YANG MENGAKUI YESUS TUHAN AKAN DITOLAK

“Bukan setiap orang yang berseru kepada-ku:Tuhan, Tuhan!, akan masuk kedalam kerajaanSorga, melainkan

dia yang melakukan kehendak (perintah) Bapa-ku

yang disorga.

Pada hari terakhir (kiamat) banyak Orang akan berseru kepada-ku: Tuhan, tuhan, Bukankah kami bernubuat

demi nama-mu, dan mengusir setan demi nama-mu,

dan mengadakan banyak mukzijat demi nama-mu juga?

Pada waktu itulah aku akan berterus terang

Kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-ku,

Kamu sekalian pembuat kejahatan”

(Injil Matius 7: 21 23)

YESUS UTUSAN ALLAH

“Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri;

Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar,

dan penghakiman-Ku adil,

sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri,

melainkan kehendak Dia

yang mengutus Aku.”

(Yohanes 5: 30)

ALLAH ITU ESA

Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa,

Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.

Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan,

dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”.

(Qur’an Al-Ikhlas: 1 4)

JEJAK AJARAN YESUS

DALAM ALKITAB DAN AL-QUR’AN

MELACAK AJARAN YESUS DALAM ALKITAB

Akhir-akhir ini, kita banyak sekali melakukan kajian-kajian terutama terhadap kitab suci milik umat Kristen, baik itu Perjanjian Lama dan juga Perjanjian Baru. Juga terhadap Al-Qur’an sebagai mushaddiq (yang membenarkan bahwa kepada nabi-nabi dahulu memang pernah diturunkan alkitab, dan meluruskan penyimpangan yang ada pada kitab-kitab dahulu). Ada maksud apa umat kristen kita ajak melakukan kajian terhadap Al-Qur’an, dan apa perlunya? Jawabnya, umat Kristen sangat perlu mengkaji Al-Qur’an, sebab kitab suci umat Islam ini banyak berbicara tentang kehidupan Yesus, atau yang lebih dikenal oleh umat Islam sebagai Isa almasih atau Isa putra Maryam.

Selain informasi tentang jejak kehidupan Yesus dan ajarannya, Al-Qur’an pun banyak berbicara tentang nabi-nabi terdahulu, yang bisa kita baca didalam kitab Perjanjian Lama.

Untuk menggali informasi yang ada, umat Kristen tidak boleh menutup sebelah mata, apa salahnya mereka melakukan studi banding untuk menentukan suatu kebenaran yang mutlak. Karena Al-Qur’an selain banyak berbicara tentang nabi-nabi dahulu, lebih banyak lagi berbicara tentang konsep ketuhanan yang sangat sempurnah.

Mana mungkin, manusia dapat mengetahui agamanya yang paling benar, kalau tidak pernah diadakan uji coba atau studi banding. Satu-satunya ajaran dan agama yang pas untuk mengadakan studi banding itu, adalah ajaran Islam melalui kitab sucinya Al-Qur’an.

Yang perlu diperhatikan, dalam melakukan perbandingan antara ajaran Alkitab dengan ajaran Al-Qur’an, kita harus berani membuang jauh-jauh sifat sentimen yang selama ini sudah mendarah daging dalam diri kita masing-masing. Untuk menentukan mana yang paling benar, mari kita membuka lembaran Alkitab dan Al-Qur’an, Kemudian bagi umat Kristen janganlah malu untuk bertanya kepada orang yang mengerti tentang Al-Qur’an, seperti yang dilakukan oleh beberapa sekolah Teologi ternama di Amerika dan Eropa, termasuk di Indonesia.

Untuk mencari jejak ajaran Yesus yang sebenarnya, kita tidak cukup hanya menggalinya dari Alkitab, namun perlu juga bagi umat Kristen untuk mencarinya dalam riwayat yang disampaikan melalui kitab suci Al-Quran yang punya kaitan dan sejarah yang sama, atau satu rumpun. Ada beberapa persoalan yang sudah dikaji oleh umat Kristen secara mendalam terutama masalah ketuhanan, baik menurut Alkitab maupun Al-Qur’an, seperti yang akan diuraikan dibawah ini;

1. TUHAN MENURUT ALKITAB PERJANJIAN LAMA.

Pada awalnya, sebelum Yesus lahir, Allah telah memperkenalkan dirinya melalui lidah para utusan-Nya dahulu bahwa “Allah lah satu-satunya Tuhan, dan tidak ada Tuhan lain selain Allah” seperti yang tertulis didalam kitab Perjanjian Lama dibawa ini;

“Engkau diberi melihatnya untuk mengetahui, bahwa TUHANlah Allah, tidak ada yang lain kecuali Dia.”(Ulangan 4: 35).

“Sebab itu ketahuilah pada hari ini dan camkanlah, bahwa TUHANlah Allah yang di langit di atas dan di bumi di bawah, tidak ada yang lain.”(Ulangan 4: 39).

“Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!” (Ulangan 6: 4).

Lihatlah sekarang, bahwa Aku, Akulah Dia. Tidak ada Allah kecuali Aku. Akulah yang mematikan dan yang menghidupkan, Aku telah meremukkan, tetapi Akulah yang menyembuhkan, dan seorang pun tidak ada yang dapat melepaskan dari tangan-Ku.(Ulangan 32: 39).

a. Allah yang pertama, tidak ada Tuhan lain selain Allah.

“Kamu inilah saksi-saksi-Ku,” demikianlah firman TUHAN, “dan hamba-Ku yang telah Kupilih, supaya kamu tahu dan percaya kepada-Ku dan mengerti, bahwa Aku tetap Dia. Sebelum Aku tidak ada Allah dibentuk, dan sesudah Aku tidak akan ada lagi.” (Yesaya 43: 10).

b. Tidak ada juru selamat selain Allah.

“Aku, Akulah TUHAN dan tidak ada juruselamat selain dari pada-Ku.”(Yesaya 43: 11).

c. Allah Tuhan semesta alam, yang awal dan yang akhir.

“Beginilah firman TUHAN, Raja dan Penebus Israel, TUHAN semesta alam: “Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Allah selain dari pada-Ku.” (Yes 44: 6).

d. Tidak ada yang serupa dengan Allah.

“Kepada siapakah kamu hendak menyamakan Aku, hendak membandingkan dan mengumpamakan Aku, sehingga kami sama?” (Yesaya 46: 5).

Tapi kenyataannya, umat Kristen menyamakan Allah dengan ciptaannya yaitu Yesus!, padahal Yesus hanyalah utusan Allah.

e. Tidak ada Tuhan selain Allah.

Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain; kecuali Aku tidak ada Allah. Aku telah mempersenjatai engkau, sekalipun engkau tidak mengenal Aku. supaya orang tahu dari terbitnya matahari sampai terbenamnya, bahwa tidak ada yang lain di luar Aku. Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain. (Yesaya 45: 5 6).

“Ingatlah hal-hal yang dahulu dari sejak purbakala, bahwasanya Akulah Allah dan tidak ada yang lain, Akulah Allah dan tidak ada yang seperti Aku”(Yesaya 46: 9).

f. Allah yang menciptakan nasib mujur dan nasib malang.

yang menjadikan terang dan menciptakan gelap, yang menjadikan nasib mujur dan menciptakan nasib malang; Akulah TUHAN yang membuat semuanya ini. (Yesaya 45: 7).

Semua ayat diatas menjelaskan bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan tidak ada satupun yang serupa atau sebanding dengan Allah. Ayat-ayat diatas hampir sama dengan surat dalam Al-Qur’an, Al-Ikhlas: 1 4.

1. Katakanlah: “Dia-lah Allah Yang Maha Esa.”

2. Allah adalah Tuhan yang bergantung (berharap) kepada-Nya segala sesuatu.

3. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan.

4. Dan tidak ada seorangpun (makhluk-Nya) yang setara (sebanding, sama, dan serupa) dengan Dia.”

g. Jangan membuat patung untuk disembah.

“Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan. Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku. “Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apa pun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. (Keluaran 20: 2 4)

Dan sisa kayu itu dikerjakannya menjadi allah, menjadi patung sembahannya; ia sujud kepadanya, ia menyembah dan berdoa kepadanya, katanya: “Tolonglah aku, sebab engkaulah allahku!”. (Yesaya 44: 17).

Tapi kenyataannya, memang umat Kristen membuat patung Yesus dan menyembahnya. Bahkan, bukan hanya patung Yesus saja yang mereka buat, patung Bunda Maria, dan orang-orang yang dianggap sucipun dibuatkan patungnya kemudian patung itu di hormati bahkan akhirnya mereka sembah juga.

Ayat-ayat diatas sebagai contoh, dan masih banyak lagi ayat-ayat yang disampaikan oleh nabi-nabi dahulu didalam kitab Perjanjian lama, bahwa “Allah itu Esa”. Jika sudah jelas, bahwa Allah itu Esa, artinya; Allah itu hanya ada satu, tunggal, dan pasti mustahil kalau ada Tuhan lain selain Allah.

Menurut keterangan ayat-ayat yang sudah kita baca diatas, tidak ada satupun yang menjelaskan bahwa Yesus-lah Tuhan itu. Juga tidak ada satupun dari ayat-ayat tersebut yang mengkaitkannya dengan tiga Tuhan Allah Bapa, Firman, dan Roh Kudus, yang populer dengan Tuhan “Trinitas”. Memang, ada nubuat tentang Yesus didalam kitab nabi-nabi dahulu, tetapi nubuat itu menjelaskan bahwa akan datang seorang nabi yaitu Yesus, tapi bukan sebagai Tuhan!. Lihat kitab Yesaya 7: 14, nubuat tentang kedatangan Yesus;

“Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.” (Yesaya 7: 14)

Ramalan dalam kitab Yesaya 7: 14 ini menjelaskan bahwa seorang wanita muda akan melahirkan manusia berupa seorang anak laki-laki, bukan sebagai Tuhan!. Dan diutus hanya untuk bangsa Israel saja, lihat Matius 15: 24.

