Belakangan ini kota Jakarta di guncang kabar heboh Ahok hina Al-quran.terjadi kontroversi hebat dalam hal ini.Ahok terancam di polisikan.sebenar nya apa sih yang di ucap kan Ahok dalam kunjungan nya di pulau seribu itu?…berikut perkataan Ahok yang menjadi kontroversi panas yang saya ambil langsung dari video nya:

Kan bisa aja dalam hati kecil Bapak ibu gak bisa pilih saya,ya kan di bohongin pake surat Al-Maidah 51 macem-macem gitu lho……itu hak Bapak ibu…..ya…..jadi kalo Bapak Ibu perasaan gak bisa pilih nih,karena saya takut masuk neraka di bodohin gitu ya…gak papa…..karena kita panggilan  pribadi Bapak ibu

Sekarang kita kaji apakah Ahok menistakan Quran dalam video itu?perlu kita ketahui,sifat orang2 Nasrani negri kita banyak terlihat radikal dalam segala hujatan nya pada islam.jika anda lihat situs2,blog dll maka anda lihat mulut mereka sudah biasa kotor dalam menghina islam,baik langsung,satire,hingga dalam media gambar meme.coba anda lihat dalam forum yahoo answer kategori agama kepercayaan dan kaskus dalam forum berita dan politik serta debat club.banyak mulut2 kotor mereka menghujat segala sesuatu yang berbau islam:

Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan. (QS. Ali ‘Imran [3] : 186)

Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka ma’afkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya (Maksudnya: keizinan memerangi dan mengusir orang Yahudi ). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. Al-Baqarah [2] : 109)

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil orang-orang yang di luar kalanganmu menjadi teman kepercayaanmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi.” [Ali Imrân/3:118)]

Kalau kita melihat gaya bicara Ahok dengan berbagai gagasan nya yang menyerempet agama,Ahok ini kristen radikal seperti yang ada di dunia maya bergentayangan siang dan malam.dari penghapusan kolom agama di KTP,soal jilbab,dll.sampai kebaiasaan ceramah agama kristen di rapat Pemda DKI yang seharus nya tak pantas dan tak pada tempat nya.karena itu rapat Pemda,bukan bahas agama,dan lebih tak pantas lagi karena mayoritas pendengar nya pegawai muslim.

Tak usah munafik…dalam hati Ahok,pasti Ahok berkata lebih hebat lagi,dia pasti dalam hati nya mengatakan semua isi Quran itu bohong.mengapa?ya karena dia kafir pada quran.mustahil dia mengatakan dalam hati quran itu benar.maka di pulau seribu hati kecil nya terlontar mengeluar kan nya lewat lisan,walau mungkin terpeleset kata karena lidah tak bertulang dan kebiasaan Ahok banyak membacot.sudah menjadi pengalaman sehari-hari siapa yang banyak membacot blak-blakan maka banyak tergelincir nya,hingga keluar watak asli nya:

Orang diam itu tidak tercela
Tidak ada orang yang banyak bicara kecuali akan terpeleset
Dan tidak akan dicela orang yang diam.
Jika berbicara itu adalah perak
Maka diam adalah emas yang dihiasi dengan mutiara.

[Raudhat al-‘Uqala’ wa nazhat al-Fudlala’, Ibnu Hibban hal. 48]

           Berkata al-Imam Ibnu Hibbbaan:

“Suatu hal yang wajib dilakukan oleh orang yang memiliki akal sehat bahwa ia lebih banyak mempergunakan telinganya dari pada mulutnya, untuk ia ketahui kenapa dijadikan untuknya dua buah telinga satu buah mulut,supaya ia lebih banyak mendengar dari pada berbicara..

Karena apabila berbicara ia akan menyesalinya, tapi bila ia diam ia tidak akan menyesal, sebab menarik apa yang belum diucapkannya lebih mudah dari pada menarik perkataan yang telah diucapkannya..

Perkataan yang telah diucapkannya akan mengikutinya selalu, sedangkan perkataan yang belum diucapkannya, (maka) ia mampu mengendalikannya..”

[Raudhatul ‘uqalaa’ halaman (47)]

Dalam sebuah syair disebutkan:

إِنَّ الكَلاَمَ لَفِي الفُؤَادِ وَإِنَّما  *      جُعِلَ اللِسَانُ علَى الفُؤَادِ دَلِيلاً

Sungguh, kalam (pembicaraan) itu letaknya dalam hati.

Lisan hanya sebagai alat untuk mengekspresikan perasaan hati.

