misquoting_jesus

Gugatan Bart Ehrman telah menganggu sarapan pagi,hingga sarapan pagi bangkit menjawab.jika anda teliti,justru sarapan pagi tak bisa menjawab apapun.malah jawaban sarapan pagi terkesan blepotan.mari kita buktikan,Argument mana yang lemah?bart atau sarapan pagi?perlu kejujuran dan mematikan dogma buta bahwa Alkitab tak mungkin salah dalam mengkaji dan menyimak tulisan ini.

KUTIPAN BART EHRMAN

Suatu titik balik saya alami pada semester kedua, dalam sebuah mata kuliah yang dosennya adalah seorang profesor yang sangat dihormati dan saleh bernama Cullen Story. Mata kuliah itu membahas eksegesis Injil Markus, yang pada waktu itu (dan sampai sekarang) adalah injil favorit saya. Untuk mata kuliah itu, kami harus bisa membaca injil Markus seluruhnya dalam bahasa Yunani (saya menghafalkan seluruh kosa kata bahasa Yunani dalam Injil itu satu pekan sebelum semester tersebut dimulai); kami harus menuliskan dalam buku catatan kami eksegesis kami renungan-renungan kami tentang penafsiran ayat-ayat kunci; kami membahas masalah-masalah penafsiran naskah; dan kami harus menulis sebuah makalah akhir semester tentang masalah penafsiran pilihan kami. Saya memilih suatu bagian di Markus 2 yang menceritakan bahwa Yesus sedang digugat oleh orang-orang Farisi karena murid-muridnya berjalan melintasi ladang gandum, memakan bulir gandum pada hari Sabat. Yesus ingin memperlihatkan kepada orang-orang Farisi itu bahwa “hari Sabat diadakan demi manusia, dan bukan manusia demi Sabat” dan dengan demikian mengingatkan mereka tentang apa yang dilakukan Daud yang agung sewaktu ia dan orang-orangnya sedang kelaparan, bagaimana mereka masuk ke dalam Rumah Allah “sewaktu Abyatar menjabat sebagai Imam Besar” dan memakan roti persembahan, yang tidak boleh dimakan kecuali oleh para imam. Salah satu masalah terkenal tentang cerita itu adalah bahwa sewaktu kita melihat bagian Perjanjian Lama yang Yesus kutip (1 Sam 21:1-6), ternyata Daud tidak melakukan hal itu sewaktu Abyatar menjabat sebagai imam besar, tetapi, sesungguhnya, sewaktu ayah Abyatar, Abimelekh, menjabat sebagai imam besar. Dengan kata lain, hal itu adalah salah satu bagian yang diajukan guna membuktikan bahwa Alkitab sama sekali tidak bebas salah, tetapi berisikan kesalahan-kesalahan !

Dalam makalah saya untuk Profesor Cullen Story, saya mengembangkan sebuah argument yang panjang dan rumit bahwa, meskipun buku Markus menunjukkan bahwa hal itu terjadi “sewaktu Abyatar menjabat sebagai imam besar”, buku itu tidak benar-benar memaksudkan bahwa Abyatar menjabat sebagai imam besar, tetapi bahwa peristiwa itu terjadi dalam bagian naskah Alkitab dimana Abyatar adalah salah satu tokoh utamanya.

Argumen saya diatas didasarkan pada makna kata-kata Yunani yang terkait dan argumen itu (memang) agak sulit dipahami. Saya sangat yakin bahwa Profesor Cullen Story akan menghargai argument itu, karena saya tahu bahwa dia adalah seorang cendekiawan Kristen yang baik yang tampaknya (seperti saya) berpendapat bahwa tidak mungkin ada kesalahan dalam naskah asli Alkitab.

