Gambar muka, Kitab Wahyu, Alkitab San Paolo fuori le Mura , abad ke-9.

Gambar muka, Kitab Wahyu, Alkitab San Paolo fuori le Mura , abad ke-9.ME

Pada kesempatan tulisan kali ini saya hendak menulis tentang wahyu kepada yohanes soal siapa penulis nya,masa penulisan nya dan lain nya secara ringkas dari wikipedia indonesia dan inggris.hingga kita beroleh gambaran terbentuk nya kitab wahyu.

KITAB  INI DI TUJUKAN SEBAGAI PENGAJARAN KEPADA BANGSA YAHUDI

https://id.wikipedia.org/wiki/Wahyu_kepada_Yohanes

Kitab ini juga merupakan sebuah kitab Kristen yang berisikan penglihatan, lambang, tanda, bilangan, serta hal-hal yang berkaitan dengan pengajaran Tuhan kepada bangsa Yahudi( Peter Wongso. 1999. Eksposisi Doktrin Alkitab: Kitab Wahyu. Malang: Seminari Alkitab Asia Tenggara. Hlm. 1.)

 

KITAB WAHYU KITAB YANG SULIT DI PAHAMI HINGGA MENIMBULKAN BANYAK PENAFSIRAN

Selain itu, Kitab Wahyu merupakan salah satu kitab yang sulit dipahami dalam Alkitab sehingga menimbulkan banyak penafsiran atasnya.( Bambang Subandrijo. 2010. Menyingkap Pesan-pesan Perjanjian Baru 2. Bandung: Bina Media Informasi. Hlm. 135-150.)

PEMAHAMAN ORANG-ORANG KRISTEN PADA KITAB WAHYU PADA ABAD KE 2 MASEHI ADALAH TENTANG AKHIR ZAMAN

Pada abad 2 Masehi, orang Kristen memiliki pemahaman bahwa kitab Wahyu adalah kode simbolis yang meramalkan orang-orang atau peristiwa-peristiwa tertentu yang mengantar pada akhir zaman( Dianne Bergant & Robert J. Karris (eds). 2002. Tafsir Alkitab Perjanjian Baru. Yogyakarta: Kanisius. 477.)

Pada saat itu, sekelompok kaum Montanis pergi ke padang gurun Frigia untuk menyaksikan Yerusalem surgawi turun dari langit, namun mereka semua kecewa dengan penantian mereka( Metzger, Bruce M., Breaking the code. Understanding the Book of Revelation. Nashville, Abingdon Press. 1993.)

firgia

Tentang yerusalem baru tertulis:

(12) Barangsiapa menang, ia akan Kujadikan sokoguru di dalam Bait Suci Allah-Ku, dan ia tidak akan keluar lagi dari situ; dan padanya akan Kutuliskan nama Allah-Ku, nama kota Allah-Ku, yaitu Yerusalem baru, yang turun dari sorga dari Allah-Ku, dan nama-Ku yang baru.(Wahyu 3:12)

(1) Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan lautpun tidak ada lagi.(2) Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya.(3) Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: “Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka.(4) Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.”(5) Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: “Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!” Dan firman-Nya: “Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar.”(6) Firman-Nya lagi kepadaku: “Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan.(7) Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku.(8) Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua.”(9) Maka datanglah seorang dari ketujuh malaikat yang memegang ketujuh cawan, yang penuh dengan ketujuh malapetaka terakhir itu, lalu ia berkata kepadaku, katanya: “Marilah ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan, mempelai Anak Domba.”(10) Lalu, di dalam roh ia membawa aku ke atas sebuah gunung yang besar lagi tinggi dan ia menunjukkan kepadaku kota yang kudus itu, Yerusalem, turun dari sorga, dari Allah.(11) Kota itu penuh dengan kemuliaan Allah dan cahayanya sama seperti permata yang paling indah, bagaikan permata yaspis, jernih seperti kristal.(12) Dan temboknya besar lagi tinggi dan pintu gerbangnya dua belas buah; dan di atas pintu-pintu gerbang itu ada dua belas malaikat dan di atasnya tertulis nama kedua belas suku Israel.(13) Di sebelah timur terdapat tiga pintu gerbang dan di sebelah utara tiga pintu gerbang dan di sebelah selatan tiga pintu gerbang dan di sebelah barat tiga pintu gerbang.(14) Dan tembok kota itu mempunyai dua belas batu dasar dan di atasnya tertulis kedua belas nama kedua belas rasul Anak Domba itu.(15) Dan ia, yang berkata-kata dengan aku, mempunyai suatu tongkat pengukur dari emas untuk mengukur kota itu serta pintu-pintu gerbangnya dan temboknya.(16) Kota itu bentuknya empat persegi, panjangnya sama dengan lebarnya. Dan ia mengukur kota itu dengan tongkat itu: dua belas ribu stadia; panjangnya dan lebarnya dan tingginya sama.(17) Lalu ia mengukur temboknya: seratus empat puluh empat hasta, menurut ukuran manusia, yang adalah juga ukuran malaikat.(18) Tembok itu terbuat dari permata yaspis; dan kota itu sendiri dari emas tulen, bagaikan kaca murni.(19) Dan dasar-dasar tembok kota itu dihiasi dengan segala jenis permata. Dasar yang pertama batu yaspis, dasar yang kedua batu nilam, dasar yang ketiga batu mirah, dasar yang keempat batu zamrud,(20) dasar yang kelima batu unam, dasar yang keenam batu sardis, dasar yang ketujuh batu ratna cempaka, yang kedelapan batu beril, yang kesembilan batu krisolit, yang kesepuluh batu krisopras, yang kesebelas batu lazuardi dan yang kedua belas batu kecubung.(21) Dan kedua belas pintu gerbang itu adalah dua belas mutiara: setiap pintu gerbang terdiri dari satu mutiara dan jalan-jalan kota itu dari emas murni bagaikan kaca bening.(22) Dan aku tidak melihat Bait Suci di dalamnya; sebab Allah, Tuhan Yang Mahakuasa, adalah Bait Sucinya, demikian juga Anak Domba itu.(23) Dan kota itu tidak memerlukan matahari dan bulan untuk menyinarinya, sebab kemuliaan Allah meneranginya dan Anak Domba itu adalah lampunya.(24) Dan bangsa-bangsa akan berjalan di dalam cahayanya dan raja-raja di bumi membawa kekayaan mereka kepadanya;(25) dan pintu-pintu gerbangnya tidak akan ditutup pada siang hari, sebab malam tidak akan ada lagi di sana;(26) dan kekayaan dan hormat bangsa-bangsa akan dibawa kepadanya.(27) Tetapi tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian atau dusta, tetapi hanya mereka yang namanya tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba itu.(Wahyu 21:1-27)

Montanisme di dirikan oleh Montanus pada abad ke 2 masehi.Gerakan Montanisme sendiri timbul sekitar tahun 170-an ketika Montanus dan dua orang perempuan, yakni Priskilla dan Maximilla, mulai bernubuat di Frigia.Mereka mengajarkan bahwa dunia akan segera kiamat, dan untuk menyongsong itu orang harus hidup sederhana, tidak menikah, berpuasa lebih lama, dan tidak boleh menghindari mati syahid. Itulah sebabnya banyak pengikut Montanus yang dengan rela menyerahkan dirinya untuk mati syahid. Montanus mendapat penolakan yang besar dari Gereja Katolik.Namun, tokoh besar, Tertullianus bersimpati dengan Montanisme dan membela mereka.Montanus juga memperoleh banyak pengikut di Afrika Utara dan Asia KPada tahun 200, ajaran Montanus dikutuk.ahirnya meninggal dengan cara gantung diri pada tahun 195.

Ia menubuatkan bahwa akhir zaman akan segera tiba dan Yerusalem baru akan dibangun di Pepuza, sebuah desa di Frigia, Asia kecil.( https://id.wikipedia.org/wiki/Montanus )

Kitab wahyu di tulis orang yang tidak di kenal dan jati diri nya masih dalam rabaan.tetapi kitab itu telah mempengaruhi paham orang kristen di abad ke 2 masehi,dengan pemahaman sesat.

PENULIS KITAB MENGAKU BERNAMA YOHANES

Penulis kitab ini menyebut nama Yohanes sebagai “saudara dan sekutumu dalam kesusahan, dalam Kerajaan dan dalam ketekunan menantikan Yesus, berada di pulau yang bernama Patmos oleh karena firman Allah dan kesaksian yang diberikan oleh Yesus(Wahyu 1:1-4,22:4,1:9)

Yohanes yang mana hal ini masih menjadi misteri dan bahan perdebatan.

SIAPA PENULIS KITAB WAHYU MASIH MENJADI BAHAN PERDEBATAN

https://en.wikipedia.org/wiki/Book_of_Revelation

Sejumlah pakar menganggap penulisnya adalah rasul Yohanes bin Zebedeus.Hal ini juga didukung oleh pendapat Yustinus Martir yang tertulis dalam Dialog dengan Trypho pada tahun 135 ( C. Groenen. 1984. Pengantar ke Dalam Perjanjian Baru. Yogyakarta: Kanisius. Hlm.394-398,Dave Hagelberg. 1997. Tafsiran Kitab Wahyu. Yogyakarta: Yayasan Andi. Hlm.1)

Yustinus martir hidup tahun 103-165.lahir di samaria tahun 95.namun kita bertanya-tanya…dari mana Yustinus martir tahu kitab itu karya Yohanes bin zebedeus?.ucapan ini hanya rabaan justinus martir saja.nyata nya kita kutip wikipedia inggris,penulis kitab itu masih menjadi bahan perdebatan.

The author names himself in the text as “John”, but his precise identity remains a point of academic debate. Evidence for identifying the author as John the Apostle comes from second-century writers such as Justin Martyr, Irenaeus, Melito the bishop of Sardis, and Clement of Alexandria and the Muratorian fragment. Other scholars oppose this view, proposing that nothing can be known about the author except that he was a Christian prophet

ARTI NYA:

Nama-nama dirinya dalam teks sebagai “John”, tapi identitas tepat nya penulis tetap menjadi titik perdebatan akademis. Bukti untuk mengidentifikasi penulis sebagai Rasul Yohanes berasal dari penulis abad kedua seperti Justin Martyr , Irenaeus , Melito uskup Sardis, dan Clement dari Alexandria dan fragmen Muratori( Carson, Don (2005). Pengantar Perjanjian Baru (2nd ed.). Grand Rapids, Michigan: Zondervan) . ulama lainnya menentang pandangan ini,(  Collins 1984 , p. 28.) mengusulkan tidak ada yang bisa diketahui tentang penulis kecuali bahwa dia adalah seorang Kristen nabi.

The title is taken from the first word of the book in Koine Greek: ἀποκάλυψις apokalypsis, meaning “unveiling” or “revelation”. The author names himself as “John”, but it is extremely unlikely that the author of Revelation was also the author of the Gospel of John. Some of the evidence for this was set out as early as the second half of the 3rd century by Dionysius, archbishop of Alexandria, who noted that the gospel and the epistles attributed to John, unlike Revelation, do not name their author, and that the Greek of the gospel is correct and elegant while that of Revelation is neither; later scholars noticed that the two books also have radical differences in theological perspective. Tradition links him to John the Apostle, but it is unlikely that the apostle could have lived into the most likely time for the book’s composition, the reign of Domitian, and the author never states that he knew Jesus. All that is known is that this John was a Jewish Christian prophet, probably belonging to a group of such prophets, and was accepted as such by the congregations to whom he addresses his letter. His precise identity remains unknown, and modern scholarship commonly refers to him as John of Patmos.

ARTI NYA:

Judul ini diambil dari kata pertama dari buku di Koine Yunani : apokalypsis ἀποκάλυψις, yang berarti “penyingkapan” atau “wahyu”. Nama-nama dirinya sebagai “John” penulis, tapi sangat tidak mungkin bahwa penulis Wahyu juga penulis Injil Yohanes . Beberapa bukti ini ditetapkan pada awal paruh kedua abad ke-3 oleh Dionysius, uskup agung Alexandria, yang mencatat bahwa Injil dan surat-surat dikaitkan dengan John, tidak seperti Wahyu, tidak menyebutkan nama penulisnya mereka, dan bahwa Yunani Injil adalah benar dan elegan sedangkan Wahyu yang tidak; ulama kemudian melihat bahwa dua buku juga memiliki perbedaan radikal dalam perspektif teologis.  Tradisi menghubungkannya dengan Rasul Yohanes , tetapi tidak mungkin bahwa rasul bisa hidup dalam waktu yang paling mungkin untuk komposisi buku, pemerintahan Domitianus , dan penulis pernah menyatakan bahwa ia mengenal Yesus.  Semua yang diketahui adalah bahwa John ini adalah Kristen Yahudi nabi, mungkin milik sekelompok nabi tersebut, dan diterima seperti itu oleh jemaat kepada siapa dia alamat nya surat.  identitas yang tepat Nya masih belum diketahui,  dan modern scholarship umumnya merujuk kepadanya sebagai John Patmos .

Jadi penulis kitab wahyu masih dalam bahan perdebatan.

