war

Saya telah mencopas dari tulisan orang lain tentang permasalahan hadist ini.kini saya hendak mengkaji sendiri hadist yang selalu di permasalah kan pengkritik islam,bahwa Rasulullah mengajarkan memerangi manusia tampa batas waktu dan memaksa mereka hingga bersyahadat.hadist yang selalu di permasalah kan para pengkritik islam adalah sebagai berikut:

عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوا أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ ، وَيُقِيمُوا الصَّلاَةَ ، وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ ، فَإِذَا فَعَلُوا ذَلِكَ عَصَمُوا مِنِّى دِمَاءَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ إِلاَّ بِحَقِّ الإِسْلاَمِ ، وَحِسَابُهُمْ عَلَى اللَّهِ

Dari Ibnu Umar, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Aku diperintah untuk memerangi manusia sehingga bersaksi bahwa tiada ilah kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, dan supaya mereka menegakkan shalat dan mengeluarkan zakat. Jika mereka melakukan itu maka darah dan harta mereka mendapat perlindungan dariku, kecuali karena alasan-alasan hukum Islam. Sedangkan perhitungan terakhir mereka terserah kepada Allah.

Berikut beberapa tafsiran sembrono para pengkritik islam atas hadist di atas,sbb:

  1. Islam mengajar kan perang tampa batas,semua kafir di perangi di manapun dan kapan pun tampa henti sampai ucap kan syahadat hingga aman darah dan harta nya.jika tak islam,darah dan harta nya tidak akan aman,akan di tumpah kan dan di rampas,dan mesti mati
  2. Jadi islam ajar kan pemaksaan agama dengan ancaman bunuh dan di rampas harta nya
  3. Hadist di atas mengajar kan perang tak terbatas dalam rangka memaksa kan agama islam,jika tidak mau masuk islam maka mesti mati dan harta nya di rampas

Tafsiran di atas adalah sembrono dan jauh dari kenyataan tafsir sebenar nya.mari kita kaji mana tafsir yang benar tentang hadist di atas:

PERTAMA:PADA DASAR NYA ISLAM TAK MEMAKSA AGAMA APALAGI DENGAN ANCAMAN MATI DAN HARTA NYA DI RAMPAS JIKA TAK MASUK ISLAM

Islam tak pernah memaksa kan agama.tak ada pemaksaan agama dalam islam,apalagi dengan ancaman mati dan di rampas harta nya jika tak mau masuk islam.

لَآ إِكْرَاهَ فِى ٱلدِّينِ ۖ قَد تَّبَيَّنَ ٱلرُّشْدُ مِنَ ٱلْغَىِّ ۚ فَمَن يَكْفُرْ بِٱلطَّٰغُوتِ وَيُؤْمِنۢ بِٱللَّهِ فَقَدِ ٱسْتَمْسَكَ بِٱلْعُرْوَةِ ٱلْوُثْقَىٰ لَا ٱنفِصَامَ لَهَا ۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut  dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Diriwayatkan oleh Abu Daud, Nasai dan Ibnu Hibban, dari Ibnu Abbas, katanya, “Ada seorang wanita yang sering keguguran, maka dia berjanji pada dirinya, sekiranya ada anaknya yang hidup, akan dijadikannya seorang Yahudi. Maka tatkala Bani Nadhir diusir dari Madinah, kebetulan di antara mereka ada anak Ansar, maka kata orang-orang Ansar, ‘Kami tak akan membiarkan anak-anak kami,’ maka Allah pun menurunkan, ‘Tak ada paksaan dalam agama.'” (Q.S. Al-Baqarah 256) Ibnu Jarir mengetengahkan, dari jalur Said atau Ikrimah dari Ibnu Abbas, katanya, “Tak ada paksaan dalam agama.” Ayat itu turun mengenai seorang Ansar dari Bani Salim bin Auf bernama Hushain, yang mempunyai dua orang anak beragama Kristen, sedangkan ia sendiri beragama Islam. Maka katanya kepada Nabi saw., “Tidakkah akan saya paksa mereka, karena mereka tak hendak meninggalkan agama Kristen itu?” Maka Allah pun menurunkan ayat tersebut.

وَقُلِ ٱلْحَقُّ مِن رَّبِّكُمْ ۖ فَمَن شَآءَ فَلْيُؤْمِن وَمَن شَآءَ فَلْيَكْفُرْ ۚ إِنَّآ أَعْتَدْنَا لِلظَّٰلِمِينَ نَارًا أَحَاطَ بِهِمْ سُرَادِقُهَا ۚ وَإِن يَسْتَغِيثُوا۟ يُغَاثُوا۟ بِمَآءٍۢ كَٱلْمُهْلِ يَشْوِى ٱلْوُجُوهَ ۚ بِئْسَ ٱلشَّرَابُ وَسَآءَتْ مُرْتَفَقًا

Dan katakanlah: “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir”. Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek.

Jika pun terjadi perang antara muslim dan kafir,maka pihak muslim dalam perang itu tak boleh memaksakan agama islam.harus ada beberapa opsi dalam perang itu,yakni:

  1. Masuk islam
  2. jika tak mau masuk islam juga,bayar jizyah
  3. jika tak mau bayar jizyah,maka perangi

اغْزُوا بِاسْمِ اللَّهِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ قَاتِلُوا مَنْ كَفَرَ بِاللَّهِ اغْزُوا وَلَا تَغُلُّوا وَلَا تَغْدِرُوا وَلَا تَمْثُلُوا وَلَا تَقْتُلُوا وَلِيدًا

”Berperanglah atas nama Allah ! di jalan Allah ! Perangilah orang yang kufur kepada Allah ! Berperanglah dan jangan curang, jangan berkhianat, jangan berlaku kejam (dengan memotong hidung dan telinga), dan jangan membunuh anak-anak !

وَإِذَا لَقِيتَ عَدُوَّكَ مِنْ الْمُشْرِكِينَ فَادْعُهُمْ إِلَى ثَلَاثِ خِصَالٍ أَوْ خِلَالٍ فَأَيَّتُهُنَّ مَا أَجَابُوكَ فَاقْبَلْ مِنْهُمْ وَكُفَّ عَنْهُمْ ثُمَّ ادْعُهُمْ إِلَى الْإِسْلَامِ

Apabila kamu bertemu dengan kaum musyrikin yang menjadi musuhmu, maka tawarkanlah kepada mereka tiga pilihan, yang mana salah satu diantara tiga tersebut yang mereka pilih, maka terimalah dan janganlah mereka diserang, lalu ajaklah mereka masuk Islam.

فَإِنْ أَجَابُوكَ فَاقْبَلْ مِنْهُمْ وَكُفَّ عَنْهُمْ ثُمَّ ادْعُهُمْ إِلَى التَّحَوُّلِ مِنْ دَارِهِمْ إِلَى دَارِ الْمُهَاجِرِينَ

Apabila mereka menerima ajakanmu, maka terimalah dan janganlah mereka diserang. Kemudian ajaklah mereka untuk berpindah dari perkampungan mereka menuju perkampungan orang Muhajirin.

وَأَخْبِرْهُمْ أَنَّهُمْ إِنْ فَعَلُوا ذَلِكَ فَلَهُمْ مَا لِلْمُهَاجِرِينَ وَعَلَيْهِمْ مَا عَلَى الْمُهَاجِرِينَ

(Jika mereka mau pindah) Beritahukan kepada mereka bahwa mereka akan mendapatkan hak dan kewajiban yang sama seperti orang-orang Muhajirin.

فَإِنْ أَبَوْا أَنْ يَتَحَوَّلُوا مِنْهَا فَأَخْبِرْهُمْ أَنَّهُمْ يَكُونُونَ كَأَعْرَابِ الْمُسْلِمِينَ يَجْرِي عَلَيْهِمْ حُكْمُ اللَّهِ الَّذِي يَجْرِي عَلَى الْمُؤْمِنِينَ وَلَا يَكُونُ لَهُمْ فِي الْغَنِيمَةِ وَالْفَيْءِ شَيْءٌ إِلَّا أَنْ يُجَاهِدُوا مَعَ الْمُسْلِمِينَ

Jika mereka tidak mau pindah dari rumah mereka, maka beritahukanlah kepada mereka bahwa mereka diperlakukan seperti kaum muslimin yang ada di pedalaman dengan diberlakukan hukum Allah atas mereka seperti yang berlaku atas orang-orang mukmin lain tanpa mendapat bagian dari ghanimah dan fa’i, kecuali jika mereka turut berjihad bersama kaum muslimin.

فَإِنْ هُمْ أَبَوْا فَسَلْهُمْ الْجِزْيَةَ

Jika mereka tidak mau masuk Islam, maka suruhlah mereka membayar jizyah.

فَإِنْ هُمْ أَجَابُوكَ فَاقْبَلْ مِنْهُمْ وَكُفَّ عَنْهُمْ

Jika mereka bersedia, maka terimalah dan janganlah mereka diperangi.

فَإِنْ هُمْ أَبَوْا فَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَقَاتِلْهُمْ

Apabila mereka menolak, maka mintalah pertolongan kepada Allah dan perangilah mereka !

وَإِذَا حَاصَرْتَ أَهْلَ حِصْنٍ فَأَرَادُوكَ أَنْ تَجْعَلَ لَهُمْ ذِمَّةَ اللَّهِ وَذِمَّةَ نَبِيِّهِ فَلَا تَجْعَلْ لَهُمْ ذِمَّةَ اللَّهِ وَلَا ذِمَّةَ نَبِيِّهِ

Apabila kamu mengepung benteng musuh lalu mereka menginginkan agar engkau berikan kepada mereka perlindungan dan jaminan Allah serta Nabi-Nya, maka janganlah engkau berikan kepadanya perlindungan Allah serta Nabi-Nya.

وَلَكِنْ اجْعَلْ لَهُمْ ذِمَّتَكَ وَذِمَّةَ أَصْحَابِكَ فَإِنَّكُمْ أَنْ تُخْفِرُوا ذِمَمَكُمْ وَذِمَمَ أَصْحَابِكُمْ أَهْوَنُ مِنْ أَنْ تُخْفِرُوا ذِمَّةَ اللَّهِ وَذِمَّةَ رَسُولِهِ

Tetapi, berilah mereka perlindungan dan jaminan dari kamu sendiri dan pasukanmu. Karena jika kamu berikan perlindungan dan jaminanmu beserta pasukanmu, maka itu lebih ringan resikonya daripada engkau berikan perlindungan danjaminan Allah serta Nabi-Nya.

وَإِذَا حَاصَرْتَ أَهْلَ حِصْنٍ فَأَرَادُوكَ أَنْ تُنْزِلَهُمْ عَلَى حُكْمِ اللَّهِ فَلَا تُنْزِلْهُمْ عَلَى حُكْمِ اللَّهِ

Apabila kamu mengepung benteng musuh, lalu mereka ingin agar engkau memberlakukan kepada mereka hukum Allah, maka janganlah engkau berlakukan hukum Allah kepada mereka.

وَلَكِنْ أَنْزِلْهُمْ عَلَى حُكْمِكَ فَإِنَّكَ لَا تَدْرِي أَتُصِيبُ حُكْمَ اللَّهِ فِيهِمْ أَمْ لَا

Tetapi, berlakukanlah kepada mereka hukum dari kamu sendiri; karena kamu tidak tahu apakah kamu benar-benar telah memberlakukan hukum Allah kepada mereka atau belum”

[HR. Muslim no. 1731]

Jadi dalam perang-perang islam,tak ada SATU OPSI SAJA…MASUK ISLAM,ATAU MATI DAN HARTA NYA DI RAMPAS.itu tak benar…..ada 3 opsi dalam perang islam,,,,,,ajakan masuk islam,jika tak mau maka ajakan tunduk untuk bayar jizyah,jika tak mau,maka terpaksa di perangi.

KEDUA:MANA BUKTI SEJARAH NYA RASULULLAH DAN PARA SAHABAT BERPERANG DENGAN TUJUAN MEMAKSA AGAMA,JIKA TAK MAU MASUK ISLAM,SEMUA PRIA,WANITA DAN ANAK-ANAK DI EKSEKUSI MATI DAN HARTA NYA DI RAMPAS?

Jika hadis yang paling atas yang sedang kita bahas memaksud kan bahwa Rasul dan para sahabat nya berperang dengan tujuan memaksa agama jika tak mau mati dan harta nya di rampas,maka adakah bukti sejarah nya pada Rasulullah dan para sahabat?saya rasa tidak ada.yang ada adalah,setiap perang yang Rasul lakukan setelah ada perintah jihad,selalu ada opsi membayar jzyah.jika mereka tak mau masuk islam,maka mereka bisa ganti membayar jizyah sebagai tunduk menjadi warga negara.dan dengan jizyah itu mereka aman beragama dengan agama nya dengan bebas.prinsip suaka tampa memaksa agama seperti contoh ayat ini:

At-Taubah:6

وَإِنْ أَحَدٌۭ مِّنَ ٱلْمُشْرِكِينَ ٱسْتَجَارَكَ فَأَجِرْهُ حَتَّىٰ يَسْمَعَ كَلَٰمَ ٱللَّهِ ثُمَّ أَبْلِغْهُ مَأْمَنَهُۥ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌۭ لَّا يَعْلَمُونَ

Dan jika seorang diantara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ketempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui.

Dalam peperangan yang berkecamuk antara muslim dan musyrik,jika ada orang musyrik yang lari ke wilayah muslim,tak mau bereperang di pihak kaum nya,maka negara muslim wajib melindungi orang musyrik itu ke tempat yang aman tampa di paksa melepas kan agama nya.tak ada sejarah nya Rasulullah dan para sahabat memaksakan agama,jika tidak mau islam,maka di bunuh dan harta nya di rampas.yang ada adalah dalam perang islam,jika orang-orang musyrik atau kafir tak mau memeluk islam,mereka tak akan di paksa.mereka hanya di wajib kan membayar jizyah.

KETIGA:MAKSUD PERKATAAN:AKU DI PERINTAH MEMERANGI MANUSIA SEHINGGA BERSAKSI TIADA TUHAN SELAIN ALLAH DAN MUHAMMAD RASULULLAH…..

Maksud perkataan Rasul di atas adalah perang itu terjadi setelah Rasulullah di perangi oleh orang-orang Musyrik atau kafir.maka ketika Rasul di perangi,maka Rasul pun memerangi balik sebagai pertahanan diri.Yusuf Qardhawi di dalam Fiqih Jihad juga menjelaskan bahwa perang-perang yang dilakukan oleh umat Islam di masa Rasulullah, baik ghazwah maupun sariyah, hampir semuanya didahului oleh penyerangan dari pihak musuh, rencana penyerangan dari pihak musuh (diantaranya dengan memobilisasi kekuatan), atau pengkhianatan pihak musuh (misalnya Yahudi Bani Qainuqa’, Quraidhah, dan Nadhir). Bisa dikatakan bahwa peperangan Rasulullah bersifat difa’iyah (defensif). jadi ketika Rasul di perangi duluan,maka Allah memerintah Rasul memerangi balik mereka,seperti Firman Allah:

An-Nisa (4) No. Ayat : : 84

فَقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللّهِ لاَ تُكَلَّفُ إِلاَّ نَفْسَكَ وَحَرِّضِ الْمُؤْمِنِينَ عَسَى اللّهُ أَن يَكُفَّ بَأْسَ الَّذِينَ كَفَرُواْ وَاللّهُ أَشَدُّ بَأْساً وَأَشَدُّ تَنكِيلاً

4.84. Maka berperanglah kamu pada jalan Allah, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri . Kobarkanlah semangat para mu’min (untuk berperang). Mudah-mudahan Allah menolak serangan orang-orang yang kafir itu. Allah amat besar kekuatan dan amat keras siksaan(Nya).

At-Taubah (9) No. Ayat : : 13

أَلاَ تُقَاتِلُونَ قَوْماً نَّكَثُواْ أَيْمَانَهُمْ وَهَمُّواْ بِإِخْرَاجِ الرَّسُولِ وَهُم بَدَؤُوكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ أَتَخْشَوْنَهُمْ فَاللّهُ أَحَقُّ أَن تَخْشَوْهُ إِن كُنتُم مُّؤُمِنِينَ

9.13. Mengapakah kamu tidak memerangi orang-orang yang merusak sumpah (janjinya), padahal mereka telah keras kemauannya untuk mengusir Rasul dan merekalah yang pertama mulai memerangi kamu?. Mengapakah kamu takut kepada mereka padahal Allah-lah yang berhak untuk kamu takuti, jika kamu benar-benar orang yang beriman.

: Al-Hajj (22) No. Ayat : : 39

أُذِنَ لِلَّذِينَ يُقَاتَلُونَ بِأَنَّهُمْ ظُلِمُوا وَإِنَّ اللَّهَ عَلَى نَصْرِهِمْ لَقَدِيرٌ

22.39. Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu,

Al-Hajj (22) No. Ayat : : 40

الَّذِينَ أُخْرِجُوا مِن دِيَارِهِمْ بِغَيْرِ حَقٍّ إِلَّا أَن يَقُولُوا رَبُّنَا اللَّهُ وَلَوْلَا دَفْعُ اللَّهِ النَّاسَ بَعْضَهُم بِبَعْضٍ لَّهُدِّمَتْ صَوَامِعُ وَبِيَعٌ وَصَلَوَاتٌ وَمَسَاجِدُ يُذْكَرُ فِيهَا اسْمُ اللَّهِ كَثِيراً وَلَيَنصُرَنَّ اللَّهُ مَن يَنصُرُهُ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ

22.40. (yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata: “Tuhan kami hanyalah Allah”. Dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan masjid-masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa,

Jadi ketika Rasul bersabda: “Aku diperintah untuk memerangi manusia sehingga bersaksi bahwa tiada ilah kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, dan supaya mereka menegakkan shalat dan mengeluarkan zakat. Jika mereka melakukan itu maka darah dan harta mereka mendapat perlindungan dariku,maksud nya ialah: Allah memerintah memerangi manusia yang memerangi Rasulullah terlebih dahulu.ketika Rasul mengadakan serangan balik itu,perang Rasul itu di sertai pula dengan mendakwahi orang-orang musyrik dan kafir yang memerangi beliau.jadi perang itu bukan sekedar perang belaka tampa missi menyebar kan islam.Rasul ketika memerangi balik para agressor,juga di sisipi misi menyebar kan islam.karena itu lah ia di utus.jika kaum musyrik dan kafir itu mau menyerah(karena takut misal nya),lalu mau pelajari islam lalu masuk islam,maka mereka tak akan di ganggu/di bunuh,tak akan ada pembantaian seperti hal nya jepang membantai penduduk kota nangking.,dan harta mereka tak akan di jadikan ghanimah.jika mereka tak mau masuk islam,namun karena takut mereka menyerah dan mau membayar jizyah,maka mereka tak akan di paksa masuk islam.mereka bebas dengan agama nya.harta mereka pun tak akan di ganggu.jika mereka tak mau masuk islam,tak apa-apa,mereka di tawar kan opsi kedua,bayar jizyah,jika tak mau juga,maka perang pun terjadi.jika kafir dan musyrik kalah,maka orang-orang kafir dan musyrik yang terlibat perang,harta nya menjadi ghanimah,ingat,yang hanya terlibat perang dengan kaum muslimin.seperti misal nya seorang tentara musuh terbunuh,maka harta yang ada di badan nya berupa senjata dll menjadi ghanimah.

Seperti contoh ketika terjadi PEPERANGAN KHAIBAR,Rasul bersabda serupa pada Ali bin Abi Thalib:

’Ali bin Abi Thalib radliyallaahu ’anhu dengan Nabi shallallaahu ’alaihi wa sallam saat beliau menugaskannya menaklukkan Khaibar :

”Wahai Rasulullah, atas dasar alasan apa kita memerangi manusia (yaitu ahlul-Khaibar) ?”

Beliau shallallaahu ’alaihi wasallam bersabda :

قاتلهم حتى يشهدوا أن لا إله إلا الله وإن محمداًَ رسول الله، فإذا فعلوا ذلك منعوا منك دماءهم وأموالهم إلا بحقها وحسابهم على الله

”Perangilah mereka hingga mereka bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak untuk disembah melainkan Allah dan bahwasannya Muhammad utusan Alah. Jika mereka melakukan hal tersebut, maka mereka menjaga darah dan harta mereka darimu kecuali dengan haknya; dan hisab mereka ada pada Allah”

[Syarh Shahih Muslim 2/59, Fathul-Baari 1/104, Jaami’ul-Ulum wal-Hikaam no. 8, dan As-Sirah An-Nabawiyyah Ash-Shahiihah 1/323].

Jika kita memahami hadist di atas secara mentah,maka seakan-akan Nabi menyerbu khaibar karena alasan menyebar kan islam semata.jika mereka tak ucap kan syahadat,maka darah mereka dan harta mereka akan tak di jaga….TENTU TAFSIRAN ITU SALAH…Rasul menyerbu Khaibar karena ADA PENCETUS MULA-MULA NYA.

Khaibar, adalah sebuah kota besar sekitar delapan barid (sekitar 80 mil) dari Madinah ke arah Syam (utara). Kota ini memiliki benteng-benteng pertahanan cukup kuat, yang merupakan markas besar semua siasat keji yang diarahkan kepada Islam dan kaum muslimin. Dari sinilah upaya mendatangkan pasukan gabungan (Al-Ahzab) untuk menumpas kaum muslimin. Mereka menghasut Bani Quraizhah, mengkhianati perjanjian mereka, selalu berhubungan dengan munafikin Madinah dan beberapa kabilah ‘Arab lainnya yang benci kepada Islam dan muslimin. Akibatnya, kaum muslimin selalu mengalami berbagai ujian dan cobaan silih berganti.  William Montgomery Watt menganggap penyebab pertempuran ini adalah Yahudi Bani Nadhir yang menimbulkan permusuhan melawan umat Islam.

Akhirnya, setelah berhasil menahan bahkan menghentikan gangguan dan ancaman serangan dari musyrikin Quraisy, mulailah diupayakan menghentikan gangguan dan ancaman dari orang-orang Yahudi tersebut,dengan menunduk kan Khaibar.jadi,Rasul menyerbu khaibar karena yahudi khaibar mencoba menghancur kan madinah dan menjegal dakwah islam yang merupakan reformasi kebaikan bagi jazirah arab dan kemanusiaan secara umum.dalam penyerbuan khaibar ini,rasul tak melupakan dakwah islam untuk menyeru penduduk khaibar pada islam.pada akhir nya,penduduk Khaibar tak masuk islam,apakah mereka di bunuh dan di bantai dan di paksa masuk islam?sama sekali tidak,hal itu tak ada sejarah nya,tak ada sejarah nya penduduk khaibar di paksa masuk islam.mereka hanya membayar pajak pada negara islam madinah,ketika mereka menolak masuk islam.

KEEMPAT:MAKSUD JIKA MEREKA BACA SYAHADAT,SHALAT DAN ZAKAT,MAKA DARAH DAN HARTA MEREKA DALAM PERLINDUNGAN RASUL

maksud nya adalah,jika dalam peperangan itu mereka masuk islam dengan ucap kan syahadat,salat dan zakat dengan kerelaan sendiri,maka darah mereka terjaga,arti nya tak ada peperangan lagi,dan harta nya tak akan di jadikan ghanimah.jadi hadist itu tak dapat di tafsir kan bahwa mereka di paksa masuk islam,jika tidak mereka di bunuh dan harta nya di rampas.jadi pemaksaan agama secara keras.yang benar adalah,ketika pasukan muslim menyerang balik musuh,mereka di tawar kan 3 pilihan,yakni:masuk islam?jika tak mau bayar jizyah…..jika tak mau juga terpaksa perang di lanjut kan buat menunduk kan musuh.dalam perang itu,di larang membunuh wanita,anak-anak dan kaum sipil yang tak bersenjata,perang itu harus memakai adab perang.jika mereka kalah,maka ada ghanimah yang di ambil dari prajurit2 musuh yang berperang,maka mereka tunduk di bawah negara islam dengan membayar jizyah.mereka tak di tawar kan islam lagi sebab mereka telah menolak,maka mereka wajib membayar jizyah pada negara.jadi,tak ada pemaksaan masuk islam,jika tak masuk islam maka mati dan harta mereka di rampas semua.contoh nya adalah pertempuran Bushra antara Khulafaur rasyidin versus romawi timur,Ketika kedua pasukan telah siap bertempur, Shurahbil menawarkan terlebih dahulu kepada komandan Romawi (seperti yang selalu disampaikan oleh setiap komandan muslim sebelum memulai pertempuran) tiga opsi yaitu masuk Islam, atau berdamai dan membayar jizyah atau perang. Komandan Romawi tetap memilih perang. Pertempuran-pun akhirnya pecah menjelang siang hari..akhir nya pasukan islam mengepung rapat kota Bushra,pimpinan romawi di situ akhir nya menyerah,lalu Khalid bin walid menyetujui penyerahan kota itu asal kan penduduk kota Bushra membayar Jizyah.so..jadi….tak ada pemaksaan agama di sini,jika mereka tak mau masuk islam,mereka tak di paksa,mereka hanya membayar jizyah.dan ketika mereka membayar jizyah,mereka tetap bebas beribadah di gereja-gereja mereka,memelihara adat mereka sendiri dan di bebas kan dari WAJIB MILITER.apakah dengan tidak mau nya penduduk Bushra masuk islam semua mereka di hukum mati dan harta mereka di rampas?tidak….mereka hanya wajib membayar jizyah.

KELIMA:JIKA PUN DALAM PERANG ISLAM,ISLAM MENYERANG DULUAN,DALAM PERANG ISLAM BUKAN 1 OPSI SAJA YAKNI UCAP KAN SYAHADAT,JIKA TIDAK,MATI SEMUA DAN HARTA NYA DI RAMPAS.

Setiap perang yang tercetus dalam sejarah islam,pasti ADA API PENCETUS NYA MULA-MULA.seperti Rasul menyerbu khaibar,pencetus mula-mula nya adalah Khaibar di jadikan pusat terkuat yahudi buat menghancur kan negara islam madinah.saya rasa para pimpinan islam pada masa lalu pun tak akan berperang tampa ada pencetus nya,mereka pasti akan pikir-pikir sebelum berperang.apalagi jika antara negara muslim dan kafir ada perjanjian damai antara negara.saya mengatakan,adalah terlarang suatu negara islam menyerang negara kafir yang tak menganggu negara muslim.apalagi sudah terikat perjanjian damai antar negara.jika pun pada masa lalu negara islam menyerang suatu wilayah negara kafir yang tak menganggu islam,di karena kan pada masa lalu belum ada perjanjian damai antara negara-negara dunia secara menyeluruh.negara-negara kafir pun pada masa itu menyerang negara mana yang mereka suka untuk di serang,padahal negara itu tak menganggu mereka.penyerangan itu umum nya motif politik dan ekonomi,seperti ingin menguasai pelabuhan rempah-rempah,dan menguasai jalur perdagangan,dst.jika pun islam pada masa lalu menyerang suatu negara kafir karena kepentingan politik dan ekonomi,maka dalam penyerangan itu tak lantas pasukan islam memaksa masuk islam penduduk di negara yang mereka serang.panglima islam jika menguasai negara itu cuma menetap kan jizyah,tak ada pemaksaan masuk islam.pada masa modern ini sudah ada PERJANJIAN PENUH ANTAR BANGSA DUNIA,bahwa agresi antar negara adalah terlarang.maka masa perjanjian damai dunia ini,negara islam terlarang melakukan agresi tampa ada pencetus nya.dalam perang islam,PERJANJIAN DAMAI ANTARA NEGARA MUSLIM DAN NEGARA KAFIR setelah negara kafir itu menghentikan penyerangan dan permusuhan nya.maka dari itu,pada prinsip nya negara muslim akan berperang dengan negara lain,jika di perangi duluan.

Al-Baqarah (2) No. Ayat : : 193

وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّى لاَ تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ لِلّهِ فَإِنِ انتَهَواْ فَلاَ عُدْوَانَ إِلاَّ عَلَى الظَّالِمِينَ

2.193. Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim

Maka,adalah naif jika suatu negara islam mengobar kan perang terlebih dahulu walau negara kafir itu tak menganggu islam dengan alasan menyebar kan islam.pemahaman seperti itu mengerikan perdamaian dunia dan harus di lurus kan.namun jika pun negara islam menyerang duluan,tak seburuk perang yang di lakukan kaum bar-bar seumpama bangsa mongol.dalam perang islam,terikat adab-adab perang.jika penduduk negri kafir itu tak mau masuk islam,mereka tak di paksa.namun sebagai kewajiban tahlukan,mereka harus membayar jizyah.

KEENAM:HADIST YANG SEDANG KITA BAHAS INI AKAN BERBAHAYA JIKA DI TAFSIR KAN SECARA SALAH DAN PICIK

Yakni hadist:“Aku diperintah untuk memerangi manusia sehingga bersaksi bahwa tiada ilah kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, dan supaya mereka menegakkan shalat dan mengeluarkan zakat. Jika mereka melakukan itu maka darah dan harta mereka mendapat perlindungan dariku, kecuali karena alasan-alasan hukum Islam. Sedangkan perhitungan terakhir mereka terserah kepada Allah.

Para teroris khawarij salah paham akan hadist di atas..pikir mereka perang harus selalu di kobar kan sampai seluruh penduduk bumi ini menjadi muslim.jika hadist itu di pahami secara salah seperti itu,maka betapa mengerikan nya dunia ini berkobar perang terus tampa henti atas alasan agama.lantas,di mana kah kedamaian islam di sini?iman tak dapat di paksakan,menjadikan seluruh bumi muslim adalah sangat naif.sebab manusia di beri kebebasan memilih apakah ia akan menyembah Allah yang haq,atau menyembah tikus seperti yang di lakukan hindu tertentu di kuil karni mata.maksud hadist di atas sudah saya jelas kan secara singkat.rasul memerangi manusia karena mereka memerangi beliau duluan.ketika rasul mengadakan serangan balik,Rasul tak melupakan untuk mendakwahi mereka dengan islam.jika mereka menolak,mereka bayar jizyah,jika menolak,perang terpaksa di lanjut kan.ketika musuh kalah,maka jizyah di beban kan kepada mereka.

Imam Ibnu al-Qayyim rahimahullah mengatakan : “Setelah surat Barâ`ah (at-Taubah) turun, masalah orang kafir terbagi menjadi tiga golongan : kafir harbi (al-muhâribîn), ahlu al-‘ahd dan ahlu adz-dzimmah.[1]KAFIR HARBI.
Orang kafir harbi adalah seluruh orang musyrik dan Ahli kitab yang boleh diperangi atau semua orang kafir yang menampakkan permusuhan dan menyerang kaum Muslimin. Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimîn rahimahullah menyatakan : “Kafir harbi tidak memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan dan pemeliharaan dari kaum Muslimin.” [2]

Mereka adalah orang kafir asli yang diperangi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوا أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ فَإِذَا فَعَلُوا ذَلِكَ عَصَمُوا مِنِّي دِمَاءَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ إِلَّا بِحَقِّ الْإِسْلَامِ وَحِسَابُهُمْ عَلَى اللَّهِ

“Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga bersaksi bahwa tidak ada yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah dan Muhammad adalah Rasulullah, menegakkan shalat dan menunaikan zakat. Apabila mereka telah melakukannya, berarti mereka telah menjaga jiwa dan harta mereka dariku (Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam) kecuali dengan (alasan-red) hak Islam serta hisab mereka diserahkan kepada Allah” [HR al-Bukhâri]

Golongan ini diperangi, apabila ia atau negaranya telah menampakkan atau menyatakan perang terhadap kaum Muslimin atau kaum Muslimin terlebih dahulu mengumumkan perang terhadap mereka setelah orang-orang kafir ini menolak ajakan kepada Islam.( klik )

maka hadist yang sedang kita bahas sekarang ini adalah ketika Rasul mengucap kan:  “Aku diperintah untuk memerangi manusia sehingga bersaksi bahwa tiada ilah kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah. maksud nya perintah perang itu terjadi ketika Rasul di perangi duluan…dan pihak musyrik dan kafir  pada saat itu tak mengikat janji damai sedikit pun dengan islam,malah mereka berusaha hancur kan islam.hadist itu tak memaksud kan bahwa Rasul akan memerangi seluruh manusia musyrik dan kafir sampai semua menjadi muslim,jika tidak mau,mereka mati dan semua harta nya di rampas.pada penyerangan khaibar rasul mengucap kan juga sabda seperti itu,orang-orang yahudi khaibar tak mau masuk islam,dan mereka tak di hukum mati semua dan harta nya di rampas semua.mereka hanya di beban kan jizyah,dan menggarap tanah mereka dengan bagi hasil dengan negara islam madinah…so..salah besar jika memaknai hadis Rasul di atas sebagai teladan Rasul memerangi seluruh umat manusia sampai islam semua,jika tidak,maka mereka mati dan harta mereka di rampas semua.jadi hadist di atas tak bisa di jadikan alasan kaum khawarij untuk mengobar kan perang tampa putus sampai seluruh bumi muslim

KE TUJUH:BAGAI MANA PENDAPAT IBNU HAJAR AL-ASQALANY TENTANG NASAKH NYA HADIST DI ATAS?

Ibnu hajar berkata soal hadist di atas: hadits ini dinasakh dengan hukum penarikan jizyah dan mu’ahadah. Kedua, hadits ini bersifat umum lalu dikhususkan dengan hadits lain tentang jizyah dan mu’ahadah bahwa keduanya tidak diperangi? JAWAB SAYA: jadi Ibnu hajar menduduk kan hadist yang di ucap kan Rasul di atas sebelum ada nya syariat jizyah dan mu’ahadah.jadi apakah maksud nya sebelum ada syariat jizyah dan mu’ahadah Rasul boleh memaksa masuk islam para kafir dan musyrik dalam perang?saya berkata: itu tidak mungkin….sepanjang sirah Rasul,tak ada dalam perang Rasul di iringi pemaksaan agama pada yang kalah..jika tidak ia akan mati dan harta nya di rampas.Rasul memerangi musyrikin ketika kaum musyrik itu kalah,maka kaum musyrik itu tak di paksa dalam beragama.masuk islam itu secara sukarela.maka ketika Rasulullah bersabda: “Aku diperintah untuk memerangi manusia sehingga bersaksi bahwa tiada ilah kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, dan supaya mereka menegakkan shalat dan mengeluarkan zakat. Jika mereka melakukan itu maka darah dan harta mereka mendapat perlindungan dariku,maka arti nya Rasul memerangi kaum musyrik harbi yang mau menyerang ,namun di sertai pula seruan dakwah untuk masuk islam.jika mereka tak mau,tentu mereka tak di paksa.sebab SURAT BAQARAH AYAT 256 tentang tak boleh ada pemaksaan agama telah ada terlebih dulu sebelum hadist itu di sabda kan Rasul.malah surat baqarah adalah surat yang pertama turun pada priode madinah.para antek FAITHFREEDOM mengatakan pada era Rasulullah,khalid bin walid pernah memaksakan agama pada BANI JADHIMAH.tuduhan itu adalah sembrono.pencetus Khalid bin walid membunuh beberapa orang dari banu Jadhimah,karena khalid bin walid memeliki permusuhan jahiliyah dengan suku ini.berita tindakan Khlaid bin walid ini sampai kepada Rasulullah hingga Rasul sedih dan berkata:””” O Allâh aku tidak bersalah apa yang telah dilakukan Khalid””,lalu Rasul mengirim Ali untuk membayar uang darah pada Banu jadhimah yang di bunuh Khalid saat itu( silahkan anda membaca nya tentang khalid di wikipedia berbahasa inggris di sini , juga di sini ).jadi pembunuhan yang di lakukan Khalid bin walid bukan karena pemaksaan masuk islam,tetapi di picu oleh persoalan masa lalu pada masa jahiliyah antara Khalid dan banu Jadhimah.itupun ketika Rasul tahu apa yang di lakukan Khalid,Rasulullah sangat marah sekali pada tindakan khalid.pada peristiwa banu Jadhimah,khalid baru menjadi Muallaf selama 6 bulan,hingga masih melekat karakter jahiliyah nya yang sadis dan keras.jadi,sepanjang sirah Rasul tidak ada pemaksaan masuk islam dengan ancaman mati dan harta nya di rampas