Tetapi, diakhir makalah saya, ia menuliskan sebuah catatan singkat yang karena alasan tertentu cukup mengena bagi saya. Ia menulis, “Mungkin Markus memang membuat Kesalahan.” Saya mulai memikirkan hal itu, mengingat semua pekerjaan yang harus saya lakukan untuk menghasilkan makalah tersebut, karena menyadari bahwa saya harus merancang siasat eksegesis yang mengesankan guna mengatasi masalah itu, dan bahwa solusi saya ternyata agak luar biasa. Saya akhirnya menyimpulkan, “Hmmmm…. Mungkin Markus memang melakukan kesalahan.”

(SUMBER : MISQUOTING JESUS)

JAWABAN SARAPAN PAGI

Tuduhan/ anggapan Markus melakukan kesalahan, oleh penuduh diatas justru memperlihatkan bahwa penuduh tsb kurang memahami bahasa Yunani dan konteks historis.

* Markus 2:26
bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah waktu Abyatar menjabat sebagai Imam Besar lalu makan roti sajian itu — yang tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam — dan memberinya juga kepada pengikut-pengikutnya?”
TR Translit, pôs eisêlthen eis ton oikon tou theou epi abiathar tou archiereôs kai tous artous tês protheseôs ephagen ous ouk exestin phagein ei mê tois iereusin kai edôken kai tois sun autô ousin

versus

* 1 Samuel 21:1
21:1 Sampailah Daud ke Nob kepada Ahimelekh, imam itu. Dengan gemetar Ahimelekh pergi menemui Daud dan berkata kepadanya: “Mengapa engkau seorang diri dan tidak ada orang bersama-sama dengan engkau?”
21:2 Jawab Daud kepada imam Ahimelekh: “Raja menugaskan sesuatu kepadaku, katanya kepadaku: Siapa pun juga tidak boleh mengetahui sesuatu dari hal yang kusuruh kepadamu dan yang kutugaskan kepadamu ini. Sebab itu orang-orangku telah kusuruh pergi ke suatu tempat.
21:3 Maka sekarang, apa yang ada padamu? Berikanlah kepadaku lima roti atau apa pun yang ada.”
21:4 Lalu jawab imam itu kepada Daud: “Tidak ada roti biasa padaku, hanya roti kudus yang ada; asal saja orang-orangmu itu menjaga diri terhadap perempuan.”
21:5 Daud menjawab imam itu, katanya kepadanya: “Memang, kami tidak diperbolehkan bergaul dengan perempuan, seperti sediakala apabila aku maju berperang. Tubuh orang-orangku itu tahir, sekalipun pada perjalanan biasa, apalagi pada hari ini, masing-masing mereka tahir tubuhnya.”
21:6 Lalu imam itu memberikan kepadanya roti kudus itu, karena tidak ada roti di sana kecuali roti sajian; roti itu biasa diangkat orang dari hadapan TUHAN, supaya pada hari roti itu diambil, ditaruh lagi roti baru.

* 1 Samuel 22:20
Tetapi seorang anak Ahimelekh bin Ahitub, namanya Abyatar luput; ia melarikan diri menjadi pengikut Daud.

—–

Markus 2:26 mengutip Yesus sedang bertanya kepada orang-orang yang ada dihadapanNya, apakah mereka tidak pernah membaca apa yang telah dilakukan Daud ketia dia dengan orang-orangnya kelaparan dan masuk ke tempat suci di Nob untuk meminta makanan pada zaman Abyatar menjadi imam besar (1 Samuel 21:1-6). Tetapi, kenyataannya, Daud berhadapan dengan ayah Abyatar, Ahimelekh sebab yang menjadi imam besar ketika peristiwa itu terjadi adalah Ahimelekh.

Apakah Yesus keliru ketika Dia menyebut tentang imam besar yang tidak tepat? Pemeriksaan atau penyelidikan secara seksama atas Markus 2:26 mengungkapkan sebenarnya. Yesus tidak mengimplikasikan Abyatar yang menjadi imam besar ketika Daud berkunjung kesana. Yesus hanya mengatakan “epi abiathar tou archiereôs”, yang artinya “pada zaman Abyatar menjadi imam besar”. Ketika segala sesuatu berubah, maka Raja Saul yang haus darah ini membantai Ahimelekh dan semua imam Tuhan di Nod mamakai tangan Doeg, orang Edom itu :

* 1 Samuel 22:18-19
22:18 Lalu berkatalah raja kepada Doëg: “Majulah engkau dan paranglah para imam itu.” Maka majulah Doëg, orang Edom itu, lalu memarang para imam itu. Ia membunuh pada hari itu delapan puluh lima orang, yang memakai baju efod dari kain lenan.
22:19 Juga penduduk Nob, kota imam itu, dibunuh raja dengan mata pedang; laki-laki maupun perempuan, kanak-kanak maupun anak yang menyusu, pula lembu, keledai dan domba dibunuhnya dengan mata pedang.

Selanjutnya hanya Abyatar, anak Ahimelekh, satu-satunya yang cukup beruntung melarikan diri. Dia lari dan bergabung dengan Daud (ayat 20)

* 1 Samuel 22:20
Tetapi seorang anak Ahimelekh bin Ahitub, namanya Abyatar luput; ia melarikan diri menjadi pengikut Daud.

Lalu Abyatar ini mengabdi kepada Daud dan menjadi imamnya selama Daud berada dalam pengembaraan dan pengasingan.
Maka, adalah wajar dia diangkat sebagai imam besar oleh Daud setelah ia menjadi raja; Abyatar berbagi kedudukan sebagai imam besar dengan Zadok, orang yang diangkat oleh Saul, sampai dengan kematian Daud.
Dibawah keadaan seperti ini, adalah tepat sejali untuk menyebut Abyatar sebagai imam besar – kendatipun pengangkatannya sendiri terjadi agak belakangan, setelah peristiwa di Nob – itu sama dengan mengemukakan sebuah anekdot dengan mengatakan “Ketika Raja Daud masih menajdi seorang pemuda penggembala” kendatipun kenyataannya Daud bukanlah raja ketika ia menjadi penggembala.

Menurut WF Arndt dan FW Gringricch (A Greek-English Lexicon of the New Testament, Chicago : University of Chicago, 1957, p 286) kata “epi” dengan genitif (penanda hubungan milik) hanya bisa berarti “pada zaman…”, itulah pengertian yang dipakai pada Markus 2:26.
Bentuk yang sama dipakai dalam :

* Kisah 11:28
Seorang dari mereka yang bernama Agabus bangkit dan oleh kuasa Roh ia mengatakan, bahwa seluruh dunia akan ditimpa bahaya kelaparan yang besar. Hal itu terjadi juga pada zaman Klaudius.
TR Translit, anastas de eis ex autôn onomati agabos esêmanen dia tou pneumatos limon megan mellein esesthai eph olên tên oikoumenên hostis kai egeneto epi klaudiou kaisaros

* Ibrani 1:2
maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta.
TR Translit, ep eschatôn tôn hêmerôn toutôn elalêsen hêmin en huiô on ethêken klêronomon pantôn di ou kai tous aiôna

Kisah 11:28 ” pada zaman kaisar Klaudius”, (“epi klaudiou kaisaros”) dan Ibrani 1:2 “pada zaman akhir ini” (“ep eschatôn tôn hêmerôn toutôn”).

Bandingkan dengan Markus 2:26 :
bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah waktu Abyatar menjabat sebagai Imam Besar lalu makan roti sajian itu — yang tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam — dan memberinya juga kepada pengikut-pengikutnya?”
TR Translit, pôs eisêlthen eis ton oikon tou theou epi abiathar tou archiereôs kai tous artous tês protheseôs ephagen ous ouk exestin phagein ei mê tois iereusin kai edôken kai tois sun autô ousin

Peristiwa tersebut terjadi “pada zaman” Abyatar; dia bukan saja hidup, tetapi kenyataannya hadir ketika peristiwa itu terjadi, dan segera sesudah itu dia menjadi imam besar setelah ayahnya Ahimelekh, dibunuh oleh Saul.

Jika kata-kata Yesus itu ditafsirkan sebagaimana yang Yesus maksudkan, maka mutlak hal tersebut tidak berbeda dengan fakta sejarah.

Sumber :
– Archer, Gleason, L., Encyclopedia of Bible Difficulties, 1994 Revised Edition, 1982, Zondervan Publishing House, p 362.
– Arndt WF & FW Gringricch, A Greek-English Lexicon of the New Testament, Chicago : University of Chicago, 1957, p 286

PENJELASAN MIZANULADYAN BLOG MENGENAI APA YANG DI MASALAH KAN BART EHRMAN DAN BANTAHAN SARAPAN PAGI SECARA RINGKAS DAN MUDAH.

Mungkin anda pusing membaca perang opini di atas.Bart Ehrman tidak lah keliru dalam dakwaan nya.namun sarapan pag lagi-lagi berusaha me musing buat menjelaskan kesalahan markus yang cukup terang itu.coba simak:yesus berkata pada suatu kesempatan:

* Markus 2:26
bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah waktu Abyatar menjabat sebagai Imam Besar lalu makan roti sajian itu — yang tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam — dan memberinya juga kepada pengikut-pengikutnya?”
TR Translit, pôs eisêlthen eis ton oikon tou theou epi abiathar tou archiereôs kai tous artous tês protheseôs ephagen ous ouk exestin phagein ei mê tois iereusin kai edôken kai tois sun autô ousin

sarapan pagi tentu menolak mentah-mentah markus telah salah.namun merupakan hak sarapan pagi untuk membela iman nya.tetapi kiita uji lagi pembelaan mereka,apakah sudah tepat?dalam hal ini bart ehrman tak salah dalam meng kritik teks.waktu daud masuk ke rumah Allah dalam pelarian nya dari saul di kota nob, markus melakukan kesalahan serius dengan berkata:

waktu Abyatar menjabat sebagai Imam Besar

padahal pada waktu pelarian daud menuju Nob dari kejaran saul, yang menjadi imam besar saat itu bukan Abyatar,tetapi IMAM AHIMELEKH,ayah Abyatar.

* 1 Samuel 21:1
21:1 Sampailah Daud ke Nob kepada Ahimelekh, imam itu. Dengan gemetar Ahimelekh pergi menemui Daud dan berkata kepadanya: “Mengapa engkau seorang diri dan tidak ada orang bersama-sama dengan engkau?”
21:2 Jawab Daud kepada imam Ahimelekh: “Raja menugaskan sesuatu kepadaku, katanya kepadaku: Siapa pun juga tidak boleh mengetahui sesuatu dari hal yang kusuruh kepadamu dan yang kutugaskan kepadamu ini. Sebab itu orang-orangku telah kusuruh pergi ke suatu tempat.
21:3 Maka sekarang, apa yang ada padamu? Berikanlah kepadaku lima roti atau apa pun yang ada.”
21:4 Lalu jawab imam itu kepada Daud: “Tidak ada roti biasa padaku, hanya roti kudus yang ada; asal saja orang-orangmu itu menjaga diri terhadap perempuan.”
21:5 Daud menjawab imam itu, katanya kepadanya: “Memang, kami tidak diperbolehkan bergaul dengan perempuan, seperti sediakala apabila aku maju berperang. Tubuh orang-orangku itu tahir, sekalipun pada perjalanan biasa, apalagi pada hari ini, masing-masing mereka tahir tubuhnya.”
21:6 Lalu imam itu memberikan kepadanya roti kudus itu, karena tidak ada roti di sana kecuali roti sajian; roti itu biasa diangkat orang dari hadapan TUHAN, supaya pada hari roti itu diambil, ditaruh lagi roti baru.

Sedangkan Abyatar tidaklah menjadi imam saat masuk nya daud ke nob,malah Abyatar melarikan diri ketika ayahnya dan para imam lain di bantai saul:

* 1 Samuel 22:20
Tetapi seorang anak Ahimelekh bin Ahitub, namanya Abyatar luput; ia melarikan diri menjadi pengikut Daud.

jadi perkataan yesus di markus yang menyebutkan daud masuk ke kota nob masa abyatar menjadi imam besar adalah salah besar.pada waktu daud masuk kota nob,yang menjadi imam besar adalah Ahimelekh,ayah abyatar.dalam hal ini sarapan pagi melakukan arkobrat fantastis buat menutupi kesalahan ini:

AKROBAT 1:

SARAPAN PAGI BERKATA:

Apakah Yesus keliru ketika Dia menyebut tentang imam besar yang tidak tepat? Pemeriksaan atau penyelidikan secara seksama atas Markus 2:26 mengungkapkan sebenarnya. Yesus tidak mengimplikasikan Abyatar yang menjadi imam besar ketika Daud berkunjung kesana. Yesus hanya mengatakan “epi abiathar tou archiereôs”, yang artinya “pada zaman Abyatar menjadi imam besar”. Ketika segala sesuatu berubah, maka Raja Saul yang haus darah ini membantai Ahimelekh dan semua imam Tuhan di Nod mamakai tangan Doeg, orang Edom itu :

BANTAHAN MIZANULADYAN BLOG

tampak nya sarapan pagi memang bingung dengan ayat ini,tetapi memang situs ini murni apologia tingkat tinggi,maka sedapat mungkin sarapan pagi berusaha agar hal ini tidak salah.perkataan yesus PADA ZAMAN ABYATAR MENJADI IMAM BESAR tak dapat di kelit kan lagi,maksud nya adalah pada waktu orang yang bernama Abyatar menjadi imam besar,padahal yang menjadi imam besar saat daud masuk ke nob adalah AHIMELEKH.jadi,yesus atau pun markus memang lah salah,DALAM HAL INI BART EHRMAN BENAR ATAS GUGATAN NYA.

AKROBAT 2

LANJUTAN KUTIPAN SARAPAN PAGI:

* 1 Samuel 22:18-19
22:18 Lalu berkatalah raja kepada Doëg: “Majulah engkau dan paranglah para imam itu.” Maka majulah Doëg, orang Edom itu, lalu memarang para imam itu. Ia membunuh pada hari itu delapan puluh lima orang, yang memakai baju efod dari kain lenan.
22:19 Juga penduduk Nob, kota imam itu, dibunuh raja dengan mata pedang; laki-laki maupun perempuan, kanak-kanak maupun anak yang menyusu, pula lembu, keledai dan domba dibunuhnya dengan mata pedang.

Selanjutnya hanya Abyatar, anak Ahimelekh, satu-satunya yang cukup beruntung melarikan diri. Dia lari dan bergabung dengan Daud (ayat 20)

* 1 Samuel 22:20
Tetapi seorang anak Ahimelekh bin Ahitub, namanya Abyatar luput; ia melarikan diri menjadi pengikut Daud.

Lalu Abyatar ini mengabdi kepada Daud dan menjadi imamnya selama Daud berada dalam pengembaraan dan pengasingan.
Maka, adalah wajar dia diangkat sebagai imam besar oleh Daud setelah ia menjadi raja; Abyatar berbagi kedudukan sebagai imam besar dengan Zadok, orang yang diangkat oleh Saul, sampai dengan kematian Daud.
Dibawah keadaan seperti ini, adalah tepat sejali untuk menyebut Abyatar sebagai imam besar – kendatipun pengangkatannya sendiri terjadi agak belakangan, setelah peristiwa di Nob – itu sama dengan mengemukakan sebuah anekdot dengan mengatakan “Ketika Raja Daud masih menajdi seorang pemuda penggembala” kendatipun kenyataannya Daud bukanlah raja ketika ia menjadi penggembala.

Menurut WF Arndt dan FW Gringricch (A Greek-English Lexicon of the New Testament, Chicago : University of Chicago, 1957, p 286) kata “epi” dengan genitif (penanda hubungan milik) hanya bisa berarti “pada zaman…”, itulah pengertian yang dipakai pada Markus 2:26.

BANTAHAN MIZANULADYAN BLOG

Perhatikan penjelasan sarapanpagi yang saya cat merah.orang yang kurang teliti pasti tersihir oleh argument sarapan pagi,seolah-olah telah menjawab gugatan Bart Ehrman.padahal sarapan pagi tak menjawab apapaun.dari cat merah saja jika anda teliti,sarapan pagi demikian blepotan dalam membela kesalahan teks markus.SARAPAN PAGI BER APOLOGI,Abyatar tepat di sebut imam besar waktu daud masuk kota Nob,walau pengangkatan nya belakangan(note:setelah Ahimelekh di bantai dan Abyatar lari ke daud).pembelaan sarapan pagi sangat menggelikan.fakta berbicara waktu daud masuk kota nob,yang menjadi Imam besar bukan lah Abyatar,tetapi AHIMELEKH.

Dibawah keadaan seperti ini, adalah tepat sejali untuk menyebut Abyatar sebagai imam besar – kendatipun pengangkatannya sendiri terjadi agak belakangan, setelah peristiwa di Nob(KUTIPAN APOLOGIA SARAPAN PAGI)

perhatikan kutipan di atas,Abyatar di sebut imam besar saat daud masuk kota nob(padahal yang jadi imam Ahimelekh),bagaimana logika ini bisa nyambung?pembelaan sarapan pagi terkesan SANGAT DI PAKSAKAN.jika anda teliti,anda akan sepakat dengan saya.tentang anekdot yang di tulis sarapan pagi tentang daud pengembala,sarapan pagi tak menyertakan ayat nya.lagi2 kalimat itu pembelaan blepotan dari sarapan pagi.jika anda teliti,apologia pengembala ini pun tak tepat untuk membela kesalahan markus.

AKROBAT 3:

LANJUTAN KUTIPAN SARAPAN PAGI

Menurut WF Arndt dan FW Gringricch (A Greek-English Lexicon of the New Testament, Chicago : University of Chicago, 1957, p 286) kata “epi” dengan genitif (penanda hubungan milik) hanya bisa berarti “pada zaman…”, itulah pengertian yang dipakai pada Markus 2:26.
Bentuk yang sama dipakai dalam :

* Kisah 11:28
Seorang dari mereka yang bernama Agabus bangkit dan oleh kuasa Roh ia mengatakan, bahwa seluruh dunia akan ditimpa bahaya kelaparan yang besar. Hal itu terjadi juga pada zaman Klaudius.
TR Translit, anastas de eis ex autôn onomati agabos esêmanen dia tou pneumatos limon megan mellein esesthai eph olên tên oikoumenên hostis kai egeneto epi klaudiou kaisaros

* Ibrani 1:2
maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta.
TR Translit, ep eschatôn tôn hêmerôn toutôn elalêsen hêmin en huiô on ethêken klêronomon pantôn di ou kai tous aiôna

Kisah 11:28 ” pada zaman kaisar Klaudius”, (“epi klaudiou kaisaros”) dan Ibrani 1:2 “pada zaman akhir ini” (“ep eschatôn tôn hêmerôn toutôn”).

Bandingkan dengan Markus 2:26 :
bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah waktu Abyatar menjabat sebagai Imam Besar lalu makan roti sajian itu — yang tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam — dan memberinya juga kepada pengikut-pengikutnya?”
TR Translit, pôs eisêlthen eis ton oikon tou theou epi abiathar tou archiereôs kai tous artous tês protheseôs ephagen ous ouk exestin phagein ei mê tois iereusin kai edôken kai tois sun autô ousin

Peristiwa tersebut terjadi “pada zaman” Abyatar; dia bukan saja hidup, tetapi kenyataannya hadir ketika peristiwa itu terjadi, dan segera sesudah itu dia menjadi imam besar setelah ayahnya Ahimelekh, dibunuh oleh Saul.

Jika kata-kata Yesus itu ditafsirkan sebagaimana yang Yesus maksudkan, maka mutlak hal tersebut tidak berbeda dengan fakta sejarah

BANTAHAN MIZANULADYAN BLOG

Penjelasan sarapan pagi di atas tetap tak dapat menjelas kan apapun.terkesan berbelat belit……..sarapan pagi berapologi penyebutan  WAKTU ABYATAR MENJABAT SEBAGAI IMAM BESAR tepat  hanya karena kehadiran Abyatar waktu daud masuk kota nob dan waktu pembantaian itu terjadi.maaf jika saya kasar,ini konyol,dari A sampai z,Abyatar waktu daud masuk kota nob bukan lah seorang imam besar nob.imam besar nob saat itu adalah AHIMELEKH,ayah Abyatar.maka yesus atau markus telah salah dalam berkata ini:

* Markus 2:26
bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah waktu Abyatar menjabat sebagai Imam Besar(NOTE:SALAH BESAR,IMAM BESAR SAAT DAUD MASUK KOTA NOB ADALAH AHIMELEKH,BUKAN ABYATAR) lalu makan roti sajian itu — yang tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam — dan memberinya juga kepada pengikut-pengikutnya?”
TR Translit, pôs eisêlthen eis ton oikon tou theou epi abiathar tou archiereôs kai tous artous tês protheseôs ephagen ous ouk exestin phagein ei mê tois iereusin kai edôken kai tois sun autô ousin

Untuk menutupi kelemahan,sarapan pagi menuduh bart Ehrman tak mengerti bahasa yunani dan konteks historis.hal ini cuma trik sarapan pagi,mengecilkan lawan,lalu sarapan pagi yang pintar.pada kenyataan nya,Abyatar menjadi Imam saat daud masuk nob sangat mudah sekali di pahami kesalahan nya,justru sarapan pagi yang tak historis,secara historis,Abyatar menjadi imam saat daud masuk kota nob adalah salah besar.sarapan pagi mungkin kurang teliti,apologia konyol pun telah beredar di sekitar bart ehrman saat itu.sebagai contoh bart ehrman menulis pada kutipan di atas,yg di kutip sarapan pagi sendiri:

Dalam makalah saya untuk Profesor Cullen Story, saya mengembangkan sebuah argument yang panjang dan rumit bahwa, meskipun buku Markus menunjukkan bahwa hal itu terjadi “sewaktu Abyatar menjabat sebagai imam besar”, buku itu tidak benar-benar memaksudkan bahwa Abyatar menjabat sebagai imam besar, tetapi bahwa peristiwa itu terjadi dalam bagian naskah Alkitab dimana Abyatar adalah salah satu tokoh utamanya.

namun lagi2 Apologia di atas bentuk apologia panik dan blepotan dalam menyikapi teks yang nyata2 salah dan bertentangan.bart ehrman tak mempercayai apologia paksaan macam itu.sama blepotan nya dengan apologia sarapan pagi di atas.

KESIMPULAN:BART EHRMAN BENAR 100 PERSEN DALAM GUGATAN NYA,BUKUNYA:MISQUOTING JESUS,DAN BUKU-BUKU LAIN SEJENIS AKAN SELAMANYA MENJADI BATU SANDUNGAN BERAT ALKITAB,SEBAGAI SALAH SATU BATU UJI.