muslim.or.id

hadist tentang Israk mikraj ini menjadi bahan kritikan penghujat islam.berikut saya copas kan hadist yang di maksud.

Di antara hadits shahih yang menyebutkan kisah ini adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam shahihnya , dari sahabat Anas bin Malik :  Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

Didatangkan kepadaku Buraaq – yaitu yaitu hewan putih yang panjang, lebih besar dari keledai dan lebih kecil dari baghal, dia meletakkan telapak kakinya di ujung pandangannya (maksudnya langkahnya sejauh pandangannya). Maka sayapun menungganginya sampai tiba di Baitul Maqdis, lalu saya mengikatnya di tempat yang digunakan untuk mengikat tunggangan para Nabi. Kemudian saya masuk ke masjid dan shalat 2 rakaat kemudian keluar. Kemudian datang kepadaku Jibril  ‘alaihis salaam dengan membawa bejana berisi  khamar dan bejana berisi air susu. Aku memilih bejana yang berisi air susu. Jibril kemudian berkata : “ Engkau telah memilih (yang sesuai) fitrah”.

Kemudian Jibril naik bersamaku  ke langit (pertama) dan Jibril meminta dibukakan pintu, maka dikatakan (kepadanya):“Siapa engkau?” Dia menjawab:“Jibril”. Dikatakan lagi: “Siapa yang bersamamu?” Dia menjawab:“Muhammad” Dikatakan:“Apakah dia telah diutus?” Dia menjawab:“Dia telah diutus”. Maka dibukakan bagi kami (pintu langit) dan saya bertemu dengan Adam. Beliau menyambutku dan mendoakan kebaikan untukku. Kemudian kami naik ke langit kedua, lalu Jibril ‘alaihis salaam  meminta dibukakan pintu, maka dikatakan (kepadanya):“Siapa engkau?” Dia menjawab: “Jibril”. Dikatakan lagi:“Siapa yang bersamamu?” Dia menjawab:“Muhammad” Dikatakan:“Apakah dia telah diutus?” Dia menjawab:“Dia telah diutus”. Maka dibukakan bagi kami (pintu langit kedua) dan saya bertemu dengan Nabi ‘Isa bin Maryam dan Yahya bin Zakariya shallawatullahi ‘alaihimaa, Beliau berdua menyambutku dan mendoakan kebaikan untukku.

Kemudian Jibril naik bersamaku  ke langit ketiga dan Jibril meminta dibukakan pintu, maka dikatakan (kepadanya):“Siapa engkau?” Dia menjawab:“Jibril”. Dikatakan lagi: “Siapa yang bersamamu?” Dia menjawab:“Muhammad” Dikatakan:“Apakah dia telah diutus?” Dia menjawab:“Dia telah diutus”. Maka dibukakan bagi kami (pintu langit ketiga) dan saya bertemu dengan Yusuf ‘alaihis salaam yang beliau telah diberi separuh dari kebagusan(wajah). Beliau menyambutku dan mendoakan kebaikan untukku. Kemudian Jibril naik bersamaku  ke langit keempat dan Jibril meminta dibukakan pintu, maka dikatakan (kepadanya):“Siapa engkau?” Dia menjawab:“Jibril”. Dikatakan lagi: “Siapa yang bersamamu?” Dia menjawab: “Muhammad” Dikatakan: “Apakah dia telah diutus?” Dia menjawab: “Dia telah diutus”. Maka dibukakan bagi kami (pintu langit ketiga) dan saya bertemu dengan  Idris alaihis salaam. Beliau menyambutku dan mendoakan kebaikan untukku. Allah berfirman yang artinya : “Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi” (Maryam:57).

Kemudian Jibril naik bersamaku  ke langit kelima dan Jibril meminta dibukakan pintu, maka dikatakan (kepadanya):“Siapa engkau?” Dia menjawab:“Jibril”. Dikatakan lagi: “Siapa yang bersamamu?” Dia menjawab:“Muhammad” Dikatakan:“Apakah dia telah diutus?” Dia menjawab:“Dia telah diutus”. Maka dibukakan bagi kami (pintu langit kelima) dan saya bertemu dengan  Harun alaihis salaam. Beliau menyambutku dan mendoakan kebaikan untukku.

