Islam answered( 1 dan 2 )

Sebelum kita membahas tentang tuduhan pembunuhan terhadap Umm Qirfa ada baiknya kita menlihat referensi sirah nabawiyah dalam teks asli yang dijadikan landasan mereka.

Dalam sirah nabawi tertulis seperti ini teks aslinya :

غزوة زيد بن حارثة: في فَزَارة: وغزوة زيد بن حارثة أيضا وادي القُرى : لقى به بني فزارة، فأصيب بها ناسٌ من أصحابه ، وارتُثَّ زيد من بين القتلى، وفيها أصيب ورَد بن عَمرو بن مَداش ، وكان أحد بني سعد بن هُذَيل ، أصابه أحد بني بدر.
قال ابن هشام : سعد بن هُذَيْل .

قال ابن إسحاق : فلما قدم زيد بن حارثة آلى أن لا يمس رأسَه غُسل من جنابة حتى يغزوَ بني فَزَارة، فلما استبل من جراحته بعثه رسول الله صلى الله عليه وسلم إلى بني فَزَارة في جيش ، ققتلهمِ بوادي القُرى، وأصاب فيهم ، وقتل قَيسُ بن المسَحَّر اليَعْمُري مَسْعَدة بنَ حَكَمة بن مالك ابن حُذيفة بن بدر، وأسرَتْ أم قِرفة فاطمة بنت ربيعة بن بدر كانت عجوزا كبيرة عند مالك بن حُذيفة بن بدر، وبنتٌ لها، وعبداللّه بن مَسْعَدة، فأمر زيد بن حارثة قيس بن المسحَّر أن يقتل أمَّ قرفة، فقتلها قتلا عنيفاً، ثم قدموا على رسول الله صلى الله عليه وسلم بابنة أم قرفة وبابن مَسْعَده .
وكانت بنت أم قِرْفة لسلَمة بن عمرو بن الأكوع ، كان هو

الذي أصابها، وكانت في بيت شرف من قومها، كانت العرب تقول : ” لو كنتِ أعز من أم قرفة ما زدْتِ “. فسألها رسول الله صلى الله عليه وسلم سلمة، فوهبها له ، فأهداها لخاله حَزْن بن أبي وهب ، فولدت له عبد الرحمن ابن حَزْن . فقال قيس .بن المسَحَّرفى قتل مَسْعدة :
سَعَيْتُ بوَرْدٍ مثلَ سَعْىِ ابنِ أمِّه وإنى بوَرْدٍ في الحياةِ لثائِرُ
كررتُ عليه المهْرَ لما رأيتُه على بَطَلٍ من آلِ بَدْرٍ مُغَاوِرِ
فركَّبْتُ فيه قَعْضَبِيًّا كأنه شِهاب بمَعْرَاةٍ يُذَكَّى لناظرِ

Tentu saja dalam hal ini harus ada sanad periwayatan dalam tarik nabawi diatas dan mari kita bersama-sama memeriksa apakah sanad periwayatannya asli (shahih) atau palsu (maudhu)

Dalam Sirah Ibnu Hisyam tersebut setelah di telusuri bahwa kisah Peretempuran zaid bin harits melawan Bani Fazarah yaitu Ummi Qirfa diriwayatkan oleh هو محمد بن عمر بن واقد الواقدي Muhammad Umar Bin Al-Waqdi

Menurut Ibnu Jauziyah : شخص متهم
بالكذب لدى علماء الحديث

(Tertuduh sebagai pemalsu dari ulama hadist), والقصة أوردها ابن كثير في البداية والنهاية مختصرة ولم يعلق عليها بشىء وذكرها ابن هشام في السيرة وكلاهما عن محمد ابن اسحق الذي لم يذكر سند الرواية (Dan dalam kisahnya tidak disebutkan dalam Al-Bidayah wa nihayah Ibnu Katsir ringkasannya dan tidak di sebutkan atasnya sesuatu yang di sebutkan olehnya ibnu hisyam dalam sirah nabawiyahnya dalam periwayatan cerita tersebut.)

فالحاصل ان الرواية لم تصح فلا يجوز الاحتجاج بها
(Dan Hasilnya dari riwayat tersebut tidak sah tidak dapat diajukan olehnya )

(قال البخاري : الواقدي مديني سكن بغداد متروك الحديث تركه أحمد وابن نمير وابن المبارك وإسماعيل بن زكريا ( تهذيب الكمال مجلد
(Berkata Bukhari mengenai Al-WaQdi hadistnya matruk )

Jadi periwayatan tersebut tidak dapat di jadikan hujjah dikarena riwayat tersebut palsu. Inilah pentingnya dalam berdebat melawan kafir dengan ilmu bukan dengan rayu pemikiran sendiri kalo dengan rayu akhirnya menjadi tertawaan kafirun. karena agama di bangun atas sanad dan atsar. Kalau sanad dan atsar tidak tahu mustahil muslim dapat menjawab. Bagaimana cara tahunya Tuntulah Ilmu

انماالدين بالآثارليس بالراي ,ليس الدين بالكلام ، انما الدين بالآثار
Sesungguhnya Agama Itu Mengikuti Atsar Bukan Dengan Rayu (Pemikiran/pandangan sendiri), Bukanlah agama itu yang mengikut perkataan seseorang tetapi agama itu ialah dengan berpegang (mengikut) kepada atsar.

===================================================================================

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Pada topik sebelumnya penulis telah mengambil topik mengenai Umm Qirfa dilihat dari referensi sirah nabawiyah dalam teks asli yang dijadikan landasan antek FFI yang telah terbukti bahwa sumber yang mereka pakai adalah palsu (maudhu).

Pada pembahasan kali ini penulis ingin sedikit mengupas tuduhan-tuduhan dari artikel yang mereka pakai. Sebagai informasi bagi pembaca bahwa pembunuhan Umm Qirfa telah di komik-kan dan seperti biasa komik-komik tersebut dibumbui plintiran-pintiran hadist. Naudzubiahhimin dzalik

Sebelum membahas ini lebih jauh mungkin pembaca ingin mengetahui siapakah Umm Qirfa tersebut? Bagaimana peristiwa tersebut? Kenapa namanya menjadi topik pembicaraan yang hangat?Mari kita sedikit mereview siapakah Umm Qirfa tersebut.

Penyerangan Terhadap Umm Qirfa dari Bani Fazarah oleh Zayd b. Haritha – January, 628M

Ward bin Amr bin Madash, salah seorang B. Sa’d bin Hudayil, telah dibunuh oleh salah seorang dari bani Badr (yang namanya Sa’d bin Hudail). Ketika Zay bersumpah bahwa dia tidak akan pernah wudlu sampai bisa menguasai Banu Fazarah. Dan ketika dia sembuh dari lukanya nabi mengirim dia memerangi mereka bersama sebuah pasukan. Dia menawan Umm Qirfa (nama sebenarnya adalah Fatimah bt. Rabiah b. Badr), istri dari Malik b. Hudhayfah, ketua suku B. Fazarah, sebagai tawanan dan anak perempuannya serta Abdullah bin Mas’ada juga di tawan. Zayd Qays b. Mohsin untuk membunuh Umm Qirfa Qays mengikat kedua kakinya dengan tali dan mengikatkan tali-tali pada dua unta. Dia lalu memacu unta-unta ke dua arah berlawanan sehingga membelah tubuh Umm Qirfa menjadi dua. [Ibn Ishak, pp.664-665]

Sumber dari tabari mengatakan bahwa sang Eksekutor tersebut ditunjuk oleh Zayd. Yang perlu kita garis bawahi dalam kasus ini adalah tidak ada sumber yang mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW mengetahui peristiwa tersebut sehingga Beliau tidak berkomentar apapun. Namun seandainya saja berita serupa sampai ke Rasulullah SAW maka pasti ada pelurusan dari beliau. Kita ambil contoh pada kasus lain seperti kasus pembunuhan tawanan oleh Khalid yang pada saat kemudia Rasulullah SAW mengutus Ali untuk meluruskannya.

Muhammad ibn Ishaq The Life of the Prophet
Khalid’s expedition after the conquest of Makkah to the B. Jadhima of Kinana and Ali’s expedition to repair Khalid’s error.

Hakim told me that the Apostle summoned Ali and told him to go to these people and look into the affair, and abolish the  practices of the pagan era. So Ali went to them with the money the Apostle had sent and paid the bloodwit and made good their monetary loss. When all blood and property had been paid for he still had some money left over. He asked if any compensation was still due and when they said it was not, he gave them the rest of the money on behalf of the Apostle. Then he returned and reported to the Apostle what he had done and he commended him. Then the Apostle arose and facing the Qibla, raised his arms, and said: O God! I am innocent before Thee of what Khalid has done. This he did thrice. Khalid and Abdur Rahman b. Auf had sharp words about this matter. The latter said to him: “You have done a pagan act in Islam.” Khalid said that he had only avenged Abdur Rahman’s father. He answered that he was a liar because he himself had killed his father’s slayer; but Khalid had taken vengeance for his uncle so that there was bad feeling between them. Hearing of this the Apostle said (to Khalid): “Leave my companions alone, for by God if you had a mountain of gold and spent it for God’s sake, you would not approach the merit of my companions.”

Imam Bukhari juga mencatat hal yang serupa :

Sahih Bukhari, Volumn 005, Book 059, Hadith Number 628.
Narated By Salim’s father : The Prophet sent Khalid bin Al-Walid to the tribe of Jadhima and Khalid invited them to Islam but they could not express themselves by saying, “Aslamna (i.e. we have embraced Islam),” but they started saying “Saba’na! Saba’na (i.e. we have come out of one religion to another).” Khalid kept on killing (some of) them and taking (some of) them as captives and gave every one of us his Captive. When there came the day then Khalid ordered that each man (i.e. Muslim soldier) should kill his captive, I said, “By Allah, I will not kill my captive, and none of my companions will kill his captive.” When we reached the Prophet, we mentioned to him the whole story. On that, the Prophet raised both his hands and said twice, “O Allah! I am free from what Khalid has done.”

Dari satu kisah diatas bisa diambil kesimpulan bahwa bila Rasulullah SAW tahu bahwa terjadi penyimpangan yang dilakukan oleh muslim maka beliau akan segera meluruskannya. namun sampai sekarang para penghujat islam selalu memakai adagium “sikap muslim = sikap muhammad” demikian pula dengan kisah Pembunuhan Umm Qirfaada beberapa pertanyaan dan fakta yang hingga saat ini belum bisa dijawab oleh para kafir penghujat tersebut. Pertanyaan tersebut diantara lain :

  1. Apa hak Zayd mengeksekusi Umm Qirfa? Bukankah yang memimpin pertempuran tersebut adalah Abu Bakar? Bagaimana mungkin hukuman yang bersifat eksekusi tidak di putuskan oleh komandan perang?

    Sahih Muslim, Book 019, Number 4345:
    It has been narrated on the authority of Salama (b. al-Akwa’) who said: We fought against the Fazara and Abu Bakr was the commander over us. He had been appointed by the Messenger oi Allah (may peace be upon him). When we were onlv at an hour’s distance from the water of the enemy, Abu Bakr ordered us to attack. We made a halt during the last part of the night tor rest and then we attacked from all sides and reached their watering-place where a battle was fought. Some of the enemies were killed and some were taken prisoners. I saw a group of persons that consisted of women and children. I was afraid lest they should reach the mountain before me, so I shot an arrow between them and the mountain. When they saw the arrow, they stopped. So I brought them, driving them along. Among them was a woman from Banu Fazara. She was wearing a leather coat. With her was her daughter who was one of the prettiest girls in Arabia. I drove them along until I brought them to Abu Bakr who bestowed that girl upon me as a prize. So we arrived in Medina. I had not yet disrobed her when the Messenger of Allah (may peace be upon him) met me in the street and said: Give me that girl, O Salama. I said: Messenger of Allah, she has fascinated me. I had not yet disrobed her. When on the next day. the Messenger of Allah (may peace be upon him) ag;tin met me in the street, he said: O Salama, give me that girl, may God bless your father. I said: She is for you. Messenger of Allah! By Allah. I have not yet disrobed her. The Messenger of Allah (may peace be upon him) sent her to the people of Mecca, and surrendered her as ransom for a number of Muslims who had been kept as prisoners at Mecca (Muslim no. 4345)
  2. Bahwa tidak ada bukti yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW mengetahui peristiwa tersebut.
  3. Dan bilapun hal tersebut adalah eksekusi bukankah sudah ada perintah bahwa tawanan perang tidak boleh untuk dibunuh?

Pertanyaan-pertanyaan diatas sudah dicoba untuk ditanyakan kepada para kafir penghujat bukan jawaban yang kami dapatkan melainkan jawaban-jawaban yang sifatnya menduga-duga serta ocehan dan hinaan yang kami dapatkan.

Demikianlah sedikit pembahasan mengenai Umm Qirfa, sekiranya dapat berguna bagi kita semua.

TAMBAHAN DARI MIZANULADYAN BLOG:

Jelas-jelas Rasulullah  dalam perang melarang BERLAKU KEJAM DAN SADIS,SIMAK:

Al-Insan (76) : 8

وَيُطْعِمُونَ الطَّعَامَ عَلَى حُبِّهِ مِسْكِيناً وَيَتِيماً وَأَسِيراً

76.8. Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan.

Berkata Ibnu Ishaq, “Telah mengabarkan kepadaku Nabih bin Wahab, seseorang dari Bani Abdiddar, bahwasanya setelah Rasulullah mendatangi para tawanan –pada perang Badar– lalu beliau serahkan mereka secara terpisah kepada para shahabatnya seraya berpesan, “Perlakukan mereka dengan baik!”. Adalah shahabat (yang diberi amanat tersebut) mengutamakan makan mereka –para tawanan itu— atas diri mereka sendiri dengan makanan yang lebih enak ketika mereka makan.

Perhatikan:Rasulullah menyuruh memperlakukan tawanan dengan baik.maka itu,sikap pembunuhan ummu qirfa jika di ketahui Rasulullah,tentu hal itu akan di larang Rasulullah.

Al-Baqarah (2) No. Ayat : : 190

وَقَاتِلُواْ فِي سَبِيلِ اللّهِ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَكُمْ وَلاَ تَعْتَدُواْ إِنَّ اللّهَ لاَ يُحِبِّ الْمُعْتَدِينَ

2.190. Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.

yakni,jangan mencincang lawan,jangan membunuh wanita dan anak2 serta manula,jangan mengganggu gereja,jangan menggunakan bom curah,jangan menggunakan senjata kimia,jangan merusak bangunan,jangan merusak pohon2,dst.

Dari ‘Abdullah bin ‘Umar r.a, ia berkata, “Aku mendapati seorang wanita yang terbunuh dalam sebuah peperangan bersama Rasulullah saw. Kemudian beliau melarang membunuh kaum wanita dan anak-anak dalam peperangan,” (HR Bukhari [3015] dan Muslim [1744]).

Dalam riwayat lain disebutkan, “Rasulullah saw. mengecam keras pembunuhan terhadap kaum wanita dan anak-anak,” (HR Bukhari [3014] dan Muslim [1744]).

Dari Buraidah r.a, ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda, “Berperanglah fi sabilillah dengan menyebut nama Allah, perangilah orang-orang yang kafir kepada Allah, berperanglah dan jangan mencuri harta rampasan perang, jangan berkhianat, jangan mencincang mayat dan janganlah membunuh anak-anak,” (HR Muslim [1731]).

Jelas,berperang dengan sadis dan mencincang mayat bukan perang ajaran Rasulullah.

JIKA PASUKAN RASUL BERTINDAK KEJAM DAN DI KETAHUI RASULULLAH,MAKA RASULULLAH AKAN MENEGURNYA SAAT ITU JUGA.SIMAK BUKTI HADIST INI:

Dari Rabbah bin Rabi’ r.a, ia berkata, “Kami bersama Rasulullah saw. dalam sebuah peperangan. Beliau melihat orang-orang berkumpul mengelilingi sesuatu. Lalu beliau mengutus seseorang untuk melihatnya. Beliau berkata, ‘Coba lihat mengapa mereka berkumpul?’ Tak lama kemudian orang itu kembali dan berkata, ‘Mereka berkumpul menyaksikan mayat seorang wanita yang terbunuh.’ Beliau berkata, ‘Bukan mereka yang harus dibunuh!’ Ketika itu pasukan dipimpin oleh Khalid bin al-Walid. Lalu Rasulullah saw. mengutus seseorang dan bersabda, ‘Katakanlah kepada Khalid, janganlah membunuh wanita dan jangan membunuh pegawai/buruh’,” (Shahih, HR Abu Dawud [2669], Ibnu Majah [2842], Ahmad [III/388] dan [488], [IV/178-179] dan [346], al-Hakim [II/127], Ibnu Hibban [4789], Abu Ya’la [1546], ath-Thabrani [4619 dan 4622], al-Baihaqi [IX/82]).

Jelas,pembunuhan Ummu Qirfa bukan bagian ajaran islam,apalagi ajaran Rasulullah.jika Rasulullah mengetahui hal itu,tentu beliau akan segera menegur nya.

 

 

TUJUAN PEMBUSUKAN NABI MUHAMMAD DALAM PERISTIWA UMMU QIRFA ADALAH:NABI KOK PEMBUNUH?,PEMBUNUH KOK JADI NABI?,DEMIKIAN FITNAH PENGHUJAT ISLAM.

 

APAKAH MATA DAN HATI PENGHUJAT ISLAM BUTA?

 

NABI MUSA PUN PEMBUNUH SADIS VERSI ALKITAB,MENGAPA MASIH DI IMANI DAN TAURAT NYA DI BAWA-BAWA KE GEREJA DENGAN BUNGKUS LUX?APA INI GAK MUNAFIK?

 

 

Bilangan 31:9-19

31:9 Kemudian Israel menawan perempuan-perempuan q Midian dan anak-anak mereka; juga segala hewan, segala ternak dan segenap kekayaan mereka dijarah, r 31:10 dan segala kota kediaman serta segala tempat perkemahan s mereka dibakar. t 31:11 Kemudian diambillah seluruh jarahan dan seluruh rampasan berupa manusia dan hewan u itu, 31:12 dan dibawalah orang-orang tawanan, rampasan v dan jarahan itu kepada Musa dan imam Eleazar dan kepada umat w Israel, ke tempat perkemahan di dataran Moab yang di tepi sungai Yordan dekat Yerikho. x 31:13 Lalu pergilah Musa dan imam Eleazar dan semua pemimpin umat itu sampai ke luar tempat perkemahan untuk menyongsong mereka. 31:14 Maka gusarlah Musa kepada para pemimpin tentara y itu, kepada para kepala pasukan seribu dan para kepala pasukan seratus, yang pulang dari peperangan, 31:15 dan Musa berkata kepada mereka: “Kamu biarkankah semua perempuan hidup? 31:16 Bukankah perempuan-perempuan ini, atas nasihat z Bileam, menjadi sebabnya orang Israel berubah setia terhadap TUHAN dalam hal Peor, a sehingga tulah b turun ke antara umat TUHAN. 31:17 Maka sekarang bunuhlah semua laki-laki di antara anak-anak mereka, dan juga semua perempuan yang pernah bersetubuh dengan laki-laki c haruslah kamu bunuh. 31:18 Tetapi semua orang muda di antara perempuan yang belum pernah bersetubuh dengan laki-laki haruslah kamu biarkan hidup bagimu. 31:19 Tetapi kamu ini, berkemahlah tujuh hari d lamanya di luar tempat perkemahan; setiap orang yang telah membunuh orang dan setiap orang yang kena kepada orang yang mati terbunuh e haruslah menghapus dosa dari dirinya f pada hari yang ketiga dan pada hari yang ketujuh, kamu sendiri dan orang-orang tawananmu.