Sebuah tulisan membela pemikiran Ateisme di Kaskus….pada kesempatan postingan kali ini saya hendak memberi beberapa bantahan singkat dan sederhana agar kita tak mudah di sesat kan oleh propaganda Atheisme hingga melepas agama:

Bicara moral, menarik memang karena sebagian orang masih berasumsi bahwa moral dibentuk / diajarkan oleh agama. Kenyataan nya, Landasan moral dapat berasal dari mana saja. Tidak perlu agama untuk sekedar mengetahui bahwa membunuh dan merampok itu tidak baik. Moral manusia ini berkaitan dengan hubungan sesama manusia. Dan pada akhirnya manusia berpegang pada prinsip humanisme.

Dalam konteks humanisme ada istilah golden rule yang kurang lebih berbunyi : “Perlakukan orang lain sebagaimana kamu ingin diperlakukan.Kalau ini diberlakukan dan bisa dipahami, saya yakin tidak akan ada pembunuhan, perampokan, bahkan bom bunuh diri yang melukai banyak orang.

Jadi saya rasa, tidak perlu agama dan tuhan untuk tahu apa arti moral.

Jika kejahatan di identikan dengan atheis, maka itu sebuah kesalahan besar. Banyak juga orang beragama yang melakukan kejahatan. Beberapa bahkan melakukan kejahatan atas nama tuhan. Demi membela apa yang dirasa benar berdasarkan kepercayaannya. Nah saya belum pernah dengar seorang atheis melakukan tindakan kejahatan atas dasar posisi ketidakpercayaan nya terhadap tuhan sebagai alasan untuk berbuat jahat. Bahkan lebih jauh, tidak ada Atheis yang menyatakan perang demi membela atheis lainnya. emoticon-Malu (S)

Dan untuk pernyataan bebas melakukan apapun, saya rasa semua sepakat bahwa sesungguhnya manusia terikat dengan hukum adat istiadat juga hukum negara. Walaupun saya atheis, bukan berarti saya bebas membunuh, korupsi, merampok hanya karena saya tidak percaya dosa dan neraka. Tapi alasan terkuat karena saya memang tidak ingin melakukannya terlebih dengan Golden rule diatas lalu juga dengan adanya hukum adat istiadat dan negara.

So, pantaskah sebuah kejahatan di identikan dengan posisi personal kepercayaan terhadap tuhan? Silahkan renungi.

 

LANDASAN MORAL TAK HANYA BERUMBER DARI AGAMA?

Bicara moral, menarik memang karena sebagian orang masih berasumsi bahwa moral dibentuk / diajarkan oleh agama. Kenyataan nya, Landasan moral dapat berasal dari mana saja.

Moral itu apa sih?….Memberi orang miskin,menyantuni anak yatim,silaturahmi,sopan-santun,tidak berzinah,tidak membunuh,tidak merampok,tidak korupsi dll…..dari mana moral Ateist berasal?moral mereka berasal dari sifat dasar manusia yang ada sifat kasih sayang…sifat itu di berikan Tuhan.tetapi moral ateist sangat tidak lengkap…..hanya islam yang punya sistem moral yang lengkap.Moral ateist mungkin tak membunuh,tidak merampok,tidak korupsi,dll….tetapi ateist tak akan mampu ber moral dalam masalah menjauhi zina,swinger,pantai telanjang,industri pornografi,miras dll…….jika negara mayoritas ateist maka saya yakin segala kemaksiatan akan menyebar….mereka merasa bermoral dengan tidak membunuh,tidak korupsi,tidak merampok,tetapi mereka tidak akan sanggup menjauhi zina,meniadakan industri pornografi dan pelacuran,meniadakan miras,meniadakan perjudian,meniadakan pantai telanjang dll….sebab mereka setelah melepas kan diri dari agama mereka tak akan kenal akan halal-haram,tak kenal akan dosa,semua kenikmatan dosa tak akan mampu mereka jauhi karena mereka tak mengimani perintah dan larangan agama.

