Zarathustra

Pada tulisan Kaskus ada tuduhan bahwa Islam adalah jiplakan dari agama Zoroaster.mari kita simak beberapa kritik mereka.agar tak terlalu terlalu terlihat panjang pokok pikiran pengkritik saya langsung Quote:dan saya hanya menyanggah dengan alakadar nya mengingat artikel nya panjang hingga untuk menyanggah agak panjang harus di ambil satu tema di bahas tersendiri.

Mari kita mulai

Pengarang menulis:

Perlu diakui bahwa dalam interaksi sosial budaya, akan terjadi pengambilan ide-ide antar kaum/bangsa. Termasuk dalam urusan agama / kepercayaan. Zoroastrianisme adalah sebuah agama tua yang mempunyai banyak pengaruh dalam peradaban umat manusia di kemudian hari. Pendiri agama ini adalah seorang Persia(sekarang-Iran) bernama Zaratustra. Dalam sejarah agama dunia, Zoroastrianisme kemungkinan besar adalah agama monoteis pertama di dunia. Zoroastrianisme pernah menjadi agama resmi kerajaan Persia.

Salah satu kesalahan Mindset para pengkaji Ateis bahkan kristen mereka berkata jika ada ide-ide pada Kitab A lalu ide-ide kitab A  itu ada pada kitab B maka kitab B melakukan Copy paste….melakukan pengambilan ide-ide.mereka mengatakn sebagai interaksi antar budaya.padahal menurut islam kesamaan itu adalah karena ajaran-ajaran para Rasul,nabi dan orang-orang saleh pada zaman dahulu kurang lebih sama.

Dan (Kami telah mengutus) rasul-rasul yang sungguh telah Kami kisahkan tentang mereka kepadamu dahulu, dan rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan tentang mereka kepadamu. Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung(An-Nisa ayat 164)

111. Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Qur’an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan  yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman. (Yusuf)

Allah berfirman:

وَإِنْ مِنْ أُمَّةٍ إِلَّا خَلَا فِيهَا نَذِيرٌ

Tidak ada satupun umat, melainkan di lingkungan mereka telah ada sang pemberi peringatan.” (QS. Fathir: 24)

Abu Dzar bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Berapa jumlah persis para nabi.” Beliau menjawab:

مِائَةُ أَلْفٍ وَأَرْبَعَةٌ وَعِشْرُونَ أَلْفًا الرُّسُلُ مِنْ ذَلِكَ ثَلَاثُ مِائَةٍ وَخَمْسَةَ عَشَرَ جَمًّا غَفِيرًا

“Jumlah para nabi 124.000 orang, 315 diantara mereka adalah rasul. Banyak sekali.” (HR. Ahmad no. 22288 dan sanadnya dinilai shahih oleh al-Albani dalam alMisykah).( Source )

Kita tidak mengetahui apakah Zaratustra apakah Rasul,Nabi,orang saleh atau mungkin lingkup umat Rasul dan Nabi terdahulu tetapi menyimpang kan agama Nabi dan Rasul yang ada di wilayah mereka.wallahualam.tetapi dari ajaran-ajaran nya ada juga mencermin kan ajaran islam kini tentang shirath misal nya.Zarathustra diperkirakan hidup sekitar 1100-550 SM.[2]. Ada juga yang mengatakan dia hidup sekitar 1200-600 SM.[1]

Zarathustra dikenal  mempunyai karunia untuk menyembuhkan dan melakukan berbagai mujizat.Zarathustra berusaha memperbaiki sistem kepercayaan dan cara penyembahan kepada dewa-dewa yang berkembang di Persia. Pada umur 30 tahun, Zarathustra mendapatkan sebuah penglihatan. Menurut legenda, ia melihat cahaya besar yang kemudian membawanya masuk dalam hadirat Ahura Mazda, Sang Terang. Sejak perjumpaannya itu Zarathustra menjadi semakin giat menyebarkan ajaran yang mengajarkan bahwa segala sesuatu yang baik berasal dari Ahura Mazda.

Dasar ajaran dari Zarathustra adalah monotheisme, yaitu menyembah hanya satu Tuhan, Ahura Mazda.[4] Angra Mainyu, yang merupakan Sang Kegelapan dan lawan dari Ahura Mazda, adalah pengingkaran Tuhan.[5] Ajaran Zarthustra juga membenarkan adanya makhluk-makhluk suci yang bersifat pengasih yang membantu perjuangannya.[4] Akan tetapi setelah Zarathustra meninggal, kepercayaan kepada makhluk-makhluk suci tersebut diubah menjadi konsepsi kedewataan yang dihubungkan dengan penciptaan alam, yang terdiri dari enam tingkat penciptaan benda-benda alam, yaitu:[4]

  • Asha Vahista sebagai dewa tata tertib dan kebenaran yang indah dan sering digambarkan sebagai dewa yang menguasai api;
  • Vohu Manah sebagai dewa hati nurani baik (God mind) dan sering digambarkan sebagai sapi jantan;
  • Keshatra Vairya sebagai dewa pencinta dan penguasa segala logam;
  • Spenta Armaity sebagai dewa ibadah yang penuh kasih dan penguasa bumi dan tanah;
  • Haurvatat adalah sebagai kebulatan dan kekuasaan serta penguasa air dan tumbuh-tumbuhan;
  • Amertat, sama seperti Haurvatat, sebagai dewa kebulatan dan kekuasaan serta penguasa air dan tumbuh-tumbuhan.[4]

Segala bentuk ajarannya dituangkan dalam sebuah kitab yang disebut Gathas dan Avesta.[6]

Dari segala hidup dan missi Zaratustra kita bisa menduga ia seorang Rasul.terlihat dari misi nya mengajar kan Monotheisme….punya mukjizat,dan seperti kebiasaan nabi dan Rasul lain nya setelah meninggal ajaran nya Tauhid nya di simpang kan ke arah Polytheisme.walau saya tak punya bukti kuat setidak nya nya asumsi ini sesuai quran yang mengirim banyak Rasul dan Nabi pada setiap daerah.

 

Hampir semua ahli sejarah dunia sepakat bahwa ide ajaran yang diusung agama Abrahamik (Yudaisme, Kristen & Islam), berasal dari Zoroastrianisme. Meski khusus untuk Yudaisme, ada beberapa ahli sejarah yang masih memperdebatkan hal ini. Namun,gaya bahasa dan penulisan manuskrip Zoroastrian cenderung menunjukkan bahwa agama ini jauh lebih tua dari Yudaisme. Mari kita bahas beberapa hal mengenai ide-ide pokok ajaran agama Abrahamik, terkait dengan Zoroastrianisme.

