Seorang kristen menanggapi tulisan saya disini. Dengan menjawab sbb dengan screenshoot nya sbb:

capture

 

Ia berkata:

Coba aja kamu buat sebuah kalimat, misal 10 kalimat, trus pilih 4 orang, trus kamu sampaikan keorang pertama, orang pertama menyampaikan ke orang ke 2 begitu seterusnya, kira2 kalimatnya tetap sama ga? Atau sebuah kejadian kecelakaan mobil yg disaksikan 4 orang, apakah ketika kejadian itu diceritakan kembali oleh masing2 mereka, kejadian itu sama persis? Yang pasti tidak mungkin! Tapi pesan utamanya adalah bahwa cerita itu ril atau asli, penulis injil kan bukan robot atau mesin foto copy, yg mencatat semua kejadian sama persis, penulis injil ini kan manusia, mempunyai latar belakang pendidikan, karakter dan gaya bahasa sesuai kepribadian mereka, jadi mereka menulis dan mencatat sesuai apa yg mereka lihat dan mereka dengar..tetapi pada intinya pesan utama yang mereka sampaikan adalah apa yg mereka lihat dan mereka tulis itu benar adanya om..Yaitu Yesus yang mereka lihat adalah Tuhan yang melakukan perkara yang ajaib..membuktikan bahwa peristiwa itu benar adanya..bukan isu belaka..gitu om..trima kasih

 

Coba aja kamu buat sebuah kalimat, misal 10 kalimat, trus pilih 4 orang, trus kamu sampaikan keorang pertama, orang pertama menyampaikan ke orang ke 2 begitu seterusnya, kira2 kalimatnya tetap sama ga?

JIka tidak sama justru itu merupakan cacat dalam berita.dan kontradiksi dalam berita.sebagai contoh kontradiksi perkataan yesus saat penyarungan pedang antara matius dan Yohanes:

Matius menulis”

(51) Tetapi seorang dari mereka yang menyertai Yesus mengulurkan tangannya, menghunus pedangnya dan menetakkannya kepada hamba Imam Besar sehingga putus telinganya.(52) Maka kata Yesus kepadanya: “Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya, sebab barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang

Beda dengan tulisan Yohanes:

(10) Lalu Simon Petrus, yang membawa pedang, menghunus pedang itu, menetakkannya kepada hamba Imam Besar dan memutuskan telinga kanannya. Nama hamba itu Malkhus.(11) Kata Yesus kepada Petrus: “Sarungkan pedangmu itu; bukankah Aku harus minum cawan yang diberikan Bapa kepada-Ku?

Perbedaan dan ketidak samaan itu menunjuk kan kontradiksi.maka justru memaklumi perbedaan kalimat itu berarti memaklumi bahwa Alkitab memang kontradiksi.

Atau sebuah kejadian kecelakaan mobil yg disaksikan 4 orang, apakah ketika kejadian itu diceritakan kembali oleh masing2 mereka, kejadian itu sama persis? Yang pasti tidak mungkin!

Justru perbedaan itu menunjuk kan kontradiksi berita.jika itu di lakukan surat kabar maka surat  kabar nya akan di pertanyakan keakuratan berita nya.hingga di pertanyakan mana berita yang benar di antara 4 versi berita itu.justru ketidaksamaan itu menimbul kan kecurigaan bahwa pembawa berita mengarang sendiri,atau menyelip kan kebohongan walau sedikit,atau lemah dalam ingatan nya dll…semua itu mencacat keakuratan sebuah berita.

Begitu juga ketika Matius menambah cerita ini:

(52) Maka kata Yesus kepadanya: “Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya, sebab barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang.(53) Atau kausangka, bahwa Aku tidak dapat berseru kepada Bapa-Ku, supaya Ia segera mengirim lebih dari dua belas pasukan malaikat membantu Aku?(54) Jika begitu, bagaimanakah akan digenapi yang tertulis dalam Kitab Suci, yang mengatakan, bahwa harus terjadi demikian?”(55) Pada saat itu Yesus berkata kepada orang banyak: “Sangkamu Aku ini penyamun, maka kamu datang lengkap dengan pedang dan pentung untuk menangkap Aku? Padahal tiap-tiap hari Aku duduk mengajar di Bait Allah, dan kamu tidak menangkap Aku.(56) Akan tetapi semua ini terjadi supaya genap yang ada tertulis dalam kitab nabi-nabi.” Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri.

Pada bold merah itu tak ada pada berita Markus dan Yohanes.misal nya wartawan poskota menceritakan bahwa dalam kecelakaan mobil ada bantuan dari pasukan TNI yang kebetulan lewat TKP untuk evakuasi korban.lucu nya wartawan Media indonesia dan wartawan koran sindo tak sekalipun menceritakan keberadaan pasukan TNI itu.padahal mereka sama-sama melihat kejadian.dan tak masuk akal jika wartawan Media indonesia dan koran Sindo melewat kan peran TNI yang menakjub kan itu.tidak sama persis itu justru kita mempertanyakan wartawan poskota dari mana info itu di dapat?.dan kita mempertanyakan mengapa wartawan Media indonesia dan Sindo melewat kan berita penting itu?

