia — Raja Salman pemimpin Arab Saudi pada Selasa waktu setempat (26/9) memerintahkan agar perempuan diperbolehkan untuk mengemudi. Langkah ini mengakhiri tradisi konservatif yang dipandang para pegiat hak sebagai lambang represi perempuan di kerajaan.

Kerajaan yang menjadi tempat kelahiran Islam ini telah mendapatkan kritik luas karena menjadi satu-satunya negara di dunia yang melarang perempuan mengemudi, meski beberapa tahun belakangan sudah ada kemajuan bertahap dalam isu kesetaraan seperti peran perempuan di ranah publik, terutama di bidang tenaga kerja.

Walau berupaya untuk mengembangkan citra lebih modern beberapa tahun belakangan, larangan mengemudi ini telah lama mencoreng nama Arab Saudi di muka internasional.

Dekrit kerajaan tersebut memerintahkan pembentukan badan kementerian untuk memberikan masukan dalam waktu 30 hari dan mengimplementasikan perintah pada 24 Juni, kata kantor berita SPA, sebagaimana dikutip Reuters.

Dekrit menetapkan bahwa langkah itu mesti “mengaplikasikan dan mematuhi standar syariah yang diperlukan,” merujuk pada hukum Islam. Pernyataan itu tidak memberikan banyak detail, tapi menyebut mayoritas Dewan Cendikiawan Religius Senior, badan ulama teratas Arab Saudi, telah menyetujuinya.

Satu jam setelah pengumuman resmi di dalam negeri, Duta Besar Arab Saudi untuk Amerika Serikat Pangeran Khaled bin Salman mengatakan langkah itu merupakan “hari besar bersejarah dalam kerajaan kami.”

“Saya rasa pemimpin kami mengerti bahwa masyarakat sudah siap. Saya rasa itu adalah keputusan yang tepat di saat yang tepat,” ujarnya.

Reaksi positif langsung bermunculan dari dalam kerajaan maupun di seluruh dunia.

Kementerian Luar Negeri AS menyambut baik langkah tersebut sebagai “langkah yang sangat baik ke arah yang benar,” sementara Gedung Putih menyatakan Presiden Donald Trump memuji keputusan itu dan “akan terus mendukung Arab Saudi dalam upaya memperkuat masyarakat dan ekonomi melalui reformasi.”

AKAR FATWA LARANGAN PEREMPUAN MENYETIR MOBIL

HUKUM MENYETIR MOBIL BAGI WANITA, BENARKAH BAHAYANYA LEBIH RINGAN?

Oleh
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Pertanyaan:

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Saya mohon penjelasan tentang hukum wanita menyetir mobil, dan bagaimana pendapat Syaikh tentang pendapat yang menyatakan bahwa wanita menyetir mobil itu bahayanya lebih ringan daripada menaikinya hanya bersama supir yang bukan mahramnya?

Jawaban

Untuk mengetahui jawaban pertanyaan ini perlu melalui dua kaidah yang telah dikenal oleh ulama kaum muslimin.

Kaidah pertama: Bahwa apa yang mengarah kepada yang haram maka hukumnya haram.

Kaidah kedua: Bahwa mencegah suatu kerusakan, -meski mengharuskan hilangnya suatu maslahat baik yang setingkat atau yang lebih besar- lebih diutamakan dari-pada meraih beberapa maslahat.

Dalil kaidah pertama adalah firman Allah Azza wa Jalla,

“Artinya : Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan” [Al-An’am: 108]

Allah Subhaanahu wa Ta’ala melarang mencela sesembahan-sesembahan kaum musyrikin walaupun mencelanya itu suatu maslahat, tapi hal ini bisa menyebabkan dicelanya Allah Subhaanahu wa Ta’ala.

Dalil kaidah kedua, firman Allah Subhaanahu wa Ta’ala.

“Artinya : Mereka bertanya kepadamu tentang khamr dan judi. Katakanlah, ‘Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya’.” [Al-Baqarah: 219]

Allah Subhaanahu wa Ta’ala mengharamkan khamr dan judi walaupun kedua hal ini mengandung manfaat, hal ini untuk mencegah kerusakan yang diakibatkan oleh kedua hal tersebut.