MASA PENULISAN KITAB WAHYU

The bulk of traditional sources date the book to the reign of the emperor Domitian (AD 81-96), and the external and internal evidence tends to confirm this

Early Church tradition dates the book to end of the emperor Domitian (reigned AD 81-96), and most modern scholars agree, although the author may have written a first version under Vespasian (AD 69-79) and updated it under Domitian. The beast with seven heads and the number 666 seem to allude directly to the emperor Nero, but this does not require that Revelation was written in the 60s, as there was a widespread belief in later decades that Nero would return

ARTINYA

Sebagian besar sumber tradisional tanggal buku untuk pemerintahan kaisar Domitianus (81-96 AD), dan bukti eksternal dan internal cenderung untuk mengkonfirmasi ini

Tradisi Gereja awal tanggal buku untuk mengakhiri kaisar Domitianus (memerintah AD 81-96), dan kebanyakan sarjana modern setuju, meskipun penulis mungkin telah menulis versi pertama di bawah Vespasianus (AD 69-79) dan diperbarui di bawah Domitianus.  Binatang dengan tujuh kepala dan angka 666 tampaknya menyinggung langsung kepada kaisar Nero , tapi ini tidak memerlukan Wahyu yang ditulis di tahun 60an, karena ada keyakinan luas dalam beberapa dekade kemudian bahwa Nero akan kembali.

Masa Kaisar Domitianus tertulis sbb:

Setelah kekaisaran Romawi mengalahkan kerajaan Yunani/Greece pada tahun 168 sebelum masehi, maka pemerintah mengharuskan rakyat menyembah dewi Roma. Namun, dewi ini tidak memiliki wujud dan terdapat sebuah pemikiran apabila dewi ini nantinya akan disembah maka akan sulit untuk mendapat dukungan dari berbagai suku bangsa yang berbeda. Oleh karena hal inilah, maka kekaisaran Romawi mulai memberlakukan pemujaan terhadap kaisar. Pada saat itu kaisar Nerolah yang memimpin bangsa Romawi. Ia melakukan kekerasan dan penganiayaan pada orang Kristen hingga akhirnya pada tahun 64 Nero membakar kota Roma dan orang Kristen dijadikan kambing hitam atas kebakaran tersebut.

Pada masa pemerintahan Domitian, kaisar dengan giat melaksanakan pendewaan atas dirinya sendiri.Ia menyebut dirinya sebagai allah, bagi siapa saja yang tidak setia kepada dia akan dinyatakan menghujat allah serta dinilai sebagai penghianat kerajaan. Ia juga membuat peraturan di dalam kerajaan, salah satunya adalah setiap pembesar kerajaan yang ingin berbicara dengannya atau datang memberikan laporan kepadanya haruslah menyapanya dengan Tuhan.

Setelah kuasa politik pemerintahan kekaisaran Romawi stabil, misalnya sistem transportasi yang maju, jaminan keamanan bagi masyarakat, serta jaminan keamanan perdagangan, maka tercetuslah sebuah istilah dalam sejarah politik Romawi yaitu Pax Romana. Pax Romana merupakan sebuah istilah yang dipakai oleh rakyat untuk mengucapkan tanda terimakasih pada kaisar. Setiap tahun juga telah ditetapkan bahwa rakyat wajib untuk membakar kemenyan untuk menyembah kaisar dalam kuil. Orang-orang Kristen yang hidup pada masa ini mengalami tekanan dari para pembesar pemerintah. Namun, demi iman kepercayaan mereka yang terus mereka pertahankan mereka rela untuk dianiaya dan dibunuh. Hal ini menyebabkan banyak orang Kristen yang menjadi martir.

KANONISASI KITAB WAHYU

Revelation was the last book to be accepted into the Christian biblical canon, and even at the present day some Nestorian churches reject it.It was tainted because the heretical sect of the Montanists relied on it and doubts were raised over its Jewishness and authorship. It was not included in the canon until 419.

Doubts resurfaced during the Protestant Reformation. Martin Luther called it “neither apostolic nor prophetic” and it was the only New Testament book on which John Calvin did not write a commentary. Even today, it is the only New Testament work not read in the Divine Liturgy of the Eastern Orthodox Church, though it is included in Catholic and Protestant liturgies.

ARTI NYA

Wahyu adalah buku terakhir yang diterima dalam Alkitab kanon Kristen , dan bahkan pada hari ini beberapa Nestorian gereja menolaknya.  Hal itu tercemar karena sekte sesat dari Montanis mengandalkan itu  dan keraguan dibesarkan lebih Yahudi dan kepenulisan.  Ini tidak termasuk dalam kanon hingga 419.

