Lukisan Francesco Albani (abad ke-17) Baptism of Christ ("Pembaptisan Yesus") adalah pengambaran tipikal dengan langit terbuka dan Roh Kudus turun dalam rupa seperti burung merpati

Lukisan Francesco Albani (abad ke-17) Baptism of Christ (“Pembaptisan Yesus”) adalah pengambaran tipikal dengan langit terbuka dan Roh Kudus turun dalam rupa seperti burung merpati

Para sidang pembaca yang budiman,berjumpa lagi dengan tulisan saya pada malam ini.pada kesempatan ini saya mau membahas sesuatu yang ringan saja.mengenai kontradiksi Alkitab.Sarapan pagi berusaha dengan berbagai akrobat logika mendamai kan berbagai ayat-ayat yang bertentangan,semua itu bagai menegak kan benang basah.sarapan pagi berusaha tak ada kesalalahan apapun dari tulisan yang di ilhami roh kudus,tetapi hal itu adalah usaha yang sangat melelah kan untuk menegak kan benang basah.muslim telah membantah balik berbagai Apologia sarapan pagi.pada kali ini saya akan menampil kan kontradiksi perjanjian baru yang mungkin sama sekali baru.mari kita mulai:

(9) Pada waktu itu datanglah Yesus dari Nazaret di tanah Galilea, dan Ia dibaptis di sungai Yordan oleh Yohanes.(10) Pada saat Ia keluar dari air, Ia melihat langit terkoyak, dan Roh seperti burung merpati turun ke atas-Nya.(11) Lalu terdengarlah suara dari sorga: “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.”(Markus 1:9-11)

(13) Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya.(14) Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya: “Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?”(15) Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.” Dan Yohanespun menuruti-Nya.(16) Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,(17) lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.”(Matius 3:13-17)

(21) Ketika seluruh orang banyak itu telah dibaptis dan ketika Yesus juga dibaptis dan sedang berdoa, terbukalah langit(22) dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atas-Nya. Dan terdengarlah suara dari langit: “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.”(Lukas 3:21-22)

(29) Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: “Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.(30) Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Kemudian dari padaku akan datang seorang, yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku.(31) Dan aku sendiripun mula-mula tidak mengenal Dia, tetapi untuk itulah aku datang dan membaptis dengan air, supaya Ia dinyatakan kepada Israel.”(32) Dan Yohanes memberi kesaksian, katanya: “Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya.(33) Dan akupun tidak mengenal-Nya, tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus.(34) Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah.”(Yohanes 1:29-34)

Perhatikan ketiga versi injil di atas,anda akan menemui selipan kontradiksi.perhatikan injil Markus dan injil Lukas,Suara dari sorga mengatakan:

Engkaulah Anak-Ku

Perhatian pada Injil Matius yang menuai masalah,suara dari sorga/langit itu sangat berbeda dengan penjabaran Markus dan lukas,Matius menulis kan suara dari sorga itu berkata:

Inilah Anak-Ku

Jika kita mengikuti versi Markus dan Lukas,suara Allah dari sorga/langit itu di tujukan kepada yesus seorang saja,yakni Allah berbicara kepada yesus seorang saja, ENGKAU LAH(YESUS)ANAK KU……berkontradksi dengan Matius,suara Allah dari sorga tak menunjuk kan Allah berbicara pada yesus seorang,tetapi kepada Yohanes pembaptis dan orang-orang yang di baptis yohanes di sungai yordan,INI LAH ANAK KU(HAI PARA HADIRIN)…..kontradiksi ini terlihat sepele dan sangat “menyempil” ,tetapi sesungguh nya serius.ketiga versi injil itu jelas menceritakan satu suara dari sorga,bukan peryataan dua kali,peryataan pertama kepada yesus,peryataan kedua kepada yohanes pembaptis dan para hadirin yang di baptis yohanes di sungai yordan.perhatikan Markus,yesus keluar dari air,lalu terdengar suara dari sorga……ENGKAU LAH ANAK KU…..perhatikan juga matius,yesus keluar dari air,lalu terdengar suara dari sorga….INI LAH ANAK KU…..dan lukas tak merinci yesus keluar dari air,tetapi seleras dengan Markus dengan kalimat: ENGKAU LAH ANAK KU.dari penjabaran ini,terlihat kontradiksi jelas antara Markus,Lukas,dengan Matius tentang suara dari sorga itu.

Mana yang benar antara kedua kubu itu?apakah Allah berbicara kepada yesus seorang?(ENGKAU LAH ANAK KU)atau Allah berbicara kepada Yohanes pembaptis dan yang di baptis yohanes di sungai yordan?(INILAH ANAK KU….INI LHO,ANAK KU…).kontradiksi yang terlihat sepele,sesungguh nya menohok keakuratan penulisan-penulisan injil,apalagi klaim tulisan dari roh kudus yang tak pernah salah dan kontradiksi.pada injil Yohanes,tampak yohanes pembaptis menceritakan peristiwa pembaptisan dan peristiwa turun nya roh telah selesai.dan tampak,Matius menambah bumbu cerita sebagai berikut yang tak ada pada Markus(injil tertua):

(14) Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya: “Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?”(15) Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.” Dan Yohanespun menuruti-Nya(Matius 3:14-15)

Yohanes menambah bumbu cerita yang lebih beda lagi dengan ketiga versi injil lain nya,hingga kita heran,mengapa Markus(yang kata nya dari petrus)dan Matius tidak merinci sedemikian rupa.hal ini menunjuk kan,penulisan injil-injil di tambahi narasi-narasi sesuai keinginan pengarang untuk meng kultus kan seorang yesus.Dr. A. Powel Davies dalam bukunya “The meaning of the Dead Sea Scrolls The New American Library” tahun 1961 , p. 106, berkata:

“Tiga Injil pertama, yaitu Injil Synoptik, membawakan cerita yang sama. Terdapat pertentangan-pertentangan di dalamnya, sehingga tidaklah mungkin sedemikian jauh untuk mendamaikan ayat-ayat ini. Namun Injil Johannes, menceritakan cerita-cerita yang amat berbeda dari ketiga Injil pertama itu. Bila Injil Johannes yang betul, maka ketiga Injil yang lain itu salah; bila ketiga Injil itu betul, maka Injil Johannes pasti salah.”

Dari penjabaran di atas jelas,kita menemukan satu lagi kontradiksi perjanjian baru,yang kelihatan nya sepele,tetapi sesungguh nya mengurangi nilai ke akuratan penulisan injil-injil yang di klaim di tulis atas dasar bimbingan roh kudus yang tak pernah salah.