“Jawab Yesus: “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.”

Kemudian Yesus pun berpesan kepada murid-muridnya yang berjumlah 12 orang itu, mereka dilarang oleh Yesus untuk memberitakan Injil kepada bangsa lain, kecuali kepada bangsa Israel saja, lihat Matius 10: 5 6.

“Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: “Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel. (Matius 10: 5 6).

Marilah kita berfikir lebih rasional lagi, bahwa harus kita akui dan kita terima, memang Allah itu adalah Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada duanya, dan tidak akan sama atau serupa dengan makhluknya. Dia-lah Allah yang pasti mampu mengampuni dosa-dosa seluruh manusia tanpa perlu mengorbankan siapapun termasuk diri-Nya sebagai tumbal dikayu salib. Menciptakan langit dan bumi, beserta planet-planet yang sangat besar berjuta kali lipat besarnya dari bumi, dan yang jumlahnya tidak dapat dihitung oleh manusia karena bermilyard-milyard banyaknya, Allah menciptakan semua itu dengan sangat gampangnya. Mungkinkah hanya untuk mengampuni dosa manusia Allah perlu disalib?.

Kenapa Allah juga tidak menjelma sebagai Yesus ditanah mesir?, didaratan China?, dan di Persia?, atau dinegeri-negeri lainnya, bukankah mereka juga diciptakan oleh Allah?, bukankah mereka juga pasti ingin hidup bersama, dan bergaul bersama seperti bangsa Israel dengan Tuhan mereka. Sudah pasti mereka juga butuh keselamatan, butuh pengampunan dosa?. Mereka lebih maju dari bangsa Israel pada saat itu, dan yang pasti mereka juga mengerjakan dosa, kenapa Allah tidak turun dinegeri mereka untuk disalib agar dosa mereka juga DITEBUS. Ini suatu sikap yang tidak adil bagi Tuhan. Karena Allah itu Maha Adil, maka cerita TUHAN MENJELMA JADI MANUSIA YAITU YESUS, DAN PENEBUSAN DOSA DIKAYU SALIB SEBUAH REKAYASA DAN KEBOHONGAN BESAR.

2. TUHAN MENURUT AJARAN YESUS

Bangsa Israel tidak lagi murni menjalankan ajaran Taurat Musa, bahkan mereka tidak lagi mentauhidkan Allah. Karena itulah akhirnya Allah kembali mengutus seorang Rasul-Nya, yaitu Yesus. Setelah Yesus berumur 30 tahun, Allah mengutus Yesus untuk memperkenalkan diri sebagai utusan Allah, dan mengajak segenap bangsa Israel kembali mentauhidkan atau mengesakan Allah.

“Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.” (Yohanes 17: 3).

Ayat diatas menjelaskan bahwa Allah-lah Tuhan yang Esa!, dan Yesus hanyalah utusan Allah. Mungkin inilah yang disebut syahadat Yesus. Tiada Tuhan kecuali Allah, dan Yesus (Isa) utusan Allah.

a. Kata Yesus, Allah itu Esa

“Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.” (Markus 12:29)

b. Kata Yesus, berbakti hanya kepada Allah

“Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!” (Matius 4: 10).

Dalam ayat ini Yesus menyuruh Iblis menyembah, dan berbakti hanya kepada Allah saja. Yesus tidak menyuruh Iblis menyembah dirinya. Kalau Yesus itu Tuhan, pasti Iblis disuruh untuk menyembah dirinya!, dan lagi si Iblis tidak akan berani kepadanya kalau Yesus itu Tuhan.

Masih banyak lagi keterangan dalam Alkitab, Yesus mengajarkan Allah itu Tuhan yang Esa. Yang diajarkan oleh Yesus ini sesuai dengan ajaran para nabi terdahulu. Yesus tidak pernah menyatakan bahwa dirinya adalah Tuhan, atau Allah yang menjelma menjadi manusia berupa Yesus. Bahkan pada hari akhir nanti, Yesus akan menolak dan mengusir setiap orang yang menyebut dan menjadikan dirinya Tuhan, bahkan Yesus tidak mau mengenal mereka, dan tidak mengakui orang-orang tersebut sebagai umatnya. Lihat Matius 7: 21 23.

(21)Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.(22)Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?(23)Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

Ayat ini jelas sekali menolak semua orang yang menganggap Yesus itu Tuhan, sekalipun orang itu dapat mengusir setan, bisa mengobati orang yang sakit kesurupan, dapat juga menyembuhkan segala macam penyakit lumpuh, lepra, buta, yang dianggap mukjizat oleh umat Kristen. Kegiatan seperti ini sering dilakukan di TV, ditempat-tempat umum atau digedung-gedung, tujuannya agar orang terpengaruh, dan meyakini semua itu atas kuasa Yesus, padahal kemampuan seperti ini tidak lebih daripada pekerjaan paranormal, mungkin semacam hipnotis atau permainan yang sudah direkayasa sebelumnya. Kenyataannya; Gus Dur, sudah dua kali didoakan atas nama Yesus agar mata Gus Dur bisa melihat kembali, pertama; pada tanggal 28 29 Oktober 1999, di Senayan Gus Dur diberkati dan didoakan oleh Rev. Morris Cerullo, pendeta Yahudi dari Amerika beserta ribuan pendeta dan umat Kristen, ternyata mata Gus Dur tetap saja tidak bisa melihat!. kedua; pada tanggal 12 16 Mei 2003, pada acara KKR National Prayer Conference (NPC) di Istora Senayan, lagi-lagi Gus Dur kembali diberkati dan didoakan oleh Pendeta wanita bernama Rev. Cindy Jacob dari Amereka beserta puluhan ribu umat Kristen agar Mata Gus Dur dapat sembuh dan bisa melihat kembali. Ternyata, lagi-lagi Gus Dus harus kecewa, karena setelah diberkati dan didoakan oleh para Pendeta dan puluhan ribu umat Kristen atas nama dan kuasa Yesus Kristus, mata Gus Dur sampai hari ini tetap saja tidak dapat melihat!. Perbuatan yang mereka anggap mukjizat inilah yang akan ditolak oleh Yesus dihari terakhir nanti.

3. TUHAN MENURUT AL-QURAN.

Al-Quran, kitab suci umat Islam, yang diturunkan dari Allah kepada nabi Muhammad. Nabi Muhammad, adalah keturunan dari nabi Ibrahim melalui anaknya Ismail saudara dari nabi Ishak, nenek moyang bangsa Israel. Seperti sudah kita jelaskan, bahwa Al-Quran banyak menjelaskan konsep ketuhanan yang sangat sempurnah, tidak rumit dan tidak berbelit-belit. Mungkin kita akan kutip beberapa ayat dari Al-Quran yang berkenaan dengan konsep tentang Tuhan tersebut.

a. Tidak ada Tuhan selain Allah.

Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada Tuhan melainkan Dia, yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. (QS. Al Baqoroh: 163).

Kepada semua Rasul yang Aku utus sebelum engkau, ya Muhammad, Aku wahyukan bahwa tidak ada Tuhan selain Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku.(QS. Al Anbiyaa: 25).

Demikianlah sesungguhnya hanya Allah lah Tuhan yang Haq, dan sesungguhnya apa saja yang mereka sembah selain dari Allah, itulah yang batil, dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar. (QS. Al Hajj: 62).

Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dia-lah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. (Al Hasyr: 22)

Maha Suci Allah Yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. Al Mulk: 1).

b. Allah adalah Tuhan yang berhak disembah, yang tidak pernah mengantuk dan tidur, pencipta langit dan bumi.

Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa`at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi (kekuasaan) Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (QS. Al Baqoroh: 255).

Kepunyaan-Nya-lah semua yang ada di langit, semua yang di bumi, semua yang di antara keduanya dan semua yang di bawah tanah. (QS. Thooha: 6).

Baca lagi:

Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?.(QS. Al Anbiya: 30)

(60)SIAPAKAH yang telah menciptakan langit dan bumi dan yang menurunkan air untukmu dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun yang berpemandangan indah, yang kamu sekali-kali tidak mampu menumbuhkan pohon-pohonnya? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Bahkan (sebenarnya) mereka adalah orang-orang yang menyimpang (dari kebenaran).

(61)SIAPAKAH yang memperkenankan (do`a) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdo`a kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati (Nya).

(62)SIAPAKAH yang telah menjadikan bumi sebagai tempat berdiam, dan yang menjadikan sungai-sungai di celah-celahnya, dan yang menjadikan gunung-gunung untuk (mengkokohkan) nya dan menjadikan suatu pemisah antara dua laut? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Bahkan (sebenarnya) kebanyakan dari mereka tidak mengetahui.

(63)SIAPAKAH yang memimpin kamu dalam kegelapan di daratan dan lautan dan siapa (pula) kah yang mendatangkan angin sebagai kabar gembira sebelum (kedatangan) rahmat-Nya? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Maha Tinggi Allah terhadap apa yang mereka persekutukan (dengan-Nya).

(64)SIAPAKAH yang menciptakan (manusia dari permulaannya), kemudian mengulanginya (lagi), dan siapa (pula) yang memberikan rezki kepadamu dari langit dan bumi? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)?. Katakanlah: “Unjukkanlah bukti kebenaranmu, jika kamu memang orang-orang yang benar”. (QS. An Naml: 60 64).

c. Beribadah hanya kepada Allah.

Dialah Yang hidup kekal, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia; maka sembahlah Dia dengan memurnikan ibadat kepada-Nya. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. (QS. Al Mumin: 65).

d. Allah yang mematikan dan menghidupkan.

Dan bahwasanya Dialah yang mematikan dan menghidupkan. (QS. An Najmu: 44).

Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. (QS. Al Mulk: 2).

