salah satu contoh memperlakukan budak dengan tak manusiawi yang di tentang islam.

salah satu contoh memperlakukan budak dengan tak manusiawi yang amat di tentang islam.

Perbudakan bukan produk islam.sewaktu rasulullah belum dan sudah dilahirkan,fenomena perbudakan telah meluas diarabia,romawi,persia sasanid dll.sebelum rasulullah lahir,budak2 didapat dalam peperangan.ketika suatu bangsa kalah,maka bangsa yang menang mengangkut banyak budak perempuan dan laki2.nasib budak2 sebelum islam mengenaskan.contoh kedokteran persia pra islam melakukan percobaan penemuan melalui tubuh budak2.dst.lalu datanglah islam menghapus perbudakan,namun dengan berangsur angsur agar tak ada pemberontakan dan protes dari pemilik2 budak,karena budak dibeli dengan harga tinggi.bagaimana perasaan anda jika disuruh menyerahkan segera barang mahal secara cuma2 yang dibeli dari keringat anda?.karena dijaman kegelapan,budak dianggap sebagai asset perekonomian.karena lembaga perbudakan telah demikian mengakar saat itu.,karena pemilik merasa telah membelinya dengan uang banyak dipasar budak.rasulullah memberi jalan bebasnya budak2 dengan cara yang halus,pelan2 dan bijaksana agar tak saling merugikan. sbb.1)jika tuannya menggaulinya,lahir anak.otomatis budak menjadi merdeka.2)jika tuannya memukulnya,otomatis ia merdeka.3)budak boleh menebus dengan uang untuk merdeka.4)tak jarang orang2 saleh muslim masa awal sengaja membeli budak2 dengan harga tinggi,lalu setelah jadi miliknya,ia dimerdekakan.dst.demikianlah cara2 rasulullah membersihkan warisan2 kotor jahiliah berupa perbudakan.

MENGAPA MUNCUL PERBUDAKAN PRA ISLAM?

Perbudakan bukanlah produk islam.waktu islam datang,jazirah arab dan dunia telah menerapkan perbudakan selama ribuan tahun lalu.dalam taurat musa telah menggambarkan perbudakan..pasukan kerajaan yg menang menawan wanita,anak2,laki2 dst.lalu mereka diangkut menjadi budak.lalu umumnya budak2 iu mendapat perlakuan buruk.diberi kerja diluar batas kesanggupan,dipukuli,tak diberi makan cukup,yg wanita boleh jadi di umpan ke pesta2 sex dan dipaksa menjadi pelacur.DI PERSIA PRA ISLAM,BUDAK2 DIJADIKAN BAHAN PERCOBAAN PEMBEDAHAN KEDOKTERAN.

LALU DATANGLAH SYARIAT ISLAM YG BERCAHAYA.

kalau mau jujur,peradaban dunia mana yg saat itu memberikan wacana serius dan kontinu dengan asas agama pembebasan perbudakan dimasa nabi muhammad hidup??cuma islam 1500 tahun lalu membicarakan tema pembebasan perbudakan,1200 tahun sebelum abraham lincoln mengangkat tema pembebasan perbudakan di amerika dan dunia.

Waktu islam datang,perbudakan sudah menjadi sistem sosial dan ekonomi yg mengakar.orang2 yg masuk islam masih memiliki budak2 baik laki2 dan perempuan.maka mau tak mau beberapa ayat quran dan hadist harus menerangkan masalah2 perbudakan dan hukum2nya.DAN TERNYATA,DI BAWAH NAUNGAN SYARIAT ISLAM,NASIB BUDAK2 MENJADI LEBIH BAIK.dimana hukum2 islam tentang budak amat manusiawi.antara lain:

1)larangan memukuli budak
2)larangan mempekerjakan budak diluar batas kemampuannya.
3)dilarang meng eksploitasi budak2 perempuan.seperti dijadikan pelacur.budak2 perempuan itu harus dijaga kehormatan nya dirumah tuannya.diberi makan,pakaian,tempat tinggal layak,bahkan pendidikan.
4)siapa yg memukul budaknya,maka menurut Rasul harus otomatis wajib bebas merdeka saat itu.
5)jika budak masak,wajib tuannya menyuruh budak itu mencicipi hasil masakannya.
6)jika dipukul,ditumbuk batu,ditinju,dibunuh dll oleh majikannya,si majikan wajib di qisas.dst

begitu manusiawinya hukum2 perbudakan islam,hingga kita tak menjamin budak2 lainnya saat itu diluar negri2 islam(cina,persia,romawi,dst),mendapat perlakuan manusiawi seperti di negri2 islam saat itu.

Waktu islam datang,percobaan pembedahan kedokteran persia dgn perantaraan tubuh para budak dihapuskan..masa romawi,para budak dipaksa bertarung di arena.pada masa ke khalifahan islam,hal itu tidak ada sama sekali..malah dalam sejarah islam,para budak bisa menjadi orang2 sukses seperti gubernur,ilmuan,ulama,bahkan memilli kerajaan..contoh,dinasty mameluk di mesir di dirikan oleh para budak dinegri muslim..masa ottoman,budak2 dari eropa timur masuk islam,dididik di akademi militer,mendapat pangkat panglima/perwira di imperium ottoman turki.
Itulah keadilan islam yg tiada banding dalam masalah budak.

WAJIB ATAU SUNNAH ATAU APA HUKUM MEMBEBASKAN BUDAK?

Perlu diketahui,salah satu ajaran islam ialah membebaskan budak.namun apa hukum membebaskan budak dalam islam?

