Tatian penulis Diatessaron tentang Harmoni 4 Injil yang 20 tahun kemudian Iraneus mendukung nya….Saya melihat dia orang pertama dalam sejarah kanonisasi PB yang meng harmonikan 4 Injil dalam bentuk tulisan….Papias juga mengomentari tapi belum mengharmonisasi 4 injil dengan tegas

kita bahas kali ini sejarah perkembangan canon perjanjian baru.Jika anda membaca sejarah panjang kanon perjanjian baru maka sebagai contoh Kitab LAI sekarang mempunyai sejarah kanon penetapan hanya dari pendapat seorang manusia hingga sekumpulan manusia(dalam Sinode,konsili dll)hingga di akui lah ini dan itu kitab suci

Banyak link yang saya tak matikan untuk anda belajar…walau mengganggu dan mengalih kan dari blok ini,tetapi tak mengapa agar anda semua bisa belajar

KEMUNCULAN PAULUS DAN AJARAN-AJARAN NYA

Kita berangkat dari kemunculan Paulus dan ajaran-ajaran nya.lewat surat-surat nya ia berhasil membuat wilayah Turki,yunani hingga Roma menjadi gereja pauline…Paulus wafat di Roma secara tradisi sekitar tahun 67 masehi( lahir 5 masehi,Tarsus,kilikia-wafat 67 Masehi,Roma)

Waktu Paulus hidup ia yang menyebar kan ke kristenan Pauline di eropa(Turki,yunani hingga Roma).beberapa kota-kota di turki,yunani hingga Roma mengikuti ajaran nya.yang inti ajaran nya antara lain:

Banyak ahli barat menulis bahwa paulus dalam merancang doktrin nya mengambil pengaruh dari agama-agama berhala yang berkembang saat itu.hingga sari-sari agama berhala masuk melalui surat-surat Paulus.

GEREJA PAULUS BERKEMBANG PESAT SEPENINGGAL PAULUS

Paulus wafat secara tradisi tahun 67 Masehi di roma.surat-surat nya telah rampung di tulis dan kita tidak tahu siapa yang menyimpan surat-surat itu pada saat itu dan menyalin ulang kan kemudian.apa ada di laci meja di korintus,apa ada di lemari di Roma atau ada di bufet di kolose,dll kita tak tahu

Pada sepeninggal Paulus dan sebelum nya kristen saat ini tak mengenal susunan kanon seperti saat ini.bahkan ketika Paulus wafat belum ada injil Markus,matius,lukas dan Yohanes.

HANCUR NYA YERUSALEM

Dalam 66, orang-orang Yahudi memberontak melawan Roma . Roma mengepung Yerusalem selama empat tahun, dan kota jatuh 70. Kota ini hancur, termasuk Temple, dan penduduk sebagian besar dibunuh atau dihilangkan.  Menurut tradisi dicatat oleh Eusebius dan Epifanius , gereja Yerusalem melarikan diri ke Pella di pecahnya Pemberontakan Yahudi Pertama (lihat:  Pella ) .; Menurut Epifanius ,   Cenacle yang selamat setidaknya untuk kunjungan Hadrian di 130 . Sebuah populasi yang tersebar selamat.  The Sanhedrin pindah ke Jamnia Nubuat dari kehancuran Bait Suci Kedua ini ditemukan di sinoptik , khususnya di  Wacana Olivet .

Waktu hancur nya Yerusalem maka hancur dan musnah pula pengikut awal yesus yang pengajaran nya berbeda dengan paulus.pengikut awal Yesus ini sepeninggal Yesus di pimpin oleh James yang jelas-jelas menentang pengajaran Paulus

Hancur nya Yerusalem berarti hancur pula pengikut asli yesus yang sama sekali bebas dari segala bentuk ajaran paulus yang ada sekarang.

HANCUR NYA YERUSALEM,GEREJA PAULUS MENINGKAT TERUS

Yerusalem hancur dan penikut paulus justru semakin berkembang di Turki,yunani hingga Roma.lalu berkembang ke tempat-tempat lain di asia,afrika dan bagian lain dari eropa.

Mereka mendirikan bangunan-bangunan tempat ibadat yang di sebut gereja dan memakai surat paulus sebagai sumber ajaran.bahkan pada saat itu surat paulus masih tercerai berai belum di kumpul kan.belum ada kanon apapun,yang ada hanya surat-surat paulus saja…..jika saat itu seorang kristen di korintus di tanya seorang pagan yunani mana kitab mu?niscaya ia tak memegang apapun,jika ada hanya salinan beberapa surat paulus.belum ada injil-injil yang di kenal sekarang.

Pada masa ini bahkan pada masa paulus masih hidup pengikut Paulus mulai meng organisir diri.hingga muncul ke uskupan di tiap wilayah yang sudah di Paulinisasi.seperti di Antiochia ada uskup Ignatius,di Smirna ada uskup Polycarp,di hierapolis ada uskup Papias,di lyon(prancis)ada uskup iranaeus,dll.

TIGA ORANG MISTERIUS MULAI MENULIS INJIL-INJIL DI TENGAH GEREJA PAULUS YANG TENGAH PESAT BERKEMBANG DI TURKI,YUNANI HINGGA ROMA

apabila kita selidiki penyaksian paling tua tentang munculnya injil-injil dan keaslian injil yang kita pakai sekarang,maka amat nyata bahwa injil-injil kita sekarang ini tidaklah di kenal sampai akhir abad ke 2 masehi.(Dr David Friedrich StrauB,Das leben jesu)

Surat-surat paulus saja tidak cukup di rasa sebagai buku pegangan.ada suatu kebutuhan mengenal Yesus yang di sebut dalam surat-surat paulus itu.tetapi tiga penulis misterius ini menulis injil-injil nya di sesuai kan dengan doktrin-doktrin dari paulus.seperti yesus di salib buat menebus dosa,semua makanan halal,dll

Namun penulis-penulis misterius ini juga memasuk kan ajaran-ajaran asli Yesus.tak semua hanya karangan sendiri yang ingin memenang kan ajaran paulus.

Atau bisa jadi injil Markus,Matius dan Yohanes dari hawari yesus tapi di tangan gereja paulus awal di rombak agar sesuai dengan ajaran paulus seperti yang di saksikan oleh Celcus.

Pendek nya setelah Paulus wafat mereka butuh tentang riwayat Yesus,dan ada tiga orang misterius menulis di antara orang-orang misterius lain nya yang menulis banyak injil.3 orang misterius itu ada di balik 3 injil yakni Markus,matius dan lukas.

Kl pertengahan abad ke 1 masehi gereja paulus telah memilik injil Markus,matius dan Lukas….menjelang akhir abad ke 1 masehi lagi-lagi orang misterius menulis yang menjadi cikal bakal injil yohanes.aneh nya injil terakhir ini memuat cerita yang berbeda dengan cerita ketiga injil sebelum nya.

Jelas yang terakhir menambah dan mem format cerita menurut kemauan nya tampa lupa menaruh riwayat-riwayat yang benar tentang yesus,seperti pengajaran tentang paracletos.

Di mana ketiga injil yang di aku-aku dari rasuli itu di tulis?beragam pendapat beredar.peter de rosa contoh nya mengatakan injil Markus di tulis di Roma oleh seorang yahudi….Eusebius mengatakan injil matius di tulis matius dalam bahasa Aram di palestina,dst.

DAN INJIL-INJIL ITU TAK DI KENAL PADA AWAL KRISTEN

Injil-injl Markus,matius dan Yohanes telah di tulis,termasuk Lukas.jadi gereja paulus sekarang punya kitab-kitab lain di samping surat-surat paulus.banyak pula beredar injil-injil lain nya.tak jelas mana pedoman saat itu.injil-injil apa yang di pakai.

Pada saat injil terakhir(yohanes)di tulis BELUM ADA KANON APAPUN pada gereja paulus pada saat itu.tak ada pikiran dalam orang-orang kristen saat itu susunan kitab mereka sesuai kanon saat ini.

Belum di tentukan mana injil-injil yang benar(menurut penilaian manusia)pada saat itu.

Tulisan dikaitkan dengan Rasul beredar di kalangan komunitas Kristen awal .   surat-surat Paulus yang beredar, mungkin dalam bentuk yang dikumpulkan, pada akhir abad ke-1 .Justin Martyr , pada pertengahan abad ke-2 , menyebutkan “memoar para rasul” sebagai yang membaca “hari disebut bahwa matahari” (Minggu) di samping “tulisan-tulisan para nabi.( Wikipedia )

Pada periode seratus tahun memanjang kira-kira 50-150, sejumlah dokumen mulai beredar di kalangan gereja-gereja, termasuk surat-surat, Injil, memoar, apokalipsis, homili, dan koleksi ajaran

Beberapa tulisan-tulisan ini berusaha untuk memperpanjang, menafsirkan, dan menerapkan ajaran apostolik untuk memenuhi kebutuhan orang-orang Kristen di sebuah wilayah tertentu.

CLEMENT DARI ROMA

Ia adalah Uskup Roma sebagai Paus Clement I.memegang jabatan Ke Pausan dari tahun 88 sampai 99 M.tulisan asli Clement adalah suratnya(96M) kepada jemaat di Korintus ( 1 Clement ) tentang konflik dalam intern gereja…….Hambatan muncul pula pada dalam diri orang Kristen sendiri, seperti yang terjadi di Korintus. Mereka tidak mau menerima dan menghormati uskup yang telah ditahbiskan. Maka, Klemens menulis surat kepada umat di Korintus untuk menghentikan gejolak. Surat itu diterima baik oleh umat.surat itu dokument tertua kristen di luar perjanjian baru. 2 Clement di nisbat kan pada nya juga tapi peneliti terbaru mengatakan itu di tulis oleh yang lain.

Dalam surat 1 clement sudah ada istilah Bishop(uskup) dan presbyter(pendeta),pertengahan abad kedua semua pusat Kristen terkemuka memiliki uskup.

Metzger 1987 menarik kesimpulan berikut tentang Clement:Bahwa clement

Clement … membuat referensi sesekali untuk kata-kata tertentu dari Yesus; meskipun kata-kata tertentu itu  otoritatif untuk dia, dia tidak menanyakan bagaimana keasliannya terjamin.Dalam dua dari tiga kasus yang ia berbicara tentang mengingat ‘kata-kata’ Kristus atau Tuhan Yesus, tampaknya bahwa ia memiliki catatan tertulis dalam pikiran, tetapi dia tidak menyebutnya ‘Injil’.Dia tahu beberapa dari surat-surat Paulus., dan menghargai konten surat itu.yang sama dapat dikatakan dari Surat Ibrani, dengan yang ia kenal baik. Meskipun tulisan-tulisan ini jelas memiliki makna penting bagi Clement, dia tidak pernah menyebut mereka sebagai “Kitab Suci” yang berwibawa.

Jelas injil-injil pada saat Clement of Rome selain belum di kanon kan,injil-injil itu belum di kenal.bahkan clement tak menyebut nya sebagai injil dan kitab suci yang punya otoritas.jadi tak ada pikiran orang-orang kristen masa clement bahwa 4 injil punya nilai otoritas,bahkan 12 Rasul pun tak pernah mengatakan apa-apa tentang injil-injil ini…..yang menjadikan injil-injil itu ber otoritas tinggi hanya dari penetapan kanon Bapa-bapa gereja abad ke 2 masehi seperti Papias dan Iranaeus,hingga berlanjut dalam sengketa kanon rumit berabad-abad hingga mengambil bentuk seperti sekarang

MASA MARCION(70-150)

Masa Marcion 4 injil belum lagi memiliki status wibawa tertinggi.ketika marcion lahir Injil Markus dan Matius telah di tulis atau sedang di tulis.usia 10 tahun injil Likas kira2 sedang di tulis.beranjak dewasa injil Yohanes di tulis.

lalu Marcion tumbuh di antara beragam injil.dan ia hanya memilih injil Lukas versi nya dan 10 surat Paulus.yang disusun antara tahun 130-140 Masehi.

Dalam bukunya Origin of Perjanjian Baru  Adolf von Harnack berpendapat bahwa Marcion melihat gereja saat ini sebagai sebagian besar gereja Perjanjian Lama (yang “mengikuti Perjanjian dari Allah Pencipta “) tanpa kanon Perjanjian Baru mapan, Dan bahwa gereja secara bertahap merumuskan kanon Perjanjian Baru sebagai tanggapan atas tantangan yang ditimbulkan oleh Marcion.

Daftar dan teologi Marcion ditolak sebagai sesat oleh Gereja awal; Namun, ia memaksa orang Kristen lainnya untuk mempertimbangkan yang teks-teks yang kanonik dan mengapa.Marcion adalah orang pertama yang memisah kan antara PL dan PB.

Robert M Price mengatakan tidak jelas apakah Ignatius,clement dan polikarpus mengetahui surat-surat Paulus.dan Marcion adalah orang pertama yang mengumpulkan tulisan Paulus ke berbagai gereja .

kolektor pertama Surat-surat Paulus adalah Marcion. Tidak ada orang lain yang kita tahu akan menjadi kandidat yang baik,demikian kata Price

JUSTINUS MARTIR(100-165)

Justinus Martir lahir di Samaria yang kini wilayah Nablus….dan wafat di Roma.

Pada pertengahan abad ke-2, Justin Martyr (yang tulisannya berkisar dari 145 sampai 163) menyebutkan “riwayat hidup para rasul”, yang oleh orang Kristen disebut “Injil” dan dianggap setara dengan Perjanjian Lama.

Para sarjana terbagi atas apakah ada bukti bahwa Justin memasukkan Injil Yohanes di antara “memoar para rasul”, atau apakah, sebaliknya, dia mendasarkan doktrinnya tentang Logos mengenai hal itu

Justin mengutip surat-surat Paulus, 1 Petrus, dan Kisah Para Rasul dalam tulisan-tulisannya.

Dalam karya Justin, referensi yang berbeda ditemukan pada Roma, 1 Korintus, Galatia, Efesus, Kolose, dan 2 Tesalonika, dan yang mungkin ada bagi orang Filipi, Titus, dan 1 Timotius. Sebagai tambahan, dia merujuk pada sebuah catatan dari sumber baptisan Yesus yang tidak disebutkan namanya yang berbeda dengan yang disediakan oleh Injil sinoptik:

Ketika Yesus turun ke dalam air, api menyala di sungai Yordan; Dan ketika dia keluar dari air, Roh Kudus menemuinya. Para rasul Kristus kita menulis ini(Justin,Dialogue 88:3)

Hingga masa Justin belum lagi di tetap kan kanon perjanjian baru.istilah “Injil” digunakan hanya tiga kali, sekali di 1 Apol. 66,3 dan dua kali di Dialog.Asal penggunaan Justin dari nama “memoar para rasul” sebagai sinonim untuk Injil tidak pasti.

