budak (1)

Waktu Islam datang ke muka bumi ini,perbudakan sudah menjadi tradisi dan bagan ekonomi bagi seluruh dunia.jadi perbudakan bukan lah produk islam.Islam ketika datang berhadapan dengan fenomena perbudakan,maka mau tak mau Islam harus mengatur pula masalah perbudakan ini.salah satu aturan islam adalah MEMBEBAS KAN PERBUDAKAN.jadi,islam mengajarkan membebas kan budak dari perbudakan nya,seperti firman Allah:

فَلَا ٱقْتَحَمَ ٱلْعَقَبَةَ

Tetapi dia tiada menempuh jalan yang mendaki lagi sukar.

وَمَآ أَدْرَىٰكَ مَا ٱلْعَقَبَةُ

Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu?

فَكُّ رَقَبَةٍ

(yaitu) melepaskan budak dari perbudakan,

Firman Allah lagi:

۞ لَّيْسَ ٱلْبِرَّ أَن تُوَلُّوا۟ وُجُوهَكُمْ قِبَلَ ٱلْمَشْرِقِ وَٱلْمَغْرِبِ وَلَٰكِنَّ ٱلْبِرَّ مَنْ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ وَٱلْمَلَٰٓئِكَةِ وَٱلْكِتَٰبِ وَٱلنَّبِيِّۦنَ وَءَاتَى ٱلْمَالَ عَلَىٰ حُبِّهِۦ ذَوِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْيَتَٰمَىٰ وَٱلْمَسَٰكِينَ وَٱبْنَ ٱلسَّبِيلِ وَٱلسَّآئِلِينَ وَفِى ٱلرِّقَابِ وَأَقَامَ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَى ٱلزَّكَوٰةَ وَٱلْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَٰهَدُوا۟ ۖ وَٱلصَّٰبِرِينَ فِى ٱلْبَأْسَآءِ وَٱلضَّرَّآءِ وَحِينَ ٱلْبَأْسِ ۗ أُو۟لَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ صَدَقُوا۟ ۖ وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُتَّقُونَ

Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.

 

Membebaskan budak pada masa dahulu adalah di anggap sebagai jalan mendaki lagi sukar,karena budak pada waktu itu di anggap sebagai barang ekonomi yang sangat mahal dan berharga.Islam mempunyai beragam CARA CERDIK untuk membebaskan manusia dari perbudakan,antara lain adalah dengan cara-cara seperti ini:

CARA PERTAMA:KAFFARAT MELANGGAR SUMPAH DENGAN SENGAJA DENGAN SALAH SATU OPSI NYA MEMERDEKAKAN BUDAK

لَا يُؤَاخِذُكُمُ ٱللَّهُ بِٱللَّغْوِ فِىٓ أَيْمَٰنِكُمْ وَلَٰكِن يُؤَاخِذُكُم بِمَا عَقَّدتُّمُ ٱلْأَيْمَٰنَ ۖ فَكَفَّٰرَتُهُۥٓ إِطْعَامُ عَشَرَةِ مَسَٰكِينَ مِنْ أَوْسَطِ مَا تُطْعِمُونَ أَهْلِيكُمْ أَوْ كِسْوَتُهُمْ أَوْ تَحْرِيرُ رَقَبَةٍۢ ۖ فَمَن لَّمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلَٰثَةِ أَيَّامٍۢ ۚ ذَٰلِكَ كَفَّٰرَةُ أَيْمَٰنِكُمْ إِذَا حَلَفْتُمْ ۚ وَٱحْفَظُوٓا۟ أَيْمَٰنَكُمْ ۚ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمْ ءَايَٰتِهِۦ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kaffarat (melanggar) sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. Barang siapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kaffaratnya puasa selama tiga hari. Yang demikian itu adalah kaffarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). Dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur (kepada-Nya).

Maka ketika seseorang melanggar sumpah nya,maka ia di beri beberapa opsi Kaffarat,antara lain memerdekakan budak yang ia miliki.cara ini adalah cara cerdik islam melepas kan budak dari perbudakan nya.dengan cara memberi jaminan penghapusan dosa melanggar sumpah dengan membebaskan seorang budak.

