Ketika debat dengan kaum Evolusionis,kerap mereka menyangkal nenek moyang mereka menurut teori Evolusi bukan kera.tetapi manusia modern  dan simpanse mempunyai nenek moyang bersama( common ancestor ).padahal para dedengkot Evolusi mengatakan manusia modern nenek moyang nya dalah kera.salah satu postingan sok tahu mereka sbb:

http://www.kaskus.co.id/show_post/000000000000000707681401/993

monyet

Mereka menyangkal itu untuk menghindari bully dalam debat kalau mereka itu turunan Kera.

Berikut Pendapat para dedengkot Evolusionis dan penelitian imajinasi liar mereka  tentang nenek moyang manusia modern berasal dari kera:

RICHARD DAWKINZ:NENEK MOYANG MANUSIA 6 JUTA TAHUN LALU KERA KECIL DARI AFRIKA

Kutipan Wikipedia dengan sumber Richard Dawkinz:

https://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Bumi

 

Dawkinz

kera kecil

 

Kera Afrika kecil yang hidup sekitar 6 juta tahun lalu merupakan animalia yang keturunannya meliputi manusia modern dan kerabat terdekat mereka, para simpanse.[92]:100–101 Hanya dua garis keturunan dalam silsilahnya yang memiliki keturunan sintas. Tak lama setelah percabangan keturunan—oleh alasan yang masih belum pasti—para kera pada salah satu cabang mengembangkan kemampuan untuk berjalan dengan dua kaki.[92]:95–99 Ukuran otak bertambah secara cepat, dan pada 2 juta tahun lalu, hewan pertama yang terklasifikasikan dalam genus Homo muncul.[123]:300 Pada sekitar masa yang sama, garis keturunan lainnya bercabang menuju leluhur simpanse dan leluhur bonobo sebagaimana evolusi juga berlanjut serentak pada segala bentuk kehidupan.

Kita bertanya-tanya…..darimana dawkinz tahu kondisi 6 juta tahun lalu hingga bisa berkesimpulan bahwa kera kecil afrika menjadi nenek moyang manusia?.apakah ini bukan sok tahu dan hanya menduga-duga?

SAHELANTROPUS TCHADENSIS ADALAH FOSIL KERA 7 JUTA TAHUN LALU,DI KLAIM NENEK MOYANG TERTUA GENUS HOMO(MANUSIA)

Kutipan wikipedia:

Sahelanthropus tchadensis adalah fosil kera yang hidup sekitar 7 juta tahun yang lalu. Spesies ini kadang-kadang diklaim sebagai nenek moyang tertua genus Homo (manusia)) yang pernah diketahui.(  https://id.wikipedia.org/wiki/Sahelanthropus_tchadensis )

Namun penulis menghapus dari kata spesies hingga kata di ketahui

mereka mungkin malu akan hubungan keturunan manusia modern den gan kera…sayang saya tidak punya screenshoot nya yang menunjuk kan penghilangan itu.setidak nya saya tahu tulisan itu di edit tak lama saya menulis ini dan tak lama saya debat di kaskus tentang hal ini.

Halaman ini terakhir diubah pada 2 Oktober 2015, pukul 04.29.

saya menulis di blog tentang ini 29 september 2015

edit

Tulisan wikipedia itu sangat luas di kutip yang masih menyertakan tulisan utuh tampa mutilasi

2 oktober 2014 kalimat panjang ini di mutilasi penulis untuk menghilang kan jejak turunan manusia dengan kera

Spesies ini kadang-kadang diklaim sebagai nenek moyang tertua genus Homo (manusia)) yang pernah diketahui.((==== kalimat yang di mutlasi penulis wikipedia

PENULIS SCIENCE 27-05-2013:MANUSIA BERASAL DARI KERA

Kutipan Okezone:

http://techno.okezone.com/read/2013/05/27/56/813461/peneliti-ngeyel-manusia-tetap-berasal-dari-kera

CALIFORNIA – Arkeolog berpikir tentang evolusi nenek moyang manusia yang “dipaksa” keluar dari habitatnya di area pepohonan dan berjalan menggunakan dua kaki. Evolusi ini diakibatkan karena perubahan iklim yang mengharuskan makhluk hidup beradaptasi.

Dilansir Science20, Senin (27/5/2013), nenek moyang manusia dianggap berubah dari makhluk hidup yang berjalan dengan empat kaki (mirip primata) menjadi berjalan dengan dua kaki (bipedal).

Penulis jurnal Antiquity mengatakan, nenek moyang manusia yang berjalan tegak berasal dari daratan Afrika Selatan dan Timur. Diyakini nenek moyang manusia ini tinggal di daratan berbatu untuk berburu mangsa.

Mereka membutuhkan adaptasi dan diperlukan tubuh yang lebih tegak untuk berebut atau memanjat. Sehingga, untuk mendukung aktitvitas tersebut, manusia purba perlahan berevolusi dan berjalan dengan dua kaki.

“Penelitian kami menunjukkan bipedalisme yang mungkin dikembangkan sebagai respon terhadap medan,” ungkap Isabelle Winder dari Department of Archaeology. Menurutnya, evolusi ini disebabkan manusia purba memerlukan fisik yang mendukung untuk aktivitas bergerak cepat di atas tanah, keterampilan memanjat serta keseimbangan tubuh.

Peneliti juga menjelaskan bahwa tangan dan lengan manusia purba tegak dibiarkan bebas untuk ketangkasan manual dan penggunaan alat atau perkakas. Ini kemudian mendukung tahapan kunci dalam sejarah evolusi.

“Hipotesis kami menawarkan hal baru, alternatif untuk vegetasi tradisional atau hipotesis perubahan iklim. Ini menjelaskan semua proses kunci dalam evolusi hominin (manusia purba) serta menawarkan skenario yang lebih meyakinkan daripada hipotesis tradisional,” pungkasnya.

Mirip primata lebih di pertegas Dawkinz dengan kera kecil Afrika 6 juta tahun lalu

MANUSIA BERASAL DARI KERA YANG MUNCUL DARI AIR

Kutipan Tempo:

http://tekno.tempo.co/read/news/2013/05/01/061477017/manusia-berasal-dari-kera-yang-muncul-dalam-air

TEMPO.CO , London— Sebuah teori kontroversial tentang evolusi manusia mendapat dukungan baru-baru ini. David Attenborough, pendukung teori kontroversial ini menunjukkan bahwa manusia berasal dari kera yang muncul dari air. Kera tersebut kehilangan bulu mereka, mulai berjalan tegak dan kemudian otak besarnya dapat berkembang.

Teori ini telah muncul 50 tahun yang lalu dan mendapat cemoohan beberapa ilmuwan sejak pertama kali muncul. Kelompok ilmuwan yang meyakini teori ini akan mengadakan konferensi London pada pekan depan.

Teori kera air (aquatic apes) mengatakan bahwa mereka muncul karena nenek moyang kita memutuskan untuk tinggal di dalam atau dekat dengan air selama jutaan tahun. Ahli biologi Inggris, Sir Alister Hardy adalah ilmuwan pertama yang berteori bahwa manusia berasal dari keturunan kera air. Dia menulis bahwa kera turun dari pohon untuk hidup di sungai yang kaya makanan maupun di laut.

Kera-kera ini berevolusi menjadi tegak ketika mereka mencoba untuk menjaga kepala mereka supaya tetap diatas air. Akibatnya, mereka juga akan kehilangan rambut. Mereka menimbun lemak untuk tetap hangat di dalam air.

Rhys Evans, seorang ahli fisiologi kepala dan leher di Royal Marsden hospital, London mengatakan bahwa manusia memiliki sinus yang besar. Ia berpendapat bahwa ruang antara pipi, hidung dan dahi ini bertindak sebagai alat bantu apung yang membantu menjaga kepala di atas air.

Pendukung teori ini juga berpendapat bahwa biokimia otak manusia bisa membantu membuktikan adanya hubungan ini. Docosahexaenoic acid (DHA) atau asam lemak omega-3 yang ditemukan dalam makanan laut dapat meningkatkan pertumbuhan otak pada mamalia

TREE OF LIFE OLEH HAECKEL

Perhatikan gambar ini:

https://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_pemikiran_evolusi

APE adalah kera,jadi menurut Haeckel  nenek moyang manusia sesungguh nya adalah kera.gambar itu dalam wikipedia di beri keterangan sbb:

Pohon kehidupan, seperti yang digambarkan oleh Ernst Haeckel pada buku The Evolution of Man (1879). Gambar tersebut mengilustrasikan pandangan abad ke-19 mengenai evolusi, yakni proses progresif yang akan berujung pada manusia

Haeckel yang menyebarluaskan karya Charles Darwin di Jerman,jadi ia pasti sangat tahu pola fikir Darwin.haeckel ini sesungguh nya penipu ulung.

http://www.hidayatullah.com/iptekes/saintek/read/2009/02/09/459/terbongkarnya-penipuan-profesor-evolusionis-jerman-bagian-3-habis.html

Menjelang akhir abad ke-19, biologiwan Jerman, Ernst Haeckel, menyatakan bahwa tahapan-tahapan yang dialami makhluk hidup selama perkembangan embrio mereka mengulangi sejarah evolusi kehidupan yang direka-reka itu. Kata Haeckel, embrio manusia mengalami tahapan runut yang melewati bentuk ikan, reptil dan manusia. Ia berusaha membuktikan pernyataannya dengan lukisan-lukisan yang dibuatnya sendiri. Namun ketidakabsahan lukisannya terbongkar di zaman itu juga. Selain itu, Haeckel telah sengaja menyelewengkan lukisan-lukisan itu untuk dicocok-cocokkan dengan pernyatannya.Tapi alih-alih membongkar kepalsuan dan mengubur konsep keliru Haeckel itu untuk selamanya, ilmuwan evolusionis malah menampilkan lukisan memalukan buatan Haeckel itu sebagai fakta ilmiah. Mereka menyalin ulang gambar-gambar hasil rekayasa Haeckel yang tidak ilmiah itu dan mencantumkannya dalam buku-buku pelajaran selama lebih dari seratus tahun

13 JUTA TAHUN LALU MANUSIA DAN SIMPANSE MASIH MENJADI KERA

http://www.merdeka.com/teknologi/bukti-ini-semakin-menunjukkan-jika-manusia-berasal-dari-kera.html

Merdeka.com – Sebagian penelitian menunjukkan bukti jika manusia berasal dari kera, tetapi sebagian menunjukkan sebaliknya. Lalu mana yang benar?

Setelah sebelumnya para ilmuwan menganggap manusia dan kerabat terdekatnya, simpanse, terpisah dari nenek moyang yang sama 7 juta tahun yang lalu, sebuah penelitian baru menyatakan jika manusia dan simpanse masih menjadi ‘kera’ yang sama sampai sekitar 13 juta tahun yang lalu, Daily Mail (19/6).

Setelah jangka waktu tersebut, gen manusia dan kera mulai memisahkan diri hingga membuat keduanya benar-benar berbeda seperti saat ini. Bahkan meskipun sudah terlihat berbeda, ternyata manusia dan simpanse memiliki kesamaan DNA hingga 99 persen.

Perbedaan evolusi yang ada pada kedua spesies diyakini disebabkan oleh pewarisan gen mutan oleh pejantan simpanse sejak belasan juta tahun yang lalu. Pejantan simpanse memang lebih aktif melakukan reproduksi sehingga meningkatkan resiko mutasi atau perubahan gen yang salah.

Proses mutasi manusia sendiri lebih rendah 2 kali lipat dibanding mutasi gen simpanse. Menurut tim peneliti dari Oxford, Inggris, riset yang mereka lakukan menyimpulkan jika nenek moyang dari manusia dan simpanse mengalami perubahan gen hingga 0,1 persen tiap satu miliar tahunnya hingga membutuhkan waktu 12 sampai 13 juta tahun hingga manusia dan simpanse bisa berbeda seperti saat ini.

Kemiripan gen antara manusia dan simpanse juga dianggap sebagai alasan mengapa penyakit berbahaya seperti herpes yang dulunya hanya terdapat pada simpanse bisa menyebar ke manusia, sekitar 200 ribu tahun yang lalu.

Bahkan lebih edan lagi imajinasi kaum Evolusionis bahwa manusia nenek moyang nya dalah ikan purba:

http://dunia.news.viva.co.id/news/read/152745-nenek_moyang_manusia_adalah_ikan_

VIVAnews – Hasil penelitian yang dipublikasikan jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences, 17 Mei 2010 lalu menguak fakta mengejutkan soal asal-usul manusia.

Studi terbaru menyebutkan manusia harus ‘berterimakasih’ pada nenek moyangnya, ikan prasejarah, yang membuka jalan evolusi manusia.

Dijelaskan, sekitar 360 juta tahun lalu, terjadi peristiwa kepunahan massal hingga memutar ulang kehidupan di Bumi. Peristiwa itu melontarkan vertebrata — mahluk bertulang belakang– dari air ke tanah, termasuk ikan-ikan purba. Spesies yang beruntung selamat dari tahapan ini menjadi pioner menuju tahapan evolusi vertebrata modern.

“Peristiwa itu berakibat pada semua mahluk hidup, kemusnahan terjadi secara global,” kata pimpinan riset, Lauren Sallan dari Universitas Chicago, seperti dimuat laman Live Science, 20 Mei 2010.

“Ini memutar ulang keanekaragaman hayati vertebrata di semua lingkungan tanpa kecuali, baik di air tawar maupun lautan —  menciptakan dunia yang sama sekali berbeda.”

Kepunahan terjadi di masa-masa menuju berakhirnya Zaman Ikan, atau yang dikenal dengan Periode Devonian,  416 hingga 359 juta tahun lalu.

Ikan purba bercangkang yang disebut placoderma dan ikan bersirip cuping (lobe-finned fishes) dari jaman prasejarah — yang mirip ikan lungfish modern — mendominasi biota air.

Sementara, ikan yang siripnya bersinar (ray-finned fishes), hiu, dan tetrapoda, hewan vertebrata yang memiliki empat kaki, jadi minoritas.

Namun, di antara Periode Devonian yang diikuti Periode Carboniferous, placoderma punah, pupulasi ikan yang siripnya bersinar menggantikan dominasi  ikan bersirip cuping — pergeseran demografik ini berlanjut hingga hari ini.  “Ada semacam insiden di akhir masa Devonian,” kata anggota peneliti, Michaels Coates dari Universitas Chicago.

“Sesuatu terjadi yang nyaris menyapu bersih segalanya, dan yang selamat melewatinya menciptakan sesuatu yang spektakuler.”

Para peneliti menganalisa fosil vertebrata yang menunjukan perubahan penting dalam keanekaragaman hayati terkait dengan kepunahan Hangenberg.

Hangenberg terjadi 15 juta tahun setelah kepunahan terjadi — atau di akhir masa Devonian Kellwaser, yang dianggap satu dari lima kepunahan terbesar dalam sejarah Bumi. Ilmuwan menyimpulkan bahwa peristiwa itu bertanggung jawab melontarkan hewan-hewan laut ke tanah.

Sebelum masa punah, ikan seperti Tiktaalik dan mahluk tetrapoda purba seperti Ichthyostega membuat langkah pertama eksistensi mereka di darat.

Namun, setelah masa kepunahan itu, sebuat fosil panjang yang dikenal sebagai ‘Romer’s Gap’ menyapu habis tetrapoda , sebuah teka teki yang memusingkan para palaeontogis selama bertahun-tahun.

Gap selama 15 juta tahun adalah periode ‘mabuk’ setelah peristiwa traumatik, Hangenberg. Ketika akhirnya tetrapoda yang pulih, mereka yang selamat diduga menjadi nenek moyang mayoritas mahluk vertebrata yang ada saat ini, termasuk manusia.

hal serupa nampak dari tulisan Wikipedia:

https://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Bumi#Evolusi_tetrapoda

Pada akhir periode Ordovisium, 443 juta tahun yang lalu,[3] terjadi lagi kepunahan masal, mungkin disebabkan oleh zaman es.[115] Sekitar 380–375 juta tahun yang lalu, tetrapoda pertama berevolusi dari ikan.[127] Diperkirakan bahwa sirip berevolusi menjadi anggota badan yang memungkinkan tetrapoda pertama yang mengangkat kepala mereka keluar dari air untuk menghirup udara. Hal ini memungkinkan mereka untuk hidup di air yang miskin oksigen atau mengejar mangsa kecil di perairan dangkal.[127] Kemudian mereka berkelana di darat untuk waktu yang singkat. Beberapa dari mereka dapat beradaptasi dengan keadaan di darat dan menghabiskan hidup mereka di darat saat dewasa, meskipun mereka menetas di dalam air dan kembali untuk bertelur. Inilah asal mula amfibi. Sekitar 365 juta tahun yang lalu, periode kepunahan massal lainnya terjadi, yang kemungkinan disebabkan oleh pendinginan global.[128] Tanaman berevolusi dengan menghasilkan biji, yang secara dramatis mempercepat penyebaran mereka di darat, pada sekitar waktu ini (kira-kira 360 juta tahun yang lalu)

Teori gila yang di jadikan sains….seharus nya menjadi Pseudo ilmiyah atau fiksi ilmiyah.