Mari kita kaji lagi Error dalam kitab wahyu lain nya,yang merupakan kesalahan kitab wahyu,yang membuktikan pengarang kitab ini adalah hanya manusia biasa yang tak di bimbing wahyu.andai kata ia menulis sari-sari wahyu ia hanya menulis ulang pengajaran Isa alaihis salam dari banyak kabar yang beredar.dan selanjut nya karangan-karangan yang bukan wahyu Allah di masuk kan seumpama salib,yesus menebus dosa,yesus pengadil manusia di hari akhir dll….namun dalam mengarang cerita memasuk kan juga cerita2  dongeng

Dalam kitab wahyu Bumi di hujami bintang-bintang dalam 4 babak:

BABAK PERTAMA

12. Maka aku melihat, ketika Anak Domba itu membuka meterai yang keenam, sesungguhnya terjadilah gempa bumi yang dahsyat dan matahari menjadi hitam bagaikan karung rambut dan bulan menjadi merah seluruhnya bagaikan darah.

13. Dan bintang-bintang di langit berjatuhan ke atas bumi bagaikan pohon ara menggugurkan buah-buahnya yang mentah, apabila ia digoncang angin yang kencang.

14. Maka menyusutlah langit bagaikan gulungan kitab yang digulung dan tergeserlah gunung-gunung dan pulau-pulau dari tempatnya.

15. Dan raja-raja di bumi dan pembesar-pembesar serta perwira-perwira, dan orang-orang kaya serta orang-orang berkuasa, dan semua budak serta orang merdeka bersembunyi ke dalam gua-gua dan celah-celah batu karang di gunung.

16. Dan mereka berkata kepada gunung-gunung dan kepada batu-batu karang itu: “Runtuhlah menimpa kami dan sembunyikanlah kami terhadap Dia, yang duduk di atas takhta dan terhadap murka Anak Domba itu.”

17. Sebab sudah tiba hari besar murka mereka dan siapakah yang dapat bertahan?(Wahyu 6)

 

BABAK KEDUA

10. Lalu malaikat yang ketiga meniup sangkakalanya dan jatuhlah dari langit sebuah bintang besar, menyala-nyala seperti obor, dan ia menimpa sepertiga dari sungai-sungai dan mata-mata air.

11. Nama bintang itu ialah Apsintus. Dan sepertiga dari semua air menjadi apsintus, dan banyak orang mati karena air itu, sebab sudah menjadi pahit.(wahyu 8)

BABAK KETIGA

1. Lalu malaikat yang kelima meniup sangkakalanya, dan aku melihat sebuah bintang yang jatuh dari langit ke atas bumi, dan kepadanya diberikan anak kunci lobang jurang maut.

2. Maka dibukanyalah pintu lobang jurang maut itu, lalu naiklah asap dari lobang itu bagaikan asap tanur besar, dan matahari dan angkasa menjadi gelap oleh asap lobang itu.

3. Dan dari asap itu berkeluaranlah belalang-belalang ke atas bumi dan kepada mereka diberikan kuasa sama seperti kuasa kalajengking-kalajengking di bumi.

4. Dan kepada mereka dipesankan, supaya mereka jangan merusakkan rumput-rumput di bumi atau tumbuh-tumbuhan ataupun pohon-pohon, melainkan hanya manusia yang tidak memakai meterai Allah di dahinya.

5. Dan mereka diperkenankan bukan untuk membunuh manusia, melainkan hanya untuk menyiksa mereka lima bulan lamanya, dan siksaan itu seperti siksaan kalajengking, apabila ia menyengat manusia.

6. Dan pada masa itu orang-orang akan mencari maut, tetapi mereka tidak akan menemukannya, dan mereka akan ingin mati, tetapi maut lari dari mereka.

7. Dan rupa belalang-belalang itu sama seperti kuda yang disiapkan untuk peperangan, dan di atas kepala mereka ada sesuatu yang menyerupai mahkota emas, dan muka mereka sama seperti muka manusia,

8. dan rambut mereka sama seperti rambut perempuan dan gigi mereka sama seperti gigi singa,

9. dan dada mereka sama seperti baju zirah, dan bunyi sayap mereka bagaikan bunyi kereta-kereta yang ditarik banyak kuda, yang sedang lari ke medan peperangan.

10. Dan ekor mereka sama seperti kalajengking dan ada sengatnya, dan di dalam ekor mereka itu terdapat kuasa mereka untuk menyakiti manusia, lima bulan lamanya.

11. Dan raja yang memerintah mereka ialah malaikat jurang maut; namanya dalam bahasa Ibrani ialah Abadon dan dalam bahasa Yunani ialah Apolion.

12. Celaka yang pertama sudah lewat. Sekarang akan menyusul dua celaka lagi.(wahyu 9)

BABAK KE EMPAT

1. Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

2. Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan.

3. Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota.

4. Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya.

5. Maka ia melahirkan seorang Anak laki-laki, yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi; tiba-tiba Anaknya itu dirampas dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhta-Nya.

6. Perempuan itu lari ke padang gurun, di mana telah disediakan suatu tempat baginya oleh Allah, supaya ia dipelihara di situ seribu dua ratus enam puluh hari lamanya.

7. Maka timbullah peperangan di sorga. Mikhael dan malaikat-malaikatnya berperang melawan naga itu, dan naga itu dibantu oleh malaikat-malaikatnya,

8. tetapi mereka tidak dapat bertahan; mereka tidak mendapat tempat lagi di sorga.

9. Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya.

10. Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata: “Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita.

11. Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut.

12. Karena itu bersukacitalah, hai sorga dan hai kamu sekalian yang diam di dalamnya, celakalah kamu, hai bumi dan laut! karena Iblis telah turun kepadamu, dalam geramnya yang dahsyat, karena ia tahu, bahwa waktunya sudah singkat.”

13. Dan ketika naga itu sadar, bahwa ia telah dilemparkan di atas bumi, ia memburu perempuan yang melahirkan Anak laki-laki itu.

14. Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

15. Lalu ular itu menyemburkan dari mulutnya air, sebesar sungai, ke arah perempuan itu, supaya ia dihanyutkan sungai itu.

16. Tetapi bumi datang menolong perempuan itu. Ia membuka mulutnya, dan menelan sungai yang disemburkan naga itu dari mulutnya.

17. Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus.(Wahyu 12)

Aapa error dalam ayat-ayat di atas?

BINTANG-BINTANG JATUH KE BUMI TETAPI BUMI TIDAK HANCUR JADI ABU

Seharus nya jatuh nya bintang pertama ke bumi yang gugur nya seperti buah ara mentah sudah menghancur kan bumi menjadi abu tampa sisa.satu bintang saja(tak perlu bintang sejumlah satu pohon ara)sudah mampu menghancur kan bumi menjadi abu….dan bintang itu panas nya bersifat matahari maka dari jarak ketika mendekati bumi sejarak bumi dan Mars maka panas nya bintang raksasa itu harus nya sudah mampu memusnah kan semua kehidupan di bumi….bahkan jarak di luar atsmonfer bumi seharus nya juga telah memusnah kan semua kehgidupan di bumi tampa sisa

Tetapi di gambar kan setelah jatuh nya bintang seperti pohon ara mentah,bumi masih utuh dan ada kehidupan manusia di bumi.begitu juga jatuh nya bintang-bintang lain nya bumi dan manusia masih hidup…suatu kesalahan kitab wahyu yang sangat fatal Error.

PENGARANG KITAB WAHYU MENYANGKA UKURAN BINTANG LEBIH KECIL DARI BUMI

Terbukti hingga 4 babak besar bintang membentur bumi…bumi di gambar kan pengarang masih utuh dan manusia masih hidup di atas bumi.

10. Lalu malaikat yang ketiga meniup sangkakalanya dan jatuhlah dari langit sebuah bintang besar, menyala-nyala seperti obor, dan ia menimpa sepertiga dari sungai-sungai dan mata-mata air.

