Posts tagged ‘mencuci tangan sebelum makan’

YESUS TERNYATA TAK PAHAM ILMU KEDOKTERAN

sabun

Kristen selama ini mengklaim bahwa Yesus sebagai tuhan dan injil tak pernah salah.justru klaim mereka akan rontok berkeping-keping jika membaca tulisan ini.justru Yesus dan injil ternyata bertentangan dengan ilmu sains kedokteran ke kinian bahkan pada masa apa pun.maka itu kita mempertanyakan kemaha tahuan yesus sebagai tuhan seperti yang di klaim orang-orang kristen dan juga klaim ketidak bersalahan Alkitab,terutama injil yang kini kita bahas.simak pembahasan nya,tanggal kan iman buta.

PERKATAAN YESUS:MAKAN DENGAN TANGAN NAJIS ,MAKA NAJIS ITU TAK MASUK KE DALAM HATI,TETAPI LANGSUNG DI BUANG KE JAMBAN

Agar lebih mantap,semua ayat saya kutip

SUATU HARI,FARISI DAN AHLI TAURAT MENEGUR MURID-MURID YESUS YANG MAKAN DENGAN TANGAN NAJIS TAK DI BASUH.

VERSI MARKUS.

(1) Pada suatu kali serombongan orang Farisi dan beberapa ahli Taurat dari Yerusalem datang menemui Yesus.(2) Mereka melihat, bahwa beberapa orang murid-Nya makan dengan tangan najis, yaitu dengan tangan yang tidak dibasuh.(3) Sebab orang-orang Farisi seperti orang-orang Yahudi lainnya tidak makan kalau tidak melakukan pembasuhan tangan lebih dulu, karena mereka berpegang pada adat istiadat nenek moyang mereka;(4) dan kalau pulang dari pasar mereka juga tidak makan kalau tidak lebih dahulu membersihkan dirinya. Banyak warisan lain lagi yang mereka pegang, umpamanya hal mencuci cawan, kendi dan perkakas-perkakas tembaga.(5) Karena itu orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat itu bertanya kepada-Nya: “Mengapa murid-murid-Mu tidak hidup menurut adat istiadat nenek moyang kita, tetapi makan dengan tangan najis?”(Markus 7:1-5)

VERSI MATIUS.

(1) Kemudian datanglah beberapa orang Farisi dan ahli Taurat dari Yerusalem kepada Yesus dan berkata:(2) Mengapa murid-murid-Mu melanggar adat istiadat nenek moyang kita? Mereka tidak membasuh tangan sebelum makan.(Matius 15:1-2)

Ayat di atas jelas bahwa murid-murid yesus makan tak membasuh atau mencuci tangan,hingga masih melekat kotoran dan najis.lucu nya ahli farisi dan ahli taurat menegur nya berdasar ADAT ISTIADAT NENEK MOYANG.padahal kebiasaan mencuci tangan sebelum makan bukan soal adat istiadat nenek moyang,tetapi kebiasaan yang biasa dari segi akal logis kesehatan umum di dunia.

YESUS BUKAN MEMBENARKAN FARISI DAN AHLI TAURAT,MALAH MENGKRITIK BALIK FARISI DAN AHLI TAURAT TENTANG KEBIASAAN MEREKA MEMBASUH TANGAN SEBELUM MAKAN.

VERSI MARKUS.

(6) Jawab-Nya kepada mereka: “Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang-orang munafik! Sebab ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.(7) Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.(8) Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia.”(9) Yesus berkata pula kepada mereka: “Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri.(10) Karena Musa telah berkata: Hormatilah ayahmu dan ibumu! dan: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya harus mati.(11) Tetapi kamu berkata: Kalau seorang berkata kepada bapanya atau ibunya: Apa yang ada padaku, yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk korban–yaitu persembahan kepada Allah–,(12) maka kamu tidak membiarkannya lagi berbuat sesuatupun untuk bapanya atau ibunya.(13) Dengan demikian firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadat yang kamu ikuti itu. Dan banyak hal lain seperti itu yang kamu lakukan.”(Markus 7:6-13)

VERSI MATIUS

(3) Tetapi jawab Yesus kepada mereka: “Mengapa kamupun melanggar perintah Allah demi adat istiadat nenek moyangmu?4) Sebab Allah berfirman: Hormatilah ayahmu dan ibumu; dan lagi: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya pasti dihukum mati.(5) Tetapi kamu berkata: Barangsiapa berkata kepada bapanya atau kepada ibunya: Apa yang ada padaku yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk persembahan kepada Allah,(6) orang itu tidak wajib lagi menghormati bapanya atau ibunya. Dengan demikian firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadatmu sendiri.(7) Hai orang-orang munafik! Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu:(8) Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.(9) Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.”(Matius 15:3-9)

LALU YESUS MELANJUTKAN DALAM MEMBELA PERBUATAN MURID-MURIDNYA,DENGAN MENGATAKAN YANG MASUK KE DALAM TUBUH TAK MENAJISKAN SESEORANG,YANG KELUAR DARI HATI YANG MENAJISKAN ORANG.

Banyak pihak kristen tak menyadari,ayar-ayat selanjut nya masih berhubungan dengan pembelaan yesus atas perbuatan murid2 makan dengan tangan najis tampa di basuh.yesus melanjutkan bahwa makan tampa membasuh tangan dari yang najis tak akan menajiskan sesorang.jadi yesus secara langsung maupun tak langsung mengajarkan murid2 kebiasaan tak mencuci/membasuh tangan sebelum makan.walau tangan itu bekas buang ingus,mengupil,bekas memegang koin uang yang kotor,dst.

