Konsili Clermont, Paus Urbanus II berkotbah dan terdengar teriakan "Deus Vult!", "Allah menghendaki"..suatu kampanye kaum Nasrani menyerang timur tengah Islam

Konsili Clermont, Paus Urbanus II berkotbah dan terdengar teriakan “Deus Vult!”, “Allah menghendaki”..suatu kampanye kaum Nasrani menyerang timur tengah Islam

Para pengkritik islam mempermasalah kan ayat surat At-Taubah(9)ayat ke 9 yang mereka tafsirkan bahwa islam mengajarkan terorisme,perang tampa batas untuk memerangi semua agama di muka bumi,menciptakan teror tiada putus dan henti di muka bumi buat menyebar kan islam,dst.ayat yang mereka masalah kan adalah sebagai berikut:

قَٰتِلُوا۟ ٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَلَا بِٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ وَلَا يُحَرِّمُونَ مَا حَرَّمَ ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥ وَلَا يَدِينُونَ دِينَ ٱلْحَقِّ مِنَ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَٰبَ حَتَّىٰ يُعْطُوا۟ ٱلْجِزْيَةَ عَن يَدٍۢ وَهُمْ صَٰغِرُونَ

Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.

kalau di baca sekilas saja seakan islam dalam ayat di atas seperti menyuruh orang-orang beriman memerangi tampa batas orang-orang yang tak beriman pada Allah dan hari kemudian,dan seterus nya.seakan-akan ayat itu mengajar kan umat islam memerangi dan menyerang umat lain tampa batas dan terus menerus.tafsiran salah seperti itu sangat naif dan tidak benar.sama seperti ketika menafsirkan hadist : , “Aku diperintah untuk memerangi manusia sehingga bersaksi bahwa tiada ilah kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah“. jika hadist itu di tafsir kan secara salah,seakan-akan islam mengajarkan memerangi umat beragama lain nya tampa batasan.

Lantas,bagai mana tafsiran yang benar bagi ayat di atas:

PERANGILAH MEREKA JIKA KAMU DI PERANGI DULUAN,ATAU MEREKA PUNYA NIAT MENYERANG

Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka,JIKA mereka memerangi kamu dan berniat menyerang kamu,dan mengadakan permusuhan bersenjata.seperti di perkuat oleh ayat-ayat lain:

Al-Baqarah (2) No. Ayat : : 190

وَقَاتِلُواْ فِي سَبِيلِ اللّهِ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَكُمْ وَلاَ تَعْتَدُواْ إِنَّ اللّهَ لاَ يُحِبِّ الْمُعْتَدِينَ

2.190. Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.

أَلَا تُقَٰتِلُونَ قَوْمًۭا نَّكَثُوٓا۟ أَيْمَٰنَهُمْ وَهَمُّوا۟ بِإِخْرَاجِ ٱلرَّسُولِ وَهُم بَدَءُوكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ ۚ أَتَخْشَوْنَهُمْ ۚ فَٱللَّهُ أَحَقُّ أَن تَخْشَوْهُ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

Mengapakah kamu tidak memerangi orang-orang yang merusak sumpah (janjinya), padahal mereka telah keras kemauannya untuk mengusir Rasul dan merekalah yang pertama mulai memerangi kamu?. Mengapakah kamu takut kepada mereka padahal Allah-lah yang berhak untuk kamu takuti, jika kamu benar-benar orang yang beriman.

Maka,di perangi nya orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka,jika mereka memulai penyerangan terlebih dahulu,atau sudah mengatur pasukan buat menyerang kaum muslimin.jadi ayat di atas adalah perang bersifat defensif,atau bersifat ofensif jika mendahului lawan menyerang.Rasulullah pernah melakukan ini,ketika suatu suku arab hendak menyerang madinah,beliau mendahului menyerang mereka.jadi penyerangan itu di dahului oleh niat jahat lawan.

Ketika orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka mau hidup damai,tampa perang,islam pun  mau hidup damai.memerangi phisik di larang ketika tercipta perdamaian.islam memerangi setelah itu bukan phisik,memerangi kesalahan dan dosa dengan perang pemikiran.jadi,ayat di atas jangan di tafsir kan sempit bermakna perang saja.

Contoh,ketika Yahudi dan nasrani mau hidup damai,dan tak mengangkat senjata pada kaum muslimin,maka muslim wajib hidup dengan damai dalam semangat PLURALISME.

لَّا يَنْهَىٰكُمُ ٱللَّهُ عَنِ ٱلَّذِينَ لَمْ يُقَٰتِلُوكُمْ فِى ٱلدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُم مِّن دِيَٰرِكُمْ أَن تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوٓا۟ إِلَيْهِمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُقْسِطِينَ

Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.

إِنَّمَا يَنْهَىٰكُمُ ٱللَّهُ عَنِ ٱلَّذِينَ قَٰتَلُوكُمْ فِى ٱلدِّينِ وَأَخْرَجُوكُم مِّن دِيَٰرِكُمْ وَظَٰهَرُوا۟ عَلَىٰٓ إِخْرَاجِكُمْ أَن تَوَلَّوْهُمْ ۚ وَمَن يَتَوَلَّهُمْ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلظَّٰلِمُونَ

Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu, dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.

Jadi,negri islam siap hidup berdamai abadi dengan negara manapun jika mereka mau hidup damai.jika mereka menyerang,Allah memerintah kan memerangi mereka untuk mempertahan kan diri.perintah Allah ini sudah di amal kan para pejuang Nusantara masa lalu,ketika portugis,spanyol,belanda,inggris,dll menyerang nusantara,bangkit lah para pejuang-pejuang islam semacam Sultan Nuku,Sultan agung,Sultan Iskandar Muda,pangeran di ponogoro,Teuku umar,Tengku Chik di tiro,Tengku Abdul jalil,KH zainal mustafa,dst dst.ayat di atas bisa di tafsir kan Perang secara defensif.dan perang secara ofensif.misal nya Yahudi di jazirah arabia memerangi islam dengan senjata,penghianatan dll tampa ada kata damai.mereka mengambil markas pusat mereka di khaibar.maka Rasulullah memerangi Khaibar karena mereka memulai memerangi islam dengan segala cara.ketika benteng Khaibar di kepung,setiap perang islam di mulai dengan 3 opsi perang.ketika mereka memilih melanjut kan permusuhan,perang tak terhindar kan.ketika mereka kalah,maka mereka selayak nya tahlukan dan warga negara mesti membayar pajak(Jizyah).

JIKA DALAM MEMERANGI BALIK ITU MEREKA KALAH,MEREKA WAJIB MEMBAYAR JIZYAH SELAYAK NYA TAHLUKAN

Ketika pasukan islam memenangi pertempuran dalam memerangi pihak-pihak yang memusuhi islam dengan mengangkat senjata,maka mereka yang kalah mesti membayar Jizyah/pajak.mereka berhak hidup bebas dengan keyakinan agama mereka.saya rasa,hal ini wajar.negara manapun yang menahluk kan negara lain tempo dulu,mereka yang di tahluk kan wajib membayar pajak pada negara.Jizyah dalam islam sangat ringan di banding dengan yang lain.contoh nya adalah Pemberontakan Shimbara di jepang karena Dalam rangka membangun istana baru milik klan Matsukura di Shimabara, pemerintah setempat menaikkan pajak secara berlebihan yang memicu kemarahan dari petani lokal dan para ronin. Ketidakpuasan terhadap pemerintah juga diperburuk dengan adanya penindasan terhadap orang Kristen setempat yang berakhir dengan pecahnya pemberontakan bersenjata pada tahun 1637.pada masa penjajahan belanda,sistem Cultuurstelsel telah membawa penderitaan rakyat jajahan.inilah perbedaan penguasaan islam dengan selain islam.islam hanya mewajib kan jizyah ringan,sedangkan penguasaan selain islam terbukti sangat kejam dan sadis.mereka tak saja di jerat leher mereka dengan pajak-pajak berat,tetapi kerja paksa seumpama Kerja Rodi dan Kerja Romusha .dalam islam,segala macam kezaliman di larang.