1)WAJIB=budak wajib dibebaskan tuannya ketika budak itu dipukuli tuan nya.sebab dalam hadist sahih,seorang budak yg dipukul otomatis merdeka.juga bisa di qiyaskan jika budak di eksploitasi buat pelacuran,di siksa,dst,hakim mesti memaksa agar budak itu dibebaskan.sebab keadaan budak sudah tersiksa dibawah majikannya,maka harus segera dibebaskan sebelum budak itu mengalami cacat atau mati.juga wajib menuruti pemimpin pemerintahan islam,mufti,dll jika dunia sudah sepakat menghapus perbudakan.

2)SUNNAH=majikan boleh menahan budaknya karena masih membutuhkannya.selam budak itu di perlakukan dgn baik.jika budak itu dipukul,di siksa,dst,maka otomatis hak atas budaknya hilang.jika majikannya bertakwa dan berakhlak baik,maka majikan boleh menahannya dan berpahala jika membebaskannya.sebab hidup budak ditangan majikan yg bertakwa dan berakhlak baik tentu bahagia,ketimbang ia memilih merdeka lalu terkatung katung diluar rumah mantan majikannya yg baik dalam keadaan miskin dan melarat.

Namun,majikan sebaik apapun jika suatu saat budak ingin merdeka dan mengadakan cicilan pembebasan,majikan wajib meloloskan nya dgn membayar cicilan nya(qs 24:33)..begitu adil dan manusiawi hukum2 perbudakan islam itu.

BUDAK2 PEREMPUAN DI NEGERI2 ISLAM MASA DULU.

Mereka diatur dgn keadilan islam sbb:

1)islam tak memandang rendah budak2 wanita,mereka boleh dikawini tuannya.(4:3,4:24,4:252)budak perempuan yg dikawini berhak mendapat maskawin yg pantas sebab mereka sama terhormat dgn wanita merdeka jika menjaga diri(4:25)
3)boleh menyetubuhi budak2 perempuan(23:5-7,70:30).dengan syarat budak2 itu memang miliknya..jika menyetubuhi budak orang lain,maka itu zina.
4)jika budak2 wanita itu tak menikah dgn tuan nya,ingin menikah dgn pemuda lain,maka tuan si budak mesti membantu biaya pernikahan nya(24:32).
5)tak boleh meng eksploitasi budak2 perempuan seperti
memaksanya jadi pelacur,di umpan dipesta2 sex,dst.kehormatan budak wanita cuma untuk tuan nya dirumah,tak boleh di umpan ke dunia luar yg kejam,keras dan maksiat dgn menjadi pelacur.(24:33).

KEBOLEHAN MENYETUBUHI BUDAK2 WANITA.

 

Hal ini tertera disurat 23:5-7 dan 70:30.yaitu tuan pemilik budak boleh menyetubuhi budak2 wanitanya dan tak disebut zina.karena menyetubuhi nya pun harus melalui pernikahan.

1)budak2 wanita di negri2 kafir tempo dulu tak ada aturan sejelas islam mengatur budak2 wanita hingga ke rumah tangga.bisa saja dinegara2 kafir tempo dulu nasib budak2 wanita selain dipakai tuan nya,dibuat untuk pesta2 sex,dijual jadi pelacur,dst.lalu tak mau dinikahi karena dianggap rendah.jadi bisa jadi nasib budak2 wanita dinegri2 kafir bisa jadi umbaran sana sini.

2)budak2 wanita dinegri2 muslim diatur oleh kesopanan quran dan sunnah.mereka ditempatkan dirumah2 tuan2 mereka dgn makan,minum,pakaian dan keamanan terjamin.dan cuma di setubuhi tuan2 mereka dengan nikah.kehormatan mereka tak boleh dijual dan di eksploitasi buat pelacuran.mereka dilarang dipukul,jika dipukul maka dia bebas otomatis.ia tak boleh disetubuhi laki2 lain lewat zina dan pelacuran.

 

 MENGAPA SEWAFAT RASULULLAH,PERBUDAKAN DI NEGRI2 MUSLIM TETAP BERLAKU?

semasa hidup rasulullah,sahabat,dst,telah banyak budak2 terbebaskan.sampai mati mereka menjadi orang2 merdeka..namun negri2 kafir seperti romawi,cina,india,dst masih berlakukan perbudakan.jika tentara2 mereka menang,mereka mendapat budak.maka negri2 muslim pun terpaksa berlakukan perbudakan terhadap musuh jika mereka kalah,sebagai timbal balik.

Maka ketika tentara muslim berperang melawan byzantium misalnya,tentara muslim mengambil budak dari bangsa romawi ketika menang(namun ada opsi membebaskan dengan cuma-cuma atau dengan tebusan).maka budak2 itu tinggal dirumah tangga muslim..budak2 itu diatur oleh syariat islam seperti tak boleh dipukuli,tak boleh bekerja melampaui batas,harus diberi makan+minum dan pakaian layak,dst..bagi yg wanita tak boleh dijadikan pelacur,tak boleh di gadai dan tak boleh di umpan ke pesta2 sex.lalu para budak itu pun akhirnya akan terbebas setelah beberapa waktu karena beberapa sebab..

APA KE ISTIMEWAAN HUKUM PERBUDAKAN DALAM ISLAM?

keistimewaan2 hukum perbudakan islam ialah:

1)aturan memanusiakan budak tercantum jelas dalam quran dan sunah..dan negara2 kafir tempo dulu tak jelas aturan memanusiakan budak.
Sehingga budak2 dinegara2 kafir pasti menderita hebat.
2)budak punya opsi bebas,tak jadi budak seumur hidup..beda dgn agama2 dan negara2 kafir tempo dulu,tunjukan bukti jika mereka mempunyai hukum yg ber opsi pembebasan perbudakan?
3)budak wanita dinegri2 islam tak dipandang rendah menurut quran dan hadist.buktinya budak wanita dinikahi majikannya.beda dgn negara2 kafir,pastinya mereka memandang rendah budak2 wanita.
4)budak2 punya opsi membebaskan diri dgn perjanjian mencicil pembayarannya jika si budak mau merdeka.atau jika ada dermawan ia dibebaskan dgn tunai..beda dgn negri2 kafir,tunjukkan bukti2 negri2 kafir terdahulu sibudak punya hak membebaskan diri?..masih banyak lagi ke istimewaan hukum2 perbudakan dalam islam.

KECERDIKAN SYARIAT ISLAM DALAM MEMBEBASKAN PERBUDAKAN DI MASA LAMPAU

perlu diketahui,semangat pembebasan perbudakan dalam islam dibagi dengan 3 cara:

1)si majikan membebaskan dengan niat sendiri ikhlas karena Allah.
2)ada dermawan yg mau membayar tunai pembebasan budak
3)dengan cara yg sangat cerdas dan cerdik..sebab cara 1 dan 2 kadang2 susah,si majikan kadang tak mau bebaskan budaknya,dan tak ada dermawan yg membiayai.

Cara ketiga ini amat cerdas dan cerdik.berbagai cara budak bisa bebas dgn cara ini:

@negara dan masyarakat memberi zakat pada budak itu untuk membebaskan dirinya.(qs 9:60)
@jika budak wanita disetubuhi tuannya dan punya anak,otomatis si wanita merdeka
@budak boleh meminta perjanjian kebebasan(24:33)
@jika majikan melakukan zihar,salah satu opsi kafarat ialah membebaskan budak(58:3)
@jika sang majikan suatu saat membunuh orang tampa sengaja,salah satu opsi kafarat ialah pembebasan budak.(4:92)
@jika majikan melanggar sumpah,salah satu opsi kafarat ialah membebaskan budak(5:89)
@jika membatalkan puasa ramadan dgn bersetubuh disiang hari,maka salah satu opsinya adalah membebaskan budak..dst
jadi ada seribu pintu pembebasan budak dalam islam.

 

APAKAH PEMBANTU2 WANITA JAMAN SEKARANG ADALAH BUDAK YG BOLEH DI SETUBUHI?

pembantu2 jaman kini bukanlah budak..sebab syarat2 terjadinya perbudakan ialah:
1)di saat perjanjian peniadaan budak belum tercapai antara negri2 muslim dan kafir.
2)didapat dari peperangan.

Maka pembantu jaman kini bukanlah budak dan beda dgn budak.sebab perbudakan telah hapus total.dan tak ada perang2 yg membolehkan perbudakan lagi.

MENGAPA BUDAK HARUS MENCICIL UANG PEMBEBASAN DIRINYA AGAR BISA BEBAS?

Pada masa dulu budak dianggap sebagai asset yg berharga seperti rumah,mobil,sawah,dll.budak harus mencicil uang pembebasan nya agar sama2 adil.sebab tuannya dulu membeli dia dgn harga yg tinggi.dan tuan nya telah memberi ia makan,minum,pakaian,tempat tinggal,dst..dan si budak pun dilarang bekerja terlalu berat dalam aturan syariat islam.

MENDAPAT BUDAK2 DENGAN CARA MENCULIK,ATAU MENDATANGI KOTA2 DAN DESA2 YANG DAMAI/TIDAK BERPERANG.

Cara2 orang2 eropa mendapatkan budak dgn mengirim tentara2 ke hutan2 rimba afrika lalu mengangkut pria,wanita dan anak2 jadi budak hal itu di HARAMKAN islam..perbudakan dalam islam cuma didapat dari peperangan..bukan penculikan..misalnya kota nirobi tak berperang dgn tentara muslim.maka diharamkan mendatangi penduduk nairobi tampa sebab perang lalu mengangkut penduduknya jadi budak..berbeda dgn eropa,tampa perang apapun,mereka menculik dan menangkapi penduduk afrika untuk menjadi budak.
BAGAIMANA ISLAM MEMPERLAKUKAN BUDAK?

Tidak ada sistem diantara sistem-sistem sosial didunia yang memperlakukan budak secara manusiawi dan terhormat sebagaimana Islam telah lakukan. Perlakukan Islam terhadap budak secara garis besar terbagi dalam tiga rumusan:

1. Menganggap Budak sebagai wujud manusia yang memiliki hak kehormatan dan kehidupan.

Sesungguhnya Islam datang untuk mengembalikan hakekat manusia, tanpa membedakan warna kulit, jenis dan tingkatannya. Islam datang untuk menyatakan :

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”. (Qur’an mulia 49:13)

Islam datang untuk menjelaskan, melalui lisan Muhammad saw, bahwa tidak ada kelebihan bagi seorang tuan atas budaknya, tidak ada kelebihan bagi orang kulit putih atas orang berkulit hitam tidak ada kelebihan orang Arab dengan bukan orang Arab kecuali dengan Taqwanya kepada Allah swt.

2. Menyamakan Budak dengan Manusia yang lain menyangkut hak dan kewajiban.

Sesuai dengan prinsip persamaan ini maka Islam menetapkan pula prinsip persamaan dalam ‘uqubat (sanksi) dan hudud (hukum).

Rasulullah saw bersabda :“Barangsiapa membunuh budaknya maka kami akan membalas membunuhnya, barangsiapa memotong salah satu anggota badan budaknya maka kami akan memotong salah satu anggota badannya, dan barang siapa mengebiri budaknya maka kami akan membalas mengebirinya”. (HR Bukhari, Muslim dan Abu Dawud).

Budak dan tuannya adalah saudara yang saling mencintai dan menolong.

Rasulullah saw bersabda: “Mereka adalah saudara kamu yang telah menjadi milik kamu karena Allah telah menjadikannya sebagai milikmu; karena itu barangsiapa yang saudaranya tersebut berada dibawah tangannya maka hendaklah ia memberi makan kepadanya dari apa yang ia makan, mempberi pakian dari pakian yang ia pakai, dan hendaknya jangan membebani mereka dengan pekerjaan-pekerjaan yang tidak mereka sanggupi; jika kamu membebani tugas kepada mereka hendaklah kamu menolongnya”. (HR Bukhari).

3. Memperlakukan budak dengan cara manusiawi dan Mulia.

Mereka adalah saudara kamu yang telah menjadi milik kamu karena Allah telah menjadikannya sebagai milikmu; karena itu barangsiapa yang saudaranya tersebut berada dibawah tangannya maka hendaklah ia memberi makan kepadanya dari apa yang ia makan, memberi pakian dari pakian yang ia pakai, dan hendaknya jangan membebani mereka dengan pekerjaan-pekerjaan yang tidak mereka sanggupi; jika kamu membebani tugas kepada mereka hendaklah kamu menolongnya”. (HR Bukhari).

Dari Abu Hurairah, Nabi saw bersabda: “Ketika salah seorang budakmu datang dengan makanan untukmu, maka jika ia tidak kau ajak duduk makan bersamamu maka berilah ia sesuap atau dua suap makanan tersebut, supaya ia merasakan hasil masakannya”. (HR Bukhari Muslim)

Islam melarang keras memfitnah manusia termasuk budak. Karena fitnah lebih kejam dari pembunuhan.

Rasulullah saw bersabda;
“Apabila seseorang memfitnah budaknya (dengan menuduh berzina ) dan budak itu tidak melakukan yang dituduh kepadanya, ia akan dicambuk pada hari kiamat kecuali yang dituduhkannya adalah benar.” (HR Bukhari, kitab tentang orang yang memerangi Allah dan RasulNya dari kalangan orang kafir dan murtad).

“Janganlah kamu mengatakan: Ini budak lelakiku dan ini adalah budak perempuanku; tetapi hendaklah kamu mengatakan: Ini adalah putra-putri ku”.

Perintah berbuat baik pada budak itu telah terekam dalam kitab suci Al Qur’an sbb:

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri”. (QS. An-Nisa’:36)

Rasulullah saw menunjuk mantan budaknya, Zaid, menjadi komandan perang dalam pertempuran melawan orang-orang Romawi di Mu’tah. Padahal dalam pasukan yang dipimpin Zaid ini terdapat para tokoh anshor dan Muhajirin. Kemudian pada kesempatan yang lain Rasulullah saw mengangkat anaknya, Usamah bin Zaid, untuk memimpin pasukan perang yang didalamnya ada Abu Bakar dan Umar, Khalifah Rasulullah saw. Dengan demikian Rasulullah saw tidak saja memberi persamaan derajad manusiawi kepada mantan budak tersebut, tetapi bahkan ia memberi kepadanya hak kepemimpinan atas orang-orang merdeka.

Sabda Rasulullah saw:“Dengar dan taatlah, sekalipun kamu dipimpin oleh seorang budak Habsyi yang rambutnya seperti kismis, selama dia menegakkan Kitab Allah swt ditengah kalian”. (HR Bukhari).

Demikianlah Rasulullah saw menyerahkan kedudukan yang tertinggi dalam urusan kaum Muslimin kepada seorang budak atau mantan budak, selama ia mampu dan pantas untuk jabatan tersebut. Al Bukhari membuat satu bab dalam kitab shahihnya yang ia beri nama Kitab tentang memerdekakan budak dan keutamaannya.

4. Menikahi Budak

 ”Dan barang siapa di antara kamu (orang merdeka) yang tidak cukup perbelanjaannya untuk mengawini wanita merdeka lagi beriman, ia boleh mengawini wanita yang beriman, dari budak-budak yang kamu miliki. Allah mengetahui keimananmu; sebahagian kamu adalah dari sebahagian yang lain, karena itu kawinilah mereka dengan seizin tuan mereka dan berilah maskawin mereka menurut yang patut, sedang mereka pun wanita-wanita yang memelihara diri, bukan pezina dan bukan (pula) wanita yang mengambil laki-laki lain sebagai piaraannya; dan apabila mereka telah menjaga diri dengan kawin, kemudian mereka mengerjakan perbuatan yang keji (zina), maka atas mereka separo hukuman dari hukuman wanita-wanita merdeka yang bersuami. (Kebolehan mengawini budak) itu, adalah bagi orang-orang yang takut kepada kesulitan menjaga diri (dari perbuatan zina) di antaramu, dan kesabaran itu lebih baik bagimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS.An-Nisa’:25) 

 “Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian [1036] diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan (imaa ikum). Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.”  (QS.An-Nur:32) 

Maksudnya hendaklah laki-laki yang belum kawin atau wanita-wanita yang tidak bersuami, dibantu agar mereka dapat kawin.

