Beberapa hadist tentang ultimatum perang dalam islam membawa kritikan tersendiri dari umat-umat agama lain.islam di anggap agama perampokan yang di lakukan dalam perang.beberapa kritikan mereka adalah sebagai berikut sebagai contoh:

PERANG dalam Islam pada hakikatnya adalah PERAMPOKAN.
Agar aksi-aksi perampokan yang dilancarkan Muhammad dan gerombolannya itu terkesan SUCI & RELIJIUS, maka Muhammad dalam setiap aksi perampokannya selalu diawali dengan slogan: “MASUKLAH ISLAM, maka kalian akan selamat.”( Franklin ,user kristen )

Benarkah opsi perang islam menunjuk kan Islam agama pemerasan dan perampokan?berikut saya ketengah kan salah satu contoh hadist 3 opsi perang dalam islam:

غْزُوا بِاسْمِ اللَّهِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ قَاتِلُوا مَنْ كَفَرَ بِاللَّهِ اغْزُوا وَلَا تَغُلُّوا وَلَا تَغْدِرُوا وَلَا تَمْثُلُوا وَلَا تَقْتُلُوا وَلِيدًا

”Berperanglah atas nama Allah ! di jalan Allah ! Perangilah orang yang kufur kepada Allah ! Berperanglah dan jangan curang, jangan berkhianat, jangan berlaku kejam (dengan memotong hidung dan telinga), dan jangan membunuh anak-anak !

وَإِذَا لَقِيتَ عَدُوَّكَ مِنْ الْمُشْرِكِينَ فَادْعُهُمْ إِلَى ثَلَاثِ خِصَالٍ أَوْ خِلَالٍ فَأَيَّتُهُنَّ مَا أَجَابُوكَ فَاقْبَلْ مِنْهُمْ وَكُفَّ عَنْهُمْ ثُمَّ ادْعُهُمْ إِلَى الْإِسْلَامِ

Apabila kamu bertemu dengan kaum musyrikin yang menjadi musuhmu, maka tawarkanlah kepada mereka tiga pilihan, yang mana salah satu diantara tiga tersebut yang mereka pilih, maka terimalah dan janganlah mereka diserang, lalu ajaklah mereka masuk Islam.

فَإِنْ أَجَابُوكَ فَاقْبَلْ مِنْهُمْ وَكُفَّ عَنْهُمْ ثُمَّ ادْعُهُمْ إِلَى التَّحَوُّلِ مِنْ دَارِهِمْ إِلَى دَارِ الْمُهَاجِرِينَ

Apabila mereka menerima ajakanmu, maka terimalah dan janganlah mereka diserang. Kemudian ajaklah mereka untuk berpindah dari perkampungan mereka menuju perkampungan orang Muhajirin.

وَأَخْبِرْهُمْ أَنَّهُمْ إِنْ فَعَلُوا ذَلِكَ فَلَهُمْ مَا لِلْمُهَاجِرِينَ وَعَلَيْهِمْ مَا عَلَى الْمُهَاجِرِينَ

(Jika mereka mau pindah) Beritahukan kepada mereka bahwa mereka akan mendapatkan hak dan kewajiban yang sama seperti orang-orang Muhajirin.

فَإِنْ أَبَوْا أَنْ يَتَحَوَّلُوا مِنْهَا فَأَخْبِرْهُمْ أَنَّهُمْ يَكُونُونَ كَأَعْرَابِ الْمُسْلِمِينَ يَجْرِي عَلَيْهِمْ حُكْمُ اللَّهِ الَّذِي يَجْرِي عَلَى الْمُؤْمِنِينَ وَلَا يَكُونُ لَهُمْ فِي الْغَنِيمَةِ وَالْفَيْءِ شَيْءٌ إِلَّا أَنْ يُجَاهِدُوا مَعَ الْمُسْلِمِينَ

Jika mereka tidak mau pindah dari rumah mereka, maka beritahukanlah kepada mereka bahwa mereka diperlakukan seperti kaum muslimin yang ada di pedalaman dengan diberlakukan hukum Allah atas mereka seperti yang berlaku atas orang-orang mukmin lain tanpa mendapat bagian dari ghanimah dan fa’i, kecuali jika mereka turut berjihad bersama kaum muslimin.

فَإِنْ هُمْ أَبَوْا فَسَلْهُمْ الْجِزْيَةَ

Jika mereka tidak mau masuk Islam, maka suruhlah mereka membayar jizyah.

فَإِنْ هُمْ أَجَابُوكَ فَاقْبَلْ مِنْهُمْ وَكُفَّ عَنْهُمْ

Jika mereka bersedia, maka terimalah dan janganlah mereka diperangi.

فَإِنْ هُمْ أَبَوْا فَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَقَاتِلْهُمْ

Apabila mereka menolak, maka mintalah pertolongan kepada Allah dan perangilah mereka !

وَإِذَا حَاصَرْتَ أَهْلَ حِصْنٍ فَأَرَادُوكَ أَنْ تَجْعَلَ لَهُمْ ذِمَّةَ اللَّهِ وَذِمَّةَ نَبِيِّهِ فَلَا تَجْعَلْ لَهُمْ ذِمَّةَ اللَّهِ وَلَا ذِمَّةَ نَبِيِّهِ

Apabila kamu mengepung benteng musuh lalu mereka menginginkan agar engkau berikan kepada mereka perlindungan dan jaminan Allah serta Nabi-Nya, maka janganlah engkau berikan kepadanya perlindungan Allah serta Nabi-Nya.

وَلَكِنْ اجْعَلْ لَهُمْ ذِمَّتَكَ وَذِمَّةَ أَصْحَابِكَ فَإِنَّكُمْ أَنْ تُخْفِرُوا ذِمَمَكُمْ وَذِمَمَ أَصْحَابِكُمْ أَهْوَنُ مِنْ أَنْ تُخْفِرُوا ذِمَّةَ اللَّهِ وَذِمَّةَ رَسُولِهِ

Tetapi, berilah mereka perlindungan dan jaminan dari kamu sendiri dan pasukanmu. Karena jika kamu berikan perlindungan dan jaminanmu beserta pasukanmu, maka itu lebih ringan resikonya daripada engkau berikan perlindungan danjaminan Allah serta Nabi-Nya.

وَإِذَا حَاصَرْتَ أَهْلَ حِصْنٍ فَأَرَادُوكَ أَنْ تُنْزِلَهُمْ عَلَى حُكْمِ اللَّهِ فَلَا تُنْزِلْهُمْ عَلَى حُكْمِ اللَّهِ

Apabila kamu mengepung benteng musuh, lalu mereka ingin agar engkau memberlakukan kepada mereka hukum Allah, maka janganlah engkau berlakukan hukum Allah kepada mereka.

وَلَكِنْ أَنْزِلْهُمْ عَلَى حُكْمِكَ فَإِنَّكَ لَا تَدْرِي أَتُصِيبُ حُكْمَ اللَّهِ فِيهِمْ أَمْ لَا

Tetapi, berlakukanlah kepada mereka hukum dari kamu sendiri; karena kamu tidak tahu apakah kamu benar-benar telah memberlakukan hukum Allah kepada mereka atau belum”

[HR. Muslim no. 1731]

Jadi perang dalam islam ketika mengepung benteng musuh,ada 3 opsi sebelum perang terjadi:

  1. Masuk islam
  2. Jika mereka tidak mau masuk Islam, maka suruhlah mereka membayar jizyah.Jika mereka bersedia, maka terimalah dan janganlah mereka diperangi.
  3. Apabila mereka menolak, maka mintalah pertolongan kepada Allah dan perangilah mereka !

Apakah 3 opsi perang islam itu Arogan,perampokan,pemerasan dan sebagai nya?mari kita bahas satu persatu dengan singkat:

PERTAMA:PERANG DALAM ISLAM PASTI ADA PENCETUS NYA

Pada masa Rasulullah,perang dengan kaum musyrik dan yahudi ada pencetus nya.seperti penyerangan Khaibar,sebab Khaibar di jadikan benteng buat menghancurkan negara islam Madinah.contoh lain adalah perang Mu’tah.Pemicu perang Mu’tah adalah pembunuhan utusan Rasulullah bernama al-Harits bin Umair yang diperintahkan menyampaikan surat kepada pemimpin Bashra.perang tabuk di picu oleh kelanjutan dari perang Mu’tah. Kaum Muslimin mendengar persiapan besar-besaran yang dilakukan oleh pasukan Romawi dan raja Ghassan.maka kaum muslimin menyiap kan pasukan untuk menghadang laju serangan Romawi dan Ghassan.perang pada masa Rasulullah mempunyai pencetus mula-mula nya. perang-perang masa Khalifah,emir dan para sultan sudah tercampur antara motif politik,agama,ekonomi,dan seterus nya.namun perang itu jika di lakukan dengan landasan islam pastinya penuh adab dan kesopanan perang.

KEDUA:SERUAN MASUK ISLAM CUMA SELIPAN DAKWAH PADA MUSUH,BUKAN PEMAKSAAN

Ketika pasukan islam mengepung benteng musuh,maka panglima perang menawarkan pada Raja,gubernur dan penduduk kota benteng itu untuk masuk islam.seruan itu sifat nya tidak memaksa.cuma selipan dakwah dalam perang.Rasulullah dalam perang tak melupakan dakwah islam,sebab karena dakwah islam lah Rasulullah di utus.Rasulullah bersabda:

Apabila kamu bertemu dengan kaum musyrikin yang menjadi musuhmu, maka tawarkanlah kepada mereka tiga pilihan, yang mana salah satu diantara tiga tersebut yang mereka pilih, maka terimalah dan janganlah mereka diserang, lalu ajaklah mereka masuk Islam.Apabila mereka menerima ajakanmu, maka terimalah dan janganlah mereka diserang.( Hr Muslim no 1731)

Tawaran masuk islam itu bukan lah tawaran arogan dan memaksa…cuma sekedar tawaran saja.beda dengan perang yang di dasari hawa nafsu,ketika kota benteng di kepung.mereka tak memikir kan berdakwah kebaikan,yang mereka fikir adalah menguasai kota benteng itu berikut rampasan perang nya dan penguasaan wilayah.opsi tawaran masuk islam itu sifat nya tidak memaksa.jika Raja/gubernur itu berdamai dan ingin menerima islam,maka serangan tak boleh di lanjut kan.permusuhan di lupakan.

KETIGA:TAWARAN BAYAR JIZYAH ADALAH KELONGGARAN BUAT MENYERAH JIKA TAKUT DI SERANG DAN BERPERANG,TETAPI TAK MAU MASUK ISLAM

Ketika kota benteng itu menolak untuk masuk islam,maka tidak ada paksaan untuk masuk islam.namun mereka di tawar kan bayar Jizyah.apakah ini bukan pemerasan dan perampokan?saya jawab:tentu bukan.tawaran ini adalah kelonggaran musuh buat menyerah tampa pertumpahan darah jika mereka takut di serang dan peperangan.justru kelihatan sangat tidak bijak jika pasukan mengepung suatu kota tampa memberi opsi apapun kepada Raja dan gubernur kota itu,langsung mengepung tampa ampun dan menyerang tampa ampun.lihat perbedaan gaya perang islam dengan kaum musyrik,sebagai contoh dalam pengepungan kota Baghdad oleh pasukan mongol.