Ahok pernah bicara tampa pikir panjang bahwa yang tak mendukung legalisasi pelacuran di Apartement adalah pejabat munafik.jika orang yang hati-hati dalam bicara tentu tak sembarangan melontar kan perkataan.apakah Fahira Idris sebagai contoh seorang pejabat munafik yang menerima suap PSK gelap?…..itu contoh orang suka membacot sembarangan tampa pikir.masih melimpah bacotan Ahok lain nya yang tak di pikir panjang,hingga kebiasaan nya menuai petaka ketika ia berada di pulau seribu.

Sekarang kita kaji perkataan Ahok apakah menghina Quran?Mari kita Kutip sekali lagi:

Kan bisa aja dalam hati kecil Bapak ibu gak bisa pilih saya,ya kan di bohongin pake surat Al-Maidah 51 macem-macem gitu lho……itu hak Bapak ibu…..ya…..jadi kalo Bapak Ibu perasaan gak bisa pilih nih,karena saya takut masuk neraka di bodohin gitu ya…gak papa…..karena kita panggilan  pribadi Bapak ibu

Di bohongin pake surat Al-maidah ayat 51 tak jauh dari 2 tafsiran ini:

TAFSIR PERTAMA:UMAT ISLAM TAK PILIH AHOK MEMANG DI BOHONGIN SURAT AL-MAIDAH AYAT 51

Tafsiran pertama ini di bantah keras para pendukung Ahok.Ahok tidak mengatakan:

Di bohongin surat al-Maidah ayat 51

Kata pake itu menurut tafsiran pembela Ahok beda arti jika kata itu di hilang kan.jika tak ada kata pake jelas Ahok telah menghina quran.jadi tafsir nya adalah para pemilih Ahok di hasut tak pilih Ahok….. di hasut para penentang Ahok dan di bohongi penentang Ahok pake surat Al-maidah ayat 51 agar jangan pilih Ahok.jadi menurut Ahok rakyat di bohongi agar janagn pilih Ahok dengan memakai surat Al-Maidah ayat 31.jadi tak ada unsur penghinaan terhadap quran di sini.

Tetapi kata-kata Ahok dapat di tafsir kan sebalik nya juga.di bohongi pake surat Al-Maidah ayat 51 boleh jadi menurut Ahok umat islam memang di bohongi agar tidak memilih dia.ALAT untuk membohongi itu dengan memakai surat Al-Maidah ayat 51.di bohongi pake surat Maidah 51 berarti surat itu mengandung kebohongan yang di pakai sebagai alat agar tak memilih Ahok.jadi kalimat Ahok sangat berbahaya dan memicu kontroversi yang seharus nya tak di ucap kan di muka publik.apalagi coba anda lihat kalimat Ahok selanjut nya yang saya bold biru:

Kan bisa aja dalam hati kecil Bapak ibu gak bisa pilih saya,ya kan di bohongin pake surat Al-Maidah 51 macem-macem gitu lho……itu hak Bapak ibu…..ya…..jadi kalo Bapak Ibu perasaan gak bisa pilih nih,karena saya takut masuk neraka di bodohin gitu ya…gak papa…..karena kita panggilan  pribadi Bapak ibu

Perhatikan bold yang saya biru kan.kalimat itu bisa menafsir kan perkataan Ahok yang sebelum nya yakni DI BOHONGIN PAKE SURAT AL-MAIDAH 51

Menurut Ahok muslim yang milih dia takut masuk neraka,di bodohin gitu ya……..jadi menurut Ahok jika muslim tak memilih dia karena takut masuk neraka maka mereka sama saja di bodohin.pertanyaan nya di bodohin dengan apa?….kita maklum soal neraka pasti soal quran.maka bisa jadi Ahok merasa muslim di bodohin quran dengan ancaman neraka kalau tak milih dia.jadi isi hati Ahok bisa jadi berkata bahwa muslim tak pilih ahok di bohongi pake surat Al-Maidah ayat 51 takut ancaman neraka di bodohi surat Maidah ayat 51.setidak nya Ahok telah berkata muslim telah di bodohin dengan ancaman neraka kalau tak pilih dia.

TAFSIRAN KEDUA:DI BOHONGIN LAWAN-LAWAN AHOK YANG MEMAKAI AL-MAIDAH AYAT 51 UNTUK MENJEGAL DIRI NYA

Seperti hal nya pembela Ahok bermain kata…..maka kita juga bisa bermain kata di sini.jika maksud Ahok di bohongi lawan-lawan Ahok dengan memakain surat Al-Maidah ayat 41 untuk menjegal Ahok,maka kalimat nya seharus nya begini:

Kan bisa aja dalam hati kecil Bapak ibu gak bisa pilih saya,ya kan di bohongin lawan-lawan saya pake surat Al-Maidah 51 macem-macem gitu lho.