Justin menggunakan bahan dari Injil Sinoptik (Matius, Markus, dan Lukas) dalam komposisi Apology Pertama dan Dialog…Namun, penggunaannya, atau bahkan pengetahuan, dari Injil Yohanes tidak pasti

PAPIAS(60-130)

Sangat sedikit yang diketahui dari Papias selain dari apa yang dapat disimpulkan dari tulisan-tulisannya sendiri. Dia digambarkan sebagai “seorang pria purba yang adalah seorang pendengar John dan pendamping dari Polikarpus ” oleh murid Polikarpus Irenaeus (c. 180)(Eusebius dari Iranaeus)

Papias menyediakan catatan paling awal tentang siapa yang menulis Injil. Eusebius menyimpan dua kutipan verbatim (mungkin) dari Papias tentang asal mula Injil, satu tentang Markus dan yang lain mengenai Matius( Eusebius, Hist. Eccl. 3.39.15–16. Translations from Bauckham (2006) p. 203.)

Papias memberitahu asal-usul injil berdasar dari Yohanes The Elder.

Kutipan tentang Matius papias hanya mengatakan:

Oleh karena itu Matius menempatkan logia dalam pengaturan memerintahkan dalam bahasa Ibrani, tapi setiap orang menafsirkan mereka sebisanya.

Bagaimana menafsirkan kutipan ini dari Papias telah lama menjadi kontroversi

Eusebius, setelah mengutip Papias, melanjutkan dengan mengatakan bahwa Papias juga mengutip 1 Petrus , di mana Peter berbicara tentang “anak saya Mark”,  sebagai bukti yang menguatkan. Dalam abad ke-2, hubungan ini Petrus Injil Markus disinggung oleh Justin  dan diperluas oleh Clement dari Alexandria .

Masa Papias ada usaha memilih injil-injil kanon dan berusaha menyambung kan nya dengan para rasul agar memperoleh otoritas tinggi untuk menyaingi kanon Marcion.

TATIAN(120-180)

Tatian bertobat menjadi Kristen oleh Justin Martyr pada kunjungan ke Roma sekitar 150 dan, setelah banyak instruksi, kembali ke Suriah pada 172 untuk mereformasi gereja di sana. Di beberapa titik (disarankan c. 160) ia menulis satu harmonis “Injil” dengan menenun isi Injil dari Matius , Markus , Lukas , dan Yohanes bersama-sama.semua itu ia tulis dalam karya nya Diatessaron ( “(Harmony) Melalui Empat”)

Diatessaron adalah awal yang paling menonjol harmoni Injil , dan telah dibuat oleh Tatian , seorang Kristen awal Assyrian apologis dan asketis.atian berusaha untuk menggabungkan semua bahan tekstual ia menemukan dalam empat Injil – Matius , Markus , Lukas , dan Yohanes -menjadi narasi yang koheren tunggal hidup dan kematian Yesus

Tatian berkeyakinan , mereka masing-masing bisa ditampilkan sebagai tanpa inkonsistensi atau kesalahan.Dalam Gereja awal , injil pada awalnya beredar secara independen, dengan Matthew paling populer.Dua puluh tahun setelah harmoni Tatian ini, Irenaeus tegas menyatakan karakter otoritatif keempat Injil.

Diatessaron adalah sebuah karya dari Tatianus sekitar tahun 150 atau 160.Ini adalah sebuah karya dari Tatiaus yang mencoba membuat kumpulan keempat Injil menjadi sebuah cerita yang bersambung.Diatessaron disebut juga “Harmoni Injil”. Tatianus adalah seorang berasal dari Siria.Fragmen Diatessaron milik Tatianus ini berhasil ditemukan di Dura Europos, suatu daerah aliran Sungai Efrat pada tahun 1933. Sulit memastikan apakah Tatianus saat menuliskan karyanya ini menggunakan bahasa Yunani atau Siria. Akan tetapi, tempat penyusunan harmoni Injil karya Tatianus tersebut diduga adalah Roma sehingga kemungkinan besar bahasa aslinya adalah bahasa Yunani.Kitab ini diberikan Tatianus untuk orang-orang Kristen yang ada di Siria pada waktu ia kembali dari Roma.Ketika diberikan diatessaron sudah dalam bentuk Siria. Diatessaron Siria inilah yang kemudian dianggap resmi untuk digunakan.Diatessaron milik Tatianus tersebar luas di kalangan orang Kristen Siria sampai abad ke-5. Diatessaron kemudian digantikan oleh Peshitta, sebuah versi yang lebih sederhana.

Eusebius 4.29.5 menyebutkan bahwa Tatian menolak surat-surat Paulus dan Kisah Para Rasul; 6.25

IRANAEUS

Iranaeus( 130,smirna-202,lyon)….Dalam karya utamanya, Adversus Haereses Irenaeus mengecam berbagai kelompok Kristen awal yang digunakan hanya satu Injil, seperti Marcionisme yang digunakan hanya versi Marcion Lukas , atau Ebionit yang tampaknya telah menggunakan versi bahasa Aram dari Matius , serta kelompok-kelompok yang digunakan lebih dari empat Injil, seperti Valentinian

ireneus menyatakan bahwa keempat injil yang diakuinya adalah empat “Pilar Gereja”: “tidak mungkin ada lebih atau kurang dari empat” katanya, sambil menyajikan analogi sebagai suatu logika bahwa ada empat penjuru bumi dan empat mata angin (3.11.8). Penggambaran yang ia buat tentang takhta Allah (diambil dari Yehezkiel 1 atau Wahyu 4:6–10) yang diwakili empat makhluk dengan empat wajah—”keempatnya memiliki muka manusia, dan muka singa di sisi kanan, serta keempatnya memiliki muka lembu di sisi kiri; keempatnya juga memiliki muka rajawali”—setara dengan injil “berwujud-empat”. Penggambarannya itu merupakan asal mula simbol yang biasa dikenakan pada para Penginjil: singa (Markus), lembu (Lukas), rajawali (Yohanes), manusia (Matius). Ireneus pada akhirnya berhasil menyatakan bahwa keempat injil tersebut secara bersama-sama, dan hanya sebatas keempat injil ini saja, mengandung kebenaran. Dengan membaca masing-masing injil dalam terang yang lainnya, Ireneus menjadikan Yohanes sebagai suatu lensa yang digunakan untuk membaca Matius, Markus, dan Lukas.

Berdasarkan argumen-argumen yang dikemukakan Ireneus untuk mendukung hanya empat injil asli, beberapa penafsir menyimpulkan bahwa “Injil rangkap empat” tersebut tentu masih merupakan suatu hal yang baru pada zamannya.Melawan Ajaran Sesat 3.11.7 mencatat bahwa banyak umat Kristen yang menyimpang dari ajaran resmi hanya menggunakan satu injil, sedangkan 3.11.9 mencatat bahwa beberapa menggunakan lebih dari empat. Kesuksesan Diatessaron karya Tatian pada masa yang kurang lebih sama merupakan “…suatu indikasi kuat bahwa Injil rangkap empat yang secara serentak disponsori oleh Ireneus tidak diakui secara luas, apalagi universal.

