Beberapa kristen ada yang ber apologi bahwa bintang-bintang jatuh ke bumi adalah bintang-bintang jatuh ke bumi tetapi pecah oleh atsmonfer.semua apologi  itu mudah saja di bantah.sudah saya bantah di sini. lalu mereka setelah tak ada celah lain mereka ber apologi bahwa bintang-bintang yang jatuh ke Bumi itu bukan bermakna bintang-bintang di langit…..tetapi Meteorid.

Tentu apologi itu mengada-ngada,bagai mana kata bintang menjadi meteorid?kitab wahyu 6:13 contoh nya,kalimat nya jelas bintang-bintang,tak bermakna lain.

Jika anda-anda masih ngeles mari kita lihat dalam bahasa alkitab berbagai terjemahan.saya ambil terjemahan dari 2 terjemahan bergengsi yakni Septuagianta dan vulgata sebagai contoh.

13. Dan bintang-bintang di langit berjatuhan ke atas bumi bagaikan pohon ara menggugurkan buah-buahnya yang mentah, apabila ia digoncang angin yang kencang.(wahyu 16)

 

Dalam Greek new testament

13 καὶ οἱ ἀστέρες τοῦ οὐρανοῦ ἔπεσαν εἰς τὴν γῆν, ὡς συκῆ βάλλει τοὺς ὀλύνθους αὐτῆς ὑπὸ ἀνέμου μεγάλου σειομένη,(wahyu 6:13)

 

Dalam VULGATA tertulis:

13 et stellæ de cælo ceciderunt super terram, sicut ficus emittit grossos suos cum a vento magno movetur:

Dalam kitab wahyu 6:13 Bintang-bintang di terjemahkan sebagai  ἀστέρες (Asteres) dan Stellae (bintang-bintang).Kita banding kan bintang-bintang dalam perjanjian lama…apakah ἀστέρες dan Stellae dalam kitab wahyu mengacu kepada meteorid?

Perhatikan bahasa Yunani dan latin adalah bahasa rumpun indo eropa….kata Aster(bintang)hampir sama dengan Stellae(coba ucap kan astell,kira2 begitu gambaran persamaan nya)…sama sepert bahasa rumpun indo eropa lain nya yang serumpun dengan bahasa yunani dan latin untuk penyebutan bintang hampir mendekati…seperti contoh: *H₂ster- “star”(proto indo eropa),star(inggris modern),Steorra(0ld English),staírnō “star”(Gothic),stēlla “star”(latin),astḗr “star”(Ancient greek),stṛ inst. pl. stŕ̥bhiḥ, nom. pl. tāraḥ, fem. nom. sg. tarā “star”(sansekerta),stā̆rǝm (ablauting) “star”(iran,Avestan),ser,seren(celtik),sterenn “star”(Breton),astł “star”(Armenia),śreñ, ściriñ “stars”(tocharian),ḫasterza “star”(Hittit)

Perlu di ketahui septuagianta adalah terjemahan ibrani perjanjian lama ke yunani yang pertama…..di kerjakan jauh sebelum yesus lahir di mesir di bawah pemerintahan Dinasty ptolomeus untuk konsumsi umum dan orang yahudi yang berbahasa Yunani…dan vulgata adalah terjemahan PL dan PB ke dalam bahasa latin oleh Santo Jerome untuk konsumsi orang-orang yang berbahasa latin yang tak mengerti bahasa Yunani.

Mari kita cek perjanjian lama:

DALAM PENCIPTAAN ALAM SEMESTA ALLAH MENJADIKAN BINTANG-BINTANG DI LANGIT

16. Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.(Kejadian 1:16)

Apa terjemahan bintang-bintang di langit dalam bahasa yunani(septuagianta)dan latin(vulgata) pada ayat di atas?

Dalam Septuagianta:

16 καὶ ἐποίησεν ὁ θεὸς τοὺς δύο φωστῆρας τοὺς μεγάλους τὸν φωστῆρα τὸν μέγαν εἰς ἀρχὰς τῆς ἡμέρας καὶ τὸν φωστῆρα τὸν ἐλάσσω εἰς ἀρχὰς τῆς νυκτός καὶ τοὺς ἀστέρας(Kejadian 1:16)

Dalam kejadian 1:16 Allah menjadikan bintang-bintang di langit…bintang-bintang di langit di terjemah kan dengan ἀστέρας(Asteras) dalam septuagianta kej 1:16,dalam kitab wahyu bintang-bintang di tulis dalam bahasa yunani sebagai ἀστέρες(bintang-bintang/stars)….baik ἀστέρας maupun ἀστέρες bermakna sama yakni bintang-bintang.