5. Derajat budak mukmin lebih tinggi daripada wanita kaya yang musyrik

  “Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak (amat) yang mu’min lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mu’min) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mu’min lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.” (QS.Al-Baqarah:221) 

BAGAIMANA ISLAM MEMERDEKAKAN BUDAK?
1.Memerdekakan budak karena mengharap Ridha Allah swt.

Maksudnya memerdekakan budak dari keinginan dan kehendak tuannya karena mengharap pahala dari sisi Allah semata. Islam menggalakan dan menggemarkan (taghib) para tuan atau pemilik budak agar memerdekakan budaknya;

“Maka tidakkah sebaiknya (dengan harta itu) ia menempuh jalan menanjak lagi sukar. Tahukah apakah itu? Itulah memerdekakan budak”. (QS.Al Balad:11-13).

Rasulullah saw bersabda :Dari Abu Dzar, Ya Rasul amal apakah yang paling utama? Jawabnya: “Beriman kepada Allah dengan sepenuh hatinya, dan jihad fi sabilillah”. Kemudian memerdekakan budak yang bagaimanakah yang paling utama? Jawabnya:”Yang paling disayang tuannya, dan paling besar harganya”.(HR Bukhari dan Muslim di Riyadush Shalihin Imamul An Nawawi).

Sebagai hasil dari pengarahan Nabi ini maka kaum muslimin dengan penuh semangat dan niat ikhlas, bergegas memerdekakan budak karena ikhlas mengharap Ridha Allah dan sorgaNya dihari dimana anak dan harta tidak berguna lagi.

Ali bin al Hasan bertanya setelah mendengar hadist diatas kepada Sa’id bin Mirjanah: “Kamu sendiri yang mendengar hadis ini dari Abu Hurairah?. Sa’id menjawab: “Ya”. Lalu Ali berkata kepada anaknya: “Panggilah Si Muthrif (salah seorang budaknya)“. Ketika Muthrif datang kepadanya, Ali bin Mirjanah berkata: “Pergilah kamu, karena kamu sekarang sudah merdeka”.

Abu Bakar menginfakkan sejumlah hartanya untuk memerdekakan para budak dari tangan bangsawan Quraisy di Makkah.

Sungguh peristiwa pembebasan budak dalam jumlah besar ini tidak pernah terjadi dalam sejarah kemanusiaan sebelum atau sesudah Islam.

2. Memerdekakan budak sebagai kafarat (penghapus dosa / denda).

a. orang yang membunuh karena keliru (tidak sengaja) kafaratnya adalah memerdekakan budak atau membayar diyat kepada keluarganya.

“Dan tidaklah layak bagi seorang mukmin membunuh seorang mukmin (yang lain), kecuali karena tersalah (tidak sengaja) dan barangsiapa membunuh seorang mumin karena tersalah (hendaklah) ia memerdekakan seorang hamba sahaya yang beriman serta membayar dia yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh itu), kecuali jika mereka (keluarga terbunuh) bersedekah. Jika ia (si terbunuh) dari kaum yang memusuhimu, padahal ia mu’min, maka (hendaklah si pembunuh) memerdekakan hamba-sahaya yang mu’min.” (QS. An-Nisa’:92).

b. orang yang membunuh orang kafir, padahal ada perjanjian perdamaian antara fihak kafir dan muslim, maka kafaratnya adalah memerdekakan budak atau membayar diyat kepada keluarganya.

“Dan jika ia (si terbunuh) dari kaum (kafir) yang ada perjanjian (damai) antara mereka dengan kamu, maka (hendaklah si pembunuh) membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh) serta memerdekakan hamba sahaya yang mukmin. Barangsiapa yang tidak memperolehnya, maka hendaklah ia (si pembunuh) berpuasa dua bulan berturut-turut sebagai cara taubat kepada Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS 4:92).

c. orang yang melanggar sumpah, kafaratnya diantaranya adalah memerdekakan budak.

“Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang disengaja, maka kaffarat (melanggar) sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. Barangsiapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kaffaratnya puasa selama tiga hari. Yang demikian itu adalah kaffarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). Dan jagalah sumpahmu. Demikian Allah menerangkan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur(kepada-Nya).” (QS.Al-Maidah:89).

d. orang yang menzhihar istrinya kemudian bertaubat maka kafaratnya adalah memerdekakan budak :

“Orang-orang yang menzhihar istri mereka, kemudian mereka hendak menarik kembali apa yang mereka ucapkan, maka wajib atasnya memerdekakan budak sebelum kedua suami istri itu berkumpul” (QS. Al-Mujadilah : 3).

e. orang yang membatalkan puasa di bulan Ramadhan dengan sengaja tanpa uzur syar’i misalnya karena berjima’ dg istrinya di siang hari maka karafatnya adalah membebaskan budak berdasarkan hadist shahih.

Datang seseorang kepada Nabi n dan berkata, “Wahai Rasulullah, aku telah binasa!” Rasulullah bertanya, “Apa yang membinasakanmu?” Orang itu menjawab, “Aku telah menggauli (berjima’, pen.) istriku di siang Ramadhan.” Rasulullah n kemudian mengatakan, “Mampukah engkau untuk memerdekakan budak?” Ia menjawab, “Tidak.” Kemudian kata beliau, “Mampukah engkau berpuasa selama dua bulan berturut-turut?” Ia menjawab, “Tidak.” Kemudian kata beliau, “Mampukah engkau memberi makan 60 orang miskin?” Ia menjawab, “Tidak.” Kemudian ia pun duduk dan Rasulullah n memberi satu wadah kurma (sebanyak 60 mud, pen.) dan beliau berkata, “Shadaqahkan ini.” Orang itu bertanya, “Kepada yang lebih fakir dari kami? Sungguh di Kota Madinah ini tiada yang lebih membutuhkan kurma ini daripada kami.” Mendengar itu Rasulullah n tertawa hingga terlihat gigi taringnya, kemudian beliau n berkata, “Pulanglah dan berikan ini kepada keluargamu.”
Hadits di atas diriwayatkan oleh Abu Hurairah  dalam Kutubus Sittah selain an-Nasa’i (al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan Ibnu Majah), dari jalan az-Zuhri Muhammad bin Muslim, dari Humaid bin Abdurrahman, dari Abu Hurairah

3. Memerdekakan budak dengan Muktabah.

Muktabah ialah memerdekakan budak bila si budak menuntut sendiri dengan imbalan sejumlah uang yang telah disepakati oleh kedua belah pihak. Bila ia telah melunasinya maka ia merdeka. dan si tuan haruslah membantu uang kepada si budak.

“Dan budak-budak yang kamu miliki yang menginginkan perjanjian, hendaklah kamu membuat perjanjian dengan mereka, jika kamu mengetahui ada kebaikan pada mereka, dan berikanlah kepada mereka sebagian dari harta Allah yang dikaruniakan kepada kamu”. (QS.An-Nur:33).

4. Memerdekakan budak menjadi tanggung jawab negara.

“Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanya untuk, orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mualaf yang dibujuk hatinya, untuk memerdekakan budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang jalam perjalanan, sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. (QS. At-Taubah:60).

Sejarah Islam memberikan data kepada kita, bahwa penanggung jawab Baitul mal dimasa pemerintahan Islam biasa membeli sejumlah budak lalu dibebaskan dengan mengambil uang dari hasi Zakat. Yahya bin Sa’id berkata; “Umar bin Abdul Aziz pernah mengutusku untuk mengurusi Zakat-zakat di Afrika, lalu zakat itu aku belikan sejumlah budak untuk dimerdekakan.

5.  Memerdekakan budak karena telah memukulnya.

Rasulullah saw bersabda :“Barangsiapa memukul budaknya bukan karena kesalahan yang dilakukannya atau menamparnya, maka kafaratnya adalah memerdekakannya”. (HR Muslim).

6. Cara Memerdekakan Budak dan Keutamaannya

“Bila seseorang memiliki budak yang masih mahram, maka dia merdeka”.(Ahmad dan Empat, dari Samurah bin Jundub)

Hadis riwayat Ibnu Umar ra., ia berkata, Rasulullah saw. bersabda:
“Barang siapa memerdekakan bagiannya dalam diri seorang budak, kemudian ia masih mempunyai kekayaan yang mencapai harga budak itu, maka budak itu ditaksir menurut harga sepatutnya, lalu ia membayarkan kepada masing-masing kawan berserikatnya yang lain bagian mereka sehingga merdekalah budak itu. Jika tidak, maka ia hanya memerdekakan bagiannya saja.” (Sahih Muslim, hadits no : 2758)

Hadis riwayat Abu Hurairah ra, dari Nabi saw. beliau bersabda:

“Mengenai seorang budak yang dimiliki dua orang tuan, lalu salah seorang dari keduanya memerdekakan budak tersebut. Beliau bersabda: Dia menanggung (pembayaran hak kawan serikatnya bila ia seorang yang kaya)”. (Sahih Muslim, hadits no : 2759)

Hadis riwayat Aisyah ra, dari Ibnu Umar, dari Aisyah, bahwa ia ingin membeli seorang budak perempuan untuk dimerdekakan. Pemilik budak itu berkata: Kami akan menjualnya kepadamu, dengan syarat hak loyalitasnya untuk kami. Lalu Aisyah ra. menceritakan hal itu kepada Rasulullah saw. dan beliau bersabda:
“Syarat itu tidak dapat menghalangimu, karena hak loyalitas itu hanya untuk yang memerdekakan” . (Sahih Muslim, hadits no : 2761)

Hadis riwayat Abu Hurairah ra, dari Nabi saw. beliau bersabda:
“Barang siapa memerdekakan seorang budak mukmin, maka Allah akan membebaskan setiap anggota tubuhnya dari neraka dengan setiap anggota tubuh budak itu.” (Sahih Muslim, hadits no : 2775)

Silahkan cek keabsahan hadist-nya di link : http://hadith.al-islam.com/

Demikianlah gambaran perbudakan dalam Islam. Islam secara berangsur-angsur telah berusaha untuk menghapuskan perbudakan dari muka bumi. Karena Allah tidak memandang pangkat atau derajad manusia tetapi yang di lihat hatinya dan kadar ketaqwaannya.

Nah, jika perbudakan sudah dihapuskan oleh syariat Islam, bagaimana mungkin ayat tentang menyetubuhi budak masih diterapkan oleh umat Islam?! Tentu saja itu tuduhan konyol. Segala bentuk fitnahan terhadap agama Islam memang sering kali dilancarkan, salah satunya adalah masalah Perbudakkan. Negara-negara yang berlandaskan hukum Islam atau syariat seperti Arab Saudi, Irak, Iran, Yaman dll sudah terbebas dari Perbudakkan. Permasalahan yang terjadi terhadap TKW Indonesia adalah ulah oknum perorangan. Status TKW bukan budak, mereka adalah manusia merdeka yg bekerja dengan kemampuannya dan dibayar. Tentu dengan kehadiran Rasulullah SAW di tengah umat yang Jahiliyah dan Bodoh itu, tengah membawa hukum baru dan solusi berbagai masyarakat pra Islam di Tanah Arab. Rasulullah SAW dengan sekuat tenaga menghilangkan perbudakkan secara berangsur-angsur hingga saat ini mengakui dan mendukung manusia yang merdeka.

TENTANG MARIA AL-QIBTIYAH

Seorang wanita asal Mesir yang dihadiahkan oleh Muqauqis, penguasa Mesir kepada Rasulullah tahun 7 H. Setelah dimerdekakan lalu dinikahi oleh Rasulullah dan mendapat seorang putra bernama Ibrahim. Dia adalah istri Rasulullah satu-satunya yang melahirkan seorang putra, Ibrahirn, setelah Khadijah

Seperti halnya Sayyidah Raihanah binti Zaid, Maria al-Qibtiyah adalah budak Rasulullah yang kemudian beliau bebaskan dan beliau nikahi. Rasulullah memperlakukan Maria sebagaimana beliau memperlakukan istri-istri beliau yang lainnya. Abu Bakar dan Umar pun memperlakukan Maria layaknya seorang Ummul-Mukminin. Sepeninggal Rasulullah dia dibiayai oleh Abu Bakar kemudian Umar dan meninggal pada masa kekhalifahan Umar.

Tidak benar kalau Rasulullah SAW berzina dengan budak tersebut. Dan tidak juga benar Maria adalah budak istri Rasulullah Hafsah, Putri Umar Al Khattab. Maria adalah budak Rasulullah SAW sendiri sekaligus istri beliau dari golongan hamba sahaya dalam bahasa kita adalah selir, bukan budak Hafsah istri Rasulullah Putri Umar Al Khattab Al Faruq.

Cerita selengkapnya bisa dibaca di link ini:
http://ahlulhadist.wordpress.com/2007/10/01/mariyah-al-qibtiyah-wafat-16h637-m/

Perkara Rasulullah SAW mau mendatangi beliau (Maria) di rumah Hafsah yang juga rumah Rasulullah ketika pulang dari Syria itu bukan sedangkan Hafsa sedang tidak di rumah saya rasa bukanlah hal aneh. Perkara Rasululah bersumpah untuk tidak mendatangi Maria karena kecemburuan istrinya yg lain juga bukan hal yg perlu dipermasalahkan. Yang saya tanyakan kapan dan dimana Rasulullah berzinah dengan Maria? Sementara Maria sendiri adalah istri beliau (Rasulullah SAW) yang dari buah perkawinannya lahirlah Ibrahim yang meninggal pada umur 2 tahun.

Adapun mengenai perbandingannya, mari kita lihat dari sudut pandang ajaran Alkitab Kristen tentang perbudakan.

APAKAH ALKITAB MEMERINTAHKAN UNTUK MEMBEBASKAN BUDAK?

DALAM PERJANJIAN LAMA

Jawabnya tentu saja tidak. Tidak ada satu ayatpun dalam Alkitab yang memerintahkan untuk membebaskan budak. Bahkan ada ayat dalam Alkitab yang berbunyi begini;

Imamat_25:

(44) Tetapi budakmu laki-laki atau perempuan yang boleh kaumiliki adalah dari antara bangsa-bangsa yang di sekelilingmu; hanya dari antara merekalah kamu boleh membeli budak laki-laki dan perempuan.

(45) Juga dari antara anak-anak pendatang yang tinggal di antaramu boleh kamu membelinya dan dari antara kaum mereka yang tinggal di antaramu, yang dilahirkan di negerimu. Orang-orang itu boleh menjadi milikmu.
(46) Kamu harus membagikan mereka sebagai milik pusaka kepada anak-anakmu yang kemudian, supaya diwarisi sebagai milik; kamu harus memperbudakkan mereka untuk selama-lamanya…dstnya.

Nilai kemanusiaan apa yang dapat diambil dari ayat perbudakan diatas? Apakah Alkitab mengajarkan tentang pembebasan budak? Budak yang diwariskan turun-temurun tidak akan pernah merasakan kemerdekaannya. Apakah Alkitab mengajarkan kebebasan? Jawaban atas semuanya adalah TIDAK.

Perbudakan mengalami masa paling tragis pada jaman kolonialisme dan imperialisme kristen. Sejarah mencatat perbudakan yang dilakukan oleh orang-orang kristen terhadap Amerika latin, Afrika bahkan di Asia. Jaman penjajahan Belanda di Indonesia, orang-orang pribumi dijadikan budak rodi yang tak berharga. Mereka terinspirasi oleh ayat ;

Eksodus (Keluaran) 21:20 Apabila seseorang MEMUKUL BUDAKNYA laki-laki atau perempuan dengan tongkat, sehingga mati karena pukulan itu, pastilah BUDAK ITU DIBALASKAN.

21:21 Hanya jika budak itu masih hidup sehari dua, maka janganlah dituntut belanya, sebab BUDAK ITU ADALAH MILIKNYA SENDIRI.

Keluaran_21:
(7) Apabila ada seorang menjual anaknya yang perempuan sebagai budak, maka perempuan itu tidak boleh keluar seperti cara budak-budak lelaki keluar.

Jadi umat kristen syah-syah saja menjual anak perempuannya sebagai budak. Tidak ada larangan, bahkan ada anjurannya dalam Alkitab.