VERSI MARKUS.

(14) Lalu Yesus memanggil lagi orang banyak dan berkata kepada mereka: “Kamu semua, dengarlah kepada-Ku dan camkanlah.(15) Apapun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya.(16) (Barangsiapa bertelinga untuk mendengar hendaklah ia mendengar!)(17) Sesudah Ia masuk ke sebuah rumah untuk menyingkir dari orang banyak, murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya tentang arti perumpamaan itu.(18) Maka jawab-Nya: “Apakah kamu juga tidak dapat memahaminya? Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya,(19) karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban?” Dengan demikian Ia menyatakan semua makanan halal.(20) Kata-Nya lagi: “Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya,(21) sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan,(22) perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan.(23) Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang.”(Markus 7:14-23)

VERSI MATIUS.

(10) Lalu Yesus memanggil orang banyak dan berkata kepada mereka:(11) Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang.(12) Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: “Engkau tahu bahwa perkataan-Mu itu telah menjadi batu sandungan bagi orang-orang Farisi?”(13) Jawab Yesus: “Setiap tanaman yang tidak ditanam oleh Bapa-Ku yang di sorga akan dicabut dengan akar-akarnya.(14) Biarkanlah mereka itu. Mereka orang buta yang menuntun orang buta. Jika orang buta menuntun orang buta, pasti keduanya jatuh ke dalam lobang.”(15) Lalu Petrus berkata kepada-Nya: “Jelaskanlah perumpamaan itu kepada kami.”(16) Jawab Yesus: “Kamupun masih belum dapat memahaminya?(17) Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu yang masuk ke dalam mulut turun ke dalam perut lalu dibuang di jamban?(18) Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang.(19) Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.(20) Itulah yang menajiskan orang. Tetapi makan dengan tangan yang tidak dibasuh tidak menajiskan orang.”(Matius 15:10-20)

Jadi menurut logika yesus,makan dengan tangan najis(tidak cuci tangan dengan air bersih dan pembersih sebelum makan),maka najis dan kotoran itu tak masuk ke hati,tetapi semua najis dan kotoran itu semua terbuang ke jamban.namun pernyataan itu salah total dari segi ilmu kedokteran.

FAKTA ILMIAH NYA:MAKAN DENGAN TANGAN NAJIS TAK LANSUNG SEMUA TERBUANG KE JAMBAN,TETAPI MENYEBAR KE DALAM TUBUH MENJADI PENYAKIT.

Maka perkataan yesus bahwa kunyahan makanan dari tangan yang bernajis(yang tak di cuci sebelum makan)akan di buang ke jamban semua adalah SALAH TOTAL dari segi ilmu pengetahuan modern yang kita kenal,seperti ilmu kedokteran sekarang.justru makan dengan tangan najis akan membawa kotoran dan kuman ke dalam badan.dan kotoran dan kuman itu tak terbuang ke jamban,tetapi menyebar ke dalam tubuh menjadi bibit penyakit.jadi semua tak sesederhana apa yang yesus katakan:

  • Makan dengan tangan najis
  • tak masuk kehati
  • tapi terbuang ke jamban semua nya

Justru hal itu lebih rumit lagi yakni:

  • makan dengan tangan najis
  • tak masuk ke hati
  • tak terbuang ke jamban semua,bibit penyakit dari tangan yang tak di cuci akan meracuni tubuh dengan kuman-kuman berbahaya.

Jadi,makan dengan tangan najis tak sesederhana yang yesus ucapkan,di buang ke jamban,selesai.TAK SEMUA TERBUANG KE JAMBAN,jadi,yesus dan injil telah salah.

FAKTA ILMIAH:MAKAN DENGAN TANGAN NAJIS/TAK DI CUCI MEMBAWA BANYAK BIBIT PENYAKIT KE DALAM TUBUH

Berikut beberapa fakta nya:

FAKTA PERTAMA:MAKAN TAK CUCI TANGAN MEMBAWA BAKTERI SALMONELLA THYPHII

Infeksi Salmonella typhii sebagai penyebab demam tifoid berangkat dari faktor
kebersihan tangan. Penyakit ini ditularkan melalui makanan dan minuman yang
terkontaminasi bakteri Salmonella typhii.Infeksi terjadi melalui masuknya makanan dan air minum yang terkontaminasi feses.

Faktor risiko yang ada misalnya cadangan air yang terkontaminasi, es krim, sirup
ataupun makanan yang umumnya dijual oleh pedagang jalanan, ataupun
buah dan sayuran yang dipupuki limbah kotoran manusia/hewan. Faktor risiko 
lainnya termasuk kontak dengan pasien lainnya sebelum terkena penyakit ini, 

tidak mencuci tangan dengan sabun, lingkungan yang buruk, dan infeksi sebelumnya. “Dengan memelihara kebiasaan mencuci dan membersihkan tangan, terutama sebelum 

makan dan menyiapkan makanan, serta setelah menggunakan toilet, kita dapat 
menghindari tertular kuman penyakit dari luar, sekaligus mencegah penularan dari diri 
kita kepada orang lain,” papar Prof. Djoko. papar Ketua Perhimpunan Pengendalian 
Infeksi Indonesia (Perdalin), Prof Dr. Djoko Widodo, DTM&H, SpPD-KPTI
usai menandatangani perjanjian kerjasama antara Bayer dan Perdalin di Hotel
Intercontinental Jakarta MidPlaza,
Jakarta, belum lama.

FAKTA KEDUA:MAKAN TAK CUCI TANGAN MENGAKIBATKAN  216.500 KEMATIAN PERTAHUN

Pada 2000, penyakit ini tercatat
menginfeksi 21,6 juta orang dan mengakibatkan 216.500 kematian per tahun
dengan insiden tertinggi di bagian

selatan Asia Tengah, Asia Tenggara, dan bagian selatan Afrika.Lebih lanjut, profil kesehatan Indonesia 2008 menunjukkan prevalensi
tifoid di Indonesia masih cukup tinggi, yaitu 1,6 persen atau sekira 600
ribu sampai 1,5 juta kasus setiap tahunnya dan menempati urutan 15
dari penyakit yang menyebabkan kematian di Indonesia.
FAKTA KETIGA:BANYAK BENDA-BENDA MENGANDUNG KUMAN DAN BAKTERI DI SEKITAR KITA
Banyak sekali benda-benda kotor di sekitar kita.kalau yesus membiarkan tangan kita tak di cuci sebelum makan,maka kuman-kuman akan membahayakan kita.misalnya kita habis naik bis kota,tentu jika tak mencuci tangan sebelum makan adalah sangat jorok sekali.maka itu,persoalan nya tak sesederhana yang di ucap kan yesus.makan dengan tangan najis semua terbuang ke jamban,SELESAI.tidak demikian.makanan memang terbuang ke jamban,tetapi kuman-kuman dan bakterinya tak akan terbuang ke jamban,langsung masuk ke tubuh merusak kesehatan.bahkan tak mencuci tangan setelah menggunakan toilet amat berbahaya bagi kesehatan.fakta ini amat mudah di ketahui oleh siapapun,dan jurnal-jurnal ilmiah nya tersebar luas juga buku-buku mengenai ini.
Masih banyak fakta-fakta lain bahaya makan tak cuci tangan jika kita kaji dan telusuri.cukup anda search google saja,dengan mudah anda dapat menemukan nya.

BERANIKAH ORANG-TUA KRISTEN MENGAJARKAN ANAK-ANAK NYA MAKAN DENGAN TANGAN NAJIS?

Anak-anak banyak melakukan aktifitas kotor.seperti mengupil,bersin,menggaruk pantat,dst.jika kita ikuti pengajaran yesus tak mencuci tangan sebelum makan,karena semua terbuang ke jamban,bukan ke hati,apakah orang tua kristen berani menerapkan ajaran yesus ini pada anak-anak mereka?tentu tidak.begitu juga pada sekolah-sekolah kristen.apakah ayat ini bisa di percaya sebagai ajaran seorang Nabi dengan firman Tuhan?saya tak percaya.ini jelas-jelas menodai citra yesus sebagai nabi dengan menyusupkan ayat-ayat bodoh ini.seperti kata PHASTES yang hidup sebelum nabi Muhammad lahir sbb:

LARDENS dalam bukunya volume 3 mengutip keterangan SANTO AGUSTINUS(354-430M/TAGESTE-ANNABA) yg menyebutkan pendapat phastes,cendikiawan manichaism di abad ke 4 masehi:

saya mengingkari apa2 yg di yakini oleh para leluhur mengenai kitab perjanjian baru.BAGI SAYA,KITAB PERJANJIAN BARU JELAS-JELAS CACAT KARENA TIDAK DI KARANG OLEH YESUS KRISTUS ATAU MURID-MURID YESUS.TETAPI DI KARANG OLEH ORANG YG SAMA SEKALI TAK DI KENAL IDENTITASNYA YANG MENISBATKAN DIRI KEPADA YESUS DAN PENGIKUT SETIA NYA.ini di lakukan karena ia takut orang-orang tidak menerima kitab karangannya.jelas ini menodai citra yesus sebab ia menisbatkan kitab kepada yesus padahal di dalamnya terdapat ribuan bahkan ratusan ribu kesalahan dan pertentangan

Maka,perkataan yesus makan dengan tangan najis tak masuk ke hati namun langsung di buang ke jamban adalah terlalu menyederhanakan masalah.tak semua terbuang ke jamban,makan dengan tangan najis sari-sari makanan terbuang ke jamban,tetapi kuman-kuman dan bakteri nya menyebar ke dalam tubuh menimbulkan penyakit,yang bahkan mematikan.jadi,dalam hal ini Yesus dan Injil telah bertentangan dengan ilmu sains modern terutama tentang ilmu Kedokteran.

BERANIKAH ANDA MENERAPKAN AJARAN TIDAK MEMBASUH ATAU MENCUCI TANGAN SEBELUM MAKAN?

Kebiasaan mencuci/membasuh tangan baik bagi kesehatan dan kebersihan.

Kebiasaan mencuci/membasuh tangan baik bagi kesehatan dan kebersihan.

Membasuh tangan dari najis saat mau makan adalah suatu kebiasaan yang baik yang di pandang dari segi kesehatan modern adalah sangat menyehat kan.jika tak mencuci tangan sebelum makan,malah mengundang berbagai penyakit yang datang.sebab tangan kita sebelum di cuci pasti bekas memegang sesuatu yang kotor bahkan mungkin najis.seperti badan bus,habis mengupil,bekas pegang benda2 kotor,dst.kristen setelah mengikuti paulus dalam menghapus hukum taurat,mereka berkata:pedoman kami hanya perjanjian baru.pertanyaan bagi mereka:berani kah mereka menjalan kan ajaran yesus,yakni tak mencuci atau membasuh tangan sebelum makan?

KEBIASAAN mencuci tangan masih harus terus digalakkkan. Pasalnya, tak
sedikit kasuspenyakit infeksi adalah akibat malas ataupun tak terbiasa
mencuci tangan.
Infeksi Salmonella typhii sebagai penyebab demam tifoid berangkat dari faktor
kebersihan tangan. Penyakit ini ditularkan melalui makanan dan minuman yang
terkontaminasi bakteri Salmonella typhii. Pada 2000, penyakit ini tercatat
menginfeksi 21,6 juta orang dan mengakibatkan 216.500 kematian per tahun
dengan insiden tertinggi di bagian
selatan Asia Tengah, Asia Tenggara, dan bagian selatan Afrika.Lebih lanjut, profil kesehatan Indonesia 2008 menunjukkan prevalensi
tifoid di Indonesia masih cukup tinggi, yaitu 1,6 persen atau sekira 600
ribu sampai 1,5 juta kasus setiap tahunnya dan menempati urutan 15
dari penyakit yang menyebabkan kematian di Indonesia.
Penyebaran demam tifoidManusia merupakan satu-satunya inang (host) alamiah dan tempat berdiamnya bakteri
Salmonella typhii. Kuman ini dapat bertahan di air tanah, air danau, bahkan air laut,
 dan berdiam hingga berbulan-bulan di dalam telur dan kerang yang dibekukan.Infeksi terjadi melalui masuknya makanan dan air minum yang terkontaminasi feses.
Faktor risiko yang ada misalnya cadangan air yang terkontaminasi, es krim, sirup
ataupun makanan yang umumnya dijual oleh pedagang jalanan, ataupun
buah dan sayuran yang dipupuki limbah kotoran manusia/hewan. Faktor risiko
lainnya termasuk kontak dengan pasien lainnya sebelum terkena penyakit ini,
tidak mencuci tangan dengan sabun, lingkungan yang buruk, dan infeksi sebelumnya.Kendati pembawa tifoid kronis (chronic typhoid carriers) merupakan salah satu faktor
 survival dari patogen ini, keberadaannya bukan sebagai sumber infeksi langsung
dibandingkan air dan makanan yang terkontaminasi pada area yang dianggap endemik.Selain itu, salah satu karakteristik unik dari demam tifoid adalah bahwa seseorang
 bisa menjadi pembawa penyakit (carrier) dalam kondisi yang tetap sehat serta dapat
 menularkan penyakitnya pada orang lain. Deteksi dan pengobatan pembawa penyakit
ini bisa jadi sangat sulit. Karena pada umumnya mereka tidak menunjukkan gejala sakit
 apapun, dan tidak memiliki riwayat demam tifoid sebelumnya.
Cara pencegahan penyakit yang mudah dilakukan, yakni menjaga kebersihan lingkungan
 dan memerbaiki perilaku sehari-hari.“Dengan memelihara kebiasaan mencuci dan membersihkan tangan, terutama sebelum
makan dan menyiapkan makanan, serta setelah menggunakan toilet, kita dapat
menghindari tertular kuman penyakit dari luar, sekaligus mencegah penularan dari diri
kita kepada orang lain,” papar Prof. Djoko. papar Ketua Perhimpunan Pengendalian
Infeksi Indonesia (Perdalin), Prof Dr. Djoko Widodo, DTM&H, SpPD-KPTI
usai menandatangani perjanjian kerjasama antara Bayer dan Perdalin di Hotel
Intercontinental Jakarta MidPlaza,
Jakarta, belum lama.
Bentuk pengobatanKalau sudah terjangkit demam tifoid, apa yang
seharusnya segera dilakukan pasien? Faktor terpenting yang menyebabkan
buruknya kondisi pasien demam  tifoid adalah tertundanya pengobatan antibiotika.
Amatlah penting untuk memastikan eradikasi (pemusnahan total yang terserang
penyakit atau seluruh inang untuk membasmi suatu penyakit/KBBI) bakteri
Salmonella typhii dari pasien untuk menghindari terjadinya kekambuhan dan
menjadi pembawa (carrier). Prof. Dr. Djoko Widodo, SpPD-KPTI menyarankan
 pasien segera berobat ke dokter atau rumah sakit dan melakukan pengujian
untuk memastikan infeksi tifoid ini dan pasien mendapatkan pengobatan
yang adekuat dan tepat.( SUMBER )
Apa jadinya suatu ajaran agama justru menentang pembasuhan tangan sebelum makan dari benda-benda najis?apakah ajaran itu patut di sebut sesuai sains kekinian?jika tidak,maka tentu ajaran itu bukan Firman Tuhan atau ajaran seorang nabi,tetapi lebih merupakan ajaran buatan hawa nafsu manusia.tulisan ini tidak bermaksud menghina yesus sebagai nabi,malah membersihkan nama yesus dari penistan nya,dengan membuat-buat ayat palsu yg di nisbat kan kepadanya.seperti yang di katakan oleh phastes:

KESAKSIAN PHASTES AKAN KERAGUAN KANONISASI INJIL2

LARDENS dalam bukunya volume 3 mengutip keterangan SANTO AGUSTINUS(354-430M/TAGESTE-ANNABA) yg menyebutkan pendapat phastes,cendikiawan manichaism di abad ke 4 masehi:

saya mengingkari apa2 yg di yakini oleh para leluhur mengenai kitab perjanjian baru.BAGI SAYA,KITAB PERJANJIAN BARU JELAS2 CACAT KARENA TIDAK DI KARANG OLEH YESUS KRISTUS ATAU MURID2 YESUS.TETAPI DI KARANG OLEH ORANG YG SAMA SEKALI TAK DI KENAL IDENTITASNYA YANG MENISBATKAN DIRI KEPADA YESUS DAN PENGIKUT SETIA NYA.ini di lakukan kareana ia takut orang2 tidak menerima kitab karangannya.jelas ini menodai citra yesus sebab ia menisbatkan kitab kepada yesus padahal di dalamnya terdapat ribuan bahkan ratusan ribu kesalahan dan pertentangan

SUATU HARI,FARISI DAN AHLI TAURAT MENEGUR MURID-MURID YESUS YANG MAKAN DENGAN TANGAN NAJIS TAK DI BASUH.

