hakim

 

 

Rasulullah selalu di jadikan sasaran fitnah,bahwa beliau sebagai pembunuh berdarah dingin.padahal HARUS DI BEDAKAN PEMBUNUH DENGAN HAKIM YANG MEMUTUS KAN HUKUMAN MATI BAGI KRIMINALITAS.yang kategori kedua bukan lah pembunuh,tetapi hakim yang menindak tindak pidana kriminalitas.Allah menyuruh membunuh pembunuh dengan hukuman bunuh/mati buat keamanan nyawa dan harta kita semua dari para bandit,mafia,,pembunuh bayaran,dst.semua itu buat mempertakut orang2 jahat dari semeana-mena membunuh orang lain.maka orang yg tak bersalah membunuh manusia lainnya haram di bunuh.sebab mereka tak bersalah apapun.di bunuh nya pembunuh justru menunjukkan nyawa manusia amat mahal.tak boleh membunuh manusia lain dengan zalim.

salah satu yang di halal kan darahnya(di hukum mati)oleh Rasulullah adalah Muqaish bin Shahabah Al-laitsy.ia di perintah kan di hukum mati pada peristiwa Fathul makkah oleh Rasulullah.Rasulullah memerintah kan untuk menghukum mati Muqaish karena Muqaish telah membunuh seorang Anshar yang telah membunuh saudaranya tampa sengaja,lalu Muqaish setelah membunuh,lalu ia lari ke masyarakat Quraisy dan kembali menjadi musyrik.(Thabaqat kubra Juz 2 hal 103 dan Ansab al-asyraf Juz 1 hal 307)

A-baladziry berkata:

“Adapun muqaish bin shahabah memiliki seorang saudara.saudaranya yang bernama hasyim bin shahabah bin hazn ini telah memeluk islam.ia telah mengikuti peperangan Muraisi bersama rasulullah..ia di bunuh oleh seorang Anshar karena kesalahan,karena ia di kira orangt musyrik.oleh karena itu,Muqaish datang untuk meminta keadilan kepada Rasulullah.kemudian Rasulullah memutuskan agar Aqilah Al-Ansahry untuk membayar diyat.Muqaish pun mengambil diyat itu dan masuk islam.namun selanjutnya ia menganiaya pembunuh saudara nya lalu membunuh nya,dan ia kabur dalam keadaan murtad…rasulullah memerintah kan kepada siapa saja yang menemukan nya untuk membunuh nya(Ansab Al-Asyraf,Juz 1 hal 358)

Muqaish adalah pembunuh,sedangkan murtad dalaha dosa susulan.adapun perintah rasul untuk membunuh nya adalah di sebab kan ada kaitan nya dengan kasus pembunuhan/bukan kasus murtadnya(Laa iqraha fid din,Thaha jabir Al-ulwani)

lagi-lagi rasulullah memerintah kan hukuman mati hanya karena suatu kejahatan dan kriminal tertentu,seperti kasus pembunuhan di atas.Muqaish yang serakah seharusnya setelah menerima diyat,maka tak boleh menuntut qisas lagi bagi pembunuh saudara nya.namun ia main hakim sendiri dengan menganiaya pembunuh saudaranya itu lalu membunuh nya.karena maghsyul,ia pun lari dan kabur dalam keadaan murtad,sebab ia tahu,perbuatan nya telah melakukan dosa berlapis,yakni memakan diyat tetapi tak puas lalu membunuh. maka anda nalar sendiri dalam hal ini,apakah rasul sebagai pembunuh berdarah dingin atau sebagai hakim yang adil?silahkan nalar sendiri.

RASULULLAH AMAT TEGAS DENGAN PENJAHAT,KRIMINAL DAN KEJAHATAN,DAN AMAT MENGHARAMKAN MEMBUNUH ORANG-ORANG YANG TAK BERSALAH,SEPERTI WANITA DAN ANAK-ANAK.

Terhadap para pembunuh seperti Muqaish dan Al-khathal Rasulullah amat tegas.tetapi pada orang-orang yang tak berdosa dan bersalah,rasulullah amat melindungi dan menyayangi mereka,dan mengharamkan membunuh mereka.

Dari Rabbah bin Rabi’ r.a, ia berkata, “Kami bersama Rasulullah saw. dalam sebuah peperangan. Beliau melihat orang-orang berkumpul mengelilingi sesuatu. Lalu beliau mengutus seseorang untuk melihatnya. Beliau berkata, ‘Coba lihat mengapa mereka berkumpul?’ Tak lama kemudian orang itu kembali dan berkata, ‘Mereka berkumpul menyaksikan mayat seorang wanita yang terbunuh.’ Beliau berkata, ‘Bukan mereka yang harus dibunuh!’ Ketika itu pasukan dipimpin oleh Khalid bin al-Walid. Lalu Rasulullah saw. mengutus seseorang dan bersabda, ‘Katakanlah kepada Khalid, janganlah membunuh wanita dan jangan membunuh pegawai/buruh’,” (Shahih, HR Abu Dawud [2669], Ibnu Majah [2842], Ahmad [III/388] dan [488], [IV/178-179] dan [346], al-Hakim [II/127], Ibnu Hibban [4789], Abu Ya’la [1546], ath-Thabrani [4619 dan 4622], al-Baihaqi [IX/82]).

BANDINGKAN DENGAN MUSA,YANG TAK BERSALAH PUN DI BUNUH.

Pihak kristen penghujat islam sering berkata:nagapain nabi pembunuh di ikuti….dll hujatan mereka.mereka ingin menyimpulkan bahwa TANDA NABI PALSU adalah suka membunuh.nah jika demikian,mengapa pula musa masih di akui nabi oleh orang2 kristen?kitab tauratnya masih di tenteng2 ke gereja?masuk ke dalm mobil2 mewah mereka?padahal musa versi alkitab adalah pembunuh orang2 yang tak layak di bunuh dan bukan orang2 yang bersalah yang layak di bunuh?lucu sekali bukan?

(7) Kemudian berperanglah mereka melawan Midian, seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa, lalu membunuh semua laki-laki mereka.(8) Selain dari orang-orang yang mati terbunuh itu, merekapun membunuh juga raja-raja Midian, yakni Ewi, Rekem, Zur, Hur dan Reba, kelima raja Midian, juga Bileam bin Beor dibunuh mereka dengan pedang.(9) Kemudian Israel menawan perempuan-perempuan Midian dan anak-anak mereka; juga segala hewan, segala ternak dan segenap kekayaan mereka dijarah,(10) dan segala kota kediaman serta segala tempat perkemahan mereka dibakar.(11) Kemudian diambillah seluruh jarahan dan seluruh rampasan berupa manusia dan hewan itu,(12) dan dibawalah orang-orang tawanan, rampasan dan jarahan itu kepada Musa dan imam Eleazar dan kepada umat Israel, ke tempat perkemahan di dataran Moab yang di tepi sungai Yordan dekat Yerikho.(13) Lalu pergilah Musa dan imam Eleazar dan semua pemimpin umat itu sampai ke luar tempat perkemahan untuk menyongsong mereka.(14) Maka gusarlah Musa kepada para pemimpin tentara itu, kepada para kepala pasukan seribu dan para kepala pasukan seratus, yang pulang dari peperangan,(15) dan Musa berkata kepada mereka: “Kamu biarkankah semua perempuan hidup?(16) Bukankah perempuan-perempuan ini, atas nasihat Bileam, menjadi sebabnya orang Israel berubah setia terhadap TUHAN dalam hal Peor, sehingga tulah turun ke antara umat TUHAN.(17) Maka sekarang bunuhlah semua laki-laki di antara anak-anak mereka, dan juga semua perempuan yang pernah bersetubuh dengan laki-laki haruslah kamu bunuh.(18) Tetapi semua orang muda di antara perempuan yang belum pernah bersetubuh dengan laki-laki haruslah kamu biarkan hidup bagimu.(BILANGAN 31:7-18)

Silahkan wahai para penghujat Islam untuk menalar.