Mana kalimat lawan-lawan saya?tidak ada khan?jika Ahok memakai kata lawan-lawan saya,,, Ahok tak menghina quran.Ahok cuma bermaksud berkata umat islam di bohongi para penentang ahok dengan memakain surat Al-maidah ayat 51 .tetapi dalam ucapan Ahok tak ada kata2 lawan-lawan saya…maka maksud Ahok adalah memang umat islam di bohongi pake surat Al-maidah ayat 51,di bohongi pake surat itu agar tidak memilih nya.dan di bodohi dengan ancaman neraka jika memilih diri nya.

TAK PILIH AHOK BUKAN DI BOHONGIN SURAT AL-MAIDAH AYAT 51,TETAPI MEMANG BENAR SURAT AL-MAIDAH AYAT 51 MELARANG MEMILIH PEMIMPIN KAFIR,APAKAH AHOK MENYALAH KAN  TAFSIRAN PARA ULAMA?

Tak memilih Ahok sebagai pemimpin  karena kafir bukan berarti di bohongi pake surat Maidah ayat 51.memang surat itu melarang memilih pimpinan kafir.jadi umat islam tak di bohongi surat itu,dan tak di bohongi oleh para penafsir quran.memang surat itu dan para penafsir dan ulama telah ijmak melarang memilih orang kafir menjadi pemimpin.apakah Ahok menyalah kan penafsiran para ulama?memang siapa Ahok itu?seberapa dalam ia mengerti islam walau ia kata nya sekolah di sekolah islam?.

Firman Allah,

وَلَنْ يَجْعَلَ اللَّهُ لِلْكَافِرِينَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ سَبِيلًا

Allah tidak akan memberikan jalan kepada orang kafir untuk menguasai kaum mukminin.” (QS. an-Nisa: 141).

Al-Qadhi Ibnul Arabi mengatakan,

إنَّ الله سبحانه لا يَجعل للكافرين على المؤمنين سبيلاً بالشَّرع، فإن وجد فبِخلاف الشرع

Sesungguhnya Allah Ta’ala tidak akan menjadikan orang kafir untuk menguasai kaum mukminin secara aturan syariat. Jika itu terjadi, berarti menyimpang dari aturan syariat. (Ahkam al-Quran, 1/641)

Allahu juga berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah, taatilah rasul-Nya dan ulil amri diantara kalian.” (QS. an-Nisa: 59)

Kalimat ‘min-kum’ yang artinya diantara kalian, maknanya adalah diantara kaum muslimin. Sehingga, mereka tidak boleh memilih pemimpin non-muslim.

Ketika menafsirkan surat Ali Imran ayat 118, Al-Qurthubi mengatakan,

نَهى الله المؤمنين بِهذه الآية أن يَتَّخِذوا من الكُفَّار واليهود وأهل الأهواء دُخلاءَ ووُلَجاء يُفاوضونهم في الآراء، ويُسندون إليهم أمورَهم

Allah melarang kaum mukminin, berdasarkan ayat ini untuk memilih orang kafir, orang yahudi, dan pengikut aliran sesat untuk dijadikan sebagai orang dekat, orang kepercayaan. Menyerahkan segala saran dan pemikiran kepada mereka dan menyerahkan urusan kepada mereka. (Tafsir al-Qurthubi, 4/179).

Ulama Sepakat, Memilih Pemimpin Kafir, Dilarang

Ulama sepakat, memilih pemimpin kafir hukumnya terlarang.

Al-Qadhi Iyadh mengatakan,

أجمع العلماءُ على أنَّ الإمامة لا تنعقد لكافر، وعلى أنَّه لو طرأ عليه الكفر انعزل

Para ulama sepakat bahwa kepemimpinan tidak boleh diserahkan kepada oranng kafir. Termasuk ketika ada pemimpin muslim yang melakukan kekufuran, maka dia harus dilengserkan. (Syarah Sahih Muslim, an-Nawawi, 6/315).