KEDELAPAN:PAHAMI KONTEKS HADIST DI ATAS,HADIST ITU DI UCAP KAN RASUL KETIKA ITU IA DI KELILINGI PARA KAFIR/MUSYRIK HARBI DI SEKELILING JAZIRAH ARABIA

Yakni para kafir dan musyrik yang memerangi Rasul dan mau hancur kan islam siang dan malam.dari kelompok kabiilah-kabilah arab dan para yahudi.maka Rasul memerangi mereka dalam rangka mempertahan kan diri dan negara islam yang baru tumbuh itu.kadang Rasul menyerang langsung ke kota benteng mereka karena kota benteng itu di jadikan pusat makar buat musnah kan islam,seperti hal nya KHAIBAR.perihal musyrik yang mengikat perjanjian damai dan menjadi ahli zimmah,Rasul melarang memerangi mereka.ketika Rasul bersabda dan memberi ultimatum pada kafir/musyrik harbi pada masa itu,arti nya beliau di perangi terlebih dahulu.ketika Rasul menyerang balik mereka,Rasul tak melupakan untuk mengajak mereka masuk islam,sebab tujuan itu lah dia di utus.jika tak mau tentu opsi bayar jizyah,jika tak mau pula,maka terpaksa para pengganggu itu di lumpuh kan dengan perang.maka ucapan Rasul yang sedang kita bahas sekarang jangan di tafsiri secara salah.maka sabda Rasul: “Aku diperintah untuk memerangi manusia” ,dengan catatan peperangan itu terjadi ketika Rasul di serang terlebih dahulu.seperti yusuf Qaradhawi katakan di atas bahwa: perang-perang yang dilakukan oleh umat Islam di masa Rasulullah, baik ghazwah maupun sariyah, hampir semuanya didahului oleh penyerangan dari pihak musuh, rencana penyerangan dari pihak musuh (diantaranya dengan memobilisasi kekuatan), atau pengkhianatan pihak musuh (misalnya Yahudi Bani Qainuqa’, Quraidhah, dan Nadhir). Bisa dikatakan bahwa peperangan Rasulullah bersifat difa’iyah (defensif).

KESIMPULAN

Maka ketika Rasul bersabda: “Aku diperintah untuk memerangi manusia sehingga bersaksi bahwa tiada ilah kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, dan supaya mereka menegakkan shalat dan mengeluarkan zakat. Jika mereka melakukan itu maka darah dan harta mereka mendapat perlindungan dariku, kecuali karena alasan-alasan hukum Islam. Sedangkan perhitungan terakhir mereka terserah kepada Allah. hadist itu sekali-kali tak mengajarkan pemaksaan agama dengan ancaman bunuh,dan bukan mengajar kan perang tampa batas dengan maksud menyebar kan islam.ketika Rasul di serang duluan,maka beliau mengadakan serangan balik buat mencegah bahaya musuh.dalam perang itu Rasul tak lupa mendakwahi mereka dengan islam,jika mereka tak mau,mereka di tawari menyerah jika takut berperang dan tak mau masuk islam dengan bayar jizyah.maka hadist di atas tak bisa di jadikan dasar tuduhan islam mengajar kan perang tampa batas untuk menjadikan semua manusia muslim,jika tak mau maka di bunuh.semua tuduhan itu tak selaras dengan sejarah dakwah Rasulullah.

وَلَوْ شَآءَ رَبُّكَ لَءَامَنَ مَن فِى ٱلْأَرْضِ كُلُّهُمْ جَمِيعًا ۚ أَفَأَنتَ تُكْرِهُ ٱلنَّاسَ حَتَّىٰ يَكُونُوا۟ مُؤْمِنِينَ

Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya ?

وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَن تُؤْمِنَ إِلَّا بِإِذْنِ ٱللَّهِ ۚ وَيَجْعَلُ ٱلرِّجْسَ عَلَى ٱلَّذِينَ لَا يَعْقِلُونَ

Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya.