fitnah

Ok,kembali kita mengkritisi tulisan-tulisan Ali sina.pada tulisan-tulisan sebelum nya telah kita buktikan bahwa tulisan-tulisan Ali sina ternyata berangkat dari Fitnah,kedangkalan pikiran dan analisa,kebohongan,dst.kali ini kita kaji kembali tulisan-tulisan Ali sina dan kita kritisi.Ali sina berkata:

Bukuku yang berjudul Understanding Muhammad: The Psychobiography of Allah’s Prophet (Mengenal Muhammad: Psikobiografi Sang Nabi Allah), sekarang telah bisa dibeli. Awalnya buku ini berjudul Understanding Islam and the Muslim Mind (Mengenal Islam dan Cara Pikir Muslim). Tapi tulisannya lalu jadi terlalu panjang dan aku memutuskan untuk membaginya dalam dua buku. Buku pertama adalah tentang Muhammad dan buku kedua yang belum diterbitkan adalah tentang Mengenal Muslim (Understanding Muslims).

Jadi Ali sina memperkenalkan buku nya yang telah ia tulis yakni UNDERSTANDING MUHAMMAD.dalam buku nya itu Ali sina berkata:

Samaira Nazir adalah wanita warga negara Inggris keturunan Pakistan berusia 25 tahun yang cerdas dan berpendidikan tinggi. Dia ditusuk sampai mati. Tenggorokannya disayat oleh saudara lakinya yang berusia 30 tahun dan saudara sepupunya yang berusia 17 tahun di rumah orang tua Samaira sendiri. Samaira dituduh mempermalukan keluarganya karena telah jatuh cinta dengan seorang pemuda Afghan yang dianggap keluarganya berasal dari tingkat sosial lebih rendah dan Samaira menolak dikirim balik ke Pakistan. Di bulan April 2005, Samaira dipanggil keluarganya sendiri dan seluruh keluarganya menyergapnya. Seorang tetangga menyaksikan Samaira berusaha melarikan diri tapi rambutnya dijenggut ayahnya dan menariknya masuk kembali ke dalam rumah dan lalu membanting daun pintu dengan keras. Samaira terdengar berteriak, “kau bukan ibuku lagi,” yang mengartikan bahwa ibunya pun terlibat dalam pembunuhan darah dingin ini. Keponakannya yang berusia 2 dan 4 tahun disuruh menonton pembunuhan ini, selagi tetangga2 mendengar mereka berteriak-teriak. Muncratan darah yang mengenai keponakan2 Samaira menunjukkan mereka berdiri tidak jauh dari kejadian pembunuhan. Seluruh keluarga Samaira berpendidikan dan berkecukupan.

Apa yang di ingini Ali sina dalam cerita di atas yang terjadi pada keluarga muslim?ya,ALI SINA INGIN MEM FITNAH BAHWA:Pembunuhan SAMAIRA NAZIR pada keluarga muslim nya adalah karena ajaran Muhammad.simak kesimpulan Ali sina setelah mengutip cerita di atas,semua kelakuan gila dan tidak waras itu di tuduh kan Ali sina karena ajaran Muhammad,Ali sina mengumbar fitnah:

Semua perbuatan2 di atas adalah gila, tapi yang ironis adalah semua pelaku perbuatan2 itu adalah orang2 yang waras. Mereka tidak sakit jiwa. Apakah yang membuat mereka melakukan tindakan2 kriminal yang sedemikian keji? Jawabnya adalah: Islam. Kejadian2 di atas adalah kejadian2 yang biasa terjadi di dunia Islam. Di mana2 para Muslim sibuk membunuhi orang2 demi kepercayaan mereka.