Hal ini di sebut kan oleh StrauB

“apabila kita selidiki penyaksian paling tua tentang munculnya injil-injil dan keaslian injil yang kita pakai sekarang,maka amat nyata bahwa injil-injil kita sekarang ini tidaklah di kenal sampai akhir abad ke 2 masehi.dan nanti di sitir oleh bapa-bapa gereja iranaeus,clement,tertulianus di kartago sebagai karangan-karangan berjudulkan nama-nama apostel dan muridmurid mereka.namun pada masa itu amat banyak injilinjil seperti injil ibrani,injil mesir,injil petrus,injil bartolomeus,injil thomas,injil matias,injil 12 rasul,dan sebagai nya.yang bukan saja di pakai oleh keluarga atau perkumpulan-perkumpulan  yang mempercayai bidat,tetapi juga di pergunakan oleh jemaat gereja yg saleh-saleh.namun yg di akui sebagai dasar kepercayaan kristen saat ini hanya 4.injil markus,matius,lukas dan yohanes.Kita bertanya:”mengapa harus 4 dan tidak kurang???.Iranaeus menjawab pertanyaan kita:Injil adalah fondasi gereja,dan gereja telah tersebar ke seluruh dunia.sedang dunia terdiri dari 4 benua.maka patut lah jika di ambil 4 injil.kemudian injil adalah nafas kehidupan ilahi,atau nafas manusia.jika di dunia terdiri dari 4 mata angin,maka dengan demikian injil harus lah juga 4.atau kalam(Logos,Firman)pencipta dunia mempunyai Therubim,Therubim mempunyai 4 tubuh.maka Logos itu juga memberikan kepada kita 4 buahinjil……Demikian lah keputusan iranaeus YANG TIDAK BERDASARKAN AKAL SEHAT DAN TIDAK PULA BERDASARKAN WAHYU ILAHI.bukan kah mungkin sajaterdapat kebenaran  dalam injil-injil lain itu??.pembuktian aneh ini yang menjadi dasar mengapa iranaeus mengambil 4 jilid saja,tidak lebih tidak kurang adalah sangat sulit di mengerti
(Dr David friedrich strauB,dalam das leben jesu,germany)

Ireneus dalam Melawan Ajaran Sesat 26.2 mengatakan bahwa kaum Ebionit menolaknya. Kisah 21:21 mungkin mencatat suatu rumor bahwa Paulus bermaksud membatalkan Perjanjian Lama, sementara Roma 3:8, 31 tampaknya menentang rumor tersebut

BAHASAN SINGKAT DALAM TAHUN

Setelah saya tulis kan sejarah PB abad 1-2 masehi,kini saya jabar kan perkembangan nya hingga menjadi kanon tetap dalam rahun.pada prinsip nya bahasan paling inti hanya menyangkut sejarah PB di abad 1 dan 2…pada tahun-tahun berikut nya terjadi silang sengketa manusia dan sekumpulan manusia untuk membentuk tulisan-tulisan kitab suci.

Awal abad ke 2

Elkesaitisme merupakan sebuah kelompok kekristenan Yudaisme yang berkembang pada permulaan abad ke-2.Kelompok ini dinamakan demikian berdasarkan nama pendirinya yang diduga bernama Elkesai.Kelompok ini mengajarkan bahwa Kristus tidak datang untuk menghapuskan hukum Taurat melainkan untuk menggenapinya. Oleh karena itu, sunat, pengudusan hari sabat, pembasuhan kaki, dan kebiasaan-kebiasaan lainnya tetap dipertahankan

Pada abad ke-2 dan ke-3 Eusebius dari Kaisarea menulis dalam Sejarah Gereja 6.38 bahwa Elkasai “menggunakan teks-teks dari setiap bagian Perjanjian Lama dan Injil, serta menolak Rasul (Paulus) sama sekali”

Pertengahan Abad kedua

Klemens dari Aleksandria (kr. 150 – kr. 215) menggunakan suatu kanon terbuka. Ia tampaknya “dapat dikatakan tidak peduli tentang kanonisitas. Baginya, yang penting adalah inspirasi (pengilhaman). Selain kitab-kitab yang tidak menjadi 27 kitab PB final tetapi diakui penerimaannya secara lokal (Barnabas, Didache, 1 Klemens, Apokalipsis Petrus, Gembala, Injil Jemaat Ibrani), ia juga menggunakan Injil Yunani Jemaat Mesir, Khotbah Petrus, Injil Matias, Ramalan Para Sibil, dan Injil Oral. Bagaimanapun ia lebih mengutamakan keempat injil gereja daripada yang lainnya, meskipun ia menjadikan mereka sebagai pelengkap bersama dengan injil-injil apokrif. Ia adalah orang pertama[butuh rujukan] yang memperlakukan surat-surat rasul selain dari Paulus (selain 2 Petrus) sebagai kitab suci —ia menerima 1 Petrus, 1–2 Yohanes, dan Yudas sebagai kitab suci.

Akhir abad ke dua

Fragmen Muratori adalah contoh paling awal yang pernah diketemukan seputar daftar yang terdefinisikan dari sebagian besar kitab Perjanjian Baru.Fragmen ini terlestarikan dalam rupa suatu terjemahan Latin yang buruk, dengan kondisi telah rusak dan karenanya tidak lengkap. Tertulis bahwa fragmen ini berasal dari teks Yunani yang tidak lagi ada, yang umumnya dikatakan berasal dari akhir abad ke-2, kendati beberapa akademisi lebih suka menyebutnya berasal dari abad ke-4.Berikut ini kutipan dari terjemahan Metzger (bahasa Inggris):

Kitab Injil ketiga adalah menurut Lukas… Yang keempat… adalah dari Yohanes… kisah dari semua rasul… Adapun Surat-surat Paulus… Pertama kepada jemaat di Korintus, kedua kepada jemaat di Efesus, ketiga kepada jemaat di Filipi, keempat kepada jemaat di Kolose, kelima kepada jemaat di Galatia, keenam kepada jemaat di Tesalonika, ketujuh kepada jemaat di Roma… satu lagi kepada jemaat di Korintus dan kepada jemaat di Tesalonika… satu kepada Filemon, satu kepada Titus, dan dua kepada Timotius… kepada jemaat di Laodikia, [dan] lainnya kepada jemaat di Aleksandria, [keduanya] dipalsukan atas nama Paulus untuk [mendukung] ajaran sesat Marsion… surat dari Yudas dan dua dari Yohanes yang disebutkan di atas (atau, yang namanya digunakan)… dan [kitab] Kebijaksanaan… Kita hanya menerima apokalipsis Yohanes dan Petrus, meskipun beberapa dari kita tidak bersedia kalau yang terakhir ini dibacakan di gereja. Tetapi Hermas menulis Gembala baru-baru ini… Dan oleh karena itu seharusnya memang untuk dibaca; tetapi tidak dapat dibacakan di depan umum kepada jemaat di gereja.

Hal ini merupakan bukti bahwa mungkin pada tahun 200 telah ada sekumpulan tulisan Kristen yang agak mirip dengan apa yang sekarang dikenal sebagai 27 kitab Perjanjian Baru, yang mana mencakup empat injil dan menentang keberatan-keberatan atasnya.

Awal abad ke 3

Pada awal abad ke-3, Origenes mungkin telah menggunakan yang sama dua puluh tujuh buku seperti dalam kanon Perjanjian Baru ini, meskipun masih ada sengketa atas penerimaan Surat Ibrani , Yakobus , II Petrus , II Yohanes , III John , Jude dan Wahyu , yang dikenal sebagai antilegomena

Origen menerima 22 kitab kanonik orang Ibrani ditambah Makabe dan keempat Injil tetapi Paulus “tidak begitu banyak menulis untuk semua gereja di mana ia mengajar, dan bahkan untuk mereka yang ia kirimkan beberapa baris kalimat saja.Origen juga tercatat menerima Gembala Hermas, Surat Barnabas, dan Didache.

Ada kalangan yang menolak Injil Yohanes (mungkin juga Wahyu dan Surat-surat Yohanes) karena mereka menganggapnya tidak apostolik (atau tidak berasal dari para rasul), ditulis oleh Cerinthus (seorang Gnostik), atau tidak sesuai dengan Injil Sinoptik. Epifanius dari Salamis memberi sebutan Alogi kepada orang-orang ini karena mereka menolak doktrin Logos dari Yohanes dan ia mengklaim mereka tidak logis. Mungkin juga saat itu telah ada perdebatan tentang doktrin Parakletos. Gaius atau Caius, seorang presbiter Roma pada awal abad ke-3, tampaknya dikaitkan dengan gerakan Alogi ini

Awal abad ke empat

setelah pernyataan dari abad ke-4 pada isi yang tepat dari Alkitab, Tatian dinyatakan sesat dan pada awal abad ke-4 Uskup Theodoretus dari Cyrrhus dan Uskup Rabbula dari Edessa

Abad ke empat

Pada abad ke-4, yang Doktrin Addai berisi daftar 17-book NT canon menggunakan Diatessaron dan Kisah Para Rasul dan 15 surat-surat Paulus (termasuk 3 Korintus ).anggota gereja yang hanya membaca Injil (yang berarti Diatessaron dari Tatian)

Selama berabad-abad Diatessaron, bersama dengan Kisah Para Rasul dan Surat-Surat Paulus (kecuali Filemon), terdiri satu-satunya buku yang diterima di gereja-gereja Suriah, yang berarti bahwa pandangan ketat Tatian ini, mengakibatkan penolakan dalam 1 Timotius

McDonald & Sanders 2002 , daftar berikut katalog Suriah dari St Catherine , c. 400:

Injil (4): Matt, Markus, Lukas, Yohanes, Kisah Para Rasul, Gal, Rom, Ibr, Kol, Ef, Phil, 1-2 Tesalonika, 1-2 Tim, Titus, Phlm.

Syriac Peshitta , digunakan oleh semua berbagai Gereja Suriah, awalnya tidak termasuk 2 Petrus, 2 Yohanes, 3 Yohanes, Yudas dan Wahyu (dan ini kanon dari 22-buku adalah salah satu yang dikutip oleh John Chrysostom (~ 347-407) dan Theodoret (393-466) dari Sekolah Antiokhia ). Ini juga mencakup Mazmur 151 dan Mazmur 152-155 dan 2 Barukh

Akhir abad ke 4

Pada akhir abad ke-4 Epifanius dari Salamis (meninggal tahun 402) menuliskan dalam Panarion 29 bahwa sekte Nasrani menolak surat-surat Paulus

Abad ke lima

Pada abad ke-5, Suriah Alkitab, yang disebut Peshitta , diformalkan, menerima Filemon, bersama dengan James, 1 Petrus dan Yohanes 1, tetapi tidak termasuk 2 John , 3 John , 2 Petrus , Yudas dan Wahyu . Setelah Konsili Efesus , yang Gereja Timur menjadi terpisah, dan mempertahankan ini kanon hanya 22-buku (Peshitta) hingga hari ini.

Awal abad ke enam

Akhir-5 atau awal abad ke-6 Peshitta dari Gereja Ortodoks Suriah  termasuk 22-book NT, tidak termasuk II Petrus, II Yohanes, III Yohanes, Yudas, dan Wahyu. The Lee Peshitta dari 1823 mengikuti kanon Protestan.

Abad kesepuluh

Wahyu kepada Yohanes dikatakan sebagai salah satu kitab yang paling tidak pasti; di Timur, khiliasme dan Montanisme membuatnya dicurigai; kitab tersebut tidak diterjemahkan ke dalam bahasa Georgia sampai dengan abad ke-10, dan tidak pernah dimasukkan dalam leksionari resmi Gereja Ortodoks Timur sejak zaman Bizantium hingga saat ini. Namun demikian status kanoniknya diakui.

303-367

Kodeks Claromontanus(kr. 303–367) merupakan halaman yang ditemukan sebagai sisipan dalam sebuah salinan Surat-surat Paulus dan Ibrani dari abad ke-6. Kodeks ini memuat daftar Perjanjian Lama, termasuk Tobit, Yudit, Kebijaksanaan, Sirakh, 1–2,4 Makabe, dan Perjanjian Baru, ditambah Kisah Paulus, Apokalipsis Petrus, Barnabas, dan Gembala Hermas, tetapi tidak ada Filipi, 1–2 Tesalonika, dan Ibrani.

Theodor Zahn dan Harnack berpendapat bahwa daftar tersebut awalnya telah disusun dalam bahasa Yunani di Aleksandria atau sekitarnya pada kr. 300 M. Menurut Adolf Jülicher daftar tersebut berasal dari abad ke-4 dan mungkin berasal dari Barat.[butuh rujukan]

330

Dalam Sejarah Gereja (kr. 330), Eusebius dari Kaisarea menyebutkan kitab-kitab Perjanjian Baru menurutnya:

1. […] adalah tepat untuk meringkas tulisan-tulisan dari Perjanjian Baru yang mana telah disebutkan. Maka pertama-tama haruslah menempatkan angka empat yang suci dari Injil; setelahnya Kisah Para Rasul… surat-surat Paulus… surat Yohanes… surat Petrus… Setelah itu seharusnya, jika tampaknya benar-benar tepat, Apokalipsis Yohanes, yang mana tentangnya kita akan memberikan pendapat-pendapat berbeda pada waktu yang tepat. Semua ini kemudian termasuk dalam tulisan-tulisan yang diterima [Homologoumena].
3. Di antara tulisan-tulisan yang diperdebatkan [Antilegomena], yang mana tetap diakui oleh banyak kalangan, yang masih ada yaitu yang disebut surat dari Yakobus dan yang dari Yudas, juga surat Petrus yang kedua, dan yang disebut surat Yohanes kedua dan ketiga, entah berasal dari sang penginjil atau orang lain dengan nama sama.
4. Di antara tulisan-tulisan yang ditolak [terjemahan Kirsopp Lake: “tidak asli”] juga patut diperhitungkan Kisah Paulus, dan yang disebut Gembala, dan Apokalipsis Petrus, dan selain ini semua ada surat Barnabas yang masih ada, dan yang disebut Ajaran Para Rasul; dan selain itu, sebagaimana saya katakan, Apokalipsis Yohanes, jika tampaknya tepat, yang mana beberapa kalangan, sebagaimana saya katakan, menolaknya, tetapi kalangan lainnya menggolongkannya dengan kitab-kitab yang diterima.
5. Dan di antara tulisan-tulisan ini beberapa kalangan menempatkan juga Injil menurut Jemaat Ibrani… Dan semuanya ini mungkin diperhitungkan di antara kitab-kitab yang diperdebatkan... kitab-kitab seperti Injil dari Petrus, dari Tomas, dari Matias, atau dari yang lainnya selain mereka, dan Kisah Andreas serta Yohanes dan rasul lainnya … kitab-kitab itu jelas menunjukkan diri sebagai cerita fiksi dari para bidat. Karenanya kitab-kitab itu tidak ditempatkan bahkan di antara tulisan-tulisan yang ditolak, tetapi semuanya disingkirkan karena absurd dan fasik.

Apokalipsis Yohanes, juga disebut Wahyu, diterima (terjamah Kirsopp Lake: “Diakui”) sekaligus diperdebatkan, sehingga telah menyebabkan beberapa kebingungan atas apa yang sebenarnya dimaksud Eusebius.

331

Pada tahun 331, Kaisar Konstantinus I menugaskan Eusebius untuk mengirimkan 50 Alkitab untuk Gereja Konstantinopel

340

Athanasius (Apol. Const. 4) mencatat para ahli kitab dari Aleksandria sedang mempersiapkan Alkitab-Alkitab untuk Kaisar Konstans pada sekitar tahun 340.

350

McDonald & Sanders 2002, Appendix D-2, mencatat daftar kitab Perjanjian Baru berikut ini dari Catechetical Lectures 4.36 karya Sirilus dari Yerusalem (kr. 350):

Injil (4), Kisah, Yakobus, 1–2 Petrus, 1–3 Yohanes, Yudas,surat-surat Paulus (14), dan Injil Tomas dicatat sebagai pseudopigrafa.

363

Konsili Laodikia (kr. 363) adalah salah satu konsili pertama yang menetapkan penilaian kitab-kitab mana saja untuk dibacakan di gereja-gereja. Dekret-dekret ini dikeluarkan oleh tiga puluh klerus atau lebih yang menghadirinya, dan disebut kanon. Kanon 59 menetapkan bahwa hanya kitab-kitab kanonik yang seharusnya dibaca, tetapi tidak ada daftar yang dilampirkan dalam naskah-naskah Latin dan Siria yang mencatat dekret-dekret tersebut. Kanon 60 berisikan daftar kitab-kitab kanonik yang terkadang dikaitkan dengan Konsili Laodikia, berisikan 22 kitab PL dan 26 kitab PB (selain Wahyu); kebanyakan akademisi menganggap kanon ini merupakan penambahan di kemudian hari

365

Daftar Cheltenham (kr. 365–90) adalah daftar berbahasa Latin yang ditemukan oleh Theodor Mommsen, seorang akademisi klasika Jerman, dalam sebuah naskah abad ke-10 (utamanya patristik) milik perpustakaan Thomas Phillips di Cheltenham, Inggris; Mommsen mempublikasikannya pada tahun 1886. Daftar tersebut mungkin berasal dari Afrika Utara pada paruh kedua abad ke-4.

Daftar Cheltenham berisikan 24 kitab Perjanjian Lama dan 24 kitab Perjanjian Baru yang memuat perhitungan baris dan suku kata tetapi tidak mencantumkan Yudas dan Yakobus, dan mungkin Ibrani, serta tampaknya mempersoalkan surat-surat Yohanes dan Petrus selain yang pertama.

367

Dalam surat Paskah yang ditulisnya pada tahun 367Athanasius, Uskup Aleksandria, memberikan sebuah daftar kitab yang persis sama dengan apa yang menjadi kanon 27 kitab Perjanjian Baru,dan menggunakan ungkapan “yang dikanonisasikan” (kanonizomena) berkenaan dengan kitab-kitab tersebut

374-77

McDonald & Sanders 2002, Appendix D-2, mencantumkan daftar berikut ini yang mana dikaitkan dengan Epifanius dari Salamis (kr. 374–77) dari Panarion 76.5:

Injil (4), surat-surat Paulus (13), Kisah, Yakobus, Petrus, 1–3 Yohanes, Yudas, Wahyu, Kebijaksanaan, Sirakh

380

Pada kr. 380 redaktur dari Konstitusi-konstitusi Apostolik (Constitutions of the Holy Apostles, bahasa Latin: Constitutiones Apostolorum) menghubungkan suatu kanon dengan Keduabelas Rasul sendiri, yakni dekret ke-85 dari Kanon Para Rasul (Ecclesiastical Canons of the Same Holy Apostles, Kanon Apostolik):

Kanon 85. Baiklah kitab-kitab berikut ini dipandang terhormat dan suci oleh Anda sekalian, baik klerus maupun awam. [Suatu daftar kitab-kitab Perjanjian Lama …] Dan kitab-kitab suci kita, dari Perjanjian Baru, yaitu keempat Injil, dari Matius, Markus, Lukas, Yohanes; keempat belas Surat Paulus; dua Surat Petrus; tiga dari Yohanes; satu dari Yakobus; satu dari Yudas; dua Surat Klemens; dan Konstitusi-konstitusi yang didedikasikan untuk Anda, para uskup, oleh saya, Klemens, dalam delapan buku, yang mana tidaklah tepat jika dipublikasikan terlebih dahulu, karena misteri-misteri yang terkandung di dalamnya; dan Kisah tentang kita para Rasul. —Dari versi Latin

Dikatakan bahwa terjemahan Koptik dan beberapa versi Arab memuat Kitab Wahyu

382

“daftar Damasian”, yang mana sebagian kalangan mengaitkannya dengan Decretum Gelasianum, dianggap merujuk pada Konsili Roma tahun 382 di bawah kepemimpinan Paus Damasus I. Daftar tersebut identik dengan apa yang kemudian dirumuskan dalam Kanon Trente

 

383

Penugasan oleh Paus Damasus I kepada Hieronimus untuk mengerjakan Alkitab edisi Vulgata berbahasa Latin, Barat…..Paus Damasus I seringkali dianggap sebagai bapa dari kanon Katolik, karena apa yang dipandang sebagai daftarnya sesuai dengan kanon Katolik saat ini

Daftar di bawah ini konon disahkan oleh Paus Damasus I:

[Suatu daftar kitab-kitab Perjanjian Lama …], dan dalam Perjanjian Baru: 4 kitab Injil, 1 kitab Kisah Para Rasul, 13 kitab Rasul Paulus, 1 darinya kepada Jemaat Ibrani, 2 dari Petrus, 3 dari Yohanes, 1 dari Yakobus, 1 dari Yudas, dan Apokalipsis Yohanes.

394

Uskup Amfilokius dari Ikonium, dalam Iambics for Seleucus—sebuah puisi yang dituliskan sekitar tahun 394 dan umumnya dikaitkan dengannya—membahas perdebatan seputar dimasukkannya sejumlah kitab yang seharusnya diterima, dan ia tampak tidak yakin mengenai Wahyu, Yudas, serta surat-surat Petrus dan Yohanes yang kemudian

382

Penugasan oleh Paus Damasus I kepada Hieronimus untuk mengerjakan Alkitab edisi Vulgata berbahasa Latin, kr. 383, memiliki peranan penting dalam penetapan kanon di Barat. Paus Damasus I seringkali dianggap sebagai bapa dari kanon Katolik, karena apa yang dipandang sebagai daftarnya sesuai dengan kanon Katolik saat ini.Apa yang disebut sebagai “daftar Damasian”, yang mana sebagian kalangan mengaitkannya dengan Decretum Gelasianum, dianggap merujuk pada Konsili Roma tahun 382 di bawah kepemimpinan Paus Damasus I. Daftar tersebut identik dengan apa yang kemudian dirumuskan dalam Kanon Trente, dan kendati ada yang menganggap teks tersebut bukan Damasian, setidaknya dianggap sebagai suatu kompilasi yang berharga dari abad ke-6. Daftar di bawah ini konon disahkan oleh Paus Damasus I:

[Suatu daftar kitab-kitab Perjanjian Lama …], dan dalam Perjanjian Baru: 4 kitab Injil, 1 kitab Kisah Para Rasul, 13 kitab Rasul Paulus, 1 darinya kepada Jemaat Ibrani, 2 dari Petrus, 3 dari Yohanes, 1 dari Yakobus, 1 dari Yudas, dan Apokalipsis Yohanes.

Yang disebut sebagai Decretum Gelasianum de libris recipiendis et non recipiendis ini secara tradisi dikaitkan dengan Paus Gelasius I, Uskup Roma pada tahun 492–496. Bagaimanapun secara keseluruhan dokumen ini mungkin berasal dari Perancis Selatan (abad ke-6), tetapi beberapa bagiannya dapat ditelusuri ke Paus Damasus I dan mencerminkan tradisi Roma. Bagian keduanya merupakan suatu katalog kanon, dan bagian kelimanya merupakan suatu katalog tulisan apokrifa yang harus ditolak. Katalog kanon tersebut mencantumkan keseluruhan 27 kitab Perjanjian Baru Katolik.

397

Sinode kartago 397 menetap kan kanon:

: Kejadian , Keluaran , Imamat , Bilangan , Ulangan , Yosua bin Nun , Hakim , Ruth , empat buku dari Kings , dua buku dari Paraleipomena , Ayub , yang Mazmur , lima buku dari Salomo , buku-buku dari belas nabi , Yesaya , Yeremia , Ezechiel , Daniel , Tobit , Yudit , Esther , dua buku dari Esdras , dua Books Makabe . Perjanjian Baru: empat buku Injil , salah satu kitab Kisah Para Rasul , tiga belas surat-surat dari Rasul Paulus , salah satu surat dari [penulis] yang sama dengan Ibrani , dua surat-surat Rasul Petrus , tiga dari John , salah satu dari James , salah satu Jude , salah satu kitab Wahyu Yohanes.

 

393-419

 

Sinode Hippo dan Kartago...Sinode tahun 393 ini tersohor karena dua tindakan khususnya. Pertama, untuk pertama kalinya suatu konsili para uskup membuat daftar dan menyetujui suatu Kanon Alkitab Kristen yang bersesuaian isinya dengan Alkitab modern, termasuk kitab-kitab yang di Gereja Katolik Roma disebut deuterokanonika dan di di gereja-gereja Protestan disebut “Apokrifa”

Daftar ini tidak memasukkan sejumlah kitab yang dianggap Kanon oleh Gereja Ortodoks. Kanon ini kemudian disetujui oleh Konsili Kartago dengan menunggu ratifikasi oleh “Gereja di seberang lautan“, yaitu Roma. Konsili-konsili sebelumnya pernah menyetujui kanon yang mirip, tetapi agak berbeda susunannya

Daftar kitab-kitab suci kanonik sebagaimana tercantum dalam Kanon xxxvi dari Hippo:

Kejadian.
Keluaran.
Imamat.
Bilangan.
Ulangan.
Yosua Putra Nun.
Hakim-hakim.
Rut.
Raja-raja, iv. kitab.
Tawarikh, ii. kitab.
Ayub.
Mazmur.
Lima Kitab Salomo.
Dua Belas Kitab Para Nabi.
Yesaya.
Yeremia.
Yehezkiel.
Daniel.
Tobit.
Yudit.
Ester.
Ezra, ii. books.
Makabe, ii. kitab.
Perjanjian Baru.
Injil-injil, iv. kitab.
Kisah Para Rasul, i. kitab.
Surat Paulus, xiv.
Surat Petrus, the Apostle, ii.
Surat Yohanes Rasul, iii.
Surat Yakobus Rasul, i.
Surat Yudas Rasul, i.
Wahyu Yohanes, i. kitab.

394

McDonald & Sanders 2002, Appendix D-2, mencantumkan daftar kitab Perjanjian Baru menurut Hieronimus, kr. 394, dari Epistle 53:

“Empatnya Tuhan”: Matius, Markus, Lukas, Yohanes, Surat-surat Paulus (14), 1–2 Petrus, 1–3 Yohanes, Yudas, Yakobus, Kisah, Wahyu.

: Sinode Hippo tahun 393, Konsili Kartago tahun 397, dan satu lagi di Kartago pada tahun 419 (M 237-8). Masing-masing sinode ini menegaskan hukum Gereja yang sama: “tidak ada satu pun yang dapat dibacakan dalam gereja atas nama kitab-kitab suci ilahi” selain Perjanjian Lama (termasuk kitab-kitab Deuterokanonika) dan 27 kitab kanonik Perjanjian Baru. Tampaknya dekret-dekret ini juga dinyatakan dengan fiat (semacam pemakluman) bahwa Surat kepada Orang Ibrani dituliskan oleh Paulus, untuk mengakhiri segala perdebatan seputar subjek tersebut.

405

Pada tahun 405 Paus Innosensius I menuliskan daftar kitab suci dalam suratnya kepada Eksuperius, seorang uskup dari Toulouse, yang mana memuat daftar kitab kanonik yang identik dengan Kanon Trente.Surat tersebut menyatakan “empat belas” Surat Paulus, namun F.F. Bruce lebih suka menganggapnya “tiga belas” dengan mengeluarkan Surat Ibrani. Menurut Catholic Encyclopedia, setelah pergantian abad ke-5, Gereja Barat di bawah kepemimpinan Paus Innosensius I menerima suatu kanon Alkitab yang meliputi keempat Injil dari Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes, yang mana sebelumnya telah ditetapkan pada sejumlah sinode regional yaitu Konsili Roma (382), Sinode Hippo (393), dan dua Konsili Kartago (397 dan 419)

492-496

Decretum Gelasianum (bahasa Inggris: Gelasian Decree), atau Dekret Gelasius, dinamakan demikian karena secara tradisi dianggap sebagai Dekretal Paus Gelasius I, uskup Roma tahun 492–496, yang dikenal banyak menghasilkan karya. Dikatakan bahwa karya ini berasal dari sebuah teks lima bab yang ditulis oleh seorang akademisi anonim antara tahun 519 dan 553, bab keduanya merupakan suatu daftar kitab dalam Kitab Suci yang disajikan sebagai daftar yang telah dikanonkan oleh Konsili Roma di bawah kepemimpinan Paus Damasus I, uskup Roma tahun 366-383. Yang disebut “Damasine List” (Daftar Damasus) tersebut, kendati tidak benar-benar kanonik,[1] merepresentasikan kanon yang sama seperti yang diperlihatkan dalam Kanon 24 Konsili Kartago, tahun 419 M

Decretum Gelasianum terdiri dari lima bagian. Bagian 1, 3, dan 4 tidak relevan dengan kanon, sedangkan bagian 2 adalah suatu katalog kanon. Kitab-kitab Deuterokanonika termasuk dalam katalog ini, dan masih ditemukan dalam Alkitab Katolik, kendati tidak termasuk dalam kanon Protestan. Katalog kanon ini menyajikan 27 kitab Perjanjian Baru. Dalam daftar kitab-kitab Injil, urutannya yaitu Injil Matius, Markus, Lukas, Yohanes. Keempat belas surat yang dikaitkan dengan Paulus mencakup Surat Filemon dan Ibrani. Surat-surat Umum ada tujuh: dua dari Petrus, satu dari Yakobus, satu dari Yohanes, dua dari “Yohanes lainnya, yang Tua”, dan satu dari “Yudas orang Zelot“.

Kitab-kitab apokrif tersebut tidak sama dengan Kitab-kitab Deuterokanonika, tetapi meliputi Kisah Andreas dan karya-karya palsu lainnya

519-553

Decretum Gelasianum (bahasa Inggris: Gelasian Decree), atau Dekret Gelasius, dinamakan demikian karena secara tradisi dianggap sebagai Dekretal Paus Gelasius I, uskup Roma tahun 492–496, yang dikenal banyak menghasilkan karya. Dikatakan bahwa karya ini berasal dari sebuah teks lima bab yang ditulis oleh seorang akademisi anonim antara tahun 519 dan 553, bab keduanya merupakan suatu daftar kitab dalam Kitab Suci yang disajikan sebagai daftar yang telah dikanonkan oleh Konsili Roma di bawah kepemimpinan Paus Damasus I, uskup Roma tahun 366-383. Yang disebut “Damasine List” (Daftar Damasus) tersebut, kendati tidak benar-benar kanonik, merepresentasikan kanon yang sama seperti yang diperlihatkan dalam Kanon 24 Konsili Kartago, tahun 419 M.