Begitu juga dengan Matius….bercerita bahwa yesus berkata tentang 12 pasukan malaikat,tetapi perkataan sepenting itu sangat tidak masuk akal jika di lewat kan oleh Markus dan yohanes.kita bertanya-tanya info Matius dan kealpaan markus dan yohanes pada perkataan sepenting itu.pola perbedaan ini sangat melimpah dalam injil yang empat.maka saya buat seri Part tulisan nya.Keidak samaan persis ini membuat kita mempertanyakan keakuratan berita itu.

Tapi pesan utamanya adalah bahwa cerita itu ril atau asli, penulis injil kan bukan robot atau mesin foto copy, yg mencatat semua kejadian sama persis

Bagaimana Rill atau asli?ketika wartawan poskota meliput bantuan TNI tetapi wartawan Media indonesia dan SINDO melewat kan berita penting itu tampa alasan yang jelas.jika perbedaan itu sepele misal perbedaan sedikit dalam kata masih bisa di tolelir misal nya:

(51) Tetapi seorang dari mereka yang menyertai Yesus mengulurkan tangannya, menghunus pedangnya dan menetakkannya kepada hamba Imam Besar sehingga putus telinganya.(52) Maka kata Yesus kepadanya: “Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya, sebab barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang

Misal nya perbedaan sedikit nya tapi masih satu makna:

(51) Tetapi seorang dari mereka yang menyertai Yesus mengulurkan tangannya, menghunus pedangnya dan menetakkannya kepada hamba Imam Besar sehingga putus telinganya.(52) Maka kata Yesus kepadanya: “Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya, sebab barangsiapa menggunakan pedang, akan di binasa oleh pedang itu sendiri(INI HANYA CONTOH)

Perbedaan itu masih di tolelir karena lupa sedikit dalam kalimat,dst.walau beda DI dan ITU SENDIRI,pengertian nya masih satu makna.justru yang tidak bisa di tolelir adalah perbedaan sebagai berikut yang sangat jauh sekali:

(51) Tetapi seorang dari mereka yang menyertai Yesus mengulurkan tangannya, menghunus pedangnya dan menetakkannya kepada hamba Imam Besar sehingga putus telinganya.(52) Maka kata Yesus kepadanya: “Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya, sebab barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang

(10) Lalu Simon Petrus, yang membawa pedang, menghunus pedang itu, menetakkannya kepada hamba Imam Besar dan memutuskan telinga kanannya. Nama hamba itu Malkhus.(11) Kata Yesus kepada Petrus: “Sarungkan pedangmu itu; bukankah Aku harus minum cawan yang diberikan Bapa kepada-Ku?

Kalimat antara sebab barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang dengan bukankah Aku harus minum cawan yang diberikan Bapa kepada-Ku? jelas sangat jauh perbedaan nya.hingga kita bertanya mana di antara kalimat yang di ucap kan yesus itu yang benar?

Penulis injil memang bukan robot dan mesin foto copy…..tetapi dengan berbagai perbedaan itu justru kita curiga bahwa mereka itu hakikat nta bukan murid yesus.namun mengarang cerita sesuai apa yang mereka maui dengan krratifitas mereka.bahka soal menulis hikayat mereka bisa terbolak balik( KLIK DI SINI ).jika perbedaan fatal ini di tolelir,maka kita bisa menerima bahwa para Rasul yesus itu bisa membuat ratusan kesalahan dalam penulisan dan pengutipan dan hapalan,maka karya mereka di ragukan keakuratan nya.dan di ragukan pula klaim ROH KUDUS yang membimbing dalam penulisan injil-injil.

Bagaimana mungkin perbedaan ini dapat di tolelir?( KLIK )

Engkaulah Anak-Ku

Perhatian pada Injil Matius yang menuai masalah,suara dari sorga/langit itu sangat berbeda dengan penjabaran Markus dan lukas,Matius menulis kan suara dari sorga itu berkata:

Inilah Anak-Ku

Jika kita mengikuti versi Markus dan Lukas,suara Allah dari sorga/langit itu di tujukan kepada yesus seorang saja,yakni Allah berbicara kepada yesus seorang saja, ENGKAU LAH(YESUS)ANAK KU……berkontradksi dengan Matius,suara Allah dari sorga tak menunjuk kan Allah berbicara pada yesus seorang,tetapi kepada Yohanes pembaptis dan orang-orang yang di baptis yohanes di sungai yordan,INI LAH ANAK KU(HAI PARA HADIRIN)…..kontradiksi ini terlihat sepele dan sangat “menyempil” ,tetapi sesungguh nya serius.ketiga versi injil itu jelas menceritakan satu suara dari sorga,bukan peryataan dua kali,peryataan pertama kepada yesus,peryataan kedua kepada yohanes pembaptis dan para hadirin yang di baptis yohanes di sungai yordan.perhatikan Markus,yesus keluar dari air,lalu terdengar suara dari sorga……ENGKAU LAH ANAK KU…..perhatikan juga matius,yesus keluar dari air,lalu terdengar suara dari sorga….INI LAH ANAK KU…..dan lukas tak merinci yesus keluar dari air,tetapi seleras dengan Markus dengan kalimat: ENGKAU LAH ANAK KU.dari penjabaran ini,terlihat kontradiksi jelas antara Markus,Lukas,dengan Matius tentang suara dari sorga itu.

