Hendak nya mereka bercermin pada kesalahan Alkitab mereka terlebih dahulu

Hendak nya mereka bercermin pada kesalahan Alkitab mereka terlebih dahulu

Para pengkritik islam mempermasalah kan ayat di bawah ini,yang menunjuk kan kesalahan sejarah dalam al-quran.perlu di ketahui,yang nama nya sejarah menurut mereka jika sesuai catatan alkitab mereka.walau alkitab mereka pun memiliki banyak eror-eror dan kesalahan-kesalahan historis.salah satu ayat yang mereka permasalah kan ialah:

وَإِذْ قُلْتُمْ يَٰمُوسَىٰ لَن نَّصْبِرَ عَلَىٰ طَعَامٍۢ وَٰحِدٍۢ فَٱدْعُ لَنَا رَبَّكَ يُخْرِجْ لَنَا مِمَّا تُنۢبِتُ ٱلْأَرْضُ مِنۢ بَقْلِهَا وَقِثَّآئِهَا وَفُومِهَا وَعَدَسِهَا وَبَصَلِهَا ۖ قَالَ أَتَسْتَبْدِلُونَ ٱلَّذِى هُوَ أَدْنَىٰ بِٱلَّذِى هُوَ خَيْرٌ ۚ ٱهْبِطُوا۟ مِصْرًۭا فَإِنَّ لَكُم مَّا سَأَلْتُمْ ۗ وَضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ ٱلذِّلَّةُ وَٱلْمَسْكَنَةُ وَبَآءُو بِغَضَبٍۢ مِّنَ ٱللَّهِ ۗ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَانُوا۟ يَكْفُرُونَ بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ وَيَقْتُلُونَ ٱلنَّبِيِّۦنَ بِغَيْرِ ٱلْحَقِّ ۗ ذَٰلِكَ بِمَا عَصَوا۟ وَّكَانُوا۟ يَعْتَدُونَ

Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: “Hai Musa, kami tidak bisa sabar (tahan) dengan satu macam makanan saja. Sebab itu mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu, agar Dia mengeluarkan bagi kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, yaitu sayur-mayurnya, ketimunnya, bawang putihnya, kacang adasnya, dan bawang merahnya”. Musa berkata: “Maukah kamu mengambil yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik ? Pergilah kamu ke suatu kota, pasti kamu memperoleh apa yang kamu minta”. Lalu ditimpahkanlah kepada mereka nista dan kehinaan, serta mereka mendapat kemurkaan dari Allah. Hal itu (terjadi) karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para Nabi yang memang tidak dibenarkan. Demikian itu (terjadi) karena mereka selalu berbuat durhaka dan melampaui batas

Ayat quran  di atas di anggap error sejarah dalam quran,di mana ayat itu mengatakan para nabi-nabi yang di bunuh itu terjadi di jaman musa.padahal,menurut cerita alkitab,tak ada satu pun nabi yang di bunuh di jaman musa,nabi-nabi itu di bunuh di jaman setelah musa.jadi quran mengalami error sejarah.apakah benar?mari kita bahas:

CARA MEMAHAMI AYAT DI ATAS DENGAN BENAR

Firman Allah tak mungkin salah setitik pun..yang salah ialah cara kita menafsirkan nya.mari kita pahami maksud Allah di balik ayat quran di atas,apakah ayat itu benar-benar memaksud kan bahwa para nabi yang di bunuh adalah para nabi di jaman musa?mari kita kaji maksud Allah:

Perhatikan ayat di bawah ini,saya potong jadi dua kronologis:potongan ayat ini adalah kronologis israel di jaman Musa:

Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: “Hai Musa, kami tidak bisa sabar (tahan) dengan satu macam makanan saja. Sebab itu mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu, agar Dia mengeluarkan bagi kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, yaitu sayur-mayurnya, ketimunnya, bawang putihnya, kacang adasnya, dan bawang merahnya”. Musa berkata: “Maukah kamu mengambil yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik ? Pergilah kamu ke suatu kota, pasti kamu memperoleh apa yang kamu minta”

Lalu ayat potongan selanjut nya menjelas kan sifat buruk umat israel secara umum setelah zaman musa:

Lalu ditimpahkanlah kepada mereka nista dan kehinaan, serta mereka mendapat kemurkaan dari Allah. Hal itu (terjadi) karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para Nabi yang memang tidak dibenarkan. Demikian itu (terjadi) karena mereka selalu berbuat durhaka dan melampaui batas

Potongan ayat di atas adalah menjelas kan sifat orang israel secara umum setelah zaman musa,yakni:selalu mengingkari ayat-ayat Allah,membunuh nabi-nabi Allah,selalu berbuat durhaka dan melampaui batas.jadi,ayat dia atas harus di pahami secara benar untuk tidak mengambil kesimpulan yang salah.kita harus memiliki hati yang bersih agar tak salah memahami firman Allah dan maksud Allah

PADA BAGIAN LAIN DI QURAN,NABI-NABI YANG DI BUNUH JELAS-JELAS DI SEBUT KAN TERJADI SETELAH ZAMAN MUSA

Perhatikan ayat-ayat nya secara teliti:

وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا مُوسَى ٱلْكِتَٰبَ وَقَفَّيْنَا مِنۢ بَعْدِهِۦ بِٱلرُّسُلِ ۖ وَءَاتَيْنَا عِيسَى ٱبْنَ مَرْيَمَ ٱلْبَيِّنَٰتِ وَأَيَّدْنَٰهُ بِرُوحِ ٱلْقُدُسِ ۗ أَفَكُلَّمَا جَآءَكُمْ رَسُولٌۢ بِمَا لَا تَهْوَىٰٓ أَنفُسُكُمُ ٱسْتَكْبَرْتُمْ فَفَرِيقًۭا كَذَّبْتُمْ وَفَرِيقًۭا تَقْتُلُونَ

Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan Al Kitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami telah menyusulinya (berturut-turut) sesudah itu dengan rasul-rasul, dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran (mu`jizat) kepada Isa putera Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul Qudus . Apakah setiap datang kepadamu seorang rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu menyombong; maka beberapa orang (diantara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh?