Berdasarkan kedua kaidah ini jelaslah hukum wanita menyetir mobil, bahwa wanita menyetir mobil mengandung banyak kerusakan, di antaranya; penanggalan hijab, karena menyetir mobil itu harus dengan membukakan wajah, padahal wajah itu bagian yang bisa menimbulkan fitnah; menjadi pusat pandangan kaum laki-laki, karena wanita itu tidak dianggap cantik atau jelek kecuali dengan wajahnya. Maksudnya, jika disebut cantik (bagus) atau jelak, pikiran orang akan langsung tertuju kepada wajah, sebab, bila yang dimaksud itu hal lainnya, maka harus disertai dengan kata penentu, misalnya bagus tangannya, bagus rambutnya, bagus kakinya. Dengan begitu bisa diketahui bahwa wajah adalah titik yang dimaksud dengan ungkapan penilaian.

Boleh jadi seseorang mengatakan, Seorang wanita bisa menyetir mobil tanpa mengenakan penutup muka tapi dengan mengenakan kacamata hitam. Jawabannya, ini berbeda dengan kenyataan para wanita yang gemar menyetir mobil. Silahkan tanya orang yang pernah melihat mereka di negara-negara lain. Yang jelas, itu bisa diterapkan pada mulanya, namun tidak berlangsung lama, bahkan dalam waktu singkat akan segera berubah menjadi seperti kebiasaan para wanita di negara-negara lain. Begitulah kebiasaan fase perubahan, mulanya dirasa enteng, namun kemudian berubah dan menyimpang menjadi marabahaya yang tidak bisa diterima.

Kerusakan lainnya ; Hilangnya rasa malu, padahal malu itu bagian dari iman, sebagaimana yang dinyatakan oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Lagi pula, malu adalah akhlak mulia yang sesuai dengan tabi’at wanita dan bisa menjaganya dari fitnah. Karena itu, ada pepatah mengatakan: Lebih malu daripada gadis perawan di rumahnya. Jika rasa malu telah sirna dari seorang wanita, jangan tanya lagi akibatnya.

Kerusakan lainnya : Bisa menyebabkannya sering keluar rumah, padahal rumahnya itu lebih baik baginya, sebagaimana telah dinyatakan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Sering keluarnya itu karena para penggemar nyetir itu memandangnya sebagai suatu kesenangan. Karena itu anda dapati mereka berjalan-jalan dengan mobil mereka ke sana ke mari tanpa kebutuhan karena mereka merasakan kesenangan dengan menyetir.

Kerusakan lainnya : Bahwa wanita bisa bebas pergi ke mana saja, kapan saja, semaunya, bahkan tanpa tujuan yang jelas, karena ia sendirian di dalam mobil, kapan saja, jam berapa pun, baik siang maupun malam, bahkan mungkin bisa sampai larut malam. Jika mayoritas orang tidak bisa menerima hal ini pada para pemuda, lebih-lebih lagi pada para pemudi yang pergi semaunya, ke kanan dan ke kiri, seluas negerinya, bahkan mungkin hingga keluar.

Kerusakan lainnya : Bisa menyebabkannya mudah ngambek terhadap keluarga dan suaminya karena sebab sepele di rumah, lalu keluar rumah dan pergi dengan mobilnya ke tempat mana saja yang dianggap bisa menenangkan jiwanya. Ini sering terjadi pada sebagian pemuda, padahal mereka lebih tabah daripada wanita.

Kerusakan lainnya : Bisa menyebabkan terjadinya fitnah di berbagai tempat perhentian, misalnya, berhenti saat lampu lalu lintas menyala merah, berhenti di pom bensin, berhenti di tempat pemeriksaan, berhenti di tengah kerumunan kaum laki-laki karena terjadi pelanggaran atau kecelakaan, berhenti di tengah jalan karena ada kerusakan sehingga ia harus memperbaikinya. Apa yang terjadi saat itu? Bisa jadi ia berjumpa dengan seorang laki-laki yang menawarkan jasa untuk membantunya, lebih-lebih jika si wanita memang sangat butuh bantuan.

Kerusakan lainnya : Semakin ramainya kendaraan di jalanan atau terhalanginya sebagian pemuda dalam menyetir mobil, padahal mereka lebih berhak dan lebih layak daripada wanita.

