Poligami zinah kata kristen?...sungguh terlaluu ^^

Poligami zinah kata kristen?…sungguh terlaluu ^^

Ketika saya bertukar pikiran di suatu tempat dengan seorang kristen ketika membahas keluaran 21:1-11,secara tak sengaja saya mengklik terjemahan Alkitab Ende tahun 1970.dari terjemahan itu pula kita mendapat satu dalil lagi bahwa Alkitab mengatur tentang pernikahan poligami agar menjadi adil,dan sama sekali tak ada dalil haram nya poligami di alkitab,malah alkitab mengatur hukum-hukum nya.mari kita simak Alkitab terjemahan Ende tahun 1970:

1Inilah peraturan-peraturan, jang harus kaupermaklumkan kepada mereka:

2Apabila engkau membeli seseorang budak Hibrani, maka ia harus bekerdja padamu enam tahun lamanja; tetapi pada tahun ketudjuh ia akan pergi bebas tanpa uang tebusan.

3Djika ia semula datang sendirian maka sendirian pula ia akan pergi. Tetapi kalau ia beristeri, maka isterinja pun akan pergi sertanja.

4Djika tuannja memberinja seorang isteri dan isteri itu melahirkan anak laki-laki atau perempuan, maka isteri serta anak-anaknja tetap mendjadi kepunjaan tuannja, dan ia akan pergi sendirian.

5Tetapi djika budak itu bersungguh-sungguh menjatakan: Saja sajang kepada tuan saja, kepada isteri serta anak-anak saja, saja tidak mau pergi sendirian.

6Maka hendaklah ia dibawa tuannja kehadapan Allah dan kemudian dituntunnja kedekat pintu atau kedjenang pintu, dan tuannja harus menusuk telinganja dengan tusuk, lalu ia mendjadi budaknja selama-lamanja.

7Apabila seseorang mendjual anaknja perempuan djadi sahaja, ia itu tidak akan lepas daripadanja sama seperti budak-budak.

8Djika ia tidak disukai tuannja jang telah memperuntukkannja bagi dirinja sendiri, maka tuannja harus membiarkannja ditebus kembali. Mendjualnja kepada orang-orang asing tidak berwenanglah ia, karena itu merupakan pengchianatan terhadapnja.

9Tetapi djika ia memperuntukkannja bagi anaknja laki-laki, maka ia harus memperlakukannja sebagai anaknja perempuan.

10Kalau ia mengambil untuk dirinja perempuan lain, tidak boleh ia mengurangi (untuk isteri pertama) nafkahnja, pakaiannja, dan pertjampuran dengan dia.

11Djika ia tidak memenuhi ketiga wadjib ini baginja, maka bolehlah ia pergi bebas tanpa ganti kerugian, tanpa uang tebusan.( Keluaran 21:1-11 ENDE 1970 )

Perhatikan ayat yang saya bold merah.itu yang menjadi inti pembahasan kita…agar lebih jelas,mari kita perbesar dan saya cat/bold biru tanda krung yang di berikan Alkitab Ende tahun 1970 itu.

10Kalau ia mengambil untuk dirinja perempuan lain, tidak boleh ia mengurangi (untuk isteri pertama) nafkahnja, pakaiannja, dan pertjampuran dengan dia.( Keluaran 21:10)

Perhatikan…dalam ayat di atas jelas bahwa si tuan ini mempunyai isteri pertama,lalu ia mengambil budak untuk di jadikan isteri kesekian kali nya.kita tak tahu isteri keberapa sang budak perempuan ini bagi tuan nya.bisa jadi budak ini isteri kesekian kali nya,atau isteri yang pertama.dalam ayat di atas yang pasti ialah,jika sang tuan setelah memperisteri sang budak wanita itu,maka sang tuan boleh mengambil perempuan lain buat di jadikan isteri,asal kan jangan mengurangi 3 hal bagi isteri yang pertama:

  1. Nafkah nya
  2. pakaian nya
  3. dan percampuran dengan dia

Jadi Alkitab sama sekali tak mengharamkan poligami jika di lakukan  dengan adil.hal itu yang kita dapati dalam Alkitab terjemahan Ende tahun 1970.jadi Alkitab sama sekali tak mengharam kan poligami,malah mengatur hukum-hukum nya agar adil.dalam bagian Taurat lain nya di sebut kan:

(15) Apabila seorang mempunyai dua orang isteri, yang seorang dicintai dan yang lain tidak dicintainya, dan mereka melahirkan anak-anak lelaki baginya, baik isteri yang dicintai maupun isteri yang tidak dicintai, dan anak sulung adalah dari isteri yang tidak dicintai,(16) maka pada waktu ia membagi warisan harta kepunyaannya kepada anak-anaknya itu, tidaklah boleh ia memberikan bagian anak sulung kepada anak dari isteri yang dicintai merugikan anak dari isteri yang tidak dicintai, yang adalah anak sulung.(17) Tetapi ia harus mengakui anak yang sulung, anak dari isteri yang tidak dicintai itu, dengan memberikan kepadanya dua bagian dari segala kepunyaannya, sebab dialah kegagahannya yang pertama-tama: dialah yang empunya hak kesulungan.”(ulangan 21:15-17)

Dari ayat di atas jelas,Taurat tak mengharam kan poligami,malah mengatur hukum-hukum nya agar adil.pembahasan agak mendalam silah kan klik di sini .kalau kita baca Alkitab terjemahan lain,yakni Alkitab terjemahan TODAY MALAY VERSION 1987( TMV ),maka kita melihat jelas bahwa terjemahan itu memaksud kan Taurat mengatur orang yang berpoligami.simak:

1Kemudian TUHAN berfirman kepada Musa, “Berikanlah hukum-hukum ini kepada umat Israel:

2Jika kamu membeli seorang abdi bangsa Ibrani, dia harus bekerja untuk kamu selama enam tahun. Pada tahun ketujuh dia mesti dibebaskan tanpa membayar apa-apa pun kepada kamu.

3Jika dia masih bujang ketika dia menjadi abdi kamu, maka isterinya tidak boleh ikut apabila dia dibebaskan. Tetapi jika dia sudah berkahwin ketika dia menjadi abdi kamu, dia boleh pergi bersama dengan isterinya.

4Jika tuannya mengahwinkan dia dengan seorang perempuan, lalu isterinya melahirkan beberapa orang anak lelaki atau perempuan, isteri dan anak-anaknya itu milik tuannya, dan tidak boleh ikut apabila abdi itu dibebaskan.

5Tetapi jika abdi itu mengaku mengasihi tuannya, isterinya serta anak-anaknya, dan tidak mahu dibebaskan,

6tuannya harus membawa dia ke tempat ibadat. Di situ abdi itu disuruh berdiri dan bersandar pada pintu atau tiang pintu, lalu tuannya harus menindik telinga abdi itu. Dengan demikian abdi itu akan menjadi abdi tuannya seumur hidup.

7Jika seorang bapa menjual anak perempuannya sebagai abdi, abdi perempuan itu tidak boleh dibebaskan seperti abdi lelaki.

8Jika perempuan itu dijual kepada seorang lelaki dengan maksud dia menjadi isteri lelaki itu, tetapi jika lelaki itu tidak suka akan dia, maka perempuan itu mesti dijual balik kepada bapanya. Tuannya tidak boleh menjual perempuan itu kepada orang asing kerana tuannya tidak memperlakukan dia dengan adil.

9Jika seorang bapa membeli seorang abdi perempuan untuk dikahwinkan kepada anak lelakinya, bapa itu mesti memperlakukan abdi itu sebagai anak perempuannya sendiri.

10Jika anak lelaki itu berkahwin lagi, dia tetap mempunyai kewajipan untuk memberikan makanan dan pakaian serta hak seperti biasa kepada isterinya yang pertama.

11Jika dia tidak memenuhi tanggungjawabnya terhadap isterinya itu, dia mesti membebaskannya tanpa menerima bayaran apa-apa pun.”( Keluaran 21:1-11)

Perhatikan versi FIRMAN ALLAH YANG HIDUP 1989(FAYH) :

1“INILAH hukum-hukum lain yang harus kamu taati:

2“Apabila kamu membeli seorang budak Ibrani, ia wajib melayani kamu hanya enam tahun lamanya. Pada tahun yang ketujuh ia harus dimerdekakan, tanpa membayar apa pun bagi menebus kemerdekaannya.