Keraguan muncul kembali selama Reformasi Protestan . Martin Luther menyebutnya “tidak apostolik atau kenabian” dan itu adalah kitab Perjanjian Baru hanya yang John Calvin tidak menulis sebuah komentar.Bahkan saat ini, itu adalah satu-satunya Perjanjian Baru bekerja tidak membaca dalam Liturgi Suci dari Gereja Ortodoks Timur , meskipun termasuk dalam Katolik dan Protestan liturgi.

TEKS DAN MANUSKRIP KITAB WAHYU

There are approximately 230 Greek manuscripts of Revelation. The major manuscripts are the Codex Sinaiticus (4th century), Codex Alexandrinus (5th century), and Codex Ephraemi Rescriptus (5th century). In addition, there are numerous papyri, especially that of p47 (3rd century); the minuscules (8th to 10th century), plus fragmentary quotations in the Church fathers of the 2nd to 5th centuries and the 6th century Greek commentary on Revelation by Andreas.

ARTI NYA

Ada sekitar 230 manuskrip Yunani Wahyu. Manuskrip utama adalah Codex Sinaiticus (abad ke-4), Codex Alexandrinus (abad ke-5), dan Codex Ephraemi Rescriptus (abad ke-5). Selain itu, ada banyak papirus , terutama yang dari p 47 (abad ke-3); yang minuscules (8 ke abad ke-10), ditambah kutipan fragmentaris dalam Bapa Gereja-2 sampai abad ke-5 dan ke-6 abad Yunani komentar tentang Wahyu oleh Andreas

KITAB WAHYU SESUNGGUH NYA

kitab wahyu di ragukan`hingga tahun 363m.dan di nisbatkan kepada rasul yohanes tampa bukti dan argumen.wahyu kepada yohanes di tolak gereja2 arab dan syiria.menurut roger,beberapa pendeta protestan menganggap dusta kitab kesaksian.menyrut lord dalam tafsirnya volum 4 menyebutkan sikap gereja yurusalem menolak kitab kesaksian di masukkan dalam ensiklopedia undang-undang yang di terbitkan gereja.wahyu kepada yohanes tak terdapat dalam terjemahan syiria klassik.dalam buku harlord cetakan 1844 volume 7 di sebutkan,rus menulis dalam bukunya bahwa mayoriti komentator injil protestan menolak kitab kesaksian sebagai yang harus di terima.mereka mempunyai argumen2 bahwa kitab ini di tulis lebih satu orang.KESAKSIAN YANG PALING TELAK KESAKSIAN SEJAHRAWAN GEREJA,EUSEBIUS KAESAREA.yang hidup sekitar 300 tahun setelah yesus.menurut buku eusebius volume 7 bab 25,mengutip kata2 Dionysius,bahwa sebagian pendahulu kristen menolak kitab kesaksian sebagai kitab suci.penisbatan kepada yohanes merupakan kekeliruan fatal.pengarang kitab itu bukan 12 rasul atau seorang salih,tpi seorang kafir dan mulhid yang menisbatkan karangannya kepada yohanes.meskipun demikian ,dionysius mengaku tak dapat menghilangkan kitab itu dari dftar kitab suci.lantaran banyak penganut kristen pada jamannya mengagung agungkan kitab itu.EUSEBIUS SENDIRI PERTAMA MENYANGKA kitab itu karangan orang yang beroleh ilham.nyatanya bukan.demikianlah kesaksian tokoh2 gereja sebelum kelahiran NABI MUHAMMAD SAW..
lucunya,kitab yang di tolak sejahrawan gereja itu di terima tampa argumen kecuali iman buta pada konsili kartago 397m.andaikata kini di terima seluruh aliran kristen,itu karena berangkat dari iman yang buta.

KESIMPULANNYA:
1)tokoh2 gereja sebelum eusebius menolak kitab kesaksian sebagai karangan rasul yohanes.
2)dionysius dan eusebius pun sepakat akan kepalsuan kitab itu.
3)kitab itu di tulis oleh orang2 kafir dan mulhid.penulisnya pun bukan satu tangan saja.

KESIMPULAN

Kitab wahyu masih di perdebat kan siapa penulis nya.dan lama sekali tak menjadi kanon.hal ini seharus nya menjadi penyadaran bagi pihak kristen,apakah kita mau menerima wahyu Tuhan dari sumber yang tidak jelas siapa dia dan tak jelas kejujuran dan tujuan nya?dan ternyata kitab ini juga di tolak orang-orang kristen sendiri.apalagi isi kitab ini sangat sulit di pahami dan penuh cerita-cerita macam dongeng yunani.