Baru-baru ini terjadi kerusuhan sampang Madura antara Sunni dan syiah…penulis cukup kaget,ternyata perkembangan syiah makin mengkhawatirkan di indonesia.bagi yang tak tahu masalah,mereka tak menyadari betapa ajaran Syiah itu dapat menimbul kan pertumpahan darah tampa henti di suatu negara.maka,jika pemerintah kita cerdas,hendak nya Syiah di jadikan musuh nomor satu negara layak nya PKI,karena ajaran syiah amat berbahaya sekali.

Berikut tulisan Dr Imad Ali Abdus  Sami’ yang mengarang buku: Khiyanat Syiah cetakan Alexandria,mesir.berikut Tulisan beliau:

Masalah darah dan jiwa seseorang adalah perkara penting yang di carikan solusi penyelesaian nya oleh islam secara penuh hikmat dan menyeluruh.telah jelas haram hukum nya mengucurkan darah sesorang,khususnya jika darah itu mengucur secara batil dan penuh penghianatan.walau pun darah itu darah orang kafir kepada Allah,nabi Muhammad SAW.dalam sebuah riwayat rasulullah bersabda

“Barangsiapa yang menjaga darah seorang kafir kemudian ia menghianatinya,maka saya berlepas diri dari sang pembunuh walau pun ia seorang muslim.

Walaupun Rasulullah telah mensabdakan demikan,kaumsyiah tetap menghalalkan darah dan harta Ahlu sunnah(sunni),dan para ulama mereka memfatwakan hal yang demikian.Syekh Muhammad bin Ali bin Bawabih Al-Qummi yang mereka gelari dengan Ash-Shadduq meriwayatkan dalam kitab nya Ilal Asy-syar’iy halaman 601 terbitan najaf,dari Daud bin faruq berkata:

“Aku berkata kepada Abi Abdillah as,apa pendapat anda mengenai hukum membunuh kaum an-nasib(ahlu sunnah)?”Beliau menjawab:”darah kaum sunni itu halal,akan tetapi saya mengingatkan anda,jika anda mampu untuk memendamnya di bawah dinding,atau menenggelamkan nya di air agar merekatidak menyaksikan hal tersebut,maka lakukan lah.”Kemudian aku bertanya kembali mengenai hukum harta orang ahlu sunnah?Ia menjawab:”Binasakan lah semampu anda.”

Syekh Al-Hurra Al-Amili telah menyebutkan riwayat yang busuk ini dalam kitab nya :Wasa’il Syiah.18/463,dan As-Sayyid Nikmatullah Al-Jaza’iri dalam kitab nya Al-Anwar Nu’maniyyah 2/307,yang menyebutkan:

“kita boleh membunuh mereka(sunni)dan harta mereka halal.”

Adapun berkenaan dengan hala nya harta Ahlu sunnah,juru bicara Syiah dan syaikh mereka telah meriwayat kan dari Abu Abdillah,ia mengatakan:

“Ambil lah harta kaum Ahlu sunnah di mana saja kamu dapat,dan bayarlah Khumusnya(seperlimanya)kepada kami”Riwayat ini telah di keluarkan pula oleh abu ja’far At-Thusi dalam kitab nya: tahzib Al-Ahkam 3/122,dan Imam Al-faidh Al-Kasaani dalam kitab Al-Wafi,6/43,terbitan Daar Al-Kitab al-islamiyah,Teheran.Riwayat ini telah telah di sadurkan pula oleh Ad-darazi Al-Bahrani dalam kitab Al-Majalis An-nafsiyah halaman 168,dan ia menerangkan secara jelas kandungan pesan ini yang telah di fatwakan oleh Marja(Tokoh rujukan)mereka yang terbesar yang bernama Ruhullah Khumaini dalam kitab nya Tahrir Al-Wasilah,1/352 yang berbunyi:

“yang paling tepat adalah menghukumi para An-nawasib(Ahlu sunnah)sebagai Ahli harb yang boleh di ambil hartanya sebagai harta rampasan perang dan di ambil 1/5(khumus)darinya,bahkan secara terang-terangan boleh mengambil harta mereka di manapun harta tersebut terdapat,dan wajib mengeluarkan khumus nya.”

Riwayat ini di sadur pula oleh Muhsin Al-Muallim dalam kitab nya:An-nasbu wan Nawaasib cetakan Darul Al-hadi,Beirut.”beliau nmenunjuk kan bolehnya mengambil harta kaum ahlu sunnah karena mereka di pandang sebagai An-nawasib.”