3“Apabila ia menjual dirinya sebagai budak sebelum ia menikah, dan kemudian ia menikah, maka hanya dialah yang wajib dimerdekakan. Tetapi, apabila ia menikah sebelum ia menjadi budak, maka istrinya harus dimerdekakan bersama-sama dengan dia pada saat yang sama.

4Apabila majikannya memberi dia seorang istri pada waktu ia masih dalam perbudakan, dan mereka mempunyai anak, laki-laki dan perempuan, maka istri dan anak-anaknya akan menjadi milik majikannya, sedangkan ia sendiri akan dimerdekakan.

5“Tetapi, apabila orang itu menyatakan, ‘Aku mengasihi majikanku, istriku, dan anak-anakku, dan tidak mau dibebaskan,’

6maka majikannya harus membawa dia menghadap hakim-hakim dan menusuk daun telinganya pada pintu dengan jarum penusuk di depan umum. Orang itu akan tetap menjadi budak majikannya seumur hidupnya.

7“Apabila seseorang menjual putrinya sebagai seorang budak, anak perempuan itu tidak akan dimerdekakan sesudah enam tahun, lain halnya dengan budak laki-laki.

8Apabila budak perempuan itu tidak menyenangkan orang yang telah membelinya, maka si pembeli harus membolehkan budak itu ditebus kembali. Si pembeli tidak mempunyai wewenang untuk menjualnya kepada orang asing karena ia telah bersalah, yaitu tidak lagi mengingini dia sesudah membeli dia bagi dirinya sendiri.

9Apabila si pembeli merancangkan suatu pertunangan antara budak perempuan itu dengan putranya, maka ia tidak boleh memperlakukan dia sebagai seorang budak, melainkan harus memperlakukannya sebagai anak.

10Apabila ia sendiri memperistrinya dan kemudian mengambil seorang istri lain, ia tidak boleh mengurangi sandang pangannya ataupun kewajibannya sebagai suami untuk tidur dengan dia.

11Apabila ia tidak memenuhi salah satu dari ketiga hal ini maka budak perempuan itu boleh pergi dengan bebas tanpa harus membayar tebusan apa pun.”( Keluaran 21:1-11)

Singkat kata,banyak terjemahan lain yang memaksud kan Allah mengatur poligami dalam Taurat,yang menunjuk kan poligami itu sama sekali tidak haram dalam Alkitab.bertentangan dengan klaim-klaim kristen selama ini:

10Jika majikan mengawini perempuan lain, dia tidak boleh mengurangi makanan atau pakaian untuk istri pertama. Dan dia harus terus memberikan hak perkawinan kepada istri pertama itu.( Keluaran 21:10, VERSI MUDAH DI BACA 2005)

10Dan jika dia mengambil baginya wanita lain, dia tidak boleh mengurangi makanannya, pakaiannya dan kebersamaannya sebagai suami istri.(Keluaran 21:10, versi MILT 2008 )

10Kalau anak laki-laki itu kawin lagi, ia tetap berkewajiban untuk memberi makanan dan pakaian serta semua hak seperti biasa kepada istrinya yang pertama.(Keluaran 21:10,Versi BIS 1985 )

Saya tak akan bertele-tele..dari berbagai terjemahan di atas jelas,Taurat tak mengharamkan poligami.malah mengatur hukum-hukum nya.maka,sungguh terlalu kristen yang mengatakan perkawinan poligami bentuk dari perzinahan,padahal menikah sah.jika poligami adalah zina,berarti ayat Taurat di atas MENGAJAR KAN PERZINAHAN dong?di mana logika kristen mengatakan poligami adalah zinah?jika poligami adalah zinah,maka firman Allah di atas dalam Taurat mengajar kan perzinahan?sungguh aneh logika orang-orang kristen yang menghujat poligami=zinah.sampai hati mereka mengatakan ABRAHAM PEZINAH hanya karena melakukan poligami dengan Hagar dan Ketura.