MORAL YANG DI BENTUK AJARAN AGAMA ISLAM YANG TAK AKAN MAMPU DI IKUTI ATEISME

Moral yang di bentuk agama islam yang tak akan mampu di ikuti orang-orang ateis sebab mereka tak mengimani ajaran islam adalah:

1)moral menutup aurat dengan hijab

2)moral menjauhi pacaran

3)moral menunduk kan mata pada lawan jenis

4)moral melarang total industri pornografi dan industri pelacuran

5)moral menjauhi ikhtilah

6)moral menjauhi khalwat

7)moral menjauhi kumpul kebo

8)moral menjauhi swinger

9)moral melarang total pantai-pantai nudist

10)moral silaturahmi

11)moral menjauhi miras dan perjudian dan melarang nya secara total

12)dst

Maka jika negara sudah mayoritas ateist dan menjadikan negara dengan sistem ateist,maka mereka hanya merasa bermoral secara kulit luar,seperti tidak membunuh,tidak korupsi,tidak merampok,tetapi kemaksiatan menghancurkan moral mereka setelah mereka meninggal kan moral islam,tak kenal halal-haram,tak kenal dosa,tak kenal takut mati dalam dosa,mereka karena cocok dengan tujuan mereka di dunia menuruti semua kelezatan hawa nafsu mereka larut dalam pamer aurat,pacaran,berzinah mata,larut dalam membolehkan industri pornografi dan pelacuran,larut dalam ikhtilath,dalam khalwat,kumpul kebo,swinger,individualistis,perjudian dan miras dll

Jadi suatu kebohongan ateist jika mereka dapat bermoral tampa mengimani dan mengikuti agama islam yang di Ridhoi Allah ini.mereka setelah melepas iman hawa nafsu menjadi komando hingga mereka larut dalam maksiat…..toh hidup cuma sekali,kata mereka,maka puas kan hidup ini dalam kenikmatan tampa mengenal halal-haram

ATEIS MENGAMBIL MORAL BENTUKAN MANA?

Mereka pasti menjawab:kami mengambil moral dari Humanisme universal,yakni mengasihi semua manusia tampa beda-bedakan,tidak menyakiti sesama manusia,dst….seakan hebat sekali moral ateisme itu….tetapi jangan tertipu dengan omongan dangkal mereka.karena mengasihi tak membeda kan mereka tak akan melarang orentiasi sex Gay/lebian,mereka akan membiar kan perkembangan industri pornografi dan pelacuran dll

mereka hanya ber moral pada kulit luar….tetapi jika di teliti moral mereka akan hancur dan larut dalam zinah,swinger,industri pelacuran,industri pornografi,miras,industri perjudian dll.jadi bohong jika di katakan bahwa KAMI BISA BER-MORAL TAMPA AGAMA….itu salah satu propaganda dangkal dan pemikiran dangkal kaum ateist yang tak sesuai dengan kenyataan di lapangan

TIDAK PERLU AGAMA UNTUK SEKEDAR MENGETAHUI BAHWA MEMBUNUH DAN MERAMPOK ITU TIDAK BAIK?

Tidak perlu agama untuk sekedar mengetahui bahwa membunuh dan merampok itu tidak baik. Moral manusia ini berkaitan dengan hubungan sesama manusia. Dan pada akhirnya manusia berpegang pada prinsip humanisme.

Memang….seperti saya tulis di atas Ateis bisa saja tidak membunuh dan tidak merampok….tetapi mereka tak akan mampu bermoral seperti yang di ajar kan islam.mereka akan larut dalam dunia kemaksiatan,yang mereka katakan bukan maksiat.karena mereka tidak mengenal lagi halal-haram,dosa dan balasan di akhirat.

