semut-semut-membangun-jembatan Pihak pengkritik Islam mengkritik cerita quran yang berbeda dengan Alkitab dan bahkan cerita itu tak di ceritakan dalam Alkitab.salah satu cerita tentang Sulaiman yang tak di ceritakan dalam Al-kitab adalah cerita Sulaiman dengan para semut.seperti dalam firman Allah:

وَوَرِثَ سُلَيْمَٰنُ دَاوُۥدَ ۖ وَقَالَ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ عُلِّمْنَا مَنطِقَ ٱلطَّيْرِ وَأُوتِينَا مِن كُلِّ شَىْءٍ ۖ إِنَّ هَٰذَا لَهُوَ ٱلْفَضْلُ ٱلْمُبِينُ
Dan Sulaiman telah mewarisi Daud, dan dia berkata: “Hai Manusia, kami telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) ini benar-benar suatu kurnia yang nyata”. (QS: An-Naml Ayat: 16)
وَحُشِرَ لِسُلَيْمَٰنَ جُنُودُهُۥ مِنَ ٱلْجِنِّ وَٱلْإِنسِ وَٱلطَّيْرِ فَهُمْ يُوزَعُونَ
Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan). (QS: An-Naml Ayat: 17)
حَتَّىٰٓ إِذَآ أَتَوْا۟ عَلَىٰ وَادِ ٱلنَّمْلِ قَالَتْ نَمْلَةٌ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّمْلُ ٱدْخُلُوا۟ مَسَٰكِنَكُمْ لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمَٰنُ وَجُنُودُهُۥ وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ
Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari”; (QS: An-Naml Ayat: 18)
فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًا مِّن قَوْلِهَا وَقَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِىٓ أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ ٱلَّتِىٓ أَنْعَمْتَ عَلَىَّ وَعَلَىٰ وَٰلِدَىَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَٰلِحًا تَرْضَىٰهُ وَأَدْخِلْنِى بِرَحْمَتِكَ فِى عِبَادِكَ ٱلصَّٰلِحِينَ
maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”. (QS: An-Naml Ayat: 19)
Pihak pengkritik Islam mengkritik bahwa cerita di atas merupakan cerita dongeng yang tak di kenal dalam Alkitab.yakni Alkitab yang menceritakan tentang Solomo.sumber yang di katakan sejarah dalam Alkitab adalah kitab 1 dan 2 Samuel,kitab 1 dan 2 Raja-raja dan juga 1 dan 2 Tawarikh.terutama dalam kitab Raja-raja dan Tawarikh dan ada kisah Nabi Sulaiman dengan para semut.maka pihak kristen mengatakan cerita Sulaiman dan semut adalah dongeng.
Tentu tak semudah itu pihak kristen mengklaim.seakan-akan kitab Raja-raja dan Tawarikh adalah kitab yang lengkap dan sahih 100% yang mewakili semua riwayat Sulaiman/solomo.mari kita bantah klaim kristen ini bahwa cerita Sulaiman dan semut adalah dongeng:

BANTAHAN PERTAMA:KUAT MANA?KESAKSIAN FIRMAN ALLAH ATAU KESAKSIAN KITAB SEJARAH YANG TIDAK DI KETAHUI SIAPA PENULIS NYA?

Ya….kita sebagai muslim meyakini 100% al-Quran adalah firman Allah,Tuhan semesta alam.Dan tak mungkin Allah menceritakan suatu dongeng yang tidak nyata.dan apakah layak firman Allah di adu dengan kitab-kitab yang di klaim sebagai kitab sejarah,tetapi tak di ketahui secara jelas dan pasti siapa penulis kitab-kitab itu?apakah ia amanah?apakah ia menceritakan fakta di campur dongeng?apakah ia cukup cermat memilah mana cerita benar mana yang dongeng?.apakah penulis kitab-kitab itu saksi mata segala yang di perbuat Solomo dari lahir hingga mati?apakah penulis kitab itu juga memasuki istana Solomo dan mendampingi terus Solomo untuk mengorek segala Informasi?
syarat Keempat 4. PENERIMA WAHYU HARUS JELAS, JUJUR DAN BERAKHLAK MULIA   Alkitab yang dipakai oleh umat Kritstiani dewasa ini, tidak mencantumkan nama-nama penulisnya. Jika kita lihat dalam Alkitab Penuntun Hidup Berkelimpahan terbitan Gandum Mas Malang cet. I tahun 1994 dan ke 2 tahun 1996 yang dicetak Lembaga Alkitab Indonesia, disitu tertulis jelas nama-nama penulis Alkitab, tahun berapa ditulis dan lain-lain. Kami kutip apa adanya sebagai berikut :   PERJANJIAN LAMA

No. Nama Kitab Penulis Tahun
1 Kejadian Musa 1445 – 1405 SM
2 Keluaran Musa 1445 – 1405 SM
3 Imamat Musa 1445 – 1405 SM
4 Bilangan Musa 1405 SM
5 Ulangan Musa 1405 SM
6 Yosua Yosua Abad 14 SM
7 Hakim ????? 1050 – 1000 SM
8 Ruth ????? Abad ke 10 SM
9 1 Samuel ????? Ahir abad 10 SM
10 2 Samuel ????? Ahir abad 10 SM
11 1 Raja-Raja ????? 560 – 550 SM
12 2 Raja-Raja ????? 560 – 550 SM
13 1 Tawarikh Ezra / ? 450 – 420 SM
14 2 Tawarikh Ezra / ? 450 – 420 SM
Perhatikan kitab Samuel,Raja-raja dan Tawarikh yang tak di ketahui siapa penulis nya.saya coret dalam sub judul di atas: KITAB SEJARAH .sebab kitab Samuel,Raja-raja dan Tawarikh tak layak di jadikan kitab-kitab sejarah yang valid 100%.sebab dari penulis nya saja orang yang tidak di kenal siapa dia.apakah seorang kristen yang logic dan selalu mendewakan validitas berita akan menerima saja 100% beritaa jika tampa di ketahui siapa pembawa berita itu?
Jika kita berfikir jernih,maka kita akan mempercayai Firman Allah daripada mempercayai kitab-kitab yang di anggap sejarah(padahal bercampur fakta dan mitologi )yang ada dalam Alkitab.

BANTAHAN KEDUA:KITAB-KITAB SAMUEL,RAJA-RAJA DAN TAWARIKH HAKIKAT NYA BUKAN KITAB SUCI,NAMUN HANYA BERUPA KITAB SEJARAH

 
Keliru jika mengatakan bahwa kitab Samuel,Raja-raja dan tawarikh merupakan kitab suci.kitab-kitab itu cuma kitab-kitab sejarah yang belum pasti validitas nya di campur beberapa kisah mitologi/dongeng kepahlawanan Israel melawan musuh-musuh nya.contoh mitologi dalam kitab itu adalah kisah daud memutilasi 100 kulit khatan orang-orang filistin dalam perang,yang mustahil di sanding kan dengan Tuhan yang maha kasih dan adil.setelah priode Samuel,saul,Daud dan Solomo,dan para Raja-raja Yehuda dan Israel,beberapa penulis Israel mencoba menelusuri sejarah pendahulu mereka.sayang nya metoda mereka tidak lah jelas.apakah penulis-penulis itu(atau satu orang penulis saja)memakai sumber tertulis lain nya atau riwayat lisan?sebarapa valid sumber-sumber itu dan riwayat-riwayat lisan itu?semua tidak lah jelas dalam sejarah kodifikasi Alkitab perjanjian lama.maka apakah dengan kitab-kitab sejarah yang belum tentu 100% valid dan lengkap ini kita mau menganggap kisah Sulaiman dan para semut adalah dongeng?