Kemudian Jibril naik bersamaku  ke langit keenam dan Jibril meminta dibukakan pintu, maka dikatakan (kepadanya): “Siapa engkau?” Dia menjawab:“Jibril”. Dikatakan lagi: “Siapa yang bersamamu?” Dia menjawab: “Muhammad” Dikatakan: “Apakah dia telah diutus?” Dia menjawab:“Dia telah diutus”. Maka dibukakan bagi kami (pintu langit) dan saya bertemu dengan Musa. Beliau menyambutku dan mendoakan kebaikan untukku. Kemudian Jibril naik bersamaku  ke langit ketujuh dan Jibril meminta dibukakan pintu, maka dikatakan (kepadanya): “Siapa engkau?” Dia menjawab: “Jibril”. Dikatakan lagi: “Siapa yang bersamamu?” Dia menjawab, “Muhammad” Dikatakan, “Apakah dia telah diutus?” Dia menjawab, “Dia telah diutus”. Maka dibukakan bagi kami (pintu langit ketujuh) dan saya bertemu dengan Ibrahim. Beliau sedang menyandarkan punggunya ke Baitul Ma’muur. Setiap hari masuk ke Baitul Mamuur tujuh puluh ribu malaikat yang tidak kembali lagi. Kemudian Ibrahim pergi bersamaku ke Sidratul Muntaha. Ternyata daun-daunnya seperti telinga-telinga gajah dan buahnya seperti tempayan besar. Tatkala dia diliputi oleh perintah Allah, diapun berubah sehingga tidak ada seorangpun dari makhluk Allah yang sanggup mengambarkan keindahannya

Lalu Allah mewahyukan kepadaku apa yang Dia wahyukan. Allah mewajibkan kepadaku 50 shalat sehari semalam. Kemudian saya turun menemui Musa ’alaihis salam.  Lalu dia bertanya: “Apa yang diwajibkan Tuhanmu atas ummatmu?”. Saya menjawab: “50 shalat”. Dia berkata: “Kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringanan, karena sesungguhnya ummatmu tidak akan mampu mengerjakannya. Sesungguhnya saya telah menguji dan mencoba Bani Isra`il”. Beliau bersabda :“Maka sayapun kembali kepada Tuhanku seraya berkata: “Wahai Tuhanku, ringankanlah untuk ummatku”. Maka dikurangi dariku 5 shalat. Kemudian saya kembali kepada Musa dan berkata:“Allah mengurangi untukku 5 shalat”. Dia berkata:“Sesungguhnya ummatmu tidak akan mampu mengerjakannya, maka kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringanan”. Maka terus menerus saya pulang balik antara Tuhanku Tabaraka wa Ta’ala dan Musa ‘alaihis salaam, sampai pada akhirnya Allah berfirman:“Wahai Muhammad, sesungguhnya ini adalah 5 shalat sehari semalam, setiap shalat (pahalanya) 10, maka semuanya 50 shalat. Barangsiapa yang meniatkan kejelekan lalu dia tidak mengerjakannya, maka tidak ditulis (dosa baginya) sedikitpun. Jika dia mengerjakannya, maka ditulis(baginya) satu kejelekan”. Kemudian saya turun sampai saya bertemu dengan Musa’alaihis salaam seraya aku ceritakan hal ini kepadanya. Dia berkata: “Kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringanan”, maka sayapun berkata: “Sungguh saya telah kembali kepada Tuhanku sampai sayapun malu kepada-Nya”. (H.R Muslim 162)

TENTANG HUJATAN TAWAR MENAWAR JUMLAH SALAT.

Hal ini kerap menjadi hujatan para penghujat islam.dalam hadist israk mikraj itu jelas ada tawar menawar tentang jumlah  salat yang bakal di wajib kan:

NABI MUHAMMAD MENERIMA PERINTAH SALAT 50 SALAT SEHARI SEMALAM.