Berangkat dari keterangan ayat-ayat diatas, umat Kristen harus lebih meningkatkan lagi rasa peduli terhadap Al-Quran. Umat Kristen perlu mengadakan kajian lebih serius lagi, sejauh mana ajaran Yesus yang sebenarnya sudah mereka pahami baik melalui Alkitab maupun melalui Al-Quran. Termasuk penulis dan kawan-kawan, mengadakan kajian lebih mendalam pada Alkitab, dan menelusuri apa sebenarnya yang diajarkan oleh Yesus itu, kemudian hasilnya kami tuangkan pula dalam uraian dibawah ini.

4. YESUS TIDAK PERNAH MENGAJARKAN TRINITAS.

Terlebih dahulu harus kita akui, bahwa didalam Alkitab tidak ada satupun ayat yang menjelaskan tentang konsep Trinitas. Untuk mendukung kepercayaan kita terhadap Trinitas itu, bapa-bapa gereja mengambil rujukan dari I Yohanes 5: 7 8, yang bunyinya sebagai berikut;

(7)Sebab ada tiga yang memberi kesaksian [di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu.(8)Dan ada tiga yang memberi kesaksian di bumi]: Roh dan air dan darah dan ketiganya adalah satu.

Bandingkan dengan I Yohanes 5: 7 8, “Kitab Suci Perjanjian Baru” Percetakan: Arnoldus Ende, tahun 1983/1984, pada catatan kaki tertulis keterangan sebabagi berikut; “Bagian kalimat antara kurung itu pasti tidak asli”. Dan lebih ironis lagi kalau kita baca pada Alkitab yang sama, terbitan tahun 1970. Pada catatan kaki tertulis keterangan seperti berikut; “ayat itu palsu!”.

Kemudian baca lagi, I Yohanes 5: 7 8, “Kitab Suci Perjanjian Baru” terbitan “nusa indah” Arnoldus Ende, tahun 1994, pada catatan kaki tertulis keterangan sebagai berikut; “ay 7 8 didalam sorgadibumi. Bagian ayat ini tidak terdapat dalam naskah-naskah Yunani yang paling tua dan tidak pula dalam terjemahan-terjemahan kuno bahkan tidak dalam naskah-naskah paling baik dari Vulgata. Bagian ini kiranya aslinya sebuah catatan dipinggir halaman salah satu naskah terjemahan Latin yang kemudian disisipkan kedalam naskah-nsakah oleh penyalin dan akhirnya bahkan disisipkan kedalam beberapa naskah Yunani. Karenanya bagian ini pasti tidak asli”

Seperti yang kita ketahui, konsep Trinitas ini lahir dari hasil kesepakatan yang diadakan pada tahun 325 Masehi oleh kaisar Constantin, yang terkenal dengan “Konsili Nicea” kesepakatan menentukan atau merumuskan dan mengangkat Tuhan menjadi tiga oknum.

4. PENGAKUAN PARA PAKAR ALKITAB.

Pengakuan yang tidak bisa dianggap remeh, dari bapa-bapa gereja dan ilmuwan Alkitab, selain berani, dan cukup ilmia, untuk menggugah saudara dari pihak Kristen agar sama-sama mengkaji kembali Alkitab, dan mencari apa yang sebenarnya diajarkan oleh Yesus tentang Tuhan.

Dr. G.C. Van Niftrik, mengakui didalam bukunya “Dogmatika Masa Kini” hal. 418, mengatakan: “Didalam Alkitab tidak ditemukan suatu istilah yang dapat diterjemahkan dengan kata “Tritunggal” ataupun suatu ayat tertentu yang mengandung dogma tersebut”.

Dr. R. Soedarmo, didalam bukunya “Ikhtisar Dogmatika” hal. 114, mengatakan: “Agama Islam bercorak rasionalistis, artinya rasio, akal budi, memberi tekanan sungguh-sungguh. Oleh karena itu,Ttrinitas ditolak, sebab tidak dapat dimengerti bahwa 3 adalah 1 dan bahwa 1 adalah 3. Kita tentu insaf bahwa Trinitas memang tidak dapat dimengerti”.

Alban Douglas, didalam bukunya “Inti Ajaran Alkitab” hal. 19 20, mengatakan: “Barangsiapa untuk mengerti Tritunggal secara tuntas dengan daya akal manusiawi, akan menjadi tidak waras. Tetapi barangsiapa menyangkal Tritunggal, akan kehilangan jiwanya”.

– Dr. J. Verkuyl, didalam bukunya “Aku Percaya” hal. 43, mengatakan: “Rahasia ketritunggalan ini sebenarnya tak dapat kita rumuskan dengan kata-kata manusia, hanya dapat kita sembah saja”.

Bernhard Lohse, didalam bukunya “Pengantar Sejarah Dogma Kristen” hal. 47, mengatakan: “Dalam acuan terhadap masa-masa permulaan dari ajaran Trinitas, kita tetap menemukan ketidak pastian. Dalam bidang ini suatu penjelasan yang tuntas belum dicapai. Sejauh menyangkut Perjanjian Baru, kita tidak menemukan didalamnya suatu ajaran yang aktual tentang Trinitas”.

Pengakuan dari bapa-bapa gereja dan ilmuwan harus kita hargai, sebab mereka sudah mengatakan dengan sejujur-jujurnya, dari hasil penelitian yang serius dan mendalam bahwa Trinitas itu memang sulit untuk diterima oleh akal. Dan diakui juga oleh mereka, bahwa konsep Trinitas itu tidak didukung oleh satu ayatpun dari Alkitab Perjanjian Baru, apalagi Perjanjian Lama.

5. TRINITAS MENURUT AL-QUR’AN.

Sedangkan menurut konsep Al-Qur’an Trinitas itu adalah penyebab umat manusia khususnya kristen menjadi kafir!, apa kata Al-Qur’an;

Artinya: “Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah adalah Al Masih putera Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu” Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.” (Al-Maaidah: 72).

Artinya: “Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.” (Al-Maaidah: 73).

Pernyataan dari Al-Qur’an surat Al-Maaidah: 72 73, diatas sangat jelas dan tegas, KAFIR bagi orang yang mengakui dan mengatakan bahwa ALLAH adalah Isa (Yesus) atau ALLAH adalah salah satu dari yang tiga (Trinitas). Jadi, benarlah pendapat kalangan bapa-bapa gereja dan ilmuwan Alkitab, bahwa Trinitas itu tidak dapat diterima oleh akal yang sehat. Harus kita akui konsep Trinitas adalah tidak benar, konsep Trinitas sangat tidak rasional, seperti yang dikatakan oleh para bapa-bapa gereja dan ilmuwan Alkitab sendiri.

6. YESUS UTUSAN ALLAH.

Yesus tidak pernah mengaku bahwa dirinya adalah Tuhan, apalagi mengaku bahwa dia adalah Allah. Yang dikatakan oleh Yesus adalah “Allah itu Esa, dan ia adalah utusan-Nya. Perhatikan apa yang dikatakan oleh Yesus;

“Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.” (Yohanes 17: 3)

a. Kata Yesus lagi, ia utusan Allah.

“Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.” (Yohanes 17: 8).

Menurut ayat ini, Yesus menerima firman dari Allah, dan telah ia sampaikan kepada murid-muridnya dan juga bangsa Israel. Dalam ayat ini tidak ada pengakuan Yesus bahwa ia adalah firman yang hidup!. Kemudian, bangsa Israel benar-benar percaya bahwa Yesus diutus oleh Allah kepada mereka.

Kata Yesus:

“Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku.” (Matius 10: 40).

“Ya Bapa yang adil, memang dunia tidak mengenal Engkau, tetapi Aku mengenal Engkau, dan mereka ini tahu, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.” (Yohanes 17: 25).

Ajaran Yesus, bahwa ia seorang utusan sangat rasional, dan cocok dengan ajaran semua nabi-nabi utusan Allah. Karena setiap nabi yang diutus oleh Allah, tugas pertama ialah memperkenalkan bahwa “ALLAH TUHAN YANG ESA” Kedua, mengaku bahwa mereka utusan Allah. Ketiga, membimbing manusia menuju keselamatan dunia dan akhirat. Kita akui, sebelum Yesus wafat tidak pernah ada ajaran yang disampaikan oleh Yesus dan murid-muridnya, bahwa Yesus adalah Tuhan.

b. Yesus adalah anak manusia

“Pada waktu Yesus dan murid-murid-Nya bersama-sama di Galilea, Ia berkata kepada mereka: “Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia.” (Matius 17: 22).

“Karena Anak Manusia datang untuk menyelamatkan yang hilang.” (Matius 18: 11).

“Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan kamu berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa.” (Lukas 7: 34)

c. Yesus adalah seorang nabi

(10)”Dan ketika Ia masuk ke Yerusalem, gemparlah seluruh kota itu dan orang berkata: “Siapakah orang ini?”

(11)”Dan orang banyak itu menyahut: “Inilah nabi Yesus dari Nazaret di Galilea.” (Matius 21: 10 11).

d. Seorang nabi telah muncul, lihat Lukas 7: 16.

“Semua orang itu ketakutan dan mereka memuliakan Allah, sambil berkata: “Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita,” dan “Allah telah melawat umat-Nya.”

e. Yesus nabi dari Nazaret

“Kata-Nya kepada mereka: “Apakah itu?” Jawab mereka: “Apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret. Dia adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami.” (Lukas 24: 19).

f. Yesus mempunyai mukjizat tanda kenabian

Ketika orang-orang itu melihat mujizat yang telah diadakan-Nya, mereka berkata: “Dia ini adalah benar-benar Nabi yang akan datang ke dalam dunia.” (Yohanes 6: 14).

g. Yesus nabi yang ditunggu

Beberapa orang di antara orang banyak, yang mendengarkan perkataan-perkataan itu, berkata: “Dia ini benar-benar nabi yang akan datang.” (Yohanes 7: 40).

“Dan orang banyak itu menyahut: “Inilah nabi Yesus dari Nazaret di Galilea.” (Matius 21: 11).

h. Yesus guru kebenaran yang diutus Allah

“Ia datang pada waktu malam kepada Yesus dan berkata: “Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorang pun yang dapat mengadakan tanda-tanda (mukjizat) yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya.” (Yohanes 3:2).

Jadi pada waktu Yesus masih hidup mendampingi umatnya bangsa Israel, umatnya sangat tahu bahwa Yesus adalah guru kebenaran yang diutus oleh Allah untuk menyampaikan wahyu atau firmannya. Mereka tidak pernah menganggap Yesus itu Tuhan.

7. YESUS NABI BANI ISRAEL

Yesus diutus hanya untuk kaum keturunan Yakub (Israel) saja, bukan untuk bangsa lain. Kalau saat ini umat Kristen menyiarkan Injil kepada bangsa lain, berarti sudah melanggar larangan Yesus, seperti yang tertulis pada Kisah Para Rasul 16: 6 7.

“Mereka melintasi tanah Frigia dan tanah Galatia, karena Roh Kudus mencegah mereka untuk memberitakan Injil di Asia. Dan setibanya di Misia mereka mencoba masuk ke daerah Bitinia, tetapi Roh Yesus tidak mengizinkan mereka.”

a. Yesus berdo’a hanya untuk umat Israel.

“Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu.” (Yohanes 17: 9).

b. Yesus gembala umat Israel

“Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel.” (Matius 2: 6).

“Jawab Yesus: “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” (Matius 15: 24).

Kalau Lukas, dalam bukunya Kisah Para Rasul 16: 6 7, dengan tegas mengatakan Yesus melarang murid-murid dan pengikutnya menyebarkan Injil dibenua Asia, termasuk Indonesia, kenapa para penginjil mati-matian berusaha menyebarkan Injil di Asia, khususnya di Indonesia, padahal Yesus melarang dengan tegas, perhatikan kembali ayat dibawah ini;

(6)Mereka melintasi tanah Frigia dan tanah Galatia, karena Roh Kudus mencegah mereka untuk memberitakan Injil di Asia.

(7)Dan setibanya di Misia mereka mencoba masuk ke daerah Bitinia, tetapi Roh Yesus tidak mengizinkan mereka. (Kisah Para Rasul 16: 6 7).

c. Pesan Yesus kepada murid-muridnya.

(5)”Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: “Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria,

(6)”melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” (Matius 10: 5 6).

d. Pengakuan Yesus (Isa) dalam Al-Quran

Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam (Yesus) berkata: Hai Bani Israel, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad). Maka tatkala Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: Ini adalah sihir yang nyata (QS. Ash Shaff: 6).

Pesan Yesus kepada ke 12 orang muridnya ini, tidak ada satupun manusia yang berhak untuk melanggarnya. Seperti kata Alkitab dan Al-Quran karena ajaran yang disampaikan oleh Yesus hanya khusus untuk umat Israel. Jadi, kalau ada yang mengabarkan Injil kepada bangsa lain selain Israel, ia telah berdusta atas nama Yesus!.

Semua kegiatan pengabaran Injil keseluruh dunia, termasuk ke Indonesia, dilandasi oleh pesan yang tertulis dari Injil Matius 28: 19, dan Injil Markus 16: 15 16.

“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.” (Matius 28: 19).

(15)”Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.

(16)”Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. (Markus 16: 15 16).

Jika Injil Matius 28: 19, dan Injil Markus 16: 15 16, dianggap perintah untuk mengabarkan Injil keseluruh dunia, maka pendapat ini tertolak!. Ada beberapa alasan dan kriteria yang menyebabkan perintah yang tertulis pada Injil Matius 28: 19, dan Injil Markus 16: 15 16, tertolak adalah sebagai berikut;

Pertama, Injil Matius 28: 19, adalah ayat tambahan atau palsu! sebab ayat ini muncul setelah Yesus wafat disalib. Sebenarnya Injil Matius sudah ditutup hanya sampai pasal 27 saja. Namun seandainya Injil Matius 28 akan dimasukan juga sebagai bagian dari tulisan Matius, mungkin ia hanya dapat diterima sampai Matius 28: 15 saja!. Karena ayat 15 ini sebagai penutup Injil Matius. Perhatikan Injil Matius 28: 15 sebagai penutup;

“Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera ini tersiar di antara orang Yahudi sampai sekarang ini.” (Matius 28: 15).

Coba perhatikan dengan teliti, didalam Injil Matius 28: 15, ada tertulis kalimat sebagai penutup, yaitu; “Dan cerita ini tersiar di antara orang Yahudi sampai sekarang ini”. Ayat selanjutnya Injil Matius 28: 16 dan seterusnya, adalah ayat-ayat tambahan alias palsu.

Kedua, begitu juga dengan Injil Markus 16: 9 20 yang isinya perintah mengabarkan Injil keseluruh dunia, dan cerita penampakan Yesus adalah cerita yang disisipkan pada Injil Markus. Injil Markus hanya berakhir dari ayat 1 sampai 8 saja (Injil Markus 16: 1 8). Dalam KITAB SUCI PERJANJIAN BARU (catatan Lengkap), NI: 812110, Lembaga Biblika Indonesia Penerbit NUSA INDAH, percetakan ARNOLDUS Ende. ISBN 979 429 049 1. Imprimatur: Mgr. Donatus Djagom, SVD Uskup Agung Ende Ndona, 1974. Pada catatan kaki menjelaskan Injil Markus 16: 9 20, sebagai berikut; Bagian ini kiranya dalam abad ke II Masehi baru ditambahkan pada Markus. Ayat 9 20 Bagian penutup Markus ini pasti termasuk ke dalam Kitab Suci dan diinspirasikan. Ini belum berarti bahwa ayat-ayat ini juga dituliskan oleh Markus. Dan sangat diragukan apakah sungguh-sungguh termasuk ke dalam Injil, sebagaimana digubah oleh Markus. Memang ada kesulitan besar timbul dari keadaan naskah-naskah yang memuat Markus. Beberapa naskah, antara lain naskah yang paling penting, Vatikanus dan Sinaitikus, tidak memuat bagian penutup ini. Ada juga beberapa naskah yang memuat bagian penutup lebih pendek, seperti dalam terjemahan ini disajikan (lihat catatan diatas). Ada empat naskah yang menyajikan berturut-turut bagian penutup pendek dan bagian penutup panjang (ayat 9 20). Akhirnya ada satu naskah yang menyajikan bagian penutup panjang tetapi menyisipkan antara ayat 14 dan 15 sisipan ini: Dan untuk membela dirinya mereka mengatakan: Dunia kejahatan dan ketidak percayaan ini adalah di bawah kekuasaan Iblis (?). (Iblis) tidak mengijinkan bahwa apa yang dibawah roh-roh najis menangkap kebenaran dan kekuasaan Allah. Maka hendaklah sekarang menyatakan kebenaran(Mu). Begitu mereka berkata-kata (kepada Kristus). Dan (Kristus) menjawab: batas tahun-tahun kekuasaan Iblis sudah genap, tetapi lain-lain hal yang mendasyatkan sudah dekat. Dan aku diserahkan kepada maut bagi mereka yang berdosa, supaya mereka berbalik kepada kebenaran dan tidak berdosa lagi, dan begitu mendapat warisan di sorga yaitu kemuliaan kebenaran yang rohani dan tidak jatuh binasa. Kutipan-kutipan pada para pujangga Gereja juga agak kacau dan sedikit tidak karuan. Boleh ditambahkan juga bahwa antara ayat 8 dan 9 cerita terputus. Dari lain pihak sukar dapat diterima bahwa Injil yang asli sungguh-sungguh dengan tiba-tiba berhenti dengan ayat 8. Karenanya sementara ahli mengandaikan bahwa bagian penutup asli hilang, entah karena apa. Maka orang menggubah bagian penutup yang sekarang ada (ayat 9 20). Bagian ini merupakan ringkasan cerita-cerita tentang penampakan Yesus, dan gaya bahasa ringkasan ini berbeda sekali dengan gaya bahasa Markus. Namun demikian, bagian penutup yang sekarang ada (ayat 9 20) sudah dikenal dalam abad II Masehi oleh Tatianus dan Ireneus. Inipun terdapat dalam kebanyakan naskah Yunani dan naskah-naskah terjemahan. Tidak dapat dibuktikan bahwa penggubahnya Markus, tetapi menurut Swete bagian penutup ini merupakan peninggalan sejati dari angkatan Kristen yang pertama.

Untuk melaksanakan penginjilan keseluruh dunia dengan berpegang kepada kedua ayat Injil Matius 28: 19 dan Markus 16: 15 16, sangat menyalahi ajaran Yesus yang sebenarnya. Dalam mengkaji Alkitab, kita harus teliti dan super hati-hati, sebab tidak mustahil yang kita amalkan dan kerjakan adalah ajaran yang tidak bersumber dari Yesus sendiri. Karena seperti yang diakui oleh pakar Alkitab, seperti;

Dr. G.C. Van Niftrik dan Dr. B. J. Bolland, bahwa didalam Alkitab banyak terdapat kesalahan, dalam buku mereka “Dogmatika Masa Kini” hal. 298. BPK Jakarta, tahun 1967, mengatakan;

“Kita tidak usah malu-malu bahwa terdapat berbagai kekhilafan di dalam alkitab; kekhilafan-kekhilafan tentang angka-angka perhitungan, tahun, dan fakta. Dan tak perlu kita pertanggungkan kekhilafan-kekhilafan itu pada caranya. Isi alkitab telah disampaikan kepada kita sehingga kita akan dapat berkata. “Dalam naska aslinya tentu tidak terdapat kesalahan-kesalahan, tetapi kekhilafan itu barulah kemudian terjadi didalam turunan naskah itu. Isi alkitab juga dalam bentuknya yang asli telah datang kepada kita dengan perantaraan manusia.”