Jadi dalam kitab wahyu bintang-bintang di langit bermakna memang bintang-bintang di langit,bukan meteorid seperti yang di jadikan bahan ngeles kristen.terbukti terjemahan ynani bagi penciptaan bintang-bintang di langit dalam kejadian 1:16 sama dengan tulisan yunani bagi wahyu 6:13

ἀστέρες(Wahyu 6:13)=ἀστέρας(Kejadian 1:16)

Kita lanjut kan dengan terjemahan latin Vulgata bagi kejadian 1:16

16 Fecitque Deus duo luminaria magna: luminare majus, ut præesset diei: et luminare minus, ut præesset nocti: et stellas.(Kejadian 1:16)

Dalam kitab wahyu 6:13 bintang-bintang di terjemah kan  sebagai Stellae dan dalam kejadian 1:16 bintang-bintang di terjemah kan sebagai stellas…semua sama bermakna bintang-bintang.

Jadi Vulgata jerome menterjemahkan bintang-bintang di langit yang di ciptakan Allah dalam penciptaan alam semesta dalam PL di terjemah kan Stellas….lalu dalam kitab wahyu bintang-bintang di terjemahkan sebagai Stellae…jadi yang ber apologi dalam kitab wahyu 6:13 bintang-bintang adalah meteorid adalah BOHONG….yang benar menurut terjemahan PL memang bintang-bintang itu adalah bi ntang-bintang di langit yangdi ciptakan Allah dalam kejadian 1:16 sebagai contoh,bukan meteorid.

ALLAH MENJADIKAN KETURUNAN ABRAM BANYAK NYA SEPERTI BINTANG-BINTANG DI LANGIT

5. Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman: “Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya.” Maka firman-Nya kepadanya: “Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.”(Kejadian 15:5)

Coba cek Septuagianta:

5 ἐξήγαγεν δὲ αὐτὸν ἔξω καὶ εἶπεν αὐτῷ ἀνάβλεψον δὴ εἰς τὸν οὐρανὸν καὶ ἀρίθμησον τοὺς ἀστέρας εἰ δυνήσῃ ἐξαριθμῆσαι αὐτούς καὶ εἶπεν οὕτως ἔσται τὸ σπέρμα σου(Kejadian 15:5)

Jelas bintang-bintang di langit yang di lihat Abraham adalah sama dengan wahyu 6:13 dalam bahasa yunani nya

ἀστέρες(wahyu 6:13)=ἀστέρας(kejadian 15:5)

Mari kita cek vulgata bagi 15:5

Eduxitque eum foras, et ait illi: Suscipe cælum, et numera stellas, si potes. Et dixit ei: Sic erit semen tuum.

Dalam wahyu 6:13 stellae=stellas dalam mkejadian 15:5.jadi tak di ragukan lagi bahwa makna stellae dalam wahyu adalah bintang-bintang di langit karean sesuai dengan terjemahan vulgata.

KESIMPULAN

Maka bintang-bintang di langit yang berjatuhan ke atas bumi dalam wahyu 6:13 adalah bintang-bintang di langit yang sebenar nya,pararel dengan terjemahan PL pada septuagianta dan vulgata.maka yang mengatakan bintang-bintang yang berjatuhan ke bumi adalah meteorid maka itu Apologi bohong.

Dari celah mana lagi kristen bisa ngeles?paling-paling adalah mereka akan ngeles bahwa bintang-bintang jatuh ke bumi itu adalah perumpamaan.padahal kalau kita cermati ayat-ayat nya semua itu bukan perumpamaan,tetapi kejadian akhir zaman sebenar nya di mana bintang-bintang berjatuhan ke bumi,seperti yang yesus gambar kan dalam injil akan akhir zaman:

29. “Segera sesudah siksaan pada masa itu, matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit dan kuasa-kuasa langit akan goncang.(Matius 24)

Dalam ayat di atas tak menghendaki suatu perumpamaan,tetapi bintang-bintang memang berjatuahan dari langit…..berjjatuhan ke mana?wahyu 6:13 menjawab…..berjatuhan ke bumi

29 εὐθέως δὲ μετὰ τὴν θλῖψιν τῶν ἡμερῶν ἐκείνων, ὁ ἥλιος σκοτισθήσεται, καὶ ἡ σελήνη οὐ δώσει τὸ φέγγος αὐτῆς, καὶ οἱ ἀστέρες πεσοῦνται ἀπὸ τοῦ οὐρανοῦ, καὶ αἱ δυνάμεις τῶν οὐρανῶν σαλευθήσονται.(Matius 24)

29 Statim autem post tribulationem dierum illorum sol obscurabitur, et luna non dabit lumen suum, et stellæ cadent de cælo, et virtutes cælorum commovebuntur:( Matius 24 )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan