papirus

Pos kali ini saya membuat kategori baru yakni:Injil di tulis para Rasul?…menurut keyakinan kristen bahwa 3 injil adalah kesaksian para Rasul yesus.yakni misal nya Injil Markus adalah kesaksian Petrus….di mana di yakini markus sebagai juru tulis petrus.Injil Matius di tulis rasul matius dan injil Yohanes di tulis Rasul Yohanes bin zebedeus.keyakinan ini berdasar spekulasi para Bapa gereja dari abad ke 2 Masehi seperti Papias dan Iranaeus.apakah klaim ini benar?mari kita lihat dalam injil sendiri

Jika injil Markus,matius dan yohanes dari kesaksian para Rasul….seharus nya mereka bekerja selaras dalam semua kesaksian.Dalam injil Matius ada cerita masa bayi yesus dengan para Majus.dengan cerita yang sangat bombastis untuk menunjuk kan kehebatan yesus dari segi kelahiran.kristen yang menerima begitu saja 5 injil di tulis berdasar kesaksian para Rasul pasti tampa ragu berkata bahwa cerita majus itu adalah cerita dari Rasul Matius.tampa berfikir kritis dari mana Matius mendapat informasi kisah itu mengingat matius waktu itu belum lahir.jika pun sudah lahir pasti nya masih anak ingusan.

(3) Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem.(4) Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan.(5) Mereka berkata kepadanya: “Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi:(6) Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel(Matius 2:3-6)

Matius belum lahir saat itu,jika pun sudah lahir,matius tentu masih anak bayi.dari mana matius mendapat informasi rapat herodes dengan imam-imam kepala serta ahli taurat,hingga tahu detail percakapan saat rapat itu?tak ada bukti wawancara matius dengan saksi-saksi di istana herodes.dari mana matius tahu informasi ini?sungguh tak jelas jalan periwayatan cerita matius ini.para ahli hadist islam dengan sangat mudah mengatakan cerita ini tak ada sumber asal berita nya.jadi di hukumi sebagai cerita palsu.apalagi narasi ini tak pernah di perkuat dan di cerita kan oleh Markus,lukas dan yohanes.hal yang masuk akal adalah,cerita para majus dan bintang ini adalah Hoax sejarah dalam injil.ke palsuan cerita ini makin nyata tak ada satu pun saksi sejarah dan astronomis yang melaporkan ada nya bintang bergerak berhari-hari dari timur ke barat lalu berhenti di daerah palestina,tempat bayi yesus berada.

 

“Tradisi-tradisi kuno menganggap bahwa Injil ini berasal dari Rasul Matius, tetapi para ilmuawan sekarang menolak pendapat ini. Pengarangnya secara tepat masih dapat diberi nama Matius. Matius menyontek Injil Markus secara bebas. Padahal ketika Yesus mengajar, Markus adalah anak yg masih ingusan yg belum pernah bertemu Yesus.” (J.B.Philips, The Gospels Translated into Modern English)

 

“Menurut pendapat kita, pengarang Injil Matius bukannya seorang dari kedua-belas Rasul, melainkan seorang Kristen berbangsa Yahudi yg tidak dikenal.” (K.Riedel, Tafsiran Injil Matius)

 

Aneh nya cerita para Majus ini tak di ceritakan Markus dan Yohanes.jika benar Markus kesaksian petrus dan injil yohanes di tulis Rasul Yohanes maka tentu petrus dan yohanes tak akan melupakan cerita teramat penting ini dalam kesaksian injil-injil mereka.

PETRUS YANG KATA NYA VIA MARKUS

Injil Markus menurut perkiraan di tulis markus juru tulis petrus.menurut penelitian injil markus adalah injil pertama yang di tulis.jika cerita Yesus dan para majus itu benar ada tentu petrus akan memberi tahukan kepada markus untuk menulis kan nya ke dalam injil nya.mustahil petrus melewat kan cerita yang maha penting ini dan sangat vital tentang perkabaran tentang yesus.aneh nya petrus melewat kan hal ini dan tak menceritakan nya.cerita ini baru ada ketika injil matius di tulis.atau mungkin bahkan baru di tambah kan pada abad ke 2 masehi.Lembaga Biblika Indonesia mengakui bahwa sampai saat ini penulis Injil Markus masih belum jelas, meski diduga bahwa penulisnya adalah bukan Yesus dan bukan pula murid Yesus, melainkan orang lain yg diduga sebagai murid Petrus. Injil Markus ditulis sekitar 65 M atau 70 M.

INJIL YOHANES YANG KATA NYA DI TULIS YOHANES BIN ZEBEDEUS

Aneh nya Yohanes hawari tidak menulis cerita Yesus dengan para majus yang sangat penting itu untuk pengkabaran tentang yesus.apakah yohanes hawari tidak mengetahui cerita ini?mustahil Jika penulis injil Yohanes merupakan Rasul yohanes akan melewat kan cerita sangat penting ini dalam injil nya.pasti ia akan menulis kan nya untuk pengetahuan pada jemaat nya yang ada di wilayah nya yang konon kata nya di Asia kecil.Yohanes hawari ini mengikuti yesus dan kenal dengan Matius,mustahil mereka tak saling menukar informasi atau tak mendapat informasi ini.

KESIMPULAN

Dari penjabaran di atas maka mustahil Injil Markus,matius dan yohanes di tulis oleh para rasul yesus.jika injil-injil itu di tulis para rasul yesus tentu mereka selaras dan kompak dari segi kesaksian.dan tak ada cerita maha penting yang terlewat.tapi nyata nya markus dan yohanes tak tahu menahu tentang cerita Matius.maka dapat kita simpul kan bahwa injil Markus,matius dan yohanes BUKAN DI TULIS PARA RASUL YESUS,tetapi di tulis orang-orang misterius yang kelak pada abad kedua bapa-bapa gereja menduga nya bahwa injil-injil ini tulisan para rasul yesus.ketiga injil itu adalah produksi pada abad ke 1 masehi pasca kepergian yesus.bahkan setelah kematian konon Petrus dan yohanes.

Prof. Sanders dalam bukunya yang sama halaman 63-64:

 

“We do not know who wrote the gospels…. Present evidence indicates that the gospels remained unfitted until the second half of the second century. I have summarized this evidence elsewhere…The gospels as we have them were quoted in the first half of the second century, but always anonimously. . Names suddenly appear about the year 180.”

 

(Kita tidak tahu siapa yang menulis Injil-injil….. Bukti- bukti yang ada menunjukkan bahwa Injil-injil tetap tidak memiliki nama sampai pada tahun 150an. Saya telah memeriksa bukti-buktinya di mana-mana. Injil-injil sebagaimana yang kita miliki telah dikutip sebelum tahun 150an, tetapi tanpa nama… Nama-nama penulis tiba-tiba muncul sekitar tahun 180)

pada bada ke 1 masehi banyak orang-orang berlomba-lomba menulis hal-hal tentang yesus.hingga muncul ratusan injil-injil.di antara yang di tulis orang-orang misterius adalah ke tiga injil yang kelak di aku-aku sebagai kesaksian dari rasul petrus,matius dan yohanes.tapi sayang klaim itu sekarang pada zaman modern ini ketahuan bohong nya atau salah nya,salah satu alat pembukti nya adalah cerita majus di atas.para menulis meramu cerita nya dengan sumber2 asli dari yesus(sudah hilang dan menguap),tambahan-tambahn sesuai selera dan penulis menjiplak tulisan sebelum nya dengan menambah kan cerita rekaan nya sendiri dan juga mungkin kabar-kabar burung

Jelas markus,matius dan yohanes bekerja sendiri-sendiri dalam mengarang injil mereka.Matius menambah cerita rekaan tentang yesus dan para majus untuk menunjuk kan kehebatan sang yesus.dan yohanes menulis banyak cerita yang tak terdapat dalam Markus dan matius,cerita yang asing di mata Markus dan matius.jadi kesimpulan nya 3 injil itu bukan di tulis para Rasul yesus,tetapi para orang misterius yang bekerja masing-masing dengan kepentingan nya dan dengan cerita-cerita tambahan rekaan mereka sendiri,tampa melupakan memasuk kan pula sabda-sabda yesus yang asli nya.

Professor Alvar Ellegard, dari University of Guteborg, Sweden dalam bukunya Jesus, One Hundred Years before Christ, halaman 188:

 

“Thus we can only conclude that ascribing the authorship of the Gospels to a certain of Jesus’ disciples was a step taken towards the mid- second century AD by member of the Church who, like Papias and Justin, were eager to find – or indeed fabricated -support for the view that the Gospels they chose to accept as canonical were the memories of Jesus’ contemporaries”

 

(Dengan demikian kita hanya dapat menyimpulkan bahwa dengan mencatut nama- nama murid-murid Yesus sebagai penulis Injil-injil adalah suatu langkah yang diambil menjelang tahun 150an oleh para pemimpin Gereja yang, seperti Papias dan Justin, sangat bersemangat untuk memperoleh – atau benar- benar memalsukan – dukungan agar orang berpendapat bahwa Injil-injil yang mereka pilih sebagai kitab suci tersebut adalah tulisan mereka yang sezaman dengan Yesus)