 

” Hendaklah kamu waspada terhadap doa orang yang dizalimi sekalipun dia adalah orang kafir. Maka sesungguhnya tidak ada penghalang diantaranya untuk diterima oleh Allah.” Hadis riwayat Ahmad – sanad hasan

Maka ada perbedaan jauh ketika suatu ummat di kuasai negara kaum muslimin,dan suatu umat jika di kuasai oleh negara selain muslim.dengan catatan negara muslim itu mempunyai pimpinan-pimpinan yang beriman dan bertakwa,dan mengikuti tuntunan Allah.

KESIMPULAN

Maka kita dapat mengambil kesimpulan ayat quran di atas,yakni: Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk. peperangan itu terjadi ketika pihak mereka mengadakan permusuhan,penghianatan dan pengangkatan senjata pada islam,berusaha mengusir penduduk muslim,dan seterus nya.maka Allah memerintah kan memerangi mereka balik untuk usaha mempertahan kan diri.ketika mereka minta damai bagai mana?

Al-Anfal (8) No. Ayat : : 61

وَإِن جَنَحُواْ لِلسَّلْمِ فَاجْنَحْ لَهَا وَتَوَكَّلْ عَلَى اللّهِ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

8.61. Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Al-Anfal (8) No. Ayat : : 62

وَإِن يُرِيدُواْ أَن يَخْدَعُوكَ فَإِنَّ حَسْبَكَ اللّهُ هُوَ الَّذِيَ أَيَّدَكَ بِنَصْرِهِ وَبِالْمُؤْمِنِينَ

8.62. Dan jika mereka bermaksud menipumu, maka sesungguhnya cukuplah Allah (menjadi pelindungmu). Dialah yang memperkuatmu dengan pertolongan-Nya dan dengan para mu’min,

Al-Baqarah (2) No. Ayat : : 193

وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّى لاَ تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ لِلّهِ فَإِنِ انتَهَواْ فَلاَ عُدْوَانَ إِلاَّ عَلَى الظَّالِمِينَ

2.193. Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim

Jika mereka tak mau minta damai dan terus berkeras dalam permusuhan bersenjata,terpaksa peperangan terjadi.ketika mereka kalah,mereka adalah tahlukan yang selayak nya mermbayar Jizyah dengan tunduk.maka sangat salah jika menuduh ayat di atas mengajar kan perang dalam islam tampa batas dan sebab dan tampa akhir,selalu mengadakan pertumpahan darah tampa henti.ayat di atas bukan bermaksud memprovokasi demikian.islam senang hidup damai dalam masyarakat yang beragam,saling kenal-mengenal antar bangsa,lewat perjanjian dagang,study dan lain-lain.

Abu Hurairah r.a berkata:Nabi SAW bersabda:Janganlah kamu berharap untuk bertemu musuh, tetapi apabila kamu bertemu musuh maka bertahanlah.(HR Bukhari-Muslim)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لا تَتَمَنَّوْا لِقَاءَ الْعَدُوِّ، واسألوا الله الْعَافِيَةَ

Jangan berharap bertemu musuh, dan memintalah afiah (kesehatan dan keselamatan) kepada Allah”. (HR.Bukhari no. 7237)

Artinya,islam tak mengharap kan ada nya peperangan apapun yang dapat menyengsara kan manusia.islam mencintai hidup damai dan hidup tentram.namun,jika musuh datang mengangkat senjata,maka islam terpaksa menghadapi nya untuk bertahan.

Iklan