Syaikh Yusuf Al-Bahrani mengatakan dalam buku nya Al-hada’iq An-Nadhirah Fil Ahkam Al-Itrah at-Thahirah,12/323,324,yang berbunyi:

“Sesungguhnya keharusan terhadap seorang muslim secara umum adalah tidak boleh mengambil harta nya dari segi hukum islam,berbeda dengan komentar yang di berikan pleh para ulama baik salaf maupun khalaf,bahwa An-nasib(Ahlu sunnah) hukum nya adalah kafir,najis dan hartanya boleh di ambil,bahkan darahnya halal untuk di bunuh”

pada juz lain nya(10/360)Al-bahrani menjelaskan:’yang berpendapat seperti ini di antaranya Abu Shalah,Ibnu Idris,dan Sallar,merupakan kebenaran yang sangat jelas dari pesan-pesan yang ada,yang begitu banyak dan detil mengenai para mukhtalif dan para An-nasib dan sekutunya,bahwa darah dan hartanya halal,sebagaimana yang telah kami terang kan di muka tampa ada satupun dalil yang meragukan dan menentang nya.semua ini terdapat dalam kitab As-Shihab tsakib fil bayan ma’na An-nasib wama yatarattab alaihi minal mathalib.

adapun mengenai kenajisan kaum sunni dalam iktikad kaum syiah,marja mereka yang bernama Al-marja Al-ha’iri Al-Ihqaqi berkata dalam kitab nya Ahkam As-syiah,1/137,Maktab ja’far As-Shadiq,Kuwait:“orang2 yang najis berjumlah 12 golongan,termasuk di dalamnya para orang kafir,dan para An-nasib terhitung sebagai golongan yang kafir.”

Syaikh Nikmatullah Al-jaza’iri berkata dalam kitab nya Al_anwar An-Nukmaniyyah 2/306 cetakan Al-A’lami,Beirut:

“Adapun tentang an-Nasib dan kaitan hukum yang meliputinya  maka terbagi dalam 2 penjelasan:Pertama:penjelasan makna an-nasib sebagaimana yang terdapat di dalam berbagai keterangan,bahwa hukunya adalh najis,dan mereka lebih jahat dari yahudi,nasrani dan majusi.dan ulama Imamiah Ridwanallah alaihim telah berkonsensus akan kenajisan para Ahlu sunnah.”

Penulis buku Khiyanat syiah,Dr Imad Ali Abdus  Sami’,selanjut nya berkata dalam bukunya:

“wahai pembaca sekalian,melihat atas riwayat2 yang busuk tersebut,dan hal itu sudah menjadi akidah syiah,dengan mengkafirkan kaum ahli sunnah,menghalalkan darah dan harta mereka,serta memberikan predikat najis kepada mereka,maka anda akan merasakan suatu keanehan ketika anda membolak balik catatan sejarah ,karena kita akan dapati begitu banyak penghianatan yg di lakukan oleh syiah,di mana orang2 Syiah sesuai dengan apa yg kita baca mengenai akidah dan hukum yg mereka miliki,dan menurut paham mereka,mereka di perintah kan membunuh kaum sunni,Akan tetapi di sarankan cara melakukan pembunuhan tersebut dengan jalan menengelamkan nya ke dalam air,atau di lakukan di tempat yg sunyi,sehingga tak ada satu pun saksi yg dapat membuktikan peristiwa tersebut.

Sebagai mana para ahli fikih mereka mengatakan:”Apabila anda mendapat kesempatan untuk bekerja sama walau pun dengan setan untuk membunuh Ahlu Sunnah,maka lihatlah itu sebagai suatu kesempatan emas dan jangan di lewat kan,tidak masalah apabila hal itu Anda lakukan walau pun bekerja sama dengan para setan,semisal setan Tartar(Mongol),setan kaum salibis,setan Amerika dan setan Inggris.”

===============================================

TANGGAPAN PENULIS:

Betapa bahaya nya ajarn syiah itu,maka wajar,setiap ada daerah banyak kaum syiah nya seimbang dengan kaum sunni atau bahkan mayoritas,konflik tak akan kunjung padam dan saling bunuh…ini karena ajaran jahat kaum syiah itu sendiri yang menghalalkan membunuh kaum Sunni walau dengan cara licik…hidup bernegara akan penuh darah dan kekacauan jika Syiah dan ajaran nya yg jahat di biar kan berkembang.para aktifis HAM mungkin tak tahu betapa bahaya nya ajaran syiah itu….belum lagi perzinahan yg merajalela dengan lindungan ajaran KAWIN MUT’AH/KAWIN KONTRAK)yang telah menjadi ajaran syiah di kitab2 induk mereka.

SARAN BAGI PARA AHLU SUNNAH WAL JAMAAH:

jangan lah Kita melakukan anarkisme,sebab hal itu tak di ajarkan dalam islam.untuk mencegah paham berbahaya ini hinggap yang menyebar di bumi kita yg tentram dan aman ini,adalah menyebar kan wajah asli ajaran Syiah di media dan mimbar2  dan lain2 tempat,dan menyadarkan semua aparat negara tentang bahaya nya ajaran syiah ini.hindari lah tindakan main hakim sendiri dan anarkisme yg hanya memicu islam makin buruk namanya.