Ketika mendekati Baghdad, Hulagu menuntut supaya kota itu menyerah; sang khalifah, Al-Musta’sim, menolak. Dalam banyak sumber, Al-Musta’sim sebenarya tidak bersiap untuk diserang; dia tidak mengumpulkan pasukan dan tidak memperkuat tembok kota. Dia hanya tidak mau menyerahkan kota Baghdad kepada “orang barbar kafir” (Mongol) dan dia percaya bahwa jikapun dia menyerah, pasukan Mongol itu akan tetap membantai penduduk kota. Begitu mendengar penolakan kahlidfah, Hulagu sangat marah dan bersumpah bahwa kota itu akan dihancurkan.[8]

Hulagu menempatkan pasukannya di kedua sisi Sungai Tigris, membagi mereka untuk membentuk manuver penjepit di sekitar kota. Pasukan Khalifah memukul mundur serangan pertama dari pasukan Mongol yang menghantam pasukan utama dan menyerang dari barat, namun mereka dikalahkan pada pertempuran berikutnya. Baiju menghancurkan beberapa tanggul dan membanjiri tanah di belakang pasukan khalifah, mengepung mereka. Akhirnya banyak pasukan khalifah yang dibantai dan ditenggelamkan.

Pasukan utama Mongol tiba dan kemudian mengepung kota mulai dari 29 Januari, membangun palisade dan parit, dan mengerahkan mesin kepung dan katapel tempur. Pertempuran ini cukup mudah bagi pasukan Mongol; pada tanggal 5 Februari pasukan Mongol berhasil menembus tembok pertahanan.Al-Musta’sim dipaksa untuk berunding tapi dia tidak mau.

Pada tanggal 10 Februari, Baghdad menyerah. Pasukan Mongol menyerbu ke dalam kota pada tanggal 13 Februar dan dimulailah satu minggu pembantaian dan penghancuran.( http://id.wikipedia.org/wiki/Pengepungan_Baghdad_%281258%29 )

Berbeda dengan perang islam,perang islam di selipi dakwah moral untuk masuk islam(tampa pemaksaan),ketika musuh tak bersedia bayar jizyah/menyerah,panglima perang islam di haram kan berperang dengan dasar dendam dan kemarahan seperti kemarahan dan dendam Hulagu Khan ketika Khalifah Al-Musta’shim tidak mau menyerah.panglima islam harus menyerang dengan perang yang bijak dan penuh etika.

opsi membayar Jizyah ketika kota benteng tak mau masuk islam menunjuk kan Islam tidak  memaksakan pemaksaan agama dengan pedang.jika mereka tak mau masuk islam,mereka di tawar kan opsi membayar jizyah yang berarti menyerah tampa pertumpahan darah.jika mereka bersedia membayar jizyah,berarti mereka menyerah kan kota benteng dengan damai,maka pasukan islam menguasai kota benteng,menaruh seorang gubernur muslim dan menarik Jizyah pada penduduk yang di tahluk kan.setiap negara pasti menarik pajak bagi rakyat nya.bahkan yesus menyuruh membayar pajak pada penjajah asing,yakni bangsa Romawi.

(17) Katakanlah kepada kami pendapat-Mu: Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?(18) Tetapi Yesus mengetahui kejahatan hati mereka itu lalu berkata: “Mengapa kamu mencobai Aku, hai orang-orang munafik?(19) Tunjukkanlah kepada-Ku mata uang untuk pajak itu.” Mereka membawa suatu dinar kepada-Nya(20) Maka Ia bertanya kepada mereka: “Gambar dan tulisan siapakah ini?”(21) Jawab mereka: “Gambar dan tulisan Kaisar.” Lalu kata Yesus kepada mereka: “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.“(Matius 22:17-21)

Lihat bijaksana nya hukum perang islam.walau negara musyrik yang menyerang islam duluan,dan hingga membunuhi penduduk muslim sekalipun,pasukan islam jika menyerang balik tetap menawar kan opsi masuk islam atau bayar jizyah,tidak menyerang membabi buta dengan membalas dendam.bahkan jika musuh menyerah membayar jizyah,tak ada pembalasan dendam.perihal menghukum mati penjahat perang,Imam dan panglima yang memutuskan.