Mengapa? Apa yang membuat orang waras melakukan perbuatan demikian keji? Mengapa banyak Muslim yang sedemikian marahnya terhadap orang lain, sedemikian sukanya berperang sehingga gampang sekali melakukan kekerasan? Jutaan Muslim melakukan kekacauan masal, protes keras, dan membunuh orang2 tak berdosa di setiap saat, di mana2, dan mereka lalu mengutip perkataan2 Muhammad. Tingkah laku ini tidak masuk akal. Tapi pelakunya adalah orang2 waras. Bagaimana kita menjelaskan hal ini? Bagaimana dengan invasi Amerika dan sekutu-sekutunya, bagaimana dengan cara penyebaran agama lain? Andi Untuk bisa mengerti hal ini, kita harus tahu bahwa Muslim diharapkan untuk berpikir seperti nabi mereka. Sehingga akibatnya, sifat, iman, pikiran dan perilaku Muslim mencerminkan sifat dan pikiran Muhammad. Karena Muhammad adalah contoh segala kebajikan dalam Islam, maka diharapkan Muslim menirunya pula dalam segala hal, melakukan apa yang dia lakukan, dan berpikir seperti cara dia berpikir. Secara keseluruhan akibatnya adalah Muslim mengambil jatidiri Muhammad dan meninggalkan jatidiri, hati nurani dan kepribadian mereka secara mendalam. Sewaktu Muslim telah menempati dunia narsistik Muhammad dan secara persis meniru contoh perbuatannya, mereka menjadi penerus dirinya. Muslim bagaikan ranting dari pohon Islam dan akar dari pohon ini adalah Muhammad. Muslim menyerap sifat, kelakukan dan pikiran Muhammad. Bisa dikatakan bahwa setiap Muslim bagaikan Muhammad sendiri dalam ukuran kecil. Karena itu, untuk bisa memahami Muslim secar pribadi atau kelompok, kita per-tama2 harus tahu dan mengenal Muhammad. Sebenarnya sangat riskan untuk menyelidiki Muhammad karena para Muslim sangat gampang tersinggung jika ada orang yang berani mengritik nabi mereka. Komentar apapun yang paling remeh sekalipun sanggup membuat Muslim mata gelap. Meskipun Muslim tidak tersinggung jika orang lain mengritik masyarakat Muslim, tapi mereka sangat menolak segala kritik terhadap nabi mereka.

Uraian panjang lebar itu jika di hubungkan dengan cerita Samaira nazir yang di ungkap Ali sina,semua itu ingin di arahkan Ali sina kepada suatu kesimpulan bahwa:pembunuhan Samaira nazir adalah sesuai ajaran Muhammad DAN ISLAM.penyebab pembunuhan Samaira nazir seperti di tulis Ali sina sbb:

Samaira dituduh mempermalukan keluarganya karena telah jatuh cinta dengan seorang pemuda Afghan yang dianggap keluarganya berasal dari tingkat sosial lebih rendah

Menurut Ali sina,pembunuhan seorang ayah terhadap putri nya karena putrinya memberontak ingin kawin dengan pria dengan status sosial rendah adalah pembunuhan itu sesuai dengan ajaran Muhammad yang psikopatik DAN ISLAM.lagi-lagi Ali sina cuma melontar kan tuduhan tampa bukti dan dalil.tak ada satu pun dalil dalam quran maupun hadist yang membolehkan membunuh putrinya karena memberontak pada sang ayah.apalagi hanya karena perkara mau menikahi pria dengan kasta yang lebih rendah.dalam mendidik anak,islam mengajarkan dengan cara terbaik.

مَنِ ابْتُلِيَ مِنْ هَذِهِ الْبَنَاتِ بِشَيْءٍ فَأَحْسَنَ إِلَيْهِنَّ كُنَّ لَهُ سِتْرًا مِنَ النَّارِ

“Siapa yang diuji dengan sesuatu dari anak-anak perempuannya lalu ia berbuat baik kepada mereka maka mereka akan menjadi penghalang/penutup baginya dari api neraka.” (HR. ِAl-Bukhari no. 1418 dan Muslim no. 6636)

Dan islam lah yang memberantas PEMBUNUHAN TERHADAP BAYI-BAYI PEREMPUAN di jazirah arab pada jaman jahiliyyah:

وَإِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُمْ بِاْلأُنْثَى ظَلَّ وَجْهُهُ مُسْوَدًّا وَهُوَ كَظِيْمٌ. يَتَوَارَى مِنَ الْقَوْمِ مِنْ سُوْءِ مَا بُشِّرَ بِهِ أَيُمْسِكُهُ عَلَى هُوْنٍ أَمْ يَدُسُّهُ فِي التُّرَابِ أَلاَ ساَءَ مَا يَحْكُمُوْنَ

“Apabila salah seorang dari mereka diberi kabar gembira dengan kelahiran anak perempuan, menjadi merah padamlah wajahnya dalam keadaan ia menahan amarah. Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak karena buruknya berita yang disampaikan kepadanya. (Ia berpikir) apakah ia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya hidup-hidup di dalam tanah? Ketahuilah alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu.” (An-Nahl: 58-59)

Dalam islam,dilarang para ayah menikah kan putri-putri mereka dengan pria-pria yang tak mereka cintai.hal ini berbeda dengan ajaran alkitab yang membolehkan kawin paksa.

Khansa` bintu Khidam Al-Anshariyyah radhiyallahu ‘anha mengabarkan, ayahnya menikahkannya dengan seorang lelaki ketika ia menjanda. Namun ia menolak pernikahan tersebut. Ia adukan perkaranya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, hingga akhirnya beliau membatalkan pernikahannya. (HR. Al-Bukhari no. 5138)

Buraidah ibnul Hushaib radhiyallahu ‘anhu mengabarkan:

جَاءَتْ فَتَاةٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقاَلَتْ:
إِنَّ أَبِي زَوَّجَنِي ابْنَ أَخِيْهِ لِيَرْفَعَ بِي خَسِيْسَتَهُ. قَالَ: فَجَعَلَ اْلأَمْرَ إِلَيْهَا، فَقَالَتْ: قَدْ أَجَزْتُ مَا صَنَعَ أَبِي، وَلَكِنْ أَرَدْتُ أَنْ تَعْلَمَ النِّسَاءُ أَنْ لَيْسَ لِلآبَاءِ مِنَ اْلأَمْرِ شَيْءٌ

“Pernah datang seorang wanita muda menemui Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam rangka mengadu, ‘Ayahku menikahkanku dengan anak saudaranya untuk menghilangkan kehinaan yang ada padanya dengan pernikahanku tersebut’, ujarnya. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyerahkan keputusan padanya (apakah meneruskan pernikahan tersebut atau membatalkannya). Si wanita berkata, ‘Aku membolehkan ayah untuk melakukannya. Hanya saja aku ingin para wanita tahu bahwa ayah mereka tidak memiliki urusan sedikitpun dalam memutuskan perkara seperti ini’.” (HR. Ibnu Majah no. 1874, kata Syaikh Muqbil bin Hadi rahimahullahu dalam Al-Jami’ush Shahih (3/64), “Hadits ini shahih menurut syarat Al-Imam Muslim.”)

Hadist di atas di amalkan para sahabat beliau pada sepeninggal beliau:

Al-Qasim bin Muhammad bin Abi Bakr Ash-Shiddiq menceritakan, salah seorang putri Ja’far2 merasa khawatir walinya akan menikahkannya secara paksa. Maka ia mengutus orang untuk mengadukan hal tersebut kepada dua syaikh dari kalangan Anshar, ‘Abdurrahman dan Majma’, keduanya adalah putra Yazid bin Jariyah. Keduanya berkata, “Janganlah kalian khawatir, karena ketika Khansa` bintu Khidam dinikahkan ayahnya dalam keadaan ia tidak suka, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menolak pernikahan tersebut.” (HR. Al-Bukhari no. 6969)

Jadi,para wanita dalam status hukum islam soal pernikahan mempunyai kehormatan yang tinggi,pilihan bebas,dst.jadi dalam islam tak ada satu pun dalil memboleh kan ayah membunuh putrinya hanya karena memberontak ingin menikahi pria dari kasta rendah seperti yang di tuduh kan Ali sina.dalam islam,jika menghadapi peristiwa seperti itu,maka sesuai syariat di tempuh langkah-langkah sbb:

LANGKAH PERTAMA:ISLAM TAK MEMBEDAKAN KASTA DALAM PERNIKAHAN JIKA SANG GADIS  SUDAH MAU PADA SEORANG PRIA YANG BAIK AKHLAK NYA,MAKA HARUS DI NIKAH KAN

Dari Abu Hatim ra, Rasulullah SAW bersabda : “ Jika telah datang (melamar) padamu seorang yang engkau ridhoi agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia (dg anakmu), jika engkau tidak melakukannya maka akan muncul fitnah di muka bumi ini dan kerusakan yang besar “ ( HR Tirmidzi dengan sanad yang baik)

maka orang tua samaira harus menyelidiki Akhlak pemuda afganistan itu.jika baik,harus di nikahkan.jika buruk,maka harus di tolak.namun tak ada dalil nya sama sekali dalam islam bahwa gadis itu harus di bunuh jika memberontak.justru pembunuhan seperti itu salah,dan semua pelakunya bisa di hukum mati.maka Ali sina melakukan tuduhan murahan.seharusnya para pengagum nya mulai kecewa terhadap cara-cara nya itu.

LANGKAH KEDUA:MEMBERI KESADARAN KELUARGA SAMAIRA BAHWA ISLAM TAK MEMBEDAKAN KASTA RENDAH DAN TINGGI,HANYA TAKWA PADA ALLAH

Al-Hujuraat:13

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَٰكُم مِّن ذَكَرٍۢ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَٰكُمْ شُعُوبًۭا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓا۟ ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ ٱللَّهِ أَتْقَىٰكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌۭ

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

Jika pemuda afganistan itu sudah di cintai Samaira,tentu samaira yang berpendidikan tinggi itu sudah menimbang masak-masak.jika pun sang wanita di butakan cinta buta nya,lalu memberontak kepada ayahnya,tak ada satu pun dalil dalam islam membolehkan membunuh gadis yang memberontak itu.semua tuduhan Ali sina di atas adalah mengada-ada.dalam islam,mendidik anak pun ada adab-adab nya,dengan segala kelembutan.dalam hal ini,Ayah Samaira dan keluarga nya lah yang sakit jiwa,dan tak ada celah menyalah kan islam.simak hadist Rasulullah di bawah ini:

Dari Sahl bin Sa’ad Radhiyallahu anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seseorang berjalan melewati Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian beliau bertanya kepada orang yang duduk di samping beliau, ‘Bagaimana pendapatmu tentang orang ini?’ Orang itu menjawab, ‘Ia termasuk orang-orang yang terhormat. Ia layak dinikahkan jika melamar, layak dibela jika ia minta pembelaan, dan ucapannya layak didengar.’ Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam diam. Setelah itu, ada orang lain lagi lewat. Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada orang yang duduk di samping beliau, ‘Bagaimana pendapatmu tentang orang tersebut?’ Orang tersebut berkata, ‘Wahai Rasûlullâh, ia seorang Muslim yang fakir. Ia pantas ditolak jika melamar, tidak dibela jika minta pembelaan dan perkataannya tidak layak diperhatikan.’ Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Orang ini (orang kedua) lebih baik daripada isi bumi dan semisalnya.( HR. Bukhâri (no. 5091, 6447). Lihat, Jâmi’ul ‘Ulûm wal Hikam (II/275-278)

Dari hadist di atas jelas islam tak menghina dan merendahkan status sosial pria dalam pernikahan,asalkan sang pria bertakwa pada Allah.sebab orang yang paling mulia di sisi Allah adalah yang bertakwa.maka itu ayah samaira adalah orang bodoh dan berpenyakit syaraf yang akan sembuh jika membaca hadist ini.jadi pembunuhan samaira tak ada hubungan nya dengan ajaran islam seperti yang di tuduh kan oleh Ali sina.

PERLAKUAN PARA ORANG TUA TAK WARAS DI ATAS KARENA MENGABAIKAN PESAN RASUL BUAT LEMAH LEMBUT DI SAAT APAPUN HINGGA SAAT MENDIDIK ANAK

“Sesungguhnya tidaklah kelemahlembutan itu ada pada sesuatu melainkan ia akan memperindahnya dan tidaklah kelemah-lembutan itu dicabut dari sesuatu, melainkan akan memperburuknya.” (HR. Muslim)

“Barang siapa yang terhalangi dari bersikap lemah lembut, maka dia telah terhalang dari seluruh bentuk kebaikan.” (HR. Muslim).

maka celaka lah orang2 tua di atas,hidup mereka amat buruk dan jauh dari kebaikan

ه

“Sesungguhnya Allah Maha Penyantun, Ia menyukai sifat penyantun (lemah lembut) dalam segala urusan, dan memberikan dalam lemah lembut apa yang tidak diberikan dalam kekerasan dan apa yang tidak diberikan dalam selainnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Maka harus ada ketiga karakter di atas: ilmu, lemah lembut, sabar, ilmu sebelum menyeru dan melarang, dan lemah lembut bersamanya, dan sabar sesudahnya, sekalipun masing-masing dari ketiga karakter tersebut harus ada pada setiap situasi dan kondisi, hal ini sebagaimana yang dinukilkan dari sebagian salaf:

لا يأمر بالمعروف وينهى عن المنكر إلا من كان فقيهًا فيما أمر به، وفقيها فيما ينهى عنه، ورفيقا فيما يأمر به، ورفيقا فيما ينهى عنه، حليما فيما يأمر به، وحليما فيما ينهى عنه. نقله شيخ الإسلام في مجموع الفتاوى 28/137 وابن مفلح في الآداب الشرعية 1/213

“Tidaklah menyeru kepada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran kecuali orang yang berilmu (memahami) apa yang ia serukan, dan memahami apa yang dia larang, dan berlemah lembut di dalam apa yang ia serukan, dan berlemah lembut dalam apa yang ia larang, dan santun dalam apa yang ia serukan dan santun dalam apa yang ia larang.”

JIKA ALI SINA MENCARI DALIL DI BIBLE MENDIDIK ANAK DENGAN CARA MEMBUNUH,MAKA IA AKAN MENDAPAT DALIL NYA.

Ini dalil nya:

Ulangan 21:18-23

Anak yang durhaka

21:18 “Apabila seseorang mempunyai anak laki-laki  yang degil dan membangkang, g yang tidak mau mendengarkan perkataan ayahnya dan ibunya,  dan walaupun mereka menghajar dia, tidak juga ia mendengarkan mereka, 21:19 maka haruslah ayahnya dan ibunya memegang dia dan membawa dia keluar kepada para tua-tua kotanya di pintu gerbang tempat kediamannya, 21:20 dan harus berkata kepada para tua-tua kotanya: Anak kami ini degil dan membangkang, ia tidak mau mendengarkan perkataan kami, ia seorang pelahap dan peminum. 21:21 Maka haruslah semua orang sekotanya melempari anak itu dengan batu, sehingga ia mati.  Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat j itu dari tengah-tengahmu; dan seluruh orang Israel akan mendengar dan menjadi takut.  ”
21:22 “Apabila seseorang berbuat dosa yang sepadan dengan hukuman mati, l lalu ia dihukum mati, kemudian kaugantung dia pada sebuah tiang, 21:23 maka janganlah mayatnya dibiarkan semalam-malaman  pada tiang itu, tetapi haruslah engkau menguburkan n dia pada hari itu juga, sebab seorang yang digantung terkutuk  oleh Allah; janganlah engkau menajiskan p tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu.”

Nah,jika Ali sina sampai botak tak akan menemukan dalil dalam islam Ayah boleh membunuh anak nya hanya gara-gara anak nya membangkang ingin menikahi pria kasta rendah yang ia cintai,maka Ali sina dengan mudah akan mendapatkan nya dalam bible.segala perkataan ayah dan ibu yang tak di dengar pada kasus apapun,anak dalam hal ini bisa di bunuh.so,apakah pak Ali Sina tidak pernah membaca bible?besok-besok karanglah buku Understanding Musa versi alkitab pak Ali sina,so,Apakah anda cukup berani pak Missionaris?ups salah,Ali sina?