Kerusakan lainnya : Banyak terjadi kecelakaan, karena pada dasarnyaa, tabiat wanita itu lebih lemah dan lebih pendek pertimbangannya daripada laki-laki, jika terancam bahaya ia akan bingung bertindak. Kerusakan lainnya: Bisa menjadi penyebab pemborosan, karena tabiat wanita selalu ingin melengkapi dirinya, baik berupa pakaian maupun lainnya. Tidakkah anda lihat kecenderungan wanita terhadap pakaian? Setiap kali muncul desain baru, yang lama dicampakkannya dan segera beralih kepada yang baru, walaupun yang baru itu modelnya tidak lebih bagus dari yang lama. Tidakkah anda lihat kamarnya, hiasan-hiasan apa yang digantungkan pada dinding-dindingnya? Tidakkah anda lihat kosmetik-kosmetiknya dan alat-alat kecantikan lainnya? Dengan mengkiaskan ke situ, dalam urusan mobil juga bisa begitu, setiap kali muncul model baru, ia segera meninggalkan yang lama dan beralih kepada yang baru.

Adapun mengenai ungkapan dalam pertanyaan tadi yang menyebutkan: bagaimana pendapat Syaikh tentang pendapat yang menyatakan bahwa wanita menyetir mobil itu bahayanya lebih ringan daripada menaikinya hanya bersama supir yang bukan mahramnya? Menurut saya, keduanya sama-sama berbahaya, salah satunya memang lebih membahayakan, tapi tidak ada bahaya yang harus ditempuh di antara keduanya itu. Saya merasa cukup panjang dalam memberikan jawaban ini, karena memang cukup banyak kekacauan seputar menyetirnya wanita, di samping tekanan yang bertubi-tubi terhadap masyarakat Saudi yang dikenal memelihara agama dan akhlaknya untuk mendukung dan membolehkan wanita menyetir mobil. Ini tidak aneh jika dilakukan oleh musuh yang mengincar negara ini yang menjadi sumber Islam, musuh-musuh Islam itu memang ingin menguasainya. Tapi sungguh sangat aneh bila itu dilakukan oleh kaum dari bangsa kita sendiri, yang berbicara dengan bahasa kita dan sama-sama bernaung di bawah bendera kita, mereka itu kaum yang terpesona dengan kamajuan materi negera-negara kafir, kagum dengan moral bangsa-bangsa kafir yang melepaskan diri dari norma-norma yang mulia ke norma-norma yang nista, sehingga mereka menjadi kaum yang sebagai-mana dikatakan Ibnul Qayyim dalam bukunya An-Nuniyah:

“Lari dari naluri yang mereka diciptakan dengan itu,
Lalu menuruti naluri nafsu dan setan”

Orang-orang itu mengira, bahwa negara-negara kafir itu telah mencapai kemajuan materi karena kebebasan tersebut, padahal kebebasan itu hanya karena kejahilan mereka dan ketidak tahuan sebagian besar mereka tentang hukum-hukum syari’at dan dalil-dalilnya baik yang berupa nash maupun pandangan, serta ketidaktahuan mereka tentang hikmah-hikmah yang mengandung kemaslahatan bagi makhluk dalam kehidupannya, saat kemba-linya (kepada Tuhan) dan tercegahnya berbagai kerusakan. Semoga Allah memberikan petunjuk kepada kita dan mereka ke jalan yang mengandung kesejahteraan dunia dan akhirat.

[Dari fatwa Syaikh Ibnu Utsaimin yang beliau tandatangani]

[Disalin dari kitab Al-Fatawa Al-Jami’ah Lil Mar’atil Muslimah, Penyusun Amin bin Yahya Al-Wazan, Edisi Indonesiap Fatwa-Fatwa Tentang Wanita, Penerjemah Amir Hamzah Fakhruddin, Penerbit Darul Haq]

Sumber: https://almanhaj.or.id/1911-hukum-menyetir-mobil-bagi-wanita-benarkah-bahayanya-lebih-ringan.html

TERNYATA FATWA LARANGAN WANITA MENYETIR MOBIL UNTUK MENJAGA WANITA DAN MORAL BANGSA

Sebenar nya tak ada niatan para ulama Saudi menekan dan menindas wanita.mereka hanya ingin menjaga moral wanita agar jangan sering terlalu bebas ber kelayapan di luar rumah dengan mobil nya hingga tercebur dalam bahaya pergaulan bebas.

Dan dengan dasar wajah adalah Aurat adalah dasar wanita tak boleh menyetir.sebab dengan menyetir mereka berarti membuka wajah nya.tentu alasan ini kontroversial.sebab Syekh Albani telah menulis sebuah buku lengkap yang menentang wajib nya cadar ( unduh PDF nya di sini )

Dan dalam fatwa itu ada alasan-alasan yang aneh seperti:Kerusakan lainnya : Semakin ramainya kendaraan di jalanan atau terhalanginya sebagian pemuda dalam menyetir mobil, padahal mereka lebih berhak dan lebih layak daripada wanita.