692

Konsili Trullan……Wahyu Yohanes adalah salah satu buku yang paling tidak pasti; di Timur, khiliasme dan Montanisme membawanya hingga litab itu dicurigai; Wahyu tidak diterjemahkan ke dalam  Georgia sampai abad ke-10, dan itu tidak pernah dimasukkan dalam lectionary resmi Gereja Ortodoks Timur

1200

Wahyu, bagaimanapun, tidak diterima di Armenia Alkitab sampai c. 1200, ketika Uskup Agung Nerses mengatur Sinode Armenia di Konstantinopel untuk memperkenalkan teks.  Namun, ada usaha yang gagal bahkan sampai 1290 untuk memasukkan dalam Armenia kanon beberapa buku apokrif: Saran dari Bunda Allah kepada Rasul, kitab Criapos, dan yang populer Surat Barnabas

1483-1546=)masa hidup Luther

Martin Luther merasa terganggu dengan empat kitab, yang disebut sebagai Antilegomena Luther: Yudas, Yakobus, Ibrani, dan Wahyu; dan kendati Luther menempatkannya dalam posisi yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan kitab lainnya, ia tidak mengeluarkannya. Ia mengusulkan untuk mengeluarkan kitab-kitab tersebut dari kanon, dengan menyinggung dukungan dari beberapa umat Katolik seperti Kardinal Thomas Cajetan dan Desiderius Erasmus, serta sebagian lagi karena kitab-kitab tersebut dianggap bertentangan dengan doktrin-doktrin Protestan seperti sola gratia dan sola fide, tetapi hal ini tidak diterima secara umum di antara para pengikutnya. Namun demikian kitab-kitab ini tetap ditaruh dalam urutan terakhir di Alkitab Luther berbahasa Jerman hingga saat ini

1442

Konsili Florence.….penetapan kanon alkitab

1546

Konsili Trente Kalangan Katolik membuat ketetapan dogmatis atas kanon Alkitab yang digunakannya pada Konsili Trente tahun 1546, dengan menegaskan kembali kanon-kanon dari Konsili Florence tahun 1442 dan Afrika Utara (Hippo dan Kartago) tahun 393–419.

Konsili Trente pada tanggal 8 April 1546 menyetujui pemberlakuan Kanon Alkitab Katolik Roma sebagaimana adanya saat ini, yang memuat Kitab-kitab Deuterokanonika, sebagai sebuah tulisan keimanan (isi kanon itu sendiri telah ditegaskan kembali secara aklamasi), dan keputusan ini dikonfirmasi dengan anatema melalui pemungutan suara (24 setuju, 15 tidak, 16 abstain). Kanon Trente dikatakan berisi daftar yang sama seperti yang dihasilkan dalam Konsili Florence (Sesi 11, tanggal 4 Februari 1442)Konsili Kartago tahun 397-419,[3] dan mungkin Konsili Roma tahun 382.Saat itu daftar tersebut tidak dianggap mengikat bagi Gereja Katolik, dan karena tuntutan Martin Luther, Gereja Katolik mengkaji ulang kanon tersebut pada Konsili Trente, yang mana kemudian menegaskan kembali kanon dari konsili-konsili sebelumnya dan menambahkan klausul anatema terhadap segala upaya untuk mengubah isi kanon tersebut.

1563

Tiga puluh Sembilan Artikel ……..

Nama-nama buku kanonis:
* Kejadian
* Keluaran
* Imamat
* Bilangan
* Ulangan
* Yosua
* Hakim-Hakim
* Rut
* Buku Samuel 1
* Buku Samuel 2
* Buku Raja 1
* Buku Raja 2
* Buku Tawarikh 1
* Buku Tawarikh 2
* Ezra
* Nehemia
* Ester
* Ayub
* Mazmur
* Amsal
* Pengkhotbah
* Nabi-nabi besar (4)

Yesaya
Yeremia
Ratapan (Nabi Yeremia)
Yehezkiel
Daniel
* Nabi-nabi kecil (12)

Hosea
Yöel
Amos
Obaja
Yunus
Mikha
Nahum
Habakuk
Zefanya
Hagai
Zakharia
Maleakhi
Dan kitab-kitab lain (seperti dikatakan Hieronimus) dibaca kaum Gereja untuk teladan hidup dan pengajaran tentang kelakuan, tetapi tidak digunakan untuk menetapkan ajaran apa pun, yaitu:
* 3 Ezra
* 4 Ezra
* Tobit
* Yudit
* Tambahan Kitab Ester
* Kebijaksanaan Salomo
* Yesus bin Sirakh
* Barukh

Surat Nabi Yeremia
* Tambahan Kitab Daniel

Lagu Pujian Ketiga Pemuda
Kisah Susana
Dewa Bel dan Naga Babel
* Doa Manasye
* 1 Makabe
* 2 Makabe

1647

Pengakuan Iman Westminster tahun 1647……menyatakan bahwa Alkitab, baik Old dan Perjanjian Baru , adalah terinspirasi , tertulis Firman Tuhan

Di antara pengakuan-pengakuan iman yang disusun oleh kalangan Protestan, beberapa mengidentifikasi 27 kitab dari kanon Perjanjian Baru, misalnya Pengakuan Iman Perancis (1559), Pengakuan Belgia (1561), dan Pengakuan Iman Westminster (1647)

1672

Sinode Yerusalem pada tahun 1672 menetapkan Kanon Ortodoks Timur, serupa dengan yang diputuskan oleh Konsili Trente. Mereka “menyebutnya Kitab Suci semua kitab yang dikumpulkan Cyril dari Sinode Laodikia, dan memperhitungkan, menambahkan pada Kitab Suci kitab-kitab yang dengan bodoh dan bebalnya, atau lebih tepatnya berbahaya, ia sebut Apokrifa; secara spesifik, [Daftar kitab-kitab deuterokanonika…]

1870

Konsili Vatikan I pada tanggal 24 April 1870 mengesahkan penambahan pada Injil Markus (v. 16:9–20), Lukas (22:19b–20, 43–44), dan Yohanes (7:53–8:11), yang mana tidak terdapat dalam naskah-naskah awal tetapi dimuat dalam Vulgata.

1927

Paus (Katolik Roma) Pius XI pada tanggal 2 Juni 1927 memutuskan bahwa Comma Johanneum dalam Perjanjian Baru menjadi terbuka untuk diperdebatkan.

1943

Paus Pius XII pada tanggal 3 September 1943 mengeluarkan ensiklik Divino afflante Spiritu, yang mana mengizikan penerjemahan Alkitab atas dasar teks-teks selain Vulgata berbahasa Latin.

KESIMPULAN

Para Rasul Yesus tak pernah mengatakan apa-apa tentang Injil Markus,matius dan Yohanes….sebelum para Bapa gereja membicarakan nya pada abad ke 2 Masehi,kitab-kitab itu tak di kenal.

Para generasi awal kristen abad ke 1 Masehi pun tak pernah memikir kan kitab suci kristen kemudian terdiri dari 4 injil.bermula dari Diatessaron Tatian menyebut kan 4 injil,lalu Iraneus juga mengusul kan mengambil 4 injil….lalu setelah itu terjadi silang sengketa mengenai kitab-kitab lain

Jadi kitab-kitab suci kristen bukan di tetap kan oleh Tuhan….tetapi oleh seorang manusia dan sekumpulan Manusia hingga di terima sebagai berwibawa dan ber otoritas tinggi sebagai kitab suci…..bahkan kitab wahyu sebagai contoh yang di tolak sejak abad ke 2 masehi,di terima kemudian dengan pilihan dan keputusan manusia

 

Iklan