Pihak penghujat islam kerap menuduh Allah swt sebagai dewa bulan.mereka ber teori bahwa Allah yang di perkenalkan nabi Muhammad adalah dewa bulan bangsa arab.berikut bahsan nya:

PERAN DR ROBERT MOREY.

Doktor inilah yang gencar menuduh Allah sebagai dewa bulan.morey berkata bahwa:Umat Islam menyembah dewa bulan.Dr. Robert Morey menyatakan bahwa Allah adalah nama dari Dewa Bulan yang disembah di Arab sebelum Islam.berikut profil dr morey di wikipedia

Ternyata penghujat islam ini seorang pendeta.maka itu,segala tulisan nya tentang islam perlu di krtisi tingkat tinggi segala objektifitas nya.banyak penulis-penulis muslim telah menelanjangi kekonyolan cara berfikirnya bahwa Allah=dewa bulan.Robert Morey telah menulis beberapa buku mengutuk Islam . Dalam The Invasion Islam, ia menantang klaim Islam bahwa Allah adalah Tuhan yang sama seperti yang dari Kristen Alkitab .Salah satu pernyataan lebih dikenal dan paling kontroversial Morey dibuat tentang Islam adalah bahwa Tuhan dalam Islam adalah asal “dewa bulan” Hubal , dewa disembah di Ka’bah di Arab pra-Islam “. [12] Morey berpendapat bahwa nama yang sama Allah Islam, Arab Allah , adalah julukan yang Hubal di pra-Islam Mekah. Ia juga mengutip sebuah penggalian era 1950-an arkeologi di Hazor , Israel , dalam apa yang kuno Galilea , di mana patung laki-laki dipenggal digali yang beberapa arkeolog berpikir mungkin Hubal. Morley mengklaim bahwa ini memberikan bulan yang menyembah ada di Arabia Dia berpendapat bahwa Muhammad diadaptasi untuk menciptakan Allah, sehingga seharusnya menjelaskan penggunaan citra bulan sabit dalam Islam.. ini ” Allah sebagai dewa bulan “Teori telah banyak berulang, diadaptasi dan dikritik. [13]

Titk sentral pembahasan morrey adalah menggugat nama Allah.

Dr Robert Morey (menulis):

Muslim menyembah tuhan dengan nama Allah. Mereka juga memberikan sembilan puluh sembilan nama-nama lain. Pertanyaan yang secara alami muncul adalah siapa atau apa ini Allah? Mana Muslim berasal ide-ide mereka sudah sifat Allah dan atribut?

Berikut dalil-dalil lemah mereka dalam rangka menuduh Allah=dewa bulan.

DALIL PERTAMA:MASALAH NAMA QAMARUDDIN,SYAMSYUDDIN SEBELUM ISLAM,DST.

Dr. Robert Morey menyatakan bahwa Allah adalah nama dari Dewa Bulan yang disembah di Arab sebelum Islam. Hal ini ia kuatkan dengan pernyataan bahwa:

Nama Allah sudah dikenal masyarakat Arab sebelum kenabian Muhammad. Adanya nama-nama seperti Qomaruddin, Syamsuddin. Kepercayaan Jahiliyah (Pra-Islam), agama Astral. Berhala yang ada di Ka’bah. Simbol bulan sabit.

Tentu dengan mudah kita katakan pak doktor ini sangat mengada-ada.dengan mudah kita katakan bahwa ini adalah teori kosong belaka.

Pembaca dari kalangan Muslim mungkin akan tertawa ketika dikatakan bahwa nama-nama Cak Qomar dan Cak Udin luga kang Najam dijadikan bukti adanya penyembahan terhadap dewa bulan. Menurut Dr. Robert Morey:

Agama Penyembah Bulan disebut Komaruddin, berasal dari kata Komarun (Bulan) dan Dinun (Agama). [2] Begitu juga dengan nama Syamsuddin dan Najmuddin, keduanya diterjemahkan dengan cara yang sama.

Komarun berarti bulan dan dinun berarti agama maka arti dari nama tersebut adalah “bulannya agama”, maksudnya seorang yang dengan agamanya berkiprah di masyarakatnya seperti bulan yang bersinar terang benderang, membawa nama baik agamanya. Begitu syamsuddin, di harapkan oleh orang tuanya agar lebih bersinar seperti matahari yang selalu memberi manfaat kepada manusia. Nama-nama muslim yang dinisbatkan kepada dien (agama) memiliki makna senada, seperti saifuddin (pedang agama), adalah harapan orang tuanya agar anaknya mampu membela agamanya ibarat sebuah pedang yang siap dipakai kapan saja.