Dan ingat….moral Ateist itu TIDAK TETAP….mengikuti alur fikiran,hawa nafsu dan keadaan….bisa saja seorang Ateist menjauhi miras hanya untuk menjaga kesehatan,tetapi mereka tidak akan mau MELARANG INDUSTRI MIRAS secara totalitas.bisa saja mereka minum miras lagi jika sedang stress atau acara tahun baru(anggap sekali-sekali)….beda moral islam,miras setetes saja tetap haram,tetap haram kapan pun dan di manapun…..Ateist bisa saja menjauhi main pelacuran,hanya karena takut penyakit kelamin,tetapi mereka tak akan mau melarang industri pelacuran secara total….jadi moral Ateist itu labil,tidak stabil dan tidak tetap mengikuti alur nafsu,pikiran dan keadaan…beda moral islam,haram kapan pun,di manapun main pelacur dan mendirikan pelacuran,haram secara total

APAKAH ATEIST TETAP TIDAK MEMBUNUH DAN MERAMPOK JIKA SITUASI MEMAKSA NYA MEMBUNUH DAN MERAMPOK?

Jika situasi memaksa ateist membunuh dan merampok apakah mereka tidak akan membunuh dan merampok?….misal nya rebutan warisan?atau masalah apapun….sebab sudah tak ada penghalang rasa dosa dan takut balasan di akhirat.beda dengan orang beriman dan ber takwa yang masih memikir kan dosa dan balasan di akhirat.

Tetapi bagai mana dengan ada nya orang-orang yang KTP nya islam tetapi membunuh?…saya katakan:Mustahil ada Iman ketika ia membunuh,banyak orang yang KTP nya Islam tetapi tidak meyakini ada nya hari akhirat,tidak meyakini ada nya Allah,dll,mereka yang tampak pada kita kini orang2  yang KTP nya islam tetapi membela LGBT,miras,pelacuran,dll…orang-orang yang beriman Allah gambar kan:

Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki (nikmat) yang mulia. (QS. al-Anfaal : 2-4)

HUMANISME DAN GOLDEN RULE NYA

Dalam konteks humanisme ada istilah golden rule yang kurang lebih berbunyi : “Perlakukan orang lain sebagaimana kamu ingin diperlakukan.Kalau ini diberlakukan dan bisa dipahami, saya yakin tidak akan ada pembunuhan, perampokan, bahkan bom bunuh diri yang melukai banyak orang.

Jadi saya rasa, tidak perlu agama dan tuhan untuk tahu apa arti moral.

Ketika Ateist meninggal kan Quran dan sunnah mereka hanya memegang sepotong Golden rule di atas.lalu pada akhir nya ber kesimpulan tak perlu agama dan Tuhan untuk tahu apa arti moral.

Tentu Ateist berfikiran sempit,hanya melingkup kan moral pada tidak membunuh,tidak merampok dan tidak melakukan bom bunuh diri.padahal seperti yang sudah saya tulis di atas cakupan moral/Akhlak itu sangat luas,tak hanya tidak membunuh,tidak merampok,dan tak melakukan bom bunuh diri,tetapi mencakup menutup Aurat,menjauhi judi,menjauhi miras,menjauhi pelacuran,menjauhi pergaulan bebas dll,dan ateist tak akan mampu menjauhi semua bentuk dosa-dosa itu dan tak akan mampu melarang nya.mereka tak akan mau melarang jika ada berdiri industri pelacuran yang canggih,tak akan melarang jika tempat-tempat pemuas nafsu LGBT di dirikan…dst….jadi bohong jika di katakan tak perlu Tuhan dan Agama(islam)jika ingin tahu apa arti moral….mereka dengan meninggal kan Allah dan islam maka mereka akan berkubang dalam maksiat dan dosa yang tak bermoral.atau apakah Ateist tak menganggap zina,pelacuran,LGBT,swinger,miras,judi dll bukan penyimpangan moral?

Maka Golden rule sepotong itu tak cukup untuk membuat manusia menjadi ber moral sempurna.Allah dan agama(islam)yang sempurna dan menyempurnakan moral manusia yang tak akan mampu di capai oleh orang-orang Ateist.

ORANG BERAGAMA PUN MELAKUKAN KEJAHATAN?