Berasal itu hakikat nya penerusan ajaran.kontens yang hampir sama menurut Tafsiran Ateistik adalah saling mempengaruhi dalam kebudayaan.namun dalam tafsiran islam itu adalah kesamaan ajaran yang beruntunan dari Adam hingga Muhammad.

وَإِنَّهُۥ لَتَنزِيلُ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ

Dan sesungguhnya Al Qur`an ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam,

نَزَلَ بِهِ ٱلرُّوحُ ٱلْأَمِينُ

dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril),

عَلَىٰ قَلْبِكَ لِتَكُونَ مِنَ ٱلْمُنذِرِينَ

ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan,

بِلِسَانٍ عَرَبِىٍّۢ مُّبِينٍۢ

dengan bahasa Arab yang jelas.

وَإِنَّهُۥ لَفِى زُبُرِ ٱلْأَوَّلِينَ

Dan sesungguhnya Al Qur`an itu benar-benar (tersebut) dalam Kitab-kitab orang yang dahulu.

أَوَلَمْ يَكُن لَّهُمْ ءَايَةً أَن يَعْلَمَهُۥ عُلَمَٰٓؤُا۟ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ

Dan apakah tidak cukup menjadi bukti bagi mereka, bahwa para ulama Bani Israil mengetahuinya?

وَلَوْ نَزَّلْنَٰهُ عَلَىٰ بَعْضِ ٱلْأَعْجَمِينَ

Dan kalau Al Qur`an itu Kami turunkan kepada salah seorang dari golongan bukan Arab,

فَقَرَأَهُۥ عَلَيْهِم مَّا كَانُوا۟ بِهِۦ مُؤْمِنِينَ

lalu ia membacakannya kepada mereka (orang-orang kafir); niscaya mereka tidak akan beriman kepadanya.

كَذَٰلِكَ سَلَكْنَٰهُ فِى قُلُوبِ ٱلْمُجْرِمِينَ

Demikianlah Kami masukkan Al Qur`an ke dalam hati orang-orang yang durhaka.

لَا يُؤْمِنُونَ بِهِۦ حَتَّىٰ يَرَوُا۟ ٱلْعَذَابَ ٱلْأَلِيمَ

Mereka tidak beriman kepadanya, hingga mereka melihat `azab yang pedih,(Asy-Syuaraa`:192-201)

Quran di sebut kan dalam kitab-kitab orang terdahulu arti nya ajaran-ajaran Quran ada beberapa nya termaktub dalam kitab-kitab orang-orang terdahulu  misal nya ajaran Tauhid ada di taurat,ajaran tentang shirath dan mizan ada di kitab Zoroaster yang menunjuk kan pada negri iran pada masa lampau pasti ada seoarng Rasul Allah yang mengajar kan tentang mizan,shirath,surga dll.semua di dapat dari Wahyu dari Allah.

Zoroastrianisme, Yudaisme & Kristen

Widengren menyatakan:

Kepentingan sejarah agama-agama Iran ada pada peran besar yang mereka mainkan dalam perkembangan iran dan dalam kuatnya pengaruh agama tipe Iran yang ada di Barat, khususnya pada agama Yahudi setelah masa pembuangan; pada agama-agama misterius Hellenistik seperti Mithraisme; Gnosticisme; dan Islam, dimana gagasan-gagasan iran ditemukan, baik dalam Sekte Syiah, sekte- sekte utama abad pertengahan dan pada agama (aliran) islam lain serta eskatologi populer lainnya. Widengren juga menunjukkan pengaruh Zoroastrianisme pada Perjanjian Lama selama pembuangan Babilon pada Yahudi dalam karya Die Religionen Irans (1965).

Widengren hanya mempelajari yang ia tahu,ketika ia melihat kesamaan zoroaster dengan islam misal nya nalar Sekuleristik dan Ateistik nya mengatakan ini penyerapan budaya.hanya demikian memang nalar Ateistik.kita tidak tahu Windengren seorang Ateist atau bukan,tetapi dengan ia mengetahui ada nya kesamaan zoroaster dengan Yudaisme dapat di pastikan ia menjadi skeptis.

Morton Smith mungkin yang pertama menunjukkan kemiripan antara Yesaya 40-48 dengan himne Zoroastrianisme yang dikenal sebagai Gatha, khususnya Gatha 44.3-5: gagasan bahwa Tuhan menciptakan terang dan gelap ada di keduanya.

Yesaya 40-48 agak membingung kan pada tulisan di atas…..seharus nya penyebutan nya di dahului pasal dahulu baru ayat.mungkin ayat yang di maksud ini:

7. yang menjadikan terang dan menciptakan gelap, yang menjadikan nasib mujur dan menciptakan nasib malang; Akulah TUHAN yang membuat semuanya ini.

Saya tak bisa berkomentar banyak mengingat kutipan nya membingung kan

John Hinnels menulis “Zoroastrian Savior Imagery and Its Influence on the New Testament,” ( Citra Juru Selamat Zoroaster dan Pengaruhnya terhadap Perjanjian Baru)dengan pengaruhnya yang berkembang lewat kontak-kontak orang Yahudi dengan orang Parthian pada abad ke-2 SM dan pertengahan abad ke-1 M.

Jadi menurut Hinnels para Yahudi yang kontak dengan budaya persia mulai membuat tulisan dengan mengambil ide-ide dari Zoroaster.pengambilan ide-ide ini mungkin mempengaruhi ajaran kristen yang mengajar kan yesus sebagai juru selamat.sebenar nya penjiplakan kontens pagan yang tak terbantah kan dan sangat telanjang ada pada agama kristen.

Konsep Tuhan & Wahyu

Ahura Mazda (juga disebut Ohrmazd, Hourmazd, Hormazd, Aramazd and Azzandara) adalah Tuhan dari peradaban Persia kuno. Ia dideskripsikan sebagai yang Maha Ada, Maha Kuasa dan Abadi, memiliki Kekuasaan dan Daya Cipta Tinggi. Tuhan ini mempunyai perantara untuk menyampaikan pesan. Ia disebut Spenta Mainyu (Roh Suci) dan mengatur jagat raya lewat para malaikat. Tapi Kekuasaan Tuhan, dihalangi oleh musuhnya, Ahriman, mirip dengan Setan, yang akan dihancurkan pada akhir dunia.

Disini ada kemiripan dalam ajaran eskatologinya, doktrin dunia yang melakukan regenerasi, kerajaan sempurna, kedatangan penyelamat/messiah, kebangkitan orang mati dan hidup selama-lamanya. Ahura Mazda menurunkan wahyu dan perintahnya pada Zoroaster digunung tempat pertemuan suci; YHWH melakukan pertemuan yg mirip yaitu dengan Musa di gunung Sinai.

Justru diskripsi Tuhan yang maha segala nya,Tuhan mengirim utusan,ada nya malaikat,hidup abadi setelah mati,menurun kan wahyu dll menjadi bukti bahwa ajaran-ajaran islam hakikat nya sama dengan ajaran-ajaran terdahulu,sebab di kirim Tuhan yang sama.ini bukti bahwa ajaran-ajaran islam juga di ajar kan pada masa-masa purba dahulu,entah lewat nabi,Rasul atau para sahabat Nabi dan Rasul itu,kita tidak tahu.bukan berarti islam menjiplak Zoroaster…tetapi hakikat nya agama Zoroaster lah yang menyalin ajaran itu dari Allah,namun siapa yang menyampai kan nya?bisa jadi Zarathustra atau bisa jadi sosok yang tak terekam sejarah.

Konsep Penyucian

Aturan penyucian Zoroastrian terutama praktek membuang kekotoran (yg menyebabkan kenajisan) karena kontak dengan mayat atau materi kotor lain ada dalam Avestan Vendidad yg hampir mirip dengan aturan kitab Imamat.

Bisa jadi Allah menurun kan aturan itu(catat:aturan itu jika ngawur/tak sesuai akal sehat maka telah mengalami perobahan di tangan para imam) juga pada bangsa persia melalui rasul-Nya….kalau di piki-pikir buat apa yahudi menjiplak ajaran persia dan capek-capek mereka terap kan sendiri pada komunitas mereka?

Masa Penciptaan

Enam hari penciptaan dalam Kitab Kejadian mirip dengan enam perioda penciptaan yang dituliskan dalam ayat-ayat Zoroastrian.

Hal ini tidak mengejut kan…..jika Allah menurunkan Rasul di tanah persia maka Dia tentu menurun kan wahyu tentang penciptaan enam masa.jadi bukan soal yang mengejutkan.tetapi pada perkembangan selanjut nya mulai masuk cerita ngawur penciptaan dari distorsi-distorsi yang di lakukan seperti cerita ini :

Kepercayaan Budha di era Persia Pertengahan mengatakan bahwa bumi diciptakan oleh Dewa Ahura Mazda. Ia menciptakan Alburz, gunung yang tumbuh 800 tahun hingga akhirnya menyentuh langit, pada titik itu, hujan turun dan membentuk sungai Vourukasha dan 2 sungai besar lainnya.

Hewan pertama, banteng putih, tinggal di tepi sungai Veh Rod. Akan Tetapi, iblis Angra Mainyu membunuhnya. Benih banteng tersebut terbawa ke bulan dan disucikan, menciptakan banyak hewan dan tumbuhan.

Di seberang sungai, tinggallah manusia pertama, Gayomard, yang juga dibunuh oleh Angra Mainyu, benihnya kemudian menciptakan tumbuhan rhubarb yang membuahkan Mashya dan Mashyanag, manusia fana pertama.

Angra Mainyu tidak membunuh mereka, tetapi menipu mereka agar mereka memujanya dan 50 tahun setelah mereka melahirkan anak kembar, mereka ditipu untuk memakan anak mereka sendiri. Mereka yang berdosa, melahirkan 2 anak kembar lagi dan dari kedua anak kembar ini lahirlah para manusia Bangsa Persia.( Sumber )

Cerita ngawur di atas saya yakin penyimpangan cerita dari agama yang di bawa Rasul menjadi agama yang di distorsi pengikut nya.

Adam & Hawa

Dalam agama abrahamik, umat manusia berasal dari Adam dan Hawa. Sama halnya dengan Zoroastrianisme. Mashya (lelaki) serta Mashyana (perempuan) adalah Adam dan Hawa versi agama asli Persia ini.

Hal ini tidak mengejut kan sebab para Rasul Allah yang di utus pada bangsa persia tentu juga mengajar kan ajaran Adam dan Hawa.dan ajaran ini sapa yang menjamin tidak terdistorsi dengan cerita-cerita yang menyimpang kemudian?

Kisah Air Bah

Kisah banjir bandang dalam agama Abrahamik, dideskripsikan telah menghancurkan seluruh umat manusia kecuali sekelompok orang saleh beserta keluarganya; dalam Avesta (kumpulan teks suci Zoroastrianisme), sebuah musim dingin memusnahkan populasi bumi kecuali keluarga Yima di Vara. Dalam kedua kisah tersebut, bumi diisi oleh orang-orang baru dengan sepasang makhluk terbaik utk tiap jenis, dan lalu bumi terbagi menjadi tiga kerajaan.

Tiga anak dari penerus Yima, Thraetaona: Airya, Sairima dan Tura menjadi pewaris dari Persia;

Ini mirip Shem, Ham dan Japhet-nya versi Semit. Yudaisme dengan kuat dipengaruhi oleh Zoroastrianisme jika dipandang dari sudut ilmu angelologi dan demonolog, dan mungkin juga dalam doktrin kebangkitannya.

Apakah kita mempercayai Kitab Avesta?kitab apakah itu?apakah kitab itu berasal dari Rasul Allah?Jika ya ada Rasul-rasul Allah yang mengajar bangsa parsi masa lalu maka mereka pasti nya mengajar kan ajaran Allah,bukan mengajar kan dongeng di atas.dongeng musim dingin di atas tentu nya bukan dari ajaran Allah,tetapi cerita menyimpang dan distorsif.

Zoroastrianisme & Islam

Islam jelas terpengaruh oleh ajaran Yudaisme dan Kristen. Beberapa kemiripan Yudaisme dan Kristen terhadap Zoroastrianisme di atas juga ada dalam ajaran Islam.

Penulis islamis pertama yang menganggap serius ide pengaruh langsung Zoroastrianisme terhadap islam mungkin adalah Goldziher, yang mana artikel-artikelnya banyak dikutip di bab ini.

Goldziher Juga mengkritik hadist-hadist dalam islam,tetapi banyak di bantah para scholar muslim.banyak bantahan kepada Goldziher hingga menelanjangi kebodohan nya( cek  di sini , di sini )

Kemenangan muslim atas tentara Sassanian Persia pada perang Qadisiyah tahun 636M, menandai awal kontak langsung dua masyarakat ini. Kontak dua budaya ini punya pengaruh sangat besar pada Arab dan Islam. OrangPersia yang masuk islam membawa pengertian baru mengenai kehidupan religius ke dalam Islam.