VERSI MARKUS.

(1) Pada suatu kali serombongan orang Farisi dan beberapa ahli Taurat dari Yerusalem datang menemui Yesus.(2) Mereka melihat, bahwa beberapa orang murid-Nya makan dengan tangan najis, yaitu dengan tangan yang tidak dibasuh.(3) Sebab orang-orang Farisi seperti orang-orang Yahudi lainnya tidak makan kalau tidak melakukan pembasuhan tangan lebih dulu, karena mereka berpegang pada adat istiadat nenek moyang mereka;(4) dan kalau pulang dari pasar mereka juga tidak makan kalau tidak lebih dahulu membersihkan dirinya. Banyak warisan lain lagi yang mereka pegang, umpamanya hal mencuci cawan, kendi dan perkakas-perkakas tembaga.(5) Karena itu orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat itu bertanya kepada-Nya: “Mengapa murid-murid-Mu tidak hidup menurut adat istiadat nenek moyang kita, tetapi makan dengan tangan najis?”(Markus 7:1-5)

VERSI MATIUS.

(1) Kemudian datanglah beberapa orang Farisi dan ahli Taurat dari Yerusalem kepada Yesus dan berkata:(2) Mengapa murid-murid-Mu melanggar adat istiadat nenek moyang kita? Mereka tidak membasuh tangan sebelum makan.(Matius 15:1-2)

Ayat di atas jelas bahwa murid-murid yesus makan tak membasuh atau mencuci tangan,hingga masih melekat kotoran dan najis.lucu nya ahli farisi dan ahli taurat menegur nya berdasar ADAT ISTIADAT NENEK MOYANG.padahal kebiasaan mencuci tangan sebelum makan bukan soal adat istiadat nenek moyang,tetapi kebiasaan yang biasa dari segi akal logis kesehatan umum di dunia.

YESUS BUKAN MEMBENARKAN FARISI DAN AHLI TAURAT,MALAH MENGKRITIK BALIK FARISI DAN AHLI TAURAT TENTANG KEBIASAAN MEREKA MEMBASUH TANGAN SEBELUM MAKAN.

VERSI MARKUS.

(6) Jawab-Nya kepada mereka: “Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang-orang munafik! Sebab ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.(7) Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.(8) Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia.”(9) Yesus berkata pula kepada mereka: “Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri.(10) Karena Musa telah berkata: Hormatilah ayahmu dan ibumu! dan: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya harus mati.(11) Tetapi kamu berkata: Kalau seorang berkata kepada bapanya atau ibunya: Apa yang ada padaku, yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk korban–yaitu persembahan kepada Allah–,(12) maka kamu tidak membiarkannya lagi berbuat sesuatupun untuk bapanya atau ibunya.(13) Dengan demikian firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadat yang kamu ikuti itu. Dan banyak hal lain seperti itu yang kamu lakukan.”(Markus 7:6-13)

VERSI MATIUS

(3) Tetapi jawab Yesus kepada mereka: “Mengapa kamupun melanggar perintah Allah demi adat istiadat nenek moyangmu?4) Sebab Allah berfirman: Hormatilah ayahmu dan ibumu; dan lagi: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya pasti dihukum mati.(5) Tetapi kamu berkata: Barangsiapa berkata kepada bapanya atau kepada ibunya: Apa yang ada padaku yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk persembahan kepada Allah,(6) orang itu tidak wajib lagi menghormati bapanya atau ibunya. Dengan demikian firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadatmu sendiri.(7) Hai orang-orang munafik! Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu:(8) Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.(9) Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.”(Matius 15:3-9)

LALU YESUS MELANJUTKAN DALAM MEMBELA PERBUATAN MURID-MURIDNYA,DENGAN MENGATAKAN YANG MASUK KE DALAM TUBUH TAK MENAJISKAN SESEORANG,YANG KELUAR DARI HATI YANG MENAJISKAN ORANG.

Banyak pihak kristen tak menyadari,ayar-ayat selanjut nya masih berhubungan dengan pembelaan yesus atas perbuatan murid2 makan dengan tangan najis tampa di basuh.yesus melanjutkan bahwa makan tampa membasuh tangan dari yang najis tak akan menajiskan sesorang.jadi yesus secara langsung maupun tak langsung mengajarkan murid2 kebiasaan tak mencuci/membasuh tangan sebelum makan.walau tangan itu bekas buang ingus,mengupil,bekas memegang koin uang yang kotor,dst.

VERSI MARKUS.

