zahra

Pada kesempatan ini saya mau membahas pernikahan Rasulullah dengan Zainab binti Jahsy yang kerap menjadi bahan hujatan kristen-kristen penghujat,bahwa Rasul menyuruh Zaid mencerai kan zainab agar Rasul bisa menikahi Zainab.tuduhan lain nya adalah Rasul menikahi isteri bekas anak nya.tuduhan lain nya adalah Rasul membuat ayat-ayat palsu buat memulus kan pernikahan nya dengan zainab.apakah tuduhan-tuduhan itu benar?mari kita bahas dengan cermat dengan berbagai kronologis nya:

KRONOLOGI PERTAMA:RASULULLAH MENIKAH KAN ZAID DENGAN ZAINAB BINTI JAHSY

Wajar Rasulullah mencarikan jodoh bagi anak angkat kesayangan nya itu.sebab menikah adalah sesuatu yang harus di tempuh pada tiap manusia normal.maka dari itu,Rasulullah mau mencari kan jodoh bagi anak angkat kesayangan nya itu.maka Rasulullah memilih Zainab binti Jahsy buat menjadi jodoh nya zaid bin haritsah.jika Rasulullah menyukai zainab binti Jahsy,tentu sedari awal Rasul tak akan memberikan Zainab binti Jahsy pada zaid,tetapi Rasulullah langsung menikahi nya sendiri.ini menunjuk kan,sedari awal Rasulullah tak mempunyai niat menikahi dan mencintai dalam hati Zainab binti jahsy seperti yang di tuduh kan para penghujat Rasulullah.

KRONOLOGI KEDUA:ZAINAB BINTI JAHSY DAN KELUARGA NYA KEBERATAN MENIKAH DENGAN ZAID

Sebab Zainab dan keluarga nya adalah keluarga terhormat.sedangkan Zaid adalah kedudukan nya lebih rendah.maka dari itu mereka menolak ketika Rasulullah meminta Zainab agar menjadi isteri zaid.nah,jika Rasulullah telah memendam cinta dan ketertarikan pada Zainab pada saat ini,maka adalah kesempatan emas buat Rasul meminang zainab buat diri nya sendiri.ternyata Rasul tidak melakukan hal itu,dan Rasul malah menasehati zainab agar mentaati Allah dan Rasul-Nya,agar tetap menikah dengan Zaid:

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍۢ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥٓ أَمْرًا أَن يَكُونَ لَهُمُ ٱلْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ ۗ وَمَن يَعْصِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَٰلًۭا مُّبِينًۭا

Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu`min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu`min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.

Ayat ini diturunkan berkenaan dengan Abdullah bin Jahsy beserta saudara perempuannya yang bernama Zainab; Nabi saw. melamarnya untuk dikawinkan kepada Zaid bin Haritsah, lalu keduanya tidak menyukai hal tersebut ketika keduanya mengetahui bahwa Nabi melamar saudara perempuannya bukanlah untuk dirinya sendiri, melainkan untuk anak angkatnya yaitu Zaid bin Haritsah. Akan tetapi setelah turun ayat ini keduanya menjadi rela.Perhatikan,jika saat itu Rasul mencintai dan asmara dengan zainab,maka Rasul tidak akan memberi kesempatan Zaid untuk meminang zainab.malah Rasul memberi Zainab dan keluarga nya ayat Allah agar zainab bersedia di nikahi Zaid.maka,akhir nya Zainab dan keluarga nya rela dengan keputusan Rasul.Maka Zaid pun menikahi Zainab.

KRONOLOGI KETIGA:RUMAH TANGGA ZAID DAN ZAINAB TIDAK HARMONIS,ZAID INGIN CERAI KAN ZAINAB

Karena Zainab merasa tidak Kufu dengan Zaid,maka Zainab bersikap sombong terhadap Zaid.sehingga Rumah tangga mereka tidak harmonis.berikut penjelasan nya:

Sebab turunnya ayat ini ialah karena ada hubungannya dengan pernikahan Zaid bin Harisah binti Jahsy anak bibi Rasulullah saw. Rasulullah saw pernah melamar Siti Zainab binti Jahsy seorang bangsawan Quraisy untuk dinikahkan dengan Zaid bin Harisah bekas seorang hamba sahaya yang sudah dimerdekakan dan telah dipungut oleh Rasulullah saw sebagai anak angkat. Lamaran itu ditolak oleh Zainab dan saudaranya karena dipandang tidak kufu dan sederajat di antara keduanya. Yang satu bekas seorang hamba sahaya dan yang seorang lagi seorang wanita bangsawan keturunan Quraisy. Maka turunlah ayat ke 36 dari surat Al Ahzab ini yang menyebabkan lamaran Rasulullah oleh mereka diterima. Kemudian Zaid dinikahkan kepada Zainab dengan maskawin sebanyak 60 (enam puluh) dirham, kain kudung dan selimut, sebuah perisai, selendang, 50 mud gandung dan 30 kelah koma.
Adapun hikmah dari perkawinan ini, walaupun ada unsur ketidak senangan dari pihak wanita ialah untuk membatalkan suatu adat kebiasaan yang berlaku sejak zaman Jahiliah di kalangan orang-orang Arab yang ada hubungannya dengan keturunan dan kemuliaan. Kebiasaan itu ialah bahwa mereka mempersamakan antara anak angkat dengan anak kandung di dalam segi keturunan dan hukum pembagian harta pusaka dan tidak boleh menikahi istri bekas anak angkat seperti tidak boleh menikahi menantunya dari anak kandung. OIeh karena itu diturunkan pada permulaan surat ini bahwa Allah Taala tidak menjadikan anak-anak angkat sebagai anak kandung. Yang demikian itu hanyalah perkataan di mulutmu saja (ayat 4). Allah SWT memerintahkan Nabi-Nya supaya membatalkan hukum Jahiliah itu dengan suatu tindakan yang tegas. Setelah Zainab di nikahi oleh Zaid bin Harisah atas perintah Nabi. ternyata di dalam kehidupan rumah tangganya tidak ada keserasian antara suami-istri, dan Zaid sering mengeluh dan menyampaikan keluhannya kepada Rasulullah bahwa istrinya (Zainab) kadang-kadang memperlihatkan kesombongannya sebagai seorang bangsawan. Rasulullah saw sendiri yang sudah mengetahui hikmah dari Allah itu memberi nasihat kepada Zaid: “Tahanlah terus istrimu dan bertakwalah kepada Allah”. Karena Zaid tidak dapat menahan penderitaan hatinya lebih lama maka ia menceraikan istrinya Zainab, dan setelah selesai `idahnya ia dinikahi oleh Rasulullah saw, supaya tidak ada keberatan bagi seorang mukmin untuk mengawini bekas istri anak angkatnya.
Pada ayat ini Allah memperingatkan kepada Nabi-Nya bahwa apa-apa yang terjadi antara Zaid bin Harisah dengan Zainab binti Jahsy itu adalah untuk menguatkan keimanan beliau dengan menegaskan kebenaran dan menghilangkan keragu-raguan dari hati orang-orang yang lemah imannya. Allah SWT menyuruh Rasul-Nya supaya memperhatikan ucapannya ketika beliau berkata kepada Zaid bin Harisah yang telah dikaruniai nikmat (oleh Allah) dan kasih sayang serta berbagai pemberian dari Nabi “Tahanlah terus istrimu dan bertakwalah kepada Allah, dan janganlah berpisah dengan Zainab disebabkan kesombongannya atau keangkuhannya karena keturunan, karena perceraian itu akan mengakibatkan noda kepadanya yang sulit untuk diperbaikinya”. Nabi sendiri telah mengetahui bahwa Zaid itu pada akhirnya pasti akan bercerai dengan Zainab, dan beliau merasa berat pula jika hal tersebut telah menjadi kenyataan sebab tentu akan menimbulkan bermacam-macam ocehan di kalangan masyarakat. Nabi menyembunyikan di dalam hatinya apa yang Allah nyatakan, karena Nabi sendiri menyadari bahwa beliau sendiri harus dijadikan suri teladan oleh sekalian umatnya untuk melaksanakan perintah Allah walaupun dengan korban perasaan. Menurut naluri, kebiasaannya manusia takut kepada sesama manusia, padahal Allah yang lebih berhak untuk ditakuti. Oleh beliau dibayangkan bahwa apabila beliau telah nikah dengan Siti Zainab bekas istri anak angkatnya. maka hal demikian pasti akan menjadi buah mulut di kalangan bangsa Arab, karena sejak zaman Jahiliah mereka memandang bahwa anak angkat itu dipersamakan dengan anak kandung. sehingga mereka diharamkan menikahi bekas istri anak angkatnya.
Nabi Muhammad saw diperintahkan oleh Allah Taala supaya jangan menghiraukan ocehan khalayak ramai sehubungan dengan pernikahan beliau dengan Siti Zainab. Tatkala Zaid telah menunaikan hajatnya terhadap istrinya dengan perceraian, maka Allah menikahkan Nabi saw kepada Zainab agar tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk menikahi bekas istri anak angkatnya, apabila anak angkat itu telah menceraikan istrinya. Dan ketetapan Allah tentang pernikahan Zainab dengan Nabi itu adalah suatu ketetapan yang sudah pasti. Diriwayatkan oleh Bukhari dan Tirmizi ra bahwa Siti Zainab sering membangga-banggakan dirinya terhadap istri-istri Nabi lainnya dengan ucapan “Kamu, istri-istri Nabi dinikahkan oleh keluargamu sendiri tetapi saya dinikahkan oleh Allah SWT. Dan diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Sya’bi bahwa Siti Zainab pernah berkata kepada Nabi saw: “Saya mempunyai kelebihan dengan tiga perkara yang tidak dimiliki oleh istri-istrimu yang lain, yaitu:
1. Kakekku dan kakekmu adalah sama yaitu Abdul Muttalib.
2. Allah menikahkan engkau denganku dengan perantaraan wahyu dari langit.
3. Pesuruh yang ditugaskannya adalah Malaikat Jibril.( SUMBER )

KRONOLOGI KE EMPAT:RASULULLAH MENASEHATI ZAID AGAR MEMPERTAHAN KAN RUMAH TANGGA NYA

Ketika Zaid sudah tidak tahan hati dengan perbuatan isteri nya,Zaid mau mencerai kan Zainab.Tetapi Rasulullah melarang Zaid,dan menyuruh Zaid mempertahan kan rumah tangga nya:

Imam Bukhari mengetengahkan sebuah hadis yang bersumber dari Anas r.a., bahwasanya firman Allah swt. berikut ini, yaitu, “…sedangkan kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya.” (Q.S. Al Ahzab, 37). diturunkan berkenaan dengan anak perempuan Jahsy yaitu Zainab dan Zaid ibnu Haritsah. Ibnu Hakim mengetengahkan sebuah hadis melalui Anas r.a. yang menceritakan bahwa Zaid ibnu Haritsah mengadu kepada Rasulullah saw. tentang ulah istrinya Zainab binti Jahsy, maka Nabi saw. bersabda, “Tahanlah terus istrimu”, maka turunlah firman-Nya, “…sedangkan kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya.” (Q.S. Al Ahzab, 37). Imam Muslim, Imam Ahmad dan Imam Nasai ketiganya mengetengahkan sebuah hadis, bahwasanya ketika idah Zainab selesai, Rasulullah saw. berkata kepada Zaid, “Pergilah kepadanya kemudian sebutkanlah bahwa aku melamarnya”. Maka Zaid ibnu Haritsah berangkat kepadanya dan menceritakan apa yang telah dipesankan oleh Nabi saw. kepadanya, maka Zainab menjawab, “Aku tidak berani mengambil suatu keputusan hingga terlebih dahulu aku meminta petunjuk dari Rabbku”. Lalu Zainab pergi ke masjid. Turunlah ayat ini, kemudian Rasulullah menemuinya tanpa izinnya terlebih dahulu. Dan sungguh aku melihat orang-orang diberi makan roti dan daging (sebagai pesta perkawinan) oleh Rasulullah saw. sewaktu beliau memasukiku. Setelah itu orang-orang bubar keluar, yang tertinggal hanyalah beberapa orang laki-laki yang masih berbincang-bincang sesudah menyantap hidangan walimah itu. Lalu Rasulullah saw. keluar dari rumah dan aku (Zaid) mengikutinya, maka Nabi saw. menengok kamar-kamar istrinya. Kemudian aku memberitahukan kepadanya bahwa orang-orang semuanya telah bubar. Rasulullah saw. berangkat menuju ke rumah hingga masuk ke dalamnya dan aku pun ikut masuk bersamanya. Lalu Nabi saw. menutup kain penutup rumah antara aku dan dia dan turunlah ayat Hijab pada saat itu, lalu Rasulullah saw. menasihati kaum dengan firman-Nya, “Janganlah kalian memasuki rumah-rumah nabi kecuali bila kalian diizinkan…” (Q.S. Al Ahzab, 53).

Rasul tetap menyuruh zaid agar mempertahan kan rumah tangga nya.nasehat Rasul adalah cuma anjuran kepada Zaid saja,sedangkan keputusan nya terserah kepada zaid.dan Rasul tentu tahu,rumah tangga zaid sudah susah untuk di pertahan kan karena perbedaan status.

KRONOLOGI KELIMA:WAHYU ALLAH TELAH DATANG BAHWA ZAINAB BINTI JAHSY AKAN MENJADI ISTERI RASUL UNTUK BERBAGAI HIKMAH NYA

Allah telah mengetahui bahwa Zaid pasti nya akan mencerai kan zainab,maka pada saat genting itu,wahyu Allah turun,bahwa Zainab kelak akan menjadi isteri Rasul.tetapi Rasul tidak menyuruh zaid mencerai kan zainab,zaid mencerai kan atas kemauan nya sendiri.wahyu yang turun itu adalah:

وَإِذْ تَقُولُ لِلَّذِىٓ أَنْعَمَ ٱللَّهُ عَلَيْهِ وَأَنْعَمْتَ عَلَيْهِ أَمْسِكْ عَلَيْكَ زَوْجَكَ وَٱتَّقِ ٱللَّهَ وَتُخْفِى فِى نَفْسِكَ مَا ٱللَّهُ مُبْدِيهِ وَتَخْشَى ٱلنَّاسَ وَٱللَّهُ أَحَقُّ أَن تَخْشَىٰهُ ۖ فَلَمَّا قَضَىٰ زَيْدٌۭ مِّنْهَا وَطَرًۭا زَوَّجْنَٰكَهَا لِكَىْ لَا يَكُونَ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ حَرَجٌۭ فِىٓ أَزْوَٰجِ أَدْعِيَآئِهِمْ إِذَا قَضَوْا۟ مِنْهُنَّ وَطَرًۭا ۚ وَكَانَ أَمْرُ ٱللَّهِ مَفْعُولًۭا

Dan (ingatlah), ketika kamu berkata kepada orang yang Allah telah melimpahkan ni`mat kepadanya dan kamu (juga) telah memberi ni`mat kepadanya: “Tahanlah terus isterimu dan bertakwalah kepada Allah”, sedang kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya, dan kamu takut kepada manusia, sedang Allah-lah yang lebih berhak untuk kamu takuti. Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya (menceraikannya), Kami kawinkan kamu dengan dia  supaya tidak ada keberatan bagi orang mu`min untuk (mengawini) isteri-isteri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya daripada isterinya. Dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi.

Para penghujat islam menafsirkan dengan sembrono ayat yang saya bold merah:

sedang kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya, dan kamu takut kepada manusia, sedang Allah-lah yang lebih berhak untuk kamu takuti.

Bahwa Rasul menyimpan bara asmara kepada isteri anak nya.dan Rasul menyuruh zaid mencerai kan zainab.riwayat yang mengatakan itu adalah batil.zaid mencerai kan isteri nya atas kemauan nya sendiri.

Imam Az-Zuhri berkata, “Jibril turun kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberitahukan kepada beliau bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menikahkannya dengan Zainab binti Jahsy radhiallahu ‘anha, itulah yang disembunyikan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hatinya.”

Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata, “Kesimpulannya bahwa yang disembunyikan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah berita Allah Subhanahu wa Ta’ala bahwa Zainab binti Jahys radhiallahu ‘anhu, akan menjadi istrinya. Sedangkan yang membuat beliau menyembunyikan hal itu adalah karena beliau khawatir omongan orang bahwa beliau menikahi istri anaknya.

Jadi yang di sembunyi kan Rasul bukan lah bara asmara kepada Zainab,tetapi wahyu Allah bahwa Rasul akan menjadi suami zainab,agar menggugur kan tradisi menganggap anak angkat adalah anak kandung sendiri.

 

KRONOLOGI KE ENAM:MAKA,ZAID PUN MENCERAIKAN ISTERI NYA,ZAINAB BINTI JAHSY

Perceraian ini bukan terjadi karena hasutan Rasul.malah Rasul menyuruh Zaid mempertahan kan rumah tangga nya dengan Zainab.tetapi Zaid tak tahan hati agar terus bergaul dengan Zainab.maka zaid pun mencerai kan zainab.keputusan mencerai kan ini bukan karena hasutan siapapun,dari awal,zaid sudah tidak tahan dengan perlakuan isteri nya yang sombong,yang merasa kedudukan nya lebih tinggi dari suami nya.kondisi seperti ini juga kita temui pada zaman modern ini,di mana ketika karir isteri lebih tinggi,isteri menjadi berubah sombong.

KRONOLOGI KE TUJUH:KETIKA ZAID TELAH MENCERAI KAN ZAINAB,MAKA RASULULLAH MULAI MEMINANG ZAINAB BINTI JAHSY ATAS PERINTAH WAHYU ALLAH,AGAR MEMUSNAH KAN TRADISI MENGANGGAP ANAK ANGKAT ADALAH ANAK KANDUNG SENDIRI

وَإِذْ تَقُولُ لِلَّذِىٓ أَنْعَمَ ٱللَّهُ عَلَيْهِ وَأَنْعَمْتَ عَلَيْهِ أَمْسِكْ عَلَيْكَ زَوْجَكَ وَٱتَّقِ ٱللَّهَ وَتُخْفِى فِى نَفْسِكَ مَا ٱللَّهُ مُبْدِيهِ وَتَخْشَى ٱلنَّاسَ وَٱللَّهُ أَحَقُّ أَن تَخْشَىٰهُ ۖ فَلَمَّا قَضَىٰ زَيْدٌۭ مِّنْهَا وَطَرًۭا زَوَّجْنَٰكَهَا لِكَىْ لَا يَكُونَ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ حَرَجٌۭ فِىٓ أَزْوَٰجِ أَدْعِيَآئِهِمْ إِذَا قَضَوْا۟ مِنْهُنَّ وَطَرًۭا ۚ وَكَانَ أَمْرُ ٱللَّهِ مَفْعُولًۭا

Dan (ingatlah), ketika kamu berkata kepada orang yang Allah telah melimpahkan ni`mat kepadanya dan kamu (juga) telah memberi ni`mat kepadanya: “Tahanlah terus isterimu dan bertakwalah kepada Allah”, sedang kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya, dan kamu takut kepada manusia, sedang Allah-lah yang lebih berhak untuk kamu takuti. Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya (menceraikannya), Kami kawinkan kamu dengan dia  supaya tidak ada keberatan bagi orang mu`min untuk (mengawini) isteri-isteri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya daripada isterinya. Dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi.

Jadi,wahyu Allah yang menikah kan Nabi dengan Zainab adalah untuk memberi hukum baru,bahwa anak angkat bukan lah anak kandung.jadi,menikahi isteri bekas anak angkat adalah tidak haram dan tidak terlarang.itulah mengapa Allah menurun kan wahyu agar Rasul menikahi Zainab.untuk meruntuh kan tradisi lama pada bangsa arab itu.jadi,tuduhan Rasul mempunyai bara asmara kepada isteri anak nya sendiri adalah tuduhan batil dan mengada-ada.jika Rasul menaruh bara asmara kepada Zainab,tentu sedari awal Rasul tak memberi kesempatan zaid menikahi Zainab.dan Rasul langsung saja ambil buat diri nya sendiri.ini menunjuk kan,pernikahan Rasul dengan zainab bukan karena kemauan Rasul sendiri,tetapi merupakan Firman Allah langsung pada nabi,untuk memberi contoh bahwa anak angkat bukan berarti anak kandung.

مَّا جَعَلَ ٱللَّهُ لِرَجُلٍۢ مِّن قَلْبَيْنِ فِى جَوْفِهِۦ ۚ وَمَا جَعَلَ أَزْوَٰجَكُمُ ٱلَّٰٓـِٔى تُظَٰهِرُونَ مِنْهُنَّ أُمَّهَٰتِكُمْ ۚ وَمَا جَعَلَ أَدْعِيَآءَكُمْ أَبْنَآءَكُمْ ۚ ذَٰلِكُمْ قَوْلُكُم بِأَفْوَٰهِكُمْ ۖ وَٱللَّهُ يَقُولُ ٱلْحَقَّ وَهُوَ يَهْدِى ٱلسَّبِيلَ

Allah sekali-kali tidak menjadikan bagi seseorang dua buah hati dalam rongganya; dan Dia tidak menjadikan istri-istrimu yang kamu zhihar  itu sebagai ibumu, dan Dia tidak menjadikan anak-anak angkatmu sebagai anak kandungmu (sendiri). Yang demikian itu hanyalah perkataanmu dimulutmu saja. Dan Allah mengatakan yang sebenarnya dan Dia menunjukkan jalan (yang benar).

ٱدْعُوهُمْ لِءَابَآئِهِمْ هُوَ أَقْسَطُ عِندَ ٱللَّهِ ۚ فَإِن لَّمْ تَعْلَمُوٓا۟ ءَابَآءَهُمْ فَإِخْوَٰنُكُمْ فِى ٱلدِّينِ وَمَوَٰلِيكُمْ ۚ وَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌۭ فِيمَآ أَخْطَأْتُم بِهِۦ وَلَٰكِن مَّا تَعَمَّدَتْ قُلُوبُكُمْ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورًۭا رَّحِيمًا

Panggilah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka; itulah yang lebih adil pada sisi Allah, dan jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka, maka (panggilah mereka sebagai) saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu . Dan tidak ada dosa atasmu terhadap apa yang kamu khilaf padanya, tetapi (yang ada dosanya) apa yang disengaja oleh hatimu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

CERITA BATIL YANG MENYUSUP PADA KISAH PERNIKAHAN RASUL DENGAN ZAINAB,BAHWA RASUL MEMPUNYAI BARA ASMARA PADA ZAINAB HINGGA MENYURUH ZAID MENCERAI KAN ZAINAB

Saya copas saja dari blog teman seperjuangan:

Ketika Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

Dan (ingatlah), ketika kamu berkata kepada orang yang Alah telah melimpahkan nikmat kepadanya dan kamu (juga) telah memberi nikmat kepadanya: ‘Tahanlah terus istrimu dan bertakwalah kepada Allah.’ Sedang kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya, dan kamu takut kepada manusia sedang Allah lah yang lebih berhak untuk kamu takuti.” (QS. Al-Ahzab: 37)

Maka mayoritas ahli tafsir banyak membicarakan tentang sebab pernikahan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan Zainab radhiallahu ‘anha dan tentang sesuatu yang disembunyikan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hatinya.

Mereka menyebutkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mendatangi rumah Zaid bin Haritsah radhiallahu ‘anhu untuk mencarinya, tetapi ternyata dia sedang keluar rumah. Tiba-tiba Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat Zainab bin Jahsy radhiallahu ‘anha tengah berdiri mengenakan kerudung, dan dia adalah termasuk wantia Quraisy yang paling cantik. Nabi pun tertarik dan jatuh cinta padanya, kemudian beliau pergi seraya mengatakan, “Maha suci Allah Subhanahu wa Ta’ala, Dzat Yang membolak-balik hati.’

Ibnu Jarir meriwayatkan dengan sanadnya dari Qotadah bahwa beliau mengatakan: “Yang disembunyikan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hatinya adalah harapan seandainya Zaid radhiallahu ‘anhu menceraikannya.”

Derajat Kisah

BATHIL. Kisah ini secara sanad adalah bathil sebagaimana ditegaskan oleh para ulama, di antaranya:

  1. Imam Ibnul Arobi berkata: “Riwayat-riwayat ini, semua sanadnya jatuh dan bathil.”
  2. Imam Ibnu Katsir berkata, “Ibnu Jarir dan Ibnu Abi Hatim menyebutkan atsar-atsar dari salaf tentang hal ini, kami tidak ingin mencantumkannya di sini karena semua tidak shahih.”
  3. Syaikh Dr. Muhammad Abu Syuhbah berkata bahwa kisah ini bathil, tidak memiliki penguat secara dalil maupun akal dan hanyalah kisah buatan musuh-musuh agama. Oleh karenanya kisah ini tidak disebutkan kecuali oleh ahli tafsir dan ahli sejarah yang hanya meriwayatkan semua berita baik yang shahih maupun lemah dan tidak ada dalam kitab-kitab hadis yang terpercaya.”

Selanjutnya beliau mengatakan, “Kesimpulannya, kalau memang kisah ini keadaannya seperti yang Anda lihat, yakni tidak memiliki sanad dan bertentangan dengan kehidupan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka tidak tersisa kecuali bahwa kisah ini adalah palsu.”

Mengkritisi Matan Kisah

Kisah ini dimanfaatkan dengan baik oleh orang-orang kafir dan sejawatnya dari orang-orang yang memiliki penyakit dalam hatinya bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat mementingkan kebutuhan seksual sehingga sampai hati menyuruh anak angkatnya sendiri menceraikan istrinya agar dia bisa menikahi istrinya hanya sekedar untuk kepuasan seksual!

Subhanallah!! alangkah kotornya ucapan yang keluar dari mulut mereka! Mereka tidak mengucapkan kecuali kedustaan.

Tahukah mereka, seandainya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menikahi karena kebutuhan seksual semata niscaya beliau akan memilih para gadis yang lebih cantik?! Tahukah mereka bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah sering melihat Zainab radhiallahu ‘anhu sejak kecilnya?! Lantas, apakah masuk akal kalau Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam baru melakukan hal itu setelah pernikahan Zainab radhiallahu ‘anha dengan Zaid?

Sesungguhnya akal sehat manusia pasti akan mengingkari hal ini. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah seorang Nabi yang dikenal di tengah-tengah kaumnya memiliki akhlak yang mulia dan tinggi, amanah, dan jujur sehingga mendapatkan pujian langsung dari Allah Subhanahu wa Ta’ala? Lantas, mungkinkah setelah itu beliau memiliki hubungan rusak seperti itu?

Barangsiapa yang mau adil dan mempelajari sejarah sebab pernikahan dan poligami Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, niscaya dia akan mengetahui secara pasti bahwa pernikahan dan poligami beliau dibangun di atas hikmah-hikmah yang mengagumkan. Seperti penyebaran Islam, membantu wanita janda yang lemah, menjelaskan sebuah hukum syariat dan lain sebagainya. Jadi bukan hanya sekadar kepuasan seksual semata seperti tuduhan orang-orang yang benci kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Wallahu a’lam.

Tafsir yang Benar

Pendapat yang benar bahwa maksud sesuatu yang disembunyikan dalam hati Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah berita dari Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada beliau bahwa Zainab radhiallahu ‘anha kelak akan menjadi istrinya.

Imam Az-Zuhri berkata, “Jibril turun kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberitahukan kepada beliau bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menikahkannya dengan Zainab binti Jahsy radhiallahu ‘anha, itulah yang disembunyikan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hatinya.”

Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata, “Kesimpulannya bahwa yang disembunyikan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah berita Allah Subhanahu wa Ta’ala bahwa Zainab binti Jahys radhiallahu ‘anhu, akan menjadi istrinya. Sedangkan yang membuat beliau menyembunyikan hal itu adalah karena beliau khawatir omongan orang bahwa beliau menikahi istri anaknya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala ingin membatalkan keyakinan Jahiliyah seputar hukum menikahi mantan istri anak angkat yang dipraktikkan sendiri oleh imam kaum muslimin sehingga lebih mudah diterima oleh mereka.”

Dan dari blog teman seperjuangan lain nya:

Riwayat tak Valid

Riwayat yang disebarkan oleh para orientalis dan penghujat Islam tentang perkawinan Rasulullah di atas adalah “salah” dan dikutip secara tendensius. Karena ternyata riwayat yang dikutip adalah “lemah” dan tidak benar. Biasanya yang dikutip oleh mereka adalah tafsir al-Thabari dan al-Thabaqat al-Kubra karya Ibnu Sa’ad. Karena mereka bedua dianggap mewakili sejarawan Muslim yang ada.

Dalam tafsirnya, Ibnu Jarir memang meriwayatkan tiga riwayat tentang kisah perkawinan tersebut. Ternyata ketiganya “lemah”. Riwayat pertama berakhir pada Qatadah, seorang tabi’in. Dan Qatadah tidak menjelaskan bahwa dia memperolehnya dari seorang sahabat. Jadi riwayatnya terputus (munqathi’). Itu pertama. Kedua, di dalam sanadnya terdapat Sa’id ibn Abi ‘Arubah, orang yang banyak melakukan tadlis (menyembunyikan aib periwayatan).

Riwayat kedua, [a] di dalamnya terdapat Abdullah ibn Wahb al-Mishri, seorang mudallis. Menurut al-Nasa’i, dia sangat mudah dalam mengambil riwayat; di dalamnya terdapat Abdurrahman ibn Zaid ibn Aslam al-‘Adawi, dinilai lemah (dha’if) oleh imam Ahmad ibn Hanbal, al-Bukhari dan Ali al-Madini; [c] riwayatnya terputus, karena tidak sampai kepada sahabat.

Riwayat ketiga, di dalamnya terdapat Ali ibn Zayd ibn Jad’an yang dinilai lemah. Dan riwayat yang paling baik adalah yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari al-Suddi, “Dan engaku [Muhammad] menyembunyikan di dalam dirimu, yang mana Allah membukanya” (Qs. Al-Ahzab: 37). Ini lah riwayat yang dianggap “baik” dan sesuai dengan akal sehat (rasional).

Sedangkan riwayat Ibnu Sa’ad dalam Thabaqat-nya dikritik lewat tiga titik. Pertama, riwayatnya mursal, karena Muhammad ibn Yahya ibn Hibban seorang tabi’in Madinah, wafat tahun 121 H. Jadi jelas tak meriwayatkan dari sahabat.

Kedua, Muhammad ibn Umar al-Waqidi yang diambil riwayatnya oleh Ibnu Sa’ad tidak diperhitungkan oleh ulama hadits. Karena menurut al-Saji, dia dituduh tidak baik (muttaham). Menurut al-Bukhari, al-Waqidi haditsnya ditinggalkan (matruk al-hadits), tidak diambil oleh Ahmad. Menurut Ibnu al-Mubarak dan Numayr, al-Waqidi “didustakan” oleh Ahmad. Dan menurut Yahya ibn Ma’in, dia adalah: lemah (dha’if); tidak ada apa-apanya dalam hadits (laysa bi sya’in); dan suka membolak-balik hadits.