Perhatikan yang saya bold merah dan biru,Rasul-rasul yang di bunuh itu di maksud kan quran adalah rasul-rasul setelah zaman musa,dan di utus setelah zaman musa.

Kami telah menyusulinya (berturut-turut) sesudah itu dengan rasul-rasul

Apakah setiap datang kepadamu seorang rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu menyombong; maka beberapa orang (diantara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh?

Perhatikan,Rasul-rasul yang di bunuh itu adalah Rasul-rasul yang di utus sesudah musa.jika anda teliti membaca cat-cat itu,maka anda tak akan menyimpul kan quran memaksud kan Rasul-rasul yang di bunuh itu ada di jaman musa.malah ayat quran di atas mementah kan tuduhan Rasul-rasul yang di bunuh itu di jaman musa.Rasul-rasul yang di bunuh itu adalah Rasul-rasul yang di utus sesudah zaman musa.

Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan Al Kitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami telah menyusulinya (berturut-turut) sesudah itu dengan rasul-rasul

setiap datang kepadamu seorang rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu…….

beberapa orang (yang lain) kamu bunuh?

Perhatikan lah bait-bait kronologis di atas,maka jelas,Rasul-rasul yang di bunuh itu ada setelah zaman musa,bukan setelah zaman musa.mari kita perhatikan ayat-ayat lain nya:

لَقَدْ أَخَذْنَا مِيثَٰقَ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ وَأَرْسَلْنَآ إِلَيْهِمْ رُسُلًۭا ۖ كُلَّمَا جَآءَهُمْ رَسُولٌۢ بِمَا لَا تَهْوَىٰٓ أَنفُسُهُمْ فَرِيقًۭا كَذَّبُوا۟ وَفَرِيقًۭا يَقْتُلُونَ

Sesungguhnya Kami telah mengambil perjanjian dari Bani Israil , dan telah Kami utus kepada mereka rasul-rasul. Tetapi setiap datang seorang rasul kepada mereka dengan membawa apa yang yang tidak diingini oleh hawa nafsu mereka, (maka) sebagian dari rasul-rasul itu mereka dustakan dan sebagian yang lain mereka bunuh.

وَحَسِبُوٓا۟ أَلَّا تَكُونَ فِتْنَةٌۭ فَعَمُوا۟ وَصَمُّوا۟ ثُمَّ تَابَ ٱللَّهُ عَلَيْهِمْ ثُمَّ عَمُوا۟ وَصَمُّوا۟ كَثِيرٌۭ مِّنْهُمْ ۚ وَٱللَّهُ بَصِيرٌۢ بِمَا يَعْمَلُونَ

Dan mereka mengira bahwa tidak akan terjadi suatu bencanapun (terhadap mereka dengan membunuh nabi-nabi itu), maka (karena itu) mereka menjadi buta dan pekak, kemudian Allah menerima taubat mereka, kemudian kebanyakan dari mereka buta dan tuli (lagi). Dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.

Perhatikan kalimat yang saya bold merah,pengutusan Rasul-rasul pada bani israel dalam ayat di atas terjadi setelah musa,dengan di perkuat surah baqarah 87.Rasul-rasul itu lah yang di bunuh para Bani israel.dari penjabaran di atas jelas,Allah tidak buta sejarah,tetapi para pengkritik Quran tisak membaca quran dengan hati bersih dan penafsiran yang benar.

هُوَ ٱلَّذِىٓ أَنزَلَ عَلَيْكَ ٱلْكِتَٰبَ مِنْهُ ءَايَٰتٌۭ مُّحْكَمَٰتٌ هُنَّ أُمُّ ٱلْكِتَٰبِ وَأُخَرُ مُتَشَٰبِهَٰتٌۭ ۖ فَأَمَّا ٱلَّذِينَ فِى قُلُوبِهِمْ زَيْغٌۭ فَيَتَّبِعُونَ مَا تَشَٰبَهَ مِنْهُ ٱبْتِغَآءَ ٱلْفِتْنَةِ وَٱبْتِغَآءَ تَأْوِيلِهِۦ ۗ وَمَا يَعْلَمُ تَأْوِيلَهُۥٓ إِلَّا ٱللَّهُ ۗ وَٱلرَّٰسِخُونَ فِى ٱلْعِلْمِ يَقُولُونَ ءَامَنَّا بِهِۦ كُلٌّۭ مِّنْ عِندِ رَبِّنَا ۗ وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّآ أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَٰبِ

Dia-lah yang menurunkan Al Kitab (Al Qur`an) kepada kamu. Di antara (isi) nya ada ayat-ayat yang muhkamaat , itulah pokok-pokok isi Al qur`an dan yang lain (ayat-ayat) mu-tasyaabihaat . Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyaabihaat daripadanya untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari ta`wilnya, padahal tidak ada yang mengetahui ta`wilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: “Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyaabihaat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami.” Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya)melain kan orang-orang yang berakal.