Jika kejahatan di identikan dengan atheis, maka itu sebuah kesalahan besar. Banyak juga orang beragama yang melakukan kejahatan. Beberapa bahkan melakukan kejahatan atas nama tuhan. Demi membela apa yang dirasa benar berdasarkan kepercayaannya. Nah saya belum pernah dengar seorang atheis melakukan tindakan kejahatan atas dasar posisi ketidakpercayaan nya terhadap tuhan sebagai alasan untuk berbuat jahat. Bahkan lebih jauh, tidak ada Atheis yang menyatakan perang demi membela atheis lainnya. emoticon-Malu (S)

Memang orang-orang yang KTP nya islam ada yang ber zinah,main pelacur,main judi,dll….tetapi bukan berarti agama nya yang memerintah kan umat nya melakukan hal-hal itu.dalam agama umat yang ber maksiat merupakan orang-orang yang harus di peringat kan agar ber taubat.beda dengan Ateist semua zina,main pelacuran,judi dll di lakukan tampa berfikir itu dosa dan di balas di akhirat.jadi kondisi maksiat yang di lakukan Ateist menyebar tampa batas-batas dan pelarangan.

Selama negara indonesia ada ulama-ulama dan umat islam yang Iman dan Takwa yang Amar makruf nahi mungkar maka segala zina,pelacuran,perjudian,dll akan di tentang….coba jika ada sekelompok orang ingin mendirikan gedung yang memfasilitasi kegiatan Swinger coba tebak kelompok mana yang paling keras menentang?ya,para ulama dan orang-orang yang Beriman dan Bertakwa…yang mendukung adalah orang-orang yang KTP nya islam tetapi sudah tidak ada Iman di hati nya.jadi SEGALA KEMAKSIATAN akan di kontrol dan di hadang Ummat islam.dan kemana Ateist saat itu?tentu Ateist dengan segala daya mendukung ada nya gedung-gedung pelacuran,tempat perjudian,industri pornografi,dll

Jadi beda kan kemaksiatan yang di lakukan umat islam dengan Ateist….kemaksiatan yang di lakukan segelintir umat islam akan di larang dan di hadang umat Islam yang beriman dan Ber takwa….sedang kan kemaksiatan yang di lakukan Ateist TAK ADA SATUPUN YANG MENGHADANG(jika negara sudah mayoitas penduduk nya Ateist dan di pimpin pemimpin Ateist)….jika ada gedung perjudian berdiri maka masyarakat Ateist dari pemimpin hingga rakyat nya tidak akan menghalangi nya,sebab mereka tidak kenal dosa dan pembalasan dosa di akhirat….dan itu bukan dosa menurut mereka.

Jika pun ada kampanye menentang miras misal nya,lebih karena alasan kesehatan dan kekerasan di rumah tangga karena miras,tetapi mereka tak akan menutup industri2 minuman keras.jika swinger terlihat tidak membahayakan,mereka tak akan melarang nya.malah mereka bisa berdalih itu untuk menghangat kan variasi kehidupan rumah tangga.jadi moral ateist itu TIDAK AKAN LENGKAP,pincang,cacat dan tidak sempurna.dan hanya terikat oleh kondisi,keadaan,dll.beda dengan moral islam jika mengatakan miras haram maka tetap haram hingga hari kiamat.

Jadi ATEIST IDENTIK DENGAN DOSA DAN MAKSIAT….sebab mereka tidak mengenal Dosa,pahala,perintah agama,larangan agama,dll,baik pemimpin nya hingga rakyat nya….jika mereka menjauhi miras misal nya di sesuai kan dengan keinginan masing2 individu,individu A tidak mau untuk alasan kesehatan,dan A tidak peduli Jika B minum miras hingga dua liter sehari sebab itu urusan pribadi nya.beda dengan moral islam melarang semua rakyat nya mendirikan pabrik miras,mendistribusi kan nya,jika terlihat ada yang minum polisi syariat akan memecah kan botol nya dan menegak kan had pada nya

Masih berkata tak perlu Allah dan agama Islam untuk mengetahui apa itu arti moral?

Perihal melakukan kejahatan atas nama Tuhan saya tahu maksud nya,menyindir kelakuan para Bomber bunuh diri yang menyasar sipil.dan sudah cukup di ketahui Islam menentang semua pembunuhan orang-orang tidak berdosa dan menentang terorisme atas nama agama. dan islam amat melarang pembunuhan wanita,sipil dan anak-anak dalam perang…Jadi jika mencatut nama Allah dan islam untuk membunuh sipil jangan salah kan Allah dan islam nya,tetapi pencatut nya

Dari ‘Abdullah bin ‘Umar r.a, ia berkata, “Aku mendapati seorang wanita yang terbunuh dalam sebuah peperangan bersama Rasulullah saw. Kemudian beliau melarang membunuh kaum wanita dan anak-anak dalam peperangan,” (HR Bukhari-muslim)

ATEIST MELAKUKAN TINDAKAN JAHAT TIDAK BERDASAR KE ATHEISAN NYA?

Nah saya belum pernah dengar seorang atheis melakukan tindakan kejahatan atas dasar posisi ketidakpercayaan nya terhadap tuhan sebagai alasan untuk berbuat jahat.

Penulis terlalu sempit memaknai nilai moral…..penulis hanya berkutat pada pembunuhan,korupsi,merampok dan bom bunuh diri.padahal moral itu luas,bahkan saya sangsi apakah Ateist tidak menganggap ini tindakan tak bermoral?seperti zina,miras,judi,kumpul kebo,swinger,dll….justru ketika seseorang mulai meninggal kan agama nya lalu tak ber Tuhan maka mereka

saya jamin mereka akan hidup dalam maksiat seperti zina,ke pelacuran,kumpul kebo,dll sebab mereka sudah tak kenal lagi dosa dan akhirat,bahkan kebiasaan itu menetap tampa ada nya Taubat dan penyesalan.kecuali mereka menakuti sesuatu misal nya dalam wilayah negara nya terjangkit penyakit kelamin maka mereka berhenti sementara

TERIKAT HUKUM NEGARA DAN HUKUM ADAT

Dan untuk pernyataan bebas melakukan apapun, saya rasa semua sepakat bahwa sesungguhnya manusia terikat dengan hukum adat istiadat juga hukum negara. Walaupun saya atheis, bukan berarti saya bebas membunuh, korupsi, merampok hanya karena saya tidak percaya dosa dan neraka. Tapi alasan terkuat karena saya memang tidak ingin melakukannya terlebih dengan Golden rule diatas lalu juga dengan adanya hukum adat istiadat dan negara.

Memang Ateist bisa saja tak membunuh,merampok,korupsi…..karena mungkin sama darah saja dia takut,atau takut hukum negara,dll….tetapi seperti yang telah saya katakan mereka tak akan tahan melakukan maksiat…mereka akan melanggar aturan-aturan Islam yang justru memperbaiki moral manusia seperti Hijab,tidak ikhtilath,tidak khalwat,menjauhi zina+pornografi+pelacuran,dll….Dan jika mayoritas negara dan pemimpin nya Ateist maka merajalela pendirian gedung-gedung pelacuran,gedung perjudian,di sah kan nya LGBT dll.

TETAPI NEGARA MAYORITAS MUSLIM PUN BANYAK KEMAKSIATAN DAN MUSLIM MELAKUKAN BANYAK MAKSIAT?

Mungkin para Ateist menyangkal bahwa negara-negara muslim pun dan penduduk nya berkubang maksiat seperti zinah,pornografi,pergi ke pelacuran,bahkan mungkin ada yang melakukan kumpul kebo,swinger,mabuk miras,dll…jadi ber moral atau tidak tak di tentukan Agama?

JAWAB

Itu di karenakan negara-negara itu hanya kebanyakan penduduk nya muslim-muslim hanya tertera di KTP….tetapi dalam keseharian menolak hukum-hukum Islam.mereka menolak hukum rajam,hukum qisash,hukum Had bagi pemabuk,membiar kan perkembangan industri pelacuran,membiar kan kemungkaran,dll…bahkan orang-orang yang hati nya tak ada iman(hanya Islam di KTP)tampak membela pendirian industri pelacuran,miras,LGBT dll.

Oleh sebab itu Jika muncul pimpinan2 yang Beriman dan Ber takwa pasti menghadang segala bentuk kemaksiatan.seperti wacana Ahok hendak melegalisasai pelacuran ber sertifikat di Apartement langsung di tentang para pemimpin Muslim.

