Judul Di atas adalah tulisan para pendukung Evolusionis di Forum Terbesar indonesia,kaskus.saya mendapat tulisan itu ketika saya membaca Lounge di kasuks ( http://www.kaskus.co.id/thread/560194d91cbfaa425b8b456c/tidak-runtuhnya-teori-evolusi-dalam-20-jawaban/ ).lalu tulisan itu di pindah ke Forum Sains dan tehnologi ( http://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000012241700/ ).

Sebenar nya tulisan itu untuk menyerang Harun yahya…dan juga berusaha menyesat kan manusia ke alam Ateisme materialisme tampa agama.jadi tulisan itu tentu sangat menyesat kan.Harun yahya mungkin punya beberapa kesalahan….namun saya tidak yakin seluruh tulisan nya salah.walau Harun yahya bukan ahli Biologi,apalagi bukan ahli biologi evolusioner,namun dia hanya mengutip berbagai penelitian para scientist yang ada.kalau mau jujur,banyak juga para cendikiawan dan ilmuan telah salah dalam teori atau analisa,sebaik-baik orang salah ialah meralat apa yang lama,di ganti yang baru.namun bukan berarti ia pantas di cela 100%.

Namun sayang belum ada tulisan untuk memandang Harun yahya secara kaca mata adil…karena mungkin hal itu tak menarik untuk di bicarakan,padahal penting untuk mengetahui perang antara kreasionis dan evolusionis.

Berikut beberapa tanggapan saya sekedar nya atas tulisan para pendukung Evolusionis di atas:

Tidak Runtuhnya Teori Evolusi Dalam 20 Jawaban

Thread versi panjang sudah ada di SF sains, jadi di sini bikin versi super singkat aja. Cukuplah untuk kelas lounge.

1. Apakah teori evolusi itu ilmiah?
Jawab: Ya, teori evolusi itu ilmiah dan satu-satunya teori ilmiah yang menjelaskan asal keanekaragaman makhluk hidup

Tentu klaim teori evolusi ilmiyah untuk menambah gagah teori itu di hadapan agama,yang kata mereka tidak ilmiyah,dan tidak dapat di buktikan.menurut mereka agama yang mencritakan manusia di ciptakan Tuhan dari Adam dan Hawa adalah tidak ilmiyah,karena tidak dapat di buktikan.memang begitu pola fikir para kafir,ateis.mereka tidak mempercayai wahyu,agama,dan berita gaib dari Allah.merasa sok ilmiyah dengan mengecil kan agama.jangan heran….itulah kafir Ateis yang tidak mempercayai Allah.
Teori Evolusi ilmiyah hanya pada kulit luar nya saja…dan ilmiyah hanya pada alat kerja nya saja.Klaim ilmiyah teori evolusi mencakup Sbb:
  1. Penemuan fosil-fosil kerangka manusia usia ribuan,ratusan dan jutaan tahun lalu
  2. alat kerja berupa penanggalan radiometrik
  3. Analisis DNA
  4. Berhubungan dengan ilmu Antropologi
  5. dst

Namun sesungguh nya teori evolusi tak dapat di sebut ilmiyah kecuali kulit luar nya saja berupa penemuan fosil dan alat kerja nya saja.selebih nya ANALISIS LIAR DAN IMAJINASI para evolusionis dalam menafsir kan penemuan2 mereka.contoh nya Dawkinz pernah menyatakan kera kecil afrika moyang manusia modern dan simpanse  6 juta tahun lalu,lalu salah satu kera mengembang kan kemampuan bipedal(berjalan dengan dua kaki)

Saya katakan:Dawkinz mempunyai imajinasi tinggi  hingga ia dengan sok tahu seperti melihat sendiri kondisi kehidupan di 6 juta tahun lalu.ketika para Arkeolog menemukan tempurung kepala serupa manusia,lalu mereka ukur dengan penanggalan radiometrik,terlihat hasil ratusan ribu tahun lalu,lalu mereka dengan sok tahu nya menganggap tempurung itu sebagai moyang manusia.boleh jadi tempurung itu memang kepunyaan kera,baboon,gorilla,simpanse dan sejenis nya.dari mana mereka tahu tulang itu tulang manusia?

Jika dalam tulang itu ada analisis DNA nya mirip manusia kini,tak serta merta harus kita menyimpul kan itu berhubungan dengan manusia moden.bisa jadi Allah menciptakan mahluk lain serupa manusia sebelum Adam yang DNA nya mirip dengan manusia.seperti dalam Ayat:

 

Allah Ta’ala berfirman,

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلاَئِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الأَرْضِ خَلِيفَةً ، قَالُواْ أَتَجْعَلُ فِيهَا مَن يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاء وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ، قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لاَ تَعْلَمُونَ (سورة البقرة: 30)

“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: “Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, Padahal Kami Senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” SQ. Al-Baqarah: 30

Perhatikan ayat di atas,sebelum Adam tercipta,bumi telah ada.berdasar ayat itu maka Islam tak masalah jika fakta ilmiyah mengatakan usia bumi 4.5 milyar tahun.dan malaikat mengetahui itu tentu melihat dari makhluk-mahluk lain nya yang menghuni bumi pra Adam,yang punya sifat membuat kerusakan dan menumpah kan darah.

Teori evolusi tak dapat di sebut ilmiyah 100%…..banyak analisis dalam teori evolusi memuat kata-kata berikut:

  • Di duga
  • Hipotesis
  • boleh jadi
  • mungkin
  • kemungkinan
  • dst

Itu arti nya teori evolusi hanya ilmiyah di fosil dan alat kerja nya,tidak ilmiyah dalam penafsiran dan analisa…contoh lain ketika mereka menemukan tempurung kepala Homo hablis,lalu tempurung kepala itu mereka gambar kan sesuai imajinasi liar mereka,hampir serupa entah kera atau simpanse.tentu kita bertanya-tanya…..dari mana mereka tahu detail rupa mahluk yang telah lama mati jutaan tahun lalu?…ini menunjuk kan teori evolusi mengandal kan imajinasi liar dan dugaan tingkat tinggi….apakah imajinasi dan dugaan liar pantas di sebut ilmiyah?

Klaim evolusionis: teori evolusi itu ilmiah dan satu-satunya teori ilmiah yang menjelaskan asal keanekaragaman makhluk hidup?

Apakah benar begitu?

Konon evolusionis darwin menyebutkan makhluk pertama adalah makhluk bersel satu (sebagai satu-satunya nenek moyang seluruh makhluk hidup)

menurut Anda kalimat di atas Ilmiyah atau tidak?……dari mana mereka tahu peristiwa milyaran tahun lalu tentang asal usul moyang seluruh mahluk hidup kecuali hanya dari hasil dugaan liar belaka?….apakah teori dugaan liar ini pantas di sebut teori ilmiyah?dari mana jalan nya hal ini ilmiyah dalam menjelas kan keragaman mahluk hidup?

Teori satu nenek moyang ini membuat serangkaian kekonyolan.sebagai contoh manusia juga Asal usul nya di hubungan kan dengan ikan purba.pohon kehidupan rekaan Haeckel menunjuk kan rekaan menggelikan ini.dalam pandangan agama,keragaman mahluk hidup adalah ciptaan Allah….Allah menciptakan banyak mahluk hidup lalu menempat kan nya di bumi.dan tak menutup kemungkinan para hewan itu melahir kan jenis-jenis lain dalam perjalanan waktu.tetapi tidak untuk manusia modern kini.

2. Mana yang benar: Teori Evolusi vs Opini Kreasionisme?
Jawab: Secara ilmiah jawabannya teori evolusi. Kreasionisme cuma opini, dan opini gak bisa diadu dengan teori ilmiah. gak level.

Penulis jelas-jelas mengatakan teori Evolusi adalah YANG BENAR.dan penciptaan manusia dari Adam dan Hawa adalah salah…karena hanya berangkat dari opini belaka….ini klaim terang-terangan dengan mengatakan teori evolusi sebagai kebenaran.padahal Teori evolusi bukan lah kebenaran yang mutlak.masih dapat di runtuh kan pada masa datang.bahkan teori ini pada masa kini dapat di goyang dengan berbagai pertanyaan-pertanyaan kritis.misal nya bagaimana terbentuk nya ratusan bahasa dunia setelah manusia ber evolusi menjadi manusia modern?..tentu para pendukung evolusi bingung dan paling banter hanya mengeluar kan hipotesis untuk menjelas kan itu

Mengatakan teori Evolusi adalah kebenaran adalah tanda si penulis tak sadar teori hanya lah teori yang tidak mutlak….apalagi teori evolusi dalam analisa dan penafsiran nya banyak bermain spekulasi dan perkiraan tentang kehidupan jutaan tahun lalu…maka bagai mana mungkin hal spekulasi itu di sebut kebenaran?bahkan kebenaran mutlak?