Ulangan_20:

(10) Apabila engkau mendekati suatu kota untuk berperang melawannya, maka haruslah engkau menawarkan perdamaian kepadanya.
(11) Apabila kota itu menerima tawaran perdamaian itu dan dibukanya pintu gerbang bagimu, maka haruslah semua orang yang terdapat di situ melakukan pekerjaan rodi bagimu dan menjadi hamba kepadamu.
(12) Tetapi apabila kota itu tidak mau berdamai dengan engkau, melainkan mengadakan pertempuran melawan engkau, maka haruslah engkau mengepungnya;
(13) dan setelah TUHAN, Allahmu, menyerahkannya ke dalam tanganmu, maka haruslah engkau membunuh seluruh penduduknya yang laki-laki dengan mata pedang.
(14) Hanya perempuan, anak-anak, hewan dan segala yang ada di kota itu, yakni seluruh jarahan itu, boleh kaurampas bagimu sendiri, dan jarahan yang dari musuhmu ini, yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, boleh kaupergunakan.

Di dalam ayat tsb dijelaskan, jika berdamai harus harus jadi budak dan kerja rodi. Tapi jika tidak, maka dalam kondisi apapun baik peprangan ataupun setelah kalah perang, pihak laki-laki akan dibunuh. Dan perempuan, anak-anak, dan seluruh harta benda boleh di ‘pergunakan’.

Ulangan_21:

(20) Apabila seseorang memukul budaknya laki-laki atau perempuan dengan tongkat, sehingga mati karena pukulan itu, pastilah budak itu dibalaskan.
(21) Hanya jika budak itu masih hidup sehari dua, maka janganlah dituntut belanya, sebab budak itu adalah miliknya sendiri.

Memukul budak tapi tidak sampai mati, syah-syah saja menurut Alkitab.

Keluaran_21:

(28) Apabila seekor lembu menanduk seorang laki-laki atau perempuan, sehingga mati, maka pastilah lembu itu dilempari mati dengan batu dan dagingnya tidak boleh dimakan, tetapi pemilik lembu itu bebas dari hukuman.

(29) Tetapi jika lembu itu sejak dahulu telah sering menanduk dan pemiliknya telah diperingatkan, tetapi tidak mau menjaganya, kemudian lembu itu menanduk mati seorang laki-laki atau perempuan, maka lembu itu harus dilempari mati dengan batu, tetapi pemiliknyapun harus dihukum mati.
(30) Jika dibebankan kepadanya uang pendamaian, maka haruslah dibayarnya segala yang dibebankan kepadanya itu sebagai tebusan nyawanya.
(31) Kalau ditanduknya seorang anak laki-laki atau perempuan, maka pemiliknya harus diperlakukan menurut peraturan itu juga.
(32) Tetapi jika lembu itu menanduk seorang budak laki-laki atau perempuan, maka pemiliknya harus membayar tiga puluh syikal perak kepada tuan budak itu, dan lembu itu harus dilempari mati dengan batu.

Apabila lembu menanduk orang merdeka maka lembu itu harus dilempari MATI dengan batu, sedangkan kalau menanduk seorang budak maka lembu itu di lempari batu tapi tidak sampai mati. Lebih berharga mana lembu dengan manusia budak? Bahkan dengan tegas Yesus menyatakan bahwa jika hamba atau budak tidak melaksanakan kehendak tuannya maka Pukul.

DALAM PERJANJIAN BARU
Ephesians (Efesus)
6:5 Hai HAMBA-HAMBA, taatilah TUANMU yang di dunia dengan takut dan gentar, dan dengan tulus hati, sama seperti kamu taat kepada Kristus,

1- Timotius
6:1 Semua orang yang menanggung beban PERBUDAKKAN hendaknya menganggap TUAN mereka layak mendapat segala penghormatan, agar nama Allah dan ajaran kita jangan dihujat orang.

6:2 Jika TUAN mereka seorang percaya, janganlah ia kurang disegani karena bersaudara dalam Kristus, melainkan hendaklah ia dilayani mereka dengan lebih baik lagi, karena TUAN yang menerima berkat pelayanan mereka ialah saudara yang percaya dan yang kekasih.

APAKAH DIDALAM ALKITAB TIDAK ADA YANG MENYEBUTKAN TENTANG MENGGAULI BUDAK, SEPERTI YANG DISEBUTKAN DALAM AL-QUR’AN?

Mari kita bahas:

Lukas_12:

(47) Adapun hamba yang tahu akan KEHENDAK TUANNYA, tetapi yang tidak mengadakan persiapan atau tidak melakukan apa yang dikehendaki tuannya, ia akan menerima banyak pukulan.

Kita bisa lihat dalam konteks ayat tadi budak yg tidak melakukan kehendak tuannya, akan menerima pukulan. Apa ya kehendak tuannya?

baca lagi…

Keluaran_21:

(4) Jika tuannya memberikan kepadanya seorang isteri dan perempuan itu MELAHIRKAN ANAK-ANAK lelaki atau perempuan, maka perempuan itu dengan anak-anaknya tetap menjadi kepunyaan tuannya, dan budak laki-laki itu harus keluar seorang diri.

Baca lagi. …perempuan itu MELAHIRKAN ANAK-ANAK lelaki atau perempuan… Apa itu bukan MENGGAULI? Gimana rumusnya jika seorang budak sampe MELAHIRKAN, tapi gak digauli?

Dan juga anak-anak yg di lahirkan TETAP MILIK TUANNYA, ternyata seorang budakpun tak ubahnya seperti binatang ternak.

SEJARAH HITAM PERBUDAKAN KRISTEN TERHADAP PENDUDUK AFRIKA bisa anda baca di http://africanhistory.about.com

wallahu’alam bishshowab…