Konsep Negara Agama

Ketika dinasti Umayyah digulingkan, dinasti Abbasiyah mendirikan negara teokratis dibawah pengaruh religio-politisnya Persia; Revolusi Abu Muslim yang membawa Abbasiyah kepuncak kekuasaan aslinya bisa disebut sebagai sebuah gerakan berbau ‘Persia’. Abbasiyah mengadopsi banyak tradisi dari kaum Sassanian: mereka memakai gelar RajaPersia, meski mereka sadar akan hubungan pengertian antara institusi kalifah dengan konsep kerajaannyaPersia; kerajaan mereka berupa negara agama/ulama dan merekalah yang menjadi pemuka agamanya; seperti kaum Sassanian mereka menganggap diri mereka suci. Ada hubungan yang sangat dekat antara pemerintahan dan agama, sebuah hubungan yang saling ketergantungan, sebuah persatuan yang sempurna terbentuk didalamnya. Pemerintahan dan agama menjadi identik dan dg demikian agama menjadi pemerintah bagi orang-orang lainnya.

Tentu analisis di atas ngawur.dalam islam ber negara itu berpodoman pada Quran dan sunnah.dan Khalifah tidak lah suci.dan konsep ulama dan umara ada di quran,bukan meniru dari Kerajaan Sasanide.

Tentang Mengaji

Konsep pembacaan ayat- ayat Quran sangat mirip dengan kepercayaan Persia yang juga suka membacakan ayat-ayat dari Avestan Vendidad. Mereka sama-sama yakin dg membacakan Kitab Suci akan membantu meringankan tugas manusia dari segala kekurangan yang didapatkan di bumi; ini penting selain bagi negara juga bagi keselamatan jiwa masing-masing individu. Baik muslim maupun Zoroastrian suka membaca kitab-kitab mereka sampai berhari-hari setelah kematian salah seorang keluarga.

Tentu lucu jika di katakan Nabi Muhammad menyuruh membaca quran dengan rutin menjiplak dari persia.dan penghujat tak punya bukti apapun akan tuduhan itu.kecuali hanya ber asumsi Muhammad telah menjiplak?bukti?tak ada.

Yang tidak terfikir kan oleh pengkritik adalah beda kitab Quran dengan Avesta….mana yang mengandung mukjizat terbesar hingga kita sebagai muslim yakin pasti Quran di turun kan dari Tuhan alam semesta pencipta seluruh manusia,pencipta bangsa persia?…..kitab Quran mengandung mukjizat besar,mudah di hapal kan dan di baca terasa menyejuk kan di dengar,dan kitab ini bertahan hingga kini dan kitab Avesta hampir menjadi buku meseum saja.masih banyak segi keunggulan kitab Quran di banding Avesta hingga kita menyimpul kan Quran lah yang menjadi wahyu dari ilahi.namun bukan membahas  nya panjang lebar di sini

Tentang Mizan

Doktrin Islam mengenai Mizan atau timbangan (Surah 21.47), yaitu timbangan yang dipakai utk menimbang perbuatan semua manusia, jelas berasal dari Persia. Dalam konsep ‘timbangan’ ini, umat Islam diperhitungkan nilai dari perbuatan baik dan jahatnya, seperti praktik timbangan yang sebenarnya. Nabi pernah berkata: Siapapun yang mengucapkan doa diatas tandu jenazah mendapatkan satu kirat tapi yang hadir pada saat jenazah dikebumikan mendapat dua kirat yang mana beratnya sama dengan berat gunung Chod. Sholat berjamaah punya nilai dua puluh limakali lebih banyak dari sholat individu. Dan lain sebagainya.

Menurut ajaran Islam, pada hari Kiamat, malaikat Jibril akan memegang timbangan ini, sebelah menggantung diatas surga dan yang lainnya diatas neraka. Mirip dalam Parsisme, ketika hari kiamat dua malaikat akan berdiri pada jembatan penghubung surga dan neraka, memeriksa setiap orang yang lewat. Satu malaikat yg mewakili Kemurahan Hati Tuhan, memegang timbangan ditangannya utk menimbang semua perbuatan baik orang ini, jika perbuatan baiknya lebih banyak dia akan dilewatkan ke surga; sebaliknya malaikat kedua mewakili keadilan Tuhan, menimbang perbuatan jahat dan akan melempar mereka ke neraka.

Justru dengan ada nya ajaran Mizan ini pada bangsa persia hingga hampir persis dengan yang ada di islam makin menguat kan kebenaran islam bahwa bangsa-bangsa kuno dahulu juga di datangi para Rasul dan mengajar kan mereka tentang Mizan ini.hingga ajaran itu membekas dan masih tersisa hingga datang nya islam.

Tentang Shalat

Sholat lima waktu muslim juga mirip dengan agama asli Persia ini. Muhammad sendiri, mulanya menetapkan dua sholat saja. Lalu, seperti ditulis dalam Quran, sholat ketiga ditambahkan, menjadi sholat subuh, sholat magrib dan sholat ashar, yang berhubungan dengan tradisi Yahudi Shakharith, Minkah dan Arbith.

Tentu argument konyol jika yahudi punya 3 waktu ibadah lalu di asumsikan Muhammad menjiplak yahudi.tentu semua ini hanya asumsi si penulis saja untuk menambah daftar Muhammad menjiplak ajaran-ajaran kuno.

Terjadinya interaksi dengan kaum Zoroastrian tentu memberikan pengaruh. Semangat religius kaum Zoroastrian dikenal sangat tinggi. Ini kemudian berujung pada penetapan shalat lima waktu sebagai standar tingkat religiusitas muslim. Hal ini sama benar dengan kebiasaan Gahs (sholat)-nya orang Persia.

Tentu ini cuma asumsi pengarang saja mengatakan Muhammad menjiplak ritual Gahs persia menjadi salat 5 waktu tampa memberi bukti nya.jika Muhammad  mengarang salat bohong-bohongan maka beliau pasti paling malas dalam salat nya.ngapain serius?wong solat nya saja bohong ciptaan sendiri?….tetapi lihat lah Nabi Muhammad paling serius dalam salat nya

Diriwayatkan Aisyah r.a, ia berkata :
“Nabi SAW mengerjakan sholat malam hingga bengkak kedua telapak kaki beliau,lalu aku katakan kepada beliau,’Mengapa engkau melakukan seperti ini, ya Rosulullah, padahal dosamu yang lalu maupun yang akan datang telah diampuni oleh Allah? ‘Beliau menjawab,’Apakah aku tidak boleh menjadi hamba Allah yang bersyukur?” (HR Bukhori VIII/449 dan Muslim 2819 dan 2820)

Nabi Muhammad begitu giat salat menunjuk kan salat itu memang perintah Allah.jika perintah itu karangan sendiri maka Nabi Muhammad paling malas melakukan nya sebab semua itu sia-sia karangan dia tahu itu karangan nya sendiri.

