Para penghujat islam sering mengutip ayat ini buat pembenaran bagi diri mereka sendiri:

فَإِن كُنتَ فِى شَكٍّۢ مِّمَّآ أَنزَلْنَآ إِلَيْكَ فَسْـَٔلِ ٱلَّذِينَ يَقْرَءُونَ ٱلْكِتَٰبَ مِن قَبْلِكَ ۚ لَقَدْ جَآءَكَ ٱلْحَقُّ مِن رَّبِّكَ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ ٱلْمُمْتَرِينَ

Maka jika kamu (Muhammad) berada dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca kitab sebelum kamu. Sesungguhnya telah datang kebenaran kepadamu dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu temasuk orang-orang yang ragu-ragu.( Yunus:94 )

Maksud ayat di atas bukan berati quran membenar kan alkitab terdahulu masih suci dan murni,perihal sikap islam terhadap kitab-kitab suci terdahulu,dapat di lihat disini .ayat di atas termasuk kategori makiyyah.maksud ayat di atas adalah:Nabi muhammad adalah seorang buta huruf dari gurun arab,tiba-tiba di beri wahyu yang berisi cerita tentang bani israel,nabi-nabi israel,dst….maka nabi muhammad di perintah kan Allah bertanya kepada Ahli kitab,apakah cerita-cerita musa,harun,dst itu benar ada di kitab-kitab mereka?jika jawaban nya adalah:ya,maka jelas,bahwa Allah israel memang benar telah datang kepada Muhammad untuk membawa cerita-cerita itu dengan bentuknya YANG PALING ASLI DAN BENAR.jadi,ayat di atas tak bisa menjadi pembenaran kemurnian isi Taurat dan Injil di masa nabi Muhammad Saw.

Apakah aib jika nabi muhammad ragu-ragu?tidak….sebab,nabi muhammad adalah seorang buta huruf dari gurun,tiba-tiba di datangi Jibril buat sampaikan wahyu berisi cerita2 yang asing di telinga dan pemahaman Muhammad,terlalu berat di cerna seorang buta huruf,seperti cerita musa membelah lautan,cerita musa menghadap Firaun,dst.maka Allah menyatakan seolah-olah,jika kamu Muhammad bertanya pada ahli kitab,pasti pada kitab-kitab mereka ada cerita-cerita seperti itu…oleh karena itu,kamu jangan ragu akan Wahyu Tuhan yang datang kepada mu,sebab Aku lah yang datang kepada Musa,harun,daud,israel,dst.maka,kamu jangan ragu-ragu.keragu-raguan nabi muhammad bukan keraguan serius,tetapi sekedar bertanya-tanya di dalam hati nya tentang cerita2 itu,karena ia belum mendengar cerita2 detail2 itu tentang Musa,harun,dst sebelum nya.persis cerita Ibrahim meminta bukti kekuasaan Allah.

وَإِذْ قَالَ إِبْرَٰهِۦمُ رَبِّ أَرِنِى كَيْفَ تُحْىِ ٱلْمَوْتَىٰ ۖ قَالَ أَوَلَمْ تُؤْمِن ۖ قَالَ بَلَىٰ وَلَٰكِن لِّيَطْمَئِنَّ قَلْبِى ۖ قَالَ فَخُذْ أَرْبَعَةًۭ مِّنَ ٱلطَّيْرِ فَصُرْهُنَّ إِلَيْكَ ثُمَّ ٱجْعَلْ عَلَىٰ كُلِّ جَبَلٍۢ مِّنْهُنَّ جُزْءًۭا ثُمَّ ٱدْعُهُنَّ يَأْتِينَكَ سَعْيًۭا ۚ وَٱعْلَمْ أَنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌۭ

Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata: “Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang mati.” Allah berfirman: “Belum yakinkah kamu ?” Ibrahim menjawab: “Aku telah meyakinkannya, akan tetapi agar hatiku tetap mantap (dengan imanku) Allah berfirman: “(Kalau demikian) ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah [165] semuanya olehmu. (Allah berfirman): “Lalu letakkan diatas tiap-tiap satu bukit satu bagian dari bagian-bagian itu, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera.” Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.( Al-Baqarah:260)

Jadi,ayat di atas tak bisa di jadikan dalih kemurnian kitab-kitab suci sebelum quran.apalagi belajar pada ahli kitab.ayat di atas cuma Perintah Allah agar bertanya sekedar bertanya saja tentang EXSISTENSI cerita2 itu,dan bukan berati mengakui 100% isi cerita2 kitab2 suci terdahulu.sikap islam pada ahli kitab jelas:

kita akan tersesat jika membenar kan 100% kitab2 suci yang ada pada mereka:

وَدَّت طَّآئِفَةٌۭ مِّنْ أَهْلِ ٱلْكِتَٰبِ لَوْ يُضِلُّونَكُمْ وَمَا يُضِلُّونَ إِلَّآ أَنفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَ

Segolongan dari Ahli Kitab ingin menyesatkan kamu, padahal mereka (sebenarnya) tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak menyadarinya.( Ali-`Imraan:69)

Ahli kitab kerap mencampur baur kan kitab2 suci antara yang benar dan batil:

يَٰٓأَهْلَ ٱلْكِتَٰبِ لِمَ تَلْبِسُونَ ٱلْحَقَّ بِٱلْبَٰطِلِ وَتَكْتُمُونَ ٱلْحَقَّ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ

Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mencampur adukkan yang haq dengan yang bathil [203], dan menyembunyikan kebenaran [204], padahal kamu mengetahuinya?(Ali-`Imraan:71)

Mereka kafir dan akan masuk neraka kekal:

إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِنْ أَهْلِ ٱلْكِتَٰبِ وَٱلْمُشْرِكِينَ فِى نَارِ جَهَنَّمَ خَٰلِدِينَ فِيهَآ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ هُمْ شَرُّ ٱلْبَرِيَّةِ

Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.(Al-Bayyinah:6)