peace

Islam mengajarkan perdamaian dan saling mengenal antara penduduk dunia.bukan mengajarkan permusuhan abadi.berikut ayat yang menjadi dalilnya:

Al-Hujuraat:13

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَٰكُم مِّن ذَكَرٍۢ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَٰكُمْ شُعُوبًۭا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓا۟ ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ ٱللَّهِ أَتْقَىٰكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌۭ

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

Jelas yang di maksud manusia di sisi umum,segala suku,bangsa dan agama. Allah menyerumuslim,kristen,yahudi,hindu,budha,konghuchu,jepang,amerika,dst untuk saling mengenal,bukan untuk saling konflik dan berperang.mengenal di sin makna nya luas.antara lain hubungan perdagangan antar negara(eksport-import),perserikatan bangsa-bangsa(PBB)dst.jadi tentu tak terlarang negri-negri muslim melakukan perdagangan antar bangsa apapun kecuali negara yang harus di boikot karena kezaliman nya.maka tujuan Allah menjadikan manusia berbeda-beda bukan untuk saling berperang dan konflik,tetapi untuk saling mengenal.maka dengan ayat di atas tentu muslim tak di larang untuk bergabung dengan pereserikatan bangsa-bangsa di dunia tampa memandang bangsa,suku dan agama.islam tak mengajar kan isolasi total dari bangsa-bangsa lain yang berbeda keyakinan dan suku dan konflik tak terbatas dengan dasar kefanatikan membuta tuli yang menyimpang.tak ada perang abadi jika sudah ada perjanjian damai abadi antar bangsa:

Al-Anfal (8) No. Ayat : : 60

وَأَعِدُّواْ لَهُم مَّا اسْتَطَعْتُم مِّن قُوَّةٍ وَمِن رِّبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدْوَّ اللّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآخَرِينَ مِن دُونِهِمْ لاَ تَعْلَمُونَهُمُ اللّهُ يَعْلَمُهُمْ وَمَا تُنفِقُواْ مِن شَيْءٍ فِي سَبِيلِ اللّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنتُمْ لاَ تُظْلَمُونَ

8.60. Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).

Ayat di atas jika ada konflik dan perang dengan musuh yang menyerang.maka tentu terpaksa untuk di hadapi untuk mencegah mereka.

Al-Anfal (8) No. Ayat : : 61

وَإِن جَنَحُواْ لِلسَّلْمِ فَاجْنَحْ لَهَا وَتَوَكَّلْ عَلَى اللّهِ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

8.61. Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Al-Anfal (8) No. Ayat : : 62

وَإِن يُرِيدُواْ أَن يَخْدَعُوكَ فَإِنَّ حَسْبَكَ اللّهُ هُوَ الَّذِيَ أَيَّدَكَ بِنَصْرِهِ وَبِالْمُؤْمِنِينَ

8.62. Dan jika mereka bermaksud menipumu, maka sesungguhnya cukuplah Allah (menjadi pelindungmu). Dialah yang memperkuatmu dengan pertolongan-Nya dan dengan para mu’min,

Ayat di atas jelas sekali bahwa jika mereka mau mengadakan perjanjian damai abadi untuk tak saling berperang,maka terima lah.sebab tak boleh ada perang abadi dalam islam.perang hanya ada jika musuh belum berhenti menyerang.jika mereka telah berhenti,maka perdamaian abadi mesti di adakan:

Al-Baqarah (2) No. Ayat : : 193

وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّى لاَ تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ لِلّهِ فَإِنِ انتَهَواْ فَلاَ عُدْوَانَ إِلاَّ عَلَى الظَّالِمِينَ

2.193. Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim(koruptor,penjahat,dst)

Jadi islam mengajarkan perdamaian abadi antara bangsa.memang fungsi di adakan Allah suku-suku dan bangsa-bangsa adalah untuk saling mengenal,bukan konflik yang berkepanjangan dan abadi.ketika perdamaian abadi telah terwujud,maka toleransi beragama mesti di laksanakan secara abadi.maka ayat di atas jika di resapi oleh kita semua,tak akan ada pertentangan abadi hanya berdasar kan fanatik buta.tujuan Allah ciptakan kita bersuku-suku dan berbangsa-bangsa jelas,hanya untuk saling mengenal dengan penuh perdamaian.Dalam bukunya yang berjudul Fiqih Siyasah : Kontekstualisasi Doktrin Islam, M.Iqbal memaparkan beberapa prinsip dasar Al-Quran dalam hububungan Internasional, yaitu: Hubungan kerjasama yang baik dan adil (QS.al-Mumtahanah,60:8), mengutamakan perdamaian (QS.al-Anfal 8:61), memperkuat kewaspadaan dalam suasana damai (QS.al-Anfal,8:62), peperangan diizinkan hanyalah kalau terpaksa dan untuk tujuan defensif, bukan ofensif (QS.al-Hajj,22:39-40), mengajak orang lain kepada islam dengan cara baik-baik (QS.Al-Nahl,16:126), tidak boleh memaksakan agama kepada orang lain (QS.al-Baqarah,2:256) dan menghormati pakta-pakta perjanjuan yang telah di tandatangani (QS.at-Tawbah,9:7) (M.Iqbal,2001).

Mengenai pihak-pihak yang diperangi , Ali Wahbah berpendapat ada tiga kelompok manusia yang boleh diperangi oleh islam, yaitu orang-orang musyrik yang memulai perang terhadap umat islam, pihak yang membatalkan perjanjian dengan cara sepihak, dan musuh-musuh yang mengadakan persekutuan untuk menghancurkan islam dan umatnya (M.Iqbal,2001). Sedangkan dalam aturan peperangan dapat dirumuskan dari sabda Rasulullah Saw yang diriwayatkan oleh muslim.Dimana dari hadis tersebut dapat ditarik kesimpulan etika perang dalam islam yaitu : perang dilandasi takwa kepada Allah, yang diperangi adalah orang kafir dan musuh islam, tidak menggelapkan rampasan perang, tidak berkhianat, termasuk lari dalam perang, tidak membunuh secara kejam, tidak membunuh anak-anak, wanita, dan orang tua, terhadap non-islam dan tidak memusuhi islam diberi pilihan masuk islam atau membayar jizyah, atau diperangi. (M.Iqbal,2001).lihat pembahasan mendalam di sini.

Kesimpulan nya adalah:pada dasar nya islam mengajar kan hubungan damai antara bangsa-bangsa dan suku-suku di dunia yang nota bene berbeda-beda dari segi agama mereka,dan tak mengajarkan konflik abadi.