(14) Lalu Yesus memanggil lagi orang banyak dan berkata kepada mereka: “Kamu semua, dengarlah kepada-Ku dan camkanlah.(15) Apapun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya.”(16) (Barangsiapa bertelinga untuk mendengar hendaklah ia mendengar!)(17) Sesudah Ia masuk ke sebuah rumah untuk menyingkir dari orang banyak, murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya tentang arti perumpamaan itu.(18) Maka jawab-Nya: “Apakah kamu juga tidak dapat memahaminya? Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya,(19) karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban?” Dengan demikian Ia menyatakan semua makanan halal.(20) Kata-Nya lagi: “Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya,(21) sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan,(22) perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan.(23) Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang.”(Markus 7:14-23)

VERSI MATIUS.

(10) Lalu Yesus memanggil orang banyak dan berkata kepada mereka:(11) Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang.(12) Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: “Engkau tahu bahwa perkataan-Mu itu telah menjadi batu sandungan bagi orang-orang Farisi?”(13) Jawab Yesus: “Setiap tanaman yang tidak ditanam oleh Bapa-Ku yang di sorga akan dicabut dengan akar-akarnya.(14) Biarkanlah mereka itu. Mereka orang buta yang menuntun orang buta. Jika orang buta menuntun orang buta, pasti keduanya jatuh ke dalam lobang.”(15) Lalu Petrus berkata kepada-Nya: “Jelaskanlah perumpamaan itu kepada kami.”(16) Jawab Yesus: “Kamupun masih belum dapat memahaminya?(17) Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu yang masuk ke dalam mulut turun ke dalam perut lalu dibuang di jamban?(18) Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang.(19) Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.(20) Itulah yang menajiskan orang. Tetapi makan dengan tangan yang tidak dibasuh tidak menajiskan orang.”(Matius 15:10-20)

Kesimpulan nya jelas bahwa yesus membiarkan murid-murid nya tak membasuh/mencuci tangan sebelum makan,malah membela perbuatan tak sehat murid-murid dengan menghibur mereka bahwa:apa yang dari luar(berupa tangan najis yang belum di basuh/di cuci sebelum makan0adalah tidak menajis kan sesorang.

BAGAIMANA AJARAN ISLAM SOAL MENCUCI TANGAN SEBELUM MAKAN?

Mengenai cuci tangan sesudah makan, Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa yang tidur dalam keadaan tangannya masih bau daging kambing dan belum dicuci, lalu terjadi sesuatu, maka janganlah dia menyalahkan kecuali dirinya sendiri.” (HR. Ahmad, no. 7515, Abu Dawud, 3852 dan lain-lain, hadits ini dishahihkan oleh al-Albani)

Lalu setelah makan pun mencuci tangan.

Dalam riwayat lain, Abu Hurairah menyatakan, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah makan belikat kambing. Sesudah selesai makan beliau berkumur-kumur, mencuci dua tangannya baru melaksanakan shalat. (HR. Ahmad, 27486 dan Ibn Majah 493, hadits ini dishahihkan oleh al-Albani)

ISLAM ADALAH AGAMA BERSIH LAHIR DAN BATIN.

Artinya islam adalah agama yang sangat adil dan seimbang,selain bersih lahir,juga harus membersih kan batin dari perbuatan zina,mencuri,riba,hasut,dengki,cabul,dst.islam mengharamkan segala macam najis dan hal2 yang menjijik kan masuk ke tubuh,dan juga mengharamkan pula najis2 rohani masuk ke dalam hati.

Allah Ta’ala berfirman,

وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ

Dan dia mengharamkan bagi mereka segala yang khobits” (QS Al A’raf: 157).

Khobist adalah sesuatu yang menjijik kan.seperti ular,kodok,buaya,tikus,kalelawar,anjing,dst.semua haram untuk di makan.bukan saja memperhatikan kebersihan makanan dan minuman dari najis,islam juga sangat memperhatikan kebersihan hati dari najis2 rohani.

Allah berfirman yang artinya, “(Yaitu) pada hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.” (QS. asy-Syu’ara: 88-89)

Ibnu Katsir berkata, “‘(Yaitu) pada hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna’ Artinya, harta seseorang tidak akan bisa menjaga diri orang tersebut dari azab Allah, walaupun dia menebusnya dengan emas seluas dan sepenuh bumi. ‘Dan tidak pula anak-anak laki-laki’, artinya tidak pula bisa menghindarkan dirinya dari azab Allah, walaupun dia menebus dirinya dengan semua manusia yang bisa memberikan manfaat kepadanya. Yang bermanfaat pada hari kiamat hanyalah keimanan kepada Allah dan memurnikan peribadatan hanya untuk-Nya, serta berlepas diri dari kesyirikan dan dari para pelakunya. Oleh karena itu, Allah kemudian berfirman, ‘Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.’ Yaitu, hati yang terhindar dari kesyirikan dan dari kotoran-kotoran hati.”

Allah berfirman,

“(Ingatlah) ketika dia (Ibrahim) datang kepada Tuhannya dengan hati yang suci.” (QS. ash-Shaffat: 84)

Hadits-Hadits Rasulullah

1. Diriwayatkan dari Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash, beliau berkata, “Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya, ‘Siapakah orang yang paling utama?’ Beliau menjawab, ‘Setiap orang yang bersih hatinya dan benar ucapannya.’ Para sahabat berkata, ‘Orang yang benar ucapannya telah kami pahami maksudnya. Lantas apakah yang dimaksud dengan orang yang bersih hatinya?’ Rasulullah menjawab, ‘Dia adalah orang yang bertakwa (takut) kepada Allah, yang suci hatinya, tidak ada dosa dan kedurhakaan di dalamnya serta tidak ada pula dendam dan hasad.’” (Dikeluarkan oleh Ibnu Majah 4216 dan Thabarani, dan dishahihkan oleh Imam Albani di dalam Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah)

2. Diriwayatkan dari an-Nu’man bin Basyir, dia berkata, “Rasulullah bersabda, ‘… Ketahuilah sesungguhnya di dalam jasad itu ada segumpal darah. Apabila dia baik, maka menjadi baik pula semua anggota tubuhnya. Dan apabila rusak, maka menjadi rusak pula semua anggota tubuhnya. Ketahuilah dia itu adalah hati.’” (Muttafaq ‘alaihi)

3. Diriwayatkan dari Anas bin Malik, beliau berkata, “Suatu ketika kami duduk-duduk bersama Rasulullah. Tiba-tiba beliau berkata, ‘Akan lewat di hadapan kalian saat ini seorang calon penghuni surga.’ Lalu lewatlah seorang pemuda Anshar dalam keadaan dari jenggotnya menetes sisa-sisa air wudhu dan tangan kirinya menenteng sandal. Pada keesokan harinya, Rasulullah bersabda lagi persis sebagaimana sabdanya kemarin, lalu lewatlah pemuda tersebut dengan keadaan persis dengan keadaannya yang kemarin. Dan pada hari yang ketiga Rasulullah mengulang lagi sabdanya seperti sabdanya yang pertama dan pemuda itu pun muncul lagi dengan keadaan seperti keadaannya yang pertama. Maka, ketika Rasulullah beranjak pergi, Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash segera mengikuti pemuda tersebut (ke rumahnya), lalu berkata kepadanya, ‘Sesungguhnya antara aku dan bapakku telah terjadi perselisihan, maka aku bersumpah tidak akan masuk ke rumahnya selama 3 hari. Jika engkau tidak keberatan, aku ingin menumpang padamu selama 3 hari tersebut.’ Pemuda tersebut berkata, ‘Ya, tidak apa-apa.’”

Selanjutnya Anas berkata, “Maka Abdullah menceritakan bahwa selama 3 hari bersama pemuda tersebut, dia tidak melihatnya melakukan qiyamul lail (shalat malam) sedikitpun. Yang dia lakukan hanyalah bertakbir dan berzikir setiap kali dia terjaga dan menggeliat di atas tempat tidurnya sampai dia bangun untuk shalat shubuh. Selain itu, Abdullah berkata, ‘Hanya saja, aku tidak pernah mendengarnya berbicara kecuali yang baik-baik. Setelah 3 hari berlalu dan hampir saja aku meremehkan amalannya, aku berkata kepadanya, ‘Wahai hamba Allah, sebenarnya tidak pernah ada pertengkaran antara aku dengan bapakku, dan tidak pula aku menjauhinya. Sebenarnya, aku hanya mendengar Rasulullah berkata tentang engkau tiga kali, ‘Akan muncul di hadapan kalian saat ini seorang laki-laki calon penghuni surga.’ Dan ternyata engkaulah yang muncul sebanyak 3 kali itu. Karena itu, aku jadi ingin tinggal bersamamu agar aku bisa melihat apa yang engkau lakukan untuk kemudian aku tiru. Akan tetapi, aku tidak melihat engkau melakukan amalan yang besar. Lantas, amalan apa sebenarnya yang bisa menyampaikan engkau kepada kedudukan sebagaimana yang dikatakan oleh Rasulullah?’ Orang tersebut berkata, ‘Aku tidak melakukan kecuali apa yang kamu lihat.’ Maka ketika aku telah berpaling (pergi), dia memanggilku dan berkata, ‘Sebenarnyalah aku memang tidak melakukan apa-apa selain yang engkau lihat. Hanya saja, selama ini aku tidak pernah merasa dongkol dan dendam kepada seorang pun dari kaum muslimin, serta tidak pernah menyimpan rasa hasad terhadap seorang pun terhadap kebaikan yang telah Allah berikan kepadanya.’ Maka Abdullah berkata, ‘Inilah amalan yang membuatmu sampai pada derajat tinggi, dan inilah yang tidak mampu kami lakukan.’” (HR. Ahmad)

Perkataan Para Salaf

1. Abu Dujanah berkata, “Tidak ada sebuah amalan yang paling aku yakini bisa memberi manfaat bagiku di akhirat selain dua perkara. Yang pertama, aku tidak pernah berbuat sesuatu yang tidak bermanfaat bagiku. Dan yang kedua, selamatnya hatiku terhadap kaum muslimin.” (Siyar A ‘lam an-Nubala’ I/243).

2. Sufyan bin Dinar berkata, “Aku berkata kepada Abu Bisyr -dan dia termasuk di antara murid-murid Ali bin Abu Thalib-, ‘Beri tahu kepadaku amalan-amalan orang-orang sebelum kita.’ Dia berkata, ‘Mereka sedikit beramal tetapi mendapatkan pahala yang banyak.’ Aku berkata, ‘Mengapa bisa demikian?’ Dia berkata, ‘Karena selamatnya (bersihnya) hati mereka.’” (Az-Zuhud II/600).

3. Al-Fudhail bin ‘Iyadh berkata, “Tidak akan bisa mengejar kami orang yang mengejar dengan memperbanyak puasa dan shalat, akan tetapi kami hanya bisa dikejar dengan bermurah hati dan selamatnya hati dan memberi nasehat kepada umat.” (Jami’ al-’Ulum wa al-Hikam I/225).