BANTAHAN  KETIGA:YANG PALING TAHU PERSIS SEJARAH SULAIMAN ALLAH ATAU PARA PENULIS KITAB SEJARAH YANG TAK TAHU SIAPA PENULIS NYA DAN PATUT DI PERTANYAKAN VALIDITAS MUATAN SEJARAH NYA?

Tentu kita lebih percaya Allah,Tuhan semesta alam ketimbang mempercayai kitab-kitab yang tak jelas siapa penulis nya itu,dan  jika anda jujur,apakah muatan sejarah kitab-kitab itu 100% valid semua nya?.kitab-kitab itu tak saya pungkiri memuat beberapa sejarah yang sahih,tetapi tercampur banyak pula dongeng-dongeng dan mitologi di dalam nya.sebab metoda penulis pasti nya mencomot beberapa sumber tulisan-tulisan lain atau juga riwayat-riwayat lisan,sebagai mana hadist,riwayat-riwayat itu bisa sahih,dhaif,palsu dan cerita mungkar.
Maka yang patut di percaya adalah Al-Quran ketimbang kitab-kitab sejarah yang di tulis oleh orang-orang yang tak di kenal dengan metoda yang tidak jelas.dan beberapa isi kitab itu memuat hal-hal sadis dan porno yang sama sekali tak enak di baca jika di hubung kan dengan Tuhan yang maha adil dan indah.seperti cerita Daud memutilasi 100 kulit khatan filistin,cerita Yosia menyembelih para imam berhala dan membakar tulang-tulang imam-imam berhala,cerita genocida amaleks oleh Saul,dan seterus nya.cerita porno contoh nya cerita selingkuh daud,cerita Abasolom mezinai gundik-gundik Daud,dan seterus nya.bandingkan cerita Sulaiman dan para semut,lebih indah,sejuk dan halus di baca dan di resapi sebagai firman Tuhan ketimbang cerita-cerita sadis dan aneh dalam kitab-kitab yang di klaim sebagai sejarah itu.dengan dasar ini Thomas paine Menolak Bible adalah Firman tuhan,tetapi lebih tepat nya firman dai setan:
 “Kapan saja kita membaca cerita-cerita yang cabul, godaan-godaan yang menggairahkan birahi, eksekusi-eksekusi yang keterlaluan dan kejam, pembalasan dendam yang tak kenal henti yang terdapat dalam lebih dari separo bagian Alkitab, akan lebik konsiiten kalau kita menyebutnya firman dari setan dibandingkan firman dari Tuhan. Inilah sejarah kejahatan yang telah dilayani untuk membuat kebrutalan dan merusak umat manusia. ”

BANTAHAN KE-EMPAT:PERISTIWA NABI SULAIMAN DENGAN PARA SEMUT TAK AKAN BISA TERLACAK OLEH PARA PENULIS KITAB-KITAB SEJARAH ITU

JIka kita melihat kitab-kitab sejarah versi alkitab itu,maka kita yakin semua di tulis setelah para tokoh nya pada mati.jadi di tulis jauh setelah Samuel,Daud,solomo dan Para raja mati.di tulis setelah semua peristiwa telah terjadi.maka dari itu penulis kitab-kitab sejarah itu sama sekali tak se zaman dengan Sulaiman.penulis-penulis itu menulis tentang Sulaiman jauh lama setelah Sulaiman mati.oleh sebab itu mustahil penulis-penulis itu mengetahui peristiwa Sulaiman dengan para semut itu.dan para balatentara Sulaiman dari Jin,manusia dan burung belum tentu juga mengetahui percakapan Sulaiman dengan para semut.terlebih hanya Sulaiman yang mengetahui bahasa semut,bukan yang lain nya.oleh sebab itu cerita itu tak terlacak dalam kitab-kitab sejarah itu,dan hanya di ketahui Allah saja.
Maka tidak ada nya cerita Sulaiman dan para semut di alkitab bukan berarti cerita itu cerita dongeng.hal itu terjadi karena peristiwa itu sama sekali tak di ketahui oleh para balatentara Sulaiman,karena hanya Sulaiman yang tahu bahasa semut,dan terlebih lagi penulis-penulis kitab-kitab sejarah yang hidup jauh setelah Sulaiman telah mati,LEBIH TIDAK MENGETAHUI LAGI.