Selain mereka berdua, Dr. R. Soedarmo, didalam bukunya “Ikhtisar Dogmatika” hal. 47. BPK Jakarta, tahun 1965, mengatakan;

“Dengan pandangan bahwa kitab suci hanya catatan dari orang, maka diakui juga bahwa didalam kitab suci mungkin sekali ada kesalahan. Oleh karena itu, kitab suci dengan bentuk sekarang masih dapat diperbaiki”

Dalam buku yang sama, hal. 49. Dr. R. Soedarmo, mengatakan;

“Di dalam Perjanjian Baru pun ada kitab-kitab yang diragukan, antara lain Surat Wahyu dan Yakobus yang disebut surat Jeram.”

Selanjutnya, didalam “Kitab Suci Perjanjian Baru” dicetak oleh “Arnoldus Ende” tahun 1983/1984, pada catatan kaki Injil Markus 16: 9 20, sebagai berikut;

“Markus, ayat 9 20, bercerita mengenai penampakan-penampakan Yesus. Ini memang termasuk kedalam kitab suci, tetapi agaknya tidak termasuk injil Markus yang asli. Mungkin tidak lama setelah Markus terbit bagian penutup ini dimasukkan sebagai pengganti bagian penutup lain”.

Sebenarnya, keterangan dari Injil Markus 16: 9 20, “Kitab Suci Perjanjian Baru” yang dicetak oleh “Arnoldus Ende” tahun 1983/1984, sudah dipertegas oleh “Kitab Suci Perjanjian Baru” diterbitkan oleh “Arnoldus Ende” tahun 1970, keterangan pada catatan kaki, sebagai berikut;

“Markus 16: 9 20; Pasal terakhir ini tidak terdapat didalam naskah purba. Orang menduga bahwa ini baru ditambah kemudian, mungkin oleh Markus sendiri, atau yang lebih masuk akal oleh seorang penulis yang lain, barangkali atas nama Markus sendiri. Bagaimanapun juga, bagian ini dari semula juga diterima oleh Gereja Kudus sebagai termasuk kitab Kudus dan diilhami oleh Roh Kudus”.

Sangat masuk akal, kalau keterangan diatas mengatakan bahwa Injil Matius 28: 19, dan Injil Markus 16: 15 16, adalah ayat-ayat sisipan alias palsu. Dunia Kristen harus sadar sepenuhnya bahwa “perintah penginjilan kepada bangsa lain atau dunia” tidak pernah diajarkan oleh Yesus.

Penulis yakin anda saat ini berada pada posisi yang sedang “bingung”. Untuk menjawab kebingungan ini, marilah kita coba mencari jawabannya didalam kitab suci Al-Qur’an. Sumber-sumber informasi yang disampaikan oleh Al-Qur’an senada dengan apa yang pernah diajarkan oleh Yesus yang sebenarnya.

Karena, ajaran Yesus bersumber dari Allah, sedangkan Al-Qur’an yang diturunkan kepada nabi Muhammad pun dari Allah, karena kedua ajaran ini bersumber dari tempat yang sama, sampai kapanpun kedua ajaran ini tidak akan pernah bertentangan. Kalau didalam perjalanan kedua ajaran ini saat meniti masa dan waktu, terdapat ajaran yang mengaku bersumber dari ajaran Yesus tetapi bertolak belakang dengan ajaran Yesus dan nabi Muhammad, maka yakinlah pasti itu ajaran SESAT!. Untuk mengoreksi ajaran yang mengaku bersumber dari ajaran Yesus itu sesat atau tidak, kita harus membandingkan ajaran tersebut dengan ajaran yang dibawah Yesus sebenarnya. Untuk mengetahui ajaran Yesus yang sebenarnya itu, maka perlu sekali kita mencari informasi atau dukungan dari ajaran Yesus yang terdapat didalam Al-Qur’an, karena kedua ajaran Yesus dan nabi Muhammad berasal dari sumber yang sama.

Seperti, Yesus mengatakan bahwa ia hanya diutus untuk kaum Bani Israel saja. Ajaran Yesus ini, sampai hari ini diabadikan oleh Al-Qur’an, Ash-Shaff: 6.

Artinya: “Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata: “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu,..”

– Mukjizat Yesus (nabi Isa) menurut Al-Qur’an.

Artinya: “Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil (yang berkata kepada mereka): “Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mu`jizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman.” (Ali-Imron: 49).

Mukjizat Yesus yang disampaikan oleh Al-Quran lebih lengkap dari cerita didalam Alkitab (Injil). Umat Islam memahami dengan benar, bahwa mukjizat seorang nabi atau rasul hanya sebagai tanda atau bukti bahwa ia adalah utusan Allah. Bukan dengan adanya mukjizat tersebut lantas nabi atau rasul tersebut diangkat menjadi Tuhan.

– Yesus (nabi Isa) dapat berbicara sewaktu masih bayi.

“Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar. Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina. Maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata: “Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih dalam ayunan?. Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi.” (QS. Maryam: 27 30).

– Yesus, mendirikan shalat dan berzakat.

“Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup” (QS. Maryam: 31).

– Yesus berbakti kepada Ibunya.

“Dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.” (QS. Maryam: 32).

– Do’a Yesus kepada Allah.

“Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali”. (QS. Maryam: 33).

– Isa mengatakan perkataan benar, ia bukan anak Allah.

“Itulah Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya. Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: “Jadilah”, maka jadilah ia.” (QS. Maryam: 34 35).

– Yesus mengajak hanya menyembah Allah, sebab inilah jalan yang lurus.

“Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahlah Dia oleh kamu sekalian. Ini adalah jalan yang lurus.” (QS. Maryam: 36).

Inilah ajaran Yesus yang tertulis didalam Al-Qur’an. Bahkan masih banyak lagi ajaran Yesus yang diabadikan oleh Allah didalam Al-Qur’an, yang tidak mungkin kita uraikan semuanya didalam buku ini. Mudah-mudahan pada kesempatan lain kita dapat bersama-sama mengkaji kembali ajaran Yesus menurut Al-Qur’an.

– Menurut ajaran Yesus, ia akan menghakimi ke 12 suku Bani Israel saja.

“Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.” (Matius 19: 28).

“bahwa kamu akan makan dan minum semeja dengan Aku di dalam Kerajaan-Ku dan kamu akan duduk di atas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.” (Lukas 22: 30).

Keterangan dari ayat-ayat diatas ini, menjelaskan bahwa Yesus akan menghakimi ke 12 suku bangsa Israel saja, suku bangsa lain tidak termasuk, bahkan tidak pernah disebut-sebut oleh Yesus. Apalagi bangsa Indonesia sama sekali tidak pernah disebut oleh Yesus!, sebab Yesus memang tidak pernah kenal dengan bangsa Indonesia, jadi sangat mustahil sekali bangsa Indonesia yang tidak pernah dikenal oleh Yesus akan diselamatkan oleh Yesus.

Bahkan yang dimateraikan dan akan masuk sorga hanya 144.000 orang saja dari keturunan 12 suku bani Israel.

Lihat kitab Wahyu 7: 4 8.

(4)”Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel.

(5)”Dari suku Yehuda dua belas ribu yang dimeteraikan, dari suku Ruben dua belas ribu, dari suku Gad dua belas ribu,

(6)”dari suku Asyer dua belas ribu, dari suku Naftali dua belas ribu, dari suku Manasye dua belas ribu,

(7)”dari suku Simeon dua belas ribu, dari suku Lewi dua belas ribu, dari suku Isakhar dua belas ribu,

(8)”dari suku Zebulon dua belas ribu, dari suku Yusuf dua belas ribu, dari suku Benyamin dua belas ribu.

Lihat kitab Wahyu 14: 1 3.

(1)”Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya.

(2)”Dan aku mendengar suatu suara dari langit bagaikan desau air bah dan bagaikan deru guruh yang dahsyat. Dan suara yang kudengar itu seperti bunyi pemain-pemain kecapi yang memetik kecapinya.

(3)”Mereka menyanyikan suatu nyanyian baru di hadapan takhta dan di depan keempat makhluk dan tua-tua itu, dan tidak seorang pun yang dapat mempelajari nyanyian itu selain dari pada seratus empat puluh empat ribu orang yang telah ditebus dari bumi itu.

Kenapa hanya suku bani Israel saja yang berhak dimateraikan dan masuk sorga?, kenapa yang berhak masuk sorga dan ditebus dari bumi (ayat 3) itu hanya berjumlah 144.000 orang saja. Jawabnya, selain dari 144.000 orang suku bani Israel ini, semuanya akan dihakimi oleh Yesus, sebab mereka telah keluar dari ajaran Yesus. Mereka tidak hanya menyembah kepada Allah, tetapi juga menyembah dan menjadikan Yesus sebagai Tuhan. Apa kata Yesus, tentang mereka ini;

(6)”Jawab-Nya kepada mereka: “Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang-orang munafik! Sebab ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.

(7)”Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.

(8)”Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia.”

(9)”Yesus berkata pula kepada mereka: “Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri.” (Markus 7: 7 9).

Jadi sangat pantas kalau umat kristen selain 144.000 orang itu tidak masuk sorga, sebab mereka tidak lagi mengamalkan ajaran Yesus, yang mereka ajarkan dan amalkan adalah ajaran atau adat istiadat yang dibuat oleh manusia, yaitu Paulus dan bapa-bapa Gereja.

Kemudian, Yesus menolak dan tidak mengakui kepada setiap orang yang mengatakan dia Tuhan. Ironisnya bangsa Indonesia yang mengaku pengikut Yesus, mati-matian mengajarkan bahwa Yesus adalah Tuhan dan juru selamat, orang keturunan bani Israel saja ditolak, apa lagi bangsa Indonesia dan bangsa lain. kata Yesus, Matius 7: 22 23.

(22)”Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?

(23)”Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

Pasti pembaca yang beragama Kristen berpikir, kalau hanya 144.000 orang saja yang masuk sorga, dan itupun hanya dari kaum keturunan Israel, selain dari 144.000 orang itu ditolak oleh Yesus, dan tidak akan pernah masuk sorga, lantas harus kemana kita (umat Kristen) ini?.

Maka karena itulah Yesus pernah mengatakan bahwa umatnya (bangsa Israel) harus mengikuti nabi sesudah dia, yaitu nabi Muhammad. Apa kata Yesus didalam Al-Qur’an;

Artinya: “Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata: “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)” Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata”. (Ash-Shaff: 6).

– Apa kata Alkitab tentang kedatangan nabi Muhammad.

Lihat kitab Ulangan 18: 18 20.

(18)”seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya.

(19)”Orang yang tidak mendengarkan segala firman-Ku yang akan diucapkan nabi itu demi nama-Ku, dari padanya akan Kutuntut pertanggungjawaban.

(20)”Tetapi seorang nabi, yang terlalu berani untuk mengucapkan demi nama-Ku perkataan yang tidak Kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi nama allah lain, nabi itu harus mati.

Analisa:

1. ayat 18, Allah akan membangkita seorang nabi dari antarasaudara mereka, seperti Musa.

a. Maksudnya; dari antara saudara mereka, ialah saudara sebangsa yaitu bangsa Arab keturunan Ismail. Kita masih ingat, bahwa Ishak adalah leluhur bangsa Israel, dan Ismail leluhur bangsa Arab.

b. Seperti Musa, yang seperti Musa hanya nabi Muhammad;

1. Musa lahirnya wajar, nabi Muhammad pun lahirnya wajar, sedangkan Yesus tidak wajar.

2. Musa mempunyai anak dan isteri, nabi Muhammad pun mempunyai anak dan isteri, sedangkan Yesus tidak.

3. Musa membawa risalah, nabi Muhammad pun membawa risalah, sedangkan Yesus tidak ia hanya melanjutkan atau mengikuti hukum Taurat Musa dan kitab para nabi (baca Matius 5: 17 19).

4. Musa wafatnya secara wajar, nabi Muhammad pun wafatnya secara wajar, sedangkan menurut ajaran kristen Yesus matinya disalib, tidak wajar.

5. Musa mempunyai ayah dan ibu, nabi Muhammad pun mempunyai ayah dan ibu, sedangkan Yesus hanya mempunyai ibu saja.

6. Musa diterima oleh bangsanya, nabi Muhammad pun diterima oleh bangsanya, sedangkan Yesus sampai hari ini ditolak oleh bangsanya Israel.

7. Musa dan nabi Muhammad tidak pernah bangkit dari kuburnya, sedangkan Yesus setelah tiga hari bangkit dari kuburnya.

2. Ayat 19, Orang yang tidak mendengarkan segala firman-Ku yang akan diucapkan nabi itu demi nama-Ku, dari padanya akan ku tuntut pertanggungjawaban.

a. Maksudnya; yaitu firman Allah didalam Al-Qur’an. Karena setiap surat didalam Al-Qur’an dimulai “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang”

b. Bagi manusia yang tidak mau menerima Al-Qur’an akan dituntut pertanggung jawaban.

c. Ayat 19 ini sangat tidak cocok untuk nubuat Yesus, karena menurut kepercayaan kristen firman itu adalah Yesus itu sendiri.

3. Ayat 20, bila nabi itu mengatakan apa yang bukan dari Allah, atau mengada-ada, maka nabi itu harus mati.

a. Nabi Musa, menyampaikan wahyu, waktu wafat secara wajar, tidak dibunuh.

b. Nabi Muhammad, menyampaikan wahyu, waktu wafat secara wajar, tidak dibunuh.

c. Yesus, menyampaikan wahyu, ternyata Yesus mati dibunuh.

d. Paulus, mengaku mendapat wahyu, dan menyampaikan wahyu, ternyata Paulus pun mati dibunuh.

– Nubuat kedatangan nabi Muhammad dalam kitab Yesaya 29: 12.

“dan apabila kitab itu diberikan kepada seorang yang tidak dapat membaca dengan mengatakan: “Baiklah baca ini,” maka ia akan menjawab: “Aku tidak dapat membaca.”

1. Nubuat Yesaya 29: 12 ini jelas sekali ditujukan hanya kepada nabi Muhammad. Karena, nabi yang buta huruf tidak dapat membaca itu hanyalah nabi Muhammad. Ketika nabi Muhammad menerima wahyu pertama kali di goa Hira, kata malaikat Jibril: “Bacalah”, nabi Muhammad menjawab “Saya tidak dapat membaca”. (Wahyu yang turun pertama kali saat itu surat Al-’Alaq: 1 5). Sejarahpun membuktikannya, bahwa satu-satunya nabi yang cocok dengan nubuat nabi Yesaya ini hanyalah nabi Muhammad saw. Ironisnya, umat Kristen tetap menolak kedatangan nabi Muhammad saw yang sudah dinubuatkan oleh nabi Yesaya, bahkan oleh Yesus itu sendiri.

2. Nubuat Yesaya 29: 12 ini tidak cocok untuk Yesus, sebab Yesus dapat membaca, bahkan sudah menjadi kebiasaannya membaca alkitab dirumah ibadat setiap hari sabat. Lihat Lukas 4: 16

Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab.

Sebenarnya masih banyak lagi keterangan dari kitab nabi Yesaya dan nabi-nabi terdahulu tentang kedatangan nabi Muhammad, lain kali kita kaji kembali pada kesempatan yang akan datang.

– Nubuat kedatangan nabi Muhammad didalam Injil Yohanes16: 7 15.

(7)”Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu. (8) Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman; (9) akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku; (10) akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi; (11) akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum. (12) Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya. (13) Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. (14) Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya dari pada-Ku. (15) Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya; sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya dari pada-Ku.”

Keterangan:

a. Maksud ayat 7, Yesus harus pergi, sebab pengganti Yesus akan datang.

b. Maksud ayat 8 11, kalau ia datang ia akan membawa kebenaran dan keadilan. Ia akan menjelaskan bahwa Yesus hanya utusan Allah, ia akan menjelaskan bahwa Yesus sudah pergi, atau diselamatkan oleh Allah.

c. Kata “Penolong” dan “Roh Kebenaran” itu ditujukan kepada nabi Muhammad.

d. Menurut keyakinan kristen “Roh Kebenaran” itu adalah “Roh Kudus”, tapi setelah dikaji secara mendalam, ternyata yang dimaksud “Roh Kebenaran” itu memang ditujukan kepada nabi Muhammad.

e. Tidak mungkin “Roh Kebenaran” yang akan datang itu adalah “Roh Kudus”, karena Roh Kudus sudah datang ketika Yesus masih hidup, dalam bentuk burung merpati. Lihat Matius 3: 16 / Markus 1: 10 / Lukas 3: 22 / Yohanes 1: 32.

f. Tugas dari “Penolong” atau “Roh Kebenaran” itu adalah menerangkan hal dosa, keadilan, dan hukuman (membawa risalah baru).

g. Sedangkan “Roh Kudus” hanya bisa membuat orang berbicara dengan berbagai bahasa, tidak mati bila memegang ular berbisa, tidak mati bila minum racun, dan bisa membuat orang mampu memindahkan gunung. Lihat Matius 17: 20 / Markus 16: 17 18 / Kisah Para Rasul 2: 4.

h. “Penolong” atau “Roh Kebenaran” itu akan memuliakan aku. Kita semua tahu bahwa hanya didalam Islamlah Yesus sangat dimuliakan.

i. Maksud ayat 15, Yesus menyerahkan kerasulannya kepada nabi Muhammad saw. Lihat Matius 21: 43.

“Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu.

Sebenarnya, masih banyak lagi ramalan dari kitab suci baik dalam Perjanjian Lama, dan Perjanjian Baru mengenai kedatangan seorang nabi akhir zaman yang datang dari keturunan Ismail bernama Muhammad. Umat Kristen tidak perlu ragu untuk mengakui nabi Muhammad sebagai utusan Allah, sebab sebagai manusia yang berfikir, dan mempunyai akal budi, kenapa harus ditolak kalau itu suatu kebenaran, karena manusia yang sempurna tidak akan ragu menerima kebenaran.

8. RAMALAN YESUS TENTANG NABI PALSU

Sebelum Yesus wafat, ia pernah menyampaikan nubuat atau ramalan bahwa setelah ia pergi nanti akan datang orang yang mengaku dirinya rasul yang diutus oleh Yesus. Yesus berpesan dengan sungguh-sungguh kepada murid-muridnya, harus hati-hati dengan orang tersebut. Setelah hampir tiga puluh tahun Yesus wafat, apa yang pernah diramalkan oleh Yesus menjadi kenyataan, inilah saat-saat yang menjadi musibah bagi kelanjutan ajaran Yesus.

– Apa pesan Yesus kepada murid-muridnya.

(1)”Ketika Yesus keluar dari Bait Allah, seorang murid-Nya berkata kepada-Nya: “Guru, lihatlah betapa kokohnya batu-batu itu dan betapa megahnya gedung-gedung itu!”

(2)”Lalu Yesus berkata kepadanya: “Kaulihat gedung-gedung yang hebat ini? Tidak satu batu pun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain, semuanya akan diruntuhkan.”

(3)”Ketika Yesus duduk di atas Bukit Zaitun, berhadapan dengan Bait Allah, Petrus, Yakobus, Yohanes dan Andreas bertanya sendirian kepada-Nya:

(4)”Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi, dan apakah tandanya, kalau semuanya itu akan sampai kepada kesudahannya.”

(5)”Maka mulailah Yesus berkata kepada mereka: “Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu!

(6)”Akan datang banyak orang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Dia, dan mereka akan menyesatkan banyak orang.” (Markus 13: 5 6 / Matius 24: 1 5).

– Lagi pesan Yesus:

(21)”Pada waktu itu jika orang berkata kepada kamu: Lihat, Mesias ada di sini, atau: Lihat, Mesias ada di sana, jangan kamu percaya.

(22)”Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda dan mujizat-mujizat dengan maksud, sekiranya mungkin, menyesatkan orang-orang pilihan.

(23)”Hati-hatilah kamu! Aku sudah terlebih dahulu mengatakan semuanya ini kepada kamu.” (Markus 13: 21 23).

