Allah berfirman:

وَلَوْ أَنَّهُمْ أَقَامُوا۟ ٱلتَّوْرَىٰةَ وَٱلْإِنجِيلَ وَمَآ أُنزِلَ إِلَيْهِم مِّن رَّبِّهِمْ لَأَكَلُوا۟ مِن فَوْقِهِمْ وَمِن تَحْتِ أَرْجُلِهِم ۚ مِّنْهُمْ أُمَّةٌۭ مُّقْتَصِدَةٌۭ ۖ وَكَثِيرٌۭ مِّنْهُمْ سَآءَ مَا يَعْمَلُونَ

Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat dan Injil dan (Al Qur`an) yang diturunkan kepada mereka dari Tuhannya, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas dan dari bawah kaki mereka [428]. Diantara mereka ada golongan yang pertengahan [429].

Ayat ini menjadi dalih orang-orang kristen bahwa taurat dan injil masih murni,sehingga ahli kitab di suruh menegak kan 3 kitab sekaligus,yakni:taurat,injil dan quran.apakahy benar tafsiran nya demikian?berikut kita cari penafsiran yang benar pada ayat di atas.

TAFSIRAN PERTAMA

Kebiasaan nenek moyang yahudi ahli kitab,mereka dulu tidak sungguh-sungguh memegang kitab-kitab suci Allah yang Allah turunkan kepada mereka.mereka selalu melanggar kitab-kitab suci tersebut.salah satu kritikan Musa terhadap mereka adalah bangsa yang tegar tengkuk.maka itu Allah menyindir mereka dengan surat ini,yakni sekiranya ahli kitab itu sungguh-sungguh menjalankan hukum-hukum taurat,injil dan quran,niscaya mereka akan mendapat mendapatkan makanan dari atas dan bawah kaki mereka.tetapi kebanyakan mereka mkelanggar,namun banyak juga yang jujur dan taat.

Jadi,taurat dan injil yang di maksud bukan taurat dan injil di masa Rasulullah Saw.tetapi taurat dan injil yang ada di masa paling murni terdahulu.itu yang di sindir Al-quran .ayat diatas menyindir semua kalangan yahudi baik yahudi-yahudi di masa sebelum Rasulullah yang pegang taurat dan injil yang paling murni.jadi seakan-akan Allah berkata kepada seluruh kalangan ahli kitab sbb:

Sekiranya para ahli kitab masa lalu di mana taurat dan injil paling murni masih ada,teguh memegang 2 kitab suci tersebut dan ahli-ahli kitab pada masa Rasulullah mengimani dan menjalankan hukum-hukum quran secara sungguh-sungguh juga ketika quran itu datang,maka pasti generasi terdahulu dan sekarang dari ahli kitab pasti mendapatkan makanan dari atas dan bawah kaki mereka.ada masa lalu ahli kitab mengamalkan kitab-kitab itu9taurat dan injil) dan masa sekarang meng imani quran dan mengamalkan isi nya,namun kebanyakan ahli kitab masa taurat dan injil paling murni dulu dan masa sekarang(Rasulullah) selalu mengingkari dan melanggar kitab-kitab suci tersebut.

Jadi,surat Al-maidah ayat 66 di tas bukan beraeti menjamin taurat dan injil di masa Rasulullah akurat 100% seperti Firman Allah pada masa dahulu.walau masih banyak hukum-hukum taurat dan injil yang masih asli Firman-firman Allah kepada Musa dan Isa.seperti tentang Ke-Esaan Allah(yang merupakan hukum yang paling utama dari semua isi alkitab),menjaga hari sabat,dst.