Sedang “penyembah bulan” kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Arab adalah ‘abid al-Qomar. Begitu juga dengan dua nama lainnya. Masyarakat Arab pada masa pra-Islam seringkali menamakan budaknya dengan nama-nama yang dapat menyenangkan hati mereka seperti nama Qomar dan Syams, diharapkan agar budaknya dapat menerangi mereka seperti namanya. Sedang untuk mereka sendiri, mereka memakai nama­-nama yang menyeramkan, untuk menakuti musuh-musuhnya, seperti Kilab (anjing-anjing), Asad (singa), Namir dan Fahd (harimau). Pada masa Rasulullah nama-nama jahiliyah banyak dinisbatkan langsung pada Allah, seperti Saifullah (pedang Allah), Asadullah (Singa Allah) dan lain sebagainya

ASAL MULA PENISBATAN NAMA DENGAN AD-DIN.

Pada masa selanjutnya ketika perbudakan sudah terhapuskan, dan para mantan budak yang membentuk komunitas tersendiri, tampil dalam pemerintahan. Mereka dikenal sebagai kaum Mawali (orang-orang yang meminta perlindungan). Untuk mendapatkan pengakuan dari masyarakat yang sebelumnya adalah tuan-tuan mereka, maka mereka menisbatkan nama-nama, mereka kepada kata din (agama). Hal ini sejalan dengan perkembangan zaman yang tidak lagi menisbatkan nama-nama kepada tuan-tuannya, sebab zaman perbudakan sudah berakhir, dan semua mereka adalah sama dalam urusan agama. Maka kita melihat bahwa nama-nama seperti Qomaruddin dan Syamsuddin tidak pernah kita temukan pada masa jahiliyah, ataupun pada masa Rasulullah, nama-nama itu baru muncul kemudian pada saat mantan budak ikut memegang tampuk pemerintahan.
Pada masa sekarang nama-nama di atas tidak dipakai untuk menyenangkan tuan, tidak juga untuk legalitas kekuasaan. Nama-nama itu dipakai umat muslim dengan maksud yang berbeda, karena mereka hanya melihat arti dari nama-nama itu, yang diharapkan pemiliknya dapat menjadi seperti namanya.
Tentu segala kata-kata doktor morey walau betapa menggelikan,lemah dan lucu argument nya,akan di telan mentah-mentah oleh para penghujat islam.apalagi ada gelar doktor di muka namaya.

DALIL KEDUA:ADANYA KATA ALLAH SEBELUM DATANG NYA ISLAM.

Adanya kata Allah sebelum masa Islam, seperti yang dikatakan Robert Morey bahwa Ayah Rasulullah bernama Abdullah (hamba Allah), tidak sepantasnya dijadikan alasan bahwa Allah tersebut adalah dewa bulan.
Seperti diketahui bahwa El, Eloy, Allah, Yahweh, Ya Hua, Elohem, Allahumma; adalah kata-kata yang dipakai oleh masing-masing bangsa – saat itu – untuk menyebut Tuhan. Dan kata Allah adalah kata yang dipakai oleh bangsa Arab untuk menyebut Tuhan khususnya oleh para Ahnaf (masyarakat Arab yang mengikuti tradisi Ibrahim). Dan nama itu tidak termasuk dalam jajaran nama-nama berhala dan dewa­-dewa Arab. Permasalahannnya bukan hanya pada kata-kata itu saja, kemudian kita menilai paham suatu masyarakat. Tapi pada cara penyikapan kepada “Tuhan” yang disebut menurut bahasa mereka sendiri-sendiri. Bangsa Israel yang menggunakan kata Yahweh untuk merefleksikan pemahaman mereka tentang konsep “Tuhan” dibimbing oleh rasul dan nabi mereka untuk meluruskan pemahaman dan penyikapan terhadap Tuhan yang mereka sebut Yahweh.
Begitu juga masyarakat Arab yang pada masa jahiliyah memakai kata Allah untuk menyebut Tuhan dibimbing oleh Rasulullah Saw untuk menyikapi dan memahami apa yang mereka sebut Allah itu. Cara penyikapan inilah yang diajarkan oleh masing-masing rasul dan nabi kepada umatnya, yaitu meng-ESA-kan. Kalau ukurannya hanya pada tataran kata saja untuk menilai paham suatu umat, maka Yahudi dan Kristen juga pagan, karena nama “EL’ yang dipakai IsraEL adalah Tuhan dari bangsa Kan’an yang menurut mereka pagan.

DALIL KETIGA:KEPERCAYAAN ARAB JAHILIYYAH PADA BULAN DAN MATAHARI.

Menurut Dr. Morey: “Allah, dewa bulan, kawin dengan dewa matahari. Mereka berdua mempunyai tiga orang puteri yang disebut putri-putri Allah. Ketiga putri tersebut AI-Lata, AI­Uzza, dan Manat”. Untuk memperkuat anggapannya ia memanipulasi pernyataan Guilluame.

Bahwa masyarakat Arab pra-Islam memiliki kepercayaan terhadap bintang dan bulan juga matahari memang benar, hanya saja Dr. Morey berhenti sampai di sini untuk menyatakan bahwa yang disembah oleh umat Muslim adalah dewa bulan. Padahal kepercayaan yang semacam inilah yang diserang dengan keras oleh Rasulullah tanpa kompromi sedikitpun. Itulah sebabnya masa-masa tersebut dikatakan sebagai masa Jahiliyyah (zaman kebodohan). Terjemah ayat-ayat berikut ini akan menggambarkan bagaimana Rasulullah secara radikal menyerang kepercayaan masyarakatnya:

“ Maka apakah patut bagi kamu (hai orang-orang musyrik) menganggap Al-Lata dan Al- Uzza, dan Manat yang ketiga, yang paling terkemudian (sebagai anak perempuan Allah). Apakah (patut) untuk kamu (anak) laki-laki dan untuk Allah (anak) perempuan; Yang demikian itu tentulah suatu pembagian yang tidak adil. Itu tidak lain hanyalah nama­-nama yang kamu dan bapak-bapak kamu mengada­-adakannya; Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun untuk (menyembah) nya. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti sangkaan-sangkaan, dan apa yang diingini oleh hawa nafsu mereka, dan sesungguhnya telah datang petunjuk kepada mereka dari Tuhan rnereka. Atau apakah manusia akan mendapat segala yang dicita­citakannya (Tidak), maka hanya bagi Allah kehidupan akhirat dan kehidupan dunia.” (QS. An-Najm 19-25).

DALIL KEEMPAT:SIMBOL BULAN SABIT YANG SERING DI PAKAI MUSLIM.

Simbol bulan sabit yang sering dipakai umat muslim dianggap sebagai simbol penyembahan dewa bulan oleh Dr. Robert Morey. la menyatakan: “Simbol penyembahan dewa bulan dalam budaya Arab dan di tempat-tempat lain di seluruh timur tengah adalah bulan sabit”. Gambar bintang yang biasa berada ditengah bulan sabit tidak disebut, karena Amerika memakai simbol bintang.

Dr. Robert Morey dan para orientalis Barat menuduh dengan bertanya kenapa umat Islam memakai simbol bulan sabit untuk agama mereka? Atau kenapa bulan dipakai untuk menandai bulan baru? Mereka sengaja bertanya dengan logika yang salah dari sesuatu yang tersembunyi. Sejak umat Islam memakai bulan sabit sebagai simbol, maka dikatakan bahwa umat Islam menyembah “dewa bulan”. Ini tidak benar sebagaimana anggapan bahwa sejak umat Yahudi mengambil bintang David sebagai simbol, maka umat Yahudi menyembah bintang, berarti umat Kristen juga menyembah patung salib saat mereka memakai simbol tersebut, atau menyembah matahari saat menggunakan tanda silang dari sinar matahari. Islam tidak pernah mengajarkan untuk menyembah bulan, atau apa pun selain Allah. Dalam salahsatu firman-Nya disebutkan:

“Dan sebagian dari tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah bersujud kepada matahari dan janganlah (pula) kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakannya, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah. ” (QS. Fushshilat 37)

Ayat ini diperkuat dengan ayat lain, bahwa bulan bukanlah object penyembahan.

“Tidakkah kamu memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah memasukkan malam ke dalarn siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan Dia tundukkan matahari dan bulan masing-masing berjalan sampai kepada waktu yang ditentukan, dan sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. ” (QS. Luqman 29).

Jika Allah adalah “dewa bulan” seperti yang dituduhkan oleh Dr. Morey, apa mungkin “dewa bulan” menciptakan bulan untuk dipakai oleh manusia? Dengan bukti di atas kita dapat mengambil kesimpulan bahwa umat Islam hanya menyembah `Allah” saja, dan bukan menyembah dewa bulan. Kepercayaan terhadap kekuatan benda-benda angkasa yang pernah berkembangan di Mesir, Babilonia, serta Asiria, mungkin saja mempengaruhi Jazirah Arab, sebab secara geografis letaknya tidaklah berjauhan; Hanya saja pada masa Rasulullah kepercayaan tersebut diluruskan dengan menempatkan benda-benda tersebut pada tempat dan fungsinya masing-masing. Seperti bulan misalnya, seperti yang pernah ditanyakan oleh masyarakat Arab kepada Rasulullah, ditempatkan sebatas untuk menandakan pergantian waktu. Sebagaimana Firman Allah di Surat Al Baqarah 189:

“Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah: “Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadat) haji”.

Dari riwayat Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Ibnu Abbas, bahwa sahabat bertanya kepada Rasulullah saw.: Untuk apa diciptakan bulan sabit?” maka turun ayat tersebut yang memerintahkan Rasulullah untuk menjawab bahwa bulan adalah untuk menunjukkan waktu kepada manusia kapan mereka harus memakai pakaian ihram pada waktu haji dan kapan harus menanggalkannya, atau kapan mereka harus memulai puasa dan kapan harus mengakhirinya. Dari sini, dapat kita ketahui bahwa tidak ada kepentingan penyembahan kepada bulan, tetapi hanya sebagai Penunjuk pergantian waktu, seperti Haji clan Puasa. Pada masa Khalifah Umar umat Muslim membuat penanggalan berdasarkan hitungan bulan, yang dimulai sejak masa Hijrah.
Yang menarik untuk dicatat adalah bahwa umat Yahudi juga memakai Penanggalan Hijriah untuk menandai perayaan suci mereka. Penanggalan keagamaan Umat Yahudi, yang aslinya dari Babilonia, terdiri dari 12 bulan Qomariah/Hijriah, terhitung 354 hari. Dan penghitungan hari dimulai dari tenggelamnya matahari sampai tenggelam lagi.[3]
Maka bila dikatakan bahwa Islam menyembah “dewa bulan” dikarenakan memakai penanggalan yang berdasarkan bulan, maka apakah agama orang Yahudi yang juga memakai penanggalan berdasarkan bulan?Jika mengikuti jalan pikiran dan “logika” Dr. Robert Morey, maka umat Yahudi juga adalah “penyembah bulan”. Demikian juga bila umat Kristen memakai penanggalan yang berdasarkan perputaran matahari, apakah mereka juga menyembah matahari?
Mari kita simak keterangan berikut ini. Penanggalan yang pertama adalah penanggalan yang berdasarkan bulan. Kebudayaan kuno, seperti Siria, Babilonia, Egypt, dan Cina telah memakai penanggalan bulan, sebagaimana budaya Semit juga mengambil penanggalan bulan untuk menandai waktu mereka.

Setelah kita ketahui bahwa umat Yahudi dan Islam, dalam tradisi budaya Semit, sama-sama memakai penanggalan Qomariah untuk menandai bulan mereka. Maka kenapa umat Kristen memakai penanggalan yang berdasarkan matahari menggantikan penanggalan bulan. Hal ini berkaitan erat dengan rekayasa perayaan natal tanggal 25 Desember clan pengaruh pemikiran-pemikiran pagan yang berporos pada penyembahan dewa Re (dewa matahari) dalam Kristen

DALIL KELIMA:PENGGALIAN ARKEOLOGIS DI ARABIA DAN TIMUR TENGAH.

Morrey berkata:

Sejarawan, ahli bahasa, dan arkeolog telah menggali ke pertanyaan ini selama lebih dari satu abad. penggalian arkeologi Berbagai di Arabia dan di seluruh Timur Tengah telah menemukan jawabannya: Islam adalah versi modern dari agama kesuburan kuno dewa bulan. Setelah ini dipahami, kebangkitan dan sejarah Islam menjadi jelas.

Penaklukan Arab dimungkinkan karena kekuasaan pusat di Timur Tengah telah habis diri dalam perang melawan satu sama lain. Mereka tidak mampu melawan gelombang demi gelombang pasukan Arab yang takluk bangsa-bangsa seluruh dengan pembantaian tanpa ampun pemerkosaan, dan penjarahan.

Teman asal Islam telah ditelusuri kembali oleh para ahli untuk kesuburan agama kuno penyembahan dewa bulan yang selalu agama yang dominan di Arab. Dewa bulan disembah dengan berdoa terhadap Mekkah beberapa kali sehari, membuat ziarah tahunan ke Kabah yang merupakan kuil dewa bulan, berjalan mengelilingi Ka’bah tujuh kali, membelai idola dari batu hitam terletak di dinding Kabah, berjalan antara dua bukit, membuat korban binatang, mengumpulkan pada hari Jumat untuk salat, memberikan zakat kepada orang miskin, dll. Ini adalah ritual pagan dilakukan oleh orang Arab jauh sebelum Muhammad lahir.

Penulis(dr morey) tampaknya sangat baik untuk membuat Hamburger Tinggi tanpa Beef apapun! Dr Morey: Dimana “SAPI” dokumen? Sangat mudah untuk liar membuat tuduhan tanpa memberikan bukti dan kredibel.

Doktor morey tentu tak tahu ajaran islam yang sebenar nya adalah memerangi penyembahan terhadap benda-benda angkasa seperti bulan,bintang dan matahari.begitu jika otak manusia telah ingkar,teori-teori yang penuh khayalan tingkat tinggi akan mendominasi pikiran nya.

Apa hari ini praktek-praktek ritual agama pagan dewa bulan? Islam! Hal ini menjelaskan mengapa bulan sabit adalah simbol Islam. Hal ini ditempatkan di atas masjid dan menara dan ditampilkan pada topi,, karpet, jimat dan bahkan perhiasan bendera. Setiap kali Anda melihat simbol Muslim bulan sabit, Anda akan melihat simbol kuno dari dewa bulan.

Bulan Sabit pembawa awal bulan baru dan tahun baru. Selama periode Kekaisaran Islam, bulan sabit diadopsi sebagai lambang negara. Ini tidak ada hubungannya dengan keyakinan agama. Hari ini, Eagle adalah lambang negara yang populer di Amerika Serikat Apakah lambang yang mewakili keyakinan keagamaan dari warga USA?

KELICIKAN-KELICIKAN DOKTOR MORREY.

Yang agak memalukan adalah bahwa dalam membuktikan tuduhan-tuduhannya tersebut Pak Doktor ini banyak memanipulasi pernyataan dari penulis-penulis yang menjadi rujukannya. Sebagai Contoh:

Untuk menguatkan pendapatnya bahwa “dewa bulan dipanggil dengan berbagai nama, salah satunya adalah Allah’” ia merujuk pada halaman 7 dari Buku Guillame yang berjudul Islam. Tetapi sebenarnya Guillame mengatakan di halaman yang sama: “Di Arab Allah telah dikenal dari sumber umat Kristen dan Yahudi sebagai Tuhan yang Esa, dan tidak ada keraguan meslvpun dia telah dikenal oleh Pagan Arab di Mekkah sebagai yang Tertinggi.” [1]
Dr. Morey juga mengutip dari penulis non-Muslim Caesar Farah di hal 28. Tetapi pada saat dirujuk dalam buku tersebut didapati bahwa Dr. Morey hanya mengutip sebagian dan meninggalkan pokok bahasan dari buku tersebut. Buku tersebut sebenarnya menyatakan bahwa Tuhan yang dipanggil il oleh orang Babilon dan EI oleh orang Israel telah dipanggil ilah, al-ilah, dan Allah di Arab. Farah mengatakan lebih lanjut pada halaman 31 bahwa sebelum kedatngan Islam, orang pagan telah mempercayai bahwa Allah adalah dewa tertinggi. Dikarenakan mereka sudah mempunyai 360 berhala, tetapi Allah bukan salah satu dari 360 berhala tersebut. Sebagaimana Caesar Farah menyatakan di halaman 56, bahwa Nabi Muhammad saw, telah menghancurkan berhala-berhala tersebut.

ALLAH AL-QURAN DI MAKSUD KAN ADALAH ALLAH TUHAN SEMESTA ALAM,TUHAN IBRAHIM,MUSA DAN NABI-NABI LAIN,BUKAN DI MAKSUD KAN SEBAGAI DEWA BULAN.

Seperti Firman Allah:

۞ إِنَّآ أَوْحَيْنَآ إِلَيْكَ كَمَآ أَوْحَيْنَآ إِلَىٰ نُوحٍۢ وَٱلنَّبِيِّۦنَ مِنۢ بَعْدِهِۦ ۚ وَأَوْحَيْنَآ إِلَىٰٓ إِبْرَٰهِيمَ وَإِسْمَٰعِيلَ وَإِسْحَٰقَ وَيَعْقُوبَ وَٱلْأَسْبَاطِ وَعِيسَىٰ وَأَيُّوبَ وَيُونُسَ وَهَٰرُونَ وَسُلَيْمَٰنَ ۚ وَءَاتَيْنَا دَاوُۥدَ زَبُورًۭا

Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Isma`il, Ishak, Ya`qub dan anak cucunya, `Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan Kami berikan Zabur kepada Daud.

jadi,Allah yang di perkenal kan nabi muhammad adalah Allah semesta alam,pencipta langit dan bumi,bulan,bintang dan matahari,Tuhan nya adam,musa,harun,ibrahim,isa,dst.bukan di maksud sebagai dewa bulan.justru kepercayaan penyembahan kepada bulan,matahari dan bintang di serang islam sebagai kepercayaan yang batil.

GUGATAN DAN JAWABAN NYA:

GUGATAN

Bukti-bukti arkeologi mengungkapkan bahwa agama yang paling dominan di Arabia adalah agama yang melaksanakan tata cara ibadah pemujaan dewa bulan.

JAWAB:suatu hal logis bahwa sepeninggal nabi ismail sebagai pemimpin tauhid di jazirah arab,lalu ketika ismail wafat dan beberapa generasi tauhid wafat,lalu ada terjadi penyimpangan agama,maka objek penyimpangan mereka akan berbeda-beda.ada yang menyembah bulan,matahari,bintang,dst.pemujaan dewa bulan termasuk salah satu agama arab pra islam.salah satu penyimpangan itu adalah pemberian nama hubal pada berhala dewa bulan.
Berhala yang dianggap sebagai “Dewa Bulan” ini dibawa oleh ‘Amr bin Luhay dari Ma’arib (Moab) suatu daerah di Balqa’. Menurut kisah dari Ibnu Hisyam, ia berkata bahwa salah seorang dari orang berilmu berkata kepadaku bahwa orang yang pertama mendatangkan Berhala ke Makkah adalah ‘Amr bin Luhay.

Alkitab Perjanjian Lama justru secara konstan melarang penyembahan-penyembahan terhadap dewa bulan (lihat contoh ayat-ayat Alkitab yang berikut ini: Ulangan 4:19; Ulangan 17:3; Raja-Raja 21:3, 5; 2 Raja-Raja 23:5; Yeremia 8:2; Yeremia 19:13; Zefanya 1:5).

JAWAB:sudah sepatut nya kitab-kitab suci terdahulu mengarah kan hanya menyembah kepada Allah semata,bukan benda-benda angkasa seumpama bulan.dalam islam pun,jelas-jelas di larang menyembah bulan dan benda2 angkasa lain nya.

“Dan sebagian dari tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah bersujud kepada matahari dan janganlah (pula) kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakannya, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah. ” (QS. Fushshilat 37)

Pada waktu umat Israel jatuh dalam dosa penyembahan berhala biasanya yang merea lakukan adalah upacara ibadah/penyembahan kepada dewa bulan. Pada masa Perjanjian Lama, Nabonidus (555-539 sebelum Masehi), raja terakhir dari Babilonia, membangun Tayma, di Arabia, sebagai pusat penyembahan dewa bulan.

JAWAB:bulan di mana-mana menjadi objek penyembahan sesuatu yang tidak mengejut kan.contoh nya mesir menyembah dewa bulan bernama Amon.

Segall menyetakan, “agama penyembah benda-benda angkasa yang dianut masyarakat Arabia Selatan selalu didominasi oleh penyembahan kepada dewa bulan dengan berbagai variasinya”.

JAWAB:nah,memang nya kenapa?justru kepercayaan menyembah bulan itu yang di perangi oleh Rasulullah selama berdakwah di arabia.

Banyak ilmuwan juga mengamati bahwa nama dewa bulan, “Sin”, adalah bagian dari kata Arab seperti “Sinai”, “padang belantara Sin”, dan seterusnya.

Ketika kepopuleran dewa bulan mulai sirna di tempat-tempat lain, orang-orang Arab namun tetap mempertahankan keyakinan mereka bahwa dewa bulan adalah dewa yang terbesar di antara semua dewa.

JAWAB:penulis tentu harus memberi rujukan valid pada peryataan ini.sayang nya penulis menulis tampa rujukan nya atas peryataan di atas.justru ketika dewa bulan jadi dewa tertinggi di masyarakat arab,penyembahan terhadap bulan itu yang di perangi secara mati-matian oleh Rasulullah.

Ribuan prasasti yang tertulis pada tembok-tembok dan batu-batu karang di Arabia bagian utara juga berhasil dikumpulkan. Relief-relief (gambar-gambar timbul) dan mangkuk-mangkuk persembahan dalam pemujaan kepada “para puteri Allah” juga telah ditemukan. Ketiga puteri Allah yaitu Al-Lata, Al-Uzza, dan Manat kadang-kadang digambarkan bersama dengan Allah, dewa bulan, yang ditandai dengan sebuah gambar bulan sabit di atas gambar mereka.

JAWAB:pakah benar tulisan di atas?penulis mengatakan:Ketiga puteri Allah yaitu Al-Lata, Al-Uzza, dan Manat kadang-kadang digambarkan bersama dengan Allah, dewa bulan, yang ditandai dengan sebuah gambar bulan sabit di atas gambar mereka.

apakah benar prasasti itu mengukir nama Allah?jawaban nya mudah saja:ketika ismail dan para pelopor tauhid wafat,agama menyimpang,Tuhan yang benar dulu nya di jazirah arab adalah Allah Tuhan yang esa dan murni,yang di perkenal kan abraham dan ismail.ketika agama menyimpang,maka muncul dewa-dewa lain.nama Allah yang esa di simpang kan dengan tuduhan bahwa Allah kawin dengan dewa matahari lalu melahir kan 3 putri oleh kaum2 pendurhaka dan menyimpang.lalu terjadi penyimpangan selanjut nya dengan mengatakan bahwa Allah adalah dewa bulan.justru datang nya islam melurus kan anggapan itu.justru islam menolak mentah-mentah ajaran menyembah bulan.

• Bulan sabit digambarkan pada bendera-bendera negara Islam;

Orang-orang Arab pagan menyembah dewa bulan yang dinamakan Allah dengan cara sembahyang menghadap ke Mekkah beberapa kali sehari; mereka melakukan beribadah ziarah ke Mekkah; berlari-lari mengelilingi tempat pemujaan dewa bulan yang dinamakan Kaabah; mencium batu hitam; menyembelih hewan untuk dikorbankan kepada dewa bulan; melempari setan (roh-roh jahat) dengan batu; berpuasa pada bulan-bulan yang berawal dan berakhir dengan kemunculan bulan sabit; memberi sedekah kepada orang miskin; dan lain-lain.

JAWAB:semua tuduhan di atas adalah mengarang bebas setelah penuduh mendasar kan yang katanya penemuan arkeologis.maka tuduhan selanjut nya adalah Allah adalah dewa bulan yang berwujud di kakbah,dst dst.semua ritual ibadat muslim menyembah dewa bulan,demikian kata penghujat.

Pernyataan umat Muslim bahwa Allah adalah Tuhan Alkitabiah dan bahwa Islam adalah kelanjutan dari agama yang dianut oleh para nabi dan para rasul Alkitabiah adalah tidak benar menurut bukti-bukti arkeologi yang telah ditemukan. Islam tidak lain adalah kebangkitan kembali suatu tata cara ibadah keagamaan untuk menyembah dewa bulan jaman kuno. Islam bahkan telah mengadopsi symbol-simbol, ritus-ritus keagamaan, upacara-upacara keagamaan, dan nama tuhannya (maksudnya nama sesembahan umat Islam) dari agama pagan (kafir) kuni yang menyembah dewa bulan. Hal-hal seperti itu merupakan penyembahan terhadap berhala yang merupakan hal yang sangat terlarang bagi umat yang mengikuti ajaran Taurat dan Injil.

JAWAB:bukti-bukiti arkeologis yang di sajikan bukan berarti men sah kan bahwa Rasulullah membawa agama penyembahan dewa bulan.pada ayat di atas jelas,Allah dan bulan berbeda.Allah sebagai pencipa,dan bulan sebagai makhluk.jika arkelogi arab di temukan ritual2 menyembah bulan,tentu itu bentuk penyimpangan dari agama tauhid ibrahim dan ismail sebelum nya.

ISLAM MENOLAK PAHAM JAHILIYYAH YANG MENGATAKAN ALLAH PUNYA 3 PUTRI.

Doktor morey berkata: Allah, dewa bulan, kawin dengan dewa matahari. Mereka berdua mempunyai tiga orang puteri yang disebut putri-putri Allah. Ketiga putri tersebut AI-Lata, AI­Uzza, dan Manat”.

Justru keyakinan ini yang di tentang islam.

An-Najm:21

أَلَكُمُ ٱلذَّكَرُ وَلَهُ ٱلْأُنثَىٰ

Apakah (patut) untuk kamu (anak) laki-laki dan untuk Allah (anak) perempuan?

An-Najm:27

إِنَّ ٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِٱلْءَاخِرَةِ لَيُسَمُّونَ ٱلْمَلَٰٓئِكَةَ تَسْمِيَةَ ٱلْأُنثَىٰ

Sesungguhnya orang-orang yang tiada beriman kepada kehidupan akhirat, mereka benar-benar menamakan malaikat itu dengan nama perempuan.

وَجَعَلُوا۟ ٱلْمَلَٰٓئِكَةَ ٱلَّذِينَ هُمْ عِبَٰدُ ٱلرَّحْمَٰنِ إِنَٰثًا ۚ أَشَهِدُوا۟ خَلْقَهُمْ ۚ سَتُكْتَبُ شَهَٰدَتُهُمْ وَيُسْـَٔلُونَ

Dan mereka menjadikan malaikat-malaikat yang mereka itu adalah hamba-hamba Allah Yang Maha Pemurah sebagai orang-orang perempuan. Apakah mereka menyaksikan penciptaan malaika-malaikat itu? Kelak akan dituliskan persaksian mereka dan mereka akan dimintai pertanggung-jawaban.

أَفَرَءَيْتُمُ ٱللَّٰتَ وَٱلْعُزَّىٰ

Maka apakah patut kamu (hai orang-orang musyrik) mengaggap al Lata dan al Uzza,

An-Najm:20

وَمَنَوٰةَ ٱلثَّالِثَةَ ٱلْأُخْرَىٰٓ

dan Manah yang ketiga, yang paling terkemudian (sebagai anak perempuan Allah)? [1432]

Jelas,kedatangan islam buat melurus kan paham-paham menyimpang tentan Allah,yang dominan pada masyarakat arab jahiliyah.

ALLAH TAK BERANAK(DENGAN KAWIN) DAN DI PERANAK KAN.

Kedatangan islam benar2 mengikis kepercayaan tahayul arab jahiliyah.

قُلْ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ

Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa.

ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ

Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.

لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ

Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,

وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدٌۢ

dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”.

MUDAH SAJA MEMBANTAH SEMUA TEORI KOSONG ITU,ISLAM TAK MENGAJAR KAN MENYEMBAH BULAN.

semua yang di nyatakan penghujat islam di atas adalah teori kosong belaka,sekedar kreatifitas fikir yang liar.jika sesorang sudah tak suka islam,segala tafsiran-tafsiran liar di cari buat pembenaran teori nya.justru datang nya Allah,Rasulullah,quran dan islam,dalam rangka memerangi salah satu nya penyembahan kepada bulan.

“Dan sebagian dari tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah bersujud kepada matahari dan janganlah (pula) kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakannya, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah. ” (QS. Fushshilat 37)

“Tidakkah kamu memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah memasukkan malam ke dalarn siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan Dia tundukkan matahari dan bulan masing-masing berjalan sampai kepada waktu yang ditentukan, dan sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. ” (QS. Luqman 29).

Jelas dalam ayat di atas,Allah sebagai pencipta dan bulan sebagai makhluk.jadi,islam datang memerangi segala penyembahan terhadap dewa bulan ini dan mengembalikan Allah sebagai mana mesti nya di jaman abraham dan ismail dulu,Allah yang maha esa,pencipta langit dan bumi.