anak takut

Pada kesempatan tulisan kali ini penulis membuat kategori baru dalam blog ini,yakni Perbandingan Alkitab dengan Al-Quran .saya kerap menemui kristen-kristen pengkritik membanding-banding kan kesuperioran alkitab di banding al-quran.supaya tak terjadi pembodohan dan pembohongan,penulis perlu membuat kategori baru ini.pada tulisan perdana nya,penulis ingin membanding kan alkitab dengan al-quran dari segi perbudakan.mari kita simak bersama:

PERBANDINGAN ALKITAB DENGAN AL-QURAN:

ALKITAB:ADA AYAT YANG DI KLAIM DARI TUHAN YANG MEMBIAR KAN ORANG TUA MENJUAL ANAK GADIS NYA MENJADI BUDAK

(1) Inilah peraturan-peraturan yang harus kaubawa ke depan mereka.(versi lain:(1) Lalu TUHAN berkata kepada Musa, “Berilah kepada orang Israel peraturan-peraturan ini(BIS))(2)(PERATURAN PERTAMA) Apabila engkau membeli seorang budak Ibrani, maka haruslah ia bekerja padamu enam tahun lamanya, tetapi pada tahun yang ketujuh ia diizinkan keluar sebagai orang merdeka, dengan tidak membayar tebusan apa-apa.(3)(PERATURAN KEDUA) Jika ia datang seorang diri saja, maka keluarpun ia seorang diri; jika ia mempunyai isteri, maka isterinya itu diizinkan keluar bersama-sama dengan dia.(4) (PERATURAN KETIGA)Jika tuannya memberikan kepadanya seorang isteri dan perempuan itu melahirkan anak-anak lelaki atau perempuan, maka perempuan itu dengan anak-anaknya tetap menjadi kepunyaan tuannya, dan budak laki-laki itu harus keluar seorang diri.(5)(PERATURAN KE EMPAT) Tetapi jika budak itu dengan sungguh-sungguh berkata: Aku cinta kepada tuanku, kepada isteriku dan kepada anak-anakku, aku tidak mau keluar sebagai orang merdeka,(6) maka haruslah tuannya itu membawanya menghadap Allah, lalu membawanya ke pintu atau ke tiang pintu, dan tuannya itu menusuk telinganya dengan penusuk, dan budak itu bekerja pada tuannya untuk seumur hidup.(7)(PERATURAN KELIMA YANG KITA BAHAS KINI) Apabila ada seorang menjual anaknya yang perempuan sebagai budak, maka perempuan itu tidak boleh keluar seperti cara budak-budak lelaki keluar.(8) Jika perempuan itu tidak disukai tuannya, yang telah menyediakannya bagi dirinya sendiri, maka haruslah tuannya itu mengizinkan ia ditebus; tuannya itu tidak berhak untuk menjualnya kepada bangsa asing, karena ia memungkiri janjinya kepada perempuan itu.(9) Jika tuannya itu menyediakannya bagi anaknya laki-laki, maka haruslah tuannya itu memperlakukannya seperti anak-anak perempuan berhak diperlakukan.(10) Jika tuannya itu mengambil perempuan lain, ia tidak boleh mengurangi makanan perempuan itu, pakaiannya dan persetubuhan dengan dia.(11) Jika tuannya itu tidak melakukan ketiga hal itu kepadanya, maka perempuan itu harus diizinkan keluar, dengan tidak membayar uang tebusan apa-apa.”(Keluaran 21:1-11)

Bold-bold biru itu sebagai pencegahan apologia kristen bahwa dalam ayat itu tuhan tak memberi peraturan tentang menjual anak gadis sendiri menjadi budak.kristen berapologi bahwa aturan itu bukan lah dari tuhan.tetapi pada pangkal atas ayat jelas sekali bahwa peraturan itu dari tuhan langsung.