Dan simak juga kerajinan Rasulullah bangun salat tahajjud dan salat subuh.orang yang mengarang salat yang bohong tentu tak akan sanggup melakukan amalan rutin bangun jam 3 pagi hingga jam 4 pagi untuk salat.malah  Rasul mengatakan orang yang tak sanggup bangun subuh itu karena godaan setan

“Setan mengikat pada ujung kepala salah seorang diantara kalian jika tidur dengan tiga ikatan. Masing-masing ikatan mengatakan: “Engkau masih memiliki malam yang panjang, maka tidurlah!’ Jika ia bangun lantas menyebut nama Allah, maka terlepaslah satu ikatan. Jika ia berwudlu, maka lepaslah ikatan berikutnya. Dan jika ia mengerjakaan sholat, maka terlepaslah satu ikatan lagi, sehingga keesokan harinya ia menjadi giat, demikian juga jiwanya akaan menjadi baik. Jika tidak demikian, maka keesokan harinya ia menjadi kotor jiwanya lagi pemalas.” (HR. Muslim 1163).

Selain pengaruh Persia terhadap islam yang masuk melalui Yudaisme dan Kristen, interaksi sosial budaya juga menjadi salah satu pemicu masuknya budaya Persia sejak masa Arab Pra Islam.

Para pedagang Mekkah secara teratur melakukan kontak dengan budaya Persia; sementara banyak juga penyair Arab suka berkelana ke kerajaan Arab di al-Hira dekat Efrat, dimana kerajaan ini sudah lama berada dibawah pengaruh Persia dan seperti Jeffery katakan, “kerajaan ini menjadi pusat utama dari pencampuran budaya Iran diantara orang Arab,”. Para penyair seperti al-Asha, menulis puisi-puisi yang sepenuhnya memakai kata- kata Persia.

Sejumlah besar kata-kata Persia dari Avestan dan Persia Tengah (Pahlavi) serta ungkapan-ungkapan lain muncul pula di Arab. Bahkan ada bukti kaum berhala Arab ada yang menjadi pemeluk Zoroastrian. Pengaruh Persia juga bisa dirasakan di Arab Selatan, dimana para pegawai pemerintah Persia memerintah disana atas nama Sassanian. Malah kita punya kesaksian dari Quran langsung, yang menyebut orang Zoroastrian sebagai orang Majusi dan menyebut serta mensejajarkan mereka dengan orang Yahudi, Sabian dan Kristen, sebagai orang-orang percaya (surah 22.17).

Memang percampuran budaya saat itu umum terjadi.tetapi memandang Muhammad sebagai penjiplak agama Zoroaster adalah terlalu berfikir sempit seperti yang saya tulis di atas bahwa keserupaan berarti ajaran itu memang ajaran Allah pada Rasul-rasul terdahulu.

Ibn Hisham, penulis biografi Muhammad, mengatakan bahwa ada seseorang bernama an- Nadr ibn al-Harith yang biasa bercerita pada orang Mekah kisah-kisah ‘Rustem the Great’ dan tentang Isfandiyar serta Raja-raja Persia, orang ini selalu sesumbar bahwa kisah-kisah dari Muhammad tidaklah lebih baik dari kisah-kisah yang dia ceritakan. Torrey: “sang nabi melihat para pendengarnya menghilang, dan menjadi dendam pada orang ini, dendam yang kemudian dia lampiaskan setelah perang Badar. An-Nadr ditangkap dan membayar semua ceritanya dengan nyawa.” Kita juga belajar dari Ibn Hisham bahwa diantara para sahabat nabi ada seorangPersiabernama Salman, yang menceritakan pada Muhammad tentang agama nenek moyangnya.

Tentu semua itu tergantung siapa yang memandang.jika orang-orang kafir memandang peristiwa itu memang dari kaca mata prasangka.sedang kan muslim memandang eksekusi itu memang pantas bagi orang-orang yang sangat keras memusuhi islam.dan situasi nya dalam perang hingga ada dua kejahatan yakni memusuhi keras islam sekaligus memerangi dengan senjata.lebih baik dari cerita persia?

Rasul memperbaiki jazirah arab dari berpecah belah,makan bangkai,berzinah,mengubur bayi-bayi perempuan,menyembah berhala dll menjadi masyarakat beradab tentu akal sehat lebih memilih ajaran Muhammad lah yang lebih baik dari Persia.dan tuduhan salaman mengajar Muhammad tentu sangat menggelikan dan irrasional.apakah salman tidak menjadi curiga?pertanyaan sepele ini saja meruntuh kan klaim mereka.

Hari Sabat

Muhammad juga terpengaruh Zoroastrian mengenai sikapnya tentang hari Sabat dan sikapnya yg menentang gagasan Tuhan perlu istirahat setelah menciptakan dunia dalam enam hari. Teolog Parsi juga mengambil posisi yang sama, menentang hari Sabatnya Yahudi. Bagi Muhammad dan semua muslim, Jum’at bukanlah hari Sabat, hari istirahat, tapi sebuah hari dimana orang-orang berkumpul utk melakukan penyembahan kultusnya.

Tentu ini hanya asumsi pengarang yang liar saja tampa bukti.apakah masuk akal jika Tuhan ber istirahat setelah menciptakan langit dan bumi ?…pada inti nya Muhammad mengakui ajaran sabat,tetapi setelah datang nya quran syariat itu di hapus oleh quran.

Buraq

Menurut hadis, Muhammad melakukan perjalanan kesurga, dimana dia bertemu malaikat Jibril, Musa dan Ibrahim dkk, menaiki seekor binatang bernama Buraq, binatang bersayap dua, putih, sebesar kuda. Buraq kabarnya mirip dengan binatang khayal orang-orang Assyrian, Gryphon, telah ditunjukkan oleh Blochet bahwa konsep muslim banyak yang berasal dari ide-ide orang Persia. Perincian dari kenaikan kesurga ini juga mirip dengan literatur Zoroastrian.

Kenaikan kesurga (atau Mi’raj) dapat dibandingkan dengan kisah Pahlavi dalam teks yang disebut Arta Viraf (atau Artay Viraf) yang ditulis beberapa ratus tahun sebelum era Muslim.Para pendeta Zoroastrian merasa iman manusia telah memudar lalu mereka mengirim Arta Viraf ke surga utk mencari tahu apa yang telah terjadi. Arta naik dari satu surga ke surga lainnya dan akhirnya berhasil kembali ke bumi utk memberitahu orang-orang apa yang telah dia lihat disana:

Kenaikanku yang pertama adalah ke surga terendah;. Dan disana kami lihat malaikat yg bersinar menyilaukan. Dan aku tanya Sarosh sang suci dan Azar sang Malaikat: “Tempat apakah ini, dan siapakah mereka?” [Kami lalu diberitahu bahwa Arta juga naik kesurga kedua dan ketiga.] “bangkit dari singgasana emasnya, Bahman sang Malaikat kepala, ia mengantarku hingga bertemu Ormazd yang bersama sekelompok malaikat dan para pemimpin surga, semuanya bersinar cemerlang, sinar yang belum pernah kulihat sebelumnya.

Pemimpinku berkata: Inilah Ormazd. Aku mengucap salam padanya dan dia berkata senang sekali menyambutku yg datang dari dunia ketempat bersinar dan suci ini.. Akhirnya guideku dan malaikat api setelah menunjukkan surga membawaku ke neraka; dan dari tempat gelap dan mengerikan itu membawaku keatas ketempat yang sangat indah dimana Ormazd dan kelompok malaikatnya berada. Aku dg semangat menyalami dia, lalu dia dengan ramah berkata: “Arta Viraf, pergilah kedunia, kau telah melihat dan sekarang tahu mengenai Ormazd, karena akulah Dia; yang Sejati dan Benar, Dia yang aku kenal.

Sekilas memang nampak ada kesamaan dengan Isra miraj…..di mana naik ke langit lalu melihat surga dan neraka.tetapi apakah semudah itu kita mengatakan berarti israk miraj adalah karangan Muhammad saja yang menjiplak kisah Arda viraf? tentu tak semudah itu.namun link di bawah ini membantah ada nya kesamaan.

Ada klaim buku ini di tulis sebelum kedatangan islam dan berasal dari Abad ke 3 Masehi.hingga dengan dasar ini klaim di bangun kisah Israk mikraj menjiplak dari buku Arda viraf ini.dalam wikipedia di tulis  teks agama Zoroastrian era Sasanian yang ditulis dalam bahasa Persia Tengah. Ini berisi sekitar 8.800 kata. [1] Ini menggambarkan perjalanan mimpi seorang Zoroastrian saleh (kisah sejarah) melalui dunia berikutnya. Teks tersebut mengasumsikan bentuk definitifnya pada abad ke-10 sampai ke-10 setelah serangkaian emendasi yang panjang. [2]

lanjut…..Tanggal buku ini tidak diketahui, namun dalam The Sacred Books and Early Literature of East , Prof. Charles Horne berasumsi bahwa itu cukup terbaca dalam sejarah kuno Zoroastrianisme, mungkin dari masa Kekaisaran Sasanian, ketika Zoroastrianisme mengalami kebangunan rohani yang disponsori negara. [7] Kebanyakan cendekiawan modern hanya menyatakan bahwa ujung teks iklan quem adalah abad ke-10 atau ke-11. [8]

Wīrāz dipilih karena kesalehannya untuk melakukan perjalanan ke dunia berikutnya untuk membuktikan kebenaran kepercayaan orang-orang Zoroastrian, setelah masa ketika tanah Iran telah terganggu oleh adanya agama-agama yang bingung dan asing.dia pergi ke dunia berikut nya.Di sini dia disambut oleh seorang wanita cantik bernama Dēn , yang mewakili iman dan kebajikannya.Menyeberangi Jembatan Chinvat. Di surga, Wīrāz bertemu dengan Ahura Mazda yang menunjukkan kepadanya jiwa-jiwa yang diberkati.Dengan pembimbingnya dia kemudian turun ke neraka untuk ditunjukkan penderitaan orang jahat. Setelah menyelesaikan perjalanan visionernya, Wīrāz diberitahu oleh Ahura Mazda bahwa iman Zoroastrian adalah satu-satunya cara hidup yang benar dan benar dan harus dipertahankan baik dalam kemakmuran maupun kesengsaraan. [10]

tetapi hal ini di bantah di sini bahwa kitab itu sesungguh nya di tulis redaksi nya berturutan  setelah penahlukan muslim.

Fereydun Vahman, penerjemah Arda Wiraz Namag, juga menegaskan:

Bab pendahuluan menunjukkan tanggal setelah penaklukan Arab dan rupanya ditulis di Pars. Ini mungkin salah satu produk sastra abad ke 9 atau ke-10 di provinsi ini.Analisis linguistik mendukung pandangan ini.

Encyclopaedia Iranica mengatakan:

Arda Wiraz-namag, seperti banyak karya Zoroaster, mengalami redaksi berturut-turut. Ini mengasumsikan bentuk definitifnya pada abad ke-10 sampai ke-M Masehi , seperti yang sering terlihat dalam teks-teks Persia, penggunaan yang dikenal sebagai ciri sastra Persia awal.

Dengan kata lain, Arda Wiraz Namag mengalami banyak redaksi sebelum mencapai bentuk akhirnya setelah kemunculan Islam pada abad ke-9 hingga ke-10 Masehi.

Orientalis paling awal yang menyarankan pengaruh langsung Zoroastrianisme terhadap Islam adalah Goldziher.  Karyanya mendapatkan begitu banyak popularitas sehingga diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan menjadi dasar dimana argumen lebih lanjut mengenai pengaruh orang-orang Zoroastrian terhadap Islam dikembangkan.Gignoux melakukan studi sastra Arda Wiraz Namag dan sampai pada kesimpulan bahwa Arda Wiraz Namag telah mencapai bentuk akhirnya pada abad ke-10 atau 11 Masehi.  Meskipun demikian, nampaknya konsensus umum di antara para ilmuwan adalah bahwa Arda Wiraz Namag masuk ke dalam bentuk akhirnya antara abad ke-11-11 Masehi. 

Taruh lah cerita mikraj nya Artha viraf buatan abad ke 3 masehi.apakah orang itu mengarang dengan otak nya sendiri tentang cerita itu?boleh jadi cerita itu pada zaman Rasul yang di kirim Allah ke Parsi(mungkin Zarathustra)menceritakan nubuat tentang Rasul terakhir yang melakukan mikraj.tetapi pada masa Sasan di ubah dengan cerita dalam bentuk lain nya.konon dalam kitab Budha ada diskripsi singkat tentang Israk mikraj ini,wallahualam.