KE EMPAT:JIKA KOTA BENTENG TAK MAU MENERIMA OPSI BAYAR JIZYAH(MENYERAH),BERARTI PERANG DI LANJUT KAN

Rasulullah bersabda:

Apabila mereka menolak, maka mintalah pertolongan kepada Allah dan perangilah mereka !

Jika mereka menolak tawaran bayar jizyah,berarti mereka tak mau menyerah dan ingin melanjut kan pertempuran.maka pasukan islam memerangi dalam rangka melumpuh kan musuh yang mau berbuat makar.dan dalam perang itu,pasukan islam harus berperang dengan penuh kesopanan dan etika perang seperti:

Al-Baqarah (2) No. Ayat : : 190

وَقَاتِلُواْ فِي سَبِيلِ اللّهِ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَكُمْ وَلاَ تَعْتَدُواْ إِنَّ اللّهَ لاَ يُحِبِّ الْمُعْتَدِينَ

2.190. Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.

Dari ‘Abdullah bin ‘Umar r.a, ia berkata, “Aku mendapati seorang wanita yang terbunuh dalam sebuah peperangan bersama Rasulullah saw. Kemudian beliau melarang membunuh kaum wanita dan anak-anak dalam peperangan,” (HR Bukhari [3015] dan Muslim [1744]).

Dalam riwayat lain disebutkan, “Rasulullah saw. mengecam keras pembunuhan terhadap kaum wanita dan anak-anak,” (HR Bukhari [3014] dan Muslim [1744]).

Dari Buraidah r.a, ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda, “Berperanglah fi sabilillah dengan menyebut nama Allah, perangilah orang-orang yang kafir kepada Allah, berperanglah dan jangan mencuri harta rampasan perang, jangan berkhianat, jangan mencincang mayat dan janganlah membunuh anak-anak,” (HR Muslim [1731]).

Jika dalam perang itu kota benteng dapat tahluk,maka kota benteng itu dalam penguasaan islam.maka Khalifah/sultan islam menaruh seorang gubernur untuk mengontrol wilayah.lalu tetap menarik Jizyah seperti semula,di mana kewajiban rakyat pada negara adalah membayar pajak/jizyah.semua itu umum di seluruh dunia.dalam menarik jizyah,tak boleh zalim dan memberat kan.banding kan ketika belanda,prancis dan jepang menjajah indonesia,mereka menarik pajak-pajak berat dan tidak manusia.itu lah perbedaan penguasaan islam dengan penguasaan kolonial kafir dan musyrik,penguasaan muslim dengan syariat islam,tak mengizin kan pajak-pajak yang mencekik leher dan menyiksa.simak Pajak yang di terap kan belanda ketika mereka menguasai Nusantara kita:

Gubernur Jenderal VOC JP Coen punya kelihaian dalam memungut pajak. Begitu dia mengangkat Souw Beng Kong sebagai Kapitan Cina, ia pun mengeluarkan peraturan pada 9 Oktober 1619: Tiap orang Cina yang berumur antara 16 sampai 60 tahun wajib membayar pajak sebesar 1,5 reak per kepala. Tidak main-main. Pajak yang cukup memberatkan itu berlaku 200 tahun, sampai 1900.

Ketika daratan Cina dikuasai oleh dinasti Mancu, adat istiadat dari negara di bagian utara Korea ini ditularkan kepada negara jajahannya. Maka rakyat Cina mengikuti jejak penjajah. Rambut bagian atas dicukur sampai licin, dan bagian belakang dipanjangkan kemudian dikepang atawa dikuncir seperti layaknya wanita. Selain disibukkan urusan melicinkan kepala bagian atas yang cepat tumbuh seperti layaknya kita mencukur jenggot, tiap kepala juga dikenai pajak.

Bukan hanya pajak kepala. Belanda menyadari kesukaan warga Cina pada judi dan hampir dilakukan di tiap acara, termasuk saat kematian di kalangan keluarga. Belanda juga mengagumi kesenangan mereka akan seks. Maka diberlakukanlah pajak judi dan pajak rumah pelacuran (suhian).

Selain itu, masih ada pajak kuku panjang yang menandakan orang kaya yang santai. Juga pajak tembakau dan pemotongan babi. Kalau sekarang pembayar pajak diingatkan melalui surat, ketika itu di kediaman Kapiten Cina dipasang bendera, mengingatkan agar masyarakatnya segera membayar pajak. Sampai sekarang di Jakarta Kota terdapat kampung Tiang Bendera.

Sedangkan warga Cina yang berdiam di luar wilayah kota, membayar pajak pada potia yakni kepala atau mandor pengelola perkebunan atau pertanian. Seperti juga sekarang petugas pajak ada yang bermain dengan pembayar pajak demikian pula terjadi di masa lalu. Masyarakat Cina di Indonesia, terutama generasi mudanya, pernah melakukan perlawanan terhadap keharusan memakai kuncir. Mereka sudah tidak mau melakukannya lagi sejak 1904, meskipun generasi tua menganggapnya sebagai adat lelahur. Kebiasaan ini baru dihapus tahun 1911, ketika Cina sudah merdeka.( http://alwishahab.wordpress.com/2009/12/10/pajak-kepala-dan-rumah-pelacuran-2/ )

Perhatikan penguasaan belanda pada nusantara,menerapkan bermacam-macam pajak yang memberat kan rakyat.berbeda dengan sistem bayar pajak/jizyah islam,berlandas kan moral agama,jadi tak mengizin kan penindasan dan kezaliman dalam menarik pajak.terbukti Jizyah islam adalah ringan,tak ada unsur pemerasan yang kejam.jizyah di bayar cuma sekali setahun saja.itu perbedaan penguasaan islam dengan penguasaan kafir dan musyrik.

Hadis dari Anas r.a , Rasulullah saw bersabda:

اتق دعوة المظلوم وإن كان كافرا فإنه ليس دونها حجاب

” Hendaklah kamu waspada terhadap doa orang yang dizalimi sekalipun dia adalah orang kafir. Maka sesungguhnya tidak ada penghalang diantaranya untuk diterima oleh Allah.” Hadis riwayat Ahmad – sanad hasan

Lihat lah ketika Deandles menguasai jawa,dia bukan saja menarik pajak,tetapi melakukan kerja paksa pada penduduk pribumi untuk membangun jalan raya pos.sumber inggris mengatakan ada 12.000 korban jiwa rakyat jawa dalam kerja paksa membangun jalan itu.ketika jaman jepang,kondisi lebih buruk lagi.

PERANG ISLAM BUKAN PERANG PERAMPOKAN

Perang islam tidak brutal,terutama pada masa Rasulullah.perang islam ketika menyerang,pasti ada pencetus mula-mula nya.membayar jizyah pada kota benteng yang di tahluk kan bukan perampokan.tetapi itu adalah fenomena pajak yang biasa di terap kan negara dan rakyat nya.persia,yunani,romawi,cina,kerajaan-kerajaan kristen,kolonial dan seterus nya menerap kan nya,beda nya pajak islam lebih manusiawi.negara islam tak akan asal menyerang musuh yang mengikat janji damai.jika pun terjadi pada masa Khalifah,sultan dan Amir menyerang negara lain yang tak memerangi,itu pun kebiasaan masa lalu pada negara-negara kristen,budha,hindu dan lain nya.biasa nya motif politik dan ekonomi.kini Dunia sudah sepakat menghormati kedaulatan satu sama lain,tak ada lagi penjajahan.itu berarti perjanjian damai.dan islam mendukung konsep perjanjian damai abadi bagi seluruh dunia,tampa perang dan penjajahan.