APA TUJUAN TULISAN SAYA?

Tulisan ini memperingat kan jangan sampai Ajaran Atheisme menyebar pada suatu negara,hingga jika penduduk negara mulai mayoritas Atheist pasti mereka akan menguasai per politikan negeri….Jika mereka sudah memimpin maka mereka tentu akan mengizin kan secara total segala bentuk kemaksiatan seperti melegal kan pelacuran,melegal kan industri pornografi,melegal kan LGBT,melegal kan Miras,bahkan melegal kan swinger,dll…sebab mereka tidak mengenal dosa dan tidak percaya ada nya pembalasan di Akhirat bagi para pendosa.oleh sebab itu penyebaran paham Ateist itu sangat berbahaya bagi kelangsungan masa depam moral bangsa

Tetapi selama ini negara indonesia yang ber ketuhanan ternyata juga melegal kan industri pelacuran,miras?

JAWAB

Itu di karena kan banyak nya islam hanya pada KTP nya saja,tetapi hati nya tak ada iman.mustahil orang yang hati nya ada Iman mengizin kan pendirian industri pelacuran misal nya,dan makan dan kaya dengan uang suap dan sogokan dari industri pelacuran.hingga hidup nya terus dalam ke haraman.orang model begini di ragukan masih mengimani ada nya Allah,hari pembalasan,dosa,sebab tak ada rasa takut pada barang haram dan balasan nya di Kubur dan Akhirat.padahal Rasulullah bersabda:

Dari Ibnu Umar Radhiyallahu anhuma, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

لاَ يَقْبَلُ اللَّهُ صَلاةً بِغَيْرِ طَهُورٍ ، وَلاَ صَدَقَةً مِنْ غُلُولٍ

Allâh tidak akan menerima shalat seseorang tanpa berwudlu (bersuci), dan tidak akan menerima sedekah dengan harta ghulul (curian/korupsi) [HR. Muslim]

“Orang-orang Arab Badui itu berkata: “Kami telah beriman”. katakanlah: “Kamu belum beriman, tapi katakanlah ‘kami telah tunduk’, karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu; dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikitpun pahala amalanmu; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (14) Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar”. (Qs. al-Hujurat: 14-15)

Dari al-A’mas dari Imam Ja’far bin Muhammad as beliau berkata:

و الاسلام غير الايمان، و كل مؤمن مسلم و ليس كل مسلم مؤمن

“Islam itu bukanlah iman, setiap mukmin itu muslim tapi tidak setiap muslim itu mukmin”  

Maka tidak heran jika ada pemimpin dan rakyat biasa KTP nya muslim tetapi mendukung pelacuran,mendukung Miras,suka ber maksiat dll sebab mereka hanya islam tertera dalam KTP tapi hati nya TIDAK BERIMAN.karena mereka segala kemaksiatan menyebar di negara muslim.mereka menampak kan ke islaman tetapi menyembunyikan ke kafiran.sudah banyak yang mengakui nya,seperti Ateist di kaskus mengaku sudah menjadi Ateist walau di depan keluarga masih mengaku islam.orang-orang model begini yang jika berkuasa menjadi kan negara muslim mele gal kan maksiat.

MENYUDUT KAN MORAL ISLAM TERTENTU

Ketika Ateist melihat tulisan ini mereka mulai menyudut kan islam punya moral bejat antara lain perintah membunuh orang-orang kafir,memboleh kan perbudakan,memboleh kan pedofil,pembunuhan2 yang di lakukan Rasulullah,dll….padahal mereka memahami semua itu hanya dari situs-situs anti islam tampa melihat penjelasan dari ulama-ulama islam.

Jadi dengan men diskridit kan moral islam mereka tetap enggan beriman dan ber takwa dan menetapi kebiasaan mereka dalam maksiat.padahal perang melawan kafir ada pencetus nya dan sebab nya,perbudakan di sikapi dengan bijaksana,dll yang penjelasan nya sebagian kecil sudah terwakili pada link-link di atas.jadi orang-orang Ateist tak akan bisa ber-moral secara sempurna ketika mereka meninggal kan islam.