Tentang Sirat

Dalam hadis kita juga mengenal sebuah ‘jalan’, Sirat. Kadang disebut jalan yang lurus, tapi seringnya istilah ini dipakai utk menyebutkan sebuah jembatan yang menyeberangi neraka. Jembatan tsb lebih tipis dari sehelai rambut (yg dibelah tujuh) dan lebih tajam dari sebilah pedang, dan dihiasi oleh hal-hal cemerlang pada satu sisi dan onak duri pada sisi lainnya. Orang-orang saleh akan mampu melewatinya dengan mudah, tapi orang jahat akan terpeleset dan jatuh kedalam neraka.”

Ide ini jelas-jelas berasal dari sistem Zoroastrian. Setelah kematian, jiwa manusia harus menyeberangi Jembatan Chinvat Peretu, yang setajam silet bagi orang-orang jahat dan membuatnya tak mungkin bisa terlewati.

Agama-agama dari India dan Iran mempunyai warisan budaya yang sama, karena nenek moyang mereka berasal dari keturunan yang sama – Indo Iranian, lalu mencabang menjadi bangsa yang lebih besar lagi, Indo-Eropa. Dg demikian tidaklah heran jika menemukan tentang ‘jembatan’ (Chinvat Peretu) dalam teks Hindu kuno (misal, Yajur Veda).

Justru ini menunjuk kan pasti ada nya Rasul-rasul Allah yang di utus ke Parsi dan india mengajar kan tentang Shirath ini.Dari sumber asal awal ini lah ada nya cerita tentang Shirath dalam agama yang ada di parsi dan India.

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (beberapa rasul) sebelum kamu kepada umat-umat yang terdahulu. Dan tidak datang seorang rasulpun kepada mereka, melainkan mereka selalu memperolok-olokkannya” (Q.S. Al-Hijr : 10-11)

Berapa banyaknya nabi-nabi yang telah Kami utus kepada umat-umat yang terdahulu. Dan tiada seorang nabipun datang kepada mereka melainkan mereka selalu memperolok-olokkannya.” (Q.S. Az Zukhruf : 6 – 7)

لكل جعلنا منكم شرعة ومنهاجا ولوشاء الله لجعلكم أمة واحدا ولكن ليبلوكم في ما آتاكم فالستبقوا الخيرات

“Kami telah jadikan bagi tiap-tiap kalian sya’riat dan jalan, seandainya Allah berkehendak  tentu akan menjadikan kalian umat yang satu akan tetapi untuk mencoba kalian maka berlomba-lombalah menuju kebaikan.”( Q.S.. Al Maidah(4):48)

Ibnu Abbas radiyallahuanhu berkata: yang dimaksud syari’at dan minhaj adalah jalan dan sunnah.

Tiap Rasul diutus sesuai dengan budaya kaumnya, dan kondisi peradaban kaum tersebut saat itu Maka mereka memiliki syari’at yang berbeda-beda seperti ibadah, perintah dan larangan, penghalalan dan pengharaman dan lain sebagainya.

 Kami tidak mengutus seorang rasulpun, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka. (Q.S. Ibrahim : 4)

Dan sesungguhnya telah Kami utus beberapa orang Rasul sebelum kamu, diantara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada yang tidak Kami ceritakan kepadamu” (Q.S. 40 : 78)

Adapun jumlah dari nabi dan rasul amatlah banyak, firman Allah swt :

Artinya : “Dan tidak ada suatu umatpun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan.” (QS. Fathir : 24)

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلًا مِّن قَبْلِكَ مِنْهُم مَّن قَصَصْنَا عَلَيْكَ وَمِنْهُم مَّن لَّمْ نَقْصُصْ عَلَيْكَ

Artinya : “Dan Sesungguhnya telah Kami utus beberapa orang Rasul sebelum kamu, di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada (pula) yang tidak Kami ceritakan kepadamu.” (QS. Ghafir : 78)

Sesungguhnya perumpamaan diriku dengan nabi-nabi sebelumku adalah sama dengan seseorang yang membuat sebuah rumah, diperindah dang diperbagusnya kecuali tempat untuk sebuah batu bata disudut rumah itu. Maka orang-orangpun mengelilingi rumah itu dan mengaguminya, dan berkata: Mengapa engkau belum memasang batu bata itu? Nabipun berkata: Sayalah batu bata terakhir itu, sayalah penutup para nabi.(Ibn Hajar al-’Atsqalani, Fathu al-Bari bi Sharh al-Bukhari, Juz VII)

 

Tentang Surga

Bayangan islam mengenai surga juga mirip dengan kisah-kisah dari IndiadanIran. Teks Zoroastrian, Hadhoxt Nask, menjelaskan nasib sebuah jiwa setelah kematian. Jiwa orang baik diam dekat mayatnya selama tiga hari, dan pada hari ketiga jiwanya akan menyaksikan perwujudan dalam bentuk seorang gadis cantik, perawan 15 tahun; lalu mereka bersama naik ke surga. Imajinasi ini mirip juga dengan kisah Hindu, Apsarasa, dijelaskan adanya ‘dewi menggairahkan yang tinggal di surganya Indra’ dan kadang sering berupa para penari dari para dewa, tapi mereka juga yang menyambut jiwa-jiwa yg masuk dalam surga. “Mereka adalah hadiah bagi penghuni surga Indra, para penghuni yang gugur dimedan laga.”

Dg demikian, kisah Hindu dalam segala hal mirip dengan bayangan islam akan surga, berikut adegan-adegan menggiurkan dari para Houris (bidadari) dan perawan, hal ini menimbulkan kehebohan dikalangan para komentator Kristen awal.Para perawan ini juga ditawarkan di surga bagi para pejuang muslim yang meninggal dijalan Allah. Dalam beberapa ayat Quran dinyatakan penjelasan tentang surga yang bersumber dariPersia: “ibriq.” Kendi air; “araik,” dipan-dipan. Yang dikatakan Jeffery mengenai subjek ini adalah: “Sepertinya sudah pasti bahwa kata “houri” (artinya gadis berkulit putih), yg dipakai orang Arab Utara adalah diambil dari komunitas Kristen, dan lalu Muhammad, dibawah pengaruh bahasaIranmemakainya utk menjelaskan perawan surganya.”

Teks Pahlavi yang menjelaskan surga membicarakan sebuah taman, dimana segala macam bunga dan pohon tumbuh. Ini mengingatkan kita pada Taman Surga (Surah 56.12-39; Surah 76.12-22; Surah 10.9; Surah 55.50): “Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga. . . kedua surga itu mempunyai pohon-pohonan dan buah-buahan. . . Di dalam kedua surga itu ada dua buah mata air yang mengalir. . . Di dalam kedua surga itu terdapat segala macam buah-buahan yang berpasangan.”