Mana yang benar antara kedua kubu itu?apakah Allah berbicara kepada yesus seorang?(ENGKAU LAH ANAK KU)atau Allah berbicara kepada Yohanes pembaptis dan yang di baptis yohanes di sungai yordan?(INILAH ANAK KU….INI LHO,ANAK KU…).kontradiksi yang terlihat sepele,sesungguh nya menohok keakuratan penulisan-penulisan injil,apalagi klaim tulisan dari roh kudus yang tak pernah salah dan kontradiksi

penulis injil ini kan manusia, mempunyai latar belakang pendidikan, karakter dan gaya bahasa sesuai kepribadian mereka, jadi mereka menulis dan mencatat sesuai apa yg mereka lihat dan mereka dengar..tetapi pada intinya pesan utama yang mereka sampaikan adalah apa yg mereka lihat dan mereka tulis itu benar adanya om..Yaitu Yesus yang mereka lihat adalah Tuhan yang melakukan perkara yang ajaib..membuktikan bahwa peristiwa itu benar adanya..bukan isu belaka..gitu om..trima kasih

Penulis injil manusia?tetapi bukan kah selama ini kristen mengklaim manusia itu di bimbing roh kudus dalam penulisan nya hingga tak pernah salah dan cacat?.pendidikan,karakter dan gaya bahasa sesuai kepribadian tak dapat mentolelir jika beberapa penulis justru menghilang kan dengan tampa alasan yang masuk akal sebagian cerita yang amat penting.misal nya Markus dan yohanes melewat kan perkataan yesus di matius tentang bantuan 12 pasukan malaikat.masih banyak yang semisal,misal nya hanya matius yang menceritakan pembantaian bayi2 zaman Herodes tetapi 3 penulis lain nya bungkam.

jadi mereka menulis dan mencatat sesuai apa yg mereka lihat dan mereka dengar

Jika demikan tentu tulisan mereka tak akan berbeda sangat tajam….dan kompak menceritakan kejadian maha penting yang tak boleh di lewat kan.namun mereka sayang nya sangat berbeda hingga kita curiga mereka bukan Rasul2 Yesus,tetapi bekerja sendiri2 dengan berbagai varian cerita mereka walau tak melupakan saling menjiplak cerita2 yang sama.ingat,perbedaan sedikit kalimat bisa di tolelir…..tetapi perbedaan tajam dan penghilangan hikayat2 penting menimbul kan kecurigaan salah satu penulis mengarang nya sendiri sesuai daya imajinasi nya sendiri yang sama sekali tak pernah ada dalam sejarah yesus.seperti cerita orang2 majus dalam injil matius.

Justru dalam injil banyak berita2 isu belaka.contoh cerita pembantaian bayi2 zaman herodes,mayat berjalan di kota,langit terkoyak dll yang tak pernah di konfirmasi sejarah dan para pakar astronomi masa Yesus.apakah semua isi injil kanonik isu?tidak juga,sebab Quran tak menyatakan semua isi alkitab itu palsu,tapi tercampur antara yang Haq dengan yang batil:

يَٰٓأَهْلَ ٱلْكِتَٰبِ قَدْ جَآءَكُمْ رَسُولُنَا يُبَيِّنُ لَكُمْ كَثِيرًۭا مِّمَّا كُنتُمْ تُخْفُونَ مِنَ ٱلْكِتَٰبِ وَيَعْفُوا۟ عَن كَثِيرٍۢ ۚ قَدْ جَآءَكُم مِّنَ ٱللَّهِ نُورٌۭ وَكِتَٰبٌۭ مُّبِينٌۭ

Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyi kan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan Kitab yang menerangkan [408].(Al-Maaidah:15)

Begitulah para penulis injil-injil,mereka dalam mengarang tak lupa pula memasuk kan cerita2 dan ajaran2 yesus yang benar namun banyak pula memasuk kan karangan2 sesuai dengan kemauan cerita mereka.maka keberadaan injil2 kini tercampur antara yang Haqq dengan yang batil.

 

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., ia berkata, “Dahulu, Ahli Kitab membaca Kitab Taurat dengan bahasa Ibrani dan menafsirkannya ke dalam bahasa Arab untuk kaum Muslimin. Maka Rasulullah SAW bersabda, ‘Janganlah kalian benarkan perkataan Ahli Kitab dari jangan pula kalian dustakan mereka, akan tetapi katakanlah, ‘Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami’.” (HR Bukhari [4485]).