KDRT Rumah tangga kristen pasti ada saja suami yang temperamental.misal nya suka memukuli isteri nya.di tambah lagi misal nya suka mabuk,suka berjudi,dan lain-lain.maka apa solusi injil-injil kristen tentang perempuan ini?jika perempuan itu datang ke pendeta,pasti hanya di suruh sabar.namun,apa solusi hukum-hukum yang di kata dari injil-injil Yesus itu bagi wanita ini?juga apa solusi menurut pendapat kristen yang saya tanya?

JIKA DATANG KE PAK PENDETA PASTI DI SURUH SABAR

Karena pak pendeta berdasar pada ayat-ayat ini: (6) Sebab pada awal dunia, Allah menjadikan mereka laki-laki dan perempuan,(7) sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya,(8) sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu.(9) Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.”(Markus 10:6-9)

(3) Maka datanglah orang-orang Farisi kepada-Nya untuk mencobai Dia. Mereka bertanya: “Apakah diperbolehkan orang menceraikan isterinya dengan alasan apa saja?”(4) Jawab Yesus: “Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan?(5) Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.(6) Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.”(matius 19:3-6)

Pak pendeta tak berani mencerai kan karena ia merasa masih sebagai manusia.oleh sebab itu si isteri pulang lagi ke rumah di mana suami nya suka mabuk dan ringan tangan,suami yang temperamental.

JIKA TAK TAHAN LAGI HIDUP SAMA SUAMI NYA,WANITA ITU BOLEH CERAI DARI SUAMI NYA,TETAPI HIDUP TAMPA BERSUAMI,ATAU JIKA MASIH MAU SUAMI,BERDAMAI DENGAN SUAMI NYA

Seperti kata Paulus: (10) Kepada orang-orang yang telah kawin aku–tidak, bukan aku, tetapi Tuhan–perintahkan, supaya seorang isteri tidak boleh menceraikan suaminya.(11) Dan jikalau ia bercerai, ia harus tetap hidup tanpa suami atau berdamai dengan suaminya. Dan seorang suami tidak boleh menceraikan isterinya.(1 korintus 7:10-11)

JIka si isteri sudah tak tahan perlakuan suami nya yang tukang mabuk dan tukang memukuli isteri,bahkan kelakuan suami nya telah mendekati seperti psikopat,maka si isteri di beri kelonggaran Paulus untuk bercerai dari suami nya.tetapi lucu nya Paulus mensyarat kan wanita itu menjanda seumur hidup sampai mati….jika tak tahan tidak punya suami,dan kebutuhan sex nya perlu pelampiasan,maka ia berdamai saja sama suami nya yang tukang mabuk dan tukang memukuli isteri itu.sungguh aneh. Saya rasa demi menghindari dari suami yang memukuli nya,tentu wanita itu akan rela jadi janda sampai mati.untuk kepuasan sex yang mendesak,ia bisa melampias kan nya dengan masturbasi dengan tangan atau dildo seumur hidup nya.atau berzinah sekalian dengan harapan dosa-dosa nya bisa di tebus lewat kayu salib. Si wanita ini harus tetap hidup tampa suami karena jika ia menikah lagi dengan lelaki walau sebaik apapun,selama suami pemabuk dan ringan tangan nya masih hidup maka si wanita akan menjadi pezinah jika menikah dengan laki-laki lain itu. (12) Dan jika si isteri menceraikan suaminya dan kawin dengan laki-laki lain, ia berbuat zinah.”(markus 10:12) lucu,tuhan kok menghalangi seorang perempuan menempuh hidup baru dengan lelaki yang lebih baik dan lebih tanggung jawab,lebih lembut dan penyayang,dan mengancam nya dengan perzinahan hanya untuk membela suami masa lalu nya yang tak bisa di harapa kan?entah ia tukang pukul isteri,pemabuk,pemalas,penjudi dan lain-lain nya?apakah ini menurut anda waras?….lalu tuhan memaksa wanita itu hidup tampa suami,padahal boleh jadi ia masih muda butuh pelampiasan sex.apakah mesti masturbasi seumur hidup dengan tangan atau dildo?lalu apakah harus kembali ke masa kelam ke suami yang pemabuk,penjudi,pemalas,tukang pukul isteri dan seterus nya?

ADA YANG MENYARAN KAN PISAH RANJANG ATAU PISAH RUMAH SEKALIAN,JANGAN CERAI

cerai Berapa lama harus pisah ranjang atau pisah rumah bagi si wanita?sampai kapan mengharap kan perobahan dari suami nya yang tukang mabuk,pemalas,penjudi,tukang pukul dan lain nya?jika bertahun-tahun tampa perobahan sama saja menyiksa si wanita ini dalam ketidakpastian soal nafkah materi dan nafkah seksual.si wanita akan banting tulang sendiri mencari nafkah,padahal jika ia di boleh kan mencari suami baru yang lebih tanggung jawab dan penyayang,maka penderitaan nya segera berakhir.juga kebutuhan seksual nya bisa terpenuhi.maka aturan Alkitab sungguh aneh tentang wanita yang tak boleh bercerai pada situasi apapun dari suami nya.

MENGAPA AYAT YANG ANEH INI SAMPAI ADA DALAM INJIL-INJIL?

Saya tidak yakin ayat-ayat di atas adalah firman Tuhan.jika pun firman Tuhan,maka ayat-ayat itu adalah bersifat sementara untuk menghentikan kebobrokan kawin cerai pada kerajaan Romawi saat itu.namun saya lebih yakin ayat-ayat aneh itu bukan firman Tuhan.tetapi ayat-ayat palsu yang di susup kan dengan tujuan baik membendung kawin cerai pada kerajaan Romawi yang sangat mewabah: Masa kerajaan Romawi seorang perempuan kawin cerai hingga 10 suami.Juvenal melapor kan seorang perempuan kawin cerai 8 suami selama 5 tahun.Santo Jerome melapor kan bahwa seorang wanita terkenal mempunyai suami yang ke 23.dan wanita itu sendiri adalah isteri yang ke 21 dari sang suami.

Women in those days used to take several husbands one a
fter the other. Marital (43
A.D.
104 A.D.) has mentioned a woman who had changed ten husbands. Juvenal (60
A.D. 130 A.D.) has written about a woman who changed eight husbands in five years.
St. Jerome (340 A.D. 420 A.D.) makes a mention of an infamous
woman whose last
husband was the 23rd in succession, and she was herself the 21st wife of the husband(Purdah,Abul A’la Al-Maududi)
Maka dalam kondisi kacau perceraian mewabah,maka para pengarang ayat-ayat injil menyusupkan ayat-ayat palsu ini dengan tujuan agar kristen di anggap mempunyai solusi moral bagi kerajaan Romawi.namun ini hanya sebuah Hipotesis saja.namun hal ini membantu menjawab mengapa ada ayat-ayat aneh ini dalam injil-injil.Wallahu a’lam.