Dasar pemikiran nya adalah larangan wanita keluar rumah dan bekerja.sebab bekerja itu urusan lelaki.

Pendek nya larangan wanita menyetir itu ada alasan-alasan yang logis bisa di terima akal sehat.seperti wanita jadi bebas lepas kendali pergi ke mana yang ia suka,di khawatir kan pergi ke tempat-tempat maksiat.jadi sebenar nya para ulama Saudi bukan berniat memarginal kan wanita,tetapi menjaga moral wanita.wanita ketika di serah kan mobil sendiri malah bepergian ke tempat-tempat maksiat seperti contoh ini

Jadi terlepas benar atau tidak nya fatwa ini para ulama Saudi tak bermaksud me marginal kan wanita tetapi berusaha menjaga moral wanita dan bangsa.dengan alasan-alasan:

1)wanita menyetir mobil mengandung banyak kerusakan, di antaranya; penanggalan hijab, karena menyetir mobil itu harus dengan membukakan wajah, padahal wajah itu bagian yang bisa menimbulkan fitnah; menjadi pusat pandangan kaum laki-laki, karena wanita itu tidak dianggap cantik atau jelek kecuali dengan wajahnya.

2)Kerusakan lainnya ; Hilangnya rasa malu,

3)Kerusakan lainnya : Bisa menyebabkannya sering keluar rumah, padahal rumahnya itu lebih baik baginya

4)Kerusakan lainnya : Bahwa wanita bisa bebas pergi ke mana saja, kapan saja, semaunya, bahkan tanpa tujuan yang jelas, karena ia sendirian di dalam mobil, kapan saja, jam berapa pun, baik siang maupun malam, bahkan mungkin bisa sampai larut malam.

5)Kerusakan lainnya : Bisa menyebabkan terjadinya fitnah di berbagai tempat perhentian….seperti contoh jika mobil rusak di bantu lelaki bisa terjadi hubungan bebas bahkan perselingkuhan,hal itu yang di jaga.

Namun dalam fatwa di atas ada peryataan kontroversial dengan mengatakan wanita tak boleh menyetir mobil karena lemah( namun wanita bermobil memang ternyata jadi sasaran kejahatan empuk ).jika alasan moral masih bisa masuk akal.namun di luar semua itu TUJUAN ULAMA SAUDI SEBENAR NYA BAIK….menjaga moral wanita dan bangsa.tetapi menjadi kontroversial jika pelarangan menyetir mobil itu mutlak tampa melihat sikon nya

Banding kan dengan negara-negara yang bebas lepas….mengizin kan kaum wanita nya menyetir tampa batas hingga banyak kita lihat wanita-wanita menyetir mobil sendiri dan berombongan hanya untuk pergi ke diskotek,jalan-jalan tampa ada kebutuhan mendesak dll hingga terjadi pergaulan bebas lepas.jika anda orang tua punya anak gadis sangat cantik minta kunci mobil mau pergi apakah anda akan beri begitu saja tampa menanyakan keperluan nya?karena wanita menyetir mobil itu sangat rawan hingga harus bijak menyikapi nya.dan ulama-ulama Saudi tak 100 persen salah karena niat mereka baik untuk menjaga moral wanita dan bangsa

ULAMA LAIN YANG MEMBOLEH KAN WANITA MENYETIR MOBIL

Diantara ulama yang membolehkan wanita menyetir mobil adalah Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullahu ta’ala. Beliau membolehkan hal ini berdalil dengan hadits yang menyebutkan wanita di zaman Nabi biasa mengendarai hewan tunggangan. Maka mengendarai mobil itu min baabil aula (lebih layak untuk dibolehkan) karena mobil itu lebih menutupi si wanita.

Pada dasar nya tidak ada dalil tegas larangan dalam quran dan Sunnah sahih tentang wanita menyupir mobil.sebab mobil tidak ada zaman Nabi.yang menjadi larangan wanita menyetir mobil karena seperti yang telah di jabar kan di atas…..sesuai dengan dalil wanita tak boleh keluar rumah tampa keperluan darurat,dan mencegah berbagai pergaulan bebas dan kerusakan moral.

MENUDUH ULAMA TERLALU PARANOID?