Di beberapa tempat di Al-Quran jelas-jelas Allah meng-informasikan perobahan kitab-kitab terdahulu:

فَخَلَفَ مِنۢ بَعْدِهِمْ خَلْفٌۭ وَرِثُوا۟ ٱلْكِتَٰبَ يَأْخُذُونَ عَرَضَ هَٰذَا ٱلْأَدْنَىٰ وَيَقُولُونَ سَيُغْفَرُ لَنَا وَإِن يَأْتِهِمْ عَرَضٌۭ مِّثْلُهُۥ يَأْخُذُوهُ ۚ أَلَمْ يُؤْخَذْ عَلَيْهِم مِّيثَٰقُ ٱلْكِتَٰبِ أَن لَّا يَقُولُوا۟ عَلَى ٱللَّهِ إِلَّا ٱلْحَقَّ وَدَرَسُوا۟ مَا فِيهِ ۗ وَٱلدَّارُ ٱلْءَاخِرَةُ خَيْرٌۭ لِّلَّذِينَ يَتَّقُونَ ۗ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

Maka datanglah sesudah mereka generasi (yang jahat) yang mewarisi Taurat, yang mengambil harta benda dunia yang rendah ini, dan berkata: “Kami akan diberi ampun”. Dan kelak jika datang kepada mereka harta benda dunia sebanyak itu (pula), niscaya mereka akan mengambilnya (juga). Bukankah perjanjian Taurat sudah diambil dari mereka, yaitu bahwa mereka tidak akan mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar, padahal mereka telah mempelajari apa yang tersebut di dalamnya?. Dan kampung akhirat itu lebih bagi mereka yang bertakwa. Maka apakah kamu sekalian tidak mengerti?(Qs 7:169)

وَمَا قَدَرُوا۟ ٱللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِۦٓ إِذْ قَالُوا۟ مَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ عَلَىٰ بَشَرٍۢ مِّن شَىْءٍۢ ۗ قُلْ مَنْ أَنزَلَ ٱلْكِتَٰبَ ٱلَّذِى جَآءَ بِهِۦ مُوسَىٰ نُورًۭا وَهُدًۭى لِّلنَّاسِ ۖ تَجْعَلُونَهُۥ قَرَاطِيسَ تُبْدُونَهَا وَتُخْفُونَ كَثِيرًۭا ۖ وَعُلِّمْتُم مَّا لَمْ تَعْلَمُوٓا۟ أَنتُمْ وَلَآ ءَابَآؤُكُمْ ۖ قُلِ ٱللَّهُ ۖ ثُمَّ ذَرْهُمْ فِى خَوْضِهِمْ يَلْعَبُونَ

Dan mereka tidak menghormati Allah dengan penghormatan yang semestinya, di kala mereka berkata: “Allah tidak menurunkan sesuatupun kepada manusia”. Katakanlah: “Siapakah yang menurunkan kitab (Taurat) yang dibawa oleh Musa sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia, kamu jadikan kitab itu lembaran-lembaran kertas yang bercerai-berai, kamu perlihatkan (sebahagiannya) dan kamu sembunyikan sebahagian besarnya, padahal telah diajarkan kepadamu apa yang kamu dan bapak-bapak kamu tidak mengetahui(nya) ?” Katakanlah: “Allah-lah (yang menurunkannya)”, kemudian (sesudah kamu menyampaikan Al Quraan kepada mereka), biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya [491].(Qs 6:91)

يَٰٓأَيُّهَا ٱلرَّسُولُ لَا يَحْزُنكَ ٱلَّذِينَ يُسَٰرِعُونَ فِى ٱلْكُفْرِ مِنَ ٱلَّذِينَ قَالُوٓا۟ ءَامَنَّا بِأَفْوَٰهِهِمْ وَلَمْ تُؤْمِن قُلُوبُهُمْ ۛ وَمِنَ ٱلَّذِينَ هَادُوا۟ ۛ سَمَّٰعُونَ لِلْكَذِبِ سَمَّٰعُونَ لِقَوْمٍ ءَاخَرِينَ لَمْ يَأْتُوكَ ۖ يُحَرِّفُونَ ٱلْكَلِمَ مِنۢ بَعْدِ مَوَاضِعِهِۦ ۖ يَقُولُونَ إِنْ أُوتِيتُمْ هَٰذَا فَخُذُوهُ وَإِن لَّمْ تُؤْتَوْهُ فَٱحْذَرُوا۟ ۚ وَمَن يُرِدِ ٱللَّهُ فِتْنَتَهُۥ فَلَن تَمْلِكَ لَهُۥ مِنَ ٱللَّهِ شَيْـًٔا ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ لَمْ يُرِدِ ٱللَّهُ أَن يُطَهِّرَ قُلُوبَهُمْ ۚ لَهُمْ فِى ٱلدُّنْيَا خِزْىٌۭ ۖ وَلَهُمْ فِى ٱلْءَاخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌۭ

Hari Rasul, janganlah hendaknya kamu disedihkan oleh orang-orang yang bersegera (memperlihatkan) kekafirannya, yaitu diantara orang-orang yang mengatakan dengan mulut mereka:”Kami telah beriman”, padahal hati mereka belum beriman; dan (juga) di antara orang-orang Yahudi. (Orang-orang Yahudi itu) amat suka mendengar (berita-berita) bohong [415] dan amat suka mendengar perkataan-perkataan orang lain yang belum pernah datang kepadamu [416]; mereka merobah [417] perkataan-perkataan (Taurat) dari tempat-tempatnya. Mereka mengatakan: “Jika diberikan ini (yang sudah di robah-robah oleh mereka) kepada kamu, maka terimalah, dan jika kamu diberi yang bukan ini maka hati-hatilah”. Barangsiapa yang Allah menghendaki kesesatannya, maka sekali-kali kamu tidak akan mampu menolak sesuatupun (yang datang) daripada Allah. Mereka itu adalah orang-orang yang Allah tidak hendak mensucikan hati mereka. Mereka beroleh kehinaan di dunia dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar.(Qs 5:41)

ٱلَّذِينَ ءَاتَيْنَٰهُمُ ٱلْكِتَٰبَ يَتْلُونَهُۥ حَقَّ تِلَاوَتِهِۦٓ أُو۟لَٰٓئِكَ يُؤْمِنُونَ بِهِۦ ۗ وَمَن يَكْفُرْ بِهِۦ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْخَٰسِرُونَ

وَإِنَّ مِنْهُمْ لَفَرِيقًۭا يَلْوُۥنَ أَلْسِنَتَهُم بِٱلْكِتَٰبِ لِتَحْسَبُوهُ مِنَ ٱلْكِتَٰبِ وَمَا هُوَ مِنَ ٱلْكِتَٰبِ وَيَقُولُونَ هُوَ مِنْ عِندِ ٱللَّهِ وَمَا هُوَ مِنْ عِندِ ٱللَّهِ وَيَقُولُونَ عَلَى ٱللَّهِ ٱلْكَذِبَ وَهُمْ يَعْلَمُونَ

Sesungguhnya diantara mereka ada segolongan yang memutar-mutar lidahnya membaca Al Kitab, supaya kamu menyangka yang dibacanya itu sebagian dari Al Kitab, padahal ia bukan dari Al Kitab dan mereka mengatakan: “Ia (yang dibaca itu datang) dari sisi Allah”, padahal ia bukan dari sisi Allah. Mereka berkata dusta terhadap Allah sedang mereka mengetahui.(Qs 3:78)

يَٰٓأَهْلَ ٱلْكِتَٰبِ قَدْ جَآءَكُمْ رَسُولُنَا يُبَيِّنُ لَكُمْ كَثِيرًۭا مِّمَّا كُنتُمْ تُخْفُونَ مِنَ ٱلْكِتَٰبِ وَيَعْفُوا۟ عَن كَثِيرٍۢ ۚ قَدْ جَآءَكُم مِّنَ ٱللَّهِ نُورٌۭ وَكِتَٰبٌۭ مُّبِينٌۭ

Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyi kan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan Kitab yang menerangkan [408].(Qs 5:15)

 

Jadi,jika orang-orang kristen tetap ngotot taurat dan injil asli 100% murni Firman Allah,maka apakah mereka dapat menghindar dari  berbagai bukti distorsi,kebohongan dan kesalahan alkitab? ,juga kesaksian Quran bahwa alkitab telah berobah di beberapa tempat?ketika saya membaca taurat dan injil nampak sekali masih banyak sari-sari ajaran firman Allah yang menurut perkiraan saya masih asli dan tertinggal di situ.Seperti Firman Allah yang tak ragu lagi tentang ke aslian nya yakni tentang ajaran Ke-Esaan allah.