Ibnul Mundzir mengatakan,

إنَّه قد “أجمع كلُّ مَن يُحفَظ عنه مِن أهل العلم أنَّ الكافر لا ولايةَ له على المسلم بِحال

Para ulama yang dikenal telah sepakat bahwa orang kafir tidak ada peluang untuk menjadi pemimpin bagi kaum muslimin apapun keadaannya. (Ahkam Ahlu Dzimmah, 2/787)

Al-Hafidz Ibnu Hajar bahkan memberikan keterangan lebih sangar,

إنَّ الإمام “ينعزل بالكفر إجماعًا، فيَجِب على كلِّ مسلمٍ القيامُ في ذلك، فمَن قوي على ذلك فله الثَّواب، ومَن داهن فعليه الإثم، ومن عَجز وجبَتْ عليه الهجرةُ من تلك الأرض

Sesungguhnya pemimpin dilengserkan karena kekufuran yang meraka lakukan, dengan sepakat ulama. wajib kaum muslimin untuk melengserkannya. Siapa yang mampu melakukan itu, maka dia mendapat pahala. Dan siapa yang basa-basi dengan mereka, maka dia mendapat dosa. Dan siapa yang tidak mampu, wajib baginya untuk hijrah dari daerah itu. (Fathul Bari, 13/123)

Apakah Ahok mengatakan tafsiran para mufassir sejak zaman dulu hingga kini adalah bohong?jika ya di mana letak kebohongan nya?tentu perkataan Ahok itu lagi-lagi menunjuk kan bacot nya yang besar dan merasa lebih pintar dari para mufassirin kaliber besar sjak zaman tengah hingga kini.dan menganggap ijmak seluruh ahli ilmu bohong.jadi Ahok dengan tak tahu diri telah menghina para ahli ilmu dan mufassirin sejak abad pertengahan hingga kini.
Ahok tentu di bisiki para penjilat nya dari kalangan muslim bahwa maksud Auliya bukan pemimpin,tetapi teman.padahal makna Auliya luas tak hanya teman sesuai konteks ayat nya.Bisa di tafsirkan ( https://rumaysho.com/14628-surat-al-maidah-ayat-51-jangan-memilih-pemimpin-non-muslim.html / http://pikiranumat.com/2016/10/23/ini-penjelasan-kemenag-tentang-makna-auliya-dalam-surat-al-maidah-51/ ).sekarang logika saja,menjadikan orang kafir teman setia saja di larang apalagi menjadikan orang kafir sebagai pemimpin yang mana bobot pemimpin lebih berat dari pada teman.

TERLEPAS DARI POLEMIK INI……

Kita tak mengetahui pasti isi hati Ahok saat melontar kan perkataan nya.walau dia ngeles bahwa di bohongin pake surat Al-maidah 51 bermakna di bohongi lawan-lawan politik Ahok dengan memakai surat Maidah 51 untuk menjegal diri nya.namun di bohongi pake bisa bermakna di bohongi pake surat Maidah ayat 51 berarti umat islam di bohongi Quran…quran di pake sebagai alat pembohongan…jika tak demikian,Ahok tetap berkata bahwa umat islam yang tak milih diri nya di bodohi dengan ancaman neraka.jadi umat islam yang tak pilih Ahok karena takut ancaman neraka sama saja di bodohi(oleh?…..)
Terlepas dari polemik ini tetap saja umat islam Haram memilih pemimpin kafir pada objek2 fital pemerintahan  seumpama menjadi kepala negara dan pembuat undang-undang.demikian pendapat ulama terdahulu.jadi orang2 kafir hanya di larang mengepalai hal-hal fital pada pemerintahan dan memboleh kan menjabat selain itu.mengapa orang-orang kafir tak boleh mengepalai perumusan undang2?karena tentu mereka akan menjegal penerapan hukum Allah.itu bukan rahasia lagi….dan ketika orang kafir menjadi pemimpin mereka akan merusak moral pada negara Islam,menjurus kan penduduk muslim pada kemaksiatan yang meluas.seperti yang sudah saya bahas di sini .ini hikmah nya kita di larang memilih pemimpin kafir.
Berikut dalil-dalil Quran di larang memilih pemimpin Kafir:

1.  Al-Qur’an melarang menjadikan orang kafir sebagai Pemimpin

QS. 3. Aali ‘Imraan : 28.

Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi WALI (PEMIMPIN / PELINDUNG) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara  diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali(mu).”

QS. 4. An-Nisaa’ : 144.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi WALI (PEMIMPIN / PELINDUNG) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu) ?”

QS. 5. Al-Maa-idah : 57.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi PEMIMPINMU, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman.”

2.  Al-Qur’an melarang menjadikan orang kafir sebagai Pemimpin walau Kerabat sendiri :

QS. 9. At-Taubah : 23.

“Hai orang-orang beriman, janganlah kamu jadikan BAPAK-BAPAK dan SAUDARA-SAUDARAMU menjadi WALI (PEMIMPIN / PELINDUNG) jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan, dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka wali, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.”

QS. 58. Al-Mujaadilah : 22.

“Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling  berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekali pun orang-orang itu BAPAK-BAPAK, atau ANAK-ANAK atau SAUDARA-SAUDARA atau pun KELUARGA mereka. Mereka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada- Nya. Dan dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan mereka pun merasa  puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa  sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung.”

3. Al-Qur’an melarang menjadikan orang kafir sebagai teman setia

QS. 3. Aali ‘Imraan : 118.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi TEMAN  KEPERCAYAANMU orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang  disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.”

QS. 9. At-Taubah : 16.

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan sedang Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil menjadi TEMAN SETIA selain Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman ? Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

4. Al-Qur’an melarang saling tolong dengan kafir yang akan merugikan umat Islam

QS. 28. Al-Qashash : 86.

“Dan kamu tidak pernah mengharap agar Al-Quran diturunkan kepadamu, tetapi ia (diturunkan) karena suatu rahmat yang besar dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu menjadi PENOLONG bagi orang-orang kafir.”

QS. 60. Al-Mumtahanah : 13.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan PENOLONGMU kaum yang dimurkai Allah. Sesungguhnya mereka telah putus asa terhadap negeri akhirat sebagaimana orang-orang kafir yang telah berada dalam kubur berputus asa.”

5. Al-Qur’an melarang mentaati orang kafir untuk menguasai muslim

QS. 3. Aali ‘Imraan : 149-150.

“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu MENTAATI orang-orang yang KAFIR itu, niscaya mereka mengembalikan kamu ke belakang (kepada kekafiran), lalu jadilah kamu orang-orang yang rugi. Tetapi (ikutilah Allah), Allah lah Pelindungmu, dan Dialah sebaik-baik Penolong.”

6. Al-Qur’an melarang beri peluang kepada orang kafir sehingga menguasai muslim

QS. 4. An-Nisaa’ : 141.

“…… dan Allah sekali-kali tidak akan MEMBERI JALAN kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman.”

7. Al-Qur’an memvonis munafiq kepada muslim yang menjadikan kafir sebagai pemimpin

QS. 4. An-Nisaa’ : 138-139.

“Kabarkanlah kepada orang-orang MUNAFIQ bahwa mereka akan mendapat siksaan  yang pedih. (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu ? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah.”

8. Al-Qur’an memvonis ZALIM kepada muslim yang menjadikan kafir sebagai pemimpin

QS. 5. Al-Maa-idah : 51.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak  memberi petunjuk kepada orang-orang yang ZALIM.”

9. Al-Qur’an memvonis fasiq kepada muslim yang menjadikan kafir sebagai pemimpin

QS. 5. Al-Maa-idah : 80-81.

“Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan. Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi dan kepada apa yang diturunkan kepadanya (Nabi), niscaya mereka tidak akan mengambil orang-orang musyrikin itu menjadi penolong-penolong, tapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang FASIQ.”

10. Al-Qur’an memvonis sesat kepada muslim yang menjadikan kafir sebagai pemimpin

QS. 60. Al-Mumtahanah : 1.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu, mereka mengusir Rasul dan (mengusir) kamu     karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu. Jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad di jalan-Ku dan mencari keridhaan-Ku (janganlah kamu berbuat demikian). Kamu memberitahukan secara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada mereka, karena rasa kasih sayang. Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu  nyatakan. Dan barangsiapa di antara kamu yang melakukannya, maka sesungguhnya dia telah TERSESAT dari jalan yang lurus.”

11. Al-Qur’an mengancam azab bagi yang jadikan kafir sbg Pemimpin / Teman Setia

QS. 58.  Al-Mujaadilah : 14-15.

“Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang menjadikan suatu kaum yang dimurkai Allah sebagai teman ? Orang-orang itu bukan dari golongan kamu dan bukan (pula) dari golongan mereka. Dan mereka bersumpah untuk menguatkan kebohongan, sedang mereka mengetahui. Allah telah menyediakan bagi mereka AZAB yang sangat  keras, sesungguhnya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan.”

12. Al-Qur’an mengajarkan doa agar muslim tidak menjadi sasaran fitnah orang kafir

QS. 60. Al-Mumtahanah : 5.

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (SASARAN) FITNAH bagi orang-orang kafir. Dan ampunilah kami ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”