4. Ibnul Qayyim berkata, “Jadi, hati adalah ibarat raja bagi anggota tubuh. Anggota tubuh akan melaksanakan apa yang diperintahkan oleh hati dan akan menerima semua arahan-arahan hati. Anggota tubuh tidaklah akan melaksanakan sesuatu kecuali yang berasal dari tujuan dan keinginan hati. Jadi, hati tersebut merupakan penanggung jawab mutlak terhadap anggota tubuh karena seorang pemimpin akan ditanya tentang yang dipimpinnya. Jika demikian adanya, maka upaya memberi perhatian yang besar terhadap hal-hal yang menyehatkan hati dan meluruskannya merupakan upaya yang terpenting, dan memperhatikan penyakit-penyakit hati serta berusaha untuk mengobatinya merupakan ibadah yang paling besar.” (Ighatsah al-Lahfan halaman 5).

Di tempat yang lain beliau berkata, “Jenis hati yang ketiga adalah hati yang sakit, yaitu hati yang hidup namun berpenyakit. Dengan begitu, di dalam hati tersebut terdapat dua unsur, di mana unsur yang pertama terkadang mengalahkan yang kedua dan begitu pula sebaliknya. Sedangkan hati sendiri akan mengikuti yang menang di antara keduanya.

Di dalam hati tersebut terdapat perasaan cinta dan iman kepada Allah, ikhlas dan bertawakkal hanya kepada-Nya. Semua itu merupakan unsur kehidupan hati. Namun, di dalam hati tersebut juga terdapat perasaan cinta kepada syahwat, lebih mementingkan syahwat dan berupaya untuk memperturutkannya, dan terdapat pula rasa hasad, sombong, ujub, dan ambisi untuk menjadi orang yang paling unggul, serta bertindak semena-mena di muka bumi dengan kekuasaan yang dimiliki. Semua itu merupakan unsur yang akan membuat diri hancur dan binasa.”

Beliau juga berkata, “Karena itu, surga tidak bisa dimasuki oleh orang-orang yang berhati kotor, dan tidak pula bisa dimasuki oleh orang yang di hatinya terdapat noda-noda dari kotoran tersebut. Barangsiapa yang berusaha untuk mensucikan hatinya di dunia, lalu menemui Allah (mati) dalam keadaan bersih dari najis-najis hati, maka dia akan memasuki surga tanpa penghalang. Adapun tentang orang yang belum membersihkan hatinya selama di dunia, maka jika najis hati tersebut najis murni -seperti hatinya orang-orang kafir-, maka dia tidak bisa masuk surga sama sekali. Dan jika najis tersebut sekadar noda-noda yang mengotori hati, maka dia akan memasuki surga tersebut setelah dia disucikan di dalam neraka dari najis-najis tersebut.”

5. Ibnu Qudamah berkata, “Dan ketahuilah bahwasanya Allah apabila menghendaki kebaikan pada seseorang, maka dia akan dibuat mengetahui aibnya. Barangsiapa yang mempunyai mata hati yang tajam, maka tidak akan tersembunyi baginya aib-aib dirinya, dan apabila dia telah mengenali aib-aibnya, maka memungkinkan baginya untuk mengobatinya penyakit-penyakit tersebut. Sayangnya, kebanyakan manusia tidak mengenal aib-aib dirinya sendiri. Mereka bisa melihat kotoran yang ada di mata saudaranya, tetapi tidak bisa melihat anak sapi yang ada di matanya sendiri.”

Di tempat yang lain beliau berkata, “Barangsiapa yang mengenal hatinya, maka dia akan mengenal Rabbnya. Sayangnya, kebanyakan manusia tidak mengenali dirinya sendiri. Allah-lah yang menghalangi antara seseorang dengan hatinya, dan penghalang tersebut berupa ketidakmampuan seseorang mengenali hatinya dan terhalangnya dirinya dari mengawasi hatinya, padahal mengenali hati dan sifat-sifatnya adalah merupakan pokok agama.”

Nah,kalau ajaran kristen hanya mementingkan hati yang bersih belaka,tetapi apa yang masuki,mau najis atau kotor dan haram mereka tak perduli dengan memakai dasar2 ayat di atas yang belum tentu ucapan dan ajaran dari yesus.maka,agama mana yang lebih sempurna pengajaran nya?

Lampu Islam

Timbangan Agama-agama lewat pemikiran,analisa dan tulisan

Menjawab Kristen

Muslim Menjawab Fitnah

SERANGAN BALIK UNTUK INDONESIA.FAITHFREEDOM.ORG (serbuiff)

Siap membombardir habis gembong IFF dan spesies lainnya yang sejenis

Timbangan Agama-agama lewat pemikiran,analisa dan tulisan

Answering Misionaris

Menjawab Fitnah terhadap Islam

Gen Syi'ah

Timbangan Agama-agama lewat pemikiran,analisa dan tulisan

Timbangan Agama-agama lewat pemikiran,analisa dan tulisan

Muslim.Or.Id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

Pesantren online agama Islam berdasarkan Qur'an dan Sunnah dengan pemahaman Salafus Shalih

True Islam In The Air

When You See Islam Is Wrong

Kerajaan Agama

http://kerajaanagama.wordpress.com/ 2009 - 2011

MUSLIM MENJAWAB TANTANGAN

[3:190] Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,

---PENGINJIL---

KRISTEN ADALAH PENERUS AGAMA PAGAN

Edyprayitno's sang Mualaf

FORUM DIALOG LESEHAN DAN KAJIAN KRISTOLOGI

Kristenisasi - Pemurtadan - Kristologi

A. AHMAD HIZBULLAH MAG's Blog

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.