Paham Evolusi pun banyak bermain opini…..misal nya menggambar bentuk tengkorak jutaan tahun lalu dengan bentuk simpanse atau kera tampa bisa menjelas kan bagaimana mereka mendapat gambaran itu?apakah mereka punya alat melihat masa jutaan tahun lalu kemudian dengan lancang melukis tengkorak yang mereka temui?..gambaran itu tidak pasti dan tidak objektif…cuma melalui khayal para pe rekonstroksi gambar2 fosil.

3. Kapan manusia mulai ada di muka bumi?
Jawab: Sekitar 2 juta tahun silam atau lebih. Manusia di sini merujuk ke genus Homo. Dan jejak laetoli dibuat australopithecus, gundukan tanah liat penjebak hewan bukan gubuk batu, turkana boy itu ergaster dan bukan sapiens. Intinya, lupakan klaim omong kosong hy.

Tengkorak yang di temukan serupa manusia itu 2 juta tahun lalu tentu bukan berhubungan dengan Adam dan manusia modern sekarang.juga jejak Laetoli di Tanzania bukan lah berhubungan dengan Adam dan manusia modern sekarang.cuma evolusionis menafsir kan itu pasti berhubungan dengan manusia modern.itulah beda nya penafsiran tampa wahyu dengan wahyu(Ateistik)….Islam mengindikasikan ada nya mahluk sebelum Adam…bisa jadi jejak Laetoli itu jejak mahluk serupa manusia pra Adam yang tak ada hubungan nya dengan manusia modern kini.boleh jadi itu jejak telapak kaki kera lalu dengan liar di simpul kan bahwa itu jejak kaki nenek moyang manusia modern

Dalam tulisan di atas,jejak kaki laetoli di buat australopithecus,yang mana ia sejenis kera purba….dan relasi nya dengan manusia modern cuma Kemungkinan saja…tidak di ketahui pasti……perhatikan kutipan wikipedia:

Australopithecus

GenusAustralopithecus (Latinaustralis “dari selatan”, Yunani πίθηκος pithekos “kera”) adalah genus hominid yang telah punah, membentuk gracile australopiths, dan sebelumnya termasuk dalam saudara dekat mereka yang lebih besar, robust australopiths (yang kini memiliki genus sendiri). Genus Australopithecusberhubungan dekat dengan genus manusia, Homo, dan mungkin merupakan nenek moyang dari Homo. https://id.wikipedia.org/wiki/Australopithecus )

 

Australopithecus yang meninggal kan jejak laetoli,bisa jadi ini memang kera

Kita tentu bertanya-tanya,atas dasar apa para peneliti menemukan tengkorak itu lalu menyimpul kan itu bagian dari manusia?boleh jadi itu tulang dari kera atau jenis dari primata lain nya.penanggalan Radiometrik nya mungkin ilmiyah,namun tafsiran atas fosil itu perlu di pertanyakan kebenaran nya.

Perihal Harun yahya salah mengatakan Turkana Boy sebagai Homo sapiens…dan ternyata Homo Ergaster,jika kita mau adil,bisa jadi tak semua isi karya nya salah.ketika saya baca buku Harun yahya,banyak kritikan yang briliant kepada kaum Evolusi…dan sebaik-baik orang yang salah tak malu untuk meralat.

4. Apa hubungan teori evolusi dan biologi?
Jawab: Teori evolusi itu teori dalam bidang biologi, dan evolusi menjadi cabang dari biologi yakni biologi evolusioner.

Biologi evolusi adalah subfield biologi berkaitan dengan studi tentang proses evolusi yang menghasilkan keanekaragaman kehidupan di Bumi. Seseorang yang mempelajari biologi evolusi dikenal sebagai ahli biologi evolusi. Evolusi biologi mempelajari keturunan dari spesies, dan asal-usul spesies baru.( https://en.wikipedia.org/wiki/Evolutionary_biology )

Biologi evolusioner, sebagai disiplin akademis dalam dirinya sendiri, muncul selama periode sintesis evolusi modern pada 1930-an dan 1940-an (Smocovitis, 1996). Tidak sampai tahun 1970-an dan 1980-an, bagaimanapun, bahwa sejumlah besar universitas memiliki departemen yang secara khusus termasuk istilah biologi evolusi di gelar mereka, sering dalam hubungannya dengan ekologi dan perilaku

Perlu di ketahui,dalam pembagian sains,Biologi Evolusioner termasuk dalam Sains kehidupan( https://id.wikipedia.org/wiki/Sains_kehidupan )

Sains yang mutlak adalah Sains Formal….seperti matematika,statistika dll( https://id.wikipedia.org/wiki/Sains_formal)……mengenai sains ini,Einstein berkata:

 Satu alasan mengapa matematika menikmati peran khusus di atas ilmu lainnya adalah karena matematika dan hukum-hukumnya memiliki kebenaran absolut dan tidak dapat diragukan, sementara ilmu lainnya pada derajat tertentu diperdebatkan dan selalu berada dalam ancaman digulingkan dengan ditemukannya fakta baru.

—Albert Einstein

Jadi Biologi Evolusioner tidak bisa di sebut kebenaran Absolut,dan keberadaan teori dan tafsiran nya bisa di ragukan,bisa di perdebat kan dan selalu dalam ancaman di guling kan ketika di temukan fakta baru…..Sains dalam bahasa inggris adalah SCIENCE,yang arti nya Ilmu pengetahuan.

5. Apa hubungan ras manusia dan evolusi?
Jawab: Ras manusia muncul akibat migrasi, mutasi dan isolasi, bukan karena persilangan gen semata.

Bagaimana kemunculan paling awal manusia menjadi sepasang pria dan wanita hingga mereka berkelamin hingga berkembang biak(Berkelamin,bukan menikah/kawin,kita layang kan khayalan ala evolusionis ketika dulu manusia masih purba tak kenal pernikahan/perkawinan)

Apakah tiba-tiba muncul dua buah sel lalu masing-masing sel berkembang hingga dari tingkat rendah hingga menjadi kera bungkuk?kera itu tiba-tiba menjadi jantan dan betina…..saya yakin para Evolusionis akan kebingungan menjawab…yang ada adalah skenario yang menggelikan di atas ketika mahluk hidup muncul secara kebetulan entah dari mana lalu menjadi mahluk bernama kera.

Dari sini saja kita melihat teori evolusi teori yang sinting,buntu dan irrasional…sebab mereka tak akan mampu menjelas kan bagaimana tiba-tiba muncul mahluk kera jantan dan betina muncul secara tiba-tiba lalu menjadi manusia modern yang sempurna.maka teori Evolusi itu adalah teori buntu dan timpang.

Jika pun ada mutasi menjadikan spesies baru,bukan berarti mendukung evolusi manusia dari kera.pada dunia hewan dan tumbuhan  mutasi mungkin bisa menjadi spesies baru,tetapi hal itu tidak untuk manusia modern.manusia modern mustahil bermutasi dari kera ke spesies lain berupa manusia modern.konon mutasi pada gen mahluk hidup bisa membuat cacat fisik,mutasi virus/bakteri bisa membuat virus dan bakteri menjadi kebal hingga di butuh kan jenis obat baru

Mutasi genetik yg dilakukan terhadap tanaman untuk mendapatkan varietas bibit unggul contoh mutasi yang menguntung kan yang di buat manusia.dan banyak mutasi yang justru merugikan yang terjadi pada manusia,menyebab kan kelainan fisik dan cacat,alaih-alih melahir kan spesies baru.

6. Berapa nilai kemiripan gen manusia dan simpanse?
Jawab: Bergantung metode yang dipakai. Dengan membandingkan bagian dna yang menyandi protein (single base substitutions), maka nilai kemiripan akan berkisar 98-99 persen. Jika yang dibandingkan seluruh bagian dna, nilai kemiripan akan turun ke 95-96 persen.