11. Nama bintang itu ialah Apsintus. Dan sepertiga dari semua air menjadi apsintus, dan banyak orang mati karena air itu, sebab sudah menjadi pahit.(wahyu 8)

Bintang yang besar nya raksasa di banding bumi di gambar kan hanya mencidrai serba sepertiga dari bumi.ini menunjuk kan bintang itu di sangka pengarang hanya sebesar meteor saja.semua itu wajar karean keterbatasan pengarang abad ke 1 masehi akan ilmu perbintangan saat itu.

MILYARAN BINTANG JATUH KE BUMI DAN BUMI MASIH BAIK-BAIK SAJA

3. Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota.

4. Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya.(Wahyu 12)

Jumlah bintang-bintang di langit bisa milyaran hingga trilyunan…..jadi ekor naga menyeret 1/3 bintang-bintang di langit,maka jika bintang di langit trilyunan,maka sepertiga nya bisa milyaran…..dan milyaran bintang itu di seret ekor naga lalu di hujam kan ke bumi…tak amazing nya pada ayat selanjut nya bumi dan manusia masih hidup dan baik-baik saja 😳

Kristen pasti MENTOK ngeles bahwa ekor naga menyeret sepertiga bintang itu perumpamaan…jika ia perumpamaan maka apa tafsir yang benar ekor naga menyeret sepertiga bintang-bintang di langit lalu melempar kan nya ke atas bumi?…dari ayat di atas pengarang kitab wahyu jelas-jelas memaksud kan bintang yang di maksud yang memang bintang di langit…..terbukti ada kalimat:MELEMPAR KAN NYA

Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi

Sesuatu yang di lempar itu adalah suatu benda….jadi pengarang kitab wahyu memang memaksud kan memang bintang-bintang itu memang benar-benar bintang-bintang di langit

NAGA YANG BESAR NYA MELEBIHI UKURAN MILYARAN BINTANG DI GAMBAR KAN LEBIH KECIL DARI BUMI

Lho kok bisa begitu?dari mana penulis mendapat kesimpulan seperti itu?ya dari kitab wahyu juga

Simak:

4. Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya.(Wahyu 12)

EKOR NAGA SAJA mampu menyeret 1/3 bintang-bintang di langit…ekor nya saja mampu menyeret milyaran bintang di langit  maka besar ekor naga melebihi besar nya ukuran milyaran bintang bintang di langit…..itu baru ekor nya saja

Bagai mana besar badan dan kepala naga itu?besar nya tentu bisa sebesar ukuran gabungan trilyunan bintang di langit..karena ekor nya saja bisa mampu menyeret milyaran bintang di langit.tapi pengarang kitab wahyu meneruskan dongeng nya bahwa naga raksasa melebihi besar nya ukuran trilyunan bintang di langit tiba-tiba lebih kecil dari bumi.

9. Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya.(Wahyu 12)

13. Dan ketika naga itu sadar, bahwa ia telah dilemparkan di atas bumi, ia memburu perempuan yang melahirkan Anak laki-laki itu.

14. Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

15. Lalu ular itu menyemburkan dari mulutnya air, sebesar sungai, ke arah perempuan itu, supaya ia dihanyutkan sungai itu.

16. Tetapi bumi datang menolong perempuan itu. Ia membuka mulutnya, dan menelan sungai yang disemburkan naga itu dari mulutnya.

17. Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus.(Wahyu 12)

Nama nya cerita dongeng pasti cerita nya tak masuk akal…maka itulah dongeng.

APOLOGI KRISTEN:BINTANG YANG JATUH KE BUMI SUDAH HANCUR  DENGAN ATSMONFER

Terbukti bintang-bintang itu menyebar menimpa 1/3 sungai dan mata air dunia

10. Lalu malaikat yang ketiga meniup sangkakalanya dan jatuhlah dari langit sebuah bintang besar, menyala-nyala seperti obor, dan ia menimpa sepertiga dari sungai-sungai dan mata-mata air.

11. Nama bintang itu ialah Apsintus. Dan sepertiga dari semua air menjadi apsintus, dan banyak orang mati karena air itu, sebab sudah menjadi pahit.(wahyu 8)

JAWAB:

Ukuran bintang di banding bumi adalah sangat raksasa……satu bintang saja mendekati luar atsmonfer panas nya akan memusnah kan semau yang hidup di bumi.satu bintang GIGA raksasa saja jika pun hancur oleh atsmonfer maka ada jutaan dan milyaran keping bebatuan besar dan kecil menghujami bumi sebesar ukuran giga raksasa bintang itu…maka milyaran bebatuan itu akan memusnah kan seluruh manusia dan kehidupan…..tetapi di gambar kan kotab wahyu hanya sepertiga

Perhatikan perbandingan bumi dan matahari dulu:

Lalu banding kan matahari dengan matahari dengan bintang ARCTURUS , POLLUX DAN SIRIUS ….maka matahari sangat kecil tak ada apa-apa nya:

Matahari hanya terlihat kecil dan itulah kenyataannya, dengan demikian apa yang terjadi dengan bumi, planet kita tercinta ini. bumi sangatlah kecil dibanding bintang-bintang tersebut ,
sungguh menakjubkan dan jujur saya merinding membanyangkan perbandingan itu, padahal ditata surya kita ada jutaan planet dan bintang yang bertebaran  .
Mungkin dengan bintang arcturus sudah usai perbandingan besaran bumi terhadap matahari, namun ternyata tidak demikian , ada yang lebih besar lagi selain bintang arcturus 
Bagaimana dengan gambar diatas , arcturus sangat besar ukurannya , namun ternyata ada yang lebih besar lagi yaitu BETELGEUSE kemudian terbesar lagi adalah bintang  ANTARES .
Matahari terlihat sangat kecil , bagai mana dengan bumi kita(SOURCES )
Maka apologi kristen bintang jatuh tak hancur kan bumi karean bumi di lindungi atsmonfer……tetap saja jika bintang itu hancur oleh atsmonfer,maka bumi dan atsmonfer nya tak akan mampu sekaligus menampung ukuran bintang yang GIGA raksasa….pecahan bintang nya pun akan mencapai milyaran dan trilyunan bebatuan yang akan menutup dan menghancur kan semua bumi,tidak hanya sepertiga sungai dan mata air saja…..ibarat kapur barus sebesar gedung di gerus di hadapan sebutir debu,maka jika bulatan kapur barus itu tergerus habis maka debu itu akan terbenam butiran gerusan kapur barus hingga tertutup menggunung….begitu juga bumi dan atsmonfer nya tak akan muat dan mampu menanggung satu bintang pun…apalagi puluhan hingga milyaran bintang.
Maka apologia kristen lemah….dan kesalahan ayat2 di atas tak dapat di obati apologia sihir sekalipun.

BUMI DI HUJAMI BINTANG-BINTANG DALAM 4 BABAK TIDAK HANCUR,LENYAP NYA BUMI JUSTRU SEPERTI SULAP

Logika dan cerita error kitab wahyu…..bumi 4 babak di hujami bintang-bintang tak hancur dan musnah jadi abu…malah bumi lenyap dengan cara seperti sulap saja….BLEPPP….hilang

11. Lalu aku melihat suatu takhta putih yang besar dan Dia, yang duduk di atasnya. Dari hadapan-Nya lenyaplah bumi dan langit dan tidak ditemukan lagi tempatnya.

12. Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu.

13. Maka laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan maut dan kerajaan maut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan mereka dihakimi masing-masing menurut perbuatannya.

14. Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan api. Itulah kematian yang kedua: lautan api.

15. Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu.(Wahyu 20)

1. Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan lautpun tidak ada lagi.

2. Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya.(Wahyu 21)

Jadi logika cerita kitab wahyu ialah bumi tidak hancur oleh hujaman bintang-bintang dan hanya lenyap dengan cara seperti sulap.begitulah jika cerita sudah di karang pendongeng maka cerita itu menyenangkan saja bagi anak-anak sebelum tidur.

Iklan