Hal itu tak mengheran kan,sudah di jabar kan berulang kali di atas bahwa Rasul-rasul itu banyak yang tak di sebut kan nama nya dalam quran dan hadist,dunia ini di kunjungi banyak nabi dan rasul.tentu ajaran nya sama dengan Muhammad tentang ada nya Mizan,shirath,bidadari dll.memang begitu hal nya yang akan di hadapi manusia pada akhir zaman.dan ajaran-ajaran para Rasul itu tak terjaga mengalami distorsi cerita dan penyimpangan baik sedikit dan banyak.dan ajaran di sorga tak kawin dan di kawin kan justru terlihat sebagai karangan manusia ketimbang wahyu ilahi.

Insan Kamil

Ada kemiripan yang kuat antara konsep Zoroastrian tentang manusia sempurna dan konsep Sufi dalam Islam mengenai manusia sempurna. Kedua keyakinan itu membutuhkan niat yg kuat utk ibadah agar bisa diterima menjadi sempurna. Keduanya sama-sama punya angka2 keramat atau takhyul: misal, angka 33 punya arti penting dalam ritual Parsi, dan dalam islam: 33 malaikat membawa orang sholat kesurga; ketika serangkaian doa-doa suci disebut kita temukan tentang adanya 33 tasbih, 33 tahmid, 33 takbir dan seterusnya.

Beberapa persamaan di atas sedikit banyak telah menggambarkan betapa masing-masing agama yang kita kenal saat ini sesungguhnya hanyalah ramuan dari agama dan kepercayaan yang ada sebelumnya. Ini semua adalah sebuah keniscayaan ketika manusia berinteraksi satu sama lain. Sehingga, sungguh tidak masuk akal jika ada kaum atau penganut agama tertentu yang dengan sombong mengklaim diri mereka sebagai “YANG PALING BENAR”.

SUMBER

-Boyce, Mary, dalam History of Zoroastrianism, Vol.I 1975 & Vol.II 1982.Leiden: Brill

-Widengren ‘Iranian Religions’ dalam Encyclopaedia Britannica XI

-Hinnels, dalam Numen 1969.

-‘Zoroastrianism,’ dalam Jewish Encyclopaedia

-Goldziher, Ignaz. “Parsism and Islam.” Dalam Revue de l’histoire des religions, vol.43 1901

-Jeffery, Arthur. dalam The Foreign Vocabulary of the Koran.Baroda, 1938

-Torrey, C.C. dalam The Jewish Foundation of Islam.New York, 1933

-Tisdall, William. dalam Original Sources of Islam.Edinburgh, 1901

-Stutley, M.J. A Dictionary of Hinduism.London, 1977

-Dowson. Hindu Mythology and Religion.Calcutta, 1991

-Jeffery, Arthur. The Foreign Vocabulary of the Koran.Baroda, 1938

-Ashtiani, Abbas Iqbal and Pirnia, Hassan. Tarikh-eIran(History ofIran),Tehran: Kayyam Publishing House, 1973

-Shadows in the Desert: AncientPersiaat War, By Kaveh Farrokh, Published by Osprey Publishing, 2007

-Ibnu Hisam & Ibnu Ishaq, Sirat Rasul Allah.

Yang di bold hitam sudah saya bantah karena berangkat dari kepicikan nalar Ateisme yang selalu berkesimpulan dangkal bahwa KESERUPAAN berarti menjiplak kontens yang serupa yang lebih awal.padahal dalam islam keserupaan itu tanda berantai nya pesan para Nabi dan Rasul.

DAN TUJUAN ARTIKEL DI ATAS MENIADAKAN TUHAN DI ALAM SEMESTA

Nah apa tujuan artikel di atas?menunjuk kan agama Yahudi,kristen dan islam hanya saling menjiplak budaya yang lebih kuno…..hingga gak ada itu nama nya Tuhan.tidak ada wahyu….semua hanya karangan manusia yang mengaku sebagai iutusan Tuhan.lalu alam semesta dan bumi yang teratur ini terjadi dengan sendiri nya.dan manusia muncul jutaan tahun lalu dari hal kebetulan.

Alam serapi ini ada nya siang dan malam teratur tetapi ateist menyangkal ada nya Tuhan tentu pikiran ini salah satu fatal error kaum Ateist.

  1. Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)?
  2. Ataukah mereka telah menciptakan langit dan bumi itu? Sebenarnya mereka tidak meyakini (apa yang mereka katakan).
  3. Ataukah di sisi mereka ada perbendaharaan Tuhanmu atau merekakah yang berkuasa?(ath-Thûr [52])

Hendak nya kaum Ateis berfikir selama hidup nya ada malam dan siang silih berganti dengan teratur.ketika kamu kepanasan di siang hari bumi menjadi kering ternyata jam 6 telah masuk malam hingga bumi menjadi sejuk.ketika malam terasa dingin menggigil masuk jam 6 pagi bumi kembali hangat.apakah keteraturan seperti itu tak ada yang mengatur?bagi mana jika terjadi siang terus menerus?bukan kah bumi ini akan terbakar dan ber uap panas dan laut menjadi mendidih?

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,(Ali-imran 190)

Dan Dialah yang menghidupkan dan mematikan, dan Dialah yang (mengatur) pertukaran malam dan siang. Maka apakah kamu tidak memahaminya?( Al-mukminun 80)

Allah mempergantikan malam dan siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran yang besar bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan.(An -Nur 44)

JIKA TAK ADA AJARAN MIZAN,SHIRATH,BIDADARI DLL PADA MASA KUNO

Jika tak ada ajaran2 itu pada masa kuno justru orang-orang kafir akan MENGEMBANG KAN PRASANGKA BARU…..yakni mengapa ajaran-ajaran islam tak di temukan jejak nya sedikit pun pada bangsa-bangsa Kuno?…..mereka pasti menuduh bahwa ajaran islam ini ciptaan baru yang tak ada kaitan nya dengan pencipta yang sudah hadir sejak zaman kuno dahulu,bahkan sebelum langit dan bumi ada.

Misal nya ajaran bidadari tak di temukan sedikit pun pada zaman kuno pasti orang-orang kafir berkata bahwa ajaran islam ajaran baru yang tak pernah di kenal pada zaman kuno.seharus nya jika islam mengklaim Allah pencipta langit dan bumi pasti sudah hadir dengan ajaran-ajaran tentang bidadari sejak zaman kuno itu.

Nah serba salah kan?keserupaan di bilang menjiplak budaya dan ketiadaan cerita pada zaman kuno pasti nya di tuduh islam ajaran baru yang tak di kenal pada zaman kuno.