Rasulullah saw pernah beradu lari dengan Aisyah sebagaimana yang diceritakan sendiri oleh Aisyah, dia berkata, “Aku ikut Rasulullah saw dalam sebagian perjalanannya, saat itu aku masih anak-anak, aku belum gemuk, Nabi saw bersabda, “Majulah kalian.” Maka orang-orang melangkah maju, kemudian beliau bersabda kepadaku, “Kemarilah, aku akan beradu lari denganmu.” Maka aku mengalahkan beliau. Beliau hanya diam, namun ketika aku mulai gemuk dan aku lupa, aku ikut bersama Nabi saw dalam sebagian perjalanannya, maka beliau bersabda, “Majulah kalian.” Maka orang-orang melangkah maju, kemudian beliau bersabda kepadaku, “Kemarilah, aku akan beradu lari denganmu.” Maka aku melayani tantangannya dan kali ini beliau mengalahkanku, maka beliau tertawa dan bersabda, “Ini dengan itu.” Diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Dawud secara ringkas, dishahihkan oleh al-Albani dalam ash-Shahihah no. 131.

Dari hadist di atas jelas bahwa,Aisyah amat bahagia menikah dengan Rasulullah yang humoris dan penuh tanggung jawab.tak ada ciri korban pedophilia sama sekali.hari-hari mereka di penuhi dengan canda tawa.jelas,tak ada di benak Rasulullah menikahi Aisyah karena suka pada  anak kecil.eorang pedopil tentu tak akan cukup dengan satu gadis kecil.sebab penyuka gadis kecil tentu ingin menuruti hawa nafsu dengan banyak gadis kecil lainnya.kwtika ia sudah mendapat seorang gadis kecil yang cantik,tentu ia lama2 akan bosan.dan tertarik kecantikan gadis kecil lainnya,itulah penyakit pedopilia.namun nabi tidak demikian.nabi bukan seorang yang ter obsesi dgn anak kecil.pernikahan itu murni atas perintah dan hikmah Allah.jika nabi ter obsesi dgn anak kecil,tentu nabi sejak dahulu tak akan sudi menikahi khadijah dan saudah yg sudah tua.dan setelah menikahi aisyah,tentu nabi mencari gadis2 kecil lainnya atas alasan agama di nikahi.tenyata ister2 nabi setelah aisyah,beberapanya perempuan tua.

jika nabi terjangkit penyakit pedophilia,tentu nabi akan selalu ter obsesi dgn gadis2 kecil lainnya.karena ia rasul palsu misalnya,buat memuaskan obsesinya dgn gadis2 kecil pengikutnya,maka ia akan buat ayat dan hadis palsu guna menikahi lebih banyak lagi gadis2 kecil dari pengikutnya.ternyata,nabi tidak demikian.beliau murni menikahi aisyah atas perintah dan hikmat Allah.beliu setelah aisyah tidaklah terobsesi dgn gadis2 kecil lainnya.Allah memerintahkan nbi menikahi aisyah,buat partner yang indah,setia dan menyejukkan buat mengembangkan agamaNya.

Ternyata Aisyah,dan hanya Aisyah isteri yang di nikahi termuda…itu pun atas perintah Allah yang ternyata membawa banyak kebaikan bagi kemajuan islam.agama Allah perlu di kembangkan oleh tenaga2 muda enerjik.maka itu Allah memilih aisyah.usia mudanya tentu nilai tambah tersendiri.sehingga aisyah mampu MENGHAPAL 2120 BUAH HADIST yg ia lihat dan dengar lansung dari nabi.

lihat contoh keharmonisan lain Rasulullah dengan Aisyah dalam bekerja sama dalam iman,taqwa dan ibadah pada Allah

كَانَ النَّبِيُ يُصَلِّي وَأَنَا رَاقِدَةٌٌ مُعْتَرِضَةٌ عَلَى فِرَاشِهِ, فَإِذَا أَرَادَ أَنْ يُوتِرَ أَيْقَظَنِي

Rasulullah Shallallahu لlaihi wa sallam biasa mengerjakan shalat malam sementara aku tidur melintang di hadapan beliau. Beliau akan membangunkanku bila hendak mengerjakan shalat witir. [Muttafaqun ‘alaihi].
رَحِمَ اللهُ رَجُلاً قَامَ مِنَ اللَّيْلِ فَصَلَّى وَأَيْقَظَ امْرَأَتَهُ فَصَلَّتْ فَإِنْ أَبَتْ نَضَحَ فِي وَجْهِهَا المَاءَ, رَحِمَ اللهُ امْرَأَةً قَامَتْ مِنَ اللَّيْلِ فَصَلَّتْ وَأَيْقَظَتْ زَوْجَهَا فَصَلَّى فَإِنْ أَبَى نَضَحَتْ فِي وَجْهِهِ المَاءَ

Semoga Allah Subhanaahu wa Ta’ala merahmati seorang suami yang bangun pada malam hari untuk mengerjakan shalat malam lalu membangunkan istrinya untuk shalat bersama. Bila si istri enggan, ia memercikkan air ke wajah istrinya (supaya bangun). “Semoga Allah Subhanaahu wa Ta’ala merahmati seorang istri yang bangun pada malam hari untuk mengerjakan shalat malam lalu membangunkan suaminya untuk shalat bersama. Bila si suami enggan, ia memercikkan air ke wajah suaminya (supaya bangun). [HR Ahmad].

KECEMBURUAN AISYAH PADA RASULULLAH TANDA AISYAH SANGAT CINTA RASULULLAH.

Aisyah Ra. sangat pencemburu pada perempuan lain. Dia menceritakan bahwa suatu kali ketika Rasulullah Saw. meninggalkannya pada malam hari, dia sangat cemburu mengenainya. Kemudian ketika Nabi Saw. datang dan melihat apa yang terjadi dengan Aisyah, Nabi bertanya, “Ada apa denganmu Aisyah? Apakah engkau cemburu?”. Aisyah menjawab, “Mengapa pula orang seperti aku harus tidak cemburu kepada orang seperti engkau?”. Kemudian Nabi berkata, “Iblismu telah datang kepadamu”. Lalu Aisyah bertanya, “Ya Rasulullah, apakah aku mempunyai iblis?”., Nabi menjawab bahwa dia memilikinya. Dan ketika Aisyah menanyakan apakah Nabi juga memilikinya, Nabi pun menjawab, “Ya, tapi Allah Swt. telah membantuku untuk melawannya, sehingga aku bisa terlindungi.” (HR. Muslim)

 

 

Dari Aisyah, dia berkata,

“Aku tidak pernah melihat orang yang pandai masak seperti halnya Shafiyah. Suatu hari dia membuatkan makanan bagi Rasulullah shalallahu alaihi wassalam, yang ketika itu beliau di rumahku.Seketika itu badanku gemetar karena rasa cemburu yang menggelegak. Lalu aku memecahkan bejana Shafiyah. Akupun menjadi menyesal sendiri. Aku berkata,”Wahai Rasulullah, apa tebusan atas apa yang aku lakukan ini?” Beliau menjawab, “bejana harus diganti dengan bejana yang sama, makanan harus diganti dengan makanan yang sama” (ditakrij Abu Daud dan An-Nasa’i)

 

Begitupula kecemburuan Aisyah terhadap Shafiyah. Tatkala Rasulullah tiba di Madinah bersama Shafiyah yang telah dinikahinya, dan beliau berbulan madu bersamanya ditengah jalan, maka Aisyah berkata,

“Aku menyamar lalu keluar untukmelihat. Namun beliau mengenaliku. Beliau hendak menghampiriku, namun aku berbalik dan mempercepat langkah kaki. Namun beliau dapat menyusul lalu merengkuhku, seraya bertanya,”Bagaimana pendapatmu tentang dia?” Aku menjawab, “Dia adalah wanita Yahudi di tengah para wanita yang menjadi tawanan” (ditakrij Ibnu Majah).

Aisyah Radhiyallahu anha pernah berkata,

“Aku tidak pernah cemburu terhadap wanita seperti kecemburuanku terhadap Khadijah, karena Nabi Shalallahu alaihi wassalam seringkali menyebut namanya. Suatu hari beliau juga menyebut namanya, lalu aku berkata, “Apa yang engkau lakukan terhadap wanita tua yang merah kedua sudut mulutnya? Padahal Allah telah memberikan ganti yang lebih baik darinya kepadamu”. Beliau bersabda, “Demi Allah, Allah tidak memberikan ganti yang lebih baik darinya kepadaku” (Diriwayatkan Bukhari).

nah,lihatlah,Aisyah amat mencintai Rasulullah,kehidupan Rumah tangga mereka amat bahagia sekali.malah Aisyah amat cemburu dan amat mencintai Nabi.inilah tanda cinta Aisyah yang sangat kuat kepada nabi.ternyata hidup rumah tangga Rasulu7llah dengan Aisyah amat bahagia.