kritikan ini berdasar kan Hadist sbb:

Suwaid ibn Sa`id ia berkata bahwa `Ali ibn Mus’hir berkata kepada kami: Dawud dari Abu Harb ibn abu al-aswad bahwa ayahnya berkata bahwa Abu Musa’ Al-ash`ari berkata: Kami biasa membawakan satu surat, yang panjang dan kerasnya seperti surat Al Baraah, Saya telah lupa kecuali ayat yang saya ingat :“Seandainya anak Adam memiliki dua lembah yang berisi harta ia pasti berharap ketiganya dan tidak ada yang dapat memenuhi kerongkongan anak Adam kecuali liang lahat” (HR. Muslim)
Rantai sanad hadist di atas adalah:
Suwaid bin said
Ali bin Mu’sir
Dawud
Abul Harb bin Abul Aswad
Ayah Abul Harb
Abu Musa Al-Asy-ary
PENILAIAN PERAWI
Hadist di atas dikategorikan sebagai hadits dhoif dikarenakan sanadnya yang amat lemah, diantara kelemahannya adalah Suwaid ibn Sa`eed ,`Ali ibn Mus’hir, Dawood, tiga orang yang menjadi mata rantai hadits ini dianggap sangat lemah.
Kesaksian mengenai Suwaid Ibnu Sa’id:
Bukhari mengatakan Dia hilang penglihatan dan kemudian biasa meriwayat sesuatu yang bukan dia dengar sendiri, dan kejujurannya dipertanyakan. Nasai mengatakan dia tidak dapat dipercaya . (Al-Zahabi , Tazkirah al-Huffaaz)
Bukhari mengatakan Suwaid amat tidak bisa dipercaya dan perkataannya aneh dan munkar, Ibnu mu’in berkata Suwaid adalah seorang pembohong, imam Ahmad berkata, perkataan Suwaid tidak dapat diterima. 
Kesaksian Mengenai Ali bin Mushir:
Uqaili berkata Ali bin Munshir tidak dapat dipercaya (Uqaili, Dhuafaa al-`uqaili)
Ibnu Hajar berkata Ali bin Munshir bisa dipercaya namun ia meriwayatkan hadits yang ganjil setelah ia kehilangan penglihatannya. (Ibn Hajar ,Tehzi’b al-tehzi’b)
Kesaksian mengenai Dawud :
Imam Ahmad mengatakan cerita Dawud amat membingungkan, dan saling kontradiktif satu dengan yang lainnya, Ibnu Hibban menambahkan cenderung mengalami kesalahan ketika bercerita berdasarkan ingatannya. (Ibid)
Dari penjelasan mengenai kredibilitas tiga mata rantai sanad saja hadits ini mempunyai kelemahan yang amat besar belum lagi dari matan yang menyebutkan Abu Musa lupa beberapa ayat lainnya, hal ini amat membingungkan bagaimana mungkin hanya ia saja yang bersaksi bahwa riwayat mengenai anak adam ini adalah bagian dari surat didalam Al Quran?

ITU BUKAN AYAT TAPI HADIST

Betul memang ada riwayat dari Anas bin Malik yang mengatakan bahwa Rasul pernah menyampaikan kalimat tersebut akan tetapi ia tidak pernah menyebutkan bahwa itu merupakan bagian dari Al Quran.
Anas bin Malik berkata : “Seandainya anak Adam memiliki dua lembah yang berisi harta ia pasti berharap ketiganya dan tidak ada yang dapat memenuhi kerongkongan anak Adam kecuali liang lahat, dan kepada Allah kembali ia bertaubat (HR. Muslim)

 ANALISIS LOGIS HADIST DI ATAS

Mustahil Abu Musa Al-Asyary mengatakan perkataan di atas….pasti kesalahan nya pada rantai sanad nya.Jika benar ayat itu ada dan di ketahui Abu Musa Al-Asyary maka dia akan protest pada pengumpulan quran pada masa Abu Bakar dan Usman bin Affan.sungguh dua sahabat mulia itu(Abu Bakar dan Usman)adalah orang-orang jujur,amanah,sangat mencintai islam,dan di didik dalam Madrasah Rasulullah tentang kejujuran,maka mustahil mereka melakukan penyimpangan dalam pengumpulan Al-quran.dua sahabat mulia itu pasti mendengar sabda Nabi ini:

Dari Al Mughirah, ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ كَذِبًا عَلَىَّ لَيْسَ كَكَذِبٍ عَلَى أَحَدٍ ، مَنْ كَذَبَ عَلَىَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ

Sesungguhnya berdusta atas namaku tidaklah sama dengan berdusta pada selainku. Barangsiapa yang berdusta atas namaku secara sengaja, maka hendaklah dia menempati tempat duduknya di neraka.” (HR. Bukhari no. 1291 dan Muslim no. 4).