Al-Anfal (8) No. Ayat : : 61

وَإِن جَنَحُواْ لِلسَّلْمِ فَاجْنَحْ لَهَا وَتَوَكَّلْ عَلَى اللّهِ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

8.61. Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Al-Anfal (8) No. Ayat : : 62

وَإِن يُرِيدُواْ أَن يَخْدَعُوكَ فَإِنَّ حَسْبَكَ اللّهُ هُوَ الَّذِيَ أَيَّدَكَ بِنَصْرِهِ وَبِالْمُؤْمِنِينَ

8.62. Dan jika mereka bermaksud menipumu, maka sesungguhnya cukuplah Allah (menjadi pelindungmu). Dialah yang memperkuatmu dengan pertolongan-Nya dan dengan para mu’min ( KLIK )

Suatu yang di salah pahami adalah Jizyah adalah bayaran untuk kebebasan beragama.jika berhenti bayar jizyah tentu di paksa masuk islam dan dan jika tak mau di bunuh.tentu itu pikiran salah dan picik.jizyah cuma kewaiban biasa rakyat pada negara,bukan uang bayaran beragama.tak mungkin warga negara berani terang-terangan menolak bayar pajak mengusir petugas pajak dari rumah nya.warga negara islam dari non muslim jika menolak tiba-tiba bayar jizyah,tentu nya di iringi pula pemberontakan bersenjata.maka pemerintahan islam memadam kan pemberontakan itu dengan senjata pula.di perangi nya mereka karena mereka telah membahayakan negara dengan mengangkat senjata.

Al-Hujuraat:13

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَٰكُم مِّن ذَكَرٍۢ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَٰكُمْ شُعُوبًۭا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓا۟ ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ ٱللَّهِ أَتْقَىٰكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌۭ

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.( KLIK )

KESIMPULAN

3 Opsi perang islam bukan lah opsi yang arogan.jika di pahami secara jernih tampak sekali kebijaksanaan dalam opsi-opsi tersebut.bukan lah juga perampokan,sebab jizyah/pajak bukan lah perampokan,tetapi suatu yang biasa di terap kan penguasa terhadap rakyat nya,baik rakyat inti maupun tahlukan.dan jizyah beda dengan pajak-pajak yang di terap kan para kolonial musyrik dan kafir pada jaman dulu.jizyah islam lebih manusiawi,dan mengharam kan menzalimi manusia dengan kerja paksa dan pajak-pakak yang melebihi batas kemampuan.

Perang tampa opsi apapun justru di terap kan dalam alkitab.tak ada opsi menyerah dengan membayar pajak.tak ada opsi perbudakan.pokok nya bunuh dan bunuh semua,bantai dan bantai semua tampa sisa satu orang pun hingga sipil,kanak-kanak dan bayi.

(1) Berkatalah Samuel kepada Saul: “Aku telah diutus oleh TUHAN untuk mengurapi engkau menjadi raja atas Israel, umat-Nya; oleh sebab itu, dengarkanlah bunyi firman TUHAN(2) Beginilah firman TUHAN semesta alam: Aku akan membalas apa yang dilakukan orang Amalek kepada orang Israel, karena orang Amalek menghalang-halangi mereka, ketika orang Israel pergi dari Mesir.(3) Jadi pergilah sekarang, kalahkanlah orang Amalek, tumpaslah segala yang ada padanya, dan janganlah ada belas kasihan kepadanya. Bunuhlah semuanya, laki-laki maupun perempuan, kanak-kanak maupun anak-anak yang menyusu, lembu maupun domba, unta maupun keledai.”( 1 Samuel 15:1-3)

Jika anda membanding kan perang islam dengan opsi dan perang alkitab tampa opsi apapun,maka coba anda nalar,perang mana yang lebih manusiawi di antara dua perang di atas?perang islam atau perang alkitab?perang islam memberi tawaran pencerahan berupa masuk islam tampa paksaan.jika mereka tak mau masuk islam mereka tak di paksa,mereka di beri opsi menyerah tampa pertumpahan darah dengan membayar jizyah.