Ini kesalahan terbesar kaum Evolusionis.hanya karena kemiripan Gen dan hampir mirip secara fisik antara manusia dan simpanse apa berarti mereka berkerabat 6 juta tahun lalu hingga mereka mempunyai nenek moyang yang sama?..ini hanya tafsiran ketika melihat Gen dan fisik simpanse hampir menyerupai manusia….padahal Allah dapat saja menciptakan simpanse mirip Gen dan fisik dengan manusia tetapi mereka tak ada hubungan kerabat.dalam hal ini Harun yahya(walau ia ada kesalahan0masih mempunyai kritikan2 yang menurut saya memukul wajah kaum Evolusi..ia berkata dalam buku nya:

DNA Manusia Juga Mirip dengan Milik Cacing, Nyamuk, dan Ayam!

Lebih jauh lagi, protein-protein dasar yang disebutkan di atas adalah molekul teramat penting yang ada pada berbagai makhluk hidup lainnya. Struktur dari jenis protein yang sama, tak hanya pada simpanse, tetapi juga pada makhluk hidup yang sepenuhnya berbeda, sangat mirip dengan yang ada pada manusia.

Misalnya, analisis genetik yang dipublikasikan dalam New Scientist telah mengungkapkan 75% kesamaan antara DNA cacing nematode dan manusia.18 Ini jelas sekali tidak berarti bahwa hanya ada 25% perbedaan antara manusia dan cacing-cacing ini! Menurut rantai silsilah yang dibuat oleh para evolusionis, filum Chordata, di mana manusia tergolong, dan filum Nematoda telah berbeda satu sama lain bahkan sejak 530 juga tahun yang lalu. 18

Di lain pihak, dalam temuan lain yang juga muncul dalam media lokal, dinyatakan bahwa perbandingan yang dilakukan antara gen lalat buah yang berasal dari spesies Drosofila dan gen manusia menghasilkan kesamaan 60%. 19

Pada kasus lain, analisis yang dilakukan terhadap sejumlah protein menunjukkan manusia sebagai berhubungan dekat dengan sejumlah makhluk hidup yang sangat berbeda. Dalam survei yang dilakukan oleh peneliti dari Universitas Cambridge, sejumlah protein dari hewan-hewan penghuni daratan dibandingkan. Yang menakjubkan, dalam hampir semua sampel, manusia dan ayam dipasangkan sebagai kerabat terdekat. Kerabat terdekat selanjutnya adalah buaya. 20

Contoh lain yang digunakan oleh para evolusionis tentang “kesamaan genetis antara manusia dan kera” adalah terdapatnya 48 kromosom pada simpanse dan gorila dibandingkan dengan 46 kromosom pada manusia. Para evolusionis memandang kedekatan jumlah kromosom sebagai indikasi dari hubungan evolusioner. Namun, jika logika yang dipakai oleh para evolusionis ini sahih, maka manusia akan mempunyai kerabat yang lebih dekat daripada simpanse, yakni: “kentang”! Karena jumlah kromosom pada kentang sama dengan pada manusia: 46.

Contoh-contoh ini menegaskan bahwa konsep kesamaan genetis tidak merupakan bukti bagi teori evolusi. Ini karena kesamaan genetis tidak sejalan dengan skema evolusioner rekaan, dan sebaliknya, memberikan hasil yang sepenuhnya berlawanan.( http://m.id.harunyahya.com/tr/Buku/3318/RAHASIA-DNA/chapter/10420/Kesamaan-kera-manusia-adalah-rekayasa )

Harun yahya dalam tulisan nya mengutip referensi2 ilmiyah berupa referensi sbb:

15 Sibley and Ahlquist, Journal of Molecular Evolution, vol. 26, hlm. 99-121

16 Sarich et al. 1989. Cladistics 5:3-32

17 C. E. N. 19(1): 21-22, Desember 1996-Februari 1997

18 New Scientist, 15 Mai 1999, hlm. 27 19 Hürriyet daily, 24 Februari 2000

20 New Scientist, vol. 103, 16 August 1984, hlm. 19

21 Christian Schwabe, “On the Validity of Molecular Evolution”, Trends in Biochemical Sciences, Juli 1986

22 Michael Denton, Evolution: A Theory in Crisis. London: Burnett Books, 1985, hlm. 290-291.

Jadi walau Harun yahya mempunyai kesalahan Analisis,bukan berarti kita mengatakan harga mati semua karya nya batil dan salah.apalagi Harun yahya mengutip dari bahan-bahan ilmiyah.walau ia di ejek bukan ahli biologi,setidak nya ia sudah menyusun beberapa bantahan telak pada Evolusi manusia dengan bahan-bahan ilmiyah juga seperti penelitian DNA dan KROMOSOM yang sama antara manusia dan simpanse,ternyata sama dengan mahluk lain nya.berapa banyak ahli biologi zaman dulu tak belajar dari Universitas,tetapi otodidak.

Maka jika kita adil,kesalahan Harun yahya tak mesti lantas kita menutup mata atas buku-buku nya.saya tak yakin seluruh isi buku nya salah.ketika ada kesalahan Harun yahya,maka mafia Evolusi akan cepat membuat nya besar dengan menyambar nya.ini tantangan untuk penulis-penulis muslim untuk mencari tulisan Harun Yahya yang benar,penting dalam Bab perang melawan Evolusionis Ateisme.

7. Apa burung berevolusi dari dinosaurus?
Jawab: Ya, khususnya dinosaurus theropod. Burung purba seperti archaeopteryx masih mewarisi ciri reptil seperti kaki panjang, tulang ekor panjang, cakar sayap dan rahang alih-alih paruh. Dinosaurus theropod juga diketahui punya fitur khas burung seperti bulu.

Kalau mengenai Evolusi Hewan kita tak akan ambil pusing….jika Evolusi itu benar ada nya,itu salah satu bentuk cara Allah menciptakan ke aneka ragaman hayati dan spesies mahluk hidup berupa dunia hewani.yang berbahaya adalah ketika ide itu memasuki manusia dan menempat kan manusia ber evolusi juga dari kera hina menuju manusia modern yang sempurna.

Tak masuk akal jika manusia ber evolusi dari hewan……binatang ber evolusi tidak pernah mencapai derajat kesempurnaan fisik dan otak manusia.jika benar manusia dan hewan ber evolusi,sungguh aneh dalam proses itu hanya MUNCUL SATU SPESIES SUPER UNGGUL DI MUKA BUMI bernama manusia modern yang memiliki kecanggihan otak dan kesempurnaan fisik tiada tara di bumi ini.harus nya dari evolusi burung dan jutaan spesies lain nya muncul pula dengan cara mutan,persilangan gen dll spesies unggul secara otak dan fisik seperti manusia.maka akan muncul burung yang bisa bicara,dan muncul burung yang menciptakan mobil,roket,gedung pencakar langit dst

Bahkan muncul simpanse yang menaiki mobil serupa jaguar ciptaan mereka sendiri…..maka sangat aneh dalam jutaan spesies yang ber evolusi cuma ada satu spesies yang ber evolusi secara SUPER SEMPURNA SECARA OTAK DAN PHISIK BAHKAN SAINS DAN TEHNOLOGI.mempunyai ribuan bahasa dengan Grammar teratur,menciptakan gedung mewah,AC,mobil,satelait,telpon seluler dst.biasa nya evolusionis akan mengelaes bahwa jalur evolusi mereka berbeda,suatu jawaban spekulasi mereka.entah mereka punya alat Doraemon melihat perbedaan itu jutaan tahun lalu.

Maka mustahil manusia hasil dari Evolusi kera,berbarengan atau pra dan pasca dengan spesies lain nya.manusia itu ciptaan Allah tersendiri.sesungguh nya Teori  Evolusi itu menghina derajat manusia ke kubangan hina dan rendah.

Harun yahya dalam buku nya membahas fosil archaeopteryx sebagai pemalsuan ( http://id.harunyahya.com/id/Buku/1673/runtuhnya-teori-evolusi-dalam-20/chapter/3328 ).

8. Apakah teori Haeckel adalah bagian dari teori evolusi?
Jawab: Tidak. Haeckel mempublikasikan teorinya di tahun 1866, dan diagramnya di tahun 1874. Sementara Origin of Species keluar tahun 1859.

Haeckel adalah penyebar paham Darwin di jerman.dan merupakan sosok kontroversi.hal ini di bahas Harun yahya di sini=))  http://m.id.harunyahya.com/tr/Artikel/20627/GAMBAR-EMBRIO-BUATAN-HAECKEL-ADALAH-PEMALSUAN

kalau saya baca,harun Yahya menulis itu dari referensi kaum ilmiyah barat juga.lihat catatan kaki nya.beberapa tulisan Harun yahya mengenai penipuan Haeckel adalah,yang tentu  bersumber dari peryataan ilmuan barat sendiri:

Pada tahun 1900-an ahli embriologi Inggris Michael Richardson meneliti embrio vertebrata dengan mikroskop dan menyimpulkan ketidakmiripan dengan gambaran Haeckel. Menindaklanjuti penelitian mereka, Richardson dan timnya menerbitkan foto-foto asli embrio-embrio di jurnal Anatomy and Embryology terbitan Agustus 1997. Terlihat bahwa Haeckel telah mengambil bermacam-macam rancangan pola dan mengubahnya dengan berbagai cara agar embrio-embrio tersebut menyerupai satu sama lain

Sebuah artikel tentang gambar gambar Haeckel, yang telah lama dipertahankan dalam daftar sebagai bukti palsu evolusi, muncul di majalah Science edisi 5 September 1997 dengan judul “ Haeckel’s Embryos: Fraud Rediscovered (Embrio-embrio Haeckel: Penipuan Diungkap Kembali),” yang setelahnya seluruh kalangan dunia ilmiah sependapat bahwa telah terjadi pemalsuan

9. Apa hubungan kloning dengan teori evolusi?
Jawab: Gak ada hubungan langsung. Kloning itu duplikasi makhluk hidup, sedang evolusi itu perubahan kolam gen makhluk hidup. Karena klon memiliki gen yang identik, tak ada perubahan pada kolam gen.

Apakah manusia modern ber evolusi dari kera ke manusia modern karena perobahan kolam gen?…jika demikian seharus nya kolam gen simpanse juga berobah melahir kan evolusi juga menuju kesempurnaan manusia.jika kolam gen manusia berobah menuju perobahan manusia dan kera,apakah kini kolam gen manusia berpotensi menjadikan manusia berobah menjadi simpanse kembali,kodok,kadal atau apapun?🙂

10. Apa kehidupan berasal dari luar angkasa (panspermia)?
Jawab: Maybe yes, maybe no. Tak masalah, toh teori evolusi gak bicara asal kehidupan. Mau dari mana juga, tetap aja makhluk hidup berevolusi.

Itulah kelemahan teori Evolusi.mereka tak dapat menjelas kan bagaimana kera moyang manusia itu muncul?bagaimana cara nya?bagaimana cara muncul milyaran kehidupan yang rumit ini?maka teori Evolusi itu timpang.mereka tak dapat menjelas kan secara masuk akal dan ilmiyah mengenai asal mula seluruh kehidupan di bumi ini.ini menunjuk kan pengetahuan mereka untuk masa lalu sangat sedikit sekali.

Walaupun diakui masih banyak hal yang sifatnya spekulatif, telah disusun suatu silsilah evolusi yang berawal dari sejenis bakteri yang bersel satu yang hidup sekitar 3,5 milyar tahun lalu. Dari jenis bakteri lahir generasi ganggang yang masih hidup di air. Ganggang hijau sekitar 1 – 2 milyar tahun lalu melahirkan generasi tumbuhan darat. Dari jalur ganggang hijau, sekitar 630 juta tahun lalu, juga lahir generasi hewan tak bertulang belakang.( http://media.isnet.org/kmi/isnet/Djamal/evolusi.html )

Dari sejenis bakteri bersel satu akhir nya menjadi kera,dan menjadi manusia modern…..sungguh teori hayalan dan dongeng yanng aneh nya kini di cantum kan dalam jurnal dan tulisan ilmiyah.padahal hanya bersifat spekulasi dari kaum Ateist.maka saya katakan:kekafiran kaum Evolusi lebih menjijik kan ketimbang kekafiran lain nya.kekafiran lain nya tak menisbat kan diri bapa moyang mereka dengan bakteri dan kera.

11. Apa hukum kedua termodinamika menyanggah evolusi?
Jawab: Gak sama sekali. Hukum II termodinamika bicara soal peningkatan entropi pada sistem tertutup, bukan soal alam semesta menuju kehancuran dsb. Apalagi bumi bukan sistem tertutup, bumi mendapat energi dari luar. Jadinya jaka sembung banget.

Mungkin klaim di atas adalah sanggahan alakadar nya atas tulisan harun yahya DI SINI.

Itu bukan pendapat harun yahya pribadi…Dalam sebuah artikel di majalah Science, ilmuwan evolusionis, Roger Lewin, menyatakan kebuntuan termodinamis dari evolusi…Ilmuwan evolusionis lainnya, George Stravropoulos, menyatakan kemustahilan termodinamis pembentukan kehidupan secara spontan dan ketidaklayakan penjelasan adanya mekanisme-mekanisme makhluk hi-dup yang kompleks melalui hukum-hukum alam. Ini dinyatakannya dalam majalah evolusionis terkenal, American Scientist.

12. Apa kaitan organ vestigial dan evolusi?
Jawab: Evolusi menghasilkan organ vestigial. Dan organ vestigial bukan berarti organ tanpa fungsi, melainkan organ yang kehilangan fungsi primer, meski bisa saja punya fungsi sekunder.

Banyak evolusionis menganggap dengan cocologi spekulasi bahwa tulang ekor manusia adalah sisa dari evolusi.tentu lagi-lagi ini adalah khayalan imajiner para kaum Evolusionis.masa ahli biologi penentang Evolusi,George Cuvier(1769-1832)kaum Evolusi telah menghayal bahawa tulang ekor manusia sisa dari kera,nenek moyang manusia yang tidak memiliki fungsi.George cuvier berkata bahwa organ vestigal bukan nya tak memiliki mamfaat,namun masa nya mamfaat itu belum di ketahui,dan ia berharap kelak mamfaat itu di temukan.

Dan benar,masa kini kita tahu bahwa tulang ekor manusia adalah titik kaitan penting untuk penopang tubuh dan isi perut kita.jelas bahwa mengatakan tulang ekor manusia sisa buntut kera contoh imajinasi tinggi kaum evolusi yang sama sekali tak ilmiyah.

13. Apa ledakan kambrium menyanggah evolusi?
Jawab: Tidak. Ledakan kambrium menyangkut kumpulan fosil yang seakan muncul serempak, tapi beda usia lapisan di fosil ledakan kambrium mencapai sekurangnya 5 juta tahun, terlalu panjang untuk disebut serempak

Mengenai ledakan kambrium yang menyanggah evolusi,Harun yahya membahas nya DI SINI ….dalam wikipedia di katakan:

Letusan Kambrium atau radiasi Kambrium (bahasa Inggris: Cambrian explosion) adalah peristiwa kemunculan filum-filum utama yang relatif cepat (“cepat” dalam artian ini mencakupi periode jutaan tahun) sekitar 530 juta tahun yang lalu. Kemunculan tersebut lalu diikuti oleh diversifikasi organisme-organisme lainnya, seperti hewan, fitoplankton dan kalsimikroba.[1] Sebelum 580 juta tahun yang lalu, sebagian besar organisme berbentuk sederhana dan terdiri dari sel-sel individu yang kadang-kadang tersusun sebagai koloni. Tujuh puluh atau delapan puluh juta tahun kemudian, evolusi mengalami percepatan dan keanekaragaman hidup mulai mirip dengan sekarang.[2] Terjadinya peristiwa ini ditunjukkan melalui catatan fosil.[3][4]

Peristiwa ini telah mengakibatkan munculnya perdebatan ilmiah. Kemunculan fosil yang tampak cepat dalam “Strata Primordial” pertama kali ditemukan pada pertengahan abad ke-19,[5] dan Charles Darwin menganggapnya sebagai salah satu hal yang bisa dipakai untuk meruntuhkan teori evolusi berdasarkan seleksi alam-nya.[6] Kebingungan yang berlangsung mengenai kemunculan fauna Kambrium yang tampak mendadak dan tiba-tiba berkisar pada tiga poin: apakah diversifikasi organisme kompleks sungguh terjadi pada periode yang relatif pendek pada masa Kambrium awal; apa yang mengakibatkan perubahan tersebut; dan apa implikasinya terhadap asal usul dan evolusi organisme. Interpretasi sulit dilakukan karena terbatasnya bukti, yang biasanya didasarkan pada catatan fosil yang tak lengkap dan sisa kimiawi di bebatuan Kambrium.( https://id.wikipedia.org/wiki/Letusan_Kambrium )

14. Benarkah semua ilmuwan besar menolak evolusi?
Jawab: Itu lawakan. Leonardo da Vinci, Copernicus, Kepler, dan Galileo, serta Linnaeus dan Newton, juga George Cuvier semua sudah meninggal sebelum origin of species keluar. Cuma Linnaeus dan Vubier yang berurusan dengan biologi. Albert Einstein dan Max Planck bukan biologis, dan terlebih Einstein itu agnostik, bukan pendukung kreasionisme. Dan pastinya kreasionis takkan menyebut Hawking (agostik) dan Dawkins (atheis) sebagai ‘ilmuwan besar’

Mungkin potongan tulisan alakadar nya di atas untuk men diskredit kan tulisan Harun yahya  DI SINI .perlu di catat,George cuvier adalah naturalis,ahli zoologi dan kadang di sebut bapa paleontologi.Cuvier menentang teori Evolusi lamarck dan evolusionis sezaman nya,Geoffroy Saint-Hilaire( https://en.wikipedia.org/wiki/Georges_Cuvier / https://en.wikipedia.org/wiki/%C3%89tienne_Geoffroy_Saint-Hilaire ).ia mengkritik kahyalan evolusionis bahwa tulang ekor manusia yang merupakan zaman nya di anggap organ vestigal sisa dari evolusi dari buntut kera.dan Cuvier adalah ilmuan besar yang nama nya tertulis di antara 72 nama  besar di menara Eifel.Tulisan ke 14 itu seakan tak rela jika ada ilmuan besar menyangkal evolusi.mereka ingin semuan ilmuan tak berbeda pendapat,semua mendukung Evolusi.

15. Apa hubungan Tuhan dan teori evolusi?
Jawab: Gak ada hubungan. Teori evolusi itu teori ilmiah, sains tidak membicarakan Tuhan. gak menerima, gak menolak.

Jelas Teori evolusi berhubungan dengan pengingkaran terhadap Tuhan yang menciptakan manusia dari Adam dan Hawa.evolusionis jelas mengatakan moyang manusia adalah kera.jelas teori evolusi pasti menuju Ateisme karena mengingkari Adam dan Hawa moyang pertama manusia modern.menurut standart Ateisme yang nama nya ilmiyah adalah yang hanya dapat di buktikan di dunia ini.adapun Tuhan,surga,neraka dll tidak ilmiyah menurut mereka.

16. Kapan teori evolusi diakui benar?
Jawab: Sudah sejak lama. Dan sampai sekarang masih diakui demikian, karena belum ada yang mampu menyanggahnya.

Tulisan se upil tapi hakikat nya berisi omong besar para Evolusionis kulit coklat di negri kita ini.sejak lama itu kapan?dan bentuk Evolusi seperti apa?masa sesudah Lamarck,george Cuvier menentang evolusi.jika evolusi hewan kita tak ambil pusing itu benar atau salah…tapi evolusi manusia dari kera adalah kebohongan Evolusionis.dan klaim Evolusi tak pernah di bantah adalah klaim kosong….dan upaya menggagah kan teori evolusi yang banyak teori nya bersandar pada dugaan imajineer di depan bangsa indonesia.

Sanggahan untuk teori evolusi sudah banyak di buat.dan mereka datang dari latar belakang ilmuan.

Para evolusionis kini tidak bisa menganggap enteng para ilmuwan pendukung penciptaan (kreasionis). Para pakar kreasionis terkenal bermunculan di dunia seperti: Prof. Louis Agasiz yang ahli geologi kenamaan, Prof. Michael Behe yang ahli biokimia, beberapa waktu lalu mengusulkan sebuah teori yang sangat mengesankan: “Irreducible Complexity” yang berarti “kompleksitas yang tidak bisa disederhanakan”, Prof. Michael Denton ahli biokimia dari Australia dan penulis buku “Evolution: Theory in crisis” dan “Natural Destiny”, Prof. Henri Schaefer pakar kimia yang meraih 5 kali nominator Nobel Kimia, Prof. Philip Jhonson ahli hukum UCLA, penulis buku “Darwin On Trial” dan anti-evolusi yang paling ‘garang’, Dr. Jonathan Wells ahli biologi molekuler dan penulis buku terkenal “Icon Evolution: Science or Myth?”, Dr. William Dembsky ahli statistika dan Matematika lulusan MIT serta penulis buku “No free lunch” sebagai tanggapan terhadap buku Evolusionis terkenal Prof. Richard Dawkins “Blind Watchmaker” dan masih banyak lagi. Semuanya itu berpadu dalam sebuah gerakan yang dikenal dengan nama Intelligent Design Movement (IDM) sebuah gerakan yang pertama kali dicetuskan oleh seorang teolog dan ahli biologi Dr. William Paley.

Para filosof muslim kontemporer seperti Prof. Seyyed Hossein Nashr dalam bukunya “Evolusi Ruhani”, Prof. Osman Bakar dalam bukunya “Tauhid and Sains”, Imam Badiuz Zaman Sa’id Nursi dari Turki dengan “Risalah An Nur”, Imam Jamaluddin Al Afghani dalam buku “Penyangkalan Atas Materialisme” dan juga Dr. Muzaffar Iqbal pakar kimia dan filsafat Islam asal Pakistan. Mereka semua menolak Teori Evolusi, yang menurut mereka bahwa teori itu berlandaskan pada pandangan dunia materialisme. Mereka sama sekali tidak menolak sains, tetapi yang jelas-jelas ditolak adalah landasan filsafat dari teori itu. Dan hingga kini pun Teori Evolusi banyak memiliki lubang, diantaranya tidak adanya “rantai transisi” pada catatan fosil (gap).

Di bawah ini sebagian dari ilmuwan ternama yang menantang evolusionis:

Henry F.Schaefer: Director, Center for Computational Quantum Chemistry: U. of Georgia • Fred Sigworth: Prof. of Cellular & Molecular Physiology- Grad. School: Yale U. • Philip S. Skell: Emeritus Prof. Of Chemistry: NAS member • Frank Tipler: Prof. of Mathematical Physics: Tulane U. • Robert Kaita: Plasma Physics Lab: Princeton U. • Michael Behe: Prof. of Biological Science: Lehigh U. • Walter Hearn: PhD Biochemistry-U of Illinois • Tony Mega: Assoc. Prof. of Chemistry: Whitworth College • Dean Kenyon: Prof. Emeritus of Biology: San Francisco State U. • Marko Horb: Researcher, Dept. of Biology & Biochemistry: U. of Bath, UK • Daniel Kubler: Asst. Prof. of Biology: Franciscan U. of Steubenville • David Keller: Assoc. Prof. of Chemistry: U. of New Mexico • James Keesling: Prof. of Mathematics: U. of Florida • Roland F. Hirsch: PhD Analytical Chemistry-U. of Michigan • Robert Newman: PhD Astrophysics-Cornell U. • Carl Koval: Prof., Chemistry & Biochemistry: U. of Colorado, Boulder • Tony Jelsma: Prof. of Biology: Dordt College • William A.Dembski: PhD Mathematics-U. of Chicago: • George Lebo: Assoc. Prof. of Astronomy: U. of Florida • Timothy G. Standish: PhD Environmental Biology-George Mason U. • James Keener: Prof. of Mathematics & Adjunct of Bioengineering: U. of Utah • Robert J. Marks: Prof. of Signal & Image Processing: U. of Washington • Carl Poppe: Senior Fellow: Lawrence Livermore Laboratories • Siegfried Scherer: Prof. of Microbial Ecology: Technische Universitaet Muenchen • Gregory Shearer: Internal Medicine, Research: U. of California, Davis • Joseph Atkinson: PhD Organic Chemistry-M.I.T.: American Chemical Society, member • Lawrence H. Johnston: Emeritus Prof. of Physics: U. of Idaho • Scott Minnich: Prof., Dept of Microbiology, Molecular Biology & Biochem: U. of Idaho • David A. DeWitt: PhD Neuroscience-Case Western U. • Theodor Liss: PhD Chemistry-M.I.T. • Braxton Alfred: Emeritus Prof. of Anthropology: U. of British Columbia • Walter Bradley: Prof. Emeritus of Mechanical Engineering: Texas A & M • Paul D. Brown: Asst. Prof. of Environmental Studies: Trinity Western U. (Canada) • Marvin Fritzler: Prof. of Biochemistry & Molecular Biology: U. of Calgary, Medical School • Theodore Saito: Project Manager: Lawrence Livermore Laboratories • Muzaffar Iqbal: PhD Chemistry-U. of Saskatchewan: Center for Theology the Natural Sciences • William S. Pelletier: Emeritus Distinguished Prof. of Chemistry: U. of Georgia, Athens • Keith Delaplane: Prof. of Entomology: U. of Georgia • Ken Smith: Prof. of Mathematics: Central Michigan U. • Clarence Fouche: Prof. of Biology: Virginia Intermont College • Thomas Milner: Asst. Prof. of Biomedical Engineering: U. of Texas, Austin • Brian J.Miller: PhD Physics-Duke U. • Paul Nesselroade: Assoc. Prof. of Psychology: Simpson College • Donald F.Calbreath: Prof. of Chemistry: Whitworth College • William P. Purcell: PhD Physical Chemistry-Princeton U. • Wesley Allen: Prof. of Computational Quantum Chemistry: U. of Georgia • Jeanne Drisko: Asst. Prof., Kansas Medical Center: U. of Kansas, School of Medicine • Chris Grace: Assoc. Prof. of Psychology: Biola U. • Wolfgang Smith: Prof. Emeritus-Mathematics: Oregon State U. • Rosalind Picard: Assoc. Prof. Computer Science: M.I.T. • Garrick Little: Senior Scientist, Li-Cor: Li-Cor • John L. Omdahl: Prof. of Biochemistry & Molecular Biology: U. of New Mexico • Martin Poenie: Assoc. Prof. of Molecular Cell & Developmental Bio: U. of Texas, Austin • Russell W.Carlson: Prof. of Biochemistry & Molecular Biology: U. of Georgia • Hugh Nutley: Prof. Emeritus of Physics & Engineering: Seattle Pacific U. • David Berlinski: PhD Philosophy-Princeton: Mathematician, Author • Neil Broom: Assoc. Prof., Chemical & Materials Engineeering: U. of Auckland • John Bloom: Assoc. Prof., Physics: Biola U. • James Graham: Professional Geologist, Sr. Program Manager: National Environmental Consulting Firm • John Baumgardner: Technical Staff, Theoretical Division: Los Alamos National Laboratory • Fred Skiff: Prof. of Physics: U. of Iowa • Paul Kuld: Assoc. Prof., Biological Science: Biola U. • Yongsoon Park: Senior Research Scientist: St. Luke’s Hospital, Kansas City • Moorad Alexanian: Prof. of Physics: U. of North Carolina, Wilmington • Donald Ewert: Director of Research Administration: Wistar Institute • Joseph W. Francis: Assoc. Prof. of Biology: Cedarville U. • Thomas Saleska: Prof. of Biology: Concordia U. • Ralph W. Seelke: Prof. & Chair of Dept. of Biology & Earth Sciences: U. of Wisconsin, Superior • James G. Harman: Assoc. Chair, Dept. of Chemistry & Biochemistry: Texas Tech U. • Lennart Moller: Prof. of Environmental Medicine, Karolinska Institute: U. of Stockholm • Raymond G. Bohlin: PhD Molecular & Cell Biology-U. of Texas: • Fazale R. Rana: PhD Chemistry-Ohio U. • Michael Atchison: Prof. of Biochemistry: U. of Pennsylvania, Vet School • William S. Harris: Prof. of Basic Medical Sciences: U. of Missouri, Kansas City • Rebecca W. Keller: Research Prof., Dept. of Chemistry: U. of New Mexico • Terry Morrison: PhD Chemistry-Syracuse U. • Robert F. DeHaan: PhD Human Development-U. of Chicago • Matti Lesola: Prof., Laboratory of Bioprocess Engineering: Helsinki U. of Technology • Bruce Evans: Assoc. Prof. of Biology: Huntington College • Jim Gibson: PhD Biology-Loma Linda U. • David Ness: PhD Anthropology-Temple U. • Bijan Nemati: Senior Engineer: Jet Propulsion Lab (NASA) • Edward T. Peltzer: Senior Research Specialist: Monterey Bay Research Institute • Stan E. Lennard: Clinical Assoc. Prof. of Surgery: U. of Washington • Rafe Payne: Prof. & Chair, Biola Dept. of Biological Sciences: Biola U. • Phillip Savage: Prof. of Chemical Engineering: U. of Michigan • Pattle Pun: Prof. of Biology: Wheaton College • Jed Macosko: Postdoctoral Researcher-Molecular Biology: U. of California, Berkeley • Daniel Dix: Assoc. Prof. of Mathematics: U. of South Carolina • Ed Karlow: Chair, Dept. of Physics: LaSierra U. • James Harbrecht: Clinical Assoc. Prof.: U. of Kansas Medical Center • Robert W. Smith: Prof. of Chemistry: U. of Nebraska, Omaha • Robert DiSilvestro: PhD Biochemistry-Texas A & M U., Professor, Human Nutrition, Ohio State University • David Prentice: Prof., Dept. of Life Sciences: Indiana State U. • Walt Stangl: Assoc. Prof. of Mathematics: Biola U. • Jonathan Wells: PhD Molecular & Cell Biology-U. of California, Berkeley: • James Tour: Chao Prof. of Chemistry: Rice U. • Todd Watson: Asst. Prof. of Urban & Community Forestry: Texas A & M U. • Robert Waltzer: Assoc. Prof. of Biology: Belhaven College • Vincente Villa: Prof. of Biology: Southwestern U. • Richard Sternberg: Pstdoctoral Fellow, Invertebrate Biology: Smithsonian Institute • James Tumlin: Assoc. Prof. of Medicine: Emory U. Charles Thaxton: PhD Physical Chemistry-Iowa State ( http://boemi-islam.net/Ilmu/Teknologi/teori-evolusi-dalam-perdebatan/ )

Untuk mendeskridit kan para penentang Evolusi,para evolusionis melabel kan mereka dengan pendukung kreasionis,untuk memberi kesan mereka hanya deretan para agamawan berfikiran sederhana.padahal penentang Evolusi banyak dari latar belakan dari ilmuan-ilmuan yang bergerak di bidang sains dan ilmiyah.

Dan seperti kita ketahui,para GENG MAFIA EVOLUSI menghambat setiap kebebasan berfikir yang menentang teori evolusi.mereka yang menentang evolusi banyak di pecat dan di diskriminasi.maka teori evolusi seakan mapan tampa kritik.

17. Apa korelasi metamorfosis dan evolusi?
Jawab: Metamorfosis adalah hasil evolusi, makanya ada metamorfosis tidak sempurna dan metamorfosis sempurna. Metamorfosis dan evolusi adalah dua konteks berbeda, namun terkait.

Ini lagi khayalan imajiner para kaum evolusi….hanya karena mereka melihat beberapa hewan ber metamorfosis mereka menyimpul kan itu tanda bukti dari evolusi.seperti contoh katak bertelur lalu kemudian telur tersebut akan menetas setelah 10 hari. Setelah menetas, telur katak tersebut menetas menjadi Berudu.berudu hidup di air Setelah berumur 2 hari, Berudu mempunyai insang luar yang berbulu untuk bernapas. Setelah berumur 3 minggu insang berudu akan tertutup oleh kulit. Menjelang umur 8 minggu, kaki belakang berudu akan terbentuk kemudian membesar ketika kaki depan mulai muncul. Umur 12 minggu, kaki depannya mulai berbentuk, ingsang tak berfungsi lagi ekornya menjadi pendek serta bernapas dengan paru-paru.maka bentuk dari muka akan lebih jelas Setelah pertumbuhan anggota badannya sempurna, katak tersebut akan berubah menjadi katak dewasa dan kembali berkembang biak.

Metamorfosis adalah suatu proses perkembangan biologi pada hewan yang melibatkan perubahan penampilan fisik dan/atau struktur setelah kelahiran atau penetasan. Perubahan fisik itu terjadi akibat pertumbuhan sel dan differensiasi sel yang secara radikal berbeda.( https://id.wikipedia.org/wiki/Metamorfosis )

Mereka mengait kan itu dengan logika manusia bisa berobah dari kera menuju manusia modern.metamorfosis sempurna adalah kera menjadi manusia modern secara ssempurna……dan metamorfosis sempurna di wakili kera setengah manusia,yang sayang nya fosil peralihan nya adalah HOAX

Padahal metamorfosis adalah perkembangan makhluk hidup dari kecil hingga dewasa.tidak ada kaitan nya dengan klaim kaum evolusi bahwa manusia ber evolusi.katak baru dapat di katakan ber evolusi ketika muncul katak yang berbulu lebat….beda dengan katak yang ada sebelum nya.dan juga perobahan bentuk katak menjadi mahluk lain.maka metamorfosis adalah proses perkembangan mahluk hidup tertentu dari kecil hingga dewasa,dan sangat naif jika membuat nya jadi bukti Evolusi.

18. Apa korelasi dna dan evolusi?
Jawab: Evolusi terkait perubahan pada dna, yang mengubah kolam gen makhluk hidup. Mutasi adalah mekanisme yang mengubah gen, dan mutasi itu ada 3 macam: menguntungkan, merugikan dan netral. Mutasi merugikan umumnya gak terwariskan, karena makhluk hidupnya sendiri susah bertahan hidup.

Apakah ada mutasi manusia dan hewan yang menguntung kan?dan lalu di waris kan kepada keturunan nya?setahu saya mutasi yang menguntung kan terjadi pada tumbuhan.dengan mutasi bisa di buat jeruk dan semangka tampa biji.pada manusia malah menjadi penyebab kecacatan.merupakan khayalan para evolusionis bahwa kera mengalami mutasi gen hingga mengobah nya perlahan menjadi manusia modern sempurna.pertanyaan nya:apakah gen kita kini berhenti bermutasi?

Para Evolusionis menerus kan teori khayalan mereka,mereka berkata manusia akan ber evolusi di masa depan:

MENURUT para peneliti, wajah manusia akan berevolusi, dalam 100.000 tahun wajah kita akan tampak seperti di atas.

WASHINGTON, D.C., (PRLM).- Wajah manusia telah berkembang jauh sejak zaman batu sehingga diharapkan terus berubah di masa depan. Saat ini otak manusia tiga kali ukuran nenek moyang kita. Saat otak kita tumbuh ukuran kepala kita menjadi lebih besar, tengkorak kita mengembang dan fiturnya menjadi datar.

Sekarang dengan munculnya teknologi yang bisa dikenakan, seperti Google Glass, bagaimana kepala dan wajah kita berkembang dalam 20.000 tahun, 60.000 tahun dan bahkan 100.000 tahun dari sekarang?

Ini adalah pertanyaan yang diajukan oleh seniman dan peneliti Nickolay Lamm dari MyVoucherCodes.co.uk ketika ia menanyai Dr Alan Kwan, yang memegang gelar PhD dalam genomik komputasi dari Washington University.

Berdasarkan diskusi mereka Lamm telah menciptakan serangkaian gambar menakjubkan yang menampilkan salah satu kemungkinan evolusi bagi umat manusia selama 100.000 tahun ke depan.

Dr Kwan percaya bahwa kunci untuk evolusi masa depan kita akan menjadi manusia yang ‘merebut kendali’ dari evolusi alam dan biologi manusia beradaptasi sesuai dengan kebutuhan kita.

Ketika rekayasa genetika menjadi norma, nasib wajah manusia akan semakin ditentukan oleh selera manusia tulis Dr Kwan, sementara dahi akan terus berkembang karena otak kita terus tumbuh lebih besar.

Saat manusia mencapai penguasaan total atas genetika morfologi, wajah manusia akan menjadi sangat bias menuju fitur yang secara fundamental menarik: kuat, garis anggun, hidung lurus, mata yang intens, dan penempatan fitur wajah yang mematuhi rasio emas, kiri / kanan simetri secara sempurna.

Dr Kwan percaya mata akan tumbuh membesar karena orang-orang mulai hidup dalam lingkungan redup jauh dari matahari. Mata juga akan mengembang dengan cara lain, yang tampaknya mengejutkan dari sudut pandang saat ini, dengan fitur baru termasuk mata yang bersinar untuk meningkatkan pandangan dalam cahaya rendah dan bahkan berkedip dari samping untuk membantu melindungi mata dari sinar kosmis.

Kulit juga akan menjadi lebih berpigmen untuk membantu meringankan kerusakan oleh radiasi UV yang berbahaya di luar ozon pelindung bumi.

Dr Kwan juga memprediksi bahwa orang akan memiliki kelopak mata tebal dan lengkungan superciliary lebih jelas (halus, tulang frontal tengkorak di bawah alis), untuk mengantisipasi efek gravitasi yang rendah.

Akan ada kebutuhan fungsional lain: lubang hidung yang lebih besar untuk memudahkan bernafas dalam lingkungan udara tipis, rambut yang lebih tebal untuk mengurangi kehilangan panas dari kepala yang lebih besar, seperti dilaporkan Forbes.(  http://www.pikiran-rakyat.com/horison/2013/06/09/237950/beginikah-bentuk-wajah-manusia-100000-tahun-lagi )

Teori-teori khayalan tak bisa di lepas kan dari bidang Evolusi.

Lalu yang lain ber khayal di masa depan manusia akan mempunyai paruh:

VIVAnews — Manusia di masa depan akan memiliki paruh? pernyataan itu memang terdengar seperti cerita fiksi ilmiah. Tapi ilmuwan Inggris menganggap hal itu serius.

Ahli biologi dari Sheffield University di Inggris, Dr Gareth Fraser, memprediksikan bahwa suatu hari gigi manusia akan berkembang menjadi paruh.

Seperti dilansir Telegraph, Kamis 11 Juli 2013, menurut Fraser, paruh tersebut tidak seperti gigi. Paruh yang dimiliki manusia masa depan akan lebih kuat dan praktis. Selain itu, paruh tidak akan membusuk dan tanggal seperti layaknya gigi.

“Di masa depan kita akan melihat manusia memiliki paruh. Itu merupakan evolusi dari gigi-gigi manusia yang menyatu, sehingga membentuk struktur yang tangguh dan runcing,” kata Fraser.

Dia menambahkan, kejadian ini sama seperti yang terjadi pada ikan buntal. Evolusi giginya berubah menjadi paruh, sehingga membuatnya lebih kuat dan praktis saat mengunyah makanan.

Di dunia biologi kita mengetahui bahwa manusia hanya memiliki dua fase dalam tumbuhnya gigi, yaitu pada gigi bayi dan gigi dewasa.

Sementara makhluk lain proses tumbuh giginya terjadi sangat sering. Misalnya hiu, predator itu bisa membentuk satu set gigi dalam waktu dua minggu sekali.

“Kita harus mencari tahu sel-sel yang membentuk gigi pada hewan dan mencoba mengembangkan untuk menumbuh gigi manusia,” kata Fraser.

“Di masa depan akan tercipta diet modern pada manusia, dan mulai terbatasnya pasokan gigi manusia karena jarang digunakan,” lanjutnya.

Penelitian yang dilakukan oleh Dr Fraser memfokuskan bagaimana manusia meniru cara hewan agar tidak kehabisan pasokan gigi di masa depan.

“Tapi, kehabisan pasokan gigi pada manusia tidak akan terjadi dalam 50 tahun lagi,” tutup Fraser.( http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/428192-di-masa-depan–gigi-manusia-berubah-jadi-paruh )

Begitulah dalam dunia barat…bisa jadi lelucon di atas di masuk kan dalam jurnal-jurnal yang di kata ilmiyah.dan kaum evolusionis kulit coklat di negri kita tak bisa mengelak jika di bully apakah manusia modern kelak ber evolusi lagi?begitulah cara keraj pendukung evolusi,penuh dengan spekulasi dan khayalan imajiner.

19. Apa korelasi kekebalan bakteri dan evolusi?
Jawab: Kekebalan bakteri didapat dari mutasi, dan perubahan sifat akibat mutasi tersebut terwariskan ke genrasi berikut. Perubahan pada kolam gen = evolusi.

Tentu berbeda jauh menyamakan mutasi bakteri dengan mutasi yang terjadi pada manusia.mutasi pada manusia menyebab kan kecacatan phisik.Terjadinya mutasi gen menyebabkan beberapa kelainan pada manusia antara lain sindrom turner, sindrom down, albino, anemia sel sabit, dan sebagainya.

Mutasi yang menguntung kan ialah mutasi buatan pada buah-buahan.menghasil kan buah-buahan tampa biji.namun tetap merugikan karena mutasi buah tampa biji itu akan kesulitan mendapat kan generasi penerus nya.

Maka menaut kan perobahan manusia dari kera dengan mutasi adalah salah satu khayalan ilmiyah para evolusionis.dan tidak pada tempat nya jika mengait kan dengan bentuk metamorfosis.hanya karena melihat kesamaan DNA dan pisik simpanse dan hominid lain nya lalu dengan khayalan juga mengatakan mereka berkerabat.menafik kan kuasa Allah membuat mahluk hampir mirip namun bukan berarti mereka berkerabat.

Bakteri dan buah-buahan bisa ber mutasi….tetapi berkhayal manusia jutaan tahun lalu dengan mutasi berobah dari kera adalah kesimpulan terlalu sembrono.hanya karena melihat bakteri ber mutasi bukan berarti kita seenak nya menduga-duga bahwa jutaan tahun lalu kera bermutasi perlahan dari kera ke manusia.sama seperti mereka melihat tulang ekor manusia lalu dengan seenak nya menduga-duga dengan khayalan bahwa itu dulu nya ekor kera yang merupakan nenek moyang manusia.
20. Apa teori evolusi sudah runtuh?
Jawab: Ya, dalam imajinasi terdalam para kreasionis. Teori evolusi sudah berkembang menjadi teori sintesa modern (memperbaiki teori Darwin yang bentrok dengan hukum Mendel), dan masih jadi satu-satunya teori ilmiah yang bisa menjelaskan asal keanekaragaman makhluk hidup.
Oke lah…teori evolusi tidak kita bilang runtuh…..tetapi kita mengatakan nya sebagai teori konyol jika mengatakan moyang manusia dulu adalah kera kecil afrika yang hidup 6 juta tahun lalu.teori itu tetap ada dan tidak runtuh tetapi serupa dongeng yang tetap ada dan di tulis dan di cetak berulang kali untuk konsumsi anak-anak yang suka dongeng.dongeng tengkorak homo habilis yang di lukis serupa simpanse,dengan khayalan tinggi para evolusionis.selama dongeng di imani buta apalagi dengan ambisi mempertahan kan nya membabi buta,maka kita melihat dongeng itu akan tetap ada.dan tidak runtuh.
satu-satunya teori ilmiah yang bisa menjelaskan asal keanekaragaman makhluk hidup?
Bagaimana bisa di sebut ilmiyah jika mereka berkata manusia modern dari kera,hanya karena mencocok-cocok kan DNA manusia dan kera besar/hominid(terutama simpanse),kesamaan pisik,tulang ekor=sisa buntut kera dst?saya rasa itu bukan ilmiyah…tetapi cocologi berdasar kesamaan.sedang kan mereka tak pernah melihat sendiri manusia berobah dari kera ke manusia jutaan tahun lalu…mereka hanya menduga karena kesamaan yang di temukan kini,pasti nya manusia kini adalah evolusi dari kera.itu bukan ilmiyah..tetapi hanya menduga masa lalu dengan apa yang di temukan sekarang…mereka menutup mata dari kenyataan bahwa Allah maha kuasa menciptakan dua mahluk hampir sama mirip…..tetapi mereka bukan berarti ber kerabat.
Jawaban bonus
21. Jika manusia dari monyet, kenapa monyet masih ada?
Jawab: Yang bilang manusia dari monyet siapa? Semua monyet dan kera lain adalah kerabat dari percabangan evolusi yang berbeda dengan manusia. Lu gak bisa mengharap ujung satu ranting menyatu dengan ujung ranting lain, sebagaimana lu gak bisa mengharap kerabat dari percabangan evolusi berbeda berevolusi jadi makhluk yang sama.
Tampak penulis tidak mengetahui bahwa Richard dawkinz mengatakan nenek moyang manusia manusia adalah kera….umum yang awam menyebut nya monyet..padahal ada perbedaan kera dengan monyet.pada dasar nya evolusionis mengatakan nenek moyang manusia adalah kera…jika di urut ke atas lebih gila lagi…nenek moyang manusia adalah ikan purba
Manusia itu dari kera,maka kita bertanya mengapa kera itu masih ada?
Saya susun pertanyaan yang lebih tepat berdasar klaim  Dawkinz:..Dawkinz berkata bahwa kera kecil afrika 6 juta tahun lalu menurun kan manusia modern dan kerabat nya simpanse.dan mengapa simpanse masih berupa simpanse dan tidak berobah menjadi mahluk sesempurna saudara nya manusia modern?.kaum evolusi pasti berkelit bahwa garis evolusi mereka tak sama.
Alasan itu lagi-lagi cuma klaim dugaan.mustahil di antara jutaan spesies tak ada satu lagi yang menyamai manusia dalam kesempurnaan evolusi,dari phisik yang indah hingga peradaban yang tinggi.bagaimana mungkin garis evolusi itu hanya mencetak satu spesies paling sempurna yakni manusia modern?mengapa simpanse tak ada satu pun keturunan nya yang minimal bisa menciptakan sepeda?..maka jawaban yang masuk akal adalah manusia modern di disain tersendiri oleh Allah hingga menghasil kan kesempurnaan….bukan dari evolusi kera.
22. Kok HY bilang berbeda?
Jawab: Cari ilmuwan yang kompeten, Bukan yang hobi quote mining dan rekayasa. jangan tanya soal biologi ke ahli desain interior yang gak tahu beda ular laut dengan belut.
Maksud nya mungkin Harun yahya bilang moyang manusia kera….dan itu benar….Dawkinz sendiri bilang begitu,begitu juga Evolusionis lain nya.bahkan yang lebih ekstrim adalah moyang manusia adalah kera air.
Harun yahya dalam menulis buku nya tak salah jika mengitip karya ilmiyah dari barat….itu bahkan menyajikan fakta bahwa evolusi juga di tentang secara ilmiyah di barat sana.banyak orang belajar otodidak dalam biologi,fisika,kimia,seni dll hingga mereka di sebut ahli dalam hal itu.bahkan mereka yang menemukan hal sains  tak tentu juga lulusan universitas…dan jika Harun Yahya salah…bukan berarti seluruh isi buku nya salah….harus memandang dengan adil.sebaik-baik yang salah jika memperbaiki dan menjadi lebih baik lagi esok nya.
23. Gimana kalau gue gak percaya teori evolusi?
Jawab: Suka-suka agan. Sains bukan untuk dipercaya, dan gak ada tuntutan wajib percaya. Tapi untuk menerima atau menolak, mesti paham apa yang diterima atau ditolak, kalau gak ya gak ada nilainya.
Kami sudah paham bahwa teori Evolusi itu Anti Tuhan…..dasar Ateisme…dan banyak menyajikan teori dalam dugaan dan spekulasi…dan kami paham Evolusi sudah menjadi diktator di dunia barat,di mana ilmuan anti evolusi di bungkam.sudah banyak yang kami pahami,hingga kami paham,teori evolusi itu pincang karena tak menjawab semua masalah hidup,seperti dari mana asal kehidupan itu.
24. Kapan teori evolusi jadi hukum evolusi?
Jawab: Gak bakal. Teori ilmiah gak berubah jadi hukum. Hukum adalah gambaran ataupun prediksi dari fenomena yang ada, yang kadang bisa digambarkan dalam bentuk persamaan matematis. Teori adalah penjelasan untuk fenomena tersebut.
Dan penjelasan bidang Teori Evolusi banyak bergelut dalam kemungkinan dan spekulasi.ia bukan sains matematika,eistein berkata bahwa sains selain matematika tak pernah aman dari keruntuhan.dan sekali lagi saya katakan,teori Evolusi itu tidak ilmiyah…..ia hanya ilmiyah sekulit luar saja,pada alat kerja berupa penanggalan Radiometrik,Analisis DNA,dst,namun dalam penafsiran jauh dari ilmiyah,hanya dugaan saja.
25. Gimana dengan Zakir Naik gan?
Jawab: Mengharap apa dari orang yang bilang sapiens (spsies kita) sudah punah 500 ribu tahun silam?
Ini ada tanggapan dari ilmuwan muslim (walo dia aslinya astronom) terhadap Zakir naik
Zakir naik memang orang cerdas…namun orang cerdas tentu ada kesalahan-kesalahan yang tak mungkin seperti malaikat.untuk saat ini Zakir naik mungkin belum ahli dalam teori Evolusi,dan ia bisa dengan mudah membaca semua literatur Evolusi untuk menghindari kesalahan.dan mungkin tak semua peryataan Zakir Naik salah dalam menusuk Evolusi,seperti terlebih lagi Harun yahya.