Korban perang pada masa lalu.foto 5 juli 1941 oleh Carl maydans memperlihat kan korban bertumpuk sipil cina korban pemboman jepang yang mati tercekik asap pada pemboman di Chongqing.25000 jiwa tewas saat itu

Korban perang pada masa lalu.foto 5 juli 1941 oleh Carl maydans memperlihat kan korban bertumpuk sipil cina korban pemboman jepang yang mati tercekik asap pada pemboman di Chongqing.25000 jiwa tewas saat itu

Kita melihat perang yang berkepanjangan di dunia Islam.kini Suriah dan Irak di terpa perang panjang yang tiada henti.jika sudah Demikian,yang sengsara pada saat itu adalah para rakyat sipil,terutama wanita dan anak-anak.perang di mana pun yang berkepanjangan pasti membuat sengsara semua orang,terutama wanita dan anak-anak.perang di picu berbagai hal dan ambisi.ada karena ideologi Ultra nasionalism(seperti Nazi,perang Rwanda dst),karena ambisi mendirikan negara ber syariat Islam(seperti Isis,namun ternyata mereka makin jauh dari syariat),karena keinginan mengguling kan suatu regim keagamaan tertentu(seperti Sunni mau guling kan Bashar yang syiah)dan seterus nya.

Suatu hal yang tak kita pungkiri ada perang yang benar,seperti perang kemerdekaan Indonesia melawan belanda sebagai contoh.namun saya melihat jika suatu peperangan TERLALU LAMA berkecamuk,justru menuju KONTRA PRODUKTIF.yang menjadi korban penderitaan panjang justru para sipil,terutama wanita dan anak-anak.oleh sebab itu pada peperangan yang benar pun(yang bukan Bughot dan yang bukan menyimpang dari syariat)ketika perang terlalu berlarut-larut tampa ujung pangkal,seharus nya perang itu di akhiri dengan bijak dengan PERJANJIAN DAMAI.sebab kita melihat kenyataan,perang yang berlarut-larut dan telalu panjang justru membuat sengsara rakyat sipil tampa ujung pangkal.oleh sebab itu jika perang dengan tujuan benar sekalipun harus mempertimbang kan kekuatan agar mampu memukul lawan dengan cepat tampa memperlarut perang dalam berkepanjangan.

Tentu kita prihatin,zaman ini banyak orang mengatas namakan jihad tetapi perang itu justru makin membawa kerusakan yang berlarut-larut pada rakyat sipil dan kehidupan.karena perang itu sungguh terlalu lama dan brlarut-larut.belum lagi ada perang yang Nasionalisme tapi mengatas namakan jihad.dan ada tindakan biadab yang jauh dari tuntunan Islam di klaim sebagai Jihad seperti yang di lakukan ISIS.ketika perang Suriah berkecamuk,saya melihat adalah ambisi Sunni ingin mengguling kan Bashar yang Syiah…..saya tidak tahu mengapa Bashar begitu sangat di bidik.namun yang saya lihat justru perang itu makin berlarut-larut tampa ujung pangkal hingga menyengsarakan rakyat sipil.alih-alih perang itu membawa maslahat,justru yang kita lihat kini kekacaun dan kesengsaraan rakyat sipil yang meluas.perhatikan kutipan ini:

Bagaimana jika penguasa tersebut melakukan kekafiran yang nyata?

Asy-Syaikh Al-Imam Abdul Aziz bin Baz rahimahullah menerangkan:

“Dan kaidah Syari’ah yang telah disepakati menyatakan: Bahwa tidak boleh menghilangkan kejelekan dengan kejelekan yang lebih besar daripadanya. Akan tetapi yang semestinya ialah menolak kejelekan dengan amalan yang kiranya bisa menghilangkannya atau mempersedikit kejelekan itu.

Adapun menghilangkan kejelekan dengan cara menimbulkan kejelekan yang besar daripadanya, maka yang demikian itu dilarang sebagaimana hal ini telah disepakati oleh kaum Muslimin.