Mungkin ada yang menuduh ulama-ulama Saudi Paranoid pada kelakuan wanita dengan melarang wanita menyetir.seakan memukul rata semua wanita keluar rumah dengan mobil pasti menimbul kan mudarat berupa pergaulan bebas,selingkuh,dll.padahal banyak wanita menjaga diri ketika menyetir mobil dan hanya untuk keperluan bekerja dan keperluan mendesak lain nya.

Jawaban nya:Ulama saudi mengeluar kan fatwa itu karena kasih sayang mereka akan penjagaan pada kehormatan para wanita dan menjaga moral bangsa.tak ada maksud lain pada diri mereka,tak ada maksud menghina para wanita.namun dalam kaca mata barat hal ini adalah ketidak setaraan gender.bagi barat yang kebablasan kesetaraan gender membebas kan wanita sebebas-bebas nya.tak ada larangan dan pertanyaan jika wanita menyetir mobil pergi ke diskotek,semua bebas di lakukan.

JADI BAGAI MANA SIKAP YANG TEPAT?

Sikap yang tepat adalah memboleh kan para wanita menyetir mobil DENGAN SYARAT DAN KETENTUAN YANG KETAT.sebagai keluarga si wanita baik Bapa misal nya tak boleh membebas kan anak gadis nya memakai mobil sendiri kecuali dengan tujuan jelas misal nya ke tempat kerja atau kampus.lebih baik di temani mahram.jadi pelarangan dan pembolehan mulai dari lingkup keluarga dahulu.jadi belum di perlukan dengan pelarangan negara.negara hanya mengawasi dan menindak pelanggaran wanita jika menyetir mobil.misal nya gadis menyetir mobil hingga larut malam dengan busana seksi harus di pertanyakan tujuan nya.jika tujuan nya maksiat hendak nya di suruh pulang.namun tentu hal itu hanya bisa di terap kan di Saudi,di indonesia kenaksiatan dan diskotek sudah menyebar luas hingga sulit mengendalikan nya.namun perintah pulang ini pernah saya lihat di acara kepolisian 86….di mana polisi menyuruh pulang gadis yang kelayapan hingga larut malam dengan pakaian seksi dengan naik motor.

Tentu Saudi mulai memboleh kan para wanita menyetir mobil sendiri.tetapi saya yakin mereka akan menerap kan beberapa persyaratan nya.sebab membebas kan 100 persen wanita dengan mobil nya pun tidak baik,seperti seorang Bapa tak menanya lagi anak gadis nya memakai mobil keluar untuk urusan apa?

DAN ARAB SAUDI TETAP MENERAP KAN ATURAN ISLAM YANG JELAS HUKUM NYA DALAM QURAN DAN SUNNAH SAHIH

Raja Salman memboleh kan wanita menyetir karena ia tahu bahwa dalil tidak boleh nya wanita menyetir tidak ada dalam quran dan sunnah sahih.malah wanita zaman Nabi ada yang menyetir unta nya sendiri.tetapi raja salman tetap menerap kan aturan Hijab,pemisahan lelaki dan wanita dll sebab dalil nya memang tegas ada dalam syariat islam.jadi pembolehan Raja Salman untuk wanita menyetir tidak mengkhawatir kan penerapan syariat islam kedepan,sebab bisa menyetir mobil tetap menjadi wanita terhormat dengan pengawasan negara/polisi syariat..yang di khawatir kan ada nya orang-orang Ateist/Munafik di dalam tubuh kerajaan Arab Saudi yang mempropaganda kan melepas hijab,mencampur lelaki perempuan dll padahal jelas di larang dalam syariat islam.

 

ANSWERING-FF.ORG

Timbangan Agama-agama lewat pemikiran,analisa dan tulisan

KRISTOLOG.COM

Kajian Ilmiah Kristologi

Lampu Islam

Timbangan Agama-agama lewat pemikiran,analisa dan tulisan

SERANGAN BALIK UNTUK INDONESIA.FAITHFREEDOM.ORG (serbuiff)

Siap membombardir habis gembong IFF dan spesies lainnya yang sejenis

Answering Misionaris

Menjawab Fitnah terhadap Islam

Kerajaan Agama

http://kerajaanagama.wordpress.com/ 2009 - 2011

MUSLIM MENJAWAB TANTANGAN

[3:190] Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,

---PENGINJIL---

KRISTEN ADALAH PENERUS AGAMA PAGAN

Edyprayitno's sang Mualaf

FORUM DIALOG LESEHAN DAN KAJIAN KRISTOLOGI

Kristenisasi - Pemurtadan - Kristologi

A. AHMAD HIZBULLAH MAG's Blog