– Lihat lagi I Yohanes 2: 18 21.

(18)”Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus. Itulah tandanya, bahwa waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir.

(19)”Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita.

(20)”Tetapi kamu telah beroleh pengurapan dari Yang Kudus, dan dengan demikian kamu semua mengetahuinya.

(21)”Aku menulis kepadamu, bukan karena kamu tidak mengetahui kebenaran, tetapi justru karena kamu mengetahuinya dan karena kamu juga mengetahui, bahwa tidak ada dusta yang berasal dari kebenaran

– Ramalan dalam kitab Ulangan 18: 20.

“Tetapi seorang nabi, yang terlalu berani untuk mengucapkan demi nama-Ku perkataan yang tidak Kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi nama allah lain, nabi itu harus mati (dibunuh).

– Keterangan:

a. Tanda-tanda datangnya rasul Palsu itu, pada saat Yerusalem dihancurkan sampai rata dengan tanah. Ramalan Yesus ini tepat sekali, ketika Jenderal Titus dan Jenderal Verparius, menghancurkan Yerusalem. Pada saat itulah Paulus lagi gencar-gencarnya mengajarkan dan menyebarkan ajarannya.

b. Pada saat itulah orang yang mengaku menjadi rasul utusan Yesus muncul, yang akan menyesatkan banyak orang.

c. Yesus melarang kita untuk percaya kepada orang tersebut (Paulus).

d. Kata Yesus, Mesias dan Nabi palsu itu akan menunjukkan tanda-tanda dan mukjizat dengan tujuan untuk mengelabui atau menipu agar pengikut Yesus yang sebenarnya ikut sesat

e. Yesus dengan sungguh-sungguh berpesan: “Hati-hatilah kamu! Aku sudah terlebih dahulu mengatakan semuanya ini kepada kamu.” (Markus 13: 23).

f. Ciri-ciri lainnya, orang itu berasal dari antara kita kata Yesus (orang Yahudi juga), tapi setelah masuk dan mengaku jadi murid Yesus ia keluar lagi (murtad).

g. Kata Yesus, tidak ada dusta yang berasal dari kebenaran. Sedangkan Paulus mengatakan kebenaran Allah menjadi mulia justru oleh karena dusta Paulus, lihat Roma 3: 7. Tetapi jika kebenaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliaan-Nya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa?”

h. Menurut ramalan kitab Ulangan 18: 20, bila orang yang mengaku nabi itu mengaku mendapat wahyu dari Allah, tetapi pengakuannya ternyata bohong, maka nabi itu akan mati terbunuh. Ternyata, Paulus yang mengaku diangkat menjadi rasul dan menerima wahyu mati terbunuh, kepalanya dipenggal oleh Kaisar Nero.

Semua ramalan diatas cocok sekali dengan Paulus. Karena hanya Paulus yang mengaku bertobat setelah banyak membantai pengikut Yesus, kemudian ia mengaku menjadi pengikut Yesus, akhirnya mengaku diberi wahyu oleh Yesus. Ada pengakuan Paulus yang sangat kontradiksi, yang diabadikan didalam Kisah Para Rasul, seperti;

1. PENGAKUAN PAULUS TENTANG PERTOBATANNYA.

a. Lihat Kisah Para Rasul 9: 3 7.

(3)”Dalam perjalanannya ke Damsyik, ketika ia sudah dekat kota itu, tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia.

(4)”Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya: “Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?”

(5)”Jawab Saulus: “Siapakah Engkau, Tuhan?” Kata-Nya: “Akulah Yesus yang kauaniaya itu.

(6)”Tetapi bangunlah dan pergilah ke dalam kota, di sana akan dikatakan kepadamu, apa yang harus kauperbuat.”

(7)”Maka termangu-mangulah teman-temannya seperjalanan, karena mereka memang mendengar suara itu, tetapi tidak melihat seorang juga pun.

b. Lihat Kisah Para Rasul 22: 6 10.

(6)”Tetapi dalam perjalananku ke sana, ketika aku sudah dekat Damsyik, yaitu waktu tengah hari, tiba-tiba memancarlah cahaya yang menyilaukan dari langit mengelilingi aku.

(7)”Maka rebahlah aku ke tanah dan aku mendengar suatu suara yang berkata kepadaku: Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?

(8)”Jawabku: Siapakah Engkau, Tuhan? Kata-Nya: Akulah Yesus, orang Nazaret, yang kauaniaya itu.

(9)”Dan mereka yang menyertai aku, memang melihat cahaya itu, tetapi suara Dia, yang berkata kepadaku, tidak mereka dengar.

(10)”Maka kataku: Tuhan, apakah yang harus kuperbuat? Kata Tuhan kepadaku: Bangkitlah dan pergilah ke Damsyik. Di sana akan diberitahukan kepadamu segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu.

c. Lihat Kisah Para Rasul 26: 12 15.

(12)Dan dalam keadaan demikian, ketika aku dengan kuasa penuh dan tugas dari imam-imam kepala sedang dalam perjalanan ke Damsyik,

(13)”tiba-tiba, ya raja Agripa, pada tengah hari bolong aku melihat di tengah jalan itu cahaya yang lebih terang dari pada cahaya matahari, turun dari langit meliputi aku dan teman-teman seperjalananku.

(14)”Kami semua rebah ke tanah dan aku mendengar suatu suara yang mengatakan kepadaku dalam bahasa Ibrani: Saulus, Saulus, mengapa engkau menganiaya Aku? Sukar bagimu menendang ke galah rangsang.

(15)”Tetapi aku menjawab: Siapa Engkau, Tuhan? Kata Tuhan: Akulah Yesus, yang kauaniaya itu.

2. KONTRADIKSI DAN KEBOHONGAN CERITA PERTOBATAN PAULUS.

1. Kontradiksi pertama: Siapa saja yang diliputi cahaya.

a. Pada Kisah Para Rasul 9: 3, dan 22: 6, yang dikelilingi atau diliputi cahaya hanyalah Paulus. Tapi;

b. Pada Kisah Para Rasul 26: 13, yang diliputi cahaya dari langit bukan hanya Paulus, tetapi teman-teman seperjalanannya juga diliputi cahaya.

2. Kontradiksi kedua: Siapa saja yang rebah ketanah.

a. Pada Kisah Para Rasul 9: 4, dan 22: 7, yang rebah ketanah hanya Paulus saja.

b. Pada Kisah Para Rasul 26: 14, Paulus dan teman-teman seperjalannya, semuanya rebah ketanah.

3. Kontradiksi ketiga: Siapa saja yang melihat cahaya.

a. Pada Kisah Para Rasul 9: 7, teman-teman Paulus tidak melihat cahaya.

b. Pada Kisah Para Rasul 22: 9, teman-teman Paulus melihat cahaya.

4. Kontradiksi keempat: Siapa saja yang mendengar suara Yesus.

a. Pada Kisah Para Rasul 9: 7, teman-teman Paulus semuanya mendengar suara Yesus.

b. Pada Kisah Para Rasul 22: 9, teman-teman Paulus tidak mendengar suara Yesus.

Inilah kebohongan yang diceritakan oleh Paulus sendiri. Bila seorang memberikan pengakuan atau keterangan yang berbeda tentang masalah yang sama, keterangan-keterangannya itu saling bertentangan, tidak salah lagi pasti orang itu sedang berdusta.

Dalam hal berdusta Paulus jagonya, Paulus pernah memberikan pernyataan, seperti dalam Roma 3: 7, “Tetapi jika kebenaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliaan-Nya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa?”

3. PELECEHAN PAULUS TERHADAP AJARAN YESUS.

A. Kata Paulus, Yesus adalah Tuhan.

“Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.” (Roma 10: 9).

“Allah, yang membangkitkan Tuhan, akan membangkitkan kita juga oleh kuasa-Nya.” (I Korintus 6: 14).

“Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.” (Roma 6: 23).

– Lagi kata Paulus:

“dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa!” (Filipi 2: 11).

– Tuhan buatan:

“Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus.” (Kisah Para Rasul 2: 36).

“Sebab untuk itulah Kristus telah mati dan hidup kembali, supaya Ia menjadi Tuhan, baik atas orang-orang mati, maupun atas orang-orang hidup.” (Roma 14: 9).

Seumur hidupnya Yesus tidak pernah mengaku bahwa dirinya adalah Tuhan, apalagi sampai minta disembah. Bahkan tidak ada satu ayatpun didalam alkitab baik Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru bahwa Yesus mengaku Tuhan dan minta disembah. Yang mengatakan dan mengangkat Yesus menjadi Tuhan adalah Paulus, seperti keterangan ayat-ayat diatas.

B. Paulus membatalkan khitan (sunat).

1. Kalau sunat berarti Yesus tidak berguna lagi.

“Sesungguhnya, aku, Paulus, berkata kepadamu: jikalau kamu menyunatkan dirimu, Kristus sama sekali tidak akan berguna bagimu.” (Galatia 5: 2).

2. Kata Paulus, sunat itu tidak ada artinya

“Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak ada artinya, tetapi menjadi ciptaan baru, itulah yang ada artinya.” (Galatia 6: 15).

3. Sunat sudah digantikan oleh Yesus

“Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, tetapi dengan sunat Kristus, yang terdiri dari penanggalan akan tubuh yang berdosa,” (Kolose 2: 11).

4. Padahal sunat adalah perjanjian yang kekal antara Abraham dan anak keturunannya dengan Allah. Jadi, tidak terkecuali siapapun yang mengaku keturunan Abraham, Ismail, dan Ishak harus disunat. Kalau tidak disunat mereka bukan keturunan Abraham, Ismail, Ishak. Lihat Kejadian 17: 7 14.

(7)”Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun-temurun menjadi perjanjian yang kekal, supaya Aku menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu.

(8)”Kepadamu dan kepada keturunanmu akan Kuberikan negeri ini yang kaudiami sebagai orang asing, yakni seluruh tanah Kanaan akan Kuberikan menjadi milikmu untuk selama-lamanya; dan Aku akan menjadi Allah mereka.

(9)”Lagi firman Allah kepada Abraham: “Dari pihakmu, engkau harus memegang perjanjian-Ku, engkau dan keturunanmu turun-temurun.

(10)”Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat;

(11)”haruslah dikerat kulit khatanmu dan itulah akan menjadi tanda perjanjian antara Aku dan kamu.

(12)”Anak yang berumur delapan hari haruslah disunat, yakni setiap laki-laki di antara kamu, turun-temurun: baik yang lahir di rumahmu, maupun yang dibeli dengan uang dari salah seorang asing, tetapi tidak termasuk keturunanmu.

(13)”Orang yang lahir di rumahmu dan orang yang engkau beli dengan uang harus disunat; maka dalam dagingmulah perjanjian-Ku itu menjadi perjanjian yang kekal.

5. Ternyata semua nabi utusan Allah melaksanakan perjanjian yang kekal itu dengan melakukan sunat.

a. Abraham sunat pada umur 99 tahun.

“Abraham berumur sembilan puluh sembilan tahun ketika dikerat kulit khatannya.” (Kejadian 17: 24).

b. Ismail sunat pada umur 13 tahun.

“Dan Ismael, anaknya, berumur tiga belas tahun ketika dikerat kulit khatannya.” (Kejadian 17: 25).

c. Ishak sunat umur 8 hari.

“Kemudian Abraham menyunat Ishak, anaknya itu, ketika berumur delapan hari, seperti yang diperintahkan Allah kepadanya.” (Kejadian 21: 4).

d. Umat nabi Musa (semua bangsa Israel) harus disunat.

“Dan pada hari yang kedelapan haruslah dikerat daging kulit khatan anak itu.” (Imamat 12: 3, baca ayat sebelumnya).

e. Yohanes pembaptis disunat.

“Maka datanglah mereka pada hari yang kedelapan untuk menyunatkan anak itu dan mereka hendak menamai dia Zakharia menurut nama bapanya,” (Lukas 1: 59).

f. Yesus disunat umur delapan hari.

“Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya.” (Lukas 2: 21).

6. Orang yang tidak sunat adalah orang yang mengingkari perjanjian dengan Allah, dan harus dilenyapkan.

“Dan orang yang tidak disunat, yakni laki-laki yang tidak dikerat kulit khatannya, maka orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya: ia telah mengingkari perjanjian-Ku.” (Kejadian 17: 14).

7. Orang yang tidak sunat dilarang masuk kerumah Allah

(7)”yang membiarkan orang-orang asing, yaitu orang-orang yang tidak bersunat hatinya maupun dagingnya masuk dalam tempat kudus-Ku dan dengan kehadirannya mereka menajiskannya waktu kamu mempersembahkan santapan-Ku, yaitu lemak dan darah. Dengan berbuat begitu kamu lebih mengingkari perjanjian-Ku dari pada dengan segala perbuatanmu yang keji yang sudah-sudah.

(8)”Kamu tidak memelihara barang-barang-Ku yang kudus dan kamu mengangkat mereka untuk memelihara kewajibanmu terhadap Aku di dalam tempat kudus-Ku.

(9)”Oleh sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: Tidak seorang pun dari orang-orang asing yang hatinya dan dagingnya tidak bersunat, boleh masuk dalam tempat kudus-Ku, ya setiap orang asing yang ada di tengah-tengah orang Israel.” (Yehezkiel 44: 7 9).

Perjanjian yang begitu pentingnya, merupakan perjanjian yang kekal abadi antara Allah dengan Abraham serta anak keturunannya sampai dunia ini berakhir, tetapi dengan sangat mudah dan gampang dibatalkan oleh Paulus yang mengaku punya wewenang penuh dari Tuhan.

C. Paulus menghalalkan makanan yang haram.

a. Paulus menghalalkan daging apa saja.

“Makanan tidak membawa kita lebih dekat kepada Allah. Kita tidak rugi apa-apa, kalau tidak kita makan dan kita tidak untung apa-apa, kalau kita makan.” (I Korintus 8: 8).

– Baca lagi:

(4)”Karena semua yang diciptakan Allah itu baik dan suatu pun tidak ada yang haram, jika diterima dengan ucapan syukur,

(5)”sebab semuanya itu dikuduskan oleh firman Allah dan oleh doa.” (I Timotius 4: 4 5).

– Kata Paulus, semua jenis daging halal

“Kamu boleh makan segala sesuatu yang dijual di pasar daging, tanpa mengadakan pemeriksaan karena keberatan-keberatan hati nurani.” (I Korintus 10: 25).

b. Paulus menghalalkan minuman yang haram

“Janganlah lagi minum air saja, melainkan tambahkanlah anggur sedikit, berhubung pencernaanmu terganggu dan tubuhmu sering lemah.” (I Timotius 5: 23).

D. Paulus membatalkan hukum Taurat.

a. Kata Paulus, kita bebas dari hukum Taurat.

“Tetapi sekarang kita telah dibebaskan dari hukum Taurat.” (Roma 7: 6).

“Kamu tahu, bahwa tidak seorang pun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kami pun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: “tidak ada seorang pun yang dibenarkan” oleh karena melakukan hukum Taurat.” (Galatia 2: 16).

b. Kata Paulus, bila hukum Taurat tidak ada, pelanggaranpun tidak ada.

“Karena hukum Taurat membangkitkan murka, tetapi di mana tidak ada hukum Taurat, di situ tidak ada juga pelanggaran.” (Roma 4: 15).

c. Kata Paulus, keselamatan dalam hukum Taurat hanya bayangan.

“Di dalam hukum Taurat hanya terdapat bayangan saja dari keselamatan yang akan datang, dan bukan hakekat dari keselamatan itu sendiri. Karena itu dengan korban yang sama, yang setiap tahun terus-menerus dipersembahkan, hukum Taurat tidak mungkin menyempurnakan mereka yang datang mengambil bagian di dalamnya.” (Ibrani 10: 1).

d. Kata pengikut Yesus.

“Kata mereka: “Ia ini (Paulus) berusaha meyakinkan orang untuk beribadah kepada Allah dengan jalan yang bertentangan dengan hukum Taurat.” (Kisah Rasul 18: 13).

E. Ramalan Paulus yang tidak pernah terjadi.

a. Ramalan Paulus, ia akan diselamatkan.

“Dan Tuhan akan melepaskan aku dari setiap usaha yang jahat. Dia akan menyelamatkan aku, sehingga aku masuk ke dalam Kerajaan-Nya di sorga. Bagi-Nyalah kemuliaan selama-lamanya! Amin.” (II Timotius 4: 18).

Komentar: Ternyata Paulus mati dibunuh oleh tentara Romawi, kepalanya dipenggal, pada tahun 67 M. Kematian Paulus yang di agung-agungkan ternyata sangat tragis sekali. Nyatalah bahwa ramalan atau nubuat Paulus semuanya tidak terbukti.

b. Ramalan Paulus, ia dan pengikutnya akan dijemput naik keawan untuk menghadap Yesus.

– Alkitab Perjanjian Baru, terbitan tahun 1990.

(15)”Ini kami katakan kepadamu dengan firman Tuhan: kita yang hidup, yang masih tinggal sampai kedatangan Tuhan, sekali-kali tidak akan mendahului mereka yang telah meninggal.

(16)”Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit;

(17)”sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.” (I Tesalonika 4: 15 17).

– Alkitab Perjanjian Baru, terbitan tahun 1960.

(15)”Karena kami mengatakan demikian ini kepadamu dengan firman Tuhan, bahwa kita yang sedang hidup ini dan yang tertinggal hingga kepada kedatangan Tuhan, tiada akan mendahului orang yang sudah mati.

(16)”Karena Tuhan sendiri akan turun dari surga dengan suatu sorak, dengan suara penghulu malaekat, dan dengan bunyi sangkakala Allah; maka segala orang yang telah mati di dalam Kristus akan bangkit dahulu,

(17)”kemudian kita yang sedang hidup, yang telah tertinggal ini, akan diambil ke dalam awan bersama-sama dengan mereka itu menghadap Tuhan di dalam awang-awangan; demikianlah kelak kita senantiasa bersama-sama dengan Tuhan.” (I Tesalonika 4: 15 17).

Ciri-ciri nabi atau Rasul palsu adalah, pertama: semua ramalannya tidak terpenuhi. Ternyata apa yang diramalkan atau dinubuatkan oleh Paulus seperti ayat-ayat buatannya diatas satupun tidak ada yang terjadi atau tidak terpenuhi, karena Paulus membangun ajarannya diatas kebohongan alias dusta, Apa kata Paulus;

“Tetapi jika kebenaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliaan-Nya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa?” (Roma 3: 7).

Ciri-ciri nabi dan Rasul palsu yang kedua, adalah; bila nabi tersebut mengaku mendapatkan wahyu dari Allah, ternyata ucapannya itu bohong, nabi atau rasul tersebut pasti mati dibunuh. Ternyata, Paulus yang mengaku Rasul dan mendapat wahyu mati dibunuh.

Apakah dibenarkan oleh Allah, membangun keimanan diatas kebohongan, apakah mungkin Yesus pernah pengajarkan hal ini?. Jawabnya: Tidak mungkin!. Seharusnya umat Kristen kembali kepada ajaran Yesus yang sebenarnya, yaitu; kembali mengimani bahwa Allah adalah Tuhan yang Esa, dan Yesus adalah utusan-Nya. Kemudian, umat Kristen tidak perlu takut untuk membandingkan kepercayaannya dengan ajaran agama Islam. Sebab hanya agama Islamlah melalui kitab suci Al-Qur’an banyak menyampaikan berita tentang Yesus dan nabi-nabi yang lain. Karena, Yesus dan nabi-nabi yang lain diceritakan didalam Al-Qur’an itu sangat mulia sekali dan sangat rasional.