Maka bila sekelompok kaum Muslimin ingin menyingkirkan penguasa yang telah melakukan kekafiran yang nyata, dan kelompok Muslimin tersebut berkemampuan melakukannya, kemudian mampu pula untuk mengangkat penguasa yang shalih dan yang baik tanpa menimbulkan kerusakan yang besar pada kaum Muslimin, atau tidak menimbulkan kerusakan yang lebih besar dari kejahatan penguasa yang kafir itu, maka tidak mengapa mereka melakukan upaya menyingkirkan penguasa itu.

Tetapi bila upaya menyingkirkannya menimbulkan kerusakan yang besar dan hilangnya keamanan, serta menimbulkan kedhaliman pada banyak orang dan pembunuhan orang-orang yang tidak semestinya dibunuh dan berbagai kerusakan besar yang lainnya, maka yang demikian itu tidak boleh dilakukan(SUMBER)

Lagi kutipan dari Abdul aziz abdullah bin Baaz:

(( ولا يجوز الخروج على ولاة الأمور وَشَقِّ العصا إلا إذا: وُجِدَ منهم (كفر بواح) عند الخارجين عليه من الله برهان،

Syaikh Ibnu Baz mengatakan, “Tidaklah diperbolehkan memberontak kepada penguasa dan melakukan kudeta kecuali jika dijumpai kekafiran yang nyata pada diri penguasa dan para pemberontak tersebut memiliki argumentasi berupaya dalil wahyu yang menunjukkan kafirnya penguasa.

و(يستطيعون) بخروجهم أن ينفعوا المسلمين وأن يزيلوا الظلم وأن يقيموا دولة صالحة،

Di samping itu dengan memberontak para pemberontak tersebut bisa memberi manfaat kepada kaum muslimin berupa menyingkirkan kezaliman dan menegakkan negara yang baik

أما إذا كانوا لا يستطيعون فليس لهم الخروج -ولو رأوا كفراً بواحاً-؛ لأن خروجهم يضر الناس ويفسد الأمة ويوجب الفتنة والقتل بغير الحق، ولكن إذا كانت عندَهم (القدرة) و(القوة) على أن يزيلوا هذا الوالي (الكافر) فلْيزيلوه ولْيضعوا مكانه والياً (صالحاً) ينفذ أمر الله؛

Akan tetapi jika mereka tidak mampu mewujudkan hal tersebut maka mereka tidak boleh memberontak meski mereka menyaksikan kekafiran yang nyata di depan mata kepala mereka karena pemberontakan yang mereka lakukan hanyalah membawa keburukan dan kerusakan bagi rakyat, terjadinya perang saudara dan penumpahan darah tanpa alasan. Namun jika para pemberontak itu memiliki kemampuan dan kekuatan untuk melengserkan penguasa yang kafir lalu setelah menyingkirkan penguasa tersebut mereka bisa menggantikannya dengan penguasa yang shalih yang bisa melaksanakan aturan-aturan Allah maka mereka boleh memberontak.

فعليهم ذلك إذا وجدوا [1-](كفراً) بواحاً عندهم من الله فيه برهان وعندهم [2-](قدرة) على نصر الحق وإيجاد [3-](البديل الصالح) وتنفيذ الحق )).

Jadi mereka boleh memberontak dengan tiga persyaratan:
Pertama, mereka menjumpai kekafiran yang nyata dan mereka memiliki alasan berupa dalil wahyu yang menunjukkan hal tersebut.
Kedua, mereka memiliki kemampuan real untuk untuk memenangkan kebenaran
Ketiga, mereka memiliki kemampuan untuk mendatangkan pengganti yang shalih yang mampu menegakkan kebenaran”.(SUMBER)

Banyak sekali persoalan yang harus di jawab ulama zaman ini.seperti hukum memberontak kepada penguasa kafir dengan alasan ingin dirikan negara islam.sebagai contoh:mayoritas moro berontak kepada manila karena ingin mendirikan negara Islam.pemberontakan itu jika pun berlarut-larut akan Kontra produktif pada rakyat sipil muslim moro sendiri.kok kesan nya di mana-mana muslim gemar memberontak?mungkin itu menjadi pikiran kita.apa yang melatari mereka suka melakukan perang terus menerus?