TAFSIRAN KEDUA

Jika kita menuruti tafsiran kristen bahwa Allah menyuruh menegak kan hukum 3 kitab sekaligus(taurat,injil dan quran),maka kita meminta bukti pada kristen,mana bukti pada jaman Nabi Muhammad Saw jika yahudi dan nasrani yang masuk islam mereka dalam pengamalan agama nya mereka mengamalkan 3 kitab sekaligus?seperti:

1)pada hari sabat mereka masuk sinagoga

2)pada hari jumat solat jumat

3)waktu berperang kadang membantai seluruh wanita dan anak-anak sesuai taurat kadang tak membantai wanita dan anak-anak sesuai perintah quran.

4)dst.

Adakah ahli kitab yahudi dan nasrani masuk islam masa Rasulullah melakukan hal-hal tersebut di atas?tidak sama sekali.ketika mereka masuk islam,mereka cuma memegang Quran saja.ketika mereka telah memegang Quran,mereka seperti telah mengamalkan semua isi taurat dan injil yang paling murni.

Jadi,surat Al-maidah ayat 66 di atas bukan berarti menjamin taurat dan injil asli 100%.pakah hukum-hukum aneh ini murni Firman Allah?

1)hukum menjual anak perempuan sendiri menjadi budak?

2)hukum perang taurat yang menyuruh membantai semua sipil,wanita,kanak-kanak dan bayi?

3)hukum wanita yang di perkosa wajib mengawini pria yang memperkosa nya?

4)hukum tak boleh cerai seumur hidup?

5)dst?

Jadi,menjadikan surat Maidah 66 sebagai dalil kemurnian 100% taurat dan injil adalah klaim yang mengada-ada.semua itu berangkat dari mereka yang salah menafsirkan Quran.

TAFSIRAN KETIGA

Surat Al-maidah ayat 66 pada hakikat nya menyindir seluruh kalangan ahli kitab,baik pada masa taurat dan injil masih murni 100%,hingga masa yahudi yang hidup di masa Quran di turun kan…..sekranya yahudi-yahudi masa taurat dan injil yang paling murni mengamalkan taurat dan injil secara benar,dan pada masa Rasulullah imani dan amalkan Quran secara benar,maka mereka akan mendapatkan makanan dari atas dan di bawah kaki mereka.banyak di antara mereka jujur dan taati kitab-kitab suci itu dan banyak pula yang membelakangi kitab-kitab suci itu.

jadi,sekali lagi,surat Al-Maidah bukan berarti menjamin murni 100% taurat dan injil di masa Rasulullah,tetapi lebih dari sekedar sindiran kepada ahli kitab yahudi dan orang-orang yahudi awam yang selalu membelakangi dan menyia-nyia kan kib-kitab Allah dalam bentuk murni nya di masa lalu dan Quran sebagai penunup kitab-kitab suci di masa kini.

lalu ayat lain nya yang menjadi klaim mereka bahwa quran mengakui ke aslian taurat dan injil kini adalah:

قُلْ يَٰٓأَهْلَ ٱلْكِتَٰبِ لَسْتُمْ عَلَىٰ شَىْءٍ حَتَّىٰ تُقِيمُوا۟ ٱلتَّوْرَىٰةَ وَٱلْإِنجِيلَ وَمَآ أُنزِلَ إِلَيْكُم مِّن رَّبِّكُمْ ۗ وَلَيَزِيدَنَّ كَثِيرًۭا مِّنْهُم مَّآ أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ طُغْيَٰنًۭا وَكُفْرًۭا ۖ فَلَا تَأْسَ عَلَى ٱلْقَوْمِ ٱلْكَٰفِرِينَ

Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil, dan Al Qur`an yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu”. Sesungguhnya apa yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu akan menambah kedurhakaan dan kekafiran kepada kebanyakan dari mereka; maka janganlah kamu bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir itu.

surat itu terkait dengan surat yang di atas nya,yakni surat 5:66 yang telah kita bahas di atas.orang2 kristen kerap menjadikan surat ini sebagai dalil kemurnian taurat dan injil.sama ketika mereka berdalil dengan surat 5:66.sebenar nya seperti surat 5 ayat 6,surat 5:68 tak bisa di jadikan dalil  bagi kemurnian taurat dan injil.sedang kan quran telah mengabar kan perobahan-perobahan alkitab terdahulu:

  • 7:169
  • 6:91
  • 5:41
  • 2:121
  • 3:78
  • 5:15
  • 5:48
  • 2:79

Adapun tafsiran yang benar atas ayat di atas adalah:

TAFSIRAN PERTAMA
Ahli kitab tak di pandang beragama sedikit pun jika mereka tidak mengamalkan kitab-kitab suci Allah,baik taurat,injil dan quran.maksud nya kitab taurat dan injil ialah kitab taurat dan injil yang termurni pada masa-masa terdahulu.jadi ayat di atas cuma sindiran Allah pada ahli kitab yang tak pernah beragama dengan benar pada sebahagian mereka.sebab,setiap kitab-kitab suci datang,mereka sebagian besar ingkar atau tak mau mengamalkan nya.
Jadi surat 5:68 bukan menjamin kemurnian 100% taurat dan injil.namun lebih berbicara soal kedegilan ahli kitab dalam pengamalan kitab-kitab itu pada masa murni nya.juga dalam soal mengimani nya,ahli kitab sebagian mereka selalu ingkar dan menyia-nyia kan kitab-kitab suci Allah,baik taurat,injil,hingga ketika kedatangan quran yang juga Firman Allah,mereka tak mengimani nya dan mengamalkan nya.sehingga mereka tidak beragama dengan benar sedikit pun.mereka di pandang beragama dengan benar jika mereka menegak kan ayat-ayat Allah yang paling murni dalam taurat,injil,pada masa lalu,dan quran,pada masa Rasulullah.
TAFSIRAN KEDUA
Kalau kristen tetap ngotot bahwa surat 5 ayat 8 menjamin kemurnian taurat dan injil,maka,mana bukti di jaman Rasulullah  orang-orang yahudi dan nasrani yang masuk islam di zaman Rasulullah jika ingin di pandang beragama dengan benar selain mengamalkan quran,juga amalkan taurat dan injil?misalnya,setiap hari solat 5 waktu cara Quran,lalu pada hari sabtu masuk sinagoga buat sembahyang di hari sabat?
Sekali-kali tidak akan ada.maka maksud ayat :  kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil, dan Al Qur`an yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu bukan berarti menjamin keaslian 100% taurat dan injil di masa Rasulullah.namun ayat itu sekedar sindiran tegar tengkuk nya ahli kitab yang selalu menyia-nyia kan kitab-kitab suci Allah pada masa asli nya dulu dengan berpaling dan tidak mengamalkan nya.bahkan ketika quran datang,mereka juga bersikap menyia-nyiakan juga ayat-ayat Allah itu dengan ingkar,apalagi mau mengamalkan nya.
Maka Allah seakan-akan menegur dan menyindir mereka dengan ayat di atas sbb:  “kamu(hai hli kitab) tidak di pandang beragama sedikit pun hingga kamu menegak kan dengan benar isi taurat,injil dan quran ,kamu(ahli kitab masa lalu) tegak kan taurat dan injil yang murni pada masa dahulu ,dan kini ayat-ayat quran telah datang sebagai kitab penutup harus kau imani(ahli kitab masa Rasulullah) dan tegak kan jika kamu ingin beragama dengan sebenar nya.”
jadi,jauh panggang dari api memaknai surat 5:68 sebagai dalil pembenaran quran atas masih murni nya isi taurat dan injil yang ada pada masa Rasulullah.untuk jelas nya  SIKAP ISLAM PADA KITAB-KITAB SUCI TERDAHULU,maka baca postingan ini
wallahu A’lam.