BANTAHAN KELIMA:ADA KARYA-KARYA SOLOMO/SULAIMAN LAIN NYA YANG HILANG DARI MUKA BUMI

Perlu di ketahui,ada sekitar 20 kitab lebih perjanjian lama yang hilang lenyap dari muka bumi.beberapa di antara nya kitab-kitab yang di nisbat kan kepada Solomo/Sulaiman:
 (32) Ia menggubah tiga ribu amsal, dan nyanyiannya ada seribu lima.(33) Ia bersajak tentang pohon-pohonan, dari pohon aras yang di gunung Libanon sampai kepada hisop yang tumbuh pada dinding batu; ia berbicara juga tentang hewan dan tentang burung-burung dan tentang binatang melata dan tentang ikan-ikan.(34) Maka datanglah orang dari segala bangsa mendengarkan hikmat Salomo, dan ia menerima upeti dari semua raja-raja di bumi, yang telah mendengar tentang hikmatnya itu.
ADAM CLARK dalam bukunya volume 2 menyitir teks kitab 1 raja2 4:32 bahwa kitab amsal yg di nisbahkan kepada sulaiman adalah sebanyak 900 atau 923 amsal.jika kita berpegang kepada sebagian pendapat yg menyebutkan pasal 1 sampai pasal 9 dari kitab itu sebagai bukan karangan sulaiman maka jumlah keseluruhan kitab itu adalah 650 amsal.jika kitab mazmur 127 yg berbicara tentang nyanyian ziarah sulaiman tidak termasuk dalam kelompok mazmur karena di kalim bukan karangan sulaiman maka jumlah naynyian itu menjadi 1005 nyanyaian saja.dan menurut pendapat yg paling kuat kitab mazmur 127 adalah karangan daud ayah sulaiman.di tulis daud sebagai bentuk pengajaran bagi anaknya. kemudian adam clark memberi komentar pada ayat 33 tentang sejarah dunia bahwa para cendikiawan di buat bingung karena hilangnya sejarah dunia selamanya. lalu kitab lain yang di nisbat kan kepada Solomo tetapi wujud kitab itu tidak ada sekarang dan tidak sampai kepada kita alias hilang:

(41) Selebihnya dari riwayat Salomo dan segala yang dilakukannya dan hikmatnya, bukankah semuanya itu tertulis dalam kitab riwayat Salomo?

Nah,para penulis kitab sejarah itu mencantum kan beberapa kitab yang di nisbat kan kepada Solomo yang ternyata kitab-kitab itu telah hilang sekarang.maka saya katakan,jika dalam kitab-kitab sejarah versi alkitab kanonik sekarang tidak ada cerita Sulaiman dengan para semut,boleh jadi cerita-cerita itu di ceritakan dalam kitab-kitab yang telah hilang itu.

BANTAHAN KEENAM:KITAB-KITAB SEJARAH MENURUT PAKAR-PAKAR ALKITAB

MAURICE BUCAILLE BERKATA: Dalam bagian-bagian yang mengenai Sejarah dalam Bibel, kita dapatkan sejarah bangsa Yahudi semenjak masuk ke daerah yang dijanjikan (kira-kira pada abad XIII S.M.) sampai deportasi (pengasingan) ke Babylon pada abad VI S.M. Dalam sejarah itu ditekankan “kejadian nasional” yang digambarkan sebagai pelaksanaan janji Tuhan. Akan tetapi dalam hikayat ini tak terdapat ketelitian historis. Suatu fasal seperti fasal Yusak hanya mempunyai dasar teologi. Dalam hal ini, professor Edmond Yacob mengingatkan kita tentang adanya kontradiksi yang jelas antara arkeologi dan teks Perjanjian Lama mengenai kerusakan kota Jericho dan Ay. Kitab (fasal) Hakim-hakim dimaksudkan untuk mempertahankan bangsa yang terpilih terhadap musuh-musuh yang melingkunginya, yakni dengan pertolongan Tuhan Fasal itu berkali-kali dirubah; hal ini dijelaskan oleh R.P.A. Lefevre dalam mukaddimah Bibel Crampon. Kata-kata pengantar yang bercampur aduk susunannya serta tambahan-tambahan di belakang, menunjukkan fakta tersebut. Sejarah Ruth ada hubunganya dengan fasal Hakim-hakim. Fasal Samuel dan Fasal Raja-raja merupakan kumpulan-kumpulan biografik yang menarik bagi Samuel, Saul, David dan Salomon Tetapi nilai sejarahnya disangsikan. Edmond Yacob menemukan di dalamnya banyak kesalahan-kesalahan; kadang-kadang sesuatu kejadian diriwayatkan dua atau tiga kali. Nabi-nabi Elia, Elisa, Yesaya dalam bagian itu juga mendapat tempat, tetapi sejarah mereka tercampur dengan legenda, walaupun menurut R.P.A. Lefevre nilai sejarahnya sangat penting. Bagian pertama dan kedua dari kitab (fasal) Tawarikh, fasal-fasal Ezra dan Nehemia ditulis oleh satu orang yang hidup pada akhir abad IV S.M. Ia meriwayatkan sejarah dari masa penciptaan Tuhan sampai waktu itu, akan tetapi silsilah keturunan (genealogi) hanya sampai nabi Dawud. Ia mengambil dan menjiplak dari fasal Samuel dan fasal Raja-raja dengan tidak memperhatikan kepincangannya; begitulah kata E. Yacob; akan tetapi ia menambah hal-hal yang pasti yang dikuatkan oleh arkeologi. Dalam fasal-fasal tersebut, sejarah disesuaikan dengan teologi. Edmond Yacob berkata: kadang-kadang pengarang menulis sejarah bersandar kepada teologi. Umpamanya, untuk menerangkan bahwa Raja Manassi, seorang yang fasiq dan menganiaya pemeluk-pemeluk agama tetapi memerintah lama dan masa pemerintahannya penuh dengan kemakmuran, pengarang Injil mengatakan bahwa raja tersebut telah mengikuti agama Yahudi ketika berada di Assyrie (Tawarikh, fasal dua, 33/11), padahal soal tersebut tak terdapat baik dalam sumber-sumber Bibel atau di luarnya. Fasal Ezra dan Nehemia telah menjadi sasaran kritik yang banyak oleh karena fasal itu penuh dengan kekaburan dan karena fasal-fasal tersebut menceritakan tentang suatu periode sejarah yang sampai sekarang belum terang benar kecuali jika kita pakai dokumen di luar Bibel, yaitu periode abad IX S.M. Di antara fasal-fasal yang mengenai sejarah terdapat fasal Tobias, Yudith dan Ester. Dalam fasal-fasal tersebut terdapat perubahan-perubahan terhadap sejarah seperti penggantian nama-nama orang, dan kejadian yang tak pernah ada; semua itu untuk sesuatu maksud keagamaan. Fasal-fasal tersebut lebih merupakan berita-berita yang bersifat petunjuk-petunjuk moral akan tetapi penuh dengan kekeliruan sejarah. Mengenai dua fasal tentang Maccabee yang membicarakan kejadian-kejadian abad II S.M., dapat dikatakan bahwa fasal itu meriwayatkan sejarah dengan baik dan mempunyai nilai yang besar. Dengan begitu maka kesimpulan-kesimpulan fasal-fasal sejarah: merupakan kumpulan yang pincang. Sejarah ditulis, sebagian secara ilmiah dan sebagian lagi secara khayalan.   Perhatikan dua kutipan penting ini:

Fasal Samuel dan Fasal Raja-raja merupakan kumpulan-kumpulan biografik yang menarik bagi Samuel, Saul, David dan Salomon Tetapi nilai sejarahnya disangsikan. Edmond Yacob menemukan di dalamnya banyak kesalahan-kesalahan; kadang-kadang sesuatu kejadian diriwayatkan dua atau tiga kali. Nabi-nabi Elia, Elisa, Yesaya dalam bagian itu juga mendapat tempat, tetapi sejarah mereka tercampur dengan legenda, walaupun menurut R.P.A. Lefevre nilai sejarahnya sangat penting………. ..