 

Dari ‘Ali, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ رَوَى عَنِّى حَدِيثًا وَهُوَ يَرَى أَنَّهُ كَذِبٌ فَهُوَ أَحَدُ الْكَاذِبَيْنِ

Siapa yang meriwayatkan dariku suatu hadits yang ia menduga bahwa itu dusta, maka dia adalah salah seorang dari dua pendusta (karena meriwayatkannya).” (HR. Muslim dalam muqoddimah kitab shahihnya pada Bab “Wajibnya meriwayatkan dari orang yang tsiqoh -terpercaya-, juga diriwayatkan oleh Ibnu Majah no. 39. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Memalsu hadist saja ancaman nya berat apalagi  memalsukan Quran…dan mustahil dua pribadi agung di atas melakukan nya.pengawasan sahabat sangat ketat ketika kodifikasi quran….hingga Orientalis yang bernama Blacherre mengakui dengan jujur:

”TAK SEORANG PUN DAPAT MERAGUKAN BETAPA DALAM RASA TANGGUNG JAWAB ANGGOTA2 KOMISI ITU.SEKALIPUN MEREKA BELUM MENGENAL METODA PENELITIAN…NAMUN MEREKA ORANG2 YG SANGAT BERHATI HATI DAN SALEH.”(intr au coran hal 61)…

Maka mustahil Abu Musa pernah mengeluar kan perkataan di atas.perkataan di atas adalah hadist dari Anas bin Malik:

Anas bin Malik berkata : “Seandainya anak Adam memiliki dua lembah yang berisi harta ia pasti berharap ketiganya dan tidak ada yang dapat memenuhi kerongkongan anak Adam kecuali liang lahat, dan kepada Allah kembali ia bertaubat” (HR. Muslim)

Anas bin Malik sangat dekat dengan Rasulullah dan mendengar peryataan di atas sebagai hadist,bukan Quran….jika itu quran maka pada masa kodifikasi quran maka Anas bin malik dan Abu Musa akan protest mengapa ayat itu tidak di masuk kan ke dalam quran.nyata nya kodifikasi Abu Bakar dan Usman di terima bulat oleh para sahabat-sahabat yang mulia itu.

MENGAPA HADIST RIWAYAT MUSLIM ADA YANG DHAIF?

Mungkin anda heran bukan kah Bukhari-Muslim adalah kitab-kitab hadist yang paling sahih?mengapa masih ada hadist-hadist dahif nya?

JAWAB

Penyusunan dan metoda Bukhari Muslim sudah sangat patut di syukuri oleh kaum muslimin akan kemauan besar mereka mengumpul kan hadist-hadist sahih dan meneliti sanad nya.tetapi nama nya manusia pasti ada kesalahan….dan kesalahan kecil ini tak lantas kita menyingkir kan Bukhari dan muslim sebagai pegangan hadist sahih nomor satu…..justru setelah di kritik kitab Bukhari dan muslim makin memiliki keakuratan 100 persen dalam kesahihan.ibarat noda sedikit di bersih kan hingga makin mengkilap.

Di antara kritik yang diarahkan kepada kedua kitab itu adalah bahwa dalam keduanya termuat hadis-hadis yang mengandung syadz dan ‘illat. Ada sekitar 78 hadis dalam Shahih al-Bukhari yang mendapat kritikan, dan dalam kitab Shahih Muslim ada 130 hadis. Para rijal hadis dalam Shahih al-Bukhari yang mendapat sorotan kritik mencapai 80 orang, sedang dalam Shahih Muslim mencapai 160 orang (Badri Khaeruman, 2004: 211).

Terkait dengan rijal hadis yang ada dalam Shahih al-Bukhari, ada seorang periwayat yang bernama Ibnu Abu Laila yang oleh al-Tirmidzi disoroti secara khusus. Al-Tirmidzi berkata: “Al-Bukhari mengatakan bahwa Ibnu Abi Laila adalah orang terpercaya (shaduq), tetapi saya tidak meriwayatkan satu hadis pun dari dia (Ibnu Abi Laila), karena tidak dapat diketahui mana hadisnya yang benar dan yang keliru. Saya tidak meriwayatkan hadis dari orang yang mempunyai predikat seperti ini” (Muh. Zuhri, 1997: 69). Ini berarti bahwa ulama seperti Ibnu Abi Laila tidak pernah dikelompokkan sebagai rijal hadis shahih. Ada juga yang mengatakan bahwa dari 435 orang rijal hadis al-Bukhari, ada 80 rijal dinilai dla’if. Tetapi tentu saja al-Bukhari, dalam hal ini, lebih mengetahui tentang persepsi dirinya terhadap para rijal hadis daripada orang lain. Ada pertimbangan tertentu yang tidak diperhitungkan ulama lain.