Lalu Allah mewahyukan kepadaku apa yang Dia wahyukan. Allah mewajibkan kepadaku 50 shalat sehari semalam.

LALU NABI MUSA PERINGAT KAN BAHWA UMAT ISLAM TAK AKAN MAMPU MELAKUKAN SOLAT 50  SEHARI SEMALAM.

Kemudian saya turun menemui Musa ’alaihis salam.  Lalu dia bertanya: “Apa yang diwajibkan Tuhanmu atas ummatmu?”. Saya menjawab: “50 shalat”. Dia berkata: “Kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringanan, karena sesungguhnya ummatmu tidak akan mampu mengerjakannya. Sesungguhnya saya telah menguji dan mencoba Bani Isra`il”

LALU NABI MUHAMMAD KEMBALI MENEMUI ALLAH UNTUK MERINGAN KAN JUMLAH SALAT.

Beliau bersabda :“Maka sayapun kembali kepada Tuhanku seraya berkata: “Wahai Tuhanku, ringankanlah untuk ummatku”. Maka dikurangi dariku 5 shalat.

LALU NABI MUHAMMAD KEMBALI MENEMUI MUSA,SALAT TELAH DI KURANGI 5 SEHARI SEMALAM,MUSA PERINGAT KAN,BAHWA UMAT MU TAK AKAN SANGGUP.

Kemudian saya kembali kepada Musa dan berkata:“Allah mengurangi untukku 5 shalat”. Dia berkata:“Sesungguhnya ummatmu tidak akan mampu mengerjakannya, maka kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringanan”.

LALU NABI MUHAMMAD BOLAK BALIK KEPADA ALLAH UNTUK BERI PERINGATAN LAGI,ALLAH TETAP MEWAJIB KAN SALAT 5 WAKTU,TAPI DENGAN SETARANNG PAHALA SALAT 50 WAKTU.

Maka terus menerus saya pulang balik antara Tuhanku Tabaraka wa Ta’ala dan Musa ‘alaihis salaam, sampai pada akhirnya Allah berfirman:“Wahai Muhammad, sesungguhnya ini adalah 5 shalat sehari semalam, setiap shalat (pahalanya) 10, maka semuanya 50 shalat.

begitu lah kronologi penerimaan salat 5 waktu sewaktu nabi Muhammad mikraj.tentang ini,para penghujat islam banyak melontar kan kritik.beriut beberapa kritik mereka tentang penerimaan salat 5 waktu:

KRTIK PENGHUJAT:ALLAH GILA DI SEMBAH HINGGA MEWAJIB KAN SALAT 50 WAKTU,LALU DI TURUN KAN 5 WAKTU.

tak seperti kristen,yang hanya ibadat di hari minggu saja.sebab yahweh tak gila di sembah dan di puji.tak kejam mewajib kan ibadat yang berat.

JAWABAN:

Perintah salat 5 waktu bukan menunjuk kan kekejaman Allah,dan minta gila di puji.sekarang kita ukur,berapa nikmat Allah pada kita?sangat banyak bukan?maka ituwajar saja jika kita sembah Allah sehari semalam 5 kali.sangat banyak nikmat Allah pada kita,tentu tak sebanding dengan sujud kita pada Allah sehari semalam 5 kali.salat itu pun buat kebaikan manusia sendiri.sumber kesejukan dan ketenangan setia saat.

۞ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ أَنتُمُ ٱلْفُقَرَآءُ إِلَى ٱللَّهِ ۖ وَٱللَّهُ هُوَ ٱلْغَنِىُّ ٱلْحَمِيدُ

Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah; dan Allah Dialah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji.

LALU BAGAI MANA TUHAN DALAM ALKITAB?APAKAH TAK GILA SEMBAH,DI IBADATI DAN DI PUJI?

Simak beberapa ayat alkitab ini:

(32) Ketika orang Israel ada di padang gurun, didapati merekalah seorang yang mengumpulkan kayu api pada hari Sabat.(33) Lalu orang-orang yang mendapati dia sedang mengumpulkan kayu api itu, menghadapkan dia kepada Musa dan Harun dan segenap umat itu.(34) Orang itu dimasukkan dalam tahanan, oleh karena belum ditentukan apa yang harus dilakukan kepadanya.(35) Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Orang itu pastilah dihukum mati; segenap umat Israel harus melontari dia dengan batu di luar tempat perkemahan.”(36) Lalu segenap umat menggiring dia ke luar tempat perkemahan, kemudian dia dilontari dengan batu, sehingga ia mati, seperti yang difirmankan TUHAN kepada Musa.(bilangan 15:32-36)

sabat adalah pemberhetian bekerja di hari sabtu buat melakukan ibadat pada Allah.perhatikan,apakah yahweh tak gila di ibadati pada kasus di atas?walau hanya ibadat di hari sabat,tapi pelanggar nya sampai di hukum mati.hanya karena tak memuji,ibadat dan sembah yahweh di hari sabat,orang harus di hukum mati dengan di lontari batu.nyawa manusia melayang karena hasrat yahweh yang mau di sembah,di puji dan gila di ibadati..apakah demikan?nah,apa dasar nya penghujat islam mengkritik salat 5 waktu berarti Allah=gila sembah,puji dan ibadati?

Imamat 19:24Tetapi pada tahun yang keempat haruslah segala buahnya menjadi persembahan kudus sebagai pujipujian bagi TUHAN.

Perhatikan lah,hingga gila di ibadati,di puji dan sembah,yahweh hingga meminta persembahan buah-buahan tanda puji-pujian pada yahweh.

1 Tawarikh 23:30Selanjutnya mereka bertugas menyanyikan syukur dan pujipujian bagi TUHAN setiap pagi, demikian juga pada waktu petang

Perhatikan lah,yahweh minta di puji setiap pagi dan petang.apakah menurut anda penghujat islam ini bukan gila sembah,gila pujian,gila di ibadati?

Nehemia 9:5Dan berkatalah Yesua, Kadmiel, Bani, Hasabneya, Serebya, Hodia, Sebanya dan Petahya, orang-orang Lewi itu: “Bangunlah, pujilah TUHAN Allahmu dari selama-lamanya sampai selama-lamanya! Terpujilah nama-Mu yang mulia, yang ditinggikan mengatasi segala puji dan hormat!”

Jelas,tak ada namanya Tuhan gila puji,gila seembah,gila di ibadati.semua puji,sembah dan ibadat adalah tanda syukur kita pada Allah yang telah memberi kita begitu banyak nikmat dan karunia.maka tak ada yang salah dengan salat 5 kali sehari semalam.

1 Tawarikh 29:13Sekarang, ya Allah kami, kami bersyukur kepada-Mu dan memuji nama-Mu yang agung itu.

2 Tawarikh 5:13Lalu para peniup nafiri dan para penyanyi itu serentak memperdengarkan paduan suaranya untuk menyanyikan puji-pujian dan syukur kepada TUHAN. Mereka menyaringkan suara dengan nafiri, ceracap dan alat-alat musik sambil memuji TUHAN dengan ucapan: “Sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.” Pada ketika itu rumah itu, yakni rumah TUHAN, dipenuhi awan,

KRITIK PENGHUJAT:ALLAH TAK TAHU BAHWA SALAT 50 WAKTU BAKAL MEMBERAT KAN UMAT MANUSIA.

malah musa lebih mengetahui dari Allah bahwa salat 50 waktu adalah berat bagi umat manusia:

Kemudian saya turun menemui Musa ’alaihis salam.  Lalu dia bertanya: “Apa yang diwajibkan Tuhanmu atas ummatmu?”. Saya menjawab: “50 shalat”. Dia berkata: “Kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringanan, karena sesungguhnya ummatmu tidak akan mampu mengerjakannya. Sesungguhnya saya telah menguji dan mencoba Bani Isra`il”.

JAWABAN:

Sebenar nya Allah telah mengetahui bahwa salat 50 sehari semalam akan memberati manusia.sebab segala sesuatu tak akan luput dari ilmu dan pengetahuan Allah.namun Allah sengaja memberi perintah salat 50 kali,agar terjadi dialogh antara musa dan muhammad.agar dialogh itu di ambil sebagai pelajaran bahwa:Allah begitu maha penyayang,hingga demi tak memberati umat manusia,Allah pun membatal kan salat 50 waktu menjadi 5 waktu.semua itu buat menunjuk kan bahwa Allah maha penyayang pada umat manusia.ketika musa berkata salat 5 waktu membeart kan umat manusia juga,Allah tetap memberi perintah salat 5 waktu itu.mengapa?sebab Allah lebih tahu dari musa.Allah maha tahu,salat 5 waktu pasti bisa di laksanakan pada umat manusia dengan sempurna,asalkan di lakukan dengan penuh ikhlass dan ketakwaan.mengapa Allah membatal kan salat 50 waktu?sebab Allah maha tahu,salat itu pasti memang berat,namun tetap Allah berikan untuk sebagai ujian tanya jawab antara musa dan muhammad.

Allah maha tahu seagala sesuatu sebelum terjadi:

Rasulullah shallallahu ‘alaihiwasallam bersabda:
كتب الله مقادير الخلائق قبل أن يخلق السماوات والأرض بخمسين ألف سنة قال وعرشه على الماء
Artinya: “Allah telah menulis taqdir semua mahluk 50 ribu tahun sebelum menciptakan langit dan bumi, dan Arsy Allah berada di atas air.” (HR. Muslim).

Termasuk takdir penerimaan salat 5 waktu dan dialogh musa dan muhammad di dalam nya.Allah telah mengetahui itu semua sebelum semua peristiwa itu terjadi.maka itu tak benar jika di katakan musa lebih tahu dari Allah.allah telah mengetahui bahwa perintah salat 50 waktu pasti berat dan  sukar di laksanakan.tetapi Allah tetap memberi perintah ini agar terjadi dialogh antara muwsa dan muhammad agar dialogh itu bisa kita ambil pelajaran,bahwa Allah maha penyayang pada umat manusia.

LALU,BAGAIMANA DALAM ALKITAB?APAKAH ADA TAWAR MENAWAR ALLAH DENGAN NABI NYA?

Simak ayat2 ini:

(1) Engkau, anak manusia, ambillah sebuah batu bata, letakkan di hadapanmu dan ukirlah di atasnya sebuah kota, yaitu Yerusalem.(2) Ukirlah kota itu dalam keadaan terkepung: dirikan sebuah benteng pengepungan, timbun pula tanah menjadi tembok pengepungan, tempatkan perkemahan tentara dan susun alat-alat pendobrak sekeliling kota itu.(3) Lalu ambillah sebidang besi dan dirikanlah itu di antaramu dengan kota itu menjadi dinding besi, kemudian tujukanlah wajahmu ke arah kota itu, sehingga kota itu dalam keadaan terkepung, dan engkaulah yang mengepung dia. Inilah menjadi lambang bagi kaum Israel.(4) Berbaringlah engkau pada sisi kirimu dan Aku akan menanggungkan hukuman kaum Israel atasmu. Berapa hari engkau berbaring demikian, selama itulah engkau menanggung hukuman mereka.(5) Beginilah Aku tentukan bagimu: Berapa tahun hukuman kaum Israel, sekian harilah engkau menanggung hukuman mereka, yaitu tiga ratus sembilan puluh hari.(6) Kalau engkau sudah mengakhiri waktu ini, berbaringlah engkau untuk kedua kalinya, tetapi pada sisi kananmu dan tanggunglah hukuman kaum Yehuda empat puluh hari lamanya; Aku menentukan bagimu satu hari untuk satu tahun.(7) Tujukanlah wajahmu kepada pengepungan Yerusalem dan kepalkanlah tinjumu kepadanya dan bernubuatlah melawan kota itu.(8) Lihat, Aku akan mengikat engkau dengan tali, sehingga engkau tidak dapat berbalik dari sisi yang satu ke sisi yang lain sampai engkau mengakhiri waktu pengepunganmu itu.(9) Selanjutnya ambillah gandum, jelai, kacang merah besar, kacang merah kecil, jawan dan sekoi dan taruhlah dalam satu periuk dan masaklah itu menjadi roti bagimu. Itulah makananmu selama engkau berbaring pada sisimu, yaitu tiga ratus sembilan puluh hari.(10) Dan makananmu yang harus kaumakan akan ditentukan timbangannya, yakni dua puluh syikal satu hari; makanlah itu pada waktu-waktu tertentu.(11) Air minumpun bagimu akan ditentukan, seperenam hin banyaknya; minumlah itu pada waktu-waktu tertentu.

(12) Makanlah roti itu seperti roti jelai yang bundar dan engkau harus membakarnya di atas kotoran manusia yang sudah kering di hadapan mereka.”(13) Selanjutnya TUHAN berfirman: “Aku akan membuang orang Israel ke tengah-tengah bangsa-bangsa dan demikianlah mereka akan memakan rotinya najis di sana.”(14) Maka kujawab: “Aduh, Tuhan ALLAH, sesungguhnya, aku tak pernah dinajiskan dan dari masa mudaku sampai sekarang tak pernah kumakan bangkai atau sisa mangsa binatang buas; lagipula tak pernah masuk ke mulutku ini daging yang sudah basi.”(15) Lalu firman-Nya kepadaku: “Lihat, kalau begitu Aku mengizinkan engkau memakai kotoran lembu ganti kotoran manusia dan bakarlah rotimu di atasnya.(16) Sesudah itu Ia berfirman kepadaku: “Hai, anak manusia, sesungguhnya, Aku akan memusnahkan persediaan makanan di Yerusalem–dan mereka akan memakan roti yang tertentu timbangannya dengan hati yang cemas; juga mereka akan meminum air dalam ukuran terbatas dengan hati yang gundah-gulana–(17) dengan maksud, supaya mereka kekurangan makanan dan minuman dan mereka semuanya menjadi gundah-gulana, sehingga mereka hancur di dalam hukumannya.(Yehezkiel 4:1-17)

Perhatikan,tampak terjadi tawar menawar perintah Allah antara yehezkiel dengan Allah.pertama Allah memerintah kan yehezkiel membakar roti di atas kotoran manusia yang telah kering,lalu yehezkiel protest,bahwa ia tak pernah di najis kan sejak masa muda jhingga sekarang.jadi menurut yehezkiel,membakar roti di atas kotoran manusia adalah najis.lalu Allah mengganti perintah itu dari membakar roti di atas kotoran manusia menjadi membakar roti di atas kotoran lembu.

Pertanyaan nya:apakah Allah tak maha tahu,hingga memberi perintah kepada yehezkiel membakar roti di atas kotoran manusia?apakah Allah tak tahu bahwa perintah itu tak benar?apakah Allah tak maha tahu,bahwa yehezkiel tak pernah di najis kan seumur hidup nya hingga memberi perintah yang berbuah protest dari yehezkiel?seharus nya Allah memberi perintah langsung yehezkiel bakar roti di atas kotoran lembu,bukan di kotoran manusia.nah,apakah ini bukan tawar menawar manusia dengan Allah dalam alkitab?pasti kristen segera menjawab,sebenar nya Allah sudah tahu bahwa perintah membakar roti di atas kotoran manusia adalah najis.itu cuma ujian pada yehezkiel saja….ok??,apakah anda kristen berani pada suatu resiko jawaban bahwa Allah tidak tahu sebelum nya bahwa membakar roti di atas kotoran manusia adalah najis?

nah,begitu juga dengan perintah Allah memberi solat 50 sehari-semalam,Allah past sudah tahu bahwa perintah itu teramat berat dan sangat meletih kan,tetapi Allah sengaja memberi dulu salat 50 waktu,agar terjadi dialogh antara musa dan muhammad,agar dialogh itu di ambil pelajaran manusia,bahwa Allah maha pengasih dan maha penyayang pada manusia,hingga meringan kan beban-beban manusia.