logo riba 3

Dalam alkitab terdapat ayat yang sangat tidak adil dan diskriminatif.dan ayat sediskriminatif ini mustahil merupakan firman Allah.padahal Allah dalam alkitab mengklaim diri-Nya sebagai Tuhan yang maha adil,simak:

Ulangan 32:4Gunung Batu, yang pekerjaan-Nya sempurna, karena segala jalan-Nya adil, Allah yang setia, dengan tiada kecurangan, adil dan benar Dia.

Ulangan 32:36Sebab TUHAN akan memberi keadilan kepada umat-Nya, dan akan merasa sayang kepada hamba-hamba-Nya; apabila dilihat-Nya, bahwa kekuatan mereka sudah lenyap, dan baik hamba maupun orang merdeka sudah tiada.

Tapi semua klaim di atas menjadi omong kosong ketika kita membaca ayat di bawah ini.di mana Riba berdosa jika di lakukan sesama yahudi dan tidak dosa jika menjerat bangsa lain dengan riba yang mencekik itu.apakah ini adil?ini sangat tak adil tentu nya.tetapi,itulah gaya keadilan Alkitab yang sangat aneh.

 

(19) Janganlah engkau membungakan kepada saudaramu, baik uang maupun bahan makanan atau apapun yang dapat dibungakan.(20) Dari orang asing boleh engkau memungut bunga, tetapi dari saudaramu janganlah engkau memungut bunga–supaya TUHAN, Allahmu, memberkati engkau dalam segala usahamu di negeri yang engkau masuki untuk mendudukinya.”(Ulangan 23:19-20)

Ayat di atas bertentangan dengan bagian lain taurat.

(25) Jika engkau meminjamkan uang kepada salah seorang dari umat-Ku, orang yang miskin di antaramu, maka janganlah engkau berlaku sebagai seorang penagih hutang terhadap dia: janganlah kamu bebankan bunga uang kepadanya.(keluaran 22:25)

Apakah yesus setuju dengan ayat diskriminatif di atas?tentu mustahil keadilan berkata bahwa itu di setujui oleh yesus.maksud yesus menggenap kan hukum taurat dan tak menghapuskan nya satu iota pun adalah:Hukum-hukum taurat dan kitab para nabi-nabi yanmg masih baik-baik dan belum terjadi penyimpangan di dalam nya.sama seperti Rasul Muhammad menghadapi Taurat,beliau dengan bimbingan Allah mengimani kitab taurat,tetapi pada bagian-bagian yang masih baik-baik dan asli nya.

DAMPAK AYAT DI ATAS BAGI KEHIDUPAN SOSIAL YAHUDI  JAZIRAH ARAB DI JAMAN SEBELUM DAN SESUDAH RASULULLAH.

Allah dalam quran merinci bahwa ayat mungkar di atas telah membuat bangsa yahudi di jazirah arab gemar berkhianat pada bangsa-bangsa lain nya selain mereka.sebab sudah kuat terpatri bagi diri mereka bahwa mereka bangsa pilihan tuhan.hingga menghianati bangsa-bangsa lain adalah tidak berdosa,seperti tak berdosa nya mereka membebani riba bagi bangsa-bangsa lain selain ras yahudi.

Ali-`Imraan:75

۞ وَمِنْ أَهْلِ ٱلْكِتَٰبِ مَنْ إِن تَأْمَنْهُ بِقِنطَارٍۢ يُؤَدِّهِۦٓ إِلَيْكَ وَمِنْهُم مَّنْ إِن تَأْمَنْهُ بِدِينَارٍۢ لَّا يُؤَدِّهِۦٓ إِلَيْكَ إِلَّا مَا دُمْتَ عَلَيْهِ قَآئِمًۭا ۗ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا۟ لَيْسَ عَلَيْنَا فِى ٱلْأُمِّيِّۦنَ سَبِيلٌۭ وَيَقُولُونَ عَلَى ٱللَّهِ ٱلْكَذِبَ وَهُمْ يَعْلَمُونَ

Di antara Ahli kitab ada orang yang jika kamu mempercayakan kepadanya harta yang banyak, dikembalikannya kepadamu; dan di antara mereka ada orang yang jika kamu mempercayakan kepadanya satu dinar, tidak dikembalikannya kepadamu kecuali jika kamu selalu menagihnya. Yang demikian itu lantaran mereka mengatakan: “tidak ada dosa bagi kami terhadap orang-orang ummi [206]. Mereka berkata dusta terhadap Allah, padahal mereka mengetahui.

TAFSIR:

Dalam ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa di antara ahli kitab ada sekelompok manusia yang apabila mereka itu mendapat kepercayaan diserahi harta yang banyak ataupun sedikit mereka mengembalikannya sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya. Akan tetapi ada pula di antara mereka yang apabila mendapat kepercayaan diserahi sejumlah harta sedikit saja mereka tidak mau mengembalikannya kecuali apabila ditagih. Mereka baru mau menyerahkannya setelah melalui proses pembuktian.
Hal ini menunjukkan bahwa di antara ahli kitab itu ada sekelompok orang yang pekerjaannya mempersulit orang-orang Islam dan membuat tipu daya agar supaya orang Islam tidak senang memeluk agamanya dan berbalik untuk mengikuti agama mereka. Dan di antara mereka ada pula sekelompok orang yang pekerjaannya memutar balikkan hukum. Mereka menghalalkan memakan harta orang lain dengan alasan bahwa: “Kitab Taurat melarang mengkhianati amanat terhadap saudara-saudara mereka seagama. Kalau pengkhianatan itu dilakukan terhadap bangsa lain mereka membolehkannya. Dengan ringkas dapat dikatakan bahwa orang-orang Bani Israel itu dapat dibagi menjadi dua golongan:
1.Ahli Kitab yang betul-betul berpegang pada kitab Tauratnya yaitu betul-betul bisa dipercaya. Sebagai contoh misalnya Abdullah bin Salam yang dititipi harta oleh orang Quraisy dalam jumlah besar kemudian harta itu dikembalikannya lagi.
2.Ahli Kitab yang tidak dapat dipercaya karena apabila mereka itu dititipi sejumlah harta walaupun sedikit mereka mengingkari dan tidak mau mengembalikannya lagi kecuali apabila dibuktikan dengan keterangan yang masuk akal atau apabila melalui proses pembuktian di muka pengadilan.
Sebagai contoh ialah: Ka’ab bin Al Asyraf yang dititipi uang satu dinar oleh orang-orang Quraisy kemudian dia mengingkari titipan itu.
Kemudian Allah SWT menerangkan sebab-sebab mereka melakukan demikian, ialah karena mereka beranggapan tidak berdosa apabila mereka tidak menunaikan amanat terhadap orang Islam karena mereka beranggapan bahwasanya tidak ada ancaman dan tidak ada dosa apabila mereka makan harta orang Islam dengan jalan yang batil.
Secara ringkas dapat dikatakan bahwa menurut pendapat mereka Setiap orang selain bangsa Yahudi tidak akan diperhatikan Allah, bahkan mereka mendapat murka dari Allah. Oleh sebab itulah maka harta mereka tidak akan mendapat perlindungan. Dan mengambil harta mereka tidak dianggap sebagai dosa. Dan tidak dapat diragukan lagi bahwa anggapan serupa ini adalah termasuk pengingkaran, penipuan dan keterlaluan serta penghinaan terhadap agama.
Tentang sebab turunnya ayat ini Ibnu Jarir At Tabari meriwayatkan bahwa sebagian orang Islam menjual barang-barang dagangannya kepada orang-orang Yahudi pada zaman Jahiliah. Setelah mereka masuk Islam orang-orang Arab meminta harga barang-barang itu. Orang-orang Yahudi berkata: “Kami tidak bertanggung jawab dan kamu tidak berhak menuntut dari kami ke pengadilan karena kamu telah meninggalkan agamamu”. Mereka mengatakan bahwa mereka menemukan ketentuan itu di dalam kitab Taurat.
oleh sebab itulah maka Allah SWT menjawab pertanyaan mereka dengan firman Nya:

ويقولون على الله الكذب وهم يعلمون
Artinya:
Mereka berkata dusta kepada Allah, padahal mereka mengetahuinya.
(Q.S Ali Imran)
Maksudnya mereka mengetahui dan menyadari bahwa mereka sengaja berdusta dalam hal itu, padahal mereka telah mengetahui, bahwa dalam kitab Taurat tidak ada ketentuan sedikitpun yang membolehkan untuk mengkhianati orang-orang Arab, dan memakan harta orang Islam secara tidak sah.
Sebenarnya mereka telah mengetahui. hal itu seyakin-yakinnya akan tetapi mereka tidak berpegang kepada kitab Taurat itu, mereka lebih cenderung bertaklid kepada perkataan pemimpin-pemimpin agama mereka. dan menganggap sebagai ketentuan yang wajib mereka ikuti, padahal pemimpin-pemimpin mereka itu mengemukakan pendapatnya mengenai hal-hal yang bersangkut paut dengan agama dengan menggunakan pentakwilan dengan akal dan hawa nafsu. Mereka tidak segan-segan merubah susunan kalimat asli Taurat untuk memperkuat pendapat mereka. Merekapun betul-betul mempertahankan pendapat-pendapat itu dengan mencari-cari alasan yang dapat menguatkannya.
Diriwayatkan juga oleh Ibnul Munzir dari Sa’id bin Jubair ia berkata: Setelah turun ayat 75 ini Rasulullah bersabda:

كذب اعداء الله ما من شيء في الجاهلية إلا وهو تحت قدمي هاتين إلا الأمانة فإنها مؤداة إلى البر والفاجر.
Artinya:
“Musuh-musuh Allah (orang-orang Yahudi) telah berdusta. Tidak ada suatu ketentuan di zaman Jahiliah melainkan telah berada di bawah kedua telapak kakiku ini (telah dibatalkan) terkecuali amanat. Amanat ini diwajibkan kepada orang yang baik dan orang yang jahat.

Ayat quran di atas sekaligus membantah ke absahan kitab taurat Ulangan 23:19-20.Allah tak mengakui ayat itu yang mana ayat itu melebar di tafsirkan yahudi buat menghianati bangsa-bangsa lain,dan tidak berdosa menghianati bangsa lain,dengan dasar bahwa kejahatan riba saja di bolehkan bagi bangsa lain,tentu juga boleh menipu dan merampas harta bangsa lain.Allah tegas2 menyangkal bahwa ayat itu sebagai firman-Nya dalam taurat.

Mereka berkata dusta kepada Allah, padahal mereka mengetahuinya.
(Q.S Ali Imran)