Dalam Shahih Muslim juga terdapat rijal hadis yang dinilai lemah oleh pengritiknya. Dari 610 rijal hadis Muslim, ada 160 orang dinilai lemah. Terkait dengan hal ini al-‘Asqallani memberikan pembelaan bahwa pemilik rijal hadis lebih mengenalnya daripada pengikutnya ((Muh. Zuhri, 1997: 173).

Ibnu Shalah mengabarkan bahwa Shahih Bukhari-Muslim telah diterima oleh kaum muslimin dengan sepakat. Kecuali beberapa hadits saja yang dikritik setelah diteliti oleh sebagian Huffadz seperti Ad Daruquthni dan yang lainnya. Dari kesepakatan tersebut diputuskan bahwa hadits-hadits Bukhari-Muslim pasti shahih. Karena kaum muslimin ma’shum dari kesalahan jika telah bersepakat. Karena jika ummat menilainya shahih dan mewajibkan beramal dengannya, maka tentu hadits-hadits tersebut pada hakikatnya memang shahih. Inilah pendapat yang bagus. Namun Muhyiddin An Nawawi tidak sependapat dengan pendapat ini, ia berkata: “Kesepakatan kaum muslimin dalam hal ini tidak memastikan hadits-hadits Bukhari-Muslim pasti shahih”. Ibnu Katsir lebih cenderung sepakat dengan pendapat Ibnu Shalah. Wallahu’alam

Dengan ada nya hadist ganjil di atas maka kita sangat bersyukur  misal pada Huffazh Daraquthni akan kritik nya pada Bukhari dan muslim dengan ada nya kritik itu ibarat emas yang agak redup di jadikan sangat mengkilap.ibarat menyaring air hingga tingkat yang paling jernih.

JIKA KRISTEN NYINTIR

Hendak nya mereka berkaca kepada penyusunan kitab-kitab mereka sendiri….tidak ada satu patah kata pun dari Petrus,yohanes dan Matius dan murid-murid yesus lain nya injil Markus,Matius dan yohanes dari lingkungan mereka.klaim itu datang dari Bapa-Bapa gereja belakangan kl 100-200 tahun kemudian.contoh nya ayat ini apakah kristen bisa menunjuk kan ini valid dari Petrus?sedang kan ber kontradiksi dengan kesaksian Rasul lain nya?

(9) Pada waktu itu datanglah Yesus dari Nazaret di tanah Galilea, dan Ia dibaptis di sungai Yordan oleh Yohanes.(10) Pada saat Ia keluar dari air, Ia melihat langit terkoyak, dan Roh seperti burung merpati turun ke atas-Nya.(11) Lalu terdengarlah suara dari sorga: “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.”(Markus 1:9-11)

Apakah pada masa petrus,Yohanes,Matius dll hidup di susun injil dan di catat oleh sejarah mereka?seperti para sahabat Rasul menyusun Quran yang tercatat Bukhari dan muslim dan lain nya?…ternyata tidak ada sejarah nya para murid yesus menyusun injil dan berusaha memurnikan nya….tak tercatat sejarah,semua gelap….tiba-tiba 100-200 tahun kemudian di comot kitab-kitab oleh para Bapa gereja dan di aku-aku itu tulisan para murid Yesus.

SIFAT KAFIR DAN MUNAFIK MEMANG PENUH PRASANGKA BURUK

Sebagai muslim kita bisa menganalisis Abu Bakar dan Usman adalah dua pribadi jujur,tulus dan pejuang islam yang penuh kerja keras.di didik kejujuran dan akhlak dalam Madrasah Rasulullah,jadi mustahil mereka mengobah-ngobah quran dan sembarangan dengan quran…toh tidak ada untung nya juga bagi mereka me;lakukan hal itu.dua orang yang mencintai islam dan penuh hidup nya berjuang untuk islam mustahil melakukan perobahan dan sembarangan dengan wahyu Allah….pikiran prasangka buruk dengan tampa analisis ilmiyah hanya di milik para orang-orang Kafir dan munafik:

Allah berfirman yang artinya, “Dan supaya Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang mereka itu berprasangka buruk terhadap Alloh. Mereka akan mendapat giliran (kebinasaan) yang amat buruk dan Alloh memurkai dan mengutuk mereka serta menyediakan bagi mereka neraka Jahannam. Dan (neraka Jahannam) itulah sejahat-jahat tempat kembali.” (Al-Fath: 6)

Sebagai muslim cukup lah kita berpegang dengan ayat ini tentang janji Allah menjaga dan menjamin kemurnia quran:

“Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (Al-Hijr: 9)