Dengan begitu maka kesimpulan-kesimpulan fasal-fasal sejarah: merupakan kumpulan yang pincang. Sejarah ditulis, sebagian secara ilmiah dan sebagian lagi secara khayalan.

Para pakar Alkitab telah mengakui bahwa kitab Samuel,raja-raja dan Tawarikh adalah kitab-kitab yang bercampur antara sejarah yang sahih dan legenda/khayalan.dan ada banyak kesalahan di dalam nya.maka dari itu apakah pantas kitab-kitab itu layak menghakimi Al-quran?seharus nya kristen radikal malu memakai standart kitab-kitab itu hakim atas Quran,di mana isi dan kodifikasi kitab-kitab itu sangat tidak beres dan tidak terang.

BANTAHAN KETUJUH:APAKAH PENULIS KITAB-KITAB SEJARAH ITU SAKSI MATA SOLOMO?

Yakni penulis kitab itu melihat segala tindak-tanduk Solomo dari ia lahir hingga mati.yang terus mengikuti Solomo hingga ke sudut-sudut istana nya untuk membuat biografi solomo itu?.sama sekali tidak jelas.penulis kitab-kitab itu saja sangat tidak jelas.maka mustahil penulis mampu mengikuti semua jejak dan jalan Daud dan solomo di segala waktu.misal nya penulis ikuti Daud dari yerusalem hingga pelarian dari Saul,hingga Daud mati…hingga mengikuti Solomo sampai Solomo mati…..dan seterus nya.maka kita katakan bahwa penulis kitab sejarah Solomo pasti orang yang hidup jauh setelah Solomo mati.bahkan jauh setelah 2 kerajaan hancur(Yudea dan Samaria) Maka dari itu,penulis-penulis kitab itu sama sekali tak mengetahui sejarah Solomo kecuali dari sumber-sumber lain berupa tulisan atau lisan,yang tidak di ketahui dari siapa dan tidak di ketahui nilai akurasi berita nya.maka patut kah kitab-kitab tak jelas seperti ini menghakimi Quran?justru seharus nya kita lebih percaya firman Allah dalam quran ketimbang mempercayai kitab-kitab yang nilai validitas nya di ragukan.penulis kitab-kitab itu tak tahu 100 persen kehidupan Solomo.Allah tahu 100 persen.maka wajar jika penulis kitab-kitab itu luput menulis cerita Sulaiman dan para semut.sebab mereka atau satu penulis itu tidak tahu segala sesuatu.dan Allah maha mengetahui segala nya.

KESIMPULAN

Hendak nya kristen radikal malu…..apakah hanya karena cerita Sulaiman dan para semut tak ada di Alkitab lalu memvonis cerita itu dongeng?tentu tuduhan yang sembrono dan terburu-buru.dan lucu nya kitab-kitab sejarah dalam Alkitab yang mengandung banyak kelemahan di jadikan hakim untuk menghakimi Al-quran.tentu hal ini suatu logika yang konyol.maka dari itu saya sebagai muslim lebih percaya perkataan Allah dalam Al-quran,Tuhan semesta alam ketimbang mempercayai kitab-kitab sejarah yang nilai ke akuratan dan kelengkapan historis nya sangat di ragukan.di mana isi kitab itu memuat berita sahih,juga berita lemah,palsu dan mungkar.dan proses penulisan nya pun gelap tak di ketahui,siapa penulis nya,metoda nya dan seterus nya.