CARA KEDUA:MEMERDEKAKAN BUDAK DARI HARTA ZAKAT

۞ إِنَّمَا ٱلصَّدَقَٰتُ لِلْفُقَرَآءِ وَٱلْمَسَٰكِينِ وَٱلْعَٰمِلِينَ عَلَيْهَا وَٱلْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِى ٱلرِّقَابِ وَٱلْغَٰرِمِينَ وَفِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَٱبْنِ ٱلسَّبِيلِ ۖ فَرِيضَةًۭ مِّنَ ٱللَّهِ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌۭ

Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu`allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana

Jadi,salah satu cara membebaskan budak adalah dengan harta zakat.di mana harta zakat itu untuk membayar penebusan bagi diri nya.islam adalah agama bijaksana,islam tak memaksa para tuan pemilik budak untuk melepas kan budak nya dengan cuma-cuma.sebab budak itu kadang di beli pada zaman jahiliyah dengan harga yang amat tinggi.oleh sebab itu Rasul mengatakan bahwa seorang budak yang lari dari tuan nya,maka solat nya tak di terima Allah.Islam mengajar kan keseimbangan dan keadilan.harta di butuh kan seorang budak untuk membebaskan dirinya.Firman Allah:

“…Dan budak-budak yang kamu miliki yang menginginkan perjanjian, hendaklah kamu buat perjanjian dengan mereka, jika kamu mengetahui ada kebaikan pada mereka…” [An-Nuur: 33]

riwayat Musa bin Anas, “Bahwasanya Sirin meminta kepada Anas agar ia membebaskannya dengan perjanjian tebusan -sedangkan Anas mempunyai banyak harta- maka ia menolak, kemudian ia pergi kepada ‘Umar Radhiyallahu ‘anhu, dan beliau berkata, ‘Bebaskanlah ia dengan perjanjian tebusan.’ Anas tetap menolak, kemudian beliau memukulnya dengan tongkat, dan membaca ayat, ‘Hendaklah kalian buat perjanjian dengan mereka, jika kalian mengetahui ada kebaikan pada mereka.’ Akhirnya Anas membebaskannya( Fat-hul Baari (V/184).)

CARA KETIGA:SUAMI YANG MEN ZIHAR ISTERI NYA WAJIB MEMERDEKAKAN BUDAK SEBELUM BERCAMPUR LAGI

وَٱلَّذِينَ يُظَٰهِرُونَ مِن نِّسَآئِهِمْ ثُمَّ يَعُودُونَ لِمَا قَالُوا۟ فَتَحْرِيرُ رَقَبَةٍۢ مِّن قَبْلِ أَن يَتَمَآسَّا ۚ ذَٰلِكُمْ تُوعَظُونَ بِهِۦ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌۭ

Orang-orang yang menzhihar isteri mereka, kemudian mereka hendak menarik kembali apa yang mereka ucapkan, maka (wajib atasnya) memerdekakan seorang budak sebelum kedua suami isteri itu bercampur. Demikianlah yang diajarkan kepada kamu, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

فَمَن لَّمْ يَجِدْ فَصِيَامُ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ مِن قَبْلِ أَن يَتَمَآسَّا ۖ فَمَن لَّمْ يَسْتَطِعْ فَإِطْعَامُ سِتِّينَ مِسْكِينًۭا ۚ ذَٰلِكَ لِتُؤْمِنُوا۟ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ ۚ وَتِلْكَ حُدُودُ ٱللَّهِ ۗ وَلِلْكَٰفِرِينَ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Barangsiapa yang tidak mendapatkan (budak), maka (wajib atasnya) berpuasa dua bulan berturut-turut sebelum keduanya bercampur. Maka siapa yang tidak kuasa (wajiblah atasnya) memberi makan enam puluh orang miskin. Demikianlah supaya kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan itulah hukum-hukum Allah, dan bagi orang kafir ada siksaan yang sangat pedih.

Ini salah satu cara cerdik dalam islam membebas kan perbudakan.ketika suami men zihar isteri nya,maka ia wajib memerdekakan seorang budak sebelum bercampur lagi dengan isteri nya.jika ia belum melakukan pemerdekaan itu,maka ia belum halal mencampuri isteri nya.Zihar adalah menyamakan isteri dengan mahram si suami,di mana islam amat membenci perbuatan ini,karena islam menutup rapat segala jalan menuju kecendrungan incest yang menjijik kan( KLIK )

CARA KE EMPAT:DENDA MEMBUNUH MANUSIA SALAH SATU NYA IALAH MEMERDEKAKAN BUDAK

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ أَن يَقْتُلَ مُؤْمِنًا إِلَّا خَطَـًۭٔا ۚ وَمَن قَتَلَ مُؤْمِنًا خَطَـًۭٔا فَتَحْرِيرُ رَقَبَةٍۢ مُّؤْمِنَةٍۢ وَدِيَةٌۭ مُّسَلَّمَةٌ إِلَىٰٓ أَهْلِهِۦٓ إِلَّآ أَن يَصَّدَّقُوا۟ ۚ فَإِن كَانَ مِن قَوْمٍ عَدُوٍّۢ لَّكُمْ وَهُوَ مُؤْمِنٌۭ فَتَحْرِيرُ رَقَبَةٍۢ مُّؤْمِنَةٍۢ ۖ وَإِن كَانَ مِن قَوْمٍۭ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُم مِّيثَٰقٌۭ فَدِيَةٌۭ مُّسَلَّمَةٌ إِلَىٰٓ أَهْلِهِۦ وَتَحْرِيرُ رَقَبَةٍۢ مُّؤْمِنَةٍۢ ۖ فَمَن لَّمْ يَجِدْ فَصِيَامُ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ تَوْبَةًۭ مِّنَ ٱللَّهِ ۗ وَكَانَ ٱللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًۭا

Dan tidak layak bagi seorang mu`min membunuh seorang mu`min (yang lain), kecuali karena tersalah (tidak sengaja) , dan barangsiapa membunuh seorang mu`min karena tersalah (hendaklah) ia memerdekakan seorang hamba sahaya yang beriman serta membayar diat  yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh itu), kecuali jika mereka (keluarga terbunuh) bersedekah . Jika ia (si terbunuh) dari kaum (kafir) yang ada perjanjian (damai) antara mereka dengan kamu, maka (hendaklah si pembunuh) membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh) serta memerdekakan hamba sahaya yang beriman. Barangsiapa yang tidak memperolehnya , maka hendaklah ia (si pembunuh) berpuasa dua bulan berturut-turut untuk penerimaan taubat dari pada Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

CARA KELIMA:NEGARA WAJIB MEMAKSA SEORANG TUAN MEMERDEKAKAN BUDAK YANG IA MILIKI JIKA IA MENAMPAR ATAU MEMUKUL BUDAK ITU

hadits Ibnu ‘Umar r.a, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, ‘Barangsiapa menampar budaknya atau memukulnya, maka kaffaratnya adalah memerdekakannya’.” (HR Muslim [1657]).

Dalam islam,seorang budak menjadi merdeka dan bebas secara otomatis tampa membayar jika tuan nya menampar atau memukul budak nya itu.dalam islam,budak harus di perlakukan secara manusiawi.tak boleh seorang budak hidup dalam rumah tuan nya dengan penderitaan di tampar dan di pukuli.ketika tuan menampar dan memukul budak nya,maka hak kepemilikan budak nya menjadi hilang.dan islam melepas kan penderitaan budak itu dari tuan yang menganiaya nya dengan membebas kan nya.

Masih ada cara-cara lain yang di terang kan dalam hadist-hadist dari Nabi cara-cara cerdik islam dalam membebas kan manusia dari perbudakan.dari berbagai dalil di atas jelas,hukum islam amat bijak dan santun dalam menangani para budak,baik ketika ia menjadi budak,atau pun dengan cara pembebasan nya.dari dalil-dalil di atas,islam amat mengajar kan pembebasan perbudakan.