subjektif_logo

ALI SINA MENULIS:

Setelah serangan 9/11 di Amerika, seorang ibu Amerika mengatakan padaku dengan gundah bahwa putranya yang berusia 23 tahun telah memeluk Islam. Dia menikahi seorang Muslimah yang tidak pernah bertemu sebelumnya dalam pernikahan yang diatur oleh imamnya. Sekarang mereka telah punya seorang bayi. Putranya ingin pergi ke Afghanistan untuk bertempur bersama para Taliban untuk membunuhi tentara2 Amerika dan mati sebagai martir. Ibu ini juga mengatakan beberapa tahu sebelumnya, putranya berkata padanya bahwa setelah Islam menguasai Amerika, dia tidak akan ragu lagi untuk memancung kepala ibunya jika perintah untuk membunuh kafir dikumandangkan.( buku understanding muhammad)

Perhatikan sifat subjektif dan asal telan informasi yang di lakukan ali sina.seharus nya jika ali sina jika objektif,ali sina dapat menyalah kan muallaf yang masih minim dalam memahami islam,bukan menuduh islam dengan membabi buta hanya dari perkataan seseorang walau ia seorang muallaf.atau,lagi2 ini karangan bohong ali sina buat menyudut kan islam saja.ali sina bercuap:

Ibu ini juga mengatakan beberapa tahu sebelumnya, putranya berkata padanya bahwa setelah Islam menguasai Amerika, dia tidak akan ragu lagi untuk memancung kepala ibunya jika perintah untuk membunuh kafir dikumandangkan.( buku understanding muhammad)

dalam ajaran islam,tak ada perintah membunuh orang kafir secara semena-mena..apalagi ada perintah membunuh orang2 kafir tampa batas dan tampa melihat siapa yg di bunuh.dalam islam,perang di lakukan dalam rangka membela diri dari kezaliman dan serangan musuh.

: Al-Hajj (22) No. Ayat : : 39

أُذِنَ لِلَّذِينَ يُقَاتَلُونَ بِأَنَّهُمْ ظُلِمُوا وَإِنَّ اللَّهَ عَلَى نَصْرِهِمْ لَقَدِيرٌ

22.39. Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu,

Al-Mumtahana (60) No. Ayat : : 8

لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُم مِّن دِيَارِكُمْ أَن تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ

60.8. Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.

Al-Mumtahana (60) No. Ayat : : 9

إِنَّمَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ قَاتَلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَأَخْرَجُوكُم مِّن دِيَارِكُمْ وَظَاهَرُوا عَلَى إِخْرَاجِكُمْ أَن تَوَلَّوْهُمْ وَمَن يَتَوَلَّهُمْ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

60.9. Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu, dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.

jadi seorang yang di katakan akademisi dan pintar oleh para pemuja nya seperti ali sina ternyata amat bodoh dan sembrono dalam menulis sebuah buku.segala perkataan ia masuk kan ke buku nya,tampa mempunyai nalar seorang yang di kata pintar untuk meneliti dulu sebuah peryataan sebelum menulis sebuah buku.KUMANDANG PERINTAH MEMBUNUH ORANG KAFIR MANA YANG DI MAKSUD ALI SINA?ali sina hendak menunjuk kan bahwa mental umat islam telah di penuhi penyakit jiwa hingga dalam kumandang perang ibu pun yang kafir harus di bunuh.Ali sina melupakan firman Allah sbb:

Al-Ankabut ayat 8 . “Arti : Dan Kami berwasiat kpd manusia agar berbakti kpd orang tua dgn baik, dan apabila kedua memaksa untuk menyekutukan Aku yg kamu tdk ada ilmu, maka janganlah taat kpd keduanya”

Sedangkan wahyu yg kedua dalam surat Luqman ayat 15. “Arti : Dan apabila kedua memaksamu untuk menyekutukan Aku dgn apa-apa yg tdk ada ilmu padanya, jangan taati kedua dan bergaul lah dalam kehidupan dunia dgn peruntukan yg ma’ruf (baik) dan ikutilah jalan orang-orang yg kembali kpd-Ku kemudian ha kpd-Ku lah kembalimu, maka Ku-beritakan kpdmu apa-apa yg telah kamu kerjakan“.

Nah,sikap mualaf yg mau memancung ibunya jika ada seruan membunuh orang kafir adalah karena kebodohan si muallaf karena masih hijau dalam islam.apalagi seorang ibu yang lemah,tak mungkin menyandang senjata ke medan perang.maka tak boleh di bunuh,sebab sang ibu bukan lah seorang militer yang menyerang islam di medan perang.simak hadist ini,rasul amat mengajarkan menghormati orang tua walau musyrik dan kafir.

Kisah ini terjadi pada Asma binti Abu Bakar Ash-Shidiq. Ketika ibu yg masih dalam keadaan musyrik akan datang untuk berkunjung kpdnya, Asma meminta fatwa kpd Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hendaklah kamu menyambung silaturahmi kpd ibumu” [Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim]

Jika islam ajaran kejam,niscaya Rasul menyuruh asma memancung saja kepala ibu nya.namun,islam tak pernah mengajar kan hal itu.maka cerita itu apa karangan ali sina atau benar cuma ali sina yang tahu.sebagai orang yang di akui pintar oleh pemuja nya,ternyata ali sina kerap mencomot berita2 yang belum tentu sahih jika di analisis lebih mendalam.pada masa ini di negara kami(indonesia)banyak mualaf laki-laki dan perempuan tak pernah mengucapkan perkataan bodoh yang di klaim ali sina.justru mereka masih memelihara hubungan baik dengan ayah dan ibu mereka yang masih kafir.

MEMPERTANYAAKAN KUTIPAN ALI SINA:PERINTAH MEMBUNUH ORANG KAFIR DI KUMANDANG KAN.

Pertanyaan nya:siapa yang memberi perintah?dan jika perintah sudah di kumandang kan,apakah memang sah dalam islam membunuh orang2 kafir yang tak bersalah,yang tak memerangi islam di medan perang?jika yang di maksud ali sina yang memberi perintah adalah teroris islam,saya sudah membantah  DI SINI bahwa terorisme bukan bagian dari ajaran islam,itu adalah aliran sesat ke sekian sejak sejarah islam berdiri.di atas saya telah tulis riwayat2 agar tetap berbakti kepada orang tua walau ia kafir sekalipun.dala islam,TAK ADA AJARAN KUMANDANG DAN PROVOKATOR MEMBUNUH ORANG2 KAFIR DI MANA SAJA MEREKA BERADA,semua itu cuma salah tafsir soal ayat ini:

surah / surat : At-Taubah Ayat : 5

fa-idzaa insalakha al-asyhuru alhurumu fauqtuluu almusyrikiina haytsu wajadtumuuhum wakhudzuuhum wauhsuruuhum wauq’uduu lahum kulla marshadin fa-in taabuu wa-aqaamuu alshshalaata waaatawuu alzzakaata fakhalluu sabiilahum inna allaaha ghafuurun rahiimun

5. Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu [630], maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah ditempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan [631]. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi maha Penyayang.

semua tuduhan atas ayat itu sudah saya jawab di sini,mungkin ali sina yang termasuk doyan mengutip ayat di atas buat memfitnah islam.maka sebenar nya buku2 ali sina adalah sampah yang merupakan pr bagi seluruh muslimin dunia buat membantah segala analisa dangkal dan fitnahan ali sina.sudah saat nya di cetak jutaan buku2 yang membantah ali sina dan faithfreedom nya,dan membongkar kebusukan dan fitnah2 di dalam nya.