Jihad menegak kan kebenaran memang di ajar kan Islam,tetapi harus mempertimbang kan kekuatan seperti yang di katakan Bin Baaz di atas.dan bukan perang memberontak kepada penguasa muslim,walau penguasa itu tak melaksanakan syariat islam dan suka menzalimi rakyat.sebab kadang perang pemberontakan fitnah nya lebih kejam dan luas bagi rakyat sipil dan semua kalangan.sekedar mengingat kan berbagai dampak jika perang berlarut-larut:

BANJIR PENGUNGSI DI MANA-MANA TAMPA KEPASTIAN HIDUP

pengungsi-syria

Begitulah jika perang berlarut-larut.pasti membawa banjir pengungsi di mana-mana meninggal kan harta benda dan rumah-rumah mereka,di mana rumah-rumah mereka jadi ajang baku tembak dan bom.dalam pengungsian itu tak jarang mereka terserang kelaparan:

Bahaya, Lebih dari Sejuta Pengungsi Suriah Terancam Kelaparan

PROGRAM Bantuan Pangan PBB (WFP), dikabarkan telah ditangguhkan bagi 1,7 juta pengungsi Suriah yang membutuhkan makanan. Hal ini diakibatkan oleh krisis pendanaan setelah banyak donor yang gagal memenuhi komitmen mereka.program ini memungkinkan para pengungsi Suriah di Lebanon, Yordania, Turki, Irak dan Mesir untuk membeli makanan dari toko-toko lokal dengan voucher yang disediakan oleh WFP.

“Namun dengan adanya pemotongan program, akan banyak keluarga yang kelaparan,” kata pejabat WTF dalam sebuah pernyataan yang dikutip PressTV pada Selasa (2/12/2014).

“Pengurangan bantuan pangan oleh WFP, akan menjadi bencana bagi banyak keluarga Suriah yang tengah menderita. Langkah ini juga akan membahayakan kesehatan dan keselamatan para pengungsi dan berpotensi menimbulkan ketegangan lebih lanjut, ketidakstabilan dan ketidakamanan di beberapa negara tetangga,” kata Direktur Eksekutif WFP, Ertharin Cousin.

WFP membutuhkan tambahan 64 juta USD untuk menutupi bantuan makanan pada Desember ini. Badan ini telah menghabiskan dana sekira 800 juta USD untuk makan para pengungsi Suriah, yang telah menderita sejak perang Suriah terjadi pada tahun 2011.(SUMBER)

Yang menjadi korban kelaparan yang paling mengenas kan adalah wanita,anak-anak dan manula.seperti berita ini:

Siksa Anak Pengungsi Suriah Yang Kelaparan, Burger King Istanbul Diboikot

Eramuslim.comSeorang bocah lelaki pengungsi asal Suriah mukanya berdarah-darah akibat dipukul salah seorang karyawan resto junkfood Burger King di Istanbul, Turki. Bocah tersebut diketahui lapar dan mengambil baki sisa makanan pelanggannya, demikian Syria Care  (25/1).

Peristiwa itu cepat menyebar lewat media sosial ketika seseorang mengunggah sebuah foto seorang anak lelaki berusia 11 tahun yang tengah duduk di tangga dengan bekas-bekas darah di tisu, setelah dipukul oleh karyawan Burger King di daerah Sirinevler, Istanbul.

Pihak Burger King menyatakan, pemukulan itu dilakukan karena anak lelaki pengungsi itu telah memungut dan memakan sisa kentang goreng pelanggan yang masih berada di atas baki.

Dari keterangan yang ada, anak tersebut diketahui telah menyelamatkan diri ke Turki dengan keluarganya dari Aleppo, Suriah, dua tahun lalu. Anak itu bercerita jika setiap hari dia terus menahankan lapar dan meminta sedekah di jalan-jalan di Istanbul hanya untuk meneruskan kehidupannya. Dan ketika dia melihat ada sisa makanan di atas baki Burger King, rasa laparnya tak bisa ditahan lagi, dia segera mengambil dan memakannya. Namun aksinya itu diketahui pegawai resto dan langsung dipukul bagian muka dan ditendang kakinya.

Pihak Burger King Istanbul sendiri telah menyatakan maaf dan telah memecat karyawan yang melakukan perbuatan itu. “Insiden ini tidak bisa diterima,” katanya.

Sejak terjadinya pembantaian yang dilakukan rezim syiah Bashar al-Asad di Suriah terhadap rakyatnya, Turki kini menampung hampir dua juta pengungsi Suriah. Kebanyakan tinggal di kamp-kamp di pinggiran kota, tetapi yang lain tersebar di seluruh negara, termasuk kota-kota besar seperti Istanbul dan Ankara.

Warga Istanbul yang mengetahui insiden memalukan ini segera menyerang resto Burger King tersebut dan menyerukan boikot terhadap produknya(SUMBER)

Itu sekelumit kecil mudharat jika perang terlalu berkepanjangan.apakah yang ber konflik membela paham masing-masing memikir kan hal ini?.bahkan karena kelaparan dalam perang suriah,hingga ada fatwa boleh nya makan daging anjing,kucing dan keledai:

Warga di beberapa distrik di Damaskus telah berbulan-bulan dikepung dan diblokade pasukan Suriah. Kehabisan makanan dan minuman, mereka terpaksa menyantap kucing dan anjing, binatang yang diharamkan dalam agama Islam.

Sheikh Saleh al-Khatib, nama ulama utama Suriah ini. Sudah sembilan hari, dia melakukan mogok makan karena meratapi anak-anak di Suriah yang kelaparan, lantaran terjebak dalam situasi perang di negara itu.
Al-Khatib, adalah salah satu ulama yang ikut mengeluarkan fatwa makan daging kucing, anjing dan keledai jika terpaksa dan demi menyelamatkan diri dan keluarga demi menyambung hidup.
“Ini bukan karena diperbolehkan dalam agama, tapi adalah cerminan dari fakta yang kami derita,” kata Khatib. Dalam ajaran Islam ini diperbolehkan jika terpaksa. Hal ini termaktub dalam Al-Qur’an surat al-An’am ayat 145.
Inilah alasan krusial, mengapa dia mengeluarkan fatwa kontroversial semacam itu. Dia menceritakan awal mula pengumuman fatwa tersebut di sela-sela festival tiga hari di Damaskus.
”Kami mengeluarkan perintah agama yang memungkinkan orang untuk makan daging anjing dan daging kucing. Bukan karena halal, tetapi karena itu adalah refleksi dari realitas penderitaan kita,” keluh al-Khatib, sebagaimana dikutip AFP, Jumat (18/10/2013).
”Orang-orang di sini tidak memiliki apa-apa untuk anak-anak mereka. Saya mogok karena saya ingin membantu menyelamatkan makanan bagi orang lain,” lanjut dia. 
Dia tidak memungkiri berita, bahwa Pemerintah rezim Presiden Bashar al-Assad sengaja membiarkan rakyatnya yang terjebak perang sipil di Suriah kelaparan.
Di saat anak-anak Muslim di penjuru dunia berbahagia merayakan Idul Adha, momen itu tidak berlaku bagi anak-anak di Suriah. 
”Tentu saja tidak ada Lebaran untuk anak-anak di sini,” kata seorang aktivis di dekat Damaskus, Abu Malek di Moadamiyet al-Sham. ”Bagi mereka , Idul Fitri akan datang ketika mereka melihat sepiring nasi,” imbuh dia.
Suad Zein , seorang ibu delapan anak bercerita kepada CNN. ”Sebelum krisis Suriah, selama Idul Fitri kita pergi ke toko dan membeli barang-barang, kami sangat senang. Idul Fitri adalah liburan yang indah di sini,” kenangnya.
”Sekarang, hari ini saya bahkan tidak bisa membelikan anak saya celana, atau sepatu, atau bahkan sepotong roti,” ucapnya.
Diberitakan laman Telegraph, Selasa (15/10), diperkirakan masih ada puluhan ribu orang terjebak di beberapa wilayah di Damaskus yang dikuasai oleh pejuang Suriah. Wilayah ini dikepung sniper dan tank tentara Bashar al-Assad, mencegah warga untuk keluar.
Pemandangan yang sama terjadi di tiga distrik di Damaskus dan sebuah penampungan pengungsi Palestina. Warga setempat juga mengaku mulai kehabisan makanan. Mereka terpaksa memakan anjing, kucing, bangkai binatang, dedaunan, bahkan rumput demi menyambung hidup.
“Saya pernah melihat sekeluarga yang miskin memakan anjing liar karena mereka tidak punya apapun untuk dimakan. Tidak ada makanan lagi di sini,” kata seorang warga bernama Ehab, berbicara melalui Skype dari kamp pengungsi di distrik Yarmouk, Damaskus.
Aktivis Suriah lainnya, Abu Hadi, menceritakan, warga Suriah bertahan hidup pada rumah bambu, dan bercocok tanam. “Tapi takut untuk memanen. Orang-orang telah meninggal di kebun, karena ditembak,” ujarnya.
”Kami tidak lagi memiliki stok makanan. Setiap orang menanam di kebun dan di jalan-jalan,” imbuh dia yang menggambarkan, bahwa sudah berbulan-bulan tidak ada roti yang masuk ke daerahnya.
Menurut para aktivis, sudah 10 bulan pasukan pemerintah menghentikan pasokan makanan ke wilayah yang mereka kepung. Dua warga di Yarmouk, Mohammed dan Ehab mengatakan, awalnya Assad memperbolehkan wanita dan orang tua keluar kamp untuk membeli makanan bagi warga.
“Wanita boleh membeli sedikit roti, tidak lebih dari 12 buah. Lalu Februari, ini dihentikan dan tentara hanya memperbolehkan bahan pokok, seperti gandum dan gula, dalam jumlah sedikit. Sekarang semuanya dihentikan,” kata Mohammed.
“Dalam lima bulan terakhir semuanya memburuk. Tidak ada makanan. Ada lima jalan yang ditutup tentara rezim, dijaga sniper dan tank,” timpal Ehab.( SUMBER)

TRAUMA ANAK-ANAK KORBAN PERANG

anak suriah

Suara.com – Seorang anak kecil mengangkat tangan dan memasang muka sedih. Anak itu berusia di bawah 5 tahun. Dia tinggal dipengungsian di Suriah.

Foto tersebut membuat jagad Twitter gempar. Bahkan sudah menyebar di media dan menjadi perbincangan ‘miris’.

Anak kecil itu difoto oleh jurnalis asal Turki bernama Osman Sagirli. Ada cerita mengharukan yang bisa membuat marah si pendengarnya.

Kepada BBC, Osman mengatakan foto itu dia bidik Desember 2014 lalu di kamp pengungsian di Suriah. Dia memfoto karen naluri jurnalis perang.

“Saya menggunakan lensa tele (berbentuk panjang). Saya membidiknya, tahu apa yang terjadi. Anak itu langsung angkat tangan dan mengatakan menyerah. Dia mengira kamera saya senjata. Saya menyadari ia sangat ketakutan setelah saya mengambil gambarnya. Dia menggigit bibirnya dan mengangkat tangan. Biasanya anak-anak melarikan diri,” kata Osman dengan muka datar.

Osman menerbitkan foto itu pertama kali di surat kabar turki Januari lalu. Sebulan kemudian foto itu tersebar ke dunia.

Seorang jurnalis foto di Gaza, Nadia AbuShaban meng-tweet foto itu. Dia menuliskan cerita di balik foto itu.

Tahu apa yang terjadi? Tweet Nadia di retweet 17.000 kali dan difavoritkan lebih dari 7.000 akun Twitter.

“Itu menyedihkan. Anak kecil itu berpikir akan dibunuh karena dia di lokasi perang,” kata salah satu yang meng-retweet kicauan Nadia.

Suriah memang tengah dilanda perang saudara. Ribuan orang mengungsi untuk menghindari perang. Di dana juga terdapat anak-anak. Mereka hidup dalam ketakutan karena menyaksikkan aksi tembak dan pengeboman.(SUMBER)

Perang yang berlarut-larut atas nama Jihad yang belum tentu benar matang ke absahan motif-motif nya,menimbul kan kesengsaraan dan trauma yang panjang.seharus nya walau perang itu mengandung kebenaran,jika terlalu berlarut-larut dan makin banyak korban sipil berjatuhan tampa ada harapan menggulingkan lawan,lebih baik perang itu di akhiri dengan perjanjian damai yang memuat pasal-pasal yang lumayan menguntung kan untuk saat ini.misal nya jika pemerintah non muslim memberi otonomi khusus itu suatu keuntungan.jika ngotot mengobar kan perang lebih lanjut untuk merdeka total tampa indah kan kekuatan,yang ada perang akan berlarut hingga lagi-lagi rakyat sipil menjadi korban.Alhamdulillah masa dulu perang kemerdekaan indonesia,perang itu tak terlalu lama berlarut hingga menekan korban rakyat sipil.

KORBAN TEWAS SIPIL,WANITA,ANAK-ANAK DAN MANULA

SEORANG ayah meratapi kematian bayi lelakinya dan tiga kanak-kanak jirannya yang terbunuh dalam serangan udara Amerika Syarikat di Kabul

SEORANG ayah meratapi kematian bayi lelakinya dan tiga kanak-kanak jirannya yang terbunuh dalam serangan udara Amerika Syarikat di Kabul(Utusan malaysia)

Sumber Photo: Utusan Malaysia

Perang yang berlarut-larut berarti makin bertambah nya korban terbunuh rakyat sipil,wanita,anak-anak dan manula.dan itu adalah hal pasti.perang setahun memakan korban…..jika perang setahun lagi pasti korban nya akan terus bertambah.tak dapat di bayang kan kesedihan dan keharuan ayah dan ibu kehilangan anak-anak nya yang di bom,atau anak yang kehilangan ibu nya di bom,dan seterus nya.oleh sebab itu perang yang terlalu berlarut-larut sungguh kontraproduktif.bukan menuju ke arah kebaikan,fitnah dan kekacauan makin merajalela.

Korban Tewas Konflik Suriah Capai 162 Ribu Orang

TEMPO.CO, DamaskusLebih dari 38 bulan perang saudara yang berlangsung di Suriah tak juga menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Kelompok pemantau hak asasi manusia, Syrian Observatory for Human Rights, Senin, 19 Mei 2014, mengumumkan jumlah korban tewas sudah menembus angka 162.000 orang.

Kelompok yang bermarkas di Inggris itu mengatakan total korban tewas yang bisa mereka catat mencapai 162.402 sejak konflik pecah pada Maret 2011. “Angka ini bisa lebih banyak karena banyak korban yang tidak terdata,” kata direktur lembaga tersebut, Rami Abdel Rahman, seperti dilansir kantor berita Reuters.

Rami mengatakan lembaganya mendapatkan data dari aktivis-aktivis Suriah. Jumlah korban dalam data ini terdiri atas 54.000 warga sipil, 42.700 pemberontak, dan 65.702 anggota militer Suriah. Selain itu, terdapat 62.800 korban dari milisi pro-Pesiden Bashar al-Assad dan warga asing yang berperang di pihak pemberontak.

Selain itu, Rami memperkirakan ada 18.000 orang yang tidak jelas keberadaannya karena ditangkap tentara pemerintah. Sedangkan dari kubu pemerintah, 8.000 orang hilang tanpa jejak. “Ada kemungkinan korban tewas 70.000 orang lebih banyak dari data yang ada atau sekitar 23.000 orang,” kata Rami.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sudah tak lagi mencatat jumlah korban konflik Suriah. PBB secara resmi berhenti menghitung jumlah korban pada Juli tahun lalu saat angka korban tewas 100.000 orang(SUMBER)

Asal muasal konflik suriah bisa anda baca di sini.memang regim Bashar adalah zalim,tetapi apakah tak ada cara lain dulu selain perang?.dan terbukti perang itu hingga kini tak ketahuan kapan ujung pangkal berakhir nya.dan yang paling mengerikan adalah KONFLIK BERSENJATA SUNNI DAN SYIAH,ini pemicu yang paling di takut kan dalam perang ini.mengingat dua kubu ini masing-masing mempunyai kekuatan senjata dan propaganda,maka jika konflik dua kubu ini makin meluas,maka tak terbayang kan betapa lama dan mengerikan nya perang ini,dan sulit berakhir.seperti syiah,mereka punya Iran yang kuat dari segi militer.oleh sebab itu apakah kita tidak lebih baik hidup saling toleran saja?

Yang jelas syiah mau tak mau sudah punya pengikut besar dan militer kuat,di wakili Iran dan Hizbullah.saya membaca kalau ISIS membantai syiah.dan syiah juga membantai Sunni Irak.jika ini terus berlanjut maka sungguh mengerikan dan saya yakin tak akan putus perang berlangsung.kecuali Allah berkehendak meruntuh kan Syiah Iran dan Lebanon tampa banyak korban darah dan berlarut-larut,seperti atas izin Allah Daulat syiah Fatimiyyah jatuh oleh Salahuddin tampa perang berlarut.

KESIMPULAN

Foto korban perang masa lalu....Berlin, Desember 1943. Para korban pemboman Sekutu dibaringkan di sebuah gimnasium untuk keperluan identifikasi. Suasana Natal masih terasa, terbukti dari banyaknya pohon Natal. Pemboman strategis yang dilancarkan secara membabi-buta oleh Sekutu telah membunuh 750.000 s/d 1 juta penduduk Jerman, yang kebanyakannya rakyat sipil tak berdosa!

Foto korban perang masa lalu….Berlin, Desember 1943. Para korban pemboman Sekutu dibaringkan di sebuah gimnasium untuk keperluan identifikasi. Suasana Natal masih terasa, terbukti dari banyaknya pohon Natal. Pemboman strategis yang dilancarkan secara membabi-buta oleh Sekutu telah membunuh 750.000 s/d 1 juta penduduk Jerman, yang kebanyakannya rakyat sipil tak berdosa!

Masih banyak mudharat jika suatu perang itu berlarut-larut,seperti:

  • Perkosaan perang
  • peningkatan Depresi dan bunuh diri bahkan gila
  • langka dan mahal nya bahan pangan dan bahan bakar
  • meningkat nya kriminalitas
  • kelaparan dan berkurang nya makanan dan obat-obatan
  • bahkan operasi bisa saja tampa bius ketika anastesi terbatas
  • penculikan-penculikan
  • mayat-mayat bergelimpangan oleh pembunuhan misterius
  • hancur nya rumah tinggal,sekolah,rumah sakit dan seterus nya
  • ayah,ibu dan anak terpisah dalam perang
  • guncangan kehilangan anak,ibu,ayah,keluarga dll yang terbunuh dalam perang
  • pasokan listrik dan air bersih dan telefon yang terputus
  • dan seterus nya

Jika hal itu terjadi bertahun-tahun dalam perang,maka kita mulai mempertanyakan Produktifitas apa yang di harap kan dalam perang yang tak ada kepastian dan ujung pangkal nya itu?.Jihad memang di ajar kan Islam,namun melakukan nya tentu dengan ilmu dan perhitungan cermat seperti yang di katakan Bin Baaz di atas.jika tidak,perang yang berlarut-larut itu justru makin menunjuk kan kehancuran dan kesengsaraan yang luas dari hari ke hari.biasa nya ketika perang berlanjut bertahun-tahun,rakyat pasti muak pada dua kubu yang bertikai dan mulai melupakan propaganda-propaganda dan ideologi pencetus perang.entah karena Aranisme,Nasionalisme,syariah islam atau lain nya.yang di butuh kan rakyat adalah roti dan rasa aman.perang membela yang benar memang ada korban nya dan bayaran nyawa nya,tetapi jika terlalu berlarut tampa ujung kepastian apakah itu menjadi baik dan kebaikan?.apakah meja perundingan damai tidak bisa jadi alternatif ketika derita rakyat sipil tak tertahan kan?

damai