bart

 

 

SARAPANPAGI.ORG

Ev. Yakub Tri Handoko, Th.M.
Penulis adalah dosen apologetika Sekolah Teologi Reformed Injili Surabaya (STRIS),beliau berusaha membantah buku Bart Ehrman yang  sangat ilmiah,Misquoting jesus.seperti biasa,situs sarapan pagi adalah barisan teolog kristen yang coba membela alkitab dengan membuta tulikan bantahan2 dari luar,bahkan berusaha membantah nya dengan semampu mereka.pak yakub berusaha membantah batu karang dari buku Bart Ehrman yang telah beredar.saya balik membantah beliau dalam tulisan di bawah ini:

 

KUTIPAN:

Tanggapan atas Misquoting Jesus

Image

ISI BUKU SECARA UMUM

Sebenarnya tidak ada yang baru dalam buku ini. Sudah banyak teolog yang menyusun buku sejenis, walaupun sikap mereka cenderung berbeda dengan Ehrman. Tetapi tekad Ehrman untuk membawa isu ini ke level jemaat awam dapat dikategorikan sebagai hal baru. Secara sederhana, Ehrman ingin menunjukkan Alkitab tidak bisa di-andalkan. Alasan yang diangkat ada dua. Pertama, para penulis naskah asli Alkitab (autografa) kemungkinan melakukan beberapa kesalahan. Kedua, para penyalin Alkitab melakukan berbagai kesalahan/pengubahan, baik yang disengaja maupun tidak. Di antara dua alasan tersebut, Ehrman hanya memfo-kuskan pada alasan yang kedua. Alur berpikir Ehrman dapat digambarkan sebagai berikut:

Yang disebut firman Allah adalah autografa Alkitab => Autografa sudah tidak ada lagi => Yang tersisa adalah salinan-salinan Alkitab yang saling berbeda => Usaha untuk menentukan autografa berdasarkan perbandingan salinan-salinan tidak bisa diandalkan

Kesimpulan: Alkitab sekarang bukanlah firman Allah yang tidak bisa salah

ANALISIS KRITIS

Kita perlu mengakui pandangan Ehrman bahwa yang disebut firman Allah yang tidak mungkin salah me-ang hanya terbatas pada autografa Alkitab. Salinan, terjemahan ataupun tafsiran kadangkala menunjukkan beberapa kesalahan. Dia juga benar bahwa autografa Alkitab sudah tidak ada lagi (salinan Perjanjian Baru tertua yang kita miliki ditulis tahun 125 M).

TANGGAPAN MIZANULADYAN BLOG:

 

Ini pengakuan jujur situs yang paling bergengsi bagi kalangan kristen(sarapan pagi)bahwa salinan-salinan asli alkitab memang sudah tidak ada lagi.salinan perjanjian baru tertua di tulis tahun 125 masehi.namun hanya berupa potongan.

 

Salah satu naskah Perjanjian Baru tertua yang pernah ditemukan adalah Rylands Library Papyrus P52 yang berupa fragmen papirus bertulisan bahasa Yunani gaya Koine. Potongan ini ditemukan di Mesir pada tahun 1920 dan sekarang disimpan di John Rylands Library, Manchester. P52 hanya memuat tidak lebih dari 114 huruf yang bisa dibaca, ditulis rapi di kedua sisi dari bagian halaman suatu buku. Fragmen ini memuat Yohanes 18:31–33 di satu sisi dan Yohanes 18:37–38 di sisi baliknya; sama dengan yang dikenal sampai sekarang.

ayat 31-33: Kata Pilatus kepada mereka: “Ambillah Dia dan hakimilah Dia menurut hukum Tauratmu.” Kata orang-orang Yahudi itu: “Kami tidak diperbolehkan membunuh seseorang.” Demikian hendaknya supaya genaplah firman Yesus, yang dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana caranya Ia akan mati. Maka kembalilah Pilatus ke dalam gedung pengadilan, lalu memanggil Yesus dan bertanya kepada-Nya: “Engkau inikah raja orang Yahudi?”[3]
ayat 37-38: Maka kata Pilatus kepada-Nya: “Jadi Engkau adalah raja?” Jawab Yesus: “Engkau mengatakan, bahwa Aku adalah raja. Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini, supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran; setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku.” Kata Pilatus kepada-Nya: “Apakah kebenaran itu?”[4]

Metzger dan Aland menulis dalam daftar perkiraan tanggal penulisannya “c.” (“sekitar” tahun) 125 M,[5][6] tetapi sukar untuk memperkirakan waktu pembuatan naskah hanya dari gaya tulisan tangan (paleografi) karena bentuk tulisan itu sudah dipakai sejak jauh sebelum tahun 100 M sampai pertengahan abad ke-2 Masehi. P52 tergolong potongan kecil, dan hanya memuat relatif sedikit huruf-huruf dalam keseluruhan 14 baris, sehingga jarang disebut dalam diskusi naskah.[7][8]

 

jadi penulisan tahun itu hanya berdasarkan perkiraan.adanya potongan injil yohanes jika benar ia dari tahun 125 masehi tak terlalu mengejutkan.sebab,memang penulisan injil2 kanonik berbarengan dengan pertentangan paham antara gereja yerusalem pimpinan james dengan gereja paulus.lihat di sini.

 

KUTIPAN:

 

 

Dia juga benar soal ribuan salinan yang saling berbeda. Sayangnya, Ehrman tidak mampu mengambil kesimpulan yang benar dari hal-hal tersebut.

Tidak adanya autografa Alkitab seharusnya tidak boleh terlalu meresahkan kita. Pertama, semua buku kuno—baik yang dianggap kitab suci maupun buku sekuler—yang pernah ada di dunia ini sudah tidak memiliki autografa lagi. Kita hanya memiliki salinan-salinannya saja. Seandainya Alkitab diragukan hanya gara-gara tidak menyisakan autografa, maka sikap yang sama seharusnya diterapkan pada semua kitab yang lain.

 

TANGGAPAN MIZANULADYAN BLOG:

 

Ev. Yakub Tri Handoko, Th.M.(sang penulis artikel)salah satunya tentu menyindir Al-quran pula.yang di lupakan oleh yakub,walau naskah quran asli sudah tidak ada,justru quran dapat membuktikan ke akuratan nya dengan sejarah kodifikasi yang jelas dengan sanad yang jelas.dalam tradisi kristen,penyusunan paling awal alkitab baik PL maupun PB tak mempunyai sanad dan sejarah yang jelas.justru hilang nya salinan2 asli alkitab berikut ketidak jelasan sejarah penyusunan alkitab membuat kita tak mengetahui bagaimana nasib2 teks itu ketika naskah pembanding nya tidak ada DI KABUT ketidak jelasan kodifikasian nya.walau naskah asli quran tak ada,kita dapat mengatakan quran sangat akurat

seperti sahabat2 pembuat mushaf susunan nya salinan nya sendiri…sanad salinan mushaf sahabat2 nabi adalah:

sanad ke satu:salinan2 quran dari rumah Rasulullah

sanad ke dua:lalu di salin oleh para sahabat

Para sahabat2 punya mushaf sendiri2 yang di salin dari rumah Rasulullah,sbb:

@mushaf ubay bin ka’ab
@mushaf abdullah bin masud
@mushaf abu musa al-asy’ary
@mushaf al-Miqdad bin amr
@mushaf umar bin khattab

@zaid bin tsabit(yang meng kodifikasi mushaf quran masa abu bakar sebagai mushaf induk/master)
@hafsah(yang menyimpan mushaf hasil kodifikasian abu bakar/zaid)
@usman bin affan DENGAN 4 KOMISI NYA

 

Bandingkan dengan penulisan 4 injil kanonik,saya tak menjamin ada sejarah yang jelas waktu injil2 itu paling awal di tulis.coba simak hadist ini:

zaid bin tsabit,salah satu pencatat wahyu berkata:”di kediaman rasul,kami dahulu menyusun ayat2 quran yg tercatat pada riqa”(hr hakim dalam mustadrak,isnadnya menurut bukhari dan muslim,juga al itqan volume 1 hal 99,dan al burhan vol 1 hal 237).riqa adalah jamak dari ruq ‘ah,yakni lembaran2 kulit,lembaran2 daun,ataupun lembaran2 kain.media2 lain adalah permukaan batu,pelepah kurma,tulang2 unta dan kambing yg telah kering,dia atas pelana kuda dan lembaran kulit.

Adakah satu saksi mata saja ketika injil markus,matius,lukas dan yohanes di tulis seperti kasus zaid di atas pada Quran?saya yakin tidak ada.maka jika itu tidak ada,tentu mengurangi sedikit banyak klaim ke akuratan alkitab,terutama alkitab perjanjian baru.jadi pak yakub tentu tak bisa membandingkan tak adanya Autographa alkitab dengan quran.malah murid yohanes zebedeus,polycarph tak pernah menyebut adanya injil tulisan yohanes.padahal polycarph adalah murid yohanes zebedeus yg di klaim menulis injil yohanes.maka pada alktab perjanjian baru,sifat autograpa alkitab nya di perparah oleh sejarah gelap penyusunan tulisan2 injil2 itu.

 

KUTIPAN:

Kedua, dibandingkan dengan buku-buku kuno lain yang juga tidak memiliki autografa, salinan-salinan Alkitab justru lebih bisa dipercaya. Para cendekiawan biasanya menerapkan uji kualitas yang disebut bibliographi-cal test. Berdasarkan kriteria ini, suatu buku kuno dianggap bisa dipercaya kalau memiliki salinan-salinan:

1. Yang jarak waktu antara penyalinan dengan penulisan aslinya semakin dekat. Semakin dekat dengan waktu penulisan maka salinan tersebut mengalami proses penyalinan yang jumlahnya semakin sedikit, sehingga jumlah kesalahan yang ditimbulkan dari penyalinan tersebut juga relatif lebih sedikit.

TANGGAPAN MIZANULADYAN BLOG:

 

Tentu ini pendapat subjektif nya pak yakub selaku penulis artikel.darimana pak yakub tahu bahwa kesalahan penyalinan alkitab relatif lebih sedikit?apalagi salinan alkitab tertua hanya berupa potongan.bagaimana nasib dari salinan lengkap dalam bentuk tertua nya?maka,tak adanya autographa alkitab bisa termaaf kan jika SANAD dan sejarah kodifikasian alkitab benar2 jelas,tapi ternyata tidak demikian.

KUTIPAN:
2. Yang jumlahnya banyak. Dengan memiliki jumlah salinan yang banyak maka kita memiliki banyak bahan/pertimbangan untuk menentukan mana yang lebih sesuai dengan autografa.Hasil penerapan bibliographical test terhadap Perjanjian Baru dan buku-buku kuno lainnya menunjukkan bahwa salinan Perjanjian Baru memiliki jarak waktu yang terpendek dengan waktu penulisannya. Salinan Perjanjian Baru juga memiliki jumlah yang paling banyak .

TANGGAPAN MIZANULADYAN BLOG:

 

jarak waktu terpendek mana yang di maksud pak yakub?apakah tulisan berupa potongan ber tahun 125 m di atas?ya,tetapi ia hanya

berupa potongan saja,bukan satu naskah lengkap perjanjian baru.alkitab paling lengkap tertua di dunia mempunyai jarak yang jauh dari waktu penulisan perjanjian baru yang di klaim di tulis pada abad 1 masehi.di mana alkitab tertua,codex sinaiticus di tulis di abad 4 masehi,400 tahun setelah klaim penulisan 4 injil.jadi waktu 4oo tahun amat aneh jika pak yakub bilang itu jarak waktu yang terpendek.salinan banyak juga tak menjamin ke akuratan alkitab,jika akar kodifikasi awal mempunyai sejarah yang gelap.dalam islam,sejarah awal alkitab yang gelap sama dengan terputusnya sanad yang menjamin ke akuratan tinggi suatu berita.

 

KUTIPAN:

Kita bisa menyimpulkan, seandainya Perjanjian Baru diragukan hanya gara-gara tidak memiliki autografa, maka kita juga harus meragukan semua buku kuno yang lain, karena kualitas dan jumlah salinan mereka sangat jauh di bawah salinan-salinan Perjanjian Baru. Sekali lagi, yang terpenting bukanlah memiliki autografa atau tidak, namun seberapa ba-gus dan banyak salinan yang kita miliki.

TANGGAPAN MIZANULADYAN BLOG:

 

yang saya cat merah adalah kesalahan fatal pak yakub dalam menilai keakuratan tinggi alkitab.bagusnya salinan dan banyak nya salinan.beliau menafik kan beberapa hal lagi seperti terang nya sejarah kodifikasi dan sejarah awal teks yang jelas.kriteria bagus apa yang di maksud pak yakub itu?

 

KUTIPAN:

Ketiga, berdasarkan salinan-salinan yang ada, para cendekiawan berusaha merekonstruksi autografa Alkitab (menentukan salinan mana yang lebih sesuai dengan yang asli) melalui kritik teks (textual criticism). Mereka menerapkan kriteria tertentu untuk menentukan salinan mana yang lebih bisa dipercaya. Misalnya usia salinan, kualitas salinan, karakteristik tata bahasa penulis Alkitab, konteks dari ayat yang diselidiki, dsb.

Kritik teks sudah berkembang sedemikian rupa, sehingga mayoritas cendekiawan telah mencapai persetujuan tentang banyak bagian di dalam Alkitab. Beberapa ayat memang masih diperdebatkan, namun diantara ayat-ayat ini tidak ada yang memengaruhi ajaran Kristen yang pokok. Buku Misquoting Jesus terlalu melebih-lebihkan beberapa ayat yang belum bisa dipastikan ada di dalam autografa atau tidak, seolah-olah ayat-ayat itu sangat memengaruhi runtuh atau berdirinya ajaran Kristen. Beberapa teks yang dipermasalahkan dalam buku Misquoting Jesus juga tidak boleh dilihat secara berlebihan seolah-olah hal tersebut cukup untuk meragukan otoritas Alkitab secara keseluruhan.

Sebagai contoh, seandainya 1Yohanes 5:7b-8a tidak ada dalam autografa (beberapa terjemahan kuno dan salinan Alkitab yang tertua tidak memiliki bagian ini), maka kita masih memiliki ayat-ayat lain yang sangat kuat untuk mendukung doktrin Tritunggal.

 

TANGGAPAN MIZANULADYAN BLOG:

 

Pak yakub tentu tahu tanggapan dari Kristen saksi jehova,kristen saksi jehova dengan akurat dan ilmiah membuktikan dalam tulisan2 mereka bahwa doktrin tritunggal itu bidat.tentang 1 yohanes 5:7b-8a baca di sini.

Dr GC van Niftrik dan D.S.B.J Boland, pakar teologi kondang dari Belanda: “Di dalam Alkitab tidak diketemukan suatu istilah yang dapat diterjemahkan dengan kata TRITUNGGAL ataupun ayat-ayat tertentu yang mengandung dogma tersebut, mungkin dalam 1 Yahya 5:6-8. Tetapi sebagian besar dari ayat itu agaknya belum tertera dalam naskah aslinya. Bagian itu setidak-tidaknya harus diberi kurung” (Dogmatika masa kini, hlm. 418)

Ayat tentang yesus adalah firman juga tak dapat di pertahan kan sebagai naskah asli yohanes.

 

Begitu pula dengan Yohanes 8:11. Seandainya teks ini tidak ada dalam autografa (salinan kuno tidak memiliki kisah ini; salinan yang lebih muda yang memiliki bagian ini meletakkannya di tempat yang berbeda-beda), maka hikmat dan kasih Kristus kepada orang berdosa masih bisa dilihat dengan jelas di bagian Perjanjian Baru yang lain.

TANGGAPAN MIZANULADYAN BLOG:

 

Justru tidak adanya dalam salinan kuno itu membuat pertanyaan kita,mengapa ayat itu tak ada dalam salinan kuno nya?justru suatu cacat jika salinan kuno tak memuat ayat itu tetapi tiba2 dari salinan termuda ayat2 itu muncul.apakah klaim rusak dan hilang dapat di pertanggung jawab kan?jika rusak dan hilang bagimana ia bisa rusak dan hilang?misteri ini lah yg membuat kita meragukan kea kuratan perjanjian baru yg kita pegang sekarang.

KUTIPAN
KONKLUSI

Saya setuju dengan semangat Ehrman untuk menyelidiki Alkitab sampai pada autografanya karena hanya autografa Alkitab yang diilhamkan Allah dan bersifat tidak mungkin salah. Bagaimanapun, hal ini tidak berarti bahwa kita boleh merendahkan Alkitab terjemahan modern. Semua terjemahan tersebut dibuat oleh para ahli Alkitab yang juga telah belajar kritik teks. Sesuai dengan segmen pembaca yang ditargetkan, para penerjemah Alkitab telah berusaha semampu mungkin untuk merekonstruksi autografa sekaligus menerjemahkannya ke dalam bahasa populer yang bisa dimengerti oleh orang awam (khusus untuk terjemahan King James Version kita memang harus mengakui bahwa ketika terjemahan ini dibuat, banyak salinan kuno yang belum ditemukan). Dalam hal ini para hamba Tuhan memiliki peranan sentral dalam membimbing jemaat untuk memilih terjemahan yang paling baik (saya sendiri merekomendasikan terjemahan Revised Standard Version dan New American Standard Bible bagi mereka yang bisa bahasa Inggris dan senang menyelidiki Alkitab).

Hal terakhir, soal keyakinan Ehrman bahwa para penulis Alkitab mungkin melakukan beberapa kesalahan sehingga ada kontradiksi dalam Alkitab. Tentang pendapat ini, kita harus dengan tegas menolaknya. Sayangnya, kita tidak memiliki banyak ruang untuk membahas hal ini secara detail.

 

TANGGAPAN MIZANULADYAN BLOG:

 

BART EHRMAN telah berani berfikir kritis seperti para sarjana alkitab lain nya.akal sehat tentu tak menerima kontradiksi alkitab tetap membebaskan dakwaan bahwa alkitab tak di kotori tangan2 manusia.contohnya dapat anda lihat di sini.

KUTIPAN

Kita juga harus menolak pandangan Ehrman yang menilai Alkitab hanya sebagai hasil karya manusia yang bisa salah. Allah memang menggerakkan para penulis Alkitab dan Ia meng-gunakan keunikan mereka masing-masing, namun Allah tetap menjaga mereka sehingga apa yang akhirnya di-tulis adalah apa yang dinafaskan Allah (2 Timimotius 3:16) dan didorong oleh Roh Kudus (2 Petrus 1:21). Sekali lagi, penolakan ini untuk sementara hanya bisa dinyatakan saja di sini tanpa disertai argumentasi-argumentasi yang men-dukungnya. Lain waktu kalau Tuhan berkehendak, kita akan membahas hal ini secara khusus.

 

TANGGAPAN MIZANULADYAN BLOG:

 

Bart Ehrman tentu telah berpandangan kritis.hal ini yang mati2 an di sanggah sarapan pagi.pak yakub menolak kesalahan alktab secara 100 persen,di sisi lain,kristen berpandangan bahwa kesalahan alkitab  karena kesalahan manusiawi yang tak bisa membatal kan firman Allah.ini menunjuk kan kebingungan kristen menyikapi berbagai kesalahan alkitab(yang oleh pak yakub di tentang,menurut beliau alkitab tak bisa salah)namun pak yakub tak bisa mengelak kesalahan alkitab,contoh nya:pada peristiwa banjir nuh versi alkitab,kesalahan itu tak bisa di tutup-tutupi oleh apologia tingkat tinggi apapun.apakah penulis narasi banjir nuh memakai roh kudus?mengapa bisa salah?beberapa kesalahan lain tentu tak bisa di tutup-tutupi pak yakub.baik kesalahan teks,ajaran,dst.