Ketiga, Abdullah ibn Amir al-Aslami yang riwayatnya diambil oleh Muhammad ibn Umar adalah “lemah” (dha’if al-hadits). Ahmad, Abu Zur’ah, Abu ‘Ashim, dan al-Nasa’i melemahkannya. Menurut Abu Hatim dia matruk (ditinggalkan riwayat haditsnya); Ibnu Ma’in dia lemah dan tidak ada apa-apanya dalam hadits (dha’if, laysa bi sya’in); dan menurut al-Bukhari dia dibicarakan –negatif—oleh para ahli hadits. Periwayat haditsnya tak kukuh dan tak valid (dzahib al-hadits). Dan menurut Ibnu Hibban, dia suka membolak-balik isnad (rantai periwayatan) dan redaksi hadits (al-mutun) serta merafa’kan (menyambungnya sampai Rasl) riwayat-riwayat yang mursal. Jadi, riwayat-riwayat itu tidak benar secara sanad maupun matan. (Zahir Awadh al-Alma’i, Ma’a al-Mufassirin wa al-Mustasyriqin fi Zawaj al-Nabiyy s.a.w bi Zaynab binti Jahsy: Dirasah Tahliliyyah, 1983: 14-19).

Jelas sekali,riwayat-riwayat tentang Rasul mempunyai bara asmara kepada Zainab hinnga menyuruh Zaid mencerai kan Zainab adalah riwayat palsu dan batil.jadi,Zaid mencerai kan isteri nya dengan kerelaan nya sendiri,malah Rasul sebelum nya menyuruh mempertahan kan rumah tangga zaid dengan zainab.sebagai muslim,saya yakin dengan kejujuran pribadi Rasulullah,tak mungkin manusia ber akhlak mulia seperti Rasulullah yang berjuang siang dan malam dengan nyawa nya dan tenaga serta fikiran nya untuk merobah masyarakat nya yang bar-bar dan jahiliyah mempunyai niat merebut isteri anak angkat nya sendiri dengan alasan nafsu syahwat.sedangkan orang-orang kafir dan munafik,mempunyai beraneka ragam prasangka buruk pada Rasul dalam hati mereka.

MENGAPA PERNIKAHAN YANG DI AWASI DAN DI WAJIBKAN ALLAH DAN RASULULLAH TIDAK HARMONIS?MALAH BERAKHIR KEPADA PERCERAIAN?

Pihak pengkritik melakukan kritikan lagi yang tersisa,bahwa Rasul sampai membawa wahyu Allah agar Zainab rela dengan keputusan Rasul agar menikah dengan zaid,tetapi keputusann itu berakhir buruk,bahwa rumah tangga zaid dan zainab tidak harmonis.berarti Anjuran ayat Allah dan Rasulullah itu adalah batil dan berakhir kehancuran dan kegagalan?:

JAWAB SAYA:

Si pengkritik tentu tak berfikir secara mendalam tentang hikmah mengapa Allah dan Rasul mewajib kan pernikahan ini pada Zainab.Allah tentu sudah tahu bahwa pernikahan ini akan berakhir kepada perceraian.skenario ini di buat agar menjadi hikmah bahwa islam tak memandang derajat dalam pernikahan.dan memberi pelajaran bahwa pernikahan beda derajat,tergantung kepada suami dan isteri yang menjalani.jika mereka mau saling menghormati,silahkan saling menikah.dan memberi pelajaran pula,bahwa di boleh kan cerai jika isteri telah membuat gerah suami dengan kesombongan nya.pernikahan ini sebenar nya untuk meruntuh kan kesombongan  tentang status dan keturunan.tetapi Rasul juga tidak melarang jika pihak lelaki mencerai kan si isteri jika sangat telah membuat gerah dengan kesombongan nya hingga berlanjut  ke engganan nya melayani suami.mungkin pihak kristen akan mentertawakan perceraian ini dengan MEMBANGGAKAN AYAT YANG DI ANGGAP  INJIL OLEH  MEREKA,yakni haram nya perceraian.padahal ayat-ayat itu yang pantas di tertawakan dan di kasihani .lebih pantas dan di kasihani lagi jika ayat itu di hubungkan dengan kehidupan di sorga kristen .jadi,perintah Allah menikahi zaid dengan zainab mempunyai hikmah yang tinggi,begitu juga ketika Allah menikahi Rasul dengan Zainab.

JIKA NABI MEMENDAM BARA ASMARA DAN MENCINTAI ZAINAB,TENTU RASUL TIDAK AKAN MEMBERIKAN ZAINAB PADA ZAID

Tuduhan bahwa Rasulullah memendam cinta dan bara asmara kepada isteri anak angkat nya sendiri hingga menyuruh zaid mencerai kan zainab  terbukti merupakan riwayat palsu dan batil.jika Rasul memendam bara asmara kepada Zainab,dan punya ketertarikan seksual kepada Zainab,tentu sudah sedari awal Zainab di minta oleh Rasul bagi diri nya sendiri.dan Rasul tidak akan sudi memberi Zainab kepada zaid.dan perhatikan,malah Rasul sampai membawa wahyu Allah agar Zainab mau menikah dengan Zaid,seperti yang sudah saya tulis di kronologis ke DUA di atas.maka batil lah tuduhan bahwa Rasul menyimpan bara syahwat kepada isteri anak angkat nya.dan hanya orang-orang kafir dabn punya penyakit hati saja yang menyimpan kecurigaan pada pernikahan Rasul dengan Zainab.padahal Rasul adalah telah mengorban kan waktu,tenaga,daya usaha bahkan nyawa nya terancam demi memperbaiki manusia.dan beliau terkenal memiliki kejujuran dan moral yang tinggi,sehingga di mekkah beliau di juluki sebagai AL-Amin,artinya,yang dapat di percaya.

SETELAH NABI MENIKAHI ZAINAB BINTI JAHSYI,MAKA BIRAHI PADA NYA SETELAH NYA ADALAH KEWAJARAN

Telah kita bahas tuntas di atas,bahwa pernikahan Nabi dengan Zainab bukan karena murni kemauan nabi sendiri.tetapi merupakan perintah Allah dari langit.maka pernikahan ini hakikat nya sedari mula tak di maui Nabi,tetapi karena merupakan perintah Allah untuk menghapus status anak Adopsi sebagai anak kandung,maka Nabi melaksanakan pernikahan itu.dan sekali-kali Nabi tak menghasut Zaid untuk menceraikan Zainab.maka,setelah menikah,wajar birahi setelah nya adalah sesuatu yang mesti di dapat dalam berumah tangga.kita mendengar,orang tua terdahulu menikah tampa pacaran,tapi cinta yang kuat akhir nya datang juga setelah berumah tangga.

MENGAPA MENCELA POLIGAMI RASULULLAH?SEDANGKAN NABI-NABI TERDAHULU TAK DI PANDANG BERDOSA KARENA POLIGAMI?

Mencela Poligami Nabi dengan Zainab adalah mengada-ada.apalagi jika mengatakan poligami Muhammad adalah perzinahan dan selingkuh.jika demikian,apakah Abraham,Ishaq,yakub,Daud berzinah dan selingkuh karena poligami?apakah mereka berdosa karena nya?jika mereka berdosa,tentu mereka masuk neraka.apakah demikian?.TAK ADA SATU PUN DALIL DALAM ALKITAB YANG MENGHARAM KAN POLIGAMI.sebagai contoh Abraham,dengan berani kristen menganggap poligami Abraham adalah berdosa,selingkuh dan perzinahan.tuduhan itu di bantah oleh Alkitab itu sendiri.tak ada masalah dengan Poligami para Nabi terdahulu.Kristen mencoba menghakimi Poligami Nabi Muhammad sebagai zinah dengan merujuk pada ayat-ayat ini.padahal ayat itu sangat perlu di kasihani,karena terbukti tak relevan dengan zaman apapun,apalagi zaman modern ini.kristen yang malang juga menghakimi Nabi Muhammad SAW dengan ayat ini,yakni ketika mereka menuduh Nabi main mata dengan Zainab,isteri anak nya:

Matius 5:28Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.

Padahal Nabi sama sekali tak main mata dengan Zainab.jika ayat itu di pakai sebagai dalil bahwa poligami haram dan zinah,tentu mengada-ada.jika demikian,Abraham juga pezinah ketika melihat dan menikahi Hagar dan Ketura.dan hal itu sama sekali tak benar,seperti yang telah saya bahas.

APAKAH DENGAN MELAKUKAN FITNAH DAN TUDUHAN KEPADA RASULULLAH,BERARTI KUE KEBENARAN JATUH KEPADA KRISTEN?

Ketika mereka memfitnah pernikahan Rasul dengan Zainab,mereka hendak membuktikan Muhammad Nabi palsu yang cuma mementing kan nafsu syahwat.padahal,urusan syahwat para nabi,adalah tak berdosa jika di lakukan lewat pernikahan.jika demikian,pihak kristen mendapat kue kebenaran hanya pada mereka saja.apakah begitu?JAWAB SAYA:sangat pede sekali🙂

Kristen dan Alkitab sulit untuk di terima kebenaran nya.persoalan dasar ketuhanan Yesus saja mereka tak mampu memberi dalil nya dari Alkitab,mendamai kan Trinitas dengan akal sehat mereka gagal total.belum lagi banyak nya kesalahan Alkitab ,kesalahan dalam Taurat ,kebiadaban dalam Alkitab, kekonyolan dalam Alkitab ,dan seterus nya.masih banyak selaksa kesalahan dalam Alkitab yang dapat kita bongkar,dari segala segi nya.baik dari segi ajaran,sains,sejarah,dan seterus nya.maka dari itu,mimpi besar di siang bolong jika kristen menjelek kan Rasulullah,berarti kue kebenaran jatuh kepada mereka.jadi,ketika Alkitab sulit di ketemukan kebenaran nya,dan sudah pasti banyak kesalahan nya,maka pasti nya MUHAMMAD ADALAH NABI YANG BENAR.tinggal anda(para Kafir dan Munafik)menghilang kan kecurigaan hati pada pernikahan Nabi dan Zainab.bagi hati muslim,amat mudah sekali meyakini bahwa Rasulullah menikah dengan Zainab atas perintah Allah.tetapi bagi hati Kafir yang sombong dan hati penuh penyakit,hati mereka di penuhi prasangka buruk yang tak ada ujung nya,sampai mereka mati dan menemui neraka.