Pada tulisan sebelum nya kita membahas kaum bumi datar dan kaum bumi bulat di luar islam baik  zaman pra islam dan sesudah islam.pada bahasn selanjut nya kita melihat bagai mana dunia islam memandang bentuk bumi?

BUMI ADALAH BULAT

Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata,

وقال الإمام أبو الحسين أحمد بن جعفر بن المنادي من أعيان العلماء المشهورين بمعرفة الآثار والتصانيف الكبار في فنون العلوم الدينية من الطبقة الثانية من أصحاب أحمد : لا خلاف بين العلماء أن السماء على مثال الكرة ……

قال : وكذلك أجمعوا على أن الأرض بجميع حركاتها من البر والبحر مثل الكرة . قال : ويدل عليه أن الشمس والقمر والكواكب لا يوجد طلوعها وغروبها على جميع من في نواحي الأرض في وقت واحد ، بل على المشرق قبل المغرب

“Telah berkata Imam Abul Husain Ibnul Munadi rahimahullah termasuk ulama terkenal dalam pengetahuannya terhadap atsar-atsar dan kitab-kitab besar pada cabang-cabang ilmu agama, yang termasuk dalam thabaqah/tingkatan kedua ulama dari pengikut imam Ahmad: “Tidak ada perselisihan di antara para ulama bahwa langit itu seperti bola

Beliau juga berkata: “Demikian pula mereka telah bersepakat bahwa bumi ini dengan seluruh pergerakannya baik itu di daratan maupun lautan, seperti bola

Beliau berkata lagi: “Dalilnya adalah matahari , bulan dan bintang-bintang tidak terbit dan tenggelam pada semua penjuru bumi dalam satu waktu, akan tetapi terbit di timur dahulu sebelum terbit di barat

Demikian juga Ibnu Hazm rahimahullah berkata,

أن أحد من أئمة المسلمين المستحقين لإسم الإمامة بالعلم رضي الله عنهم لم ينكروا تكوير الأرض ولا يحفظ لأحد منهم في دفعه كلمة بل البراهين من القرآن والسنة قد جاءت بتكويرها

“Para Imam kaum muslimin yang berhak mendapar gelar imam radhiallahu anhum tidak mengingkari bahwa bumi itu bulat. Tidak pula diketahui dari mereka yang membantah sama sekali, bahkan bukti-bukti dari Al-Quran dan Sunnah membuktikan bahwa bumi itu bulat”

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah berkata,

في كون الأفلاك كروية الشكل والأرض كذلك وأن نور القمر مستفاد من نور الشمس وأن الكسوف القمرى عبارة عن انمحاء ضوء القمر بتوسط الأرض بينه وبين الشمس

“Bahkan alam semesta dan bumi betuknya adalah bola, demikian juga penjelasan bahwa cahaya bulan berasal dari pantulan sinar matahari dan gerhana bulan terjadi karena cahaya bulan terhalang oleh bumi yang terletak antara bulan dan matahari”

Demikian juga pendapat bahwa beberapa ulama kontemporer seperti Syaikh Abdul Aziz bin Baz, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin dan ulama lainnya.

Astronomi Islam dikembangkan atas dasar bola bumi yang diwarisi dari astronomi Helenistik . Kerangka teoritis Islam sebagian besar bergantung pada kontribusi mendasar Aristoteles ( De caelo ) dan Ptolemy ( Almagest ), keduanya bekerja dari premis bahwa bumi itu bulat dan di pusat alam semesta ( Geosentrisme )

Bukti bulatnya bumi ini mengilhami generasi muslim selanjutnya, termasuk ahli geografi al-Idrisi (wafat 1166), yang menggambarkan dunia sebagai sebuah globe

Sheikh Ar-Raazi, pengarang kitab Tafsir Ar-Raazi, berkata:

“Jika ada yang berkata: Bukankah ayat “Dan bumi bagaimana kami menghamparkannya” menunjukkan bahwa bumi itu datar?

Kami akan menjawab: Ya, karena bumi, meskipun ia berbentuk bulat, sangatlah besar bulatannya dan setiap bagian kecil dari bulatan raksasa ini, jika dilihat, akan nampak datar. Karena demikianlah keadaannya, semoga menghilangkan kebingungan mereka. Bukti lain adalah ayat Allah ta’ala yang berbunyi: “Dan gunung-gunung sebagai pasak” [an-Naba’, 78:7]. Allah menyatakan sebagai awtaad, pasak, meskipun gunung-gunung ini bisa jadi memiliki dataran yang amat luas. Dan persamaan ini [bentuk bumi atau gunung] adalah benar dalam masalah ini.”

Syaikh Al Sinqithi berkata:

“Jika para ulama Islam menetapkan bahwa bentuk bumi adalah bulat, lalu apa kata mereka mengenai ayat Allah berikut ini? “Dan bumi, bagaimana ia dihamparkan?” [Surat Al Ghasyiyah, 88:20]. Mereka akan menjawab sebagaimana tafsir mereka terhadap ayat Allah yang berbunyi: “Hingga, ketika ia mencapai tempat terbenam matahari, ia melihatnya terbenam dalam telaga yang hitam dan berlumpur airnya.” [Surat Al Kahfi, 18: 86]. Yaitu, seperti apa yang nampak oleh orang yang melihat, karena matahari terbenam di satu negeri, tetapi tetap bersinar di negeri lainnya, hingga esok hari terbit kembali. Demikian juga bumi terlihat datar di semua bagiannya karena ukurannya yang amat besar.

Hal ini tidak bertentangan dengan bentuk bumi yang sebenarnya [bulat]. Karena sama halnya dengan kita melihat gunung yang tinggi, tetapi saat kita mendakinya dan sampai di atas, kita menemukan dataran yang luas dan ada bangsa lain hidup di sana, atau bangsa yang tidak mengetahui apa pun di luar wilayahnya, atau lainnya.”

BUMI ADALAH DATAR

Namun ada ulama yang mengatakan bumi adalah datar…seperti:
Perlu diketahui juga bawa ada beberapa ulama ada yang menafikan bahwa bumi itu bulat seperti Al-Qahthaniy Al-Andalusy dalam kitab Nuniyah-nya,

كذب المهندس والمنجم مثله … فهما لعلم الله مدعيان

الأرض عند كليهما كروية … وهما بهذا القول مقترنان

والأرض عند أولي النهى لسطيحة … بدليل صدق واضح القرآن

“Telah berbohong ilmuan dan astronom yang semisal … mereka mengklaim atas ilmu Allah”

“Bumi menurut mereka bulat … mereka bergandengan dengan pendapat ini”

“Bumi menurut ahli ilmu agama adalah datar … dengan dalil yang jelas dari Al-Quran”4.

Demikian juga dalam Tafsir Jalalain, ketika menafsirkan ayat

وَإِلَى الْأَرْضِ كَيْفَ سُطِحَتْ

Dan bumi bagaimana ia dihamparkan?” (Al-Ghaasyiyah: 20).

Dijelaskan bahwa dzahir ayat bumi itu (سُطِحَتْ) “sutihat” menunjukkan bumi itu (سطحية) “sathiyyah” yaitu bulat, dalam tafsir dijelaskan,

سطحت ظاهر في أن الأرض سطح وعليه علماء الشرع لا كرة كما قاله أهل الهيئة

“Makna ‘sutihat’ zahirnya menunjukkan bahwa bumi itu datar dan dijelaskan oleh ulama, bukan bulat sebagaimana dikatakan oleh ahli astronom”5.

Demikian juga Al-Qurthubi dalam tafsirnya, membantah bahwa bumi bulat, ketika menafsirkan ayat,

وَالْأَرْضَ مَدَدْنَاهَا وَأَلْقَيْنَا فِيهَا رَوَاسِيَ وَأَنْبَتْنَا فِيهَا مِنْ كُلِّ شَيْءٍ مَوْزُونٍ

Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran” (Al-Hijr: 19).

Beliau Al-Qurthubi berkata,

وهو يرد على من زعم أنها كالكرة

“Ini adalah bantahan bagi mereka yang menyangka bahwa bumi itu seperti bola”

Dari sini kita ketahui bahwa ada ulama yang menyelisihi klaim ijma’ yang disebutkan di atas.

Syeikh iibnu Baaz pertama kali mengatakan  bumi itu datar, Dikabarkan pula bahwa setelah beliau memperoleh ilmu dan pemahaman lebih mengenai bumi dan juga setelah pertemuan beliau dengan astronot dari Arab Saudi, Pangeran Sultan bin Salman Al Saud, yang menyaksikan bumi berbentuk bulat dari ruang angkasa, beliau mengubah pandangan tersebut.

Berikut ini adalah petikan fatwa beliau terkait bentuk bumi yang bulat:

“Berdasarkan orang-orang berilmu, bumi bentuknya bulat. Bahkan, Ibnu Hazm dan ulama lainnya [di masa lampau, abad ke-9] telah menyatakan bahwa hal ini merupakan ijma’ dari para ulama. Artinya, semua permukaan bumi bersambungan satu sama lain sehingga bentuk dari planet ini adalah seperti bola.

Namun demikian, Allah telah menghamparkan, meluaskan permukaan bumi dalam hubungannya dengan [fungsinya terhadap] manusia. Dan Dia telah menempatkan gunung yang kokoh, lautan dan kehidupan sebagai rahmat bagi kita. Untuk alasan inilah, Allah berfirman: “Dan (tidakkah mereka melihat) kepada Bumi, bagaimana kami menghamparkannya (suthihat)?” [Surat Al Ghasiyyah: 20].

Dengan demikian, Bumi telah diratakan, dihamparkan bagi kita sehingga membantu kita dalam hidup di atasnya dan merasa nyaman. Fakta bahwa bumi berbentuk bulat tidak mencegah permukaannya dijadikan datar, terhampar, bagi manusia. Hal ini dikarenakan sesuatu yang bulat dan teramat besar maka permukaannya juga akan sangat luas dan terhampar, sehingga terlihat datar bagi yang berada di permukaannya.”

(Lihat fatwa versi bahasa arab)

Adapun Qurtubi dan ulama pendukung bumi datar lain nya telah salah paham dalam menafsir kan Quran dengan kata BUMI DI HAMPAR KAN,penjelasan bagus bahwa quran tak memaksud kan menghampar kan bum=bumi datar dapat anda lihat DI SINI,jadi saya tak perlu mengulang dan berpanjang lebar tentang masalah ini karena telah di jelas kan dengan baik oleh penulis blog itu.

REFERENSI

Iklan