1Lalu TUHAN berkata kepada Musa, “Berilah kepada orang Israel peraturan-peraturan ini:( BIS )

1Inilah peraturan-peraturan yang harus kausampaikan kepada mereka.(SHELLABEAR 2010)

1Inilah peraturan-peraturan, jang harus kaupermaklumkan kepada mereka:(ENDE )

1Kemudian TUHAN berfirman kepada Musa, “Berikanlah hukum-hukum ini kepada umat Israel:(TODAY MALAY VERSION)

1“INILAH hukum-hukum lain yang harus kamu taati:(FAYH)

1Kemudian Allah berkata kepada Musa, “Berikut adalah hukum lainnya yang engkau akan berikan kepada umat,(VMD)

1“Dan inilah keputusan-keputusan yang harus engkau tetapkan di hadapan mereka:(MILT)

Jelas sekali,bukan nya tuhan menghapus kekejian orang tua dalam menjual anak nya menjadi budak(yang tentu buat keuntungan pribadi),malah tuhan mengatur hukum-hukum nya.tuhan tampak menyetujui orang tua menjual purinya menjadi budak,bukan malah menghapus kekejian itu,malah memberikan hukum-hukum nya,sungguh aneh ayat ini,dan menjadi BAGIAN DARI HUKUM TAURAT.( sumber )

BANDINGKAN DENGAN AL-QURAN,TAK ADA SATU PUN AYAT YANG KEJI YANG MEMBIARKAN ORANG TUA MENJUAL ANAK GADIS NYA MENJADI BUDAK

 

Jika alkitab membiarkan dan membolehkan orang tua menjual anak gadis nya menjadi budak,maka tak ada satu pun ayat dalam al-quran yang memboleh kan hal keji demikian.dalam islam,seorang anak gadis harus di lindungi dari segala eksploitasi orang tua nya.seorang anak gadis harus di lindungi,di didik dengan benar,di asuh dengan benar,di beri pendidikan yang layak,selayak nya gadis-gadis merdeka di jaman modern ini.tak boleh di jual buat keuntungan pribadi kedua orang tua nya.( klik ).mungkin karena terpengaruh ayat ini,KA’AB BIN ASYRAF tokoh yahudi yang sangat benci islam memberi syarat hutang bagi Muhammad bin maslamah dan kawan-kawan nya  menggadai kan putri-putri mereka.

Maka dari bahasan singkat kita kini,mana kitab yang manusiawi menurut anda?alkitab?atau kah al-quran?mana ajaran antara dua kitab itu yang menurut anda yang benar,mana yang salah?silahkan anda menalar sendiri.saya cukup mengutip perkataan orang eropa sendiri tentang bible:

Herman Bakels (1871-1954) dalam bukunya “Nij Ketters? Ya.. Om deere Gods”, p. 119-120, lewat buku “Dialog antara Ahmadiyah dengan saksi-saksi Yehowa”, p. 83 dan 88 berkata sebagai berikut: “De andere ses Bijbels (Weda, Awesta, de boeken over Boedha, Tao-teking, Con-fusius boeken, Kor’an) ken ik niet ge-noeg…Van onzen Bijbel weet ik dit zeker. Ik heb hem dertig jaar lang van voren tot achteren doorploeterd. En ik zeg ronde-ment; ik kan in Europa geen boek dat meer stikvol dingen-die-niet-waar-zijn zit dan de Bijbel.” Artinya: Adapun enam buah kitab (Weda, Awesta, Kitab-kitab tentang Budha, Tao-teking, Kitab–kitab Confusius, Al-Qur’an) tidak begitu saya kenal. Akan tetapi Bijbel kita ini, pasti saya ketahui. Sudah 30 tahun lamanya saya mengincah Bijbel kita ini dari awal sampai akhir. Oleh karena itu terus terang saya katakan, bahwa di Eropa, saya belum kenal sebuah kitab yang lebih padat